Tap…tap…tap.. terdengar suara langkah kaki Sakura. Ia berlari menuju kelasnya sambil menangis karena pertengkaran dengan Sasuke tadi.

'Baka! Dasar Sasuke baka! Aku…aku.. sangat benci padanya' batin Sakura.

"Aku benar-benar tidak mengerti padamu Sasuke. Apa yang kau maksud janjimu itu pada Sakura?" Tanya Gaara yang masih tidak mengerti dengan janji yang dimaksud Sasuke.

"Sudahlah tak usah dipikirkan" Setelah mengatakan itu Sasuke pergi meninggalkan Gaara yang masih asik dengan pikirannya.

Sasuke yang sedang berjalan menuju kelas merasakan hand phone nya bergetar.

"Nomor siapa ini?" Tanya nya entah pada siapa.

"Moshi-moshi…"

'Teeettt' bel pertanda sekolah berakhir berbunyi, seluruh siswa KHS pulang kerumah mereka masing-masing. Selama jam pelajaran Sasuke dan Sakura tidak menegur maupun bicara satu sama lain. Sakura lebih memilih diam untuk menenangkan dirinya, dan Sasuke? Tentu saja ia tidak tau apa yang harus ia lakukan dengan situasi seperti ini.

"S..Sakura-chan apa perasaan mu sudah lebih baik?" Tanya Hinata pada Sakura. Hinata dan Ino mengetahui apa yang terjadi antara Sakura dan Sasuke, tentu saja karena sebelumnya Sakura sudah menceritakan kejadiannya kepada mereka.

"Ya Hinata aku sudah merasa lebih baik, maaf telah membuatmu khawatir" jawab Sakura desertai dengan senyuman di wajahnya.

"Menyebalkan sekali si Sasuke itu, bisa-bisa nya ia berkata seperti itu padamu! Awas saja kalau sampai aku bertemu dia akan kutarik rambutnya yang seperti pantat ayam itu!" ucap Ino emosi karena ulah Sasuke yang telah membuat sahabatnya menjadi seperti ini.

"Sudahlah Ino jangan berlebihan seperti itu" sambung Sakura.

"Tapi Jidat dia itu benar-benar keterlaluan!"

"Sudahlah Ino, tidak apa-apa"

"Tapi…"

"A..ano Ino-chan, Sakura-chan" Hinata tiba-tiba memotong pembicaraan antara Ino dan Sakura.

"Ada apa Hinata?" Tanya Sakura.

"I..itu bukankah itu Sasuke?" Jawab Hinata sambil menunjuk kearah Sasuke yang sedang berjalan kearah mereka.

"Mau apa dia?! Baiklah akan ku hajar dia sekarang!" ucap Ino sambil bersiap dengan posisi untuk menghajar Sasuke.

"Ino sudahlah Ini adalah urusan ku dengan dia" sergah Sakura.

"Jidat! Kau ini benar-benar…" saat Ino dan Sakura sedang berdebat tiba-tiba Sasuke sudah ada dihadapan mereka.

"Sasuke? Sejak kapan kau…"

"Ikut aku" Sakura yang belum menyelesaikan pertanyaannya langsung saja ditarik oleh Sasuke untuk ikut bersamanya.

"Hei Sasuke mau kau bawa kemana Sakura?!" Ino yang berteriak kepada Sasuke tidak dihiraukan oleh Sasuke yang tetap membawa pergi Sakura.

"I..Ino-chan sudahlah mungkin Sasuke ingin membicarakan sesuatu dengan Sakura-chan" ucap Hinata berusaha menenangkan Ino.

"Huh menyebalkan…"

"Sasuke lepaskan! Mau apa kau?!" Sakura berusaha melepaskan tangannya yang dipegang erat oleh Sasuke.

"Tidak"

"Apa? Cepat lepaskan!" Sakura semakin kesal dengan Sasuke.

"Jika aku lepaskan, kau pasti akan pergi" ucap Sasuke.

