chapter 4
Cerita sebelumnya... (Baca aja di Chapter 3 :D ).
Sakon melangkah menuju mobil itu dengan percaya diri. Menurutnya ini akan sangat mudah.
sayang sekali Tayuya dan Kidomaru harus mati, mereka jadi tak bisa ikut merayakan keberhasilan misi.
'Tapi, siapa yang peduli?' begitu pikirnya.
Kini Sakon telah berada tepat di depan pintu depan mobil.
Kepercayaan diri yang tinggi telah membuatnya menurunkan kehati hatiannya.
Tanpa persiapan atas segala kemungkinan Sakon langsung menarik gagang pintu mobil. Hingga dia hanya bisa terpaku saat dihadapannya Fuu tengah menodongkan pistol sambil tersenyum dihadapannya.
"Kau masih kurang pengalaman, Nak." ujar Fuu.
'Dhoor' Sebuah peluru bersarang di kening Sakon setelah Fuu menarik pelatuk pistolnya. membuat Sakon roboh seketika dengan tatapan penuh penyesalan.
'Dsing Dsing Dsing'
melihat Sakon tumbang, Kimimaro dengan refleks menembakan tiga peluru kearah tempat tadi Sakon berdiri.
'Dsing Dsing Dsing'
Fuu membalas tembakan lawan didepannya. tapi Kimimaro berhasil menghindarinya. Lalu Dia berinisiatif untuk bersembunyi dibalik pohon.
"Cih, sial." decih Kimimaro.
Sementara didalam mobil, Fuu dan Sara berusaha melepaskan kaki Naruto yang terjepit. pemuda bersurai pirang itu saat ini tak sadarkan diri dengan luka didahi bekas benturan.
"Akhirnya lepas juga." gumam Fuu setelah berhasil melepaskan kaki Naruto yang terjepit.
"Sara bawa Naruto kun keluar, Aku akan mengalihkan perhatian orang itu!." perintah Fuu pada juniornya.
"Baik Senpai."balas Sara.
Fuu mendongakan kepalanya keluar. tapi sedetik kemudian dia langsung dibredeli tembakan oleh Kimimaro. Detik itu juga Fuu memasukan kembali kepalanya kedalam untuk menghindari tembakan.
"Hampir saja.." gumam Fuu, 'Paling tidak Aku sudah tau posisinya' batinnya.
Tanpa menunggu lama Fuu langsung mengeluarkan setengah badannya dari dalam mobil. lalu menembakan pistol kearah Kimimaro yang telah iya ketahui posisinya.
Kimimaro hanya bisa mengumpat, karena saat dia akan mengarahkan pistolnya dia langsung dibredeli peluru dari Fuu.
Melihat musuhnya tak bergeming dari tempatnya bersembunya, Fuu melompat dari mobil yang sudah terjungkal itu agar bisa lebih leluasa menghadapi musuhnya. sambil menembakan beberapa peluru kearah Kimimaro agar musuhnya itu tak bergeming.
'Dsing Dsing Dsing'
Kimimaro menembakan tiga peluru kearah Fuu.
Fuu tidak tinggal diam. dia membalasnya dengan tiga tembakan pula.
'Dsing Dsing Dsing'
Peluru yang ditembakan Fuu mengarah pada tembakan Kimimaro kearahnya.
'Trank Trank Trank'
Membuat peluru mereka saling beradu diudara.
Sementara Sara yang melihat musuh yang fokusnya sudah teralihkan pada Senpainya, mengambil kesempatan itu untuk membawa Naruto keluar. Tak lupa dia juga membawa bazoka yang tadi digunakannya.
Fuu dan Kimimaro saling melepaskan tembakan dan saling menghindar, sampai sampai Kimimaro tak memperhatikan Sara tengah membidik dengan RPG32 dipundaknya.
Fuu menyeringai penuh kemenangan.
Kimimaro terkejut saat melihat Sara membidik kearahnya. Naas, sebelum kimimaro sempat menghindar tembakan Sara sudah meluncur kearahnya dengan kecepatan tinggi.
"Gomen.. Orochi sama.." lirih Kimimaro pasrah. Dia merasa tak berguna karena misinya telah gagal. dibibir pria bersurai putih tersungging sebuah senyuman, sebelum akhirnya peluru RPG32 meledakan tubuhnya.
Usai pertarungan adu tembak itu Fuu berlari menuju kearah Naruto yang tengah tak sadarkan diri.
"Sebaiknya kita bergegas Sara." ucap Fuu sambil memeriksa keadaan Naruto.
"Hai, Senpai. lagi pula sepertinya polisi akan segera datang." balas Sara saat mendengar samar samar bunyi sirine yang semakin terdengar jelas.
