Aku nyasar ke mana ini?
…
Ba Dum Tss!
Chapter 4 : Hero's come back!
(emirya sherman)
Disclaimer :
I still own nothing, Tokyo Ghoul belongs to Ishida Sui. I'm not gain any benefit to publish the fiction.
Warnings :
Ini fanfiksi parodi gan. OOC jelas. Typo apalagi.
Parodi Tokyo Ghoul episode 10.
...
...*...*...
...
Sementara Banjou yang kalap karena patah hati merong-rong Kaneki dengan pertanyaan macam, 'Kamu pacarnya Rize-san ya?' atau dengan bar-bar berusaha meninju Kaneki, Touka menonton drama kecil-kecilan itu dengan wajah bosan. Insiden itu berakhir dengan telernya Banjou karena tidak sengaja terkena tandukan kepala si remaja berpenutup mata. Beruntung Anteiku sedang sepi pengunjung, oke Banjou dan ketiga punggawanya termasuk pengunjung, yang (mungkin) terpaksa memesan secangkir kopi.
Kalau datang-datang sudah merusuh seperti ini siap-siap saja terkena tendang Touka. Hei Anteiku itu warung kopi, bukan tempat cari gebetan kamu yang menghilang ditelan bumi! Menurut teori absolut Touka, orang ke kedai kopi itu untuk minum kopi, bukan untuk adu tonjok. Trik marketingnya sukses, 4 cangkir kopi dipesan tanpa banyak cing-cong.
"Ah dia pingsan beneran."
"Sudah aku duga."
"Tolong maafkan leader kami ya." Ketiga pengikut Banjou sahut-menyahut menanggapi ketidaksadaran pemimpin mereka. Kasihan nian Banjou tak kunjung dievakuasi.
Sementara mereka sibuk menghina-dinakan si korban yang pingsan, nun jauh di markas CCG, Itsuki Marude sedang menyampaikan penyerangan Ghoul ke distrik 11. Jumlah korban selamat 0, dan itu bukan rekayasa. Hadirin terkejut mendengarnya.
...
...
Sehari sebelumnya, Kirishima Ayato beserta antek-anteknya membantai agen CCG. Beberapa tubuh yang berdarah-darah terkapar di mana-mana. Suara cengengesan burung camar menjadi musik pengiring pagi yang dingin di distrik 11.
Di sela-sela angin membekukan, Ayato menanyakan keberadaan Banjou pada anak buahnya. Tak lupa mengumpat setelah keberadaan Banjou dijawab dengan ketidaktahuan. Setelah topengnya di buka, dia memberi komando untuk 'mengunjungi' distrik 20.
"Tujuan kita mencari keberadaan Rize."
Salah seorang anak buahnya menyeletuk, "Kalau tidak salah Ayato-san juga pernah tinggal di Distrik 20 'kan?"
Ayato mengelak dengan menjawab tidak pernah ingat sedikit pun mengenainya. Tak lupa menyindir para Ghoul yang tinggal di sana dengan sebutan 'para pengecut yang hanya menginginkan kedamaian'.
Toh Ayato tidak bisa sabotase riwayat hidup, nyatanya dia masih mempunyai seorang saudari di sana, di Distrik 20.
...
...
Hari mulai memasuki senja. Banjou yang baru saja bangun, ditawari segelas air putih oleh Kaneki. Drama berlanjut ...
"Bukan begitu Banjou-san. Aku dan Rize-san tidak memiliki hubungan yang seperti itu," elak Kaneki.
Banjou sumringah, mendadak ceria. "Jadi aku salah?"
"Iya," jawab Kaneki.
Banjou buru buru minta maaf sampai ndlosor kepada Kaneki. Bagai budak belian meminta ampun pada majikan.
"Ano, tolong angkatlah wajahmu," kata Kaneki.
Banjou masih posisi bersujud, masih di depan Keneki, dan masih ngotot meminta ampun. Hei, kalau ngotot merasa bersalah sekalian saja situ hara-kiri buat menebus dosa.
Banjou kemudian mengangkat kepalanya, bertanya kepada Kaneki, "Lalu Rize-san sekarang berada di mana?"