"Tidak, aku tidak akan pergi jadi lepaskan aku Sasuke!" ucap Sakura sambil berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Sasuke.

"Janji?" Tanya Sasuke.

"Ya aku janji, cepat lepaskan!" jawab Sakura.

"Heh, aku tidak percaya kau akan menepatinya"

"Apa maksudmu? Bukankah kau yang tidak menepati janjimu pada Gaara untuk menjauhiku?" balas Sakura.

"Itu bohong, aku sudah tau cerita yang sebenarnya"

"…"

"Maaf Sakura, telah membuatmu menangis" ucap Sasuke sambil menatap kearah Sakura.

"S..sudahlah l..lupakan hal itu" Sakura yang ditatap seperti itu merasa risih dan berusaha menyembunyikan rona merah diwajahnya.

"Benarkah?"

"I..iya! sekarang lepaskan tanganku Sasuke!"

"Tidak"

"Hah? Kenapa tidak mau, cepat lepaskan aku janji aku tidak akan kabur Sasuke!"

"Hn. Aku sedang menepati janjiku, jadi tak akan ku lepaskan"

"Janji apa?" Tanya Sakura bingung.

"Janji….selalu ada disampingmu. Itu adalah janji yang kau maksud bukan?" jawab Sasuke dengan seringainya.

'Blush' "A..apa t..tentu s..saja b..bu..bukan! cepat lepaskan!"

"Dasar pembohong"

"A..apa maksudmu?!"

"Hn baiklah akan ku lepaskan, tapi dengan satu syarat" ucap Sasuke masih dengan seringainya.

"S..syarat apa?" Tanya Sakura sedikit waspada.

"Tepati janjimu, ah lebih tepatnya bayarlah 'hutang' mu"

"Hutang apa maksudmu? Aku tidak mengerti" Tanya Sakura kepada Sasuke yang sepertinya memang tidak ingat kalau ia pernah berhutang pada Sasuke.

"Hn berpura-pura tidak ingat eh?"

"Hei aku benar-benar…"

'Cup' Sasuke mencium pipi Sakura saat Sakura sedang bicara dan tentu saja membuat Sakura terdiam.

"Sudah ingat?" Tanya Sasuke setelah mencium pipi Sakura.

"Eh…..?"

Flashback On

Bandara, London

"Heh Pinky kau benar-benar akan pulang?" Tanya Sasuke kecil.

"Memangnya kenapa pantat ayam? Kau takut merindukanku eh?" tebak Sakura sambil berseringai mengejek Sasuke.

"Heh percaya diri sekali kau ini dasar baka, aku hanya bingung jika kau pulang siapa yang akan aku ganggu lagi dan juga sangat jarang perempuan disini yang memiliki jidat lebar sepertimu" balas Sasuke dan tentu saja membuat Sakura naik pitam.

"Apa kau bilang?! Heh pantat ayam lihat saja jika aku bertemu lagi denganmu aku akan.."

'Cup'

"E..eh?" Sakura yang tadinya marah tiba-tiba terdiam karena perbuatan Sasuke.

'Blush' "A..apa yang kau.."

"Kembalikan itu" potong Sasuke saat Sakura ingin protes.

"Eh?" Sakura bingung.

"Kembalikan ciuman itu saat kita bertemu lagi. Anggap saja kau berhutang padaku" jelas Sasuke sambil melihat kearah lain sepertinya ia sendiri juga malu karena perbuatannya sendiri. Lihat saja ada sedikit rona merah diwajahnya.

"B..baiklah.."

End Flashback

'Blush!' Sakura yang mengingat kejadian itu wajahnya kembali memerah.

"A..aku tidak ingat!" dusta Sakura.

"Pembohong"

"A…aku tidak bohong! Sudah lah intinya kau ingin membawaku kemana?" Tanya Sakura mengalihkan pembicaraan.

"Kerumah mu" jawab Sasuke singkat.

