Author : Noo
Title : Spell of Do Kyungsoo [Chapt. 4 ]
Cast : Do Kyungsoo, Do Zi Tao, Do Sehun, Kim Jongin. (Marga diganti untuk mendukung cerita)
Other Cast : EXO Member, OC.
Cast Pairing : Kyungsoo x Everyone
Length : Chaptered
Rating : T
Saat istirahat, Kyungsoo benar-benar datang ke taman. Ia bahkan mengabaikan teriakan Luhan dan Baekhyun. Sepertinya, Kyungsoo sangat semangat. Kyungsoo duduk sendiri di bangku taman menunggu orang bernama Junmyeon tadi. Rupanya, ia sedikit terlambat. Tapi tak apa, Kyungsoo akan sedia menunggunya.
Beberapa menit kemudian, seorang namja tampan datang dan langsung duduk di samping Kyungsoo. Kyungsoo yang saat itu sedang memainkan ponsel-nya, menoleh ke sampingnya, dan Kyungsoo sedikit terkejut melihat siapa orang itu.
"Hai, Kyungsoo." Namja itu adalah Junmyeon. Orang yang di tunggu-tunggu Kyungsoo. Dia tersenyum manis pada Kyungsoo.
"Hai juga, Hyung." Jawab Kyungsoo agak-agak gugup.
Hening untuk beberapa saat, hinggaaa…
"Hyung." "Kyungsoo."
Junmyeon dan Kyungsoo memanggil serempak. Membuat keduanya semakin gugup saja.
"Kamu duluan, Kyungsoo." Sebagai lelaki sejati, Junmyeon harus terlihat se-gentle mungkin di depan Kyungsoo.
"Emm. Baik. Akkuu-emmm. Ada apa Hyung menyuruhku kesini?" tanya Kyungsoo tanpa berani melihat mata Junmyeon. Bisa semakin gugup saja Kyungsoo.
"Ooh, itu. Aa-akuuu, ssshhh, aduuuhhh." Junmyeon jauh lebih gugup daripada Kyungsoo ternyata.
"Junmyeon. Kau laki-laki harus berani menyatakannya. Walaupun jawabannya tidak seseuai dengan apa yang kau harapkan, tapi setidaknya kau sudah bilang kan. Okk fix, aku akan segera mengatakan pada princess Kyungsoo. Haduhh, semakin hari semakin cantik saja yaa, jadi agak gengsi kan." Junmyeon bermonolog dalam hati. Dan dengan keteguhan hati yang kuat, dan mental yang besar, Junmyeon dengan sigap menggenggam tangan Kyungsoo dengan kedua tangannya. Membuat Kyungsoo kaget setengah mati dan dengan tatapan seperti biasa, Kyungsoo memandang Junmyeon.
"Ada apa, Hyung?" Kyungsoo bertanya dengan bingung pada Junmyeon.
Sekarang posisi mereka tetap duduk di bangku taman, tapi kini mereka sudah berhadap-hadapan dengan tangan Junmyeon yang masih menggenggam erat tangan Kyungsoo.
"Yaa Tuhan, kenapa aku jadi gugup begini? Dann, dan jantungku kenapa berdetak sangat cepat sih? Apa yang mau Junmyeon Hyung katakan?" batin Kyungsoo.
"Kyungsoo. Aku akan mengatakan semuanya. Aku tahu pasti jawabanmu tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan. Tapi, aku akan bilang semuanya." Ucap Junmyeon mantap.
"Iya, Hyung. Katakan saja!"
Junmyeon menarik nafas, dan mengembuskan pelan-pelan.
"Hheemm. Kyungsoo, kau tau kan, posisi-mu di sekolah ini? Kau pasti jelas tahu. Kau namja tercantik dan termanis disini, semua orang menyukaimu dan berlomba untuk dapat menarik perhatianmu. Tidak ada yang tidak suka padamu. Para songsaenim-pun semua menyukaimu. Bahkan cleaning service sampai tukang kebunpun diam-diam menyukaimu." Junmyeon berhenti sebentar untuk menelan ludah. Sedangkan Kyungsoo sudah merona dari tadi, perkataan Junmyeon sungguh membuatnya merona.
