Babboyeoja's another story :

Pure Romance

Inspired by :

Junjo Romantica by Shungiku Nakamura

Cast :

EXO OT12

Pair :

Kristao | Huntao | others

Rated :

M

Genre :

Romance

Typo-mah pasti ada brad, gak suka ya jangan baca, jangan buang waktu kalian di hal yang gak kalian suka, ini BOYS LOVE ALIS COWOK x COWOK, Boy x Boy. Serta para cast disini milik keluarga yang bersangkutan Saya hanya meminjam nama~

.Sekian.

.Mari membaca.

Ch. 4 Living Together B

Hari ini adalah ujian pertamaku setelah belajar dan tinggal bersama dengan Yifan-Ge, aku tidak apa hasilnya tapi semoga saja yang terbaik.

"Gege, pagi ini aku akan pergi sekolah sendiri, ya?," seruku sambil membawa tas dan juga mantelku mengingat bulan ini akan memasuki musim dingin.

"Tidak, Gege akan mengantarmu," jawabnya bak perintah, ohiya dan saat ini ia sedang berada di dapur, bilangnya ingin memasak sarapan untuk kami berdua.

"Tapi aku akan berangkat lebih awal, apa tidak apa- apa?," tanyaku mencoba untuk tidak diantar olehnya,

"Tidak apa, jika kau ingin pergi jam 4 pagi tadipun Gege tidak apa-apa," jawabnya kembali masih berkutat dengan spatula dan wajan didepannya.

"Tidak apa- apa bagi Gege, tapi apa- apa bagiku," lirihku sambil menududukkan diriku disalah satu kursi makan disana yang tentu saja berhadapan dengan Yifan-Ge yang sedang memasak.

"Kau mengatakan sesuatu, Zitao?," tanyanya sambil memandangku dan juga spatula yang ia pegang di lengan kanannya.

Aku hanya bisa menggeleng kecil dan mulai mengambil susu rasa entahlah warnanya absurd, putih tidak, cokelat tidak, kuning pun tidak.

Abu mungkin?

"Ge, kau memasak apa? Lama sekali!," seruku sambil menatap kearahnya,

"Telur, tapi aku tidak tau telur apa, mungkin Telur- Wu YiKrisFan?," jawabnya sambil terus berkutat dengan wajan didepannya,

"nama macam apa itu? Haaahh~ Ge, cepatlah jika aku telat nanti, bagaimana urusannya?," tanyaku kembali dengan sedikit merajuk,

"Gege akan bertanggung jawab."

Entah apa yang ada didepanku saat ini, bentuknya yang mengembang, warnanya yang jauh dari kata tidak gosong, dan juga aroma yang cukup membuatku mual.

"Gege…. Ige… mwoya….?,"

"makan saja, aku sudah mencobainya dan tidak terlalu buruk untuk sarapan,"

"Tapi kan ini an-,"

"biar ku bantu memotong dan menyimpan di piringmu, ok?,"

"Ne.."

Makanan aneh itupun akhirnya masuk kedalam tubuhku, difikiranku jika aku mati saat itu juga aku akan bersumpah akan menggentayangi Wu Yifan. Tekstur dari makanan ini sangatlah tidak halus dan juga tidak kasar, ini aneh. Entah sudah berapa kata aneh yang terucap saat ini olehku.

Saat akan memasukan suapan kedua, aku sedikit melirik Yifan-Ge dan ia memasang wajah seperti biasa, datar tapi ia tetap memasukkan makanannya itu…

"Gege, aku sudah ya sarapannya? Mari berangkat sekarang..," ajakku dengan nada yang hati- hati,

"Kau yakin? Kenapa tidak kau habiskan? Apa kau mau makananku kau jadikan bekal?," jawabnya sambil mengajukan pertanyaan,

"N-ne? ah jika bisa…," lirihku dengan berharap ia tidak mendengarnya, tapi tak disangka ia langsung bangun dari duduknya dan menyiapkan bekalku.

