ehem. Kdramon here~

Sebelum saya ditimpukin orang" yang nungguin update ini, me wanna explain why this fanfic took a long, very long time to update.

Pertama, masalah" sekolah, tugas, dll.

Kedua, masalah move on.

Ketiga, waktu saya di komputer sangatlah, SANGAT terbatas sekarang. untung udah bisa tulis lewat tab sekarang. #EaaTajirdehTajir

Jadi saya janji fanfic ini bakal worth the wait! Gomennasai for the time! Maafin saya banget, banget buat yang udah nunggu sedemikian lama buat ini tapi saya ga apdet-apdet.. .-.

Well, enjoy chapter 4, minna~

Chapter 4: Threat Override

Sinar matahari sore yang berwarna keemasan menghiasi kota dimana Shou tinggal.
Waktu di jam menunjukkan pukul 3 sore.

Bel sekolahnya berbunyi, menyuarakan kepulangan semua murid disekolah tersebut. Shou mengambil tasnya dan bergegas keluar.

"Hei, Shou!" Seorang laki-laki menyapanya. Itu adalah Raven- real world version. Nama aslinya Kazegaya Sorato. Akrab dipanggil Sora.

"Yo, Rav- maksudku, Sora. Hari ini aku mau main, jam 7 malam. Kau ikut tidak?" kata Shou sedikit gelagapan, karena mengucapkan nama avatar SAO sebagai panggilan nama asli adalah sebuah pelanggaran peraturan sekolah.

"Aku? Aku ingin menyelidiki sedikit lagi tentang PK Beast Tamers tersebut, tentu saja aku main! Tetapi mungkin aku akan bersama guildku, Hawk Heaven."

"A-ah, begitukah? Tak apa, aku dapat bermain dengan Tsuna.."

"Bukankah itu keinginanmu dari pertama, Shou?" Sora menatapnya dengan mata melirik tajam dan senyuman sinis.

"A-aku- bukan i-itu maksudku! K-kita hanya teman, tidak lebih.. Lagipula, aku baru kenal dia."

"Jatuh cinta dalam pandangan pertama itu mungkin terja-"

PLAK! Shou memberhentikan kata-kata temannya tersebut dengan menutupi mulutnya. "G-gak mungkin, aho!"

Mereka pun terus mengobrol, menghiraukan dunia disekitarnya.

Malam itu, bulan di angkasa berbentuk sabit yang sangat anggun, konstelasi bintang-bintang Pisces dan Orion dapat terlihat jelas diatas. Shou menatap ke langit.

Dia berpikir, dan terus berpikir.

Hidupku di kedua dunia ini- virtual dan realita- dua-duanya menyenangkan. Tetapi apakah 'menyenangkan' ini untuk selamanya?

Dia memutuskan untuk tidak mengkhawatirkan soal itu, dan mengambil NerveGearnya.

"Link-"

"Shou, angkat jemuran mama dong!"

"Ah.. Iya ma!"

Dan selagi jemuran itu diangkat, Shou pun melihat sebuah orang dibawah, berdiri di tiang listrik. Dia memutuskan untuk menghiraukannya.

Dia memasang NerveGearnya, dan Link Start.

Username: Shouma
Password: ********

Sinar matahari pagi pun menyinari kubah berlantai 200 itu.

"Ohayo~" sahut Shouma, seraya dirinya pun merasakan kantuk pagi, padahal di dunia asli, ini jam 7 malam. Dia menengok keluar jendela, dan melihat sosok berbaju hitam dan emas. Sebuah pedang- tidak, dua pedang, Elucidator dan Dark Repulser, diayun-ayunkannya.

"Oh, Shouma. Sudah bangun rupanya." Kirito melambaikan tangannya kearah Shouma.

