Namjoon duduk di samping Yongguk seperti biasa, dirinya sempat bertanya dimana ayahnya pada seorang maid dan hanya mengangguk singkat ketika tahu bahwa ayahnya sedang jalan-jalan pagi bersama Seokjin

" kau mengambil alih daerah selatan? "

Namjoon hanya mengangguk lalu menuangkan susu ke dalam mangkuk berisi sereal

" tanpa memberitahuku? "

Namjoon mengangkat wajahnya dan menatap Yongguk " apa itu penting? Kau saja bebas membangun dinastimu sendiri "

Yongguk mendecih " kau tidak akan bisa mengalahkanku bocah, tidak akan pernah "

" jangan sombong sepupuku, semua itu akan berubah. Bersiaplah untuk kutendang dari posisimu sekarang "

Yongguk menggeram sesaat lalu kembali tersenyum " kita lihat saja, Kim Namjoon. Tapi satu yang harus kau ingat jika aku tidak pernah kalah dari siapapun apalagi bocah sepertimu "

Namjoon terkekeh " aku suka rasa percaya dirimu "

" hai " sapa Jihoo dari ujung ruangan, yakuza Jepang itu melangkah mendekati Yongguk dan Namjoon yang saling melempar pandangan membunuh

Namjoon hanya tersenyum sedikit menanggapi Jihoo sedangkan Yongguk terlihat lebih akrab dengan namja yang sebentar lagi menjadi suami Seokjin itu

" apa Jinnie dan appa belum juga kembali? " tanya Jihoo sembari menatap ponselnya

" samchon menyukai udara segar di taman kompleks perumahan ini "

" kalian semua sudah berkumpul? "

Ketiga namja itu menoleh dan langsung bangkit dari kursi mereka

" selamat pagi " ketiganya membungkuk kompak

Seokjin tersenyum lalu mendorong kursi roda ayahnya ke meja makan " duduklah "

" selamat pagi princess " ujar Jihoo lalu mengecup punggung tangan Seokjin, Namjoon berusaha untuk tidak melempar mangkuk ke wajah tampan Jihoo

" kapan kalian akan melihat desain undangannya? "

" hari ini appa. Aku juga sudah menulis daftar siapa saja yang harus kuundang "

" sudah masukkan beberapa teman lama appa? Mereka harus tahu jika putri appa akan menikah "

Seokjin menahan tawanya, terkadang ayahnya bertingkah seperti anak kecil

" tentu saja appa, aku juga mengundang teman-teman Namjoon dan juga- " Seokjin menggigit bibir bawahnya sebelum lanjut berbicara " teman-teman Yongguk oppa "

" kurasa persiapannya sudah hampir selesai "

Seokjin mengangguk " nde oppa "

" Namjoon-ah, apa hari ini kau sibuk? "

Pertanyaan tuan Kim spontan membuat Namjoon sedikit terkejut

" ah? Tidak. ada apa? "

Tuan Kim meminum tehnya sebelum berbicara " temani appa ke makam eomma "

Namjoon meremas sendoknya dan mengangguk canggung " nde appa "

Yongguk hanya menyeringai tipis dan menaikkan sebelah alisnya ketika Seokjin menatapnya sementara Jihoo menatap Renji yang berdiri di sudut ruangan, orang kepercayaan Jihoo itu mengangguk singkat

" lakukan hari ini dan aku ingin menerima hasilnya secepatnya " ujar Namjoon pada Jamyung yang sedang dihubunginya setelah sarapan

.

