MIANHAE, SARANGHAE
Rate: M
Warning:
Soft NC!
Author ga tega buat mereka yadongan.
Hiks…
T.T
.
.
.
Seorang namja paruh baya dengan setelan jas berwarna abu-abu, kemeja putih, dan dasi berwarna senada dengan jasnya terlihat memasuki sebuah lift bersama beberapa orang yang mengikutinya. Langkah kakinya tergesa-gesa, tangan kanannya memegang bolpoint dan tangan kirinya memegang smartphone. Sungguh terlihat amat sibuk.
"Pak Kim, tolong beritahu Tuan Taecyeon untuk membatalkan pertemuan esok lusa. Aku harus pergi menghadiri upacara kelulusan Jiwon. Satu lagi, tolong hubungi Siwonnie, apa dia sudah bertemu dengan Tuan Nickhun atau belum. Pertemuan itu sangat penting, jika ia bisa bekerja sama dengan kita, maka pengembangan hotel kita di Thailand akan berjalan lancar." Namja paruh baya itu berkata pada seorang namja di belakangnya yang sibuk menyentuh layar smartphone milik atasannya.
"Baik, Presdir. Ini, sudah saya sambungkan dengan Direktur." Pak Kim menyerahkan smartphone itu pada Presdir Choi.
"Yeoboseo, Siwonnie kau sudah bertemu dengan Tuan Nickhun?" Presdir itu memulai pembicaraan dengan orang di seberang sana.
"Ne, Appa. Aku sedang bertemu dengannya. Ia setuju dengan rencana kita. Pembangunan Hyundai di Thailand akan dimulai bulan depan." Siwon menjawab telepon ayahnya.
"Baguslah kalau begitu. Oh ya, apa dokumen perjanjian dengan Grup Gikwang ada di ruanganmu? Sudah kau periksa?" Kini Presdir Choi sudah keluar dari lift menuju ruang kerja Siwon.
"Ne, aku sudah memeriksanya. Ada di atas meja kerjaku, dengan map berwarna kuning." Siwon kembali menjawab pertanyaan ayahnya di telepon.
"Arraseo, kau lanjutkan pembicaraanmu dengan Tuan Nickhun. Yakinkan ia untuk berinvestasi lebih di hotel kita." Presdir Choi memasuki ruang kerja anaknya dan menghampiri meja kerja Siwon.
"Ne, Appa. Aku akan meyakinkannya. Sudah dulu Appa. Annyeong." Siwon menutup sambungan telepon dan kembali membahas tentang bisnis mereka.
Presdir Choi mengambil map kuning dengan tulisan 'Gikwang Company' itu. Saat akan membacanya ada sebuah foto terjatuh dari map itu. Presdir Choi mengambil foto yang ternyata adalah foto seorang anak berusia kurang lebih dua tahun sedang memegang stick drum. Mata Presdir Choi membulat sempurna ketika melihat detail wajah anak itu terutama bagian alis, mata, dan hidung sangat mirip dengan putranya, Siwon. Keterkejutannya tak sampai di sana, saat ia menemukan tulisan kecil di pojok kiri foto itu dengan tanda tangan Siwon di bawahnya.
"My Son, My Angel, My Choi Minho"
Seketika itu pula tubuh Presdir Choi limbung. Langsung saja ia terduduk di kursi kerja Siwon, memikirkan apa yang dilakukan anaknya dibelakangnya. Ia tahu betul Siwon belum menikah dan tidak akan menikah kecuali berhenti menjadi pastur. Bahkan Siwon sudah putus hubungan dengan Tiffany sejak berangkat ke Jepang. Setahunya, Siwon tak menjalin hubungan dengan yeoja manapun setelah itu. Tiffany pun tak pernah terlihat sedang mengandung. Ia tetap bekerja seperti biasa di hotel itu walau dipindahkan ke divisi lain. Apa Siwon mengadopsi seorang anak?
Jika itu terjadi, kenapa wajah anak itu mirip dengan Siwon? Tapi kenapa juga anak itu tak dibawa ke rumahnya jika memang benar Siwon mengadopsinya? Apa itu salah satu anak panti asuhan yang dikelola gereja tempat Siwon menjadi pastur? Pikiran-pikiran lain mulai memenuhi kepala Presdir Choi. Akhirnya, Presdir Choi memutuskan untuk meninggalkan ruang kerja Siwon dengan membawa foto itu menuju lobby hotel. Ia berniat untuk menanyakan langsung pada Siwon ketika sampai di rumah. Presdir Choi memasuki mobilnya dan langsung menuju ke rumahnya.
Saat di jalan, Presdir Choi ingin membeli kue yang jadi favoritnya di salah satu toko di Seoul. Ia memerintahkan supirnya untuk berhenti di depan toko kue tradisional itu. Setelah mendapatkan keinginannya, Presdir Choi keluar dari toko itu dan tanpa sengaja matanya melihat ke seberang jalan. Ia melihat Siwon menggendong seorang anak laki-laki yang sangat mirip dengan anak dalam foto yang ditemukannya keluar dari kedai es krim. Anak itu sedang membawa bola plastik berwarna biru tua dengan hiasan gambar tokoh kartun kesukaannya. Siwon terlihat bahagia bersama anak itu. Senyuman tak berhenti mengembang dari bibir Joker miliknya. Presdir Choi yang melihat hal itu semakin yakin bahwa anak yang digendong putranya adalah cucunya. Tapi kenapa Siwon tak memberitahunya? Ketika ia melihat Siwon memasuki mobil Audinya, ia pun melakukan hal yang sama dan memerintahkan supirnya mengikuti mobil Siwon yang ada di depannya.
Kini Minho duduk di kursi penumpang. Tangannya yang mungil memutar-mutar bola yang baru saja dibelikan ayahnya. Hari ini ia terlihat sangat bahagia setelah Siwon menjemputnya di day care tempatnya biasa dititipkan oleh ibunya. Siwon membelikan Minho sepeda roda tiga dan bola untuk Minho. Tadi seusai pertemuannya dengan Nickhun, pemilik perusahaan property asal Thailand, ia mendapat telepon dari pengurus day care.
