Title :
Reflection
Main Cast :
Kim Yesung, Cho Kyuhyun
Other Cast :
Park Leeteuk, Lee Eunhyuk, Lee Donghae, Kim Kangin, Kim Heechul, Kim Hyun Joong
Lenght :
3/?
Warning :
Cerita ini terinspirasi oleh beberapa drama Korea. Jadi maaf sebelumnya mungkin ceritanya sedikit pasaran. Tapi ide cerita ini semuanya keluar dari otakku sendiri. Sueeer deeh..^^. Bahasa ga baku. Masih banyak Typo(s). Dan hal-hal aneh lainnya. Jadi harap dimaklumi ya..^^
Disclaimer :
Casts are not mine. I just borrow their name, so don't judge me if you don't like the casts, pairing and the story..
.
.
.
Don't Like?
Dont Read! Just Leave And No Bash Please!
Happy Reading~
.
.
.
- (CHAPTER THREE)-
.
.
.
Pagi itu Yesung datang lebih awal. Kantor Cho Corp terlihat masih sepi. Ia berjalan menuju ruangannya dengan membawa sejuta pikiran buruk yang akan terjadi hari ini. Dan tentu saja hal itu membuatnya berkali-kali harus menghela nafas berat, mengingat kemarin ia sudah bersikap tidak sopan pada atasannya itu. Parahnya lagi, ia melakukan hal tersebut di hari pertamanya bekerja.
Ting!
Lantai lima belas. Pintu lift terbuka, ia melangkah keluar, berbelok kekiri sebelum ia menemukan ruangannya diujung lorong. Sedikit mengendap-endap hanya untuk memastikan si namja angkuh atasannya itu belum berada dimeja kebesarannya. Yesung menegakkan tubuhnya dan helaan nafas lega pun keluar dari mulutnya saat tau ruangan Kyuhyun masih kosong.
Baru saja ia hendak beranjak, sebuah tepukan membuatnya terlonjak kaget "YA!"
Yesung menoleh dan menatap horror kearah namja dibelakangnya itu.
"Donghae Ssi!"
Seperti tanpa dosa, Donghae langsung tertawa keras melihat ekspresi yang ditunjukkan si namja manis "Haha..Kau terkejut Yesung-ah? Maaf. Aku tak bermaksud mengagetkanmu.."
Yesung sedikit mendengus "Kau tiba-tiba saja ada dibelakangku, bagaimana mungkin aku tidak terkejut? Lalu, apa yang kau lakukan disini sepagi ini Donghae Ssi? Bukankah ruanganmu ada dilantai sepuluh?"
Tanpa menjawab pertanyaan Yesung, Donghae malah balik bertanya "Kita sekarang teman bukan?"
Yesung menaikkan alisnya, menatap Donghae dengan tatapan –apa maksud perkataanmu?-
"Kita sekarang teman bukan?"ulang Donghae lagi saat Yesung tak juga menjawab pertanyaannya.
Namja manis itu pun hanya mengangkat bahunya "Mm, aku tidak begitu yakin. Entahlah. Ya, mungkin saja. Ada apa?"
"Kalau begitu hilangkan ucapan-ucapan formalmu padaku. Hanya panggil aku Donghae atau Hae, itu terserah padamu. Atau mungkin...mm—"
"— kau ingin memanggilku dengan sebutan si tampan mungkin?"kekehnya sendiri dan langsung membuat Yesung memutar bola matanya jengah.
Tanpa menunggu respon dari Yesung, Donghae kembali melemparkan pertanyaan untuk namja manis yang masih menatapnya sedikit bosan itu "Lalu, apa kau lupa apa yang Kyuhyun katakan kemarin tentang penampilanmu?"
Spontan, Yesung langsung memperhatikan penampilannya sendiri. Apa ada yang salah? Tidakkah penampilannya hari ini jauh lebih baik daripada kemarin? Bahkan kini ia sudah menambahkan jas untuk menutupi kemeja putihnya itu. Ya, walau jas itu memang terlihat sangat besar ditubuhnya yang bisa dikatakan sedikit kurus itu. Tapi bukankah itu terlihat lebih baik? Setidaknya itulah yang ada dipikirannya.
"Apa masih ada yang salah dengan penampilanku hari ini?"
Donghae hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya simpati, sekali lagi menatap penampilan Yesung yang menurutnya jauh lebih buruk dibandingkan kemarin.
"Sudah kuduga kau tidak akan begitu memperhatikan hal ini Yesung-ah. Kau harus berterima kasih padaku karena sudah datang sepagi ini, hanya untuk memberikan barang-barang ini padamu.." ucapnya sembari menyodorkan tas belanjaan yang bertuliskan Lotte Departement Store.
"Apa ini?"
"Aku masih punya cukup banyak stock pakaian yang sama sekali belum kugunakan dilemariku. Jadi ambil dan pakailah"ucap Donghae sedikit sombong
"Dan kuharap semuanya pas ditubuhmu Yesung-ah.."lanjutnya tersenyum
Tatapan Yesung beralih pada tas yang disodorkan namja ikan itu, dengan sedikit ragu Yesung mengambil tas itu dan melihat apa isi didalamnya.
"Aku hanya sedang mencoba membantumu untuk menghindari amukan murka Kyuhyun hari ini. Sepertinya ia sedang dalam mood yang sangat buruk sekali"
Donghae menghela nafas panjang sebelum melanjutkan ucapannya "Entah apa yang terjadi, tapi semalam saat aku keapartemen-nya, dia benar-benar terlihat—"
"Ckck.. tidak waras..."
