Jumat. Jam 10 pagi. Masih di kediaman Skylark(s) Bersaudara

Alaude terus mendengus sambil menopang dagunya sebal. Lalu menggetuk-getukkan jari telunjuknya ke meja makan beberapa kali.

Persediaan cafe lattenya yang habis–Oh, salahkan Kyoya karena dial ah yang menghabiskan semuanya–di tambah koran langganannya–yang entah kenapa–belum datang pagi ini cukup membuat Alaude bete. Wajahnya terkekuk layaknya seorang gadis ABG labil yang sedang PMS.

Ditambah lagi tidak ada makanan atau camilan yang bisa dia makan pagi ini. Oh ayolah, Alaude belum makan apapun dari kemarin sore. Wajar saja kalau dia kelaparan.

Kamu kurang beruntung, Alaude. Silahkan coba lagi.

"Fon kenapa belum bangun. Sial." dengus Alaude lagi sambil menundukan kepalanya. Dibiarkan wajah gantengnya mencium meja makan. Perut Alaude terus bernyanyi tanda minta diisi.

"…Tsk."

"Ah Ala-chan~ zăo ān~"

Tiba-tiba suara nista menyapa indra pendengaran Alaude. Refleks Alaude menggangkat kepalanya lalu wajahnya kembali terlihat bete.

"Hn."

"Tumben Ala-chan sudah bangun~"

Oh itu Fon. Kirain siapa deh. Panjang umur kamu, Fon.

Lah tunggu…

Fon, Alaude 'kan emang biasa bangun jam segini. Dua jam lebih awal malah. Kamu tuh yang kebo.

"Ufu~"

"…" Alaude diem. Dia terlalu lelah untuk menjawab Fon

"Are? Ala-chan kenapa?~"

"…"

"Ara~~~ Ala-chan kelaparan ya?" Fon memiringkan kepalanya

"…"

Alaude masih diem

"Ara~ ternyata benar Ala-chan kelaparan~"

"…"

"Aww manisnya~ Ala-chan manies sekalieh~" Fon langsung memeluk Alaude

(Lah Fon, itu adik kamu kelaperan itu. Kasih makan kek atau apa gitu aduh. Kasian kan. Kakak macam apa kamu. *lalu author dilempar ke kolam hiu sama Fon*)

Alaude hanya pasrah. Dia gak punya tenaga buat ngelawan kekuatan titan Fon. Berurusan dengan Fon membuat jasmani dan rohani Alaude hilang seketika.

"Kalau sudah tahu kenapa masih diam saja." Alaude ngedumel

"Are….Maaf...sepertinya semua persediaan makanan kita sudah habis…" Fon melepaskan pelukannya lalu memasang wajah sedih. Entah itu sedih beneran atau sedih bohongan supaya bisa dapet simpati Alaude

'WAT?! WATDEHEL?! DAFUK?' Batin Alaude dengan OOCnya

Wajah Alaude makin tertekuk. Persis seperti baju belum digosok

Melihat wajah 'manis' Alaude, Fon hanya tersenyum. Tiba-tiba dia mendapat ide cemerlang. Mungkin bisa digambarkan ada lampu di atas kepala ganteng Fon.

"Aha!" fon tersenyum sumringah

"…apa?"

"Bagaimana kalau kita makan di Warteg Mas Giotto?~"

"…hah?" Alaude menaikkan kedua alisnya

"Ehehe~ kebetulan aku juga lapar~ mungkin sudah buka wartegnya~"

"…"

"kalau begitu ayo pergi. Nanti untuk Kyou-kun dan Hiba-chan dibungkus saja~"

"Kenapa mereka tak ikut saja?" Tanya Alaude ogah-ogahan

"Karena mereka masih pacaran sama guling mereka~~" Fon memasang wajah (sok) imut

Alaude pokerface

"…terserah."

"Yosh! Kami datang, Warteg Mas Giotto!" Fon menggepalkan tangannya ke atas

'…norak.' Batin Alaude. Merasa geli dan jijik dengan kelakuan kakak tertuanya ini

"Ayo Ala-chan!~" Fon menarik tangan Alaude antusias dan penuh semangat

"…"


.

