AUTHOR : LEE EUN SAN

TITLE :TWELVE DAYS OF CHRISTMAS

GENRE :ROMANTIC / FAMILY/COMFORT

CAST :OH SEHUN

XI LUHAN

AND THE OTHERS...

SUMMARY : Oh sehun, pebisnis sukses dari korea selatan diharuskan untuk menjadi lelaki yang menjauhi hal-hal buruk demi mewujudkan sebuah kesepakatan penting dalam hidupnya. "aku minta kau untuk benar-benar menjauh dari kata sex dude!" ancam sahabat sekaligus ketua tim pengacaranya. "tsskk, sex itu sudah seperti makanan untukku!" tolak sehun. "terserah apa maumu kalau begitu! tapi ingat aku tidak jamin semua usahamu akan berakhir manis jika kau tetap melakukannya Oh sialan!" sembur namja bertinggi 187 itu kesal.

"please dude! kali ini turuti apa kataku, setelah tahun baru kau bisa bercinta semaumu! ingat kau harus terlihat suci dari yang tersuci sekalipun!"

DISCLAIMERS

this story based on one of sarah morgan novels.

the plot it's almost the same but i change little bit for the need of the story.

thanks.

.

.

.

previous chap...

"sudahkah aku katakan padamu kalau kakekku menginginkan aku segera menikah?"

sehun menggeleng."tentu saja belum."

"hhh...kakekku selalu memintaku untuk segera memberinya cucu. tapi mengingat aku gagal menikah tahun ini semua keinginannya tak bisa aku penuhi."

sehun memijit keningnya. "astaga."

"bagaimana sekarang eoh? apa aku harus di depak sekali lagi oleh seorang namja? hhhh,, haruskan aku melihat kakekku sedih lagi karena melihat cucunya kembali di tinggalkan namja?" keluh luhan.

"memang siapa yang ingin meninggalkanmu?" sanggah sehun.

"lalu? apa kau juga ingin melanjutkan hubungan ini sampai jauh?" luhan menatap sehun intens.

"..." sehun diam.

"sekarang aku harus dipusingkan mencari alasan pada kakek saat kita nanti berpisah." luhan kembali mengeluh.

"kau tidak perlu pusing." potong sehun.

luhan memandang sehun jengah. "oh ayolah bukan kau yang akan ditinggalkan tuan oh. akulah yang akan kau tinggalkan bukan? "

"aniyo. kaulah yang akan mendepakku. kaulah yang akan memutuskan hubungan kita."

luhan menatap sehun ragu. "na-ya?" tunjuk luhan pada dirinya sendiri.

"ne, kau yang akan mendepakku pergi. jadi sekarang tak ada masalh lain kan?"

"aku? si gadis biasa mendepak seorang oh sehun pergi?"batin luhan bingung.

.

.

.

chapter four...

"apa kau serius? kau memintaku untuk mendepakmu?" ulang luhan tak percaya.

sehun hanya mengangguk sekilas.

"hah! apa ini tidak konyol? kenapa gadis sepertiku bisa mendepak seorang sepertimu tuan oh? aku akan terlihat sangat aneh." sanggah luhan.

"kenapa aneh? bukankah selalu ada alasan?" tanya sehun balik.

"aku memang tidak terlalu sering memperhatikan dunia luar tuan oh, tapi aku masih punya cukup wawasan tentang kau." luhan bersedekap kesal.

"aku? memang apa yang kau dengar tentagku,eoh?" sehun menatap luhan namja tampan nan kaya ini mulai tertarik dengan pola fikir luhan yang menurutnya polos.

"pertama, menurut survei yang aku baca dan aku dengar dari banyak koresponden di luar sana, kau adalah salah satu bujangan paling diminati tahun ini."

"hoo... itu jelas.." jawab sehun sombong.

"tsskk.. dengarkan dulu." kesal luhan degaan wajah lucunya yang sengaja ia buat galak.

sehun mengangkat tangannya tanda menyerah. "oke,, rusa galak."

"kedua, meski kau terkenal suka bergonta-ganti pasangan namun tidak pernah terdengar sedikitpun kabar miring mengenai hibungan kalian. aku masih ragu tentang hal ini mengingat kau punya kuasa berlebih untuk membuatmu tetap bersih." lanjut luhan santai.