Yesung pun ikut menghela nafas "Mmm, kurasa akulah penyebabnya. Karena aku sudah membuatnya kesal kemarin"
"Tapi masih beruntung aku hanya menendang tulang keringnya! Lagipula orang itu memang pantas mendapatkannya! Jika saja aku bisa, rasanya aku ingin memukul wajahnya yang menyebalkan itu!"cerita Yesung berubah semangat.
Donghae terdiam, mencerna ucapan Yesung, detik berikutnya ia tertawa keras membuat Yesung mengerutkan alisnya bingung.
'Aish, kenapa aku harus bertemu dengan dua orang yang sama-sama gila seperti ini?'
"Haha.. kau menendangnya? Benarkah itu? Haha...Wow!Kau sungguh berani Yesung-ah! Haha.."
Donghae terus tertawa puas hingga akhirnya ia menyadari bahwa namja didepannya itu perlu mengganti pakaiannya.
"Sekarang cepat ganti pakaianmu itu sebelum Kyuhyun datang.."pinta Donghae sambil mencoba menahan tawanya.
"Tapi –"
"Tidak perlu tapi-tapi, atau jangan-jangan kau memilih untuk mencari masalah dengannya Yesung-ah?"
Dengan cepat Yesung menggeleng. No!
"Kalau begitu bergantilah sekarang sebelum dia datang.."perintah Donghae sambil mendorong tubuh Yesung memasuki toilet.
.
.
...
.
.
"Selamat pagi sajangnim.."sapa Yesung pada Kyuhyun. Ia meletakkan secangkir kopi susu yang ia buat beberapa menit yang lalu diatas meja kerja atasannya itu.
Tak ada jawaban. Membuat Yesung sedikit melirik wajah dingin Kyuhyun sambil berdoa dalam hati.
'kuharap orang ini terserang amnesia mendadak dan melupakan kejadian semalam'
"Apa saja schedule-ku hari ini?"tanya Kyuhyun datar, tanpa menatap sekretarisnya itu.
Yesung sedikit menghela nafas lega, nampaknya doanya terkabul. Orang ini rupanya tak mengungkit tentang masalah kemarin. Ah, syukurlah...
Ia pun berdeham kecil, meng-clearkan tenggorokannya sebelum ia membuka buku catatan kecil bewarna merah miliknya. Kemudian mulai membacakan jadwal-jadwal panjang atasannya.
"Anda memiliki meeting dengan Team management pagi ini pukul sembilan hingga menjelang makan siang"
Yesung masih terus membacakan schedule Kyuhyun, tak menyadari bahwa kini namja tampan itu tengah menatapnya dengan seksama untuk pertama kalinya di pagi ini. Sedikit tak berkedip, saat ia melihat penampilan baru Yesung. Setelan jas abu-abu yang dipadukan dengan kemeja putih lalu celana panjang cokelat khaki serta dasi kupu-kupu yang terlihat sangat cocok untuknya. Penampilan yang sungguh jauh berbeda dibandingkan kemarin. Tak buruk. Ia akui hal itu.
"Sajangnim? Kau mendengarku?"tanya Yesung saat menyadari Kyuhyun tak lagi mendengarkan ucapannya.
Kyuhyun pun langsung mengalihkan tatapannya kembali pada layar komputer didepannya.
"Tentu saja aku mendengarmu! Lanjutkan!"bentaknya
Yesung sedikit menghela nafas kesal, orang ini! Apa sehari saja mulutnya itu tidak bisa untuk tidak membentak?
"Hari ini Anda memiliki meeting hingga pukul dua tiga puluh, sajangnim. Selebihnya tidak ada schedule selain me-review beberapa dokumen kemudian menandatanginya.."
"Tidak ada lagi?"tanya Kyuhyun
"Ne.."Jawab Yesung sambil menutup buku catatannya dan menatap Kyuhyun.
"Apakah ada hal lain yang kau butuhkan sebelum aku kembali keruanganku sajangnim?"
Kyuhyun mengangguk, menyadarkan tubuhnya dan melemparkan tatapan tajam kearah Yesung.
"Letakkan bukumu itu"
Yesung mengangkat alisnya tak mengerti. Hanya mengikuti apa yang diucapkan Kyuhyun. Meletakkan buku catatannya diatas meja dan kembali menatap Kyuhyun.
"Kau ingat apa yang kemarin kau katakan? Apa kau sudah siap menerima hukuman dariku Yesung Ssi?"
Oh!
Musnah sudah harapannya. Namja angkuh ini rupanya masih mengingatnya. Habislah dia. Yesung merutuki dirinya karena mau tidak mau, suka tidak suka, ia harus memegang ucapannya sendiri. Ya, tidak ada pilihan lain untuknya selain sebuah anggukan.
Kyuhyun mengangkat sudut bibirnya, membentuk sebuah seringai yang menyebalkan menurut Yesung.
"Kita mulai sekarang sebelum aku memulai meeting-ku pagi ini Yesung Ssi?"
Yesung menelan ludahnya. Tak ada suara yang keluar dari bibir mungil itu, selain hanya anggukan kecil yang kembali ia perlihatkan. Berharap hukuman yang ia terima bukan sesuatu yang berat untuknya. Semoga.
.
.
.
.
Kyuhyun tengah sibuk membolak-balik kertas dokumen yang ia pegang, tanpa mempedulikan sekretarisnya yang kini tengah berdiri didepannya dengan posisi yang tidak nyaman sekarang. Tentu saja! Siapa yang nyaman dengan posisi seperti itu? Berdiri dengan satu kaki yang diangkat keatas dengan kedua tangan yang memegang daun telinganya sendiri.
Ya Tuhan. Yesung benar-benar mengutuk manusia angkuh didepannya itu. Entah apa yang ada didalam otaknya hingga ia bisa berpikir menghukumnya seperti ini? Memang bukan hal yang berat tapi—
Tidakkah ini terlihat sangat kekanakan?
Tapi sebentar,sebenarnya siapa yang kekanakan disini? Dia sendiri kah? Karena mau melakukan hal bodoh seperti ini. Atau Kyuhyun? Otak dari semua pemikiran ini? Entahlah, ia sendiri pun tak mengerti.
Lima belas menit.
Dua puluh lima menit.
Tiga puluh menit.
Keseimbangannya sudah mulai goyah, ia terus bergoyang kekanan dan kekiri hanya untuk bisa kembali menyeimbangkan tubuhnya. Tapi percuma, ia sudah lelah.
"Sajangnim..."panggil Yesung pelan. Seolah tuli, Kyuhyun hanya terus menatap berkas didepannya.
Baiklah, Yesung mencoba sabar kali ini. Dua menit kemudian ia kembali memanggil Kyuhyun.
"Sajangnim.."
Tetap tak direspon. Yesung menghela nafas pasrah. Baiklah dua kali ia masih bisa sabar.
"Sajangnim.."panggilnya untuk yang ketiga kalinya.
Nihil. Kyuhyun tetap diam.
Akhirnya—
"Sajangnim~~!"panggilnya berteriak
Kyuhyun mengangkat wajahnya, sedikit terkejut ketika sang sekretaris sudah tidak lagi dalam posisi hukumannya.
"YA! Siapa yang menyuruhmu menyudahi hukumanmu?!"tunjuknya pada Yesung
Yesung melirik jam tangannya dan tersenyum "Sudah pukul sembilan lewat dua menit. Itu berarti hukumanku sudah berakhir dua menit yang lalu"
Kyuhyun melotot, hendak mengucapkan sesuatu. Tapi belum sempat ia membuka suaranya Yesung menginterupsinya.
"Sebaiknya Anda bergegas ke ruang meeting sekarang sajangnim.."
Mata cokelat milik Kyuhyun semakin melebar sempurna "Ya! Selain berani melawan ucapanku, rupanya kau juga mulai berani memerintahku Yesung Ssi?"protesnya yang tak mendapat tanggapan dari sekretarisnya itu.
Yesung berbalik, melangkah kearah pintu dan membukakannya untuk Kyuhyun "Maaf jika aku tidak sopan sajangnim, tapi ini juga demi kebaikan Anda. Sudah terlambat, silahkan Anda bergegas ke ruang meeting sekarang "ucapnya tersenyum
Dan untuk kesekian kalinya, Kyuhyun dibuat tak bisa berkata-kata lagi oleh sang namja manis. Rasa kesal, marah dan tak percaya bercampur aduk. Baru kali ini ada orang yang berani membantah kata-katanya. Cukup membuatnya sedikit frustasi.
Akhirnya, Kyuhyun hanya mampu menghembuskan nafasnya kasar, mengambil beberapa berkas dokumen serta buku catatannya dengan gerakan kasar sebelum beranjak dari tempatnya. Melewati Yesung yang kini tengah menahan tawa melihat raut kesal dari wajah atasannya itu.
.
.
...
.
.
Dua minggu berlalu. Hari-hari berat yang Yesung rasakan sedikit demi sedikit sudah mulai berkurang. Bisa dikatakan semakin baik, mungkin.
Perlahan tapi pasti, ia pun sudah mulai bisa beradaptasi dengan pekerjaannya, lingkungan dan tentu saja dengan atasan angkuh-nya itu. Namja tampan nan tinggi itu memang menyebalkan, sangat menyebalkan malah. Tiada hari yang ia lewati tanpa sebuah pertengkaran, tapi ya sudahlah, ia mulai cukup terbiasa dengan sifat buruk itu. Dan baiknya, terkadang ia sudah tau bagaimana cara menghadapi saat atasannya itu mulai bertingkah. Rupanya tak sesulit yang ia bayangkan pada awalnya.
.
.
...
.
.
"Kau meletakkannya dimana Donghae Ssi?"tanya Yesung sambil satu tangannya mencari-cari dokumen yang dimaksud Donghae diseberang telepon. Sedangkan satu tangan lainnya ia gunakan untuk memegang gagang telepon yang ada dimeja Kyuhyun.
"..."
"Dia tidak ada. Aku juga tidak tau dia kemana, tadi dia hanya mengatakan padaku ada urusan diluar kantor sebentar..."
"..."
"Oh begitu. Tapi aku sudah mencari-nya dimanapun tapi dokumen yang kau maksud tidak ada. Apa kau yakin kau sudah menyerahkan padanya kemarin?"
"..."
"Tunggu. Apa map-nya bewarna biru?"tanyanya saat ia membuka laci meja kerja Kyuhyun.
"..."
"Ah, nampaknya aku menemukannya"
"..."
"Hm, baiklah. Aku akan menyuruh orang untuk mengantarkan dokumen ini padamu.."
"..."
"Ne.."
Klik!
Yesung meletakkan gagang telepon itu kembali pada tempatnya sebelum mengambil dokumen yang dimaksud Donghae dari laci meja kerja Kyuhyun. Tapi, baru saja ia hendak menutup kembali laci, matanya menangkap sesuatu yang tampak menarik dibawah sana.
Tanpa sadar tangannya pun bergerak menyingkirkan beberapa berkas yang menutupi benda yang ia maksud. Sebuah pigura kayu bewarna cokelat.
Kening Yesung berkerut, tangan mungilnya kini beralih mengambil pigura tersebut. Pigura yang membingkai indah wajah seseorang yang tersenyum dengan sangat manisnya. Memperlihatkan gigi putihnya yang terlihat rapi. Serta mata beningnya yang memancarkan sebuah kehangatan.
Yesung semakin mengerutkan keningnya dalam saat ia memandang wajah itu.
'rasa-rasanya–'
"Apa yang kau cari dimejaku Yesung Ssi?"tanya Kyuhyun tak suka ketika melihat sekretarisnya itu berada didekat mejanya. Bahkan hingga tak menyadari kedatangannya.
Yesung langsung mengangkat wajahnya, menatap Kyuhyun gugup "Do-Donghae Ssi memintaku untuk mencarikan dokumen miliknya disini sajangnim"jelas Yesung.
Pandangan Kyuhyun beralih pada pigura yang masih Yesung pegang. Dan iris cokelat itu langsung membelalak lebar.
Sret!
Tubuh Yesung sedikit terhuyung kebelakang saat Kyuhyun mengambil pigura itu dengan kasar. Ia menatap tajam kearah Yesung, memperlihatkan kilatan amarah yang begitu tergambar jelas diraut tampannya.
"Apa yang kau lakukan dengan benda ini!"marah Kyuhyun
Yesung menelan ludahnya gugup "A-aku.."
"Sudah kubilang! Jangan pernah sentuh barang-barangku! Apa kau tidak mendengarnya bodoh!"
"Ma-maafkan aku sajangnim. Aku tak—"
"Tanganmu tak berhak untuk menyentuh benda ini!"potong Kyuhyun lagi.
"Ta-tapi aku tak—"
"AKU TAK BUTUH ALASANMU KIM YESUNG! BUKANKAH KAU SUDAH MENDENGAR DENGAN JELAS KAU TAK BERHAK MENYENTUH APAPUN JUGA DIRUANGAN INI!"
"..."
Tangan Yesung bergetar. Untuk pertama kalinya ia takut akan kemarahan namja didepannya itu. Sorot mata itu terlihat begitu menakutkan. Dan ia juga bisa lihat sorot itu penuh—
—kebencian?
Ia akui ia salah, karena secara tak sengaja membuka laci meja Kyuhyun dan melihat sesuatu yang menarik baginya.
Dan disanalah letak masalahnya. Ia tak bisa untuk tak penasaran dengan sebuah foto yang ada didalam pigura kayu itu. Tak yakin memang, tapi ia seperti pernah melihat wajah itu. Tapi siapa? Dan belum sempat ia mengingatnya, Kyuhyun seolah menggagalkan semuanya.
"Keluar dari ruanganku sekarang sebelum aku bertambah marah padamu Kim Yesung Ssi!"perintah Kyuhyun tajam.
Yesung menelan ludahnya, menatap Kyuhyun sedikit takut.
"Dan jangan coba kembali kehadapanku hingga mood-ku membaik! KAU MENGERTI?!"
Tanpa banyak bicara seperti sebelumnya, Yesung hanya mengangguk pelan dan pergi dari sana. Menuju atap gedung. Tempat yang baru ia temukan beberapa hari yang lalu dan juga satu-satunya tempat yang menawarkan ketenangan untuknya.
"Aku permisi sajangnim.."
.
.
Yesung membuka pintu atap gedung dan seketika itu juga ia disambut oleh hembusan kencang angin musim panas. Seperti biasa, ia mengistirahatkan tubuhnya pada bangku panjang yang terletak disana, menikmati tiupan angin yang membelai halus tubuhnya, terasa menyejukkan. Tapi entahlah kenapa kali ia tidak bisa menikmati suasana tenang disini?
Yesung menutup matanya. Dan raut wajah Kyuhyun yang terlihat menakutkan itu kembali terbayang dibenakknya. Seberapa menyebalkan atasannya itu, tapi sungguh ini kali pertama baginya ia merasa takut. Sebegitu pentingnya kah benda itu untuknya? Lalu, siapa wajah yang terbingkai dalam pigura itu? Dan seperti yang ia pikirkan sebelumnya, mengapa ia merasa pernah melihatnya? Yesung berpikir keras mencoba mengingat wajah yang ia lihat dipigura itu. Namun nihil, ia sama sekali tak bisa mengingat apapun. Sama sekali tak bisa.
Ia mengambil nafas sedalam-dalamnya dan menghembuskan perlahan. Berharap cara itu mampu membuat perasaannya menjadi lebih baik. Tak lama berselang, ia pun jatuh tertidur.
.
.
.
...
.
.
.
Kyuhyun berkali-kali melirik ruangan Yesung yang masih kosong. Sebuah hal yang aneh menurutnya, bukankah biasanya namja itu selalu datang pagi? Tapi ada apa dengannya saat ini, hingga pukul sembilan ia bahkan belum menampakkan batang hidungnya.
Rupanya orang itu sudah mulai menjadi pembangkang. Apa dia minta benar-benar dipecat kali ini? Atau –
Kyuhyun mengerutkan keningnya, berpikir sesuatu yang lain dan itu tentang kejadian kemarin antara dirinya dan sekretarisnya itu. Apakah ia kemarin begitu keterlaluan? Ya, ia memang membentak namja manis itu habis-habisan. Tapi bukankah itu hal yang pantas ia dapatkan karena sudah menyentuh barang berharga miliknya? Tapi mungkin dia juga tidak sengaja bukan?
Kyuhyun tak mengerti, tapi entahlah ada sebersit perasaan bersalah dalam hatinya. Mungkin alasan namja manis itu tak datang hari ini karena ia takut. Lalu seingatnya, bukankah ia sendiri yang mengatakan 'jangan muncul dihadapanku hingga mood-ku membaik?'
Ah ya, mungkin karena kata-kata itu.
Dan kini ia ingin tau apa yang terjadi pada namja manis itu. Dengan sedikit ragu, ia mengangkat gagang telepon dan memutar salah satu nomor disana.
"Berikan padaku nomor ponsel Kim Yesung"
Ia terdiam mendengarkan suara diseberang telepon, sebelum tangannya menuliskan sesuatu diatas kertas didepannya.
"Terima kasih"ucapnya singkat. Tak berapa lama kemudian, dengan lincah jari-jarinya mengetikkan sesuatu pada layar ponsel touchscreen-nya. Ia menghela nafas sedikit kesal sembari melempar kasar ponselnya diatas meja.
.
.
.
Kelopak mata itu terasa begitu berat hanya untuk terbuka. Kepalanya seperti berputar. Pening. Bahkan ia merasakan tulang-tulang seperti remuk. Sudah beberapa kali Yesung mencoba bangun dari tempat tidurnya namun tubuh itu terasa enggan mengikuti kemauannya. Dan pada akhirnya disinilah dia, tetap ditempat tidurnya yang mungkin bisa dikatakan tidak layak dikatakan sebuah tempat tidur, mengingat ia bukan tidur disebuah kasur empuk melainkan diatas lantai dingin yang hanya beralaskan sebuah kasur tipis.
Bip! Bip!
'Jika dalam satu jam kau tidak muncul, maka besok kau tak perlu datang kantor lagi!'
Yesung menghela nafas sembari memijit keningnya saat ia membaca pesan singkat itu. Apakah itu sebuah perintah atau ancaman untuknya? Tak perlu menebak-nebak siapa yang mengirimnya pesan itu bukan? Siapa lagi kalau bukan dari atasannya yang menyebalkan itu. Ya Tuhan...
Awalnya ia berpikir tak perlu membalas pesan itu, tapi ia tau benar bagaimana sifat atasannya itu. Tentu saja ia tak mau mencari masalah hanya karena ia tak membalas pesan atasannya yang terhormat itu.
'Ne, sajangnim. Ada urusan mendadak yang harus kuselesaikan. Aku akan segera kekantor'. Ketiknya berbohong.
Dengan sedikit susah payah akhirnya Yesung berusaha bangun dari tidurnya, sedikit terhuyung saat ia menegakkan tubuhnya. Setelah merasa tubuhnya mampu, ia pun beranjak kekamar mandi dan bersiap diri.
.
.
.
Kyuhyun langsung bangkit dari duduknya dan membuka ruangan Yesung saat ia melihat kehadiran sekretarisnya itu.
"Kau lihat jam berapa sekarang Yesung Ssi?"tanya Kyuhyun dingin. Ia melirik jam tangannya dan sedikit mendengus "Kau bahkan terlambat tujuh menit dari waktu satu jam yang kuberikan"lanjut Kyuhyun
Tak banyak bicara Yesung hanya sedikit membungkuk dan meminta maaf "Maafkan aku sajangnim.."
Kyuhyun menaikkan satu alisnya, memperhatikan raut wajah Yesung yang terlihat tak begitu baik. Pucat. Sesungguhnya tak dipungkiri ia ingin bertanya apa yang tengah terjadi pada namja manis itu. Tapi ya, sudah bisa diduga rasa gengsi Kyuhyun yang begitu besar mengalahkan segalanya.
Seolah tak peduli, ia pun mengangkat bahunya dan berdeham pelan "Aku akan memotong upahmu jika lain hari kau terlambat seperti ini lagi Yesung Ssi!"ucapnya
"Ne. Aku mengerti sajangnim"jawabnya membuat Kyuhyun semakin terheran-heran dibuatnya.
"Aku ingin melihat laporan keuangan minggu kemarin. Siapkan untukku dalam waktu setengah jam"
Lagi, Yesung hanya bisa mengangguk pelan, tanpa berucap apapun, kemudian duduk dibelakang mejanya, tak mempedulikan Kyuhyun yang hingga kini tanpa sadar masih menatap heran kearahnya. Sebelum akhirnya ia menggelengkan kepalanya dan kembali keruangannya sendiri.
'ada apa dengannya?'
.
.
.
Kyuhyun merenggangkan tubuhnya, dan lagi-lagi melirik kearah ruangan Yesung. Sengaja tak memberikan begitu banyak pekerjaan saat ia lihat raut wajah itu terlihat semakin tak baik. Kini Ia bisa lihat Yesung tengah menunduk, menumpukan keningnya pada tangan yang ia lipat diatas meja. Masih pada posisi yang sama sejak Kyuhyun melihatnya setengah jam yang lalu. Tak menampakkan wajahnya sama sekali.
'Ini bahkan sudah lewat jam pulang kantor. Bukankah biasanya dia selalu pulang tepat waktu? Kenapa dia masih disini?'
Ia pun mengangkat gagang teleponnya dan memutar nomor extention Yesung. Tak ada jawaban. Padahal namja itu ada didalam ruangan. Kyuhyun menautkan alisnya bingung. Aneh. Akhirnya ia beranjak dari duduknya menuju ruangan Yesung.
"Yesung Ssi.."panggilnya didepan pintu.
Tak ada jawaban, Kyuhyun pun mendekati Yesung, berdiri disampingnya, perlahan menggoyangkan tubuh itu.
"Yesung Ssi?"
Tetap tak ada jawaban. Ia pun menarik bahu Yesung dan sedikit terkejut saat tubuh itu melunglai. Dengan sigap Kyuhyun langsung menangkap tubuh Yesung yang hampir jatuh itu. Kemudian mendaratkan punggung tangannya pada kening Yesung. Panas.
"Ya! Ada apa denganmu?!"paniknya sembari menepuk-nepuk pipi chubby Yesung.
Dan tentu saja panggilannya tak mendapatkan respon mengingat namja manis itu tengah tak sadarkan diri.
"Ya! Kim Yesung!"
"Aish! Bangunlah bodoh!"
Tanpa pikir panjang, Kyuhyun memutar kursi Yesung dan berjongkok membelakangi Yesung, kemudian menarik tangan mungil itu untuk jatuh kepunggungnya. Setelah merasa posisi Yesung tepat, secepat kilat ia berlari keluar. Membawa namja ini ke Rumah sakit.
.
.
.
"Bagaimana keadaannya?"
Sang Dokter yang ber-name tag 'Lim Kwang' itu sedikit tersenyum"Tak perlu khawatir. Hanya kelelahan dan sedikit dehidrasi. Dilihat dari kondisinya, sepertinya ia terlalu bekerja keras dan kurang istirahat. Apa benar begitu?"
Kyuhyun hanya diam, tak tau harus menjawab apa. Ya, walaupun sebenarnya ia tau akan pekerjaan lain sekretarisnya itu. Lagipula bukankah namja itu sendiri yang memilih untuk tetap bekerja disana, jadi untuk apa ia peduli?
"Kami sudah memasangkan cairan infus pada tubuhnya. Ada baiknya jika malam ini ia menginap disini untuk memulihkan tubuhnya.."jelas sang Dokter
"Kesehatan itu penting. Anda juga harus mengingatkannya agar menjaga kondisi tubuhnya.."
Kali ini Kyuhyun hanya mengangguk "Hm. Aku mengerti"
"Apa ada yang ingin Anda tanyakan Tuan?"tanya sang dokter yang dijawab sebuah gelengan dari Kyuhyun.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi. Anda bisa mengurus segala administrasi dan data pasien sekarang.."
Lagi, Kyuhyun hanya mengangguk "Hm. Baiklah. Terima kasih Dokter Lim"
Sang dokter pun berlalu meninggalkan Kyuhyun yang kini hanya bisa menghela nafas kesal.
"Si bodoh itu. Merepotkan saja!"decak Kyuhyun.
.
.
...
.
.
Raut wajah Kangin terlihat khawatir, berkali-kali memandang kearah pintu masuk berharap pintu ia akan menemukan sosok yang ditunggunya. Tatapannya beralih pada ponselnya, berulang kali juga ia menelpon, tapi tetap saja tak ada jawaban.
"Apa kau masih belum bisa menghubungi Yesungie, Kangin-ah?"tanya seseorang disampingnya.
Kangin menoleh dan mengangguk pelan "Selama ia bekerja disini, ini pertama kalinya Yesung absen dari pekerjaannya. Kuharap ia baik-baik saja hyung.."
Sama sepertinya, namja cantik disamping Kangin itu terlihat khawatir. Pasalnya sejak setengah jam yang lalu, saat Kangin menelpon dan mengatakan ia tidak bisa menghubungi Yesung, Leeteuk langsung bergegas menuju rumah Yesung setelah menitipkan cafe-nya pada Eunhyuk, berharap ia menemukan namja manis itu disana. Namun nihil, namja manis itu tak terlihat dimanapun. Bahkan dikantornya sekalipun. Ia sudah berusaha mendatangi Cho Corp tapi nampaknya sudah tak ada satupun pegawai lagi disana. Dan pada akhirnya disinilah dia, ikut menunggu kedatangan Yesung bersama Kangin. Hanya untuk memastikan Yesung baik-baik saja.
"Hm. Aku juga berharap seperti itu Kangin-ah.."ucapnya dengan nada khawatir sambil meremas tangannya.
Sedikit gugup, Kangin mengangkat tangannya dan menepuk bahu Leeteuk mencoba menenangkan namja cantik itu walaupun sejujurnya jantungnya sendiri saat ini sepertinya tidak baik-baik saja. Berdetak dengan sangat kencang saat Leeteuk tersenyum tipis kearahnya.
.
.
...
.
.
Yesung mengerjapkan matanya pelan, mencoba beradaptasi dengan cahaya lampu yang masuk kedalam retinanya. Setelah iris kelam itu terbuka sempurna, Ia pun memijit keningnya dan mengedarkan pandangannya pada ruangan bercat putih itu. Saat bau obat menyeruak jelas menusuk indera penciumannya, ia sudah bisa menduga dimana ia sekarang berada.
Yesung mengangkat satu tangannya yang terpasang jarum infus. Ah...
Separah itukan keadaannya saat ini hingga jarum itu harus tertancap ditangannya? Yesung menghela nafas pelan sebelum ia bangkit dari tidurnya. Dan tak sengaja matanya menatap jam dinding yang ada diruangan itu. Pukul delapan malam. Omo!
"Aku terlambat!"
Yesung langsung mencari-cari ponselnya, tapi tak menemukannya dimanapun. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Ia pun menyibak selimut tipis yang menutupi setengah tubuhnya kemudian sedikit meringis saat mencabut jarum infus yang masih terpasang itu. Dan bahkan kepalanya masih terasa berputar ketika ia turun dari tempat tidur.
