Baekhyun mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Sebuah hadiah untuk orang yang dicintainya selama tiga tahun ini. Mungkin tidak terlalu spesial, tapi Baekhyun membelinya dengan uangnya sendiri. Dan Baekhyun harap Park Chanyeol suka dengan hadiahnya.
.
.
.
Just A Neighbor
- Chapter 4 -
".. Kris bilang di Praha ada sebuah jembatan yang sangat indah. Dia berjalan menelusuri jembatan itu, lalu melihat seorang wanita yang menunduk melihat sungai di bawah dengan tatapan kosong-"
"Jangan mulai lagi, dasar raja hutan ! Aku di rumah sendiri !"
Kyungsoo memukul kepala Chanyeol kesal. Ia paling takut dengan yang namanya 'hantu wanita' atau apapun orang lain menyebutnya. Alasannya ? Karena sewaktu sekolah dasar ia pernah bermimpi didatangi hantu wanita. Mimpi itu tidak hanya datang sekali. Besok malamnya mimpi yang sama terulang lagi dan lagi, membuat Kyungsoo selalu terbangun tepat jam 2 pagi. Lalu pada suatu malam, saat Kyungsoo lagi-lagi terbangun gara-gara mimpi buruknya, ia mendengar suara rintihan wanita dari langit-langit kamarnya. Wanita itu merintih 'tolongg tolongg' dengan suara yang mengenaskan. Sejak saat itu Kyungsoo menjadi sangat penakut.
Dan saat dirinya menginjak bangku SMP, ia pernah melihat sesosok 'hantu wanita' di perjalanan menuju rumah neneknya. Hantu wanita itu memakai baju merah, rambutnya panjang, matanya melotot-seolah menatap Kyungsoo yang ada di dalam mobil saat itu. Anehnya ayah dan ibu Kyungsoo tidak melihat sosok hantu wanita yang ditunjuk-tunjuk Kyungsoo dengan histeris.
"Kau belum mengembalikan buku ke perpustakaan pusat kan ?" tanya Chanyeol, membuat Kyungsoo menatapnya tidak mengerti. "Belum. Memang kenapa ?"
"Ayo ke perpustakaan pusat sepulang sekolah."
"Bukankah kau latihan ?"
"Tidak. Donghae-hyung memutuskan kalau kami hanya akan latihan tiga kali seminggu saja. Senin, rabu, jum'at. Tambahan Sabtu."
"Oh," Kyungsoo mengangguk. "Baiklah. Kita ke perpustakaan."
"Lalu setelah itu aku mau mengajakmu ke suatu tempat," kata Chanyeol sambil menatap Kyungsoo serius.
Kyungsoo mengerutkan dahi, "kemana ?"
"Ke-"
"PAGI KYUNGIEEE KYUNG KYUNGGGG !" Baekhyun tiba-tiba datang lalu mencubit kedua pipi Kyungsoo sampai pipi sahabatnya itu memerah. Kyungsoo berusaha melepaskan tangan Baekhyun. Baekhyun pun melepas cubitannya dan beralih pada Chanyeol. "Pagi, Chanyeol."
"Pagi Baekhyun," Chanyeol memasang senyumnya seperti biasa. Senyum yang mampu membuat jantung Baekhyun berdebar-debar tak karuan dan wajahnya memanas.
Kyungsoo menatap keduanya bergantian. "Chan, kau bilang mau mengajakku ke suatu tempat. Bisakah kita pergi bersama Baekhyun juga ?"
Baekhyun dan Chanyeol kelihatan terkejut mendengar pertanyaan Kyungsoo. Terkejut dalam arti yang berbeda.
Chanyeol terdiam.
"Chan," suara Kyungsoo terdengar menuntut. Tepatnya memaksa Chanyeol untuk bilang 'iya'.
"Baiklah. Baekhyun boleh ikut," katanya pelan.
Kyungsoo tersenyum senang. Senyum yang benar-benar manis, membuat Chanyeol tak berkedip selama beberapa detik. Baekhyun pun kelihatannya senang, namun ia sangat bingung. "Kemana ? Memang kalian mau pergi kemana ?"
"Entahlah. Chanyeol bilang setelah mengantarku ke perpustakaan dia mau mengajakku ke suatu tempat. Oh ya, memang kau mau mengajakku kemana Chan ?" mata besar Kyungsoo beralih pada Chanyeol. Ia kini penasaran kemana Chanyeol akan membawanya.
"Nanti juga kau tahu," sambil tersenyum lembut Chanyeol mencubit hidung Kyungsoo pelan lalu berjalan pergi.
"Yak ! Park Chanyeol jangan membuatku penasaran ! Hei, kau mau kemana ?! Sebentar lagi bel !" Kyungsoo memanggil-manggilnya. Tapi Chanyeol terus berjalan keluar kelas.