"Kerumah ku? Jadi kau menyeretku dengan paksa hanya untuk mengantarkan ku pulang?"

"Tentu tidak baka, tadi Kaa-san mu menelpon ku untuk makan malam dirumah mu dan dia bertanya kenapa aku tidak datang kemarin"

"Lalu kau jawab apa?"

"Tentu saja aku jawab aku tidak tau, lagi pula memang tak ada yang mengundangku kemarin" jawab Sasuke.

"Apa? Seharusnya kau berikan beberapa alasan Sasuke, kalu begini aku pasti akan dimarahi Kaa-san ku" ucap Sakura dengan nada pasrah.

"Hn"

"Tsk apa maksud 'hn' mu itu?! Tanya Sakura dengan sensi.

"Hn"

"Sasuke!"

Ya sepertinya akan ada pertengkaran kecil antara Sasuke dan Sakura saat perjalan menuju rumah Sakura. Dan jangan lupakan kalau mereka masih bergandengan tangan.

Di KHS

'Prriiiiiitttt' suata pluit menghentikan latihan basket di sore hari yang belangsung di lapangan sekolah.

"Baiklah cukup untuk hari ini, semuanya silahkan kembali kerumah masing-masing" ucap seorang pria beralis tebal –Maito Gay-.

"Ya sensei!" ucap seluruh murid yang mengikuti ekskul basket.

"Gaara!" terdengar suara yang sangat familiar di telinga Gaara.

"Ada apa Naruto?"

"Apa kau sudah memutuskan satu anggota lagi untuk pertandingan nasional nanti?"

"Belum, tapi aku sudah memiliki target untuk satu anggota lagi"

"Siapa itu?" Tanya Naruto penasaran.

"Uchiha Sasuke" jawab Gaara.

"Hah maksudmu Sasuke Teme?"

"Ya ku pikir permainannya cukup bagus" jawab Gaara sambil menyeka keringatnya dengan handuk.

"Bagus bagaimana, sudah jelas kan ia telah kalah dari mu"

"Tidak,saat itu seharusnya aku yang kalah" ucap Gaara.

"Apa maksudmu Gaara, kenapa kau bisa bicara seperti itu?" Naruto semakin penasaran dengan maksud dari perkataan Gaara.

"Jika kau perhatikan saat itu gerakan dia sangat cepat aku saja kewalahan menghadapi nya. Tapi saat dia ingin memasukkan bola ke ring ada yang aneh.."

"Aneh bagaimana?"

"Aku juga tidak begitu tau, tapi ada sesuatu yang membuat nya tidak bisa melakukan shoot dengan baik dan itu membuat bola nya selalu meleset" terang Gaara.

"Wah ternyata kau sangat teliti Gaara, kenapa kau tidak coba tanyakan langsung ke Teme?"

"Kalu dilihat dari tipe orang seperti Sasuke sepertinya ia tidak akan mau memberitahu sebabnya"

"Hmm bagaimana kalau Sakura-chan, dia kan tunangannya pasti dia tau apa yang terjadi pada Teme" ucap Naruto percaya diri.

"Hm benar juga kau, baiklah besok akan ku coba tanyakan pada Sakura" setelah mengatakan itu Gaara pergi meninggalkan Naruto dan bergegas untuk pulang. Saat Gaara ingin mengambil seragamnya yang ia taruh di loker ia melihat sesuatu di dalam lokernya.

"Coklat? Heh pasti dari dia" Ucap Gaara disertai dengan senyum di wajahnya.

"Ada surat juga rupanya"

'Gaara senpai semangat untuk persiapan pertandingannya, aku pasti mendukung mu senpai ^^'

"Terima kasih, aku pasti akan menang di pertandingan itu" Ucap Gaara entah pada siapa.

Kediaman Haruno

"Sasuke bagaimana kabarmu dan keluargamu selama di Inggris?" Tanya Haruno mebuki di sela makan malam yang sedang berlangsung.