"hhiss.. ka.."

"aku bilang dengarkan aku dulu oh sehun!" potong luhan cepat. sehun yang mendapat sedikit sentakan dari luhan sedikit terkejut.

"tsskk..." namja itu akhirnya hanya mendecih sebagai jawaban.

"dan yang ketiga sekaligus terakhir, adalah latar belakangmu sendiri. dari informasi yang sering aku dengar kau adalah salah satu pebisnis termuda yang berhasil masuk top five di majalah forbes. menilik dari usiamu yang masih dua puluhan tahun, kau bisa di katakan menakjubkan. lalu disisi bagian mana aku bisa membuat diriku layak mendepakmu tuan oh yang terhormat" luhan menyender kasar ada sandaran jok mobil mahal sehun.

sehun hanya mengangguk kecil. "well, apa yang kau katakan memang ada benarnya. tapi bukankah kau bisa memakai alasan ketidak cocokan? biasanya para pasangan selalu mengatakan itu saat mereka mengakhiri hubungan. singkat kata yaah.. kau bisa mengatakan pada media kalau kau tidak suka pada beberapa sifatku." saran sehun

"contohnya?" tanya luhan.

sehun mengerutkan keningnya sekilas"eeuumm,, mungkin kau bisa mengatakan aku terlalu posesif, pencemburu dan yah.. sedikit kekanakan."

"mwo..? bisakah?"luhan nampak tak percaya.

"tentu, karena akulah yang mengizinkanmu mengatakannya." jawab sehun

luhan menghela pelan. "baiklah, baiklah. setidaknya aku akan terlihat keren saat kita putus nanti."

sehun tergelak. "ahahah.. kau benar. jarang bukan media mendapatkan berita macam ini. seorang oh sehun terpuruk karena di tinggal tunangannya. woow,, aku bisa menghiasi headline surat kabar sampai berbulan-bulan kurasa."

"majja..." kata luhan sambil nyengir kuda.

mobil mereka terus melaju membelah jalanan kota seoul yang penuh hiruk pikuk. luhan memandang suasana luar lewat kaca jendela yang sengaja ia buka. ia memejamkan matanya saat deru angin malam menyapa wajah cantiknya.

sehun mengernyit bingung melihat kelakuan luhan. selama ini baru luhanlah yang melakuakn hal koyol seperti itu saat sedang berada dalam satu mobil dengannya. biasanya gadis-gadis lain akan senantiasa menempel padanya atau bahkan berciuman panas tanpa menghiraukan keadaan sekitar.

"apa yang kau lakukan?" tanya sehun.

luhan meoleh lalu tersenyum.

demi tuhan, sehun terpesona dengan gadis yang kini ada dismpingnya. senyuman lembut dari belahan bibir mungil itu sejenak membuat sehun kesulitan mengatur ritme detak jantungnya. belum lagi terpaan angin yang membuat rambut coklat luhan berkibar dengan indahnya.

"eobseo... aku hanya suka pada angin." jawabnya masih dengan senyuman indah yang senantiasa terparti di wajahnya.

"kau mau pamer kemesraan eoh?" potong sehun berusaha mengalihkan perhatiannya.

"eh? memang bisa? kita kan tidak melakuakan apapun?" si gadis cantik mengernyit bingung.

"belum memang, tapi aku akan membuatnya demikian." sehun tahu benar, di belakangnya pasti banyak media yang menyewa paparazi yang akan selalu mengikutinya. tanpa berfikir panjang sehun menarik luhan dalam dekapannya. mempertemukan kedua bibir mereka. luhan sempat membulatkan matanya lebar karena terkejut namun sekali lagi, ia harus menyerah pada perlakuan lembut namja kaya ini.

sehun hanya mencium luhan sekilas, lalu melepas kecupanannya. "teruslah memberikan mereka momen seperti ini, aku jamin mereka akan melupakan foto telanjagmu." sehun berujar pelan sambil merapikan rambut luhan yang sedikit berantakan karena tiupan angin.

"nn,,ne..." gagap luhan.