Kata mereka Minho menangis dan merengek ingin pulang setelah ia didorong oleh anak yang berbadan lebih besar darinya hingga Minho terjatuh dari ayunan. Sontak saja Siwon langsung menuju day care itu untuk memastikan keadaan anaknya. Pengurus day care biasa menelpon Siwon untuk urusan Minho jika tidak berhasil menghubungi Kibum. Itu adalah keinginan Siwon sendiri, padahal day care itu dekat dengan toko roti tempat Kibum bekerja. Ia tak ingin Kibum meninggalkan pekerjaannya hanya untuk memastikan keadaan Minho di day care itu.
"Kau senang, Chagi?" Siwon membelai rambut putranya dengan sayang. Ekor matanya melirik sekilas Minho yang sedang bermain dengan bolanya.
"Umm. Gomawo Pastul Choi." Minho menatap Siwon dengan mata yang mengerjap-ngerjap lucu. Membuatnya terlihat amat menggemaskan.
"Ne, kalau ada yang kau inginkan, katakan saja pada Pastur. Akan Pastur kabulkan keinginanmu." Siwon beralih menggenggam jemari mungil Minho dan tersenyum manis pada putranya itu.
"Jeongmalyo? Minho boleh minta apa caja?" Mata Minho terlihat berbinar-binar membayangkan Siwon akan mengabulkan permintaannya.
"Ne, apa saja, Chagi. Akan Pastur turuti." Siwon melepas genggaman tangannya dan kembali menggenggam kemudi.
"Minho boleh minta appa? Onew Hyung dan Jonghyun Hyung punya appa, Key Noona dan Jino juga punya appa. Hanya Minho yang tidak punya appa." Minho tertunduk sedih. Semua temannya di day care punya sosok seorang ayah, tapi tidak dengannya.
Siwon terkejut mendengar keinginan putranya. Darimana ia tahu kalau dia tak punya appa? Siwon tahu Minho itu cerdas, itu menurun dari Kibum yang juga cerdas, tapi ia benar-benar tak menyangka anaknya akan berkata padanya meminta seorang appa. Hati Siwon diliputi rasa bersalah. Ia adalah appa dari Minho, setiap pulang kerja setiap harinya ia selalu menyempatkan diri bertemu Minho di rumah Kibum atau menyambangi putranya di day care saat jam makan siang tiba, bahkan hari Minggu pun mereka bertemu di gereja. Tapi Minho tak pernah tahu, sosok di sampingnya itu adalah ayahnya.
"Pastul Choi kenapa diam? Pastul Choi tidak punya appa untuk Minho ya?" Minho menyadarkan Siwon dari pikirannya.
"Ah, ani. Pastur pasti akan membawakan appa untukmu." Siwon membelai pipi bulat Minho yang digembungkan seperti bola.
"Umma bilang appa Minho ada di tempat yang jauuuuuh cekali. Kenapa Appa tidak tinggal cama Minho? Appa tidak cuka cama Minho ya? Minho mau ketemu Appa. Minho mau Appa. Hiks..hiks.." Minho mulai terisak. Bukannya apa-apa, tadi siang di day care ada seorang anak nakal yang terang-terangan mengatakan Minho tidak punya ayah. Itu karena semua temannya di day care selalu diantar ayah dan ibu mereka, sedangkan Minho diantar ibu dan Pastur Choi, sosok orang yang seperti bukan ayah Minho di mata anak-anak di day care itu.
'Aku appamu, Aegya. Appa di sini. Appa sesungguhnya selalu ada bersamamu. Appa menyukaimu, menyayangimu, dan mencintaimu. Appa bisa gila jika satu hari tak melihat senyummu. Pastur Choi di sampingmu ini adalah Appamu.' Siwon membatin menyerukan statusnya dalam hati, ia masih membisu, tidak mampu mengatakan itu langsung pada Minho.
"Apa Minho benal punya appa, Pastul?" Minho kecil mengusap air matanya ketika mobil mereka memasuki gerbang rumah Kibum yang baru saja dibuka oleh Siwon. Siwon menoleh ke arah puteranya seraya menelan ludah dengan susah payah.
"Tentu saja punya. Minho punya appa yang baik dan tampan seperti Minho." Siwon berucap pada Minho sambil mengacak-acak rambut anaknya.
"Jeongmalyo? Pastur Choi pelnah beltemu Appa? Kenapa dia tidak mau beltemu Minho?" Minho berujar lemah sambil menunduk membuat Siwon kalut, tak tahu harus berkata apa.
"Minho Chagi, kau ingin appa? Bukankah appamu sekarang ada di sebelahmu?" Siwon menghentikan mobilnya di halaman rumah Kibum. Ia dan Minho belum keluar dari mobilnya.
"Appa? Eodi? Tak ada appa di sini, yang ada Pastul Choi." Minho terlihat tak mengerti. Kepalanya ditolehkan ke kanan dan ke kiri, mencari-cari sosok yang disebutnya 'appa'.
"Di sini, Chagi. Appa di sini. Pastur appamu." Siwon mengangkat tubuh Minho dari kursi di sebelahnya lalu memangku anak lucu itu.
"Pastul appa Minho?" Minho masih belum mengerti. Ia hanya menatap Siwon yang kini sedang meneteskan air matanya dengan heran.
"Ne, Pastur appa Minho. Appa kandung Minho. Mianhae, Chagi. Mianhae, Appa baru mengatakannya sekarang." Siwon memeluk tubuh mungil di pangkuannya itu dan mengecup puncak kepala Minho dengan sayang. Ia sudah tak peduli lagi dengan rasa egoisnya, ketakutannya pada ayahnya, dan hal-hal lain yang membuatnya bungkam selama ini. Siwon tak menyangka, satu permintaan dari anaknya membuatnya berani mengungkapkan siapa jati dirinya. Tapi sayang, Minho kecil belum sepenuhnya mengerti arti kata appa kandung.
"Pastul mau jadi Appa Minho? Acciiik.. Minho cekalang punya Appa! Minho cayang Appa!" Minho berdiri di pangkuan Siwon dan mengecup pipi ayahnya. Di pikiran Minho, sosok Pastur Choinya hanya berusaha memenuhi permintaannya. Dia benar-benar tidak tahu bahwa Siwon adalah ayah kandungnya. Ayah yang membuatnya ada di dunia ini.
Siwon hanya tersenyum lega. Ia lega telah mengutarakan isi hatinya. Ia sadar ini akan terjadi, Minho tak akan mengerti seutuhnya, tapi tak jadi masalah baginya. Siwon akan menunggu moment dimana Minho akan menyadari bahwa ada darah Siwon yang mengalir di tubuhnya. Siwon kembali merengkuh tubuh Minho, mengecup pucuk kepala anak yang terlihat amat bahagia itu.
Kibum memasuki pintu gerbang rumahnya, ia melihat Siwon dengan lengan kemeja digulung sampai batas siku dan sandal jepit miliknya sedang mengajari Minho mengayuh sepeda berwarna biru muda dengan boneka kodok yang bisa bersuara jika dipencet hidungnya di bagian setangnya. Alis Kibum naik sebelah ketika menemukan pemandangan itu. Siwon membelikan anaknya sepeda baru dan sekarang sedang bermain di halaman sempit yang hampir dipenuhi sedan Siwon itu. Sedikit rasa bahagia mendatangi hatinya melihat Minho memekik terkejut ketika Siwon mendorong sepeda Minho dengan kecepatan tinggi. Lama berdiri di pintu gerbang rumahnya, akhirnya Kibum memasuki halaman rumahnya dan menyapa Siwon dan Minho.
"Aigo, kalian asyik sekali bermain sampai tidak menyadari Umma sudah pulang eoh?" Kibum menghampiri Minho yang masih duduk di sepedanya.
'Ummaaaa, Appa membelikan Minho cepeda. Ada kodoknya, bagus kan Umma?" Kibum tersentak mendengar perkataan anaknya, takut salah dengar. Tapi ia yakin sekali Minho menyebut kata 'appa'.
'A… Appa? Appa siapa? Bukankah Minho hanya punya Umma dan Pastur Choi?" Dahi Kibum mengkerut, kemudian ia memandang Siwon yang tersenyum malu-malu di hadapannya. Kibum masih berpikir sebenarnya apa yang terjadi antara Siwon dan Minho selama mereka bersama?
"Kau jangan pura-pura tidak tahu, Kibummie. Apa otak cerdasmu itu lupa aku appa kandung dari putra mahkota yang maha tampan ini eoh?" Siwon mengambil Minho dari sepedanya dan langsung menggendongnya.
"Aww, Appa, pelan-pelan nanti Minho jatuh. Hihihi.. Minho cayang Appa. Muuaaacchh…" Minho mencium bibir joker milik ayahnya dengan bibir cherrynya. Kedua tangan mungilnya melingkar di leher ayahnya. *Minho, poppo noona juga chuuuu…. #ditendang Minholic
"Kau… Mengatakannya, Hyung? Kapan? Bagaimana bisa kau mengatakannya? Cepat beritahu aku, Hyung." Kibum terkejut. Ia merasa aneh, setahunya beberapa bulan yang lalu saat Kibum memohon pada Siwon untuk mengatakan yang sejujurnya pada Minho, Siwon masih menolak. Tapi sekarang ia menemukan anaknya memanggil Siwon dengan sebutan Appa? Kepalanya mendadak menjadi pusing memikirkan kejadian ini.
"Nanti kuberitahu, Bummie. Sekarang buka pintunya, aku lupa membawa kunci cadangan yang kau berikan untukku. Kami sudah sejam di luar menunggumu pulang untuk membuka pintu." Siwon mengerling genit kepada Kibum yang hanya dibalas tatapan sinis dari namja berjulukan Snow White itu.
"Aiissh, jinjja. Kau membuatku bingung dengan sikap anehmu, setelah ini kau harus menceritakannya, Hyung." Kibum mendekati pintu rumah dan memasukkan kunci ke dalam lubangnya. Setelah pintu terbuka, Kibum, Siwon, dan Minho masuk ke dalam rumah. Siwon langsung membawa Minho ke kamar mandi untuk dimandikan, sementara Kibum membuat makan malam.
Presdir Choi sedari tadi hanya memperhatikan semua drama yang baru saja terjadi di halaman rumah mungil itu dari seberang jalan. Hatinya sakit melihat Siwon membohonginya. Akhirnya ia tahu, kemana Siwon pergi setiap pulang kantor hingga selalu terlambat minimal tiga jam sampai di rumah setiap harinya, pergi tengah malam ketika mendapat telepon mendadak, atau terlihat berseri-seri saat pergi ketika hari libur tiba.
"Jadi di sini kau sembunyikan mereka, Choi. Jalan Pak Kang, kita pulang ke rumah." Presdir Choi memerintahkan supirnya untuk melajukan mobil pulang ke rumahnya. Sebenarnya bisa saja dia turun dan menghampiri anak dan cucunya. Tapi ia berusaha mengendalikan emosinya dan akan mencari tahu tentang kebenarannya secara perlahan. Untuk sekarang yang terpenting baginya ia sudah tahu Siwon punya anak laki-laki, entah ia sudah menikah atau belum biar hasil investigasinya yang menjelaskan semuanya.
Siwon dan Minho melanjutkan permainan mereka di kamar mandi. Sekarang baju Siwon sudah basah kuyup karena guyuran air dari Minho. Teriakkan-teriakkan Minho terdengar keras saat Siwon membalasnya. Sementara Kibum terlihat sibuk bolak-balik kamar mandi dan dapur, khawatir dengan apa saja yang dilakukan pasangan ayah dan anak itu. Hatinya bahagia, walau belum tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya saat mendengar Minho menjeritkan kata 'appa'.
Kini dua namja yang sudah selesai berbasah kuyup itu keluar dari kamar mandi. Tubuh Minho dibalut handuk sedangkan tubuh Siwon terbalut bathrobe milik Kibum. Sang umma yang melihat pemandangan itu langsung menghampiri keduanya setelah mematikan kompornya. Siwon menyerahkan Minho pada Kibum untuk didandani sedangkan ia sendiri berias di kamar Kibum.
"Minho-ya, kau senang punya appa?" Kibum telah selesai memakaikan Minho pakaiannya dan sedang menyisir rambut putera tunggalnya itu.
"Ne, Umma. Minho cenang cekali. Pastul Choi mau jadi Appa Minho." Minho tersenyum melihat ibunya yang kini membalurkan cologne di tubuhnya.
"Harusnya kau tahu dari dulu, Chagi. Tapi Umma juga senang, Appamu sudah mengatakan yang sebenarnya." Kibum bergumam kecil tak sampai didengar oleh Minho. Kini Minho sedang menonton acara kartun yang ditayangkan di tv, sementara Kibum memasuki kamarnya untuk melihat Siwon.
"Aigo, Hyung, kau menghancurkan lemariku. Jika kau mencari pakaianmu bukankah sudah sering kukatakan bajumu ada di deretan nomor dua? Lihat, kau bahkan belum berpakaian sama sekali dan masih berbathrobe-bathrobe ria?" Kibum terlihat kesal melihat Siwon mengacak-acak lemarinya. Itu artinya ia harus lembur malam ini untuk merapikan lemari itu. Siwon sering menginap di sana sejak masih berpacaran dengan Kibum. Beberapa pakaiannya masih ada dan tersimpan rapi di lemari Kibum.
"Sudahlah Kibummie, bukankah lebih baik kalau aku dan kau tak berpakaian lalu bergulat di atas ranjang untuk memberikan Minho adik?" Siwon memeluk pinggang ranping Kibum dari belakang dan menggodanya.
"Pastur pervert! Ini baju dan celanamu. Cepat berpakaian lalu keluar untuk makan malam." Kibum melempar pakaian Siwon tepat di wajahnya dan langsung keluar. Namun ketika sampai di depan pintu Siwon menarik paksa lengannya hingga…
CHUU….
Satu ciuman mendarat di bibir merah Kibum. Ciuman itu lembut tanpa nafsu dan Kibum tak mampu menolaknya. Siwon mengecup bibir merah itu berkali-kali. Hanya mengecup tanpa melumat. Ketika ciuman itu mulai memanas, teriakkan Minho dari ruang tamu terdengar.
"Ummaaaaaa, Minho lapal! Cepat cedikit!" Begitulah kira-kira teriakkan dari namja cilik yang sedang kelaparan di ruang tv. Sontak Kibum mendorong tubuh Siwon dan meninggalkan Siwon keluar kamar. Siwon sendiri sedang duduk di ranjang Kibum dengan wajah mesum. Bibirnya senyum-senyum sendiri membayangkan kegiatan yang baru saja dilakukannya bersama mantan kekasihnya.
"Ini makananmu, Minho. Jangan makan dengan berantakan ne? Ini airnya, kalau sudah selesai taruh saja di situ." Kibum membawakan nampan yang di atasnya terdapat beberapa piring kecil lauk pauk dan sayuran serta semangkuk nasi dan segelas air ke ruang tamu dan menaruhnya di meja yang ada di sana. Ia meninggalkan Minho makan di depan tv ditemani kartun-kartunnya karena baginya itu jauh lebih aman daripada Minho ditinggal di dapur sendirian. Setelah menyelesaikan tugasnya, Kibum berlari ke kamar mandi untuk mandi sambil menenangkan hatinya dari kejadian yang baru saja dialaminya bersama Siwon.
Kibum mengguyur tubuh polosnya di bawah shower dengan air hangat. Pikirannya kalut, bagaimana mungkin ia bisa berciuman dengan Siwon? Siwon itu pastur, dan berciuman dengannya adalah sebuah kesalahan. Kibum merutuki dirinya sendiri yang tak mampu menolak skinship yang diberikan Siwon. Dada Kibum berdegup kencang, hanya sebuah ciuman membuatnya seperti ini. Bahkan mereka pernah melakukan hal yang lebih dari itu.
Tapi sekarang semua berbeda, Siwon bukan kekasihnya lagi, Siwon juga seorang pastur. Ia tak bisa melakukan hal-hal yang bisa menodai seorang pastur. Kibum memejamkan matanya, jemarinya menyentuh permukaan bibir yang baru saja disentuh oleh Siwon. Pikirannya melayang, tangan yang satunya juga sudah menyentuh titik-titik sensitive di tubuh atasnya yang dulu selalu Siwon manjakan. Seketika itu juga hasrat Kibum memuncak, kerinduan dan kebutuhan akan sentuhan yang selama tiga tahun terakhir ini tak didapatnya muncul. Kibum membayangkan tangannya adalah tangan Siwon yang kini sedang menyentuhnya.
Flashback
"Saengil chukka hamnida, saengil chukka hamnida, saranghaneun uri Siwonnie, saengil chukka hamnida." Satu bait lagu ulang tahun dinyanyikan Kibum untuk Siwon.
Hari ini Siwon genap berusia 23 tahun, genap pula usia hubungan mereka satu tahun. Kibum terlihat sibuk, tangan kanannya membawa kue black forest ukuran sedang buatannya dengan lilin-lilin kecil di pinggirannya. Tangan kirinya membawa sebuah kado yang berisi Alkitab. Kibum tahu, Siwon walau terkadang amat pervert, ia juga punya hobby membaca Alkitab saat senggang.
"Gomawo, Bummie. Mana hadiahku?" Siwon mengambil kue di tangan kanan Kibum dan menaruhnya di atas meja ruang tamu di rumah Kibum. Saat ini mereka sedang merayakan ulang tahun Siwon setelah tadi Kibum meneleponnya karena ia sudah susah-susah membuatkan black forest untuk kekasihnya itu.
"Aku sudah membuatkan black forest untukmu, dan ini kadomu, Hyung." Kibum menyerahkan bungkusan di tangan kirinya pada Siwon.
"Alkitab? Aku punya setumpuk Alkitab di rumah, Bummie. Aku mau kado yang lain." Siwon mengerucutkan bibirnya dengan tidak imut sama sekali, sedangkan Kibum terlihat menyesal karena tak tahu Siwon ingin hadiah yang lain.
"Kau mau apa? Makan malam yang enak? Ayo ke dapur, aku sudah masak banyak untukmu." Kibum menarik tangan Siwon menuju dapur mungilnya.
"Hmm, mashita. Tapi aku masih belum puas." Siwon menuntaskan satu potong daging terakhir dalam mulutnya.
"Kau mau apa lagi?" Kibum harap-harap cemas, takut Siwon akan meminta hal-hal yang tidak bisa dipenuhinya.
"Aku mau kau, Bummie." Siwon bangun dari duduknya dan langsung menggendong Kibum menuju kamar namja cantik itu dan menghempaskannya ke ranjang.
"Hyung, kau mau apa? Hyung…" Kibum terlihat ketakutan saat Siwon menindih tubuh mungilnya. Tangannya meronta-ronta dan mendorong Siwon agar menjauh. Tapi tenaga Kibum kalah dari tenaga Siwon.
"Bummie, aku mencintaimu. Izinkan aku melakukannya, sekali saja." Siwon meraup bibir merah Kibum setelah menuntaskan kalimatnya tanpa memberi kesempatan bagi Kibum untuk berbicara.
Siwon memperlakukan Kibum dengan amat lembut. Bibirnya menjelajahi setiap titik keindahan di wajah namja cantik itu mulai dari bibir, naik ke kening, turun ke kelopak mata kanan, kemudian ke kelopak mata kiri, turun lagi ke hidung mancung Kibum, turun lagi ke kedua pipi bulat Kibum, kemudian turun ke dagu, dan kembali ke bibir. Tangan Siwon perlahan menyusup ke balik kemeja Kibum, membelai punggungnya dengan halus, menghasilkan getaran-getaran yang mampu menaikkan libido seorang Kim Kibum di sela-sela ciumannya bersama Siwon.
Kini dua kancing teratas dari kemeja Siwon terlepas, Kibum membalas perlakuan Siwon padanya. Tangan kanannya bergeriliya di dada bidang sang kekasih, sementara tangan kirinya meremas pelan rambut namja berjulukan kuda itu. Siwon menggigit pelan bibir bawah Kibum, meminta akses untuk menjelajahi isi rongga hangat kekasihnya itu. Kibum membuka bibirnya, memberikan jalan bagi lidah Siwon untuk mengabsen deretan giginya dan mengajak lidahnya bertarung bertukar saliva.
"Nggghhh…" Satu desahan lolos dari bibir Kibum. Suara desahan yang mampu membangkitkan semangat seorang Choi Siwon untuk lebih mengerjai tubuh di bawahnya.
Daerah jajahan Siwon kini berpindah ke leher putih Kibum. Dicium, digigit pelan, lalu dihisapnya kulit seputih salju itu hingga meninggalkan jejak kemerahan yang tak terlalu kentara. Tangannya tak lagi berada di punggung Kibum, tapi sudah bergerak melepas semua kancing kemeja namja yang merintih di bawahnya. Dilepaskannya kemeja Kibum hingga namja manis itu kini bertelanjang dada. Puas bermain dengan kulit leher Kibum, kini bibir Siwon kembali mencium bibir merah yang sudah semakin merah akibat pekerjaan Siwon itu. Lidahnya bermain di dalam rongga mulut Kibum, mengajak lidah milik namja Snow White itu bertarung. Kedua tangan Siwon kini mulai melakukan tugas lain, memilin kedua nipple Kibum dengan lembut, hingga membuat Kibum meloloskan satu desahan tertahan lagi dari bibirnya yang masih ditawan oleh bibir Siwon.
"Ahh.. Haah..hah.." Kibum terengah-engah membuka mulutnya, mencari asupan oksigen yang sempat habis karena ciuman panas mereka yang baru saja diakhiri oleh Siwon. Sedikit saliva yang entah punya siapa mengalir di sudut bibirnya. Menciptakan pemandangan erotis di mata Siwon.
Tanpa menunggu lama lagi Siwon segera melepaskan seluruh helaian kain yang melekat di tubuh Kibum dan tubuhnya. Siwon merendahkan tubuhnya, menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Kibum, menghirup wangi lembut melati yang menusuk hidungnya. Tangan Kibum mengunci leher Siwon agar tak berpindah. Bibirnya mendesah kecil ketika Siwon mengulum lembut telinganya dan menggesek-gesekkan bagian bawah tubuh mereka, membuat ia tenggelam dalam buaian kenikmatan yang diberikan kekasihnya.
"Aaaarrrrggghhhtttttt!" Kibum berteriak kesakitan saat Siwon mencoba menyatukan tubuh mereka. Dengan sedikit susah payah Siwon memasukkan junior miliknya ke dalam hole Kibum. Air mata pun mengalir dari iris cantik milik Kibum akibat Siwon yang terlalu tergesa-gesa menyatukan tubuh mereka. Siwon yang melihat kekasihnya kesakitan segera mengalihkan rasa sakit Kibum dengan memberi rangsangan pada junior mungil Kibum serta menciumi wajah Kibum bertubi-tubi.
Siwon menggerakkan pinggulnya dengan hati-hati, membuat Kibum merasa nyaman dengan friksi kenikmatan yang sedang berusaha diberikan oleh kekasihnya. Sesekali tangan Siwon memainkan nipple Kibum dan memanja juniornya. Rintihan-rintihan kesakitan Kibum perlahan berubah menjadi desahan-desahan nikmat. Tangan Kibum pun tak kalah bermain di sekitar punggung basah Siwon dan sesekali juga turut memanja nipple Siwon.
Suara kecipak saliva, desahan, serta erangan mendominasi di ruangan yang berpengcahayaan minim itu. Siwon semakin cepat menghentakkan pinggulnya membuat gerakan keluar masuk di hole Kibum membuat namja manis itu jadi belingsatan. Tangannya mencengkeram kedua sisi pinggul kekasihnya yang sudah mengerang menyuarakan kenikmatan yang melanda tubuhnya. Tubuh keduanya sudah sangat basah karena keringat yang terus mengucur akibat aura panas yang tercipta antara dua insan manusia itu.
"Ahh…aaah… Nggghhh…. Hyungh…. Fasteeerrrhh…aah….fass…. aaaaaah…." Kibum memberanikan diri meminta Siwon agar semakin mempercepat gerakannya ketika dirasakannya Siwon sedikit memelankan sodokannya di liang Kibum.
"Ugh! As your aah wish Bummieh…" Siwon menuruti permintaan Kibum untuk mempercepat sodokannya di lubang kekasihnya.
"Aaaah!" Kibum mengerang ketika Siwon berhasil menemukan titik tersensitif di tubuhnya. Titik yang berhasil membuat tubuhnya mengejang dan cairannya keluar merembes dari juniornya membasahi dada Siwon dan perutnya.
"Kauh keluaar Bummieh… Hah…hah… nggghhhh…." Siwon turut mendesah ketika merasakan juniornya dihimpit begitu keras oleh dinding-dinding rektum Kibum akibat orgasmenya. Tak lama kemudian Siwon menyusul orgasme Kibum, memuntahkan seluruh benihnya ke dalam hole kekasihnya, membuahi sel telur yang ada di rahim Kibum.
Siwon ambruk di atas tubuh Kibum yang sudah terlihat tidak sadarkan diri karena terlalu lelah. Kegiatan bercinta mereka untuk pertama kalinya membuat tenaga mereka cukup terkuras. Siwon mencium pelan kening dan bibir Kibum setelah menyelimuti tubuh telanjang mereka kemudian terlelap sambil memeluk Kibum erat dalam dekapannya tanpa tahu kegiatan mereka akan mendatangkan hasil seorang anak laki-laki lucu di kemudian hari.
Flashback End
Minho terlihat fokus pada layar televisi yang menampilkan acara kartun Keroro kesukannya. Matanya yang bulat besar itu tak hentinya memancarkan sinar kebahagiaan. Mulut mungilnya sibuk mengunyah makan malam yang disiapkan ibunya. Tangannya memegang sendok dan mangkuk nasi. Kakinya bersila di bawah meja. Kepalanya bergoyang ke kanan dan ke kiri mengikuti irama lagu yang mengiringi acara kartunnya.
"Heyo, anak Appa sedang makan ya? Appa boleh minta?" Siwon sudah selesai berdandan dan menghampiri Minho yang sedang asyik mengunyah nasi bersama potongan kecil daging ayam yang dimasak ibunya.
"Umm, Aha hihak holeh hinta. Hana hambil hendili." Minho berbicara dengan mulut penuh, bahkan ada beberapa butir nasi keluar dari mulutnya. Siwon yang melihat hal itu hanya tersenyum kecil dan langsung mengelap bibir Minho dengan tangannya. Matanya tak lepas dari anak semata wayangnya yang kini sedang menyendok sayur sup di hadapannya. Hatinya tak berhenti bersyukur akan anugerah yang Tuhan berikan untuknya. Minho benar-benar tumbuh jadi anak yang mandiri, bahkan dalam makanpun Minho sudah lancar menggunakan ebsendok dan garpu sendiri, walau masih canggung menggunakan sumpit.
"Jangan memandanginya seperti itu, Hyung. Aku tahu anak kita begitu tampan seperti ayahnya. Kalau kau tidak ada sesuatu yang bisa kau lakukan, sebaiknya kau bantu aku membawa semua makanan di dapur ke meja itu. Aku ingin kita makan di sana menemani Minho menonton kartun." Kibum yang baru saja selesai mandi menyadarkan Siwon dari lamunannya, membuat Siwon merona mengelus tengkuknya ketika Kibum mengatakan dirinya tampan. Tanpa basa-basi lagi dengan kecepatan super ia melakukan perintah ibu dari anaknya itu.
Keluarga kecil itu sudah menuntaskan makan malam mereka. Minho terlihat mengantuk dan menguap lebar saat ayahnya yang sedang memangkunya menepuk-nepuk pelan pantatnya. Tangan mungilnya mengusap-usap matanya yang mulai terasa berat. Siwon sedang menonton tv setelah membohongi ibunya karena menelepon dan mengatakan dirinya akan bermalam di asrama pastur di gereja, sementara Kibum lebih terlihat menghindari Siwon dengan menyibukkan diri di dapur. Kibum sedang meracik teh madu untuknya dan untuk Siwon. Namja berlesung pipi itu akan menginap hari ini setelah menceritakan kejadian tadi sore antara dirinya dengan Minho pada Kibum. Siwon bangkit dari duduknya hendak membawa Minho ke kamar, tapi belum melangkah smartphonenya berdering menampilkan nama orang yang meneleponnya, Jung Yunho.
"Yeoboseo, Siwon Jussiiii!" Teriakkan cempreng delapan oktaf milik namja kecil dengan tubuh tinggi menjulang di seberang sana memekikkan telinga Siwon. Jung Changmin, putra Jung Yunho menelepon malam-malam begini? Apa si kecil berusia lima tahun itu belum tidur?
"Ne, ada apa Changminnie? Kenapa menelepon Jussi malam-malam begini? Kau belum tidur huh?" Siwon menjawab telepon dari namja cilik di seberang sana.
"Ne, Minnie belum tidur. Apa Minho ada? Minnie kangen sama Minho, Jussi." Suara Changmin terdengar parau. Sepertinya amat merindukan adik sepupunya itu. Oke, hanya Yunho, Jaejoong istrinya, dan Changmin yang mengetahui keadaan Siwon dan Kibum.
Saat Kibum memeriksakan kandungannya untuk pertama kali ke rumah sakit, Yunho-lah yang menanganinya karena Yunho adalah dokter kandungan di sana. Saat itu Kibum tidak tahu bahwa Yunho bekerja di rumah sakit itu. Yunho sempat mendesak Kibum untuk mengakui bahwa sepupunya, Siwon adalah ayah dari bayi yang dikandungnya. Kibum mengakuinya dan menyuruh Yunho untuk tidak memberitahu siapapun termasuk orang tua Siwon. Tapi siapa sangka, malah Siwon sendiri yang menceritakan tentang Minho padanya. Ia sering membawa Minho bertemu dengan Changmin ketika berkunjung ke rumah Yunho. Jadilah Changmin dekat dengan bocah penggemar kodok itu. Sampai sekarang Yunho dan Jaejoong masih tetap merahasiakan hal ini atas permintaan Siwon sendiri.
