Happy Ied all ! maapin segala kesalahan ciymii yaa ^^
Ciymii bertekat untuk menyelesaikan fict ini sebelum hiatus sampai liburan panjang berikutnya (Desember)
So , ciymii harus kejar bener. Sampai-sampai siang-siang panas mesti ngetik fict ini.
C E G I D O T !
CT belongs to Kak Yoichi
TWINS belongs to Chappy Ruki Oguri
==Good reading==
Semilir angin musim panas di pagi hari menunjukkan kekhasannya. Matahari negeri Sakura hari ke dua musim panas juga tak kalah ingin menghangatkan penduduk bumi yang kini sudah berkumpul di tanah Shizuoka untuk memulai aktivitas pertama di negeri Sakura ini.
"Selamat pagiiiiii Jepaaaang!"
"Selamat pagiiiiii Shizuokaaaa!"
Sapaan selamat pagi kini terdengar dari setiap sudut lokasi per-camping-an.
"Bagaimana tidurmu semalam Yuki?" sapa Ale kepada teman satu kamar yang masih dia kira Yuki.
Hana , orang yang dikira bernama Yuki kini tengah asyik menghirup dalam-dalam udara segar khas Jepang yang tidak pernah ia rasakan. Senyum hangat membayangkan sosok ibu yang sangat ia rindukan bercampur dengan aroma musim panas.
Hana: Seandainya aku di sini bisa menikmati liburan musim panas bersama ayah dan juga ibu. Pasti akan sangat menyenangkan. Ibu di mana sekarang? Hana benar-benar rindu ibu.
Tanpa dipinta oleh sang empunya diri , cairan asin mengalir begitu saja dari mata coklat sang gadis tomboy.
"Kau kenapa Yuki?"
Sadar bahwa dirinya diperhatikan , segera ia cepat-cepat menghapus air matanya.
"Ah..tidak apa-apa kok. Hehe" jawabnya.
"Aneh!"
Barcelona , Spanyol
Landing pesawat dari Prancis kini telah sempurna memasuki bandara Internasional Barcelona. Seorang designer muda yang memilih menetap di Paris kini tengah berada di Barcelona untuk menghadiri undangan fashion designer terkenal yang diadakan club fashion designer. Entah kenapa dia bisa diundang. Padahal Sanae sendiri tidak ernah menganggap dirinya adalah salah satu fashion designer kelas dunia seperti yang orang-orang sebut pada dirinya. Kecintaannya pada dunia fashion memang besar. Tapi berlebihan jika dia lebih memilih melanglang buana hingga ke berbagai negara untuk memamerkan hasil designnya yang bisa dibilang apik dan sempurna. Tetap saja baginya Yuki dan ayahnyalah yang nomor satu. Baru kali ini saja dia mau menghadiri pertemuan designer kelas dunia yang memang sebelumnya ia tidak pernah hadir. Ini juga karena Yuki sedang mengikuti Summer Camp di Jepang . jadi dia bisa pergi dengan tenang dengan tetap sesekali menelpon rumah di Paris dan anaknya di Jepang.
"Yukari , jam berapa acaranya ?" Tanya Sanae kepada asisten yang selalu ikut kemanapun ia pergi.
"Baru besok kok acaranya. Tenang saja. Setelah ini kau istirahat saja dulu di hotel. Siapkan tenagamu untuk berdiri selam tiga jam besok. Hihi."
"Oh..baiklah..kau tahu saja punggungku sudah berteriak histeris minta segera diistirahatkan."
Asisten Sanae , Yukari memang tahu benar apa yang dibutuhkan oleh bossnya satu ini. Bekerja selama 8 tahun dengan Sanae memang membuatnya mengerti betul karakter Sanae baik dari kepribadian , keluarga , bahkan tentang Tsubasa pun ia tahu. Sanae sudah sangat percaya padanya sampai-sampai tidak mempertimbangkan logika jika harus berkeluh kesah pada gadis berumur 26 tahun itu.
C
R
O
Sesampainya di hotel Sanae langsung mengehmpaskan tubuhnya ke kasur ukuran semi king size di hotel bintang lima yang sebulan sebelumnya telah dipesan oleh asistennya. Namun, sebelum memejamkan mata Sanae baru ingat kalau belum menghubungi anaknya Yuki di Jepang. Dengan cepat ia menekan nomor Summer Camp yang sudah dia simpan di ponselnya.
"Ibuuuuuuuuuuuu…." Suara diseberang sudah duluan menyapa Sanae.
"iyaa sayang. Apa kau senang di sana?"
"Ah..ibu..kenapa baru menelpon sih?"
"hehe..maaf ya sayang.. bagaimana kau senang kan?"
"Iyaaa…aku senaaang sekalii bu. Kenapa ibu tidak mengajakku ke sini dari dulu sih?"
"haha..maaf ya."
"Ibu, ayah di Jepang tidak ya?"
Eh? Sontak Sanae kaget mendengar pertanyaan dari anaknya. Namun dengan lembut menanggapi pertanyaan sang anak.
"Memangnya kenapa?"
"Yaa..mungkin saja Yuki bisa bertemu dengan ayah di sini."
"Sepertinya ayahmu tidak di Jepang sekarang."
"Eh, darimana ibu tahu?"