"Baik-baik saja Oba-san" jawab Sasuke.

"Syukurlah kalau begitu, etto Saku-chan kenapa kau tidak memberitahu Sasuke kalau kemarin seharusnya kita makan malam bersama. Lihatlah sayang sekali malam ini Tou-san mu tidak bisa ikut makan malam karena ada rapat diperusahaan"

"Ano Kaa-san itu…" Sakura bingung harus menjawab apa.

"Itu karena kemarin aku pulang lebih awal jadi Sakura tidak sempat memberitahu aku Oba-san" terang Sasuke dengan cerita yang tidak sesuai kenyataan.

"Benarkah itu Saku-chan?" Tanya Mebuki.

"I..iya Kaa-san, Sasuke terburu-buru karena ada urusan jadi aku tidak sempat memberitahu nya"

"Hm baiklah kalau begitu Kaa-san maafkan." Jawab Mebuki dan berlanjutlah acara makan malam itu disertai dengan obrolan ringan antara mereka.

Makan malam pun telah berakhir dan Sasuke bersiap untuk pulang setelah berpamitan dengan Mebuki.

"A..ano Sasuke terima kasih atas bantuan mu tadi. Kalu kau tidak berkata seperti itu aku tidak tau apa yang akan terjadi padaku nanti" Ucap Sakura kepada Sasuke, sekarang mereka sedang berada di halaman depan rumah Sakura.

"Hn, baiklah aku pulang jaa" Saat Sasuke melangkahkan kaki nya untuk pergi tiba-tiba Sakura menarik tangannya.

'Cup' Sakura mencium pipi Sasuke dan tentu saja membuat Sasuke terkejut.

"I..itu untuk hutangku, b..baiklah o..oyasumi" Sakura yang menahan malu bermaksud untuk segera masuk kerumah.

"Tunggu" Sekarang Sasuke yang menarik tangan Sakura dan..

'Cup' Sasuke mencium bibir Sakura. Ciuman itu berlangsung cukup lama sampai-sampai Sakura 'membeku' dan tidak bisa melakukan apa-apa.

"Itu adalah bunga dari hutangmu yang telah aku tunggu selama 6 tahun. Jaa Sakura dan oyasumi" 'cup' sekali lagi Sasuke mencium singkat bibir Sakura, dan pergi meninggalkan Sakura yang masih 'membeku' itu.

1 detik

2 detik

3 detik

10 detik

"A..apa yang d..dia lakukan..? DASAR PANTAT AYAM BAKAAAAAAA!"

To be continue

Kyaaaaaaa *gigit keyboard* akhirnya akhirnya! XD

Aduh kalo bikin fanfic gini jadi nge fly sendiri :D

Gomengomengomen kalo masih banyak typo nya T_T

Yosh ini dia balasan untuk review kaliaaannnnn

Hyuashia: iya ini di lanjuutt ^^, aku juga maunya agak di panjangin sih tapi karena keterbatasan kemampuan untuk berkyahal jadi beginilah hasilnya :D

Nasyachocho: ini suadah aku lanjuutttttt…:D

Desypramitha26: tau nih Sasusaku salah paham terus hadeehh siapa sih ni authornya *plakk . tapi di chap ini aku bikin romance diantara mereka kok XD. Pasti lannjuuttt :D

Iqma96: haha sasu pasti nepatin janjinya kok :D aih jgn dipotong nanti gak keren lagi dong :D. iya pasti dilanjut ^^

DobeGrandtee: Pasti lanjut kok Grand, ciee yg review ^^. Please grand pen name gue udah keren jangan manggil teme lagi *abaikan kami*

D.G: akhirnya akhirnya dari sekian banyak orang yg aku kenal hanya kamu yg manggil aku Scarlet hiks aku benar-benar terharu :'). Pasti aku lanjuuutttt D.G-san ^^

Yosh Arigato yg udah review, dan untuk silent reader aku tunggu reviewnya :D…