.

.

Disclaimer: Katekyo Hitman REBORN! Akira Amano

Warning(s): OOC (maybe), typo(s), nista, humor garing segaring kerupuk, kurangnya EYD, bahasa ancur dan kekurangan-kekurangan lainnya.

Cast: Skylark(s) Family, Pemilik Warteg, Anak si Pemilik Warteg, DeeLeL.

[AN: Kyoya itu TYL!18 ya :3

.

.

.

[ Jangan salahkan saya kalau fic ini garing. Salahkan otak dan inspirasi saya. ]

[ Segala kegaringan, kesamaan judul dan cerita diluar tanggung jawab author. ]

Don't Like? Don't Read & Flame!

.

.

.


-SKIP-

"Nǐ hăo~"

Suara nista Fon menyapa seisi ruangan di warteg itu. Tiba-tiba terlihat seorang pria bule berambut jabrik melawan gravitasi datang. Lengkap dengan celemek di tubuhnya.

"Ah Fon-kun! Nǐ hăo!" Si bule ngebales perkataan Fon

"Ohisasiburi desu, Giotto-kun~" Fon ketawa cantik

Oh nama si bule itu Giotto

"Nǐ hăo~" Giotto bergaya seperti gadis ABG labil yang baru dapat SMS dari pacarnya

(…To, sejak kapan kamu bisa bahasa Mandarin?)

"Ufu~ Sejak kapan Giotto-kun buka bisnis makanan?~"

"Ah itu! ini adalah usaha sampinganku!" Giotto tersenyum layaknya seperti capres yang baru menang

"Eh? Bagaimana ceritanya?~" Fon mulai kepo

"Akan kuceritakan di next chapter~"

"Aree..?" Fon memiringkan kepalanya nista

"Aku tak sempat kalau sekarang, Fon-kun. Aku sibuk. Pekerjaan kantorku menumpuk." ujar Giotto frustasi

"Araa~~ baiklah~~"

"..." Alaude yang merasa terkacangi akhirnya malah diam sambil memerhatikan Fon dan Giotto yang lagi ngerumpi layaknya seperti sekumpulan ibu-ibu yang sedang membicarakan gossip terhot, terpanas, dan terbaru.

'...Makananku. Sialan.' Rutuk Alaude.


.

.

.


Sudah hampir sepuluh menit Fon dan Giotto berbincang-bincang–ngerumpi–.

(...Lah tadi katanya sibuk. Kok masih bisa ngerumpi, sih, To...)

"Oh begitu...kau sudah kembali dari China..."

(Iyalah To Fon udah balik. Kalau gak kenapa dia di sini sekarang aduh..."

"Ufu~ begitulah, Giotto-kun~"

Giotto tersenyum 1000 watt

Karena kehabisan topik atau apa, akhirnya Giotto bertanya sesuatu kepada Fon.

"Jadi, ada perlu apa kemari, Fon-kun?"

"Oh...~ Aku ke sini karena aku mau makan bersama Ala-chan, Giotto-kun. Ufu~" Fon menunjuk Alaude yang sedari tadi duduk di bangku–bukan meja, ya–.

"Ah ada Alaude juga! Halo! Lama tak berjumpa, Alaude! Aku tak sadar kau ada di sini juga!" sambut Giotto antusias

(...Temen lama kamu itu, To...masa kamu gak ngenotis ada Alaude si sini, sih...)

"Hn."

"Bagaimana pekerjaanmu?" Giotto tersenyum sumringah

"Biasa saja." Balas Alaude datar

"Tak kerja hari ini?" Giotto masih antusias

"Tidak."