"Baju baru, Kirito-san?" Shouma menatap jubah baru Kirito yang, berbeda dari Black Wyrm Coat-nya, beberapa corak emas terlihat di bagian bahu, pergelangan tangan dan kaki, juga kerah. (untuk yang main SAO- InfinityMoment for PSP #BukanNiatPromosiYah, ini equipment armor pertamanya Kirito, hehe :v)

"Ya, begitulah. Lisbeth membuatnya untukku, sebagai tanda kenaikannya menjadi Armor Blacksmith juga, bukan hanya Weapon," ujar Kirito sambil memasukkan pedangnya ke punggungnya. "Oh iya, Shouma, tadi Tsuna mencarimu. Dia bilang ingin melakukan quest atau sesuatu lainnya, mungkin kau harus mengeceknya di floor 96-"

Sambil Kirito menanyakannya tentang Tsuna, Shouma pun terlelap dalam pemikiran kompleksnya.

Bukankah Tsuna tidak bisa sabar? pikir Shouma. Jangan-jangan, dia.. Oh gawat!

"K-Kirito-san, aku harus cepat menyusulnya! Jaa nee!" Dengan itu, Shouma- secepat seorang pro- meng-equip armornya dan pedangnya, dan melesat ke Teleporter.

"Teleport, Amarea!"

Aura gemerlapan biru muda muncul disekitar Shouma, dan sebelum dia tahu, didepannya telah muncul sebuah kota besar. Yah, mungkin ukuran besar untuk SAO. Di sekeliling kota, ada benteng besar yang seakan meyakinkan bahwa kota tersebut tidak dapat ditembus, meskipun di kota manapun juga terhitung aman oleh system.

Dan perkiraan Shouma benar, dia menemukan Tsuna di plaza air mancur ditengah-tengah keramaian kota.

"T-Tsuna! Kau-"

"Ah, kau lama! Lihat nih, aku sudah mengambil sebuah quest! Kita hanya tinggal pergi!"

Membaca tulisan di quest tersebut, mata Shouma pun menghitam kehilangan harapan.

Quest: Hunt the Infi Flame Dragon
Rank: SSS
Rewards: 25 million Col, Fire Robe +10, Dragon Broadsword +15

SSS. Bagus sekali, Tsuna, pikir Shouma. Kita tamat.

"Ayolah, kan kamu seorang gamer yang sudah berpengalaman dalam ini! Kamu pasti bisa quest ini, kan?" Tsuna bertanya, matanya berkedip-kedip memelas.

"A-aku tidak bisa SSS juga, kali!"

"Kita tidak bakal tahu sebelum mencoba, kan? Lagipula, kudengar quest ini maksimal lima orang. Dan untuk itu.." Tsuna pun membuka main menu nya, mencari friends list, dan me-message kakaknya.

nee-chan, aku tak sengaja memilih quest SSS rank, nih! Bisa tolong nee-chan dan Kirito-nii kesini untuk membantu kita, gak? Maaf ya!

Tak lama kemudian, ajaibnya, Kirito dan Asuna memang datang.

"K-kalian benar-benar datang, ya.." Shouma menatap mereka dengan pasrah.

Dengan empat orang tersebut terkumpul, mereka pun berjalan kearah timur Amarea, dimana terdapat sebuah gunung berapi.

"Berhati-hati terhadap PK Beast Tamers, semuanya," kata Kirito sambil mengeluarkan Elucidator miliknya. Tsuna pun mencabut dual rapiernya.

Dan beberapa monster Flame Master non-tamed pun menyerang mereka. Monster-monster yang mengendalikan elemen api dengan staff-nya. Shouma melancarkan skill pedangnya, Shadow Strike. Sebuah gelombang hitam membuat tebasan pedang Shouma menjadi lebih kuat, dan memotong Flame Master itu menjadi kepingan data.

Disebelahnya, Asuna dan Kirito berganti-ganti attack dan switch, serta pemakaian skill seorang master. Tsuna yang kewalahan pun hanya bisa diam melihat.

"Tsuna, dibelakangmu!" Shouma melakukan dash ke sisi Tsuna dan menangkis panah dari sebuah Flame Master.

"Kirito.. Flame Master tidak dapat membuat panah api, kan?" tanya Shouma.