" apa aku boleh duduk disini? " tanya seorang namja dengan bahasa Korea yang terdengar aneh pada Youngjae yang sedang membaca novel sembari meminum latte

Youngjae mendongak dan tersenyum pada namja yang memiliki wajah serupa tokoh komik, matanya melihat ke seluruh kafe yang ternyata penuh, sebenarnya Youngjae ragu karena dia tidak datang sendiri ke tempat ini. Youngjae datang bersama Daehyun karena kekasihnya itu mengajak untuk sarapan bersama namun namja itu sedang pergi ke toilet

" jika kau keberatan tidak apa-apa, aku akan mencari tempat lain " ujar namja itu lalu kembali mengedarkan pandangan, mencoba mencari tempat yang kosong, melihat itu Youngjae merasa sedikit kasihan lagipula mereka akan meninggalkan tempat ini sekembalinya Daehyun dari toilet

" tidak, duduklah "

" terima kasih " ujar namja itu lalu meletakkan nampan berisi secangkir kopi dan sepiring donat

Youngjae lanjut membaca novelnya sementara namja itu menyeruput kopinya pelan

" maaf, boleh aku bertanya sesuatu? "

Youngjae kembali mengangkat wajahnya " tentu "

" aku ingin pergi ke Museum Teddy Bear yang terkenal itu, apa tempat itu masih jauh dari sini? "

" tidak, hanya 20 menit "

" apa aku harus memakai taksi kesana? "

Youngjae menggeleng " ada halte di ujung jalan ini, bis yang singgah ke halte itu selalu melewati museum yang kau katakan "

" arigatou gozaimashu " ujar namja itu penuh semangat

Youngjae terkekeh " sudah kuduga kau bukan orang Korea, apa kau kesini untuk berlibur? "

" ya, aku berasal dari Jepang. Perkenalkan namaku Akira Matsumoto. Senang bertemu denganmu "

" Yoo Youngjae, aku juga senang bertemu denganmu " mereka hanya saling melempar senyum

" siapa dia? " tanya Daehyun yang baru saja kembali, wajahnya terlihat tidak senang

" namanya Akira, dia datang kesini untuk- " belum selesai Youngjae berbicara, Daehyun langsung menariknya untuk berdiri. Dengan cepat Daehyun memasukkan novel dan ponsel Youngjae ke dalam tas

" jangan berbicara dengan orang asing jika tidak ada aku " ujarnya sembari berjalan keluar, Youngjae melempas tatapan maaf pada Akira yang terlihat salah tingkah

" tidak seharusnya oppa seperti itu "

Daehyun yang baru saja masuk ke dalam mobil pun menatap Youngjae " dia itu orang asing Jae-ie, bisa saja dia memiliki niat jahat padamu "

Youngjae berdecak membuat Daehyun mengecup dahinya " aku melakukannya karena aku sayang padamu, aku tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi padamu Jae-ie "

Youngjae hanya mendesah pelan sembari mengangguk

" sekarang aku akan mengantarmu pulang "

.

Seunghoon tersenyum pada pelayan yang baru saja lewat, mata sipitnya menatap ke arah pintu bercat putih itu. menghembuskan napas kasar karena namja yang menghubunginya untuk datang kesini belum juga muncul. Berselang 15 menit dan membuat Seunghoon hampir saja meninggalkan sofa berlapis beludru itu, pintu bercat putih pun terbuka menampakkan namja yang tetap tampan meski sudah berusia lebih dari setengah abad

" apa kau menunggu lama? "

Seunghoon memutar bola matanya " 40 menit itu waktu yang cukup lama appa "

Namja yang berstatus ayah Seunghoon itu terkekeh " maaf, appa sedang sibuk di dalam sana "

" terserah, ada apa memanggilku kesini? "

Lee Junki duduk di hadapan Seunghoon " ayah rasa sekarang saatnya kau menggantikan posisi ayah "

Sebelah alis Seunghoon terangkat " appa yakin? "

Namja itu mengangguk " tentu saja, tidak usah terkejut seperti itu bukankah cepat atau lambat organisasi ini memang akan jatuh ke tanganmu? Kau itu anak tunggal Hoon-ah, jangan bersikap seolah kau memiliki saudara dan saingan berat disini "

Seunghoon terkekeh " baiklah, jadi kapan aku resmi menjadi pemimpin organisasi? Butuh pesta yang besar untuk itu "

" akhir minggu ini, bagaimana? Satu hari setelah kita menghadiri acara pernikahan putri Kim Gura "

" deal "

" oh, bagaimana dengan Youngjae? Sudah lama appa tidak melihatnya "

Seunghoon terbatuk sebentar " hubungan kami sudah berakhir "

" eh? Kenapa? "

" entahlah, aku yang mengakhirinya "

" padahal dia sangat manis dan lucu, tak apa Hoon-ah dengan status barumu kau bisa mendapatkan yeoja yang lebih baik darinya "

.