"…o-oh…' Giotto sweatdrop. Iya, nasib emang punya temen kaya Alaude

'Padahal dulu waktu kita masih kecil, kamu suka minta aku mpok-mpokin kamu, Alaude…' Batin Giotto miris

"Alaude, kenapah kamuh sepertih inih kepadah akuh, sayang? Kenapah kamuh jadih jutek dan dingin begini, sayang?" ujar Giotto nista ditambah efek air mata supaya ikut mendramatisir

"Najis." Alaude buang muka

JLEB

"A-Al…sakitnya di sini, Al…" Giotto memegangi kokoro-nya. Layaknya seoarang lansia yang divonis terkena penyakit jantung

"Ha-hatikuh…A-Alaude tega…hiks hiks…" Giotto masih memegangi kokoronya.

Aksinya ini dianggap sangat berlebihan di mata Alaude.

"Hmph." Alaude masih cuek-cuek bebek. Dalam hati Alaude nyesel. Kenapa dia punya teman selabil, senajis dan selebay ini?

Giotto pundung lengkap dengan aura suram disekitarnya

Alaude lagi-lagi masih cuek. Sabodo teuing sama Giotto

"Nee nee, Giotto-kun, kami lapar~" Fon yang emang gak ngerti suasana atau gimana malah seenaknya mengutarakan isi hatinya yang emang gak penting.

(…FON PLIS JANGAN BUNUH AUTHOR! AMPUN!)

"Ah ayo makan! Aku kebetulan baru selesai memasak!" Giotto dengan cepat berdiri

"TSUNA TOLONG BAWAKAN MAKANAN YAH!" Teriak Giotto

Tiba-tiba seorang anak remaja berambut coklat jabrik anti gravitasi–kopian dari bapaknya–datang membawa dua piring

"HIEE! EH HIBARI-SAN BERAMBUT MAYONAISE?!"

"A-ah, Tsuna…" Giotto sweatdrop

"ITU HIBARI-SAN GANTI WARNA RAMBUT, PA! GANTI WARNA!" Teriak Tsuna heboh.

"Anoo…. Tsuna…."

Alaude facepalm

Fon pokerface

"HIBARI-SAN KENAPA KE SINI?! HIEE!" Tsuna dengan seenak jidat melempar kedua piring di tangannya

"TUEDHHAK! MASAKANKU!" Giotto menangkap kedua piring itu dengan adegan slowmotion

Giotto berlari dengan gaya slowmotion menangkap kedua piring itu

'Thu..ee..daakkkk!'

Piringnya berhasil jatuh ke pelukkan–eh salah, ke tangan Giotto maksudnya. Yah untung aja Giotto bisa menangkap

"Fyuuhh, untung saja reflekku bagus…"

"HIEE!" Tsuna masih aja teriak histeris

"Tsuna! Papa udah bilang sama kamu 'kan kalau gak boleh melempar piring sembarangan?!" Giotto naik pitam. Coba kalau dia tadi tidak menangkap dengan gesit, akan jadi apa masakkan buatannya ini?

RIP Fon and Alaude's food…

"…kau…si Tukang Pos itu." Alaude mulai emosi

"HA-HAI'!"

Alaude memijat keningnya yang mendadak terasa nyeri dan ngilu mendengar teriakan cempreng Tsuna

"HIEE! HI-HIBARI-SAN! O-OHAYOU GO-GOZAIMASU!" Tsuna malah membungkukan badannya sembilan puluh derajat

"Tsuna! Kamu masuk sana!" Giotto mendorong punggung Tsuna pelan

"TA-TAPI PA! I-ITU HIBARI-SAN! NA-NANTI PAPA DI KAMIKOROSU!"

"Itu bukan Hibari-kun, Tsuna!"

"ITU HIBARI-SAN, PAPA!"

"…A-anoo…Giotto-kun…" Fon sweatdrop

"Sudah kamu masuk saja sana, Tsuna!"

"ITU HIBARI-SAN, PAPA! HIBARI-SAN!"

"…"

"Itu bukan Hibari-kun, Tsuna. Itu Alaude! Teman masa kecil papa, Tsuna!"

Giotto frustasi melihat tingkah anak sematawayangnya yang tingkat kelemotan dan ke'dame'annya is too damn high.