"Dan tentu saja aku juga merasakan hal yang sama seperti mereka. Aku menyukaimu, Kyungsoo. Tidak, tapi aku mencintaimu. Aku benar-benar mencintaimu, Kyungsoo. Aku ingin kau menjadi kekasihku, milikku, seutuhnya. Kau mau?" Jantung Junmyeon sudah . Takut-takut kalau Kyungsoo menolaknya. Ah, tapi Junmyeon sudah tau kok kalau Kyungsoo tidak akan menerimanya. Selain factor bahwa Kyungsoo itu tidak menyukainya, factor terbesar itu pada kedua adiknya dan orang-orang di sekitar Kyungsoo sendiri.
"Apa jawabanmu, Kyungsoo?" ulang Junmyeon.
"Hyung. Sebelumnya, terima kasih sudah mau menyukai dan mencintaiku. Aku bukan-lah apa-apa, Hyung. Aku tidak sesempurna yang mereka kira. Aku biasa-biasa saja. Aku….." ucapan Kyungsoo berhenti saat telunjuk Junmyeon mendarat di bibir Kyungsoo.
"Aku tahu, tidak ada yang sempurna di dunia ini. Tidak ada yang menandingi kesempurnaan-Nya. Tapi, kau tanya pada siapapun, semua orang pasti menjawab dengan sama. Kamu sempurna. So perfect. Kau tidak harus menjawab sekarang kok kalau kau belum siap. Mungkin 3-4 hari-an." Kyungsoo semakin merona saja, Junmyeon jadi senang bisa membuat Kyungsoo merona seperti itu.
"Terima kasih, Hyung. Tapi tidak. Aku akan menjawabnya sekarang juga."
Junmyeon menahan napas sebentar, kalau kelamaan, gak kuat Junmyeon-nya. (ya iyalah -.-)
"Maaf, Hyung. Kau pasti sudah tahu jawabanku. Bukannya aku tidak menyukaimu, Hyung. Aku menyukaimu, Hyung. Hyung baik, aku juga slalu nyaman di dekat Hyung. Tapi, aku tidak bisa. Maaf, Hyung. Aku benar-benar minta maaf." Kyungsoo tidak mau menatap Junmyeon saat mengatakannya, ia tidak mau melihat wajah sedih atau kecewa-nya Junmyeon. Atau yang lebih parah lagi kalau Junmyeon sampai marah padanya. Aaa, Kyungsoo takut T.T
"Tidak apa-apa kok, Kyung. Aku sudah mengatakannya saja sudah lega." Dibalik senyum malaikatnya yang ia tampilkan pada Kyungsoo, ada sesuatu yang hancur di dalam. Hati Junmyeon yang hancur.
"Terima kasih sudah mau mengerti, Hyung."
Perlahan, Junmyeon melepaskan genggamannya.
"Tapi, Kyung. Apa kamu slalu begini?" tanya Junmyeon yang membuat Kyungsoo tidak mengerti.
"Selalu begini? Maksud, Hyung?"
"Ya. Apa slalu begini jawabanmu saat seseorang menyatakan cinta padamu? Apa slalu alasan yang sama pula?" tanya Junmyeon sarkatis.
"Iya."
"Kenapa adikmu selalu mengekangmu?"
"Karna mereka sayang padaku."
"Lalu, kenapa kau tak pernah menolak permintaan mereka?"
"Karna aku sayang mereka."
Junmyeon menghela nafas kasar, susah memang kalau berbicara dengan orang yang polos seperti Kyungsoo ini.
"Mereka terlalu mengekangmu, apa mereka benar-benar sayang padamu?"
"Kau meragukan kasih sayang mereka padaku, Hyung?"
Tak ingin Kyungsoo salah paham, Junmyeon segera menggeleng kuat.
"Ani .. Ani. Aku tahu mereka sangat sayang padamu. Tapi, kasih sayang mereka itu cenderung mengekangmu. Membatasimu dalam pergaulan apapun." Bela Junmyeon.