"teruslah bersikap manis sampai dua belas hari kedepan, setelah ini kau bisa melakukan apapun yang kau mau, keutjie?" kata sehun pelan.

tanpa luhan sadari ia mengangguk lemah.

"good girl." sehun mengecup sekilas bibir luhan.

.

.

luhan memandang keluar jendela mobil dengan wajah bingung. "kita akan menghadiri pesta?" tanyanya.

sehun mengangguk. "ne, aku mendapatkan tiga undangan untuk hari ini."

"tiga? apa kita akan datangi semua?" kaget luhan.

"tidak! aku hanya akan datang pada dua undangan. tapi kita tak akan lama. setelah sedikit berbasa-basi kita kan langsung pergi." jelas sehun.

"eoh.. baiklah..." luhan terlihat bersemangat.

"kau sunguuh-sungguhkan dengan kata-katamu tadi?" tanya luhan sebelum turun dari mobil.

"apa?"

"kalau kita memberikan mereka foto-foto lain yang lebih menarik mereka akan melupakan foto sialan itu kan?" luhan nampak masih sedikit cemas.

sehun tersenyum. "tentu saja bodoh! siapa juga yang mau menunjukan foto seperti itu jika di depannya terdapat momen yang lebih menjual." jawab sehun yakin.

luhan menangguk semangat. "baiklah! mari kita buat foto yang menakjubkan!" katanya semangat.

sehun mendengus kecil melihat kelakuan konyol luhan. "kekanakan." ejeknya yang langsung mendapat hadiah death glare gratis dari mata rusa luhan.

"aku mendengarnya tuan oh!"

sehun tersenyum sekilas lalu menuntun luhan keluar dari dalam mobilnya.

seketika keduanya menjadi pusat sorotan kamera. puluhan kali blits kamera mengarah pada keduanya. luhan yang belum terbiasa merasa sedikit pening akibat kilatan cahaya menyilaukan yang mengarah padanya.

tanpa ia sadari gesur tubuhnya berlindung manja di balik bahu kokoh sehun sambil mengamit erat lengan kokoh namja ini. sehun dengan sigap menyembunyikan tubuh luhan di balik tubuhnya. ia menarik luhan kedalam dekapannya lalu merengkuh bahu sempit luhan."gwaencana?" katanya

"pusing.." jujur luhan. respon luhan yang terlihat manja ini mengundang semakin banyak lagi lampu kamera yang menyorotnya. belum lagi sikap protektif sehun yang entah dengan sendirinya keluar begitu saja saat ia melihat luhan kepayahan.

"singkirkan mereka." katanya pada jongkook yang tepat berada di sisi kirinya.

namja tegap bak tokoh hulk di serial avenger iu menghadang beberapa wartawan dengan bantuan pengawal lainnya. dengan proporsi tubuh yang besar, namja-namja kekar itu akhirnya berhasil memberikan akses jalan pada pasangan hunhan.

keduanya memasuki ruangan yang sudah penuh tamu undangan dengan anggun. sehun yang tampan dan luhan yang terlihat sangat cantik menawan sontak membuat keduanya menjadi pusat perhatian.

"kenapa mereka memandangi kita,eoh?" bisik luhan pelan.

"tenanglah dan tersenyum saja." jawab sehun.

luhan yang tidak puas dengan jawaban sehun mengerucutkan bibirnya kesal. "tssk.."

tindakan polosnya ini semakin membuat wajah cantiknya terlihat mengemaskan.

"tuan Oh, suatu kehormatan ada bisa mneyempatkan waktu anda untuk menghadiri pesta ini." seorang yeoja paruh baya mendatangi sehun dengan wajah sumringah.

sehun mengangguk sopan lalu menjabat tangan yeoja berumur itu lembut. "tentu saya harus datang jika anda mengundang saya nyonya yeom." jawab sehun

yeoja berumur itu terkekeh pelan. "kau selalu bisa membuatku tersanjung tuan Oh. ahh,, inikah yeoja yang berhasil memenangkan hati anda tuan Oh?" pandangan yeoja itu beralih pada luhan.