Yongguk menghempas tubuhnya ke sofa sembari mengumpat membuat kening Himchan berkerut " ada apa Gukkie? "

" Namjoon "

Himchan berjalan mendekati Yongguk dan duduk di samping kekasihnya itu " apa sesuatu terjadi? "

" dia sudah mengambil alih bagian selatan tanpa kuketahui "

" eh? Bagaimana bisa? "

" sepertinya aku harus bergerak cepat Channie "

Himchan mengecup ujung hidung Yongguk " just do it "

Yongguk meraup bibir Himchan dan melumatnya penuh nafsu, dirangkul pinggang yeoja kesayangannya tersebut dan langsung menarik kasar hingga Himchan terjatuh tepat di atas tubuh Yongguk

Himchan mendesah ketika lidah Yongguk mulai turun ke leher dan menjilatnya di sana, sesekali Yongguk menggigit leher putih jenjang tersebut hingga Himchan meremas surai hitamnya

Himchan yang sudah dikuasai nafsu akibat permainan lidah Yongguk pun mendorong tubuh mereka agar berjauhan, tatapan nakal dari mata sipit Himchan membuat Yongguk tertawa

" berhentilah bermain-main " dengan cepat Himchan menarik dan menurunkan celana jins Yongguk lalu melakukan sesuatu yang membuat Yongguk menggeram tertahan

.

Hoseok bersandar di samping ranjang dan mulai menyesap lintingan kertas berisi ganja tersebut. Dilirik Taehyung yang tertidur pulas berbalut selimut putih yang menutupi tubuh telanjangnya. Hoseok tersenyum bangga saat melihat tanda kebiruan di leher putih jenjang Taehyung

Saat dirinya mulai merasakan efek dari bendda perusak tubuh tersebut, Hoseok pun kembali ke ranjang dan membangunkan Taehyung untuk melanjutkan kegiatan mereka yang sempat tertunda karena Hoseok tiba-tiba saja sakau

" Tae-hh " desah Hoseok tepat di telinga Taehyung

" enggh.. aku lelah oppa " Taehyung mendorong dada Hoseok yang terus saja menghimpitnya

Plakk.. " berani menolakku? "

Mata Taehyung terbuka dan dia menggeleng cepat " tidak oppa, aku hanya- "

" berhenti berbicara, aku akan menghukummu "

Dan selanjutnya Taehyung merasakan sakit dan nikmat secara bersamaan karena Hoseok 'bermain' lebih kasar dari sebelumnya. Mereka berhenti ketika Taehyung pingsan untuk yang kedua kalinya

" gomawo sweetie " Hoseok mengecup kening Taehyung lalu beranjak menuju kamar mandi lalu pergi meninggalkan Taehyung di kamar hotel

.

Yoongi mengangguk tanda mengerti saat pengacara ayahnya memberitahu tentang rincian warisan yang akan diterima Yoongi

" aku ingin kau menjual rumah yang berada di Las Vegas dan Madrid, aku butuh modal yang besar untuk memulai bisnisku "

" maaf tuan, untuk sekarang anda belum memiliki hak untuk menjual tempat itu, anda harus- "

" meminta persetujuan ayahku atau menunggunya mati? "

Pengacara tersebut menelan kasar air liurnya, aura Yoongi terlalu tajam dan menekan " anda harus mendapat persetujuan dari ayah anda terlebih dahulu "

Yoongi mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor yang di beri nama MONSTER tersebut

" ada apa? " suara lembut di seberang membuat Yoongi ingin melempar ponselnya

" aku ingin rumah di Las Vegas dan Madrid dijual "

" tapi Yoongi- "