Kyungsoo berfikir sejenak. Memang iya, Tao dan Sehun lebih cenderung mengekang. Junmyeon menatap was was Kyungsoo yang sekarang diam.
"Kyungsoo, kau tidak apa-apa?" tanya Junmyeon pelan. Kyungsoo tersadar.
"Ne. Gwenchana, Hyung."
"Ya sudah. Jangan kau fikirkan perkataan-ku barusan. Mau ke kantin?" tawar Junmyeon.
Kyungsoo memandangi uluran tangan Junmyeon, tanpa fikir panjang, Kyungsoo menerimanya. Kyungsoo hanya mengangguk atas tawaran Junmyeon barusan.
.
.
.
Sehun berlari dari kelas menuju kelas Hyung-nya. Tak ia hiraukan teriakan Tao untuk menunggunya. Waktu istirahatnya sedikit terpotong karena rentetan ceramah dari Wali Kelas barunya. Sehun membuka pintu kelas Kyungsoo, dan segera masuk. Tanpa mempedulikan etika waktu berkunjung ke tempat orang lain. Di dalam, Sehun tidak menemui keberadaan Hyung-nya.
"Dimana Kyungsoo Hyung?" gumam Sehun.
Segera Sehun menghampiri Luhan dan Baekhyun yang sibuk bergosip ria. Sehun heran, kenapa Luhan dan Baekhyun ada dalam kelas, sementara Kyungsoo tidak ada.
"Hyung!" Panggil Sehun. Luhan dan Baekhyun menoleh.
"Sehun?" panggil Luhan dan Baekhyun bersamaan. Well, mereka sudah kenal lama dengan Kyungsoo, jadi mereka tahu semua keluarga Kyungsoo, termasuk tiga curut yang selalu bersama Kyungsoo. (read= Tao, Sehun dan Jongin)
"Dimana Kyungsoo Hyung?" tanya Sehun to the point.
Baekhyun mengeluarkan smirk tipis yang tidak ada salah satu dari mereka melihatnya. Sedikit menggoda Sehun sepertinya tidak apa-apa. Inner Baekhyun licik.
"Tadi saat bell, Kyungsoo langsung keluar begitu saja, tanpa mengajak-ajak kami. Iyakan, Baek?" kata Luhan. Baekhyun mengangguk pelan.
"Mungkin Kyungsoo sedang ada janji dengan seseorang." Lanjut Baekhyun santai tanpa menghiraukan mimic muka Sehun yang berubah.
"Janji? Dengan siapa?" tanya Sehun penasaran. Sehun tidak suka Kyungsoo dengan orang lain tanpanya disisi Hyung-nya itu.
"Mana kita tahu." Jawab Luhan acuh.
"Mungkin kekasihnya." Lagi-lagi Baekhyun menjawab enteng. Niat sekali menggoda dongsaeng sahabatnya ini. Baekhyun udah ketawa setan dalam hati melihat Sehun rupanya yang tak mengenakkan itu. Padahal Baekhyun sendiri tidak tahu Kyungsoo kemana.
"Mwoo? Yang benar saja! Jangan bicara yang tidak-tidak ya Baekhyun Hyung!" Sehun mulai kesal.
"Sopan sedikit pada sunbae-mu, Sehun!" tegur Luhan. Yang dibalas tatapan tajam dari Sehun.
"Kita tidak tahu Kyungsoo dimana. Mungkin tadi dia buru-buru mau ke toilet, jadi tidak sempat mengajak kami. Dan mungkin dalam perjalanan dia kesini, dia lapar. Jadilah Kyungsoo pergi ke kantin. Jangan dengarkan Baekhyun. Dia memang begitu. Coba kau ke kantin, mungkin Kyungsoo sudah disana." Kata Luhan bijak. Membut Baekhyun tidak percaya saja.
"Baik. Aku pergi." Dan kemudian Sehun segera berlari menuju kantin.
"Hhhahaah. Aku suka wajah Sehun saat aku menyebutkan Kyungsoo ada janji dengan kekasihnya tadi. Hahaha." Setelah Sehun pergi, barulah Baekhyun tertawa terbahak-bahak. Luhan hanya geleng-geleng melihat kelakuan sahabatnya yang satu ini.