"Minho sudah tidur, Minnie. Bukankah besok hari Minggu? Kau bisa ke gereja untuk menemui Minho. Kita misa bersama, otte?" Siwon mencoba merayu namja cilik yang mempunyai julukan food monster itu sebelum ia merengek meminta agar Minho dibangunkan.
"Arraseo, besok Minnie ke gereja tempat Jussi. Minnie mau bertemu Minho. Minnie mau mengajak Minho makan es krim." Changmin kini sudah membayangkan bermangkuk-mangkuk es krim yang akan dimakannya bersama sang adik sepupu karena Changmin tak akan pernah puas dengan satu porsi. Maklum anak itu punya julukan The Food Monster.
"Ne, katakan pada appamu agar datang ke gereja pukul tujuh. Misa akan dimulai pukul delapan. Kau ingat itu, Minnie?" Siwon mencoba menyadarkan Changmin yang sudah berfantasi dengan es krimnya.
"Ne, arraseo. Datang jam tujuh, misa jam delapan. Minnie ingat, Jussi." Walau Changmin membayangkan makanan dalam pikirannya tapi ternyata ia mampu mengingat perkataan sang paman. Maklum, Changmin punya otak yang sama cerdasnya dengan Minho.
"Baguslah kalau kau ingat. Sekarang cuci tangan, kaki, muka, dan sikat gigi. Setelah itu tidurlah, agar kau bisa bangun pagi. Jangan berjalan dan bicara tidak jelas dalam tidurmu. Tidurlah yang nyenyak agar kau tidak membuka kulkas tengah malam dan mencuri kue milik appamu. Terakhir, berdoa sebelum tidur. Jussi menyayangi dan mencintaimu, Minnie. Semoga Tuhan melindungimu." Siwon memberikan khotbah yang seharusnya ia keluarkan besok pagi dalam misa pada Changmin. Ia tak tahu bahwa Changmin sudah meletakkan smartphone milik ayahnya di samping bantal. Namja kecil nan evil itu tak mau terbakar mendengar ceramah dari pamannya.
"Arraseo, Jussi. Salam untuk Minho kalau Jussi sedang bersamanya. Kalau tidak telepon Bummie Jumma dan sampaikan salam Minnie untuk dongsaeng Minnie tersayang." Changmin sangat menyayangi Minho seperti adik kandungnya sendiri.
"Ne, akan Jussi sampaikan, Jussi sedang bersamanya. Sekarang kau tidur ne? Pai pai." Siwon menutup sambungan telepon dan meletakkan smartphonenya di sofa.
Kibum masuk ke ruang tamu membawa dua cangkir teh madu buatannya. Siwon berdiri dari duduknya sambil menggendong Minho dan membawanya ke kamar. Setelah menidurkan Minho, Siwon kembali duduk di sofa menemani Kibum menonton drama. Siwon melirik Kibum yang terlihat tak tertarik dengan drama percintaan yang ditayangkan tv. Kibum terlihat melamun sambil membawa cangkir tehnya. Entah apa yang dipikirkannya. Melihat hal itu, Siwon melingkarkan tangan kanannya ke pinggang Kibum, membuat namja cantik itu tersadar dari lamunannya.
"Kau mau apa, Hyung? Jangan berbuat mesum lagi, ingatlah kau seorang pastur." Kibum terlihat acuh merespon perlakuan Siwon, tapi dalam hatinya bergemuruh dan salah tingkah.
"Aku tak mau berbuat mesum. Aku ingat aku ini pastur, tak boleh menikah, tak boleh bercinta, tak boleh punya kekasih. Kekasihku adalah Tuhan dan para jemaatku. Kau salah satu jemaatku, jadi bukankah kau juga kekasihku?" Siwon menggoda Kibum dengan menggesek-gesekkan pipinya ke pipi tembam Kibum.
"Hentikan skinshipmu sekarang juga, Hyung. Aku sudah bukan kekasihmu lagi." Kibum mendorong tubuh Siwon menjauh darinya namun Siwon malah menarik pinggang Kibum mendekat padanya.
"Kau akan tetap jadi kekasihku, Bummie. Selamanya kekasihku." Kini Siwon telah mengurung Kibum dalam pelukannya dengan posisi Siwon memangku Kibum.
"Jangan bermimpi sebelum kau tertidur, Hyung." Kibum mencoba berontak, ia tahu ini salah, tak seharusnya Siwon bersikap mesra padanya.
"Kau yang terlihat bermimpi sebelum tidur tadi, Bummie. Apa yang kau pikirkan huh?" Siwon tidak mau kalah dengan pemberontakan yang dilakukan Kibum. Buktinya ia malah menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Kibum. Mencoba mencari aroma melati favoritnya di sana, sementara Kibum sudah mati-matian mencoba menahan hasrat dan desahannya akibat nafas Siwon yang menggelitik lehernya.
"A-ani.. Bukan apa-apa. A-aku hanya sedikit meng…hhhh…ngantuk. Sssshh…." Kibum mencengkeram erat tangan Siwon yang memeluk pinggangnya. Bibirnya sudah tidak mampu menahan desahan halus akibat gesekan hidung Siwon di leher putih miliknya.
"Jangan-jangan kau memikirkan ciumanku tadi sore. Kau mau lagi? Akan kuberikan sebanyak yang kau inginkan." Siwon menjauhkan kepalanya dari leher Kibum, membuat namja manis di pangkuannya mendesah lega.
"Kau mulai mesum lagi. Sudahlah aku ingin tidur saja. Pintu kamar tidak akan aku kunci. Terserahmu mau tidur di kamarku atau di kamar Minho. Tapi jika kau ingin tidur di kamarku, lebih baik kau tidak berbuat yadong sebelum aku menghajarmu dengan pukulan tinjuku." Kibum berdiri dari posisi duduknya di atas paha Siwon kemudian cepat-cepat berjalan menuju kamarnya.