" aku tidak peduli berapa pelacur yang kau simpan disana, sekarang hubungi pengacaramu yang brengsek ini sebelum aku menanganinya sendiri "

" baiklah sayang "

Yoongi menyeringai lalu meletakkan ponselnya ke atas meja. Tidak butuh waktu lama untuk mendengar dering ponsel sang pengacara serta penyataan bahwa namja yang sedari tadi terlihat gugup itu bahwa dia akan menjual secepatnya rumah mewah yang berada di Las Vegas dan Madrid tersebut

Yoongi berbalik menatap langit biru cerah dengan awan yang terlihat jarang, cuaca yang cocok untuk berjalan-jalan dan minum kopi. Sekelebat bayangan masa lalu pun muncul dan membuat Yoongi menutup matanya rapat, tidak akan dibiarkan air matanya jatuh

.

Namjoon mendorong pelan kursi roda ayahnya menuju makam mendiang ibunya, dia juga membantu ayahnya meletakkan seikat bunga di atas makam

" appa ingin kau terus mempertahankan prestasimu sekarang Namjoon-ah. Awalnya appa berpikir kau tidak memiliki ketertarikan di dunia bisnis appa namun ternyata kau menunjukkan kemajuan yang cukup bagus "

" terima kasih appa "

Tuan Kim menarik napas sejenak " appa juga ingin agar kita tidak lagi bertingkah canggung, appa tahu ini semua adalah salah appa dan appa minta maaf untuk itu "

" tidak appa, aku yang salah. Tidak seharusnya aku menjadi canggung saat sedang bersama appa " Namjoon meletakkan kedua tangannya di atas pundak tuan Kim

" awasi Yongguk, appa merasa dia sudah banyak berubah sekarang "

" baik appa "

Tuan Kim menggenggam hangat tangan Namjoon yang berada di pundaknya

" kau harus tahu seperti apapun kondisimu kau tetaplah putra kebanggaan appa. Kau belum pernah mengecewakan appa selama ini dan appa harap kau tidak pernah mengecewakan appa "

" tentu saja appa, aku akan berusaha "

" lalu kapan kau akan mengenalkan appa pada Jimin? "

Namjoon terbatuk sebentar " pada acara pernikahan noona nanti, aku akan datang bersama Jimin "

" appa sudah melihatnya dan appa menyukainya, dia terlihat manis, lembut dan terlihat menyayangimu Namjoon-ah "

" begitulah appa, aku juga menyayanginya "

" lindungilah Seokjin, Jimin dan orang-orang yang sedang berjuang dan berada di pihakmu, mereka adalah hartamu yang paling berharga "

" tentu appa, bagaimana jika kita pulang sekarang? udara sudah semakin dingin dan tidak baik untuk kesehatan appa "

Tuan Kim hanya mengangguk. Namjoon pun memutar kursi roda ayahnya dan mendorongnya pelan. Dalam hatinya dia merasa sangat senang bisa merasakan hal yang selama ini dirasakan Seokjin dan Namjoon berjanji akan menuruti semua permintaan ayahnya

.

Yoongi melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata meski jalanan cukup ramai, dia mengambil ponselnya dan menghubungi Hoseok

" ada apa? " suara berat Hoseok mengindikasikan dua hal, dia baru saja bangun tidur atau selesai mandi

" kau sibuk? Aku ingin bertemu "

" dimana? "

" rumahmu, ini mengenai bisnis yang akan kujalani bersama Namjoon. Kuharap kau juga ikut Hoseok-ah "

" baiklah " PIP

Dan Yoongi menginjak pedalnya lebih dalam lagi sehingga membuat mobilnya melesat seperti peluru

.