Baekhyun masih asik tertawa saat Sehun kembali masuk dan menghampiri keduanya dengan tatapan yang sulit diartikan. Baekhyun segera berhenti tertawa saat menyadari kehadiran Sehun –lagi-.
"Ada apa, Sehun? Kenapa kembali? Kyungsoo tidak ada?" tanya Luhan. Sehun menggeleng.
"Lalu, apa?" tanya Luhan lagi.
"Aku tidak tahu kantin dimana."
"-_-" – Luhan dan Baekhyun-
.
.
.
Sekarang Luhan, Baekhyun dan Sehun sedang berjalan menuju kantin. Di jalan tadi, mereka bertemu dengan Tao dan Jongin yang juga ingin ke kantin. Jadinya, mereka berlima kini ke kantin bersama-sama.
"Sehunniee. Kenapa kau meninggalkanku dan Jongin tadi, hah?" tanya Tao yang rupanya masih tidak terima karna seenaknya saja Sehun meninggalkannya.
"Kau lelet sih, Hyung. Kaya' jeoya aja." Jawab Sehun acuh.
"Enak saja."
"Haa. Sudahlah, Hyung. Aku sedang tak berminat berdebat denganmu." Sehun memang agak bad mood sekarang. Sehun galau karna tidak kunjung bertemu dengan Hyung tercinta-nya. Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan (kek mau kemana aja =.=).
Baekhyun membuka pintu kantin pelan. Belum sepenuhnya terbuka, Sehun sudah mendorong tubuh Baekhyun yang ia rasa menghalangi jalannya. Baekhyun hampir saja jatuh kalau ia tidak bisa mengimbangi tubuhnya sendiri.
"Aduhduhduhh. Pelan-pelan dong, Sehun!"
Sementara Baekhyun mendumel tak jelas, Sehun sekarang tengah berdiri dan menatap tajam suatu kumpulan yang salah satu diantaranya adalah Kyungsoo. Yang Sehun lihat saat ini adalah Kyungsoo yang sedang makan ice crem-nya –yang Sehun nggak tahu kalau ice cream itu dibelikan oleh salah satu dari mereka- dengan lahap. Kyungsoo sangat suka ice cream, jadi tidak heran melihat Kyungsoo yang begitu semangat kalau sedang makan ice cream. Dan namja-namja disana yang melihat Kyungsoo seperti serigala kelaparan. Itu yang terlihat dari pandangan Sehun. Sehun geram, saat ini Sehun sudah mengeluarkan tanduk merah di kepalanya. Tao yan menyadari hal tidak beres pada Sehun segera mengambil tindakan. Tao memegangi erat lengan Sehun menghalanginya untuk tidak berbuat yang tidak-tidak.
"Sehun, control dirimu!" Tao berbisik pada Sehun. Sedangkan Sehun tidak mengindahkannya. Tangannya sudah mengepal dibawah sana, rahangnya mengeras. Lagi-lagi dia harus melihat Kyungsoo yang di goda oleh banyak pria. Kali ini dia tidak boleh tinggal diam.
"Minggir." Kekuatan Tao-pun kalah telak sama Sehun yang kini sudah diliputi amarah. Sehun berjalan dengan tatapan membunuhnya ke meja Kyungsoo.
"Apa yang kalian lakukan disini? Jangan mengganggu Hyung-ku!"
"Sehun?" Kyungsoo yang tadi melahap ice cream-nya, kini berhenti makan dan beralih pada Sehun. Sedangkan yang lain hanya menatap Sehun sebentar dan beralih lagi pada Kyungsoo. Wajah Kyungsoo jauuh lebih menarik dari apapun. Hingga sayang rasanya untuk mengalihkan pandangan walau hanya beberapa detik. Sehun semakin geram, tidak ada satupun yang memperhatikannya, kecuali Kyungsoo.
"Sehunniee. Kamu lapar? Aku pesankan makanan ya?"