Sementara Baekhyun hanya menatap punggung Chanyeol yang menjauh dengan tatapan sulit diartikan.
.
.
.
Selama pelajaran berlangsung, Kyungsoo sama sekali tak bisa fokus. Ia jadi sangat sangat penasaran kemana Chanyeol akan mengajaknya. Tidak biasanya tetangga jangkungnya itu sok-sokan misterius. Biasanya ia akan langsung bilang mau pergi kemana.
Setelah bel istirahat berbunyi, Kyungsoo buru-buru mencegat Chanyeol yang hendak tidur di mejanya.
"Chan, kau mau mengajakku kemana sebenarnya ? Baekhyun juga tanya kau mau mengajak kami kemana ?"
"Kan sudah kubilang nanti juga kau tahu, cerewet !" Chanyeol memalingkan wajah dari Kyungsoo yang duduk di depannya. Ia berusaha memejamkan matanya dengan kepala yang sudah menempel pada kedua tangannya yang dilipat di atas meja.
"Aku bukannya cerewet !" Kyungsoo tak terima disebut cerewet. Yang biasanya cerewet kan perempuan. "Kau jangan sok-sokan misterius seperti itu ! Dasar jelek !"
"Kau juga jelek !" balas Chanyeol tanpa menatap Kyungsoo.
"Kau lebih jelek !" Kyungsoo kesal. Ia berusaha mencubit lengan Chanyeol. Tapi Chanyeol keburu menengadahkan wajahnya dan menatap Kyungsoo sebal, "Aku tampan dan kau jelek. Titik !" sahutnya.
"Dasar sialan," umpat Kyungsoo. Dengan perasaan dongkol setengah mati, ia beranjak menuju bangkunya sendiri. Awas saja. Ia tak akan bicara pada Park Chanyeol seharian ini !
.
.
.
16.00 p.m
Chanyeol, Kyungsoo dan Baekhyun duduk bersebelahan di kursi paling belakang bis. Mereka sedang menuju perpustakaan pusat kota dimana Kyungsoo sering meminjam novel dari sana. Tentu saja Kyungsoo lebih sering meminjam novel daripada membeli novel. Dia jarang membeli novel.
"Kau harus tahu, Baek. Akhir dari novel ini sangat menyedihkan," cerita Kyungsoo sambil menunjukkan novel berjudul 'Tears in Heaven' yang akan dikembalikannya. "Si tokoh utama mati demi orang yang dicintainya. Padahal orang yang dicintainya mencintai orang lain dan mereka hampir menikah. Lalu orang itu-"
"Aku bersedia mati untukmu," sela Chanyeol sambil tersenyum-senyum menatap Kyungsoo di sebelahnya. Baekhyun hanya tersenyum tipis mengamati Chanyeol.
Kyungsoo memutar bola matanya, "lalu orang itu sadar selama ini dia tidak benar-benar mencintai orang yang akan dinikahinya itu. Dia menyadari dia menyayangi si orang yang mati ini. Dia pun menyesal sekali karena mengabaikan orang yang benar-benar tulus mencintainya."
"Orang yang mati itu pasti jadi hantu."
"Iya, aku juga yakin orang yang mati demi orang yang dia cintai itu pasti bakal menggentayangi orang yang dicintainya seumur hidup," timpal Baekhyun-setuju dengan perkataan Chanyeol.
"Baek, kumohon jangan ikut-ikutan."
Baekhyun hanya tertawa.
Beberapa puluh menit kemudian, mereka sampai di perpustakaan pusat. Kyungsoo langsung menarik Baekhyun ke rak novel romantis-favoritnya. Sementara Chanyeol hanya mengikuti kedua namja itu di belakang sambil menguap. Sejujurnya ia benci tempat semacam perpustakaan. Dimana sejauh mata memandang hanya ada buku, buku dan buku.
"Jerapah ! Ambilkan aku novel yang itu !" Kyungsoo tahu-tahu menarik lengan Chanyeol sambil menunjuk-nunjuk sebuah novel yang berada di rak paling atas.
Chanyeol mendesah, "yang mana ?" tanyanya malas.
"Itu-itu yang putih, bodoh !" sahut Kyungsoo sambil menunjuk novel berukuran agak tebal di antara novel berhardcover kuning dan coklat. Chanyeol memanyunkan bibirnya, tapi tetap menjulurkan tangannya untuk mengambil novel yang ditunjuk Kyungsoo itu.
"Kalau minta tolong, minta tolonglah yang benar. Tidak tahu terima kasih sekali," gerutu Chanyeol saat Kyungsoo langsung merebut novel yang baru diambilnya dan sekarang asyik membuka-buka novel itu.
