Remember.
Chapter 4.
Rated: T
Pairing: Naruto&Hinata
Genre: Romance, dll..
Disclaimer Naruto by Masashi Kishimoto
Selamat membaca~..
"Akatsuki..." geram Naruto.
.
.
.
-Kantor Hokage-
Terlihat di sebuah ruangan terdapat para kage dari 5 negara terbesar, mereka semua sedang mengadakan rapat yang sekarang masalahnya kembali pada organisasi yang bernama Akatsuki.
"Terakhir-akhir ini Akatsuki mulai berulah kembali, kurasa kita semua harus memikirkan sebuah rencana untuk menghentikan ulah mereka yang semakin lama, semakin parah." Usul seorang kage yang paling tua diantara mereka, Oonoki.
"Kau benar Tsuchikage, jika kita biarkan terus menerus mereka pasti akan semakin ber'ulah." Kata seorang Raikage, A.
"Bukan'kah kita sudah pernah membuat kesepatan dengan mereka?" tanya mizukage perempuan, Mei Terumi.
"Iya, tetapi Akatsuki adalah sebuah organisasi yang keras kepala. Jadi bisa saja jika mereka mengingkari janjinya..." komentar Kazekage, Sabaku Gaara.
"Hhhh... Kurasa tak lama lagi akan datang suatu masalah kecil yang bisa berdampak besar..." ucap Minato, selaku Hokage ke 4.
"Kuharap tidak..." Komentar Tsunade lagi.
.
Selesai rapat para kage memutuskan untuk segera pulang ke desa masing-masing untuk berjaga-jaga akan kedatangan Akatsuki, kecuali Gaara yang masih mempunyai beberapa urusan dengan Konoha. Di ruangan kerja para hokage terlihat Tsunade, Minato dan Gaara yang sedang berbincang ditemani oleh Shizune, Kushina dan Tonton. Mereka sedang membicarakan Naruto yang tidak ikut dalam rapat kali ini.
"Mengapa Naruto tidak datang untuk mengikuti rapat kali ini?" Tanya Tsunade pada Minato dan Kushina yang hanya mendapat gelengan kepala dari mereka berdua.
"Entahlah, mungkin ia ada urusan..." ucap Minato.
'Kuharap tidak terjadi apa-apa...' Batin Kushina merasa khawatir waktu mengetahui anaknya tidak hadir dalam rapat kali ini, ia sangat mengenal anaknya yang sejak kecil ingin sekali menjadi Hokage seperti ayahnya dan juga para Hokage lainnya.
"BRAK!" Pintu ruangan tersebut terbuka dengan kasar, terlihat Naruto yang kelelahan karena telah berlari secepat mungkin ke kantor Hokage.
"Ada apa?" tanya Tsunade yang berdiri dari kursinya.
"Hi-hinata...hosh... hosh..di..culik.. o-oleh.. Akat..suki.. hosh.." Ujar Naruto dengan tersenggal-senggal karena kehabisan nafas setelah berlari. Ia menyerahkan sebuah kain warna hitam bercorak awan merah.
"Hinata diculik?!" Tanya Minato terkejut dan berdiri dari kursinya, seperti Tsunade tadi. Kushina dan Shizune yang dari tadi berdiri disamping Minato dan Tsunade hanya bisa membulatkan mata mereka.
"Ke-kenapa bisa begitu, Naruto?!" Tanya Kushina sambil menarik kerah baju Naruto. Terlihat dimata Kushina terdapat air mata yang sudah siap untuk turun ke pipinya.
"Maaf, bukan nya aku ingin ikut campur, tetapi kurasa kau masih bisa mengejar mereka..." Ucap Gaara masih tetap duduk di kursinya dengan tenang.
"Kau pasti bisa, Naruto." Lanjut mantan jinchuriki Shukaku itu pada sahabatnya.
"Terimakasih, Gaara." Ucap Naruto seraya melepaskan tangan ibu nya dari kerah baju nya lalu segera menuju pintu, tetapi dicegat oleh Tsunade.
"Tunggu, Naruto! Kau tidak bisa pergi ke tempat Akatsuki sendirian! Kau kumpul kan'lah beberapa shinobi. Lalu pergi lah besok pagi, hari ini kau harus bersiap-siap." Ucap Tsunade pada Naruto yang hanya mendapat anggukan kepala dari Naruto.
"Dan ingat, jangan bertindak ceroboh atau langsung menyerang Akatsuki, karena penduduk Konoha bisa terkena musibah. Kau mengerti, Hokage...?" Ucap Tsunade dengan penekanan pada kata terakhir yang membuat Naruto berhenti berjalan sebentar.
"Aku permisi." Ucap Naruto pada ke lima orang yang ada di ruangan tersebut.
.
Saat Naruto keluar dari kantor hokage, ia bertemu oleh Sakura dan Sasuke.
"Naruto! Sedang apa kau?Terlihat buru-buru sekali." ucap Sakura bertanya pada Naruto yang terlihat sedang terburu-buru.