Kris-Ge menyipakan segalanya dengan sekejap mata, ia sekarang sudah berdiri dihadapanku dengan membawa bekal makan siangku, aku langsung menyambarnya dan menarik lengan kosongnya, tapi

KRING….KRING….KRING

"Disini Wu."

"…..,"

"Ya."

"…,"

"Ya."

"….,"

"NE."

Aku tidak tahu apa yang sedang ia perbincangkan yang pasti ia hanya menjawab dengan kata 'ya' dan 'ne'.

"Zitao, kau pergi sekolah sendiri ne hari ini?," serunya sambil mengelus kepalaku, aku yang baru sadar setelah beberapa detik ia mengucapkan itu langsung berlari kelar rumah dan berteriak seperti otang gila.

Tak disangka saat aku akan berbelok ke stasiun bis aku bertemu Jongin, aku menyapanya walaupun kami sedang berlari, kami berlari seperti kesetanan sampai akhirnya aku merasakan bahwa aku menubruk seseorang, dan saat aku melihatnya ia adalah Sehun dengan seragam sekolah yang sama sepertiku oh dan jangan lupakan roti panggangnya yang tergeletak di tanah.

"Sehun-ah! Maaf aku terburu- buru!,"

"Gwenchanayeo, kau bersekolah di Shingeki Senior High School?,"

"Tentu, tapi tidak ada waktu untuk berbincang, sudahlah ini ambil uang ini untuk mengganti sarapanmu, bye~."

Aku meneruskan lariku dengan cepat tapi kesialan kembali mendatangiku didepan sana aku melihat seorang yang berseragam sama denganku dan juga entahlah apa yang ia pegang.

Author's POV

Kaki- kaki zitao terus berlari dan akhirnya ia kembali menabrak seorang pemuda dengan semangka dilengannya,

BRUK

Kedua pemuda itupun jatuh dan juga jangan lupakan semangka yang dipeagang pemuda yang ditabrak tadi hancur dan terbelah dua.

"Mianhae.. Mian..," seru Zitao sambil berdiri dari jatuhnya, sedangkan pemuda tadi hanya bisa menangisi semangkanya.

Tanpa pikir panjang ZItao kembali berlari melewati pemuda tadi dan oh tak lama datanglah Jongin yang berlari juga dan

CROT

Ini bukan suara yang ambigu, tapi Jongin menginjak semangka pemuda yang jatuh tadi dan mengenai tepat wajah pemuda itu.

"ZItao-ya~ Jangan tinggalkan aku~!." –Jongin

"Semangkaku… Semangkanya Jiwon…. Awas kalian berdua!." –Pemuda Semangka a.k.a Kim Jiwon

"ZIIIIII TUNGGUUUUUUUUUUU!." –Sehun.

.

.

.

Saat ini suasana ujian sedang berjalan kondusif, terlihat dari beberapa murid yang sibuk menulis sesuatu di lembar jawaban mereka, ada yang benar mengerjakan, ada yang menulis- nulis sesuatu yang menurut mereka menarik, ada yang menggambar, bahkan ada yang mendiamkan pensilnya disebelah lembar ujian dan murid itu terus memelototi soal miliknya.

Tak terkecuali Zitao dan Jongin yang sedang serius dengan soalnya, Jongin yang memang memiliki dasar yang cukup pintar hanya akan mengernyit beberapa kali, sedangkan ZItao ia tidak terlihat mengernyit sama sekali tapi ia merasakan ada hawa hitam dari arah belakangnya. Tidak menyambung tapi itulah yang dirasakannya.

Lagipula ia sudah mengerjakan ujiannya beberapa menit yang lalu, bukannya sombong, tapi ia kan sudah belajar dengan Yifan tadi malam jadi ia bisa mengerjakan soalnya. Tak berapa lama sang pengawas ujian pergi keluar, ijin ke kamar mandi katanya.