Kyungsoo hanya menggumam tidak jelas. Chanyeol pun mengalihkan perhatiannya pada Baekhyun yang tengah mencari-cari novel yang menurutnya menarik. Tangannya menelusuri setiap buku di rak novel itu.
"Novel seperti apa yang kau sukai ?" tanya Chanyeol setelah berada tepat di sebelah Baekhyun. Baekhyun terlihat agak terkejut melihat Chanyeol yang berada begitu dekat dengannya.
"Kau tidak suka novel romance seperti Kyungsoo ?" tanya Chanyeol lagi.
Baekhyun menggeleng. "Aku suka semua jenis novel. Hanya saja aku lebih suka yang bertema adventure atau horror."
"Wah, berbanding terbalik dengan seseorang yang kukenal," sindir Chanyeol dengan suara sengaja dikeraskan-mengetahui Kyungsoo paling benci semua hal yang berbau horror . Kyungsoo sedikit mendelik ke arahnya, namun Chanyeol tetap melanjutkan, "aku juga suka film horror. Kapan-kapan kita harus nonton film horror bersama. Aku bosan selalu nonton film romance atau komedi dengan si penakut itu."
Baekhyun menatap Chanyeol. Senang ? Tentu saja ! Chanyeol mengajaknya nonton bersama ! Dengan gembira, Baekhyun kembali mencari novel yang disukainya sampai ke rak sebelah-meninggalkan Kyungsoo dan Chanyeol di rak novel romance berdua.
"Bicara sekali lagi aku tidak akan memasakkan makan malam untukmu jerapah," tukas Kyungsoo sambil memelototi Chanyeol.
"Yahhhh," Chanyeol menghampiri Kyungsoo. Namja bertubuh tinggi itu mengulurkan tangannya ke rak buku-menahan Kyungsoo di depannya agar tidak kemana-mana. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo yang terpojok karena punggungnya sudah menabrak rak buku di belakangnya. Kyungsoo menahan napasnya ketika wajah Chanyeol berjarak-hanya sekitar satu senti dari wajahnya. Wajah Kyungsoo langsung memanas sampai ke kuping-kuping. Jantungnya berdentum-dentum. Ia sampai takut Chanyeol akan mendengar degup jantungnya yang tak karuan.
Deru napas Chanyeol membuat Kyungsoo makin tak tenang. Chanyeol mengamatinya lekat-lekat.
"Chan aku-"
"Bibirmu basah Kyung," kata Chanyeol. "Aku ingin mencobanya."
"J-jangan," lirih Kyungsoo. Tak kuasa menatap Chanyeol di depannya. Lututnya serasa lemas. Kyungsoo merasa ia seperti mau pingsan. Ia sangat berharap ada penjaga perpustakaan atau siapapun yang memergoki Chanyeol dan memarahinya habis-habisan karena berbuat mesum pada anak di bawah umur (?).
"Tapi aku mau," Chanyeol menyentuh bibir Kyungsoo dengan jarinya. Kyungsoo berusaha menggigit bibirnya-ia tak akan memberikan celah sedikitpun !
"C-Chan," Kyungsoo kembali berusaha menyadarkan Chanyeol ketika pria itu makin mendekatkan bibirnya pada bibir Kyungsoo.
Cup.
Akhirnya bibir Chanyeol berhasil menyentuh bibir Kyungsoo. Chanyeol mengecup bibir itu, berusaha membuat si pemilik mata besar itu membuka mulutnya. Tapi Kyungsoo tetap pada pertahanannya. Ia mengunci bibirnya rapat-rapat. Chanyeol menghisap bagian atas bibir tetangganya itu. Dan saat itulah Kyungsoo membuka bibirnya, memberikan akses bagi Chanyeol untuk memasukkan lidahnya.
Kyungsoo dengan kalap cepat-cepat berusaha melepaskan pagutan Chanyeol pada bibirnya. Chanyeol tak lama kemudian melepas ciumannya.
"Apa yang kau lakukan ?" lirih Kyungsoo sambil menggigit bibirnya yang merah dan sedikit bengkak. Ia menatap Chanyeol. Marah, sedih-semua bercampur. Wajah Kyungsoo yang sudah memerah makin memerah lagi karena marah.
"Menciummu," kata Chanyeol singkat. Ia kembali berusaha mencium Kyungsoo, tapi Kyungsoo menginjak sepatunya.
"Dasar idiot !" dengan sangat amat kesal sekaligus malu, Kyungsoo pergi meninggalkan Chanyeol.
.
.
.
Do Kyungsoo
Habiskan waktumu dengan chanyeol, aku pulang.
Alis Baekhyun bertautan membaca pesan yang baru diterimanya itu. Apa-apaan sih Kyungsoo ? Tadi dia bilang cuma mau ke toilet, tapi tiba-tiba mengirim pesan kalau ia pulang.
Apa yang terjadi padanya sih ?