"ne, perkenalkan dirimu baby.." sehun mengelus pungung polos luhan yang terekspos berkat gaun backless yang ia kenakan.

luhan tersenyum "anyeonghasimnika, xi luhan imnida. bangapseumnida nyonya yeom." suara lembut luhan mengalun indah saat ia menyapa yeoja itu.

nyeonya yeom yang nota bene seorang yeoja, juga terpana pada kecantikan luhan. "astaga, anda cantik sekali nona xi. pantas saja tuan Oh jatuh cinta pada anda." pujinya tulus.

luhan menunduk malu. "animnida.." jawabnya sambil menutup sebagian wajahah dengan tangan.

"itulah mengapa saya begitu cinta adanya nyonya." sambar sehun tiba-tiba.

nyonya yeom tergelak puas. "majja,, majja... kau memang sudah dipastikan akan jatuh cinta setengah mati padanya tuan Oh."

luhan menepuk lengan sehun kesal. "hunnaaah..." rengeknya malu.

"aiiggoo,, kau lihat kan nyonya dia manis sekali." sehun mencubit gemas pipi putih luhan.

"baiklah, baiklah. sepertinya makin lama aku disini aku hanya akan menjadi penonton kemesraa kalian. silahkan menikmati pesta ini saja, eoh.." nyonya yeom pamit tak lama kemudian.

sehun mengamit luhan masuk makin dalam. beberapa kali sehun disapa oleh seseorang, dengan penuh kelembutan sehun selalu mengenalkan luhan pada setiap kenalannya.

sampai seorang namja berparas asing menghentikan langkah sehun. "lama tidak berjumpa tuan Oh." sapa namja asing itu dalam bahasa rusia.

"selamat malam tuan Vladmir, senang bertemu anda disini." jawab sehun tenang.

"ahh, diakah gadismu? dia sangat cantik kau tahu." pujinya tanpa sungkan.

sehun sudah ingin menjawab namun sebuah suara lembut menghentikannya. " terima kasih banyak, tuan Vladmir. kehormatan besar bagi saya mendapat pujian dari anda." balas luhan tanpa di duga.

sehun memandang luhan kaget "kau bisa bahasa rusia?"

luhan mengendikkan bahunya sekilas."eung... aku menguasai empat bahasa. mandari, korea rusia, inggris dan sedikit spanyol." jawab luhan sambil tersenyum riang.

vladmir terlihat senang. "senang sekali akhirnya aku menemukan parter yang mengerti bahasaku. lelah sekali menggunakan bahasa inggris kau tahu." katanya lucu.

luhan terkekeh kecil "benarkah, sepertinya aku akan menjadi penyelamat malam anda tuan Vladmir." jawab luhan luwes.

"ahahahah,, kau benar. kau benar."

sehun sungguh tak pernah menyangka bahwa gadis ini akan memberinya kejutan. tak pernah terbayangkan di benaknya luhan akan mampu berbaur secepat ini. pikirnya dia harus banyak menuntun luhan, tapi nyatanya semua dugaannya salah. saat ini luhan justru sedang asik berbicara pada beberpa tamu yang silih berganti mengajaknya bicara.

"dia sungguh diluar dugaan." kata sehun sambil tersenyum simpul.

sehun berjalan mendekati luhan lalu meraih pinggang sempit gadisnya." menyukai pestanya nona cantik." katanya lebut.

luhan menoleh lalu tersenyum cantik."eung, ini menakjubkan. aku suka hun-ah.."

"gadismu sunguh membuat pesta ini semakin semarak tuan Oh." puji vladmir tulus,

"benarkah? aku senang sekali mendengarnya." jawab sehun sambil mengelus tubuh luhan sayang.

sehun yang awalnya hanya berniat untuk singgah sejenak di buat tak berkutik dengan kelakuan luhan yang memohon padanya untuk tetap tinggal. dengan mata indahnya luhan merengek yang langsung mendapat persetujuan dari sehun. reflek luhan memeluk sehun erat sebelum kembali pada teman-teman barunya.

wartawan yang sedari tadi terus mengamati keduanya di buat geleng kepala melihat setiap perlakuan lembut sehun pada luhan. "aku rasa tuan Oh Sehun yang hebat sudah ditaklukkan." gumam beberapa wartawan.

.

.