" beristirahatlah appa. Aku pergi dulu "

Tuan Kim mengangguk dan mengawasi kepergian Namjoon dari cermin besar di hadapannya

" hati-hati Namjoon-ah " bisiknya

Namjoon menggeser slide ponsel dan mendapati satu pesan dari Yoongi 15 menit yang lalu

From : Yoongi

Kau sibuk? Datanglah ke rumah Hoseok. Aku ingin membicarakan hal 'itu'

Namjoon tersenyum lalu mengetik balasan pesan dengan cepat

To : Yoongi

Aku segera kesana

Ponsel Namjoon kembali bergetar saat dirinya akan masuk ke dalam mobil, tertera nama Jamnyung disana yang membuatnya tersenyum lebar

" bagaimana Jamyung-ah? "

"saya baru saja menyelesaikan tugas yang anda berikan, wilayah utara dan timur sudah menjadi wilayah kekuasaan anda, "

Senyuman Namjoon semakin lebar " bagus, tapi tetaplah waspada. Aku yakin beberapa jam setelah ini Yongguk akan bertindak, antisipasi semua pergerakannya dan ambil daerah barat satu jam sebelum acara pernikahan kakakku "

" saya tidak akan mengecewakan anda tuan "

.

" jadi itu benar? " suara Junmyeon melengking tinggi

Yongguk hanya mengangguk " ya, aku juga tidak menyangka "

" kurasa kau harus cepat menyingkirkan mereka, aku tidak ingin kau hancur. Jika kau hancur maka aku juga akan hancur Yongguk-ah "

" lusa adalah pernikahan Seokjin dan aku akan menghabisi mereka pada hari itu "

Junmyeon mengangkat gelas berisi anggur miliknya " kau harus lebih cepat dari Namjoon, Yongguk-ah. Jangan biarkan bocah seperti dia mengalahkanmu "

Dan beberapa detik kemudian Yongguk membanting ponsel serta menendang meja lalu berteriak frustasi saat membaca pesan singkat di ponselnya

" ada apa? " tanya Junmyeon panik, Yongguk yang mengamuk bukanlah kondisi yang baik

" aku. aku akan menghabisinya hari ini "

" apa yang terjadi? "

Yongguk melempar gelasnya ke tembok " dia menguasai daerah utara dan timur, ini tidak bisa dibiarkan. Darimana dia mendapatkan orang-orang itu? "

Junmyeon memukul meja dengan keras dan berteriak frustasi seperti Yongguk. Daerah timur adalah pemasok utama dan terbesar untuk organisasi Kim. Selama ini mereka ditangani oleh Yongguk dan itu membuat keponakan tuan Kim tersebut di atas angin

" tidak, aku tidak akan menghabisinya " ujar Yongguk pelan

" eh? Kau gila? Kau membiarkan dia- "

" akan kuberi dia sesuatu yang menyakitkan agar dia tahu apa yang akan dia dapatkan jika membuatku kesal " Yongguk menyeringai lebar lalu bangkit dari sofa dan berjalan meninggalkan Junmyeon yang diliputi rasa kesal dan bingung

.

" kukira kita akan menonton film atau melakukan hal lain yang lebih menyenangkan daripada belajar untuk ujian masuk perguruan tinggi " gerutu Daehyun, namja Jung itu menghempaskan tubuhnya ke sofa karena rasa bosan yang berlebihan

" tes masuk yang akan kujalani sangatlah sulit dan aku ingin lulus oppa " ujar Youngjae tanpa menatap Daehyun, dirinya lelah dengan gerutuan Daehyun

" kau itu sudah sangat pintar Jae-ie "

Youngjae meletakkan bukunya dan menatap Daehyun " tapi aku akan bersaing dengan orang-orang yang lebih pintar dariku "

" peduli setan, kau akan tetap lulus bahkan tanpa mengikuti tes sialan itu "

" apa maksud oppa? "

Daehyun duduk bersila di atas sofa " dari yang kudengar dari Yoongi jika kakak perempuan Namjoon memiliki beberapa kenalan yang merupakan orang penting di Bighit University. Kau tahu aku sangat yakin jika Park Jimin akan lulus tanpa tes. Aku juga bisa membuatmu menjadi seperti Park Jimin, itu persoalan yang mudah mengingat statusku yang merupakan sahabat Namjoon "

" jadi oppa meragukan kemampuanku? "

Daehyun menggeleng lalu turun ke lantai dan melumat pelan bibir Youngjae " aku tidak meragukan kemampuanmu, aku hanya benci diacuhkan olehmu "

Youngjae menahan tawanya " baiklah, tepati janji oppa atau aku akan marah sekali. Sekarang kita pergi ke dapur, akan kubuatkan popcorn untuk kita berdua "

Daehyun kembali melumat bibir Youngjae, kali ini sedikit lebih kasar hingga yeoja itu terengah-engah hampir kehabisan napas di akhir ciuman mereka

" that's my girl "

.