Hening

Tsuna langsung tengsin

"O-Oh…" Tsuna menundukan wajahnya malu

"Makanya kamu jangan sok tahu, Tsuna!" oceh Giotto

"…go-gomen nee, papa…" mata Tsuna berkaca-kaca

KYUUNN

Hati Giotto langsung tertancap panah melihat wajah Tsuna. Dia jadi tak tega memarahi Tsuna.

(…dan, apa-apaan backsound itu, To?)

"…Yasudah… Sekarang minta maaf, Tsuna." Ujar Giotto sambil menghela mafas

"…Ha-hai'. Go-gomennasai…Hiba-EH! A-Alaude-san!" Tsuna gelagapan

Fon yang menyadari kalau aura Alaude semakin lama semakin tidak bersahabat buru-buru mengelus-elus punggung Alaude

"A-Ala-chan, ja-jangan marah-marah, nee…"

"…"

"Nufufu…ramai sekali di sini…"

Tiba-tiba kembali terdengar suara ketawa nista

Semua yang ada di warteg–termasuk Alaude dan Fon–langsung mengalihkan perhatiannya ke sumber asal suara

Hening

.

.

.

Hening lagi

.

.

.

Masih hening

.

.

.

Sampai…

.

.

.

"HIEEE?!"

…Suara teriakkan cempreng Tsuna lah yang pertama kali memecahkan keheningan di sana.

"DAEMON?!"

"…Daemon Spade."

"Nufufu, kalian merindukanku?~"

Sebentar lagi…

…perang dunia ketiga akan terjadi.

Di Warteg Giotto.


.

.

.


"DAEMON KENAPA DI SINI?!" Giotto syok

"Nufufu, hanya ingin makan~"

"Yasudah tunggu saja di sana." Ujar Giotto dingin lalu mendorong punggung Tsuna ke dalam guna menghindari ke'pedo'an Daemon yang bisa aja ON waktu ngeliat keimutan Tsuna. Dan Giotto gak mau anak sematawayangnya ini berakhir diperkosa Daemon.

"Tsuna, kamu masuk ya.."

"…enghh….i-iya, Pah…"

Karena Tsuna itu anak yang nurut dan sayang sama papa, jadi dia akan menuruti segala perintah papa tersayangnya ini.–Sekalipun disuruh nari striptease sama papanya, akan tetap Tsuna lakukan.–

lalu Tsuna masuk ke dalam

Giotto menghela nafas lega. Untung anaknya mau denger kata.

"Nufufu~ Eh ada Alaude~"

Daemon tersenyum mesum lalu mendekati Alaude

Sementara Alaude masih cuek.

'Orang kaya gini musti disambit pake borgol.' Batin Alaude

"Ngapain kau ke sini, Semangka."

"Nufufu, Araudi kepop deh~"

"..."

"Eh kepoh Mon, kepoh! Bukan kepop!"

Tak ada angin, petir, awan, hujan, matahari, kabut dan awan, tiba-tiba terdengar author yang entah dari mana datang sambil bawa pentunganan yang berasal dari negaranya.

"Nufufu~ Author-chan bawel~ itu lidahku kepeleset" Daemon menendang Author keluar dari warteg Giotto

"GYAAAA!"

Oke abaikan yang di atas.

Kembali ke cerita

"Nufufu~ Araudi tsundere deh~" Daemon mencolek-colek pipi Alaude dengan nistanya

"…" Alaude masih diem. Agak jijik juga sih pipinya yang mulus di pegang-pegang sama makhluk nista

Sepulangnya nanti dari Warteg Giotto, pokoknya Alaude harus segera mencuci wajahnya berkali-kali.

"Nufufu~ lihat sini dong beb~"

Sebelum Daemon berbuat yang lebih jauh–alias melakukan yang 'iya-iya' terhadap Alaude–, Giotto terlebih dahulu mendorong Daemon supaya menjauh dari Alaude

"SEMANGKA BUSUK! JANGAN GREPE-GREPE ALAUDE! AWAS LU!" Hardik Giotto

Giotto gak mau Alaude di grepe-grepe lebih jauh lagi sama Daemon. Giotto gak akan membiarkan teman semasa kecil, sesusah dan sesenangnya, Alaude di anuanu oleh Daemon.