Wajahnya tadi merah sekali-Baekhyun lihat dengan jelas. Bahkan Baekhyun berani bersumpah, kalau Kyungsoo tadi menggigit bibirnya sampai sedikit berdarah sebelum bilang mau ke toilet.
"Chanyeol," panggil Baekhyun ragu pada namja bertubuh tinggi yang sedang melamun di sebelahnya.
Ya, Park Chanyeol melamun-menatap novel yang tadi Kyungsoo ceritakan : 'Tears in Heaven.' Ia tidak membaca buku itu. Hanya mengamatinya.
"Chanyeol," panggil Baekhyun dengan sedikit lebih keras kali ini.
Barulah Chanyeol menoleh. "Hm ?"
"Kyungsoo bilang dia pulang."
"Sudah kuduga."
"Apa ?" tanya Baekhyun mendengar gumaman Chanyeol yang tak begitu jelas terdengar di telinganya.
Chanyeol menggeleng, "tidak. Bukan apa-apa. Kau mau langsung pulang ?"
"Emm .. bukankah kau mau mengajakku dan Kyungsoo ke suatu tempat ?"
"Hm ?"
"Bisakah kau membawaku ke sana ? Ada sesuatu yang mau aku berikan padamu."
.
.
.
Begitu sampai rumah, Kyungsoo langsung menghambur ke kasur empuknya dan membenamkan kepalanya ke atas bantal. Ia tidak peduli ia masih pakai baju seragam. Ia tidak peduli badannya bisa saja mengotori kasur. Yang pasti ia sangat-super-malu.
Yang benar saja, ciuman pertamanya direbut oleh si raja hutan jelek tiang listrik sok pintar idiot menyebalkan bau keringat-arrgh ! Pokoknya Kyungsoo benci Park Chanyeol !
Ia tidak bisa melupakan saat bibir Chanyeol mengenai bibirnya lalu menghisapnya pelan ... Sial, sial, sial. Wajah Kyungsoo langsung merah padam. Apalagi saat bibirnya tak sengaja mengenai permukaan bantal.
"DASAR PARK CHANYEOL SIALAN !" makinya sambil menendang-nendang apapun yang ada di sekitar kakinya.
.
.
.
"Jadi kau mau mengajak Kyungsoo kesini ?" Baekhyun memandang sekelilingnya dengan takjub. Chanyeol mengajaknya ke sebuah toko jam yang benar-benar besar. Semua jenis jam ada di sana. Ada jam dinding, jam beker, jam tangan dengan berbagai mode, bentuk dan warna yang menarik.
Chanyeol mengangguk. "Tadinya. Aku mau membelikannya jam untuk kamarnya."
"Wahhhh," Baekhyun masih terkagum-kagum melihat jam tangan di dalam sebuah etalase kaca. Jam tangan itu kesemuanya dilapisi berlian. Pastilah harganya sangat mahal.
Melihat Baekhyun yang mulai sibuk mengamati jam tangan satu persatu, Chanyeol pun merogoh ponsel di saku celananya dan menelpon seseorang. Siapa lagi kalau bukan Kyungsoo.
Tidak diangkat.
Chanyeol berusaha meneleponnya lagi, namun kali ini Kyungsoo me-reject panggilannya.
Tanpa sadar Chanyeol berdecak. Kenapa sih, Kyungsoo marah hanya karena satu ciuman ? Chanyeol tak habis pikir. Apa salahnya berciuman ?
"Chanyeol !" pekik Baekhyun, membuat Chanyeol menghampirinya. "Lihat jam tangan couple ini ! Wahhh lucu sekaliii !" jari lentiknya menunjuk jam tangan berwarna kuning dan hitam yang berjajar. Jam tangan itu memang lucu. Jam tangan model besar dengan angka-angka yang juga besar. Baekhyun berandai-andai seandainya ia bisa memakainya berdua dengan Chanyeol.
"Kau mau ?" tanya Chanyeol. Baekhyun mengangguk cepat. Chanyeol pun memanggil petugas terdekat dan meminta kedua jam tangan itu dibungkus, membuat Baekhyun melotot tak percaya.
"Kau membelinya ?! Harganya cukup mahal tahu !"
"Tidak apa. Kau bisa memakainya ber-couple dengan Kyungsoo."
"Ah, benarkah ?!" Mata Baekhyun kini berbinar kegirangan. Pasti menyenangkan kalau ber-couple dengan Kyungsoo. Ia yang kuning dan Kyungsoo yang hitam. Eh atau ia yang hitam atau Kyungsoo yang kuning ya ?
"Kau yang hitam dan Kyungsoo yang kuning," kata Chanyeol-seolah bisa membaca pikiran Baekhyun. Baekhyun pun mengangguk-angguk, "oke !"
.
.
.
TBC