.

setelah menghabiskan waktu hingga lewat tengah malam, pasangan serasi ini pulang dalam keadaan setengah mabuk.

"kau minum terlalu banyak rusa nakal." ejek sehun.

luhan tersenyum bodoh. "aku sudah lama tidak bersenang senang tuan." jawabnya linglung.

sehun mendecih lalu merengkuh luhan dalam gendongannya. bukannya risih, luhan justru terlihat nyaman dalam pelukan sehun. gadis cantik itu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher sehun dan sesekali mengendusnya "aku lelah dan mengantuk.." rengeknya.

"ini karena ulahmu sendiri rusa nakal. cha tidurlah..." sehun mengeratkan gendongannya.

sesampainya di dalam kamar, dengan hati-hati sehun membaringkan luhan keatas ranjang. ia melepas sepatu luhan sebelum menyelimuti gadis yang tengah terlelap itu. "ttcck.. lihat kelakuanmu.." katanya sebelum berlalu kedalam kamar mandi.

tak berselang lama sehun keluar dengan keadaan yang lebih segar. ia memakai piama longgar berbahan lembut sebagai pilihannya.

sehun menguncangkan tubuh luhan untuk mebangunkannya. "ganti bajumu.."

luhan membuka pelan matanya. "euunnghh.. tapi aku mengatuk..." jawab luhan dengan suara manja.

"tsskk,, kau tak akan nyenyak tidur jika masih menggunakan baju itu." saran sehun.

meski sangat malas namun akhirnya luhan membuka matanya. dengan langkah terseok dia masuk kedalam kamar mandi sambil membawa sebuah piama untuknya. tak berselang lama luhan sudah tampak segar, ia ikut bergabung dengan sehun tidur di ranjang tanpa berfikir panjang.

.

.

esoknya, luhan terbangun namun tak mendapati sehun di sampingnya. hanya sebuah note kecil di samping nakas yang menyambutnya.

"hari ini aku ada kepentingan di jepang. nanti sore aku sudah kembali kekorea. kau bisa jalan-jalan untuk menghabiskan waktu. jongkook akan menemanimu." pesan sehun lewat tulisannya.

luhan merenggangkan ototnya sebelum beranjak dari ranjang. ia memutuskan untuk mandi agar lebih segar. saat ia keluar ia sudah di sambut hangat oleh room service yang mengantarkan sarapannya. kebetulan luhan mengenalnya.

"jie..jie.." sapa luhan senang, ia setengah berari menghampiri gadis itu lalu memeluknya erat.

"tsskk,, aku sedang bertugas rusa nakal..!" gadis itu membalas pelukan luhan.

"aku rindu padamu minsu jie.." rengeknya.

"tsssk manja sekali kau ini. astaga, ingat umurmu anak nakal." balas minsu gemas.

luhan hanya menunjukan cengiran khasnya saat mendapat omelan cinta dari gadis yang sudah ia anggap saudaranya itu.

"makanlah selagi mash hangat. aku harus melanjutkan pekerjaan." pamit minsu.

"gomawo, jie."

minsu tersenyum lalu meningalkan kamar. luhan memilih membawa sarapannya ke balkon sekalian untuk menikmati udara pagi yang menyehatkan. luhan membolak-balik koran yang menjadi teman sarapannya pagi ini. wajahnya tiba-tiba berubah kaget saat ia membaca sebuah headline di bagian dalam koran " Penakluk sang pangeran es". dan yang lebih mengagetkannya lagi adalah terpampang dengan jelas foto dirinya saat sehun mencium gemas dirinya saat di pesta semalam.

"tsskk... penakluk apanya?" gumamnya sambil mengipasi wajahnya yang mendadak panas.

di tengah kegugupannya tiba-tiba ponsel luhan berbunyi dan menampakkakn sebuah nomer asing. "hallo.." sapanya sopan.

"kau sudah bangun?" suara sehun terdengar di seberang line.

"eoh, ini nomermu?" tanya luhan balik.

" hanya ingin mengatakan bahwa sebentar lagi jongkook akan datang kekamar. pergilah dengannya untuk membeli beberapa baju dan perlangkapanmu lainya. jongkook akan mengantarkanmu ke beberapa butik langgananku." jelas sehun panjang.

