Prolog dari costae:
Trimakasih yang sebesar-besarnya untuk semua pihak yang sudah mendukung terwujudnya fanfic ini. Trimakasih untuk penyemangatku, komputerku, notesku, pensil, dan tak lupa, kepada yang sudah me-review fanfic ini. Jika tidak ada kalian, mungkin aku sudah tidak semangat dan gak akan lanjut nih fanfic. Sekali lagi terima kasih…
-----
Berusaha supaya Kyo tidak OOC, tapi ternyata malah OOC, maaf yah…
-----
Kantin SMA Fujimori, istirahat kedua, beberapa hari setelah pertemuan Kyo dan Yukimura di bawah pohon cemara.
"Cih!"
"Jangan seenaknya kau! Mentang-mentang anak baru di sini,kau pikir kami akan lunak padamu?"
"Lalu apa urusanmu? Aku ya aku! Terserah aku mau apa!"
"Kau???" Senpai itu jengkel, dan kemarahannya sudah mencapai ubun-ubun.
Bugh! Kyo terpukul di pipi kanannya, cukup keras dan membuat rahang Kyo nyut-nyutan. Tidak terima perlakuan yang dialaminya, Kyo membalas. Maka terjadilah perkelahian di kantin.
"Hentikan…kalau ketua OSIS tahu, bisa runyam!" kata salah satu murid di situ.
"Tidak! Sebelum aku beri pelajaran pada anak kurang ajar ini!" Bhuagh! Sekali lagi Kyo menerima pukulan di tubuhnya. Kyo semakin marah, dan perkelahianpun, semakin seru.
- di tempat lain -
"Makoto, surat peminjaman tempat untuk acara bulan depan sudah kau ACC pada kepala sekolah?"
"Semua sudah siap, ketua."
"Kau memang bisa diandalkan. Oh, ya..bagaimana kalau kau aku traktir sebungkus brownies hari ini? Mumpung kemarin aku gajian."
"Tapi ketua,bukankah gaji ketua untuk…"
"Tak apa, lagipula kepsek juga mau maklum kok."
Makoto menatap ketua OSISnya yang begitu baik. Suatu kebanggaan bisa bekerjasama dengan orang ini, begitu pikirnya.
"Bagaimana? Kau mau 'kan?" Tanya Yukimura membungkuk menatap sekretarisnya.
"Mau. Terimakasih Sanada-san."
"Ayo ke kantin."
Makoto dan Yukimura berjalan bersama ke arah kantin. Begitu kagetnya mereka mendapati kantin berantakan, dan ada 2 orang berkelahi dengan ganasnya, sampai tidak ada yang berani melerai. Yukimura mengepalkan tangannya di samping, kemudian berjalan cepat ke arah kantin.
'Gawat, Ketua marah besar' pikir Makoto.
"Hentikan kalian berdua!" Tapi perkelahian masih berlangsung. Yukimura kesal, mereka berdua tidak mendengarkannya.
"Kubilang BERHENTI!" Buagh! Buagh! 2 pukulan telak menghantam pipi orang yang sedang berkelahi tadi, memisahkan mereka ke arah yang berbeda, dan keduanya mendarat keras di lantai.
"Apa maumu, pengganggu?!" Kyo bertanya marah pada orang yang baru saja meninjunya.
"Kalau kau tidak menjaga sikapmu,aku tidak akan segan menusukkan garpu ini ke tenggorokanmu, Anak baru." Yukimura yang sebelumnya masih berdiri, tahu-tahu sudah berlutut di depan Kyo, dan menodongkan garpu yang hanya berjarak 2,5 mm lagi siap menusuk leher Kyo yang tidak berpelindung. Suara Yukimura kalem, tapi serius. Tatapan Yukimura berbeda dari yang pernah Kyo lihat, penuh nafsu membunuh dan menusuk.
"Yu-Yukimura…" Cukup shock Kyo mengetahui siapa yang tadi memukulnya.
"Jaga sikapmu ya, Kyo." Yukimura senyum-senyum seolah barusan tidak terjadi apa-apa. Yukimura kembali berdiri, berkata pada kedua orang tadi.
"Kalian berdua, sehabis jam pelajaran hari ini selesai, mengahadap ke komite disiplin."
"I-iya, Sanada-san." Jawab senpai tadi patuh.