Seketika suasana kelas menjadi ribut, suara teriakan meminta jawaban ada dimana- mana, tapi yang Zitao bingungkan hawa hitam masih ada menuju dirinya, akhirnya iapun memberanikan diri untuk menghadap kebelakang, entah seperti film hantu atau apa, ia melihat salah satu teman kelasnya, tepatnya Kim Jiwon, si gigi kelinci sedang melihat kearahnya dengan tatapan membunuh dan aura htam yang terus menguar darinya.

ZItao mulai berpikir apakah ia melakukan kesalahan terhadap Jiwon, ia terus berpikir hingga bel sudah berbunyi dan pengawas ujian sudah mengambil seluruh lembar jawaban ujian kali ini. Seperti film hantu lainnya,

DUAK

Ia merasa ada yang menendang bangkunya hingga Zitaopun hampir terjatuh membentur meja didepannya, tapi itukan hampir.

"Huang. Zi. Tao."

"Ya, Jiwon-ah…..?,"

"Kau yang menabrakku tadi pagi bukan?,"

"AH! Itu! Sungguh aku minta maaf Jiwon, aku bersungguh- sungguh!,"

"Aku akan maafkan asal belikan aku semangka yang baru."

"Baik, akan aku gantikan, yang merah dan manis bagaimana? Nanti ku-,"

"Sekarang.,"

"apanya yang sekarang?,"

"gantikan semangkaku sekarang!."

"Aku harus beli dimana Jiwon-ah?,"

"Entah, tapi Karena kau aku jadi tidak bisa makan siang."

"ah… gimana kalau kau memakan makan siangku saja? aku rela ko tapi aku juga akan tetap mengganti semangkamu, eotte?,"

"Baiklah ^-^~ aku mauuuuu~ ^-^~~~."

Dengan senyum yang mengembang dan mata yang berbentuk bulan sabit Jiwon mengambil bekal makan siang yang diserahkan oleh Zitao, ia berjalan keluar kelas dengan sedikit loncat- loncat layaknya kelinci.

Oh bukankah Kim Jiwon memang seorang kelinci?.

"Tao!,"

Zitao yang merasa namanya dipanggilpun mengalihkan pandangannya keasal suara tadi, ia tidak tahu siapa tapi apa salahnya memastikan sesuatu?

Dan setelah melihat siapa ZItaopun mengangkat sebelah alisnya sebagai jawaban

'ada-apa'.

"Hari ini kita sekolah setengah hari!," serunya, oh ia adalah Jongin.

"Benarkah?! Kau tahu dari siapa?!," tanyaku sambil memegang erat bahu Jongin,

"Guru matematika peminatanku," jawabnya.

Kamipun langsung berperlukan dan jingkrak- jingkrak layaknya mainan di kotak music /?, ya kami tahu kami seperti orang idiot tapi entahlah, ini tidak seberapa bahkan jika kami saling menatap, kami bisa tertawa terbahak- bahak seperti orang gila.

Tak lama setelah itu terdengar pengumuman yang memberitakan apa yang tadi diberitahu Jongin itu benar,jadi kami bisa langsung pulang setelah ujian ini. Tapi aku tidak bisa langsung pulang, karena harus menggantikan semangka milik Jiwon, yang merah dan MANIS.

.

.

.

Zitao's POV

"Aku Pulaaaang~," seruku sambil melepaskan sepatuku dan menggantinya menjadi sandal rumah,

"Yaa~," jawab seseorang dari ruang tengah, saat kulihat ternyata itu adalah Yifan- Ge, ia sedang menonton sebuah film action, sepertinya.

"Kau nonton apa Ge?," tanyaku sambil duduk disebelahnya,

"Kingsman," jawabnya masih fokus terhadap filmnya yang sedang menayangkan adegan beberapa orang yang saling membunuh di sebuah gereja.

"Oh," seruku sambil menyamankan dudukku,

"kau tahu film-nya?," tanyanya sambil melingkarkan lengan panjangnya kebahuku,

"Tidak," jawabku dengan jujur,

"Tch."

Tanpa sadar aku ikut menonton film itu dengannya, ya walaupun sesekali aku berteriak saat ada adegan yang memang cukup pantas untuk diteriakan.

Difilm itu terdapat adegan si Eggsy sedang menyamar menjadi Harry, seseorang yang dekat dengan Eggsy tapi sudah meninggal ditembak, Eggsy terus berjalan memasuki ruangan itu dan juga ia mulai memerankan perannya dengan baik sampai akhirnya ia mencoba untuk pergi dari ruangan itu, tapi ia dicegat oleh semuanya, maksudnya para penjaga rangan tersebut, iapun mulai aksi baku tembaknya dengan keren, walaupun beberapa kali hampir mengenai wajah tampan nan mulusnya.

"AAARRRGGHH ANDWAE EGGSY! ANDWAE!,"

"EGGSY PALLIWA! CEPAT!,"

"AAARRRGGH BALONNYA ROXY PECAH SATU! AAARRGGHH ROXY!,"

"CEPET JANGAN NGOBROL DULU,"

"HAHAHAHHA KEPALA MEREKA MENJADI KEMBANG API,"

"TIDAAAAAAK!,"

"JANGAN ITU ANAKMU!,"

"EGGSY AWAS!,"

"SHIT, ITU BENERAN 'IN THE ASSHOLE'?!,"

"YEEEE~ filmnya selesai~."

Dan itulah teriakan- teriakkan yang aku keluarkan saat menonton film itu sedangkan Yifan- ge hanya sedikit tersenyum dan juga banyak meringis mendengar teriakanku yang bisa dibilang keras, sangat amat keras.

"Apa kau tidak lelah?," Tanya Yifan-Ge aku hanya bisa menganggukkan kepalaku dan mulai tiduran dipangkuannya,

"tidurlah, nanti akan kubangunkan diwaktunya,"

Aku menganggukan kepalaku dan mulai memejamkan kedua mataku dan menyamankan posisiku.

YIFAN's POV

Melihatnya tertidur dipangkuanku adalah salah satu hal termanis yang pernah ku rasakan , sesekali aku mengelus surai lembutnya dan juga aku tidak bisa melepaskan pandanganku dari bibir mungil merah segarnya yang bergerak- gerak kecil seperti ikan.

Sambil memangkunya tidur, waktu ini kumanfaatkan untuk meneruskan atau juga membuat cerita baru untuk buku terbaruku dengan genre yang jauh menyimpang dari genreku,

Sesekali saat aku kehilangan beberapa inspirasiku aku akan memandang sekitar dan juga memandang sebentar wajah manis Zitao yang masih asik tenggelam didunia mimpinya, dan juga jika ada beberapa adegan romantic dibukuku jelas itu adalah hasil inspirasiku dari memperhatikan wajah ZItao yang tertidur.

ZItao, aku menyayangimu, Sungguh.

Tidak.

Aku mencintaimu.

Sangat.


TBC

What's up? We're 2NE1! /lah

Saya balik sehari sebelum uts, yang utsnya juga besok tgl 5 okt, semangat yaaa! Kurangi dosis fangirl-ing-nya /? *lah

Nah, beberapa adegan diatas diambil dari nime Attack on Titan:Junior High ya, adegan yang tubruk- tubrukkan, terus yang nonton Kingsman itu adalah cara nonton saya sama temen- temen saya. jadi kalau rada familiar noh udah dijelasin.

Maaf kalau aneh, nah terus SAYA JUGA MAU MENGUCAPKAN TERIMA KASIH SEBANYAK- BANYAKNYA YANG UDAH REVIEW PLUS PLUS ALIAS SEKALIAN NYEMANGATIN SAYA, SUMPAHNYA SAYA TERHURAAAA HUWAAAA

TERUS YANG FAV DAN FOLLOW JUGA, MAKASIH BANYAK!

LALAU KALAU ADA SILENT READERS, SAYA JUGA MAU NGUCAPIN MAKASIH!

AKU SAYANG KALIAN SEMUA! *hearteu* *hearteu* *hearteu*

Udah ah, sekian note-nya.

Sekian dari saya,

Byeee~