(…To, kamu berlebihan deh…)

Cuman dia yang boleh grepe-grepe sama anuanuin Alaude!

…eh?

Oke abaikan lagi

Balik lagi ke cerita

"Nufufu, kau bisa membaca pikiranku Giotto~"

"AKU TAK SEDANG INIGN BERCANDA, SEMANGKA BUSUK!"

"Nufufu~ Dan…AKU BUKAN SEMANGKA BUSUK! Tapi….aku adalah semangka ganteng~" Daemon mengibaskan poni laknatnya.

Yang menyebabkan kutu-kutu yang bersarang di dalam rambutnya ikut keluar.

"NGACA NYET NGACA. MUKA KAYA ABIS DIBEOLIN KECOAK AJA BANGGA!" Giotto kembali naik pitam

"Nufu…kurang ajar. Kuraep kau, Giotto…Nufufu~" Daemon kembali tersenyum mesum

"Najis."

"AH! JANGAN PEGANG-PEGANG ALA-CHAN, SEMANGKA SIALAN!" Fon ikut berteriak. Tiba-tiba aura ke'kakak'an Fon menyala. Sama seperti Giotto, Fon juga gak mau Alaude, adiknya yang oenyoeh–tapi galak itu–jadi korban pemerkosaan Daemon.

"Nufufu…"

"…"

"Nufufu…~"

"…"

"NUFUFU…~~~~"

(…CUKUP MON. MERINDING DENGER KETAWA KAMUH!)

"Nufu? Ala-chan? KUHA HA–! Nama yang imut, Araudi. PFFT–KUHAHAHAHA–!"

"…"

Daemon ngakak sambil guling-guling di lantai warteg Giotto dengan nistanya

"…?"

Alaude diem

Fon sweatdrop

Giotto pokerface

"Bacot." Wajah Alaude masih datar.

"NUFUFU–!" Daemon masih aja gegulingan. Gak menyadari aura Alaude yang semakin lama semakin mengcekam. Baginya, nama panggilan Alaude yang ini sangatlah lucu dan ngakak. Membuat Daemon semakin ini ngakak.

Daemon yang entah terlalu seru ngakak atau apa, malah gak sengaja menyengol piring berisi makanan Fon dan Alaude

PRANG

PRANG

"..."

"…"

"…"

Daemon langsung berhenti ketawa. Dia menyadari kalau dia baru aja menyengol piring Giotto

"…"

"…UGYAAHH! PIRINGKU!" Giotto berteriak nista.

"…MAKANANKU! SIALAN!" Alaude bertiak penuh kemarahan

"SEMANGKA BAJINGAN! KAU MENUMPAHKAN MAKANANKU!" Fon ikut berteriak

Gantian sekarang Daemon yang hening

Aura Alaude, Giotto, dan Fon langsung menjadi gelap dan hitam

Alaude mengeluarkan borgolnya

Giotto masuk ke hyper modenya

Fon memasang kuda-kuda. Kepang panjangnya naik melawan gravitasi

Mereka bertiga siap menghancurkan Daemon

"A-Ah…Aku bisa jelaskan…" Daemon gelapan

"MATI KAU, DAEMON SPADE!"

"GYAAA!"

Mereka bertiga langsung menghajar Daemon

BRAK

BRUK

PRANG

PRING

PRUNG

PRENG

PRONG

BRAK

KLONTANG

KLANTING

ULTIMATE MASSIVE TITANS' POWER COMBO

100.000.000 HITS

Daemon langsung K.O dan bersimbah darah dan tidak sadarkan diri.

RIP Daemon Spade

...

Poor you, Daemon Spade...


.

.

.


Sementara itu…

"HIEE! ADA APA INI?!"

Tsuna syok melihat isi warteg papanya yang sekarang menjadi seperti kapal pecah.

Yang membuat Giotto terpaksa mengeluarkan dana untuk biaya pembetulan bagian yang rusak dan hancur.

Yang membuat Alaude dan Fon terpaksa menahan lapar lebih lama lagi.


.

.

.

To Be Continued

.

Tsuzuku

.

.

.

A/N: Halo lagi semua! Chap 4 udah update nih! Makasih buat yang udah sabar nungguin fic ini X'D chap kali ini emang sengaja Kim bkin pendek. Karena Kim lagi buru-buru dan banyak tugas. Fyuhh, kelas 10 memang banyak tugas ya… #oijangancurhat. Maaf yah buat yang gak puas sama chapter kali ini. Map yah mengecewakan. Kim janji kalau chap depan bakal kim panjangin.

MAAF BUAT HUMOR YANG GARING DAN BIKIN GALAU! MAAFIN KIM! Maaf buat humor yang semakin hari semakin garing dan typo yang semakin menjadi :') Dan…saran dan kritik masih Kim terima! XD kecuali flame yah. Nanti Kim bisa makin galau hiks(?)

Oh iya,

Maaf juga buat yang udah nungguin Kyoya sama Hibari muncul. Kali ini Kim gak munculin mereka dulu soalnya binggung merka mau ngapain B( #ditonfa

.

.

.

Ayo waktunya balesin review!

.

.

.


Hayasaka Kairi : awas itu kucing keinjek XD #gak. Ah lucu? Aduh makasih :') maaf yah chap kali ini kependekkan, humor yang garing dan mengecewakan. Eh? D18? Lumayan suka ehe XD tetap review dan support Kim ya!

Kazue Ichimaru : hee sama nih, Kim juga banyak tugas 8( #jangancurhatjuga. Udah update nih! Maaf yah mengecewakan, Kazue-san :'D tetap review ya!

Guest : hoe? Wkwk maafin Evel ya El :') udah upate nih! tetap review ya!

Aoki : mau AlaFon ataupun FonAla Kim tetap suka ufu. #dihajar. Ini udah muncul walaupun cuman Daemon :D (?) gak kok, Kim suka pair 6918! XD udah lanjut nih! tetap review ya!

VandQ : kenapa Fon bisa tidur sama Alaude? Ufu, karena Fon mau~ #bukan. Itu di awal chap 3 udah di jelasin kok :3 udah lanjut nih! tetap review, ya!

Hikage Natsuhimiko : Fon masakin tuh buat Hika-san :3 #plak. Hoee modus? OAO tetap review ya!

Renka Shiro : pake kekuatan cinta B) #oigak. KIM JUGA SUKA KYOYA LOH! #ha. tetap review ya!

Kirena Kyou : CIEE CIEEE #diborgol. Wkwkwk makasih. Kim juga suka bagian itu! XD udah update, nee! tetap review ya!

Ri Ri Risa : cie ganti nama :v /digampar. Hiee Dino jangan diinjek. Alfonso aja :" /gak. Iktana batin kita kuat B) #NO. Udah lanjut! Kalau panjangin dikit gak janji :') tetap review ya!

Nur-Chan The Fujoshi : Hee sama-sama~ XD bagus? Duh makasih loh, Nur-san! X'D kalau soal pair, Kim gak janji ya, Nur-san. Tapi Kim usahain karena Kim juga suka pair itu! 8)M (?) salam juga! Udah update! tetap review ya!

Ray : ufu fic ini nista? Maksud kamu apa ufu /woigakgitu. Alaude yang Terbully B) udah update! tetap review ya! :v /digampar

white skylark : HAI SAYANG /peluk/ Iya saya juga suka mbak =''))) sama-sama. Maaf yah kalau chap ini kurang menghibur beb B( udah update mbak! Wahdiajadimunculsetiapchapternih /woijanganikutan

ufo : kece?! Wao makasih banyak, ya! /o/ udah aupdate! Maaf kalau chapter 4 ini kurang menghibur atau banyak typo ya, Ufo-san! :') tetap review ya!


.

.

.

Oke review semuanya udah di bales XDD

.

.

.

Akhir kata,

Mind to Review?