"Kau juga,Kyo. Datang ke komite disiplin, di lantai 2 gedung ini."
Kyo tidak menjawab, dia hanya memalingkan wajahnya menjauh dari tatapan yukimura.
'Bagaimana mungkin ada orang yang bisa berubah emosinya secepat itu, orang yang mengerikan. Bahkan senpaipun patuh padanya.' Pikir Kyo.
"Sudah…sudah…tidak usah tegang begitu, lanjutkan saja makannya, maaf ya….. Oh iya, aku 'kan harus membelikan Makoto brownies…malah lupa." Yukimura menggaruk-garuk belakang kepala dan menertawakan dirinya sendiri. Suasana yang tegang kembali mencair, semua kembali ke kesibukannya yang tadi. Ada yang makan,mengobrol, membaca, dan beberapa anak membantu membereskan meja dan kursi yang mental kemana-mana.
Yukimura berjalan ke arah Makoto yang duduk di sebuah bangku,menyerahkan brownies padanya.
"Terimakasih ketua,"
"Hihihi…tak perlu sungkan." Yukimura tersenyum pada Makoto. Dia lalu melihat ke arah Kyo duduk -terduduk tepatnya- dari tadi dan tidak pindah, Yukimura berjalan ke situ.
"Katanya kau tidak bayar makanan di kantin yah?Bagaimana kalau aku traktir?" tawar Yukimura yang membawa 2 bungkus roti isi daging di tangannya.
"Berlagak kau! Menyuruh orang seenaknya, memangnya kau Ketua OSIS di sini?" Kyo berkata menatap Yukimura yang jongkok di depannya.
"Lho, jadi kau belum tahu? Aku memang ketua OSIS." Yukimura berkata enteng menunjuk hidungnya. Agak kaget Kyo mendengar kata-kata Yukimura.
"Hmph..kau pasti bercanda, Yukimura." Kyo terkekeh. 'Kalau memang Yukimura ketua OSIS, berarti dia kelas tiga.'
"Anak baru jangan sembarangan ya! Seenaknya saja panggil Ketua 'Yukimura' tidak sopan!" Makoto protes.
"Terserah aku mau panggil dia apa, toh dia tidak protes! Aku punya nama bodoh! Panggil orang lain dengan namanya!"
"Dasar anak baru menyebalkaaannnn….!!!" Makoto yang jengkel tanpa sadar meremas brownies yang dibelikan yukimura.
"Ma-Makoto…browniesnya remuk…"
"Ah! Astaga…! Maafkan aku ketua!" Makoto membungkuk berkali-kali.
"Hmph…hahahahha…." Kyo tertawa keras sekali. 'Sudah berapa lama, aku tidak tertawa lepas seperti ini?' Rupanya tawa tadi adalah tawa tulus pertama yang keluar dari mulut Kyo, tertawa karena hal yang memang lucu dan bukan menertawakan kemalangan orang lain, seperti yang biasa kyo lakukan saat dia SMP. "Malangnya kau yukimura, punya bawahan bodoh seperti dia." Kata Kyo sambil mengambil kedua bungkus roti di tangan Yukimura. Yukimura kaget sebentar, tapi senyum sedikit.
"Bocah sialaannn!!!" Wah, Makoto lepas kendali, dia mulai berkata kasar.
"Hahaha…sudahlah Makoto, kau tidak perlu marah begitu." Yukimura mengibas-ngibaskan tangannya menenangkan makoto.
"Seperti apapun Makoto, aku tetap mempercayainya, dan dia partner berhargaku, teman terbaikku." Yukimura berkata.
'Teman?' pikir Kyo. Dia belum pernah berpikir untuk menyayangi seorangpun selain dirinya sendiri, apalagi sampai mempercayai orang lain. Kyo membisu.
"Kalau kau tertarik untuk perang mulut dengan Makoto, datanglah ke ruang OSIS."
"Ketua…!" Makoto memerah.."…jangan berkata seperti itu."
"Hihihi…aku bercanda Makoto."
'Berteman? Seperti apa rasanya?' pikiran yang terlintas di otak Kyo sebelum dia menyadari yukimura -lagi-lagi- sudah pergi meninggalkan dia sendirian.
"Kenapa dia selalu pergi lebih dulu daripada aku?" gumam Kyo.