"Sudah kuduga.. PK Beast Tamer Guild, Moonsong Hellfang." Kirito menatap tajam kepada beberapa pemain-pemain pengontrol monster disekitar mereka, yang ternyata sudah mengepung mereka.

Guild ini- Moonsong Hellfang- adalah guild terbaru, yang kekuatannya seimbang dengan K.O.B tanpa Heathcliff. Itu artinya kekuatan satu komandannya seimbang dengan kekuatan Asuna. Dan ada dua orang komandan dari total lima yang ada, datang menyerbu pemain terkuat SAO v2- Kirito.

"Setahun ya, Kirito. Itu cukup untuk kami membuat Dark Guild terkuat di sepanjang sejarah SAO." Sebuah suara datang dari belakang pasukan Tamers tersebut.

"kau.. Armado. Kenapa kau mengincarku? Sampai seperti ini?"

"Tentu saja.. Membalas adikku yang tewas terbunuh olehmu dan Asuna!"

"Kau tahu kan, sekarang sudah tidak ada sistem 'mati di game berarti mati di dunia asli'."

"Tentu saja tahu, dasar sampah. Tetapi aku- tidak, kami akan menjadi game master berikutnya! Dan kami akan menghancurkan SAO, Aincrad, bahkan The Seed! Sehingga nama VRMMORPG akan terhapus dari muka bumi!"

Shouma terus mendengarkan kata-kata Armado. tetapi, dia tidak mengerti banyak hal.

Seperti, siapa adiknya yang dibunuh Kirito dan Asuna?

Tetapi satu hal yang dia tahu- orang ini, guild mereka ingin menghancurkan Sword Art Online.

Mereka ingin menghancurkan game yang memberi dia harapan hidup.
Game yang memberinya semua mimpi.

"Aincrad.. akan.. kulindungi.."

Tsuna bingung melihat reaksi Shouma yang tidak normal. "Hoi, Shouma? Kau kenapa?"

Shouma merasakan badannya bergerak sendiri. Dia bisa merasakan pikirannya mulai kehilangan logika.

Dan dia, bergerak cepat menarik pedangnya keluar, menerjang musuhnya, sambil bertetes air mata.

"TAKKAN KUBIARKAN KALIAN MENGHANCURKAN SAO!"

"Shouma, jangan! Itu nekat!"

Tetapi peringatan Tsuna telat sedetik.

Kirito dapat melihat Armado tersenyum licik. Dia pasti mengetahui sesuatu lebih lanjut, pikirnya.

TRANG! Serangannya ditangkis oleh kedatangan sebuah naga api. HP 4 Bar. Sama seperti boss. Naga yang biasa mata berwarna merah, kini hitam pekat seakan hilang pikiran. Itu Infi Flame Dragon- tamed.

Dibawahnya, seorang komandan MH (Moonsong Hellfang) memegang erat sebuah kontrak kertas yang bercahaya gelap.

"Inilah skill terbaru- Beast Tame!" Sahut komandan itu- bernama Mistral.

Shouma terus mengingat.
Keping-keping kenangannya.

Sword Art Online.. adalah game yang menyelamatkan hidupnya.

Kirito, Asuna, dan Tsuna hanya dapat melihat saat tubuh Shouma terbakar dengan api neraka sang naga, menyisakan HP minim. Dan Infi Flame sudah disana, siap untuk membuat Shouma re-spawn di floor 1.

Tsuna pun, tanpa berpikir, berlari kearahnya.

"SHOUMAAAAA!"

-TO BE CONTINUED-

Agak.. Gak nyambung ya? Gak jelas juga ._.

Well anyways, honto ni gomen, mungkin chapter 5 bakalan lama nih Dx tapi janji kok, bakal keluar.
Karena ini Fanfic BELUM MATI. haha~ (?)

Terus, ada yang bisa sumbang ide buat lanjutannya? Kosong nih aku :v
kalau ada yang idenya diterima terus nongol di chapter 5, saya bakalan fav author kok :3 nyan~ neko no daisuki! #gapenting

Please rate and review, highly appreciated! Arigatou ^^