"apa harus? aku kan juga punya baju sendiri?" bantah luhan.

"tsskk, bisa tidak sih kau menurut saja tanpa membantah." omel sehun.

"arraseo,, tuan pemaksa. aku akan pergi nanti." sahut luhan kesal.

"tsskk, begini kan lebih baik. ah, ita nanti setelah aku pulang kita akn langsung ke toko perhiasan untuk membeli cincin."

"cincin?" ulang luhan

"ne, ada yang salah?" tanya sehun.

"untuk apa kita membelinya?"

"kau lupa kita kan akan bertunangan? apa kau tak ingin memberi berita lain pada mereka hari ini? kau tidak takut mereka menggunakan foto telajangmu eoh?" ancam sehun.

"tsskk,, menyebalkan! baiklah, aku tahu. kau pulang jam berapa?"

"aku hanya akan disini sampai jam satu siang. setelahnya aku akan pulang." jelas sehun.

"baiklah, sampai bertemu nanti." luhan memutus telponya lebih dulu.

seperti pesan sehun padnya barusan, tak berapa lama ia mendengar suara ketukan di pintu kamarnya. sesuai dugaan jongkooklah yang muncul.

"tuan Oh meminta saya untuk menemani anda belanja hari ini nona Xi." namja tinggi nan tegap itu berucap sopan.

"aku tahu, aku akan turun sepuluh menit lagi." jawab luhan.

jongkook membungkuk paham. "saya akan menunggu anda disini nona.

"arraseo.." setelahnya luhan segera bersiap lalu menemui jongkook yang telah menunggunya.

"silahkan nona.." sapa jongkook sopan

dengan dikawal tidak kurang tiga orang, luhan berjalan turun dari kamarnya. meski awalnya merasa sedikit risih dengan pandangan orang-orang namun luhan memilih menatap kedepan tanpa menoleh.

"kita akan langsung ke butik nona yeom, nona." kata jongkook

luhan mengangguk. "ne, arraseo."

luhan menghabiskan waktunya selama di mobil dengan berkirim pesan dengan salah satu teman rusianya semalam. ia sesekali tersenyum kecil saat membaca pesan yang masuk.

"astaga, aku fikir orang rusia itu mengerikan tapi ternyata mereka lucu sekali." kekeh luhan saat sekali lagi kekasih vladmir membalas pesannya.

lima belas menit kemudian. luhan sampai di depan sebuah butik di kawasan pertokoan elit di daerah gangnam. berderet toko sejenis berbaris rapi memenuhi daerah sepanjang jalan utama kota seoul ini.

luhan melepas kaca mata hitam yang bertengger manis di hidungnya sebelum memasukki toko.

"selamat datang nona, silahkan masuk. nona yeom sudah menunggu anda." sapa seorang pegawai butik ramah.

luhan tersenyum kecil lalu mengikuti arahan pegawai tadi.

"ah, anda sudah datang nona xi." seorang yeoja cantik bertubuh bak model datang menghampiri luhan.

"senang bertemu dengan anda nona xi. perkenalkan nama saya inhwa, yeom inhwa." yeoja itu mengulurkan tanannya

luhan menjabat tangan yeoja itu "senang juga bertemu denganmu. nona yeom."

"suatu kehormatan bagi saya bisa membantu semua keperluan anda nona xi. mari ikut saya, saya akan menunjukkan beberapa gaun yang sekiranya anda inginkan." inhwa mengajak luhan menuju lantai dua.

selama bebrapa menit keduanya sibuk memilih beberapa gaun yang cocok untuk di kenakan luhan. mengingat selama sebelas hari kedepan ia harus tampil mempesona disamping sehun maka luhan berfikir semua gaun ini setidaknnya bisa sedikit membuat penampilannya lebih baik.

di tengah kegiatan, ponsel luhan berdering, "ah, sebentar ya nona yeom, sehun menelpon."

"kau sedang ada di butik eoh?" tanya sehun langsung.

"eung,, aku sedang memilih beberapa baju. semua pekerjaanmu sudah selesai?" tanya luhan balik

"aku rasa begitu. mungkin sebentar lagi selesai." jawab sehun

"benarkah. bagus sekali."