"Akan kukalahkan kau dengan taekwondoku kalau hal itu benar-benar terjadi. Tapi bukan taekwondo biasa, tapi taekwondo ranjang yang sudah tiga tahun tak kuberikan padamu. Hahaha…. aku bercanda. Jaljjayo, Bummie. Aku tidur bersama Minho saja demi keselamatanku. Gereja masih membutuhkan pastur tampan sepertiku besok pagi untuk misa." Siwon mengikuti langkah Kibum kemudian menahannya di depan pintu kamar. Siwon menarik pundak Kibum dari belakang dan menciumi puncak kepalanya lalu beranjak ke depan kamar Minho yang ada di sebelah kamar Kibum.
"Yah, pastur pervert tepatnya. Aku heran, bagaimana bisa orang semesum dirimu bisa jadi pastur? Aku jadi merasa kasihan pada gereja karena memiliki seorang pastur yang mesum sepertimu. Untung saja kau tidak berkhotbah mengenai sesuatu yang berbau yadong saat misa di hari Minggu." Kibum menyandarkan tubuhnya pada dinding sambil mengusap-usap kepalanya yang terasa basah akibat ciuman Siwon.
"Berhenti mengataiku mesum jika kau tidak mau kuperlakukan mesum malam ini dan pergilah tidur, Bummie." Siwon berdiri di depan pintu kamar Minho sambil berkacak pinggang pada Kibum sambil menaikturunkan alisnya.
"Baiklah, aku pergi tidur. Kusarankan kau melakukan pengakuan dosa besok karena sudah bermesum-mesum ria padaku hari ini, Pastur Choi." Kibum seakan tidak peduli pada Siwon, ia mulai memasuki kamarnya dengan wajah dingin. Baru saja ia akan menutup pintu, suara menggoda Siwon menghentikan gerakannya.
"Akan kulakukan saranmu istriku sayaaang~~" Siwon menyembulkan kepalanya dari balik pintu sambil menggoda Kibum.
"Ya! Aku bukan istrimu!" Merasa malu, Kibum pun berteriak pada Siwon dan melemparkan bantal pada namja bersenyum joker itu.
"Berhenti berteriak atau kau akan membangunkan Minho, Bummie." Siwon dengan santainya menutup pintu kamar Minho setelah menangkap bantal yang dilemparkan Kibum, meninggalkan seorang Kim Kibum yang sedang kesal setengah mati padanya.
"Aiisshh. Kau selalu membuatku kalah. Haaah…." Kibum memandang kesal pada pintu kamar anaknya. Kakinya dihentakkan ke lantai, bibirnya dikerucutkan. Sungguh tidak terlihat seperti ibu dari satu orang anak. Kalau saja Siwon melihat Kibum yang sedang ber-aegyo mungkin imannya akan luntur dan melepaskan jabatan pasturnya agar bisa 'memakan' Kibum malam ini.
Sementara itu di sebuah kamar, seorang namja paruh baya duduk bersandar di atas ranjang dan terlihat tidak tertarik dengan buku yang sedari tadi dipegangnya. Matanya menerawang, buku ditangannya hampir tak dibacanya selembarpun. Istrinya yang sedari tadi sibuk menata rambutnya di depan meja rias hanya menghela nafas panjang melihat tingkah aneh suaminya. Atas inisiatifnya sendiri, sang istri mendekati suaminya, menepuk pelan pundaknya agar kembali dari alam lamunannya.
"Yeobo, apa yang kau pikirkan?" Sang istri duduk di sebelah suaminya sambil menatap cemas pada namja pengisi hatinya. Suaminya memandang nanar padanya, seraya mengucapkan hal yang bisa membuatnya terkena serangan jantung.
"Yeobo… Bagaimana kalau ternyata kita sudah punya cucu?"
TBC
Yang minta update cepet ini udah dipenuhi ya? Maaf kalau NC-nya gagal, author ga bakat buat adegan NC, kalau baca NC sih iya. Hehehehehehe….. #Plakkk
Sebenernya author rada-rada males ngelanjutin FF ini karena minim review, padahal kalo liat traffic graphnya yang mampir di FF ini hampir 400-an orang tapi yang review di chap lalu cuma 16 orang. Author sadar kalo author ga pernah minta readers sekalian buat review, tapi tolong dong sekedar bilang "lanjut thooor" itu aja udah buat author seneeeeng pake bangeeeet. Author suka banget baca review-review kalian, karena review kalianlah yang secara tidak langsung memberi ide bagi jalan cerita FF ini. So, di chap ini author untuk pertama kalinya minta….
Tolong Reviewnya Yah?
Okeh, saatnya balas review…..^^
zakurafrezee
Mengharukan yah? Hehe... Sibum jadi satu keluarganya nanti yah? author juga ga tega misahin mereka.^^
iruma-chan
Sibum balikannya nanti yah? di chap-chap akhir
feykwangie
Siwon masih tetep jadi pastur ato ga kita liat di chap-chap selanjutnya...^^
Evilmagnaemin
Bang kuda emang narsis... ini udah lanjut ya?
mitade13
ortunya Siwon bukannya ga ngerestuin, Siwonnya aja yang takut ngaku kalo dia gay ama ortunya... reaksi ortunya Siwon soal Minho ada di chap ini sama chap depan...^^
meyy-chan
ini Siwon udah ngaku ama Minho yah?
Beakren
Sibum nikah? ummm... tunggu lanjutannya aja yah?
freychullie
sampe kapan yah? ditunggu aja ya?
0704minnie
orang ketiga ya? mianhae, kaya'nya belum ada moment yang pas untuk orang ketiga... gimana kalo kita ubek-ubek perasaannya Minho aja buat nuntut kedua ortunya bersatu?
Shim sia
Siwon jadi rakyat biasa? nanti author pikirkan...
trilililili
aduuuh, iya, iya, author tau kamu kesel sama Siwon... jangan marahin author yah? nanti author sampein ke Siwonnya biar ga jahat-jahat lagi sama Minho n Kibum...
Guest n ChoiKibum
ini sudah dilanjut...^^
Cho97
iya, mianhae baru dilanjut,, author sibuk... Sibum married ato ga dipantengin terus ya di chap-chap akhir...
Shofiy Nurlatief
iya, author belum pernah nemu cast Siwon yang jadi pastur beneran, makanya author coba buat yang kaya' gini...
okeh, semua review udah dibalas... direview lagi yah?