" modalku sudah cukup untuk memulai bisnis penjualan senjata tingkat internasional, aku menjual beberapa warisan yang kuperoleh dari orang tuaku seperti villa, resort dan beberapa persen saham "

Penjelasan Yoongi membuat kening Namjoon dan Hoseok berkerut " sebanyak itu? kau yakin akan berhasil? "

Yoongi terkekeh " aku sangat yakin "

" bagaimana jika gagal? Kau tahu aku belum- "

Telunjuk Yoongi bergoyang tepat di wajah Namjoon " aku mempelajari bisnis keluargamu Namjoon-ah dan kau adalah partner paling tepat untuk bisnisku ini "

Namjoon tersenyum " kalian harus tahu jika aku sudah menguasai daerah selatan, utara dan timur "

Hoseok menepuk pundak Namjoon " kau brengsek Namjoon-ah, aku berani bertaruh jika kepala Yongguk sedang terbakar sekarang "

Yoongi tertawa keras " aku bisa membayangkan bagaimana wajah dingin itu berubah menjadi wajah kesal "

Namjoon mengangkat kaleng sodanya tinggi-tinggi " kita akan mengganti ini dengan wine berkualitas tinggi saat acara penobatan diriku menjadi pemimpin organisasi "

Hoseok juga ikut mengangkat kaleng sodanya tinggi-tinggi " untuk kejayaan yang sudah mulai terlihat "

Yoongi tersenyum miring " dan untuk kehancuran mereka yang selama ini berada di atas "

Tuk.. tuk.. tuk.. ketiga kaleng soda tersebut beradu cukup keras

" seharusnya kita mengajak Daehyun " ujar Hoseok setelah menghabiskan sodanya hingga setengah

" dia akan hadir saat acara penobatanku Hoseok-ah " Namjoon membuka kaleng sodanya yang baru

" apa alasanmu memilih Daehyun? "

Namjoon menatap Yoongi " tatapannya. Dia menyimpan sesuatu yang berbahaya dan aku menyukai itu. aku juga tidak ingin orang seperti dia menjadi lawanku karena itu aku bergerak lebih cepat "

" dia sekarang menjalin hubungan dengan Yoo Youngjae " Hoseok membakar ujung rokoknya. Ilwoo sedang pergi ke Macau dan itu membuat Hoseok bebas melakukan apappun di rumah ini

" Youngjae? " suara Yoongi sedikit naik, yang dia tahu Youngjae merupakan kekasih dari Seunghoon, satu-satunya orang yang berhasil membuat Yoongi kewalahan saat adu fisik

Hoseok mengangguk " ya, aku mendengar percakapan beberapa yeoja di kafetaria dua hari lalu. Beberapa dari mereka iri karena Youngjae berhasil menarik simpati Daehyun dan beberapa dari mereka merasa kasihan karena Daehyun merupakan teman kita "

" apa ada yang salah? " tanya Namjoon

" seperti kita punya reputasi yang baik saja di sekolah, asal kau tahu Jimin tidak memiliki teman karena mereka takut padamu Namjoon-ah " Hoseok menghembus asap rokoknya

" apa kita sejahat itu? aku tidak tahu jika kita mempunyai reputasi seperti itu "

Yoongi memutar kedua bola matanya " dan kau harus tahu jika Jimin sedang ingin diperkenalkan dengan ayahmu, dia berkata dia meragukan keseriusanmu terhadapnya "

" kalian tahu dengan pasti kenapa aku belum memperkenalkan Jimin pada appa tapi jangan khawatir aku berencana melenyapkan Yongguk setelah acara pernikahan Seokjin noona "

Hoseok tersedak cola karena mendengar perkataan Namjoon " benarkah? Kau yakin dengan keputusanmu? "

Namjoon mengangguk singkat "jika aku membiarkannya hidup maka dia masih punya kesempatan untuk balas dendam dan mengambil alih kekuasaanku, akan lain ceritanya jika dia kulenyapkan selamanya "

" nice idea " ujar Yoongi

.