"Hanya menebak sayang. Sudahlah kapan-kapan kalau ada waktu ibu bawa ke ayahmu. Sepertinya kau rindu sekali melebihi rindumu pada ibumu yang cantik ini."
"Hah? Benarkah? Asyiiik! Setelah pulang dari sini aku ingin bertemu dengan ayah!."
"Setelah ibu selesai dengan urusan di Barcelona."
"Ibu di Barcelona sekarang?"
"Iya..kau di Jepang , ibu di Barcelona."
"Aah..ibu curang!"
"Siapa yang curang? Kau yang meminta pergi berlibur ke Jepang kan?"
"Iya sih.. eh Bu, acaranya sudah mau dimulai. Sudah ya. Nanti ibu telpon aku lagi ya? I love you ibu! Muach"
"Iya sayang..have a nice holiday ya.."
Percakapan antara ibu dan anak itu akhirnya berakhir. Entah kenapa Sanae menjanjikan suatu hal yang belum tentu ia penuhi. Tsubasa di mana saja dia tidak tahu. Tidak terlalu mmengikuti sepakbola sih jadi tidak tahu. Matilah saja jika nanti Yuki memarahinya habis-habis an jika janji bertemu ayahnya tidak dipenuhi. Kini sang pemilik Kristal coklat tak mau ambil pusing. Nanti juga Yuki mengerti kenapa janjinya tidak bisa ia penuhi. Lebih baik dia istirahatkan saja dulu badannya yang sudah mulai terasa tidak enak. Toh besok dia harus berdiri selama tiga jam untuk menghadiri acara fashion designer terkenal.
C
R
O
"Selamat datang di Barcelona , Tuan Ozora. Saya harap perjalanan udara Anda menyenangkan." Sapa seorang manager tim kesebelasan Catalunya kepada calon pemainnya yang baru saja landing dari Brazil sambil mengulurkan tangannya.
"Terima kasih." Jawab Tsubasa sembari menjabat uluran tangannya kepada sang manajer tim Catalunya.
Tsubasa Ozora , pemain asal Jepang kini tengah berasa di Barcelona karena tawaran menjadi pemain Catalunya. Setelah cukup menekuni cukup lama bergabung dengan tim kesebelasan Sao Paulo kini ia mulai melirik tim kesebelasan Eropa dan beruntung dia mendapat tawaran dari tim sepak bola nomor satu di Spanyol.
Kini ia tengah dalam perjalanan menuju hotel bintang lima yang akan ia tempati selama di Barcelona.
"Sebaiknya Anda hari ini istirahat dulu. Besok baru kita berkeliling ke tempat latihan tim Catalunya."
Tsubasa hanya menanggapi pernyataan sang manager dengan senyuman. Sebenarnya ia ingin langsung melihat lapangan yang biasa dijadikan tempat latihan tim kesebelasan Catalunya , tapi tidak apalah toh hari sudah sore menjelang malam.
Kini mereka telah sampai di hotel berbintang lima itu. Tiba-tiba ponsel milik sang manager berbunyi dan dia meminta ijin Tsubasa untuk mengangkatnya terlebih dahulu.
"Silakan diangkat." Katanya sambil tersenyum.
"Terima kasih .. hallo.."
Tsubasa memandang kagum hotel bintang lima yang ia pijaki sekarang. Sungguh sang pemilik hotel pastilah memikirkan arsitekturnya sehingga membuat tamu-tamu di hotel ini berdecak kagum. Tanpa disengaja dia melihat sosok wanita berambut coklat yang ia rasa kenal siapa. Tsubasa mengernyitkan dahinya dan berfikir keras mengingat sosok wanita yang kini tengah berjalan memasuki lift. Ah ya! Itu.. .
"Mohon maaf tuan Ozora menunggu lama. Saya akan tunjukkan di mana kamar Anda."
"Ah..iya ! terima kasih." Buyar sudah ingatan tentang sosok wanita yang masuk ke lift tadi. Beruntungnya ia sudah yahu siapa wanita yang baru menutup pintu lift.
Tsubasa : Yang tadi itu..benarkah dia ? tapi.. apa yang dia lakukan di sini?
Kini ia telah sampai di depan kamarnya . Kamar 1006 . Hotel ini begitu besar , tak heran kamar hotelnya hingga ribuan .
"Ini kamar Anda. Besok saya akan jemput Anda jam 8 pagi. Selamat istirahat."
"Terima kasih banyak."
Sang manager pergi meninggalkan Tsubasa. Ia hempaskan tubuhnya di kasur ukuran king size di kamar hotelnya. Rasanya benar-benar melelahkan. Ia pejamkan matanya . namun ia malah teringat sosok wanita yang ia lihat di lobi hotel yang sedang memasuki lift.
Tsubasa : Sanae… benarkah itu kau ?
TBC
-ciymii's curcol-
Yosh! Di chapter ini lebih ke Sanae Tsubasa yang sama-sama ke Barcelona. Mungkin bisa ketemu , mungkin bisa enggak. Haha. Enaknya ketemu gag yaaa ? *wkwkwkwk*
Untuk next chapter ciymii gag masuk banyak cingcong langsung ke intinya ajee biar nii fict bisa segera kelar sebelum ciymii hiatus sampai libur panjang berikutnya.
Nah biar ciymii makin semangat , ciymii minta REVIEW yee biar makin semangat ngelarin ini fict.
Thank youuu :D