"ah, iya. kau mendapat undangan dari vlad. dia langsung menelponku beberapa saat yang lalu untuk mengajakmu datang ke pesta pertunangannya besok. apa kau mau datang?"

"jinjja? aku mau hun-ah.. aahh..! kebetulan aku sedang berkirim pesan dengan joshepin tadi. tapi ia tidak sedikitpun membahas pesta itu. aiishh, menyebalkan." keluh luhan manja.

"mungkin ia ingin meminta izin dariku dulu, eoh." jawab sehun

luhan mengangguk paham. "aku tahu. "

"baiklah kalau begitu. nikmati waktumu bersama nona yeom."

"eung,, arraseo. kau janga lupa makan siang." pesan luhan.

"ne, rusa cantik."

"tsskk,, berhenti merayuku.." dumal luhan yang langsung membuat sehun tergelak.

"baiklah.. baiklah. aku tutup telponnya ne.."

"ne,, bye.."

luhan berbalik menghhadap inhwa ."maaf membuat anda menunggu nona yeom."

"tidak masalah nona. oh iya kami juga memiliki beberapa model tas terbaru apa anda bersedia melihatnya." tawar inhwa.

luhan mengangguk. " boleh.."

luhan melihat beberapa tas bermerk terkenal yang terpajang rapi di sepanjang etalase kaca bening. luhan tertarik dengan sebuah tas cantik berwarna hitam. saat luhan berniat mengambilnya tiba-tiba tangannya bersentuhan dengan seseorang yang juga berniat mengambilnya.

"eh.." kaget keduanya.

"maaf.." kata luhan sopan.

"ahh.. anda juga menyukai ini?" seorang gadis tingi semampai dengan gaya berpakaian high class menyapa luhan. wajahnya sangat mengemaskan dengan mata pandanya yang lucu.

"begitulah.." jawab luhan

"hhhmm.. tapi aku sudah ingin tas ini sejak kemarin..." rengeknya

"eh..?" kaget luhan

"jie jie, bisakah kau mengalah untukku? izinkan aku memilikinya ne..?" mohonnya dengan wajah memelas yang sungguh mengemaskan.

luhan masih sedikit terkejut dengan kelakuan aneh yeoja cantik di hadapannya ini.

"tao-er.. "tiba-tiba di belakangnya muncul seorang namja tampan dengan tinggi badan menjulang yang langsung menggengam tangan gadis yang di panggi tao tadi.

"gege..." rengeknya.

"itu..." tunjuknya pada tas yang tepat berada di depan mereka.

"tapi bukankah nona ini dulu yang melihatnya.."

si gadis panda cemberut. "tapi ge..." dia masih mencoba merengek.

"kita cari yang lain oke.." si namja tampan berujar pelan mencoba membujuk panda cantiknya.

"kau mau ini?" kata luhan

binar mata si gadis anda yang sempat meredup kembali bersinar. dia mengangguk antusias sambil menatap luhan penuh harap.

luhan mengambil tas incarannya lalu menyerahkan benda itu pada si gadis panda. "cha.. ini untukmu saja,,,"

"jeongmal?" ulang si gadis panda senang.

luhan tersenyum lalu mengangguk "ne, ini untukmu."

si gadis panda memeluk luhan erat "gomawo jie.. tao senang sekali."

"senang melihatmu gembira.." jawab luhan tulus.

"namaku tao, huang zi tao. aku dari china dan ini tunanganku kris wu." kata si gadis panda riang.

"hai tao. senang berkenalan denganmu. namaku luhan, xi luhan."

"luhan? luhan kekasih oh sehun?" tanya kris antusias.

luhan menganguk. "ne, apa kalian mengenal sehun."

tao mengangguk "majja..! dia kan mantan kekasihku..." jawab tao polos.

TBC

WAALLAH..? KOK BISA KEBETULAN KETEMU MANTAN SI TEHUN COBA.

KIRA-KIRA GIMANA REAKSI SI RUSA?

PENASARAN...?

SAAAMMAA... ^^

kalo mau tau jawabannya cukup pantengin aja ini cerita ampe kelar, oke.

see ya..

sign

LEE EUN SAN

EunhyukLegalWife