" jadi lusa? Astaga jantungku berdebar kencang " Seokjin meletakkan telapak tangannya di depan dada, Jihoo yang melihat hal itu hanya tersenyum

" aku juga merasakan hal yang sama "

Seokjin menggenggam kedua tangan Jihoo dan menatapnya lembut " oppa harus tahu jika aku menyanggupi menikah dengan oppa bukan karena ingin membuatku merasa aman atau memajukan bisnis keluarga. Aku menyanggupinya karena aku merasa harus menyanggupinya. Mungkin kita belum saling mencintai sekarang namun aku yakin kita akan saling mencintai nanti "

Jihoo mengecup pipi dan dahi Seokjin " aku mencintaimu sejak dulu Jin-ie dan masih tetap mencintaimu hingga sekarang dan nanti "

" gomawo oppa " Seokjin lalu memeluk erat Jihoo, dalam hatinya dia bersyukur bisa bertemu namja seperti Woo Jihoo

.

Taehyung meletakkan tasnya lalu berbaring, dihembuskan napas panjang sembari mengingat apa yang dia lakukan bersama Hoseok. Taehyung sedikit kecewa saat mendapati dirinya sendirian di kamar hotel yang disewa Hoseok

" meski kau bertingkah memuakkan entah mengapa aku sangat menyayangimu oppa "

Taehyung mengecup foto Hoseok dan dirinya di layar ponselnya, foto yang diambil beberapa menit sebelum mereka melakukan seks

.

Himchan tersenyum pada sekretarisnya yang baru saja memberikan sebuah undangan pernikahan. Undangan pernikahan dari teman sekelasnya saat SMA dulu yang juga merupakan sepupu dari namja yang sangat dicintainya. Undangan pernikahan berwarna hijau dengan tulisan emas itu dibacanya sesaat setelah masuk ke dalam ruangannya

The Wedding

Woo Jihoo & Kim Seokjin

Invite you to join us

In celebrating of our wedding party on :

Friday, 25th October

At 19:00

Golden King's Hotel and Ballroom

Gangnam, South of Korea

Himchan membuang undangan tersebut ke lantai, menginjaknya dengan hells merah menyala dengan penuh emosi

.

Jimin mengamati wajahnya yang baru saja melakukan perawatan, dia tersenyum lebar saat mendapati wajahnya bersih tanpa noda seperti biasa

" bagaimana kau bisa secantik ini Jimin-ie " Jimin bermonolog ria

" perawatan anda yang selanjutnya sudah siap nona " ujar yeoja dengan wajah manis tersebut, Jimin pun turun dari ranjang dan berjalan mengikuti yeoja yang sejak dua jam yang lalu bersama dirinya

Sebenarnya Jimin berencana untuk melakukan perawatan wajah dan tubuhnya lusa namun lusa adalah hari pernikahan kakak dari kekasihnya dan pada hari itu juga Namjoon akan memperkenalkan dirinya pada sang ayah

" kuharap ayahnya meyukaiku dan merestui hubungan kami " batin Jimin penuh harap

.

.

TBC

Akhirnya di tengah jadwal kuliah yang padat chapter 4 ini selesai juga. Di chapter depan akan ada pernikahan Seokjin dan Jihoo namun ada juga yang akan meninggal huhuhu.. ada seseorang dari masa lalu yang kehadirannya mengancam Youngjae dan Daehyun juga kekasih Yoongi atau lebih tepatnya orang yang dicintai Yoongi juga akan muncul jadi Yoongi gak bakalan jones disini

Don't be silent reader ne

Gomawo *bow90degrees