Klek!
Kyuhyun yang baru saja menyelesaikan administrasi Yesung, sedikit terkejut saat ia melihat selang infus yang menggantung bebas dan sudah terlepas dari tubuh sekretarisnya itu. Pandangannya sedikit menunduk kebawah dan dilihatnya Yesung tengah memakai sepatunya.
"Ya! Kau sedang apa?"
Spontan Yesung langsung menoleh, sedikit terkejut saat ia melihat sosok Kyuhyun juga berada disana. Kenapa ada atasannya itu disini? Yesung pun mengalihkan pandangannya kesekeliling, hanya untuk memastikan atasannya itu sedang berbicara padanya.
"Kau berbicara padaku sajangnim?"
Kyuhyun memutar bola matanya kesal. Siapa lagi yang ia bentak diruangan itu selain dia?
"Hanya ada kau dan aku disini. Tentu saja aku bicara padamu bodoh!"
Aish. Tak pernah puaskah atasannya itu terus berkata kasar padanya? Dan tiba-tiba saja ia mempunyai sebuah ide. Hm, baiklah. Bukan hal yang buruk sepertinya jika ia sedikit membalas kekesalannya pada namja ini karena kejadian kemarin.
"Ah, apa kau yang membawaku kemari?"tanya Yesung lagi
Kyuhyun berdecak "Kemana kata-kata sopanmu itu padaku Yesung Ssi?"
Sambil terus berjongkok dan mengikat tali sepatunya, Yesung menghela nafas "Bukankah jam kantor sudah berakhir? Lagipula ini bukan lagi dikantor, jadi aku berhak memanggilmu apa saja bukan?"ucapnya cuek tanpa menatap Kyuhyun.
Kyuhyun menggertakan giginya kesal. Namja ini benar-benar tidak tau berterima kasih. Jika tau pada akhirnya seperti ini, lebih baik ia tadi memilih untuk tidak peduli dan meninggalkannya sendirian diruangan itu.
"Kau masih berani padaku! Harusnya kau berterima kasih padaku karena sudah membawamu kemari! Dan kau tau, tubuhmu itu berat sekali! Pinggangku rasanya mau patah setelah menggendongmu.. "
"Ah, begitu rupanya. Tapi...Bukankah aku tidak memintamu untuk membawaku kemari? Lihatlah bahkan sekarang aku sudah baik-baik saja.."ujar Yesung santai membuat Kyuhyun semakin ingin meluapkan emosinya.
"YA! Kau! Berani mempermainkanku huh? Jika tau seperti ini lebih baik aku membiarkanmu mati disana!"
Yesung berdiri dan sedikit menggelengkan kepalanya saat rasa pusing itu kembali datang.
"Aku tidak akan begitu mudah mati hanya karena terserang demam"kekehnya pelan saat ia melihat wajah Kyuhyun memerah karena kesal.
"Dan kau tenang saja, aku bukan orang yang tak tau berterima kasih pada kebaikan orang lain. Terima kasih"ucapnya sambil berjalan kearah pintu dan melewati Kyuhyun begitu saja.
Tangan Kyuhyun langsung menangkap lengan Yesung, mencengkramnya sedikit erat "Kau mau kemana huh?"
"Itu bukan urusanmu bukan?"tanya Yesung balik membuat Kyuhyun semakin menggertakkan giginya. Ia pun menghentakkan tangan Yesung dengan kasar.
"Baiklah! Pergilah! Lakukan apapun yang ingin lakukan sekarang! Sia-sia saja aku membawamu kemari!"
Yesung terdiam saat sekilas ia bisa lihat ada raut khawatir diwajah Kyuhyun. Benarkah? Entahlah, ia tak yakin akan hal itu. "Sebenarnya apa yang kau kesalkan Kyu Ssi?"
"Aah, aku paham. Jika kau kesal hanya karena masalah uang RS ini, bukankah kau bisa memotong gajiku nanti?"
"YA! Kau!"
Yesung tersenyum kecil sebelum berbalik dan menghilang dibalik pintu, meninggalkan Kyuhyun yang kini menatap tak percaya kearah pintu. Ya, walaupun ia masih kesal setengah mati, tapi entah kenapa melihat namja manis itu melawannya seperti tadi ada sedikit perasaan lega. Bukankah artinya sekarang sekretarisnya itu sudah baik-baik saja? Tapi tunggu—
Cho Kyuhyun peduli? Pada namja yang menjabat sekretarisnya itu? Apa ia sungguh khawatir? Pada Kim Yesung? Oh! Apa tidak salah? Tidak. Tidak. Ini pasti sebuah kesalahan.
.
.
.
Yesung duduk dihalte subway yang terletak tak jauh dari rumah sakit sambil menyandarkan kepalanya pada tiang besi disampingnya. Rasa pusing itu belum sepenuhnya hilang. Bahkan sejujurnya, ia merasakan tubuhnya masih lemah. Tapi ia tidak boleh sakit. Tidak boleh. Jika ia tidak masuk sehari saja, bukankah itu artinya ia juga menyia-nyiakan uang yang harusnya ia peroleh? Ia kembali melirik jam tangannya, sedikit gelisah karena bus yang ia tunggu tak kunjung datang.
Ia yakin Kangin pasti menghubunginya, tapi apa boleh buat ia tak menemukan ponselnya dimanapun, yang sepertinya ponsel itu tertinggal diatas meja kerjanya. Dan ia pun tak bisa menghubungi Kangin mengingat selama ini ia tak pernah menghafal satupun nomor penting diponselnya itu.
.
Dikejauhan, sekitar dua meter dari halte, sang pengemudi mobil sport Ferrari itu tengah memperhatikan gerak-gerik Yesung. Decakan, gerutuan kesal terus terlontar dari bibir tebalnya saat ia melihat namja manis itu tetap tak beranjak dari sana sejak lima belas menit yang lalu.
"Apa yang si bodoh itu lakukan disana? Kenapa tidak langsung pulang?"gumamnya sendiri
"Lalu Cho, apa juga yang tengah kau lakukan disini? Kenapa kau mau repot-repot menunggunya namja tak tau diri itu?"tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri.
Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi. Sedang apa dia disini? Kenapa ia tidak langsung pulang dan meninggalkan namja manis itu seorang diri disana? Bukankah itu kemauannya sendiri? Jadi lagi-lagi untuk apa ia peduli?
"Aish! Ada apa denganku?"tanyanya lagi
Akhirnya setelah beradu dengan pikirannya sendiri, Kyuhyun menarik pedal gasnya dan pergi dari sana. Tapi baru saja tiga meter mobilnya melewati Yesung, ia kembali menghentikan mobilnya.
"Aish! Orang itu benar-benar!"
Ia pun kembali memundurkan mobilnya dan berhenti tepat didepan Yesung. Kemudian menurunkan kaca mobilnya "Ya! Bodoh! Apa yang kau lakukan disana huh?"
Iris kelam Yesung memandang lurus kedepan, menatap datar kearah Kyuhyun yang masih duduk dibalik kemudi mobil mewahnya. Tapi ia hanya diam. Dan lagi-lagi hal itu membuat Kyuhyun kesal. Tapi ia coba tahan kekesalannya itu.
"Masuklah. Aku antar kau pulang"
"Tak perlu. Lebih baik kau pulanglah saja.."jawab Yesung sambil menutup matanya.
Kyuhyun menggenggam erat kemudinya. Detik berikutnya ia pun keluar dari mobilnya dan berdiri didepan Yesung.
"Jangan keras kepala! Aku yang membawamu kemari maka aku juga yang akan mengantarmu pulang"jelas Kyuhyun dingin.
"Jangan khawatir"singkat Yesung tanpa membuka matanya.
Kyuhyun mengerutkan alisnya. Namja didepannya ini memang tidak sedang baik-baik saja, tapi sungguh, sifat keras kepala itu benar-benar membuat Kyuhyun harus terus menahan emosi.
"Aku bukan khawatir padamu bodoh! Aku hanya tak mau dicap sebagai atasan yang tak bertanggung jawab. Itu saja"ucapnya sambil menarik tangan Yesung.
Yesung berdiri dari duduknya dan menghentakkan pelan tangan Kyuhyun "Tidak perlu, sebentar lagi bus ku datang"
Kyuhyun mendengus kesal, dan tanpa aba-aba ia pun mengangkat tubuh Yesung secara bridal style, membuat namja manis itu tersentak kaget dan menatap Kyuhyun tak percaya.
"A-apa yang mau kau lakukan?"tanya Yesung gugup
"Hanya cara ini yang bisa membuatmu tak menolak lagi. Sudah diamlah!"perintah Kyuhyun.
Sejujurnya Yesung ingin berontak tapi entahlah tubuhnya sepertinya menolak. Entah karena ia merasa lemah atau karena jantungnya yang tiba-tiba berdetak sangat membabi buta. Ia sungguh tidak mengerti. Ia hanya terus menatap wajah Kyuhyun.
Kyuhyun sedikit menyeringai saat ia menyadari bahwa namja dalam gendongannya itu terus menatapnya "Bagaimana? Apa kau baru menyadari bahwa aku ini sangat tampan?"
"Jangan sampai kau cinta padaku hanya karena ketampananku ini Yesung Ssi"ucapnya lagi sambil meletakkan tubuh Yesung pada kursi disebelah kemudinya. Tak ada bantahan dari bibir Yesung, ia hanya mampu menelan ludahnya gugup dan mengerjapkan matanya berkali-kali saat melihat wajah Kyuhyun yang kini hanya berjarak sekitar beberapa centimeter dari wajahnya.
Kyuhyun menutup pintu mobilnya, dan dalam hitungan detik saja mobil sport itu melesat cepat menembus jalanan Kota Seoul yang masih tampak ramai itu. Ikut membawa detak cepat jantung Yesung yang hingga kini masih belum bekerja dengan kecepatan normal itu.
.
.
.
TBC
.
.
.
Yuhuuu~~ Update...^^
Ga banyak omong deh. See ya after Ied Fitri. Semoga masih ada yang nunggu ya... ^^
Bye...*kiss*
And the last
Still Mind to review?
BIG THANKS TO :
.
han yong neul, Ncheon, nin nina, Cha2LoveKorean, KyundaClouds, TrinCloudSparkyu, hera3424, Yong, ryu jackson clouds, strawberrylove97, yoon HyunWoon, sisil li24, Aru Clouds, rinny agustya, yesunghyunggue90, yesungismine, tinachalite saranghaejanggeunsuk, clouds04, uthienz keykimkibum, aku suka ff, tety sinaga, szasza harnis, mels, ajib4ff, sam, kropi, aKyuCloud, GaemCloud, yeyepapo, Erliah, won, Fairy siwoonie, DySparcloud, Guest, cloudy10, Evilcloud1046, Dewi CloudSparkyu, Tinker, oneheartforsuju
.
Really...I love you guys! Thank you sooooo much!