"Jangan, baby. Biarkan saja. Dia punya kaki dan tangan sendiri kan." Kyungsoo yang baru saja akan berdiri langsung kembali duduk karna tangannya ditarik sama Chanyeol – salah satu dari mereka-. Kyungsoo hanya memasang wajah bingung yang terlihat unyu.
Sehun semakin gak tahaannnnnnnn.
BBRRRUUUUAAKKKKK….
"PERGI KALIAN SEMUA! JANGAN GANGGU, HYUNGKUU!"
Dengan kuat, Sehun menendang meja di depannya yang membuat meja dan apapun yang berada di meja itu berantakan. Semua yang ada di kantin melihat Sehun dengan tatapan horror. Wajah Sehun yang sedang marah sangat menyeramkan.
"Se-Sehun?" Kyungsoo tidak bisa berbicara apa-apa kecuali menatap dongsaengnya itu tak percaya. Dan namja2 tadi langsung ngacir, tak menyangka kalau Sehun akan berbuat separah ini.
Tao dan Jongin biasa. Mereka sudah biasa mendapati Sehun yang seperti ini sejak dulu. Luhan dan Baekhyun cengoo. Dan Bibi kantin-pun jauh lebih cengo dari Luhan dan Baekhyun. Mejakuuuu. Pikirnya.
Sehun masih berdiri dengan nafas yang tersengal-sengal. Berteriak dengan kencang dan menendang meja besi bersamaan itu membuat tenaganya hampir habis. Dengan sisa tenaganya, Sehun menarik lengan Kyungsoo menjauh dari sana. Belum dapat 10 langkah, sudah …..
"Tu-Tunggu!" itu suara Bibi kantin.
Sehun menoleh padanya, membuat Bibi itu sedikit takut.
"Apaa?" tanya Sehun datar.
"I—ituu. Mejakuu." Ucap Bibi terbata. Tidak berani mengatakannya dengan lancar.
Sehun yang menyadari itu, langsung saja mengambil dompet dari saku celananya dan melemparnya begitu saja pada Bibi. Kemudian berlalu kembali dengan Kyungsoo yang masih di cengkramnya. Diikuti dengan Luhan, Baekhyun, Tao dan Jongin.
Bibi kantin dengan shock membuka dompet Sehun. Dan lebih shock lagi saat melihat isinya. Dengan uang yang cukup banyak, dan sebuah kartu ATM yang isinya tidak diragukan lagi. Dibagian kiri ada foto Sehun yang sedang ber-selca dengan tampannya. Dan disampingnya ada foto Kyungsoo, Tao dan Sehun yang ber-selca imut. Dan sebagian yang ada disana hanya bisa melongo parah. Sebegitu kayanya kah, mereka? Pikir mereka.
Kyungsoo dan Sehun kini berada di belakang sekolah yang jauh dari kata ramai. Tempat ini sepi. Dan sekarang hanya ada mereka. Eh, nggak ding. Ada yang nguping kaya'nya. Luhan, Baekhyun, Tao dan Jongin orangnya.
Kyungsoo menunduk, tidak berani menatap Sehun. Sehun kalau marah memang kelewatan.
"Hyung!" setelah mengembalikan nafasnya agar normal kembali, kini Sehun memanggil Kyungsoo yang dari tadi hanya menunduk diam.
"Apa?" tanya Kyungsoo takut-takut.
Sehun menghela nafas sebentar, sebelum melanjutkannya kembali.
"Kenapa Hyung pergi ke kantin tanpa menungguku?" tanya Sehun datar.
Kyungsoo mendongak. "Mianhae, Sehun. Aku sebelum ke kantin, tadi ada di taman."
Sehun jadi tidak tega melihat wajah Kyungsoo yang sekarang terlihat memelas karna Sehun dari tadi yang menatapnya datar.
"Ngapain di taman?"
"Ada janji dengan temanku."
"Teman atau teman?" tanya Sehun curiga.
"Teman, Sehunn." Kyungsoo meninggikan suaranya. Kyungsoo mulai kesal pada Sehun. Benar kata Junmyeon tadi, sayangnya Sehun lebih cenderung mengekangnya.
"Kau membentakku, Hyung?" tanