nyeheheh.
pokoknya gitu lah!
:3
no komen dasyadd!
Naruto bukan punya Yvne.
Damaged juga bukan.
oalaaa..
x3
ooc, anyone...?
Haruno Sakura dihadapkan dengan satu kotak kecil dengan isi sebuah perhiasan yang akan membuat gadis manapun menahan nafas kala seorang lelaki memberikannya. It's a little white ring with diamond on it. See, I always say, biggest prize come from the smallest box...
"Tsukihiro..., aku...", Sakura melihat cincin itu dengan bingung, "Apa kita tidak terlalu cepat...?"
Lelaki di seberang meja tersenyum dengan penuh keyakinan, "Tidak, Saku... Kita sudah dekat selama satu tahun..!"
"Aku tahu, Tsuki... Tapi aku, dan ninja, dan - maksudku - kehidupan ninjaku dan segalanya... Apa kau benar-benar yakin? Aku takut segala kondisi nanti..-"
"Aku mengerti, Saku. Aku mengenalmu, aku menerimamu dan kehidupanmu, dan aku tidak peduli dengan kondisi apapun yang akan kau bicarakan...!"
Sakura menatap cincinnya. Berbagai pemikiran muncul di kepalanya.
Siapa yang akan ia beritahu dulu...?
Bagaimana ia memberitahunya...?
Haruskah ia memberitahu...?
Tidak bisa dipungkiri ia telah menggeser kehidupannya, mengucilkan dirinya sendiri dari komunitas. Menjalani kehidupannya sendirian, atau lebih tepatnya, mengenal Tsukihiro tanpa ada yang tahu. Tidak Naruto, tidak Kakashi, bahkan Ino hanya mendengar ceritanya tentang Tsuki tanpa pernah bertemu langsung dengan orang yang dimaksud.
Kadang ia berpikir, mungkin ia memang berubah. Tapi itu semua demi masa depannya. Dan salah satu masa depannya itu sekarang ada di hadapannya. Or so she thought...
Dengan senyum dan helaan nafas, Sakura melihat ke arah Tsukihiro yang tersenyum menanti, "Aku rasa jawabanku iya..."
Spotted at Konoha's fine dining: Sushi Tei ; our lovely pinky is no longer an available cherry-blossom. Wonder what will the ex-avenger do for react when he knows this...
"Kamu apa??", Yamanaka muda meletakkan bunga-bunga di tangannya, atau lebih tepatnya membanting.
Would have given up my life for you…
Guess it's true what they say about love;
It's blind…
"Kau tidak harus berteriak, Ino...", Sakura menghela nafas, "Dan kalau memang kau tidak dengar, aku bilang aku menerima lamaran Tsukihiro..."
"Kau..- dia..- laki-laki yang kau ceritakan itu...??"
Sakura mengangguk.
Girl, you lied straight to my face
Looking in my eyes
And I believed you 'cause I loved you more than life...
"Oh Tuhan, Sakura... Aku bahkan tidak mengenalnya...!"
"Kenapa kau harus mengenalnya?? Aku yang akan menjalani semua ini, dan aku tidak butuh saran siapapun. Aku cukup dewasa untuk memutuskan semua sendirian!", Sakura membalik dengan sedikit emosi.
Ino menggeleng tidak percaya.
And all you had to do
Was apologize...
"Ya, benar. Kau adalah kau. Meski aku tidak yakin apa aku mengenal kau yang kau. Benar, kau yang mengambil keputusan. Kau tahu apa yang lebih baik?? Harusnya aku tidak memberitahuku sekarang. Akan lebih bagus kalau suatu hari nanti aku dan yang lainnya menerima undangan pernikahanmu dan ketika kami bertanya 'siapa laki-laki itu, Sakura?' kau akan menjawab ' oh, tidak penting, karena aku tidak butuh saran dari siapapun!' dan kami akan menahan nafas antara bingung dan marah karena yang kami tahu kami bukanlah 'siapapun', kami teman-temanmu kalau-kalu kau LUPA.", Ino berbicara dengan nafas tersengal menahan marah.
Sakura terdiam, ia mencerna kata-kata Ino. Dan sebagian dari dirinya merasa tertusuk. Ia menutup matanya yang mulai berair dengan tangan tergetar.
You didn't say you're sorry...
I don't understand...
You don't care that you hurt me...
And now I'm half the man..,
That I used to be when it was you and me...
"Aku tidak mengeti, Saku... Kau bicara seakan kami ini panghalang..., dan perlu kau tahu, kami tidak akan mengahalangimu dari kebahagiaanmu... Aku hanya ingin kau bercerita, jadi kita bisa menjalaninya bersama... Kecuali..., kalau kau tidak menginginkannya..."
Sakura menggeleng, beberapa air mata mengalir menuruni pipinya, "Tidak... Aku ingin kalian ada... Aku hanya..-", ia tenggelam dalam tangisannya.
You didn't love me enough...
My heart may never mend...
And you'll never get to love me, again...
"Kau harus menemui Naruto dan yang lain, Saku... Harus...", Ino mengusap punggung Sakura, "Secepatnya..."
"Sakura-chan??", Naruto memalingkan wajah dari mangkuk ramen dan menatap sakura yang menarik kursi di sebelahnya. Sasuke ada di sisi lainnya.
"Hai Naruto...", Sakura tersenyum, "Dan Sasuke..."
Sadness has me at the end of the line..
Helpless watched you break this heart of mine...
Naruto tersenyum cerah, "Ada apa kau ke sini...? Maksudku, kebetulan kami juga di sini..."
Sakura tersadar akan hal yang akan ia bicarakan dan menarik nafas, "Aku ingin memberitahukan sesuatu..."
Naruto dan Sasuke memberikan tatapan tanya.
And loneliness only wants you back, here with me...
Common sense knows that you're not good enough for me...
And all you had to do...
Was apologize.., and mean it...
"Sebenarnya aku ingin mengundang kalian...", ia menghindari tatapan keduanya, "Ke.., em.., acara pertunanganku..."
But you didn't say you're sorry...
I don't understand...
You don't care that you hurt me...
And now I'm half the man...,
That I used to be when it was you and me...
For a crowded street in one of busy nights in Konoha, there's an eerie silence coming from our favorite trio. And a little bird told me, that this quite isn't an ordinary one. Well, there's nothing more unordinary than a surprising news from couples, is it...?
Naruto, memalingkan tatapan pelan.
Sasuke, menanti penjelasan Sakura dengan tatapan dalam.
"Aku telah menemui seseorang, namanya Tsukihiro.., dan dekat dengannya... Aku tahu aku salah tidak memberitahu kalian, dan kalian berhak marah.. Tapi ini sudah terjadi, dan aku rasa, kita harus menerimanya...", Sakura berusaha menjelakan, "Dia orang baik. Memang dia bukan ninja, tapi dia bilang, dia menerimaku dan kehidupanku... Dan...", Sakura menghela nafas, "Aku mencintainya..."
You didn't love me enough...
My heart may never mend...
And you'll never get to love me...-
Sasuke tersenyum dan memalingkan pandangan.
"Aku harus kembali ke rumah sakit, ada panggilan darurat. Sampai nanti...!", tanpa memberi kesempatan menjawab, Sakura berjalan pergi.
Sakura keluar dari salah satu ruangan perawatan, terlihat lelah. Bukan karena banyaknya pasien, tapi atas pemikirannya tentang apa saja yang ia lakukan hari ini. Dia pergi memberitahu Ino, lalu memberitahu Naruto, dan Sasuke...
Ia baru sadar kalau Sasuke yang ia beritahu adalah Sasuke yang meminta semua diulang dari awal. Sasuke yang hari-hari ini menemaninya. Sasuke yang setiap hari menitipkan kertas di meja administrasi rumah sakit yang bertuliskan 'Selamat pagi, Sakura-chan' jauh sebelum ia datang bekerja. Sasuke yang telah berubah menjadi apa yang ia inginkan, dulu...
Tapi sekarang semua berbeda.
Ia punya masa depan, begitu juga Sasuke. Dengan panggilan darurat selanjutnya, ia meyakinkan diri kalau Sasuke akan menemukan jalannya sendiri...
I wish like hell I could go back in time,
Maybe then I could see how...
Sakura menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Ia hanya ingin pulang dan tidak bertemu siapapun. Tapi Sasuke berpikiran lain...
Ia berdiri di ruang tunggu rumah sakit. Menunggu, tepatnya.
"Sasuke...?", Sakura berjalan mendekatinya, "Sedang apa kau di sini...?"
"Menjemputmu.", Sasuke menjawab singkat.
Sakura melihat ke mata gelap itu. Mencari maksud dari seorang Uchiha. Tapi akhirnya dengan naif ia tersenyum mengiyakan.
Mereka berjalan seperti biasa, bicara seperti biasa, tapi Sakura merasa ada yang salah atas semua ini. Remember what they said, it feels so wrong, because it feels so right...
"Tunggu sebentar.", Sasuke memotong di tengah pembicaraan tentang persiapan pernikahab Neji dan Tenten, ia berlari ke seberang jalan.
Beberapa menit kemudian, ia kembali dengan dua cup hot-tea. Ia memberikan satu pada Sakura dan mereka mulai berjalan lagi.
"Sasuke..., aku minta maaf...", Sakura menggenggam cup teh-nya yang megepulkan uap hangat.
Forgiveness says that I should give you one more try...
But it's too late, it's over now...
Sasuke menatap kepala Sakura yang tertunduk.
"Untuk tidak memberitahu sebelumnya...", Sakura menatap mata Sasuke.
Sasuke meminum sedikit teh-nya dan mengangguk, "Setidaknya Naruto bisa tertawa karena aku ada di posisinya dulu.", katanya dengan tawa kecil.
Sakura tersenyum lirih, "Karena itu aku tidak menerimamu dulu... Karena aku tidak bisa menebak apa yang akan terjadi nantinya..."
"Hn? Apa maksudmu...?"
"Di hari Tsukihiro melamarku, semua terjadi seperti biasa... Kita makan siang bersama, mengobrol seperti biasa..., dan malamnya, aku sudah resmi bertunangan..."
Sasuke tersenyum dan memenepuk-nepuk kepala Sakura, "Jadi kau pikir kalau kau sudah bertunangan, kita tidak akan bisa seperti biasa lagi...?"
Sakura mengangguk.
You didn't say you're sorry...
I don't understand...
"Kita masih bisa melakukan hal-hal seperti biasa, Sakura... Tidak akan ada yang berubah..."
Sakura menatapnya lagi, "Ada yang sudah berubah pada namaku..."
Sasuke tertawa pelan, "Kau sudah menjadi Sakura-chan-nya orang lain... Tapi selebihnya, kita masih menjalani hari seperti biasa..."
Sakura menunduk. Ia merasa ini adalah awal dari perubahan lainnya.
"Sudah sampai...", Sasuke berkata, "Sepertinya ada yang menunggumu..."
Sakura mendongak. Melihat ke arah Tsukihiro yang menghampiri ia dan Sasuke.
"Hai, Saku... Kau pulang terlambat...", Tsukihiro mengecup kening Sakura.
You don't care that you hurt me...
And now I'm half the man...
Sakura tertawa kaku, "Iya..., banyak panggilan darurat hari ini...", ia menatap Sasuke.
"Temanmu...?", Tsukihiro bertanya. Sakura menjawab dengan anggukan.
"Aku Minami Tsukihiro, tunangan Sakura.", ia memperkenalkan diri dengan senyum ketika Sasuke membalas jabatannya.
"Aku Sasuke, Uchiha Sasuke."
That I used to be when it was you and me...
You didn't love me enough...
"Dia teman se-timku...", Sakura menjelaskan.
"Aku tidak ingin menganggu kalian, aku rasa aku harus berpamitan...", Sasuke memasukkan kedua tangannya ke saku celana hitamnya.
"Kau tidak ingin masuk dulu...? Sebagai tanda terima kasih telah mengantar Saku pulang...", Tsukihiro menawarkan.
Sasuke tersenyum kecil, "Tidak usah, aku pulang saja... Selamat malam, Sakura, Tsukihiro..."
Pasangan tunangan itu mengangguk dan masuk, menutup pintu. Di perjalanannya menjauh, tangan Sasuke terkepal...
Patience, Sasu-chan... Remember; good things come for those who wait...
My heart may never mend...
And you'll never get to love me..., again...
tbc --
HUAH!!
chapter terpanjang!
hhe, segini panjang kata Yvne.
:p
maaf ya, kalo lagunya ga nyambung..
maaf juga kalo gaje..
amatiran sih...
Dx
still, I'm hoping for reviews...
xo xo ,
Yvne Devolnueht