Time Machine Projection
Sementara itu disebuah ruangan atau lebih tepatnya ruangan milik Shikamaru, tengah berkumpul beberapa pria yang masing masing mengenakan stelan jas hitam dan beberapa wanita yang mengenakan setelan pakaian ketat warna hitam.
"Hei Shikamaru, bagaimana pendapatmu?" tanya Kiba tiba tiba. Pertanyaan yang tentu saja tidak dimengerti maksudnya oleh si jenius malas itu.
"Bagaimana apanya?" tanya Shikamaru balik dengan wajah malas.
"Tentang Naruto. Jujur saja aku tak setuju kalau dia dijadikan target." jelas kiba tanpa pikir panjang. Shikamaru memandang bingung Kiba. Apa pria ini terlalu bodoh? bagaimana jika diruangan ini ada yang membocorkan peryataannya. bisa bisa dia dieksekusi karena dianggap penghianat.
Kiba yang melihat ekpresi Shikamaru, kemudian menyambung kata katanya. "Kau tak perlu cemas, Aku sudah mengatakan ini sebelumnya pada yang lainnya, hanya kau yang belum kuberitahu." konfirmasi Kiba membuat Shikamaru menarik nafas lega. "Dan kau tahu, mereka sependapat denganku." lanjut pria dengan tatto segitiga terbalik dimasing masing pipinya.
"Bagaimana Shikamaru?" tanya Chouji pada Sahabat jeniusnya itu. Kiba, Neji, Shino,Tenten,Ino,Rock lee dan Shion menatap Shikamaru layaknya siswa yang menunggu nilai ujiannya keluar.
"Hei, berhentilah menatapku seperti itu" ujar si rambut nanas dengan malas saat dirinya menjadi pusat tatapan teman temannya.
"Aku juga sependapat dengan kalian. Bagaimanapun Naruto adalah orang yang sangat ku kagumi karena kejeniusannya" sambungnya dengan nada serius.
"Jadi.." sahut Neji sambil memberikan jeda waktu pada kata katanya, "Kita harus punya rencana." lanjutnya.
Time Machine Projection
Samar samar Naruto melihat warna putih. Kepalanya terasa sangat pusing. entah apa yang terjadi, terakhir yang dia ingat mobil yang dikendarainya bersama Fuu dan Sara, setelah itu... entahlah, dia tak ingat lagi.
pemuda bersurai kuning itu kemudian mendudukan tubuhnya, setelah itu dia menurunkan kakinya ke lantai untuk mulai berjalan keluar ruangan.
diruang tengah pandangannya tertuju pada gadis bersurai green mint yang tengah asyik menonton tv.
"Fuu chan." panggil Naruto. kepala si blonde itu semakin terasa pusing saja, pandangannya terasa bergoyang seperti tengah terjadi gempa bumi. karena merasa akan jatuh Naruto memegang dinding yang berada disampingnya.
Fuu yang merasa namanya dipanggil kemudian menolehkan wajahnya. buru buru dia beranjak dari duduknya ketika melihat kekasihnya itu tengah limbung.
"Naruto kun." ujar Fuu saat berada didepan si blonde, dengan penuh perhatian perempuan itu memapah tubuh Naruto menuju sofa.
"Kita berada dimana?" tanya Naruto. rasa pusingnya kini sudah mulai berkurang.
"Kita di apartemen Sara, Naruto kun" jawab Fuu sambil menyodorkan kopi yang baru saja di buatnya pada kekasihnya.
Naruto menyeruput kopinya untuk menjernihkan matanya yang sedikit masih buram.
"Sebenarnya apa yang terjadi? terakhir yang kuingat mobil yang kita kendarai berguling, aku tak ingat setelah itu" tanyanya lagi.
"Saat itu kau pingsan setelah dahimu terbentur. Aku dan Sara menghadapi dua orang organisasi ROOT lainnya yang mencoba menghabisi kita, tapi tenang saja, sekarang kita sudah aman." jelas Fuu panjang lebar.
"Lalu bagaimana dengan tujuan kita?" sepertinya tujuannya memang harus tertunda.
"Kita akan lanjutkan besok, iya kan Senpai." jawab Sara yang entah sejak kapan telah berada disamping Naruto dan Fuu.
"yah. kita tak bisa membuang buang waktu." sahut Fuu.
Time Machine Projection
"Orochimaru sama" sapa seorang wanita sambil membungkukan badannya.
"Ada apa Gurren?" tanya si pemilik nama itu sambil memainkan gelas berisi minuman ditangannya.
Gurren berpikir sejenak untuk menentukan darimana dia harus mulai berbicara. bagaimana pun dia tahu kabar ini sangat buruk untuk didengar tuannya.
"Kimimaro dan timnya.. mereka semua sudah tewas." akhirnya Gurren menyampaikan juga kabar itu.
'Praank'
Gelas ditangan Orochimaru pecah dilantai. menandakan pemilik tangan yang memegangnya tengah Syok mendengar kabar buruk itu.