Sejenak Kaneki mengalihkan pandangannya pada Touka. Touka dengan kampretnya balik kanan bubar jalan, membiarkan Kaneki membual tentang kisah menghilangnya Rize. Situasi macam ini sangat dibenci Kaneki.
Melihat wajah horror Banjou, Kaneki tak tega jika berkata bahwa Rize telah tewas, maka dijawabnya dengan Rize sudah tidak berada di distrik 20.
Setelah puas bergunjing(?) soal hilangnya Rize, Banjou meminta Kaneki untuk menyampaikan kepada Rize seandainya mereka bertemu kembali untuk segera kabur. Sebuah kelompok bernama Aogiri menyerang distrik 11, tepatnya menyerang para merpati di distrik 11.
Suasana berubah tidak menyenangkan. Pun tiba-tiba pintu dibuka oleh seseorang, sayangnya bukan dibuka oleh sang manajer toko yang tadi keluar bersama Yomo, melainkan dibuka oleh seorang pria bertubuh besar dan seorang pria yang lebih kecil nan kemayu(?).
Bersama dengan dibukanya pintu, baru dia mengetuk, "Tok, tok, tok. Permisi, maaf menganggu ..."
Meskipun sudah mengucap salam, tetap saja suasana tidak berubah lebih nyaman.
...
...
Masih di sore yang sama, Ayato berdiri di atas sebuah gedung. Di distrik 20 inilah dia pernah tinggal bersama ayah dan seorang saudarinya. Rasanya daerah ini tak banyak perubahan yang berarti. Meskipun sekarang dia tak lebih dari tukang jagal.
Ayato memutuskan untuk terjun dari atas gedung. Dengan kecepatan dan ketepatan yang prestisius dia sampai di salah satu lantai dengan kaca lebar sebagai pembatas, gorden berwarna merah jambu tebal menyelimutinya.
Sesaat setelah kaki berlapis sepatu bootnya menapak beranda, Ayato serta merta menendang kaca di depannya. Suara kaca pecah mengagetkan orang di dalam ruang itu.
"KYAAAA! HENTAI SIALAN!" Seorang wanita sedang memakai handuk setelah mandi berteriak ganas ke Ayato. Buru-buru dibenarkan handuk yang menutupi tubuhnya.
Ayato yang tak kalah kaget tak sempat berpikir untuk menjelaskan kekeliruannya. Mana mungkin sempat, karena si wanita melemparinya dengan barang-barang random mulai dari batangan lipstik hingga kursi lipat.
"OI, KAU SIAPA!" teriak Ayato melindungi kepalanya dari botol kuteks yang lupa belum ditutup.
"KAU YANG SIAPA! MATI KAU HENTAI!" Barang barang random masih tertuju ke arah Ayato dengan gerak lambung setengah parabola. Yah, meskipun Ayato tidak akan serta merta mati karena tuduhan pria mesum dan lemparan barang ke arahnya, tetap saja dituduh seperti demikian itu sakit, man.
...
...
Setelah mengetuk pintu Yamori dan Nico memasuki area kafe, yang sebelumnya Nico telah membalikkan plang tanda open menjadi closed.
Banjou menunjukkan wajah terkejut, "Kenapa kalian berdua bisa ada di sini!"
Nico segera menutup pintu kemudian mengikuti Yamori masuk. "Lalu sekarang apa?"
Touka menimpali pelan, "Ano ... kok kayaknya ada yang kurang ya?"
Iya neng, Ayato-nya belum sampai ke tempat kejadian perkara. Dan mereka semua terdiam. Anteiku kemudian sepi.
...
Chapter 4 : Bubar cuy
...
...*...*...
...
'Emir is Typing' corner :
Ehehehehe ... Ada yang masih setia menunggu penpik ini? Saya pulang ke fandom Tokyo Ghoul buat publish spam(?) lagi. XD
Oke kenapa bagian satu lantai dengan kaca lebar sebagai pembatas saya italic? Karena Ayato salah alamat ~ Layaknya alamat palsu Ting Ting Ayu.
Anteiku kalau sedang beroperasi mana mungkin jendelanya ditutupi gordennya, iya tak? Harusnya 'kan Ayato kan sudah duluan datang sebelum Yamori dan Nico masuk ke Anteiku :p
Ah sudahlah(?) Bersambung kapan-kapan deh ... *kabur*