"Hinata... diculik..." Jawab Naruto lemas dan sedih.
"A-Apa?!" ucap Sakura terkejut mendengar ucapan Naruto.
"Iya, dia diculik oleh Akatsuki." Ucap Naruto pada Sakura.
"Oh, iya. Sasuke aku ingin meminta tolong pada mu. Boleh?" tanya Naruto pada Sasuke yang dari tadi hanya mendengarkan saja.
"Hn." Jawab Sasuke sambil menganggukan kepalanya.
"A-aku ikut!" ucap Sakura kepada Naruto tetapi Sasuke langsung melarang nya.
"Tidak, kau tidak bisa ikut, Sakura. Ingat, kau sedang mengandung anak kita yang kedua. Aku tidak mau kita kehilangan anak kita." Ucap Sasuke.
"Kalau begitu hari ini kau bersiap-siap, Sasuke. Besok pagi berkumpul lah di depan gerbang Konoha." Ucap Naruto lalu pergi untuk mencari Shinobi lain nya. Ketika sudah malam, Naruto pulang ke rumah nya. Ia segera masuk ke kamar nya untuk mempersiapkan barang-barang yang akan dibawa saat pencarian nanti pagi. Tadi sore ia mendapat kabar dari anaknya yang tidak bisa pulang ke Konoha sekarang juga, karena misi mereka yang belum selesai. Naruto tidak memberitahukan Naruko tentang Hinata yang diculik oleh Akatsuki, karena ia enggan anak nya khawatir. Hari ini ia berhasil mengumpulkan beberapa Shinobi untuk pencarian besok. Selesai dengan kegiatan nya, Naruto bergegas tidur untuk mengumpulkan stamina yang cukup untuk besok.
.
-Esok pagi nya-.
Naruto terlihat sedang mengenakan sepatu nya. Dia memakai sepatu nya sambil duduk di lantai kayu dekat pintu, di samping nya terdapat sebuah tas yang biasa ia bawa setiap ada nya misi. Tas tersebut di buat oleh Hinata ketika ulang tahun Naruto. Selesai memakai sepatu nya, ia mengambil tas nya lalu menatap tas tersebut. "Hinata..." batin Naruto. Sejak semalam tadi ia terus memikirkan Hinata. Tak lama akhirnya Naruto memakai tas ransel tersebut ke punggungnya.
"Aku berangkat!" Ucap Naruto lalu pergi meninggalkan rumah tersebut.
.
-Di depan gerbang Konoha.-
"Ohayou, minna!" Sapa Naruto ceria pada Sasuke, Shikamaru, Kiba dan Chouji.
"Ohayou, Naruto..." ucap mereka serempak, tetapi tak se'ceria Naruto.
"Yosh, karena sudah lengkap semua, mari kita berangkat!" Kata Naruto semangat. Mereka semua pun berangkat untuk mencari tempat persembunyian organisasi Akatsuki.
"Hinata, aku akan menyelamatkan mu..." .
.
-Di suatu tempat.-
"Mmhh..." desah Hinata membuka kelopak mata nya, Hinata masih merasakan rasa sakit dibagian kepala nya. Ia pun segera duduk di atas kasur yang ia tiduri.
"Aku... Ada dimana..?" tanya nya pada diri sendiri.
"Di markas mu, markas Akatsuki." Jawab seorang pria dengan banyak tindikan di wajah nya. Hinata segera menengok ke arah sumber suara tersebut.
"Kau..."
"Pain." Jawab Pria yang bernama, Pain.
"Siapa aku?" tanya Hinata kepada Pain yang dijawab oleh seorang perempuan dengan bunga kertas di kepala nya.
"Hinata, nama mu Hinata." Jawab Konan, mewakili jawaban Pain.
"Hinata...? Tanpa nama keluarga?"
"Ya, senpai!" Ujar Tobi.
"Dimana keluarga ku?".
"Tidak ada, mereka semua sudah mati." Ucap salah seorang anggota Akastuki
"Kalian siapa?" tanya Hinata.
Konan dkk pun memperkenalkan diri mereka kepada Hinata, anggota organisasi baru mereka. Selesai memperkenalkan diri semuanya pergi keluar dari ruangan itu dan menyisakan Konan dan Hinata.
"Pakai jubah ini, Hinata-chan. Kamu adalah bagian dari organisasi ini..." Ucap Konan kepada Hinata sambil menyerahkan jubah akatsuki dan memberikan sebuah ikat kepala lambang Konoha yang telah di gores.
"Kau sangat terlihat manis, Hinata-chan." Ucap Konan memuji Hinata.
"... Terima kasih..." Kata Hinata dengan nada dingin dan datar, sifatnya berubah 180 derajat, semenjak ia meminum cairan yang diminumkan oleh Sasori dan Deidara. Selesai memakai seragam Akatsuki, mereka berdua pergi ke tempat Pain dkk berada.
"Sekarang kita tinggal menunggu kehancuran 5 desa ninja terbesar.".
.
.
.
TBC...
Author Note: Next :D !