Bagi Orochimaru, Kimimaro adalah anak buah terbaiknya. kesetian Pemuda bersurai putih itu telah membuat laki laki bermata ular itu menganggapnya sebagai anaknya.
Dengan penuh kegeraman Orochimaru menyuruh Gurren untuk mengirimkan seluruh tim terbaik diorganisasinya untuk memburu Naruto dan orang yang melindunginya.
Time Machine Projection
"Apa benar ini tempatnya?." tanya Fuu pada Naruto untuk memastikan tempat ini adalah lokasi yang mereka tuju. saat ini Fuu, Naruto dan Sara berada di Konoha, tepatnya di depan Hotel Hokage yang terletak dipusat kota.
"Ini memang tempatnya kok," jawab Naruto sambil memfokuskan pandangannya pada buku catatan yang berada ditangannya. "Hotel Hokage, sebelum ingatanku dihapus Aku memesan kamar dihotel ini. kita akan menemukan petunjuk disana." lanjutnya.
Skip Time
Saat ini mereka bertiga, Naruto, Fuu dan Sara berada dikamar hotel yang telah disewa oleh Naruto sebelum ingatannya dihapus. Mereka tengah mencari apapun yang sekiranya bisa dijadikan petunjuk. tak lama kemudian Naruto menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. sedangkan Fuu yang berada disampingnya tak menemukan apapun yang bisa dijadikan petunjuk.
"Apa yang kau temukan Naruto kun.?" tanya Fuu sambil mendekatkan dirinya pada si blonde itu.
"Ini hanya Album foto," jawab Naruto sambil membulak balik halaman Album foto yang dipegangnya. "Apa ada yang kau kenal.?" tanyanya balik denga ekpresi ingin tahu. mungkin mereka adalah teman temannya saat di ROOT.
Fuu memperhatikan setiap wajah di foto itu.
"Mereka adalah anggita ROOT," jawab Fuu yakin.
"Aku hanya mengenal beberapa sih, soalnya aku tidak terlalu tahu tentang organisasi itu." lanjutnya.
"Hmm, dia yang rambutnya diikat seperti nanas, namanya Shikamaru nara" ucap Fuu sambil menunjuk sebuah foto pria berjas dengan rambut yang diikat mirip nanas.
Lalu memperkenalkan yang lainnya yang dia kenal, seperti Kiba, Ino, Chouji dan lainnya.
hingga kemudian sampai pada foro seorang pria bertelanjang dada dengan sepasang mata Onix dengan gaya rambut mirip pantat ayam warna biru dongker. "Kalau yang ini namanya-"
"Uciha Sasuke." potong Naruto saat Fuu tengah memperkenalkannya.
"Kau mengenalnya? bukannya ingatanmu sudah dihapus.?" tanya Fuu dengan ekpresi kaget bercampr harap, mungkin saja ingatan Naruto sudah kembali.
"Dia bukan orang asing." jawab Naruto, lalu beranjak menuju sofa.
"Jadi ingatanmu belum kembali yah..?" tanya Fuu dengan nada lemas sambil mengikuti langkah Naruto.
"Jadi untuk sementara kita tinggal disini kan.?" tanya Sara yang kini tengah menuju kearah Naruto dan Fuu, dia tak menemukan apapun yang menarik.
"sepertinya begitu, iya kan Naruto kun.?" jawab Fuu sambil memastikan keputusannya.
"Naruto kun" tanyanya saat merasa tak mendapatkan tanggapan.
"Ah, iyah.. apa tadi?" tanya Naruto yang baru tersandar dari fokusnya pada album foto ditangannya.
"Kau... tak mendengarkan kami?" tanya Sara dan Fuu bersamaan, mereka memasang wajah khawatir.
"Aku mau istirahat Dulu, Fuu chan, Sara." jawab Naruto, lalu beranjak dari duduknya menuju futon tempatnya tidur.
Fuu dan Sara memandang pria bersurai kuning itu dengan cemas dan khawatir.
"Apa tidak apa apa senpai?" tanya Sara khawatir.
"Entahlah.. lebih baik kita juga istirahat" jawab Fuu yang sama khawtirnya.
Mereka bergegas menuju kasur yang akan mereka tempati berdua.
Sebelum menuju kasurnya Fuu menghampiri Naruto, lalu mendekatkan bibirnya pada telinga si blonde itu, dan berbisik "Semua akan baik baik saja." perempuan itu kemudian mencium kening Naruto, lalu beranjak menuju tempat istirahatnya.
"coo cwiiit..." goda Sara pada senpainya sambil terkikik geli.
"Brisik!" balas Fuu dengan rona merah diwajah, lalu dengan cepat menutup dirinya dengan selimut.
Bersambung...
Thank's yang udah sempetin baca.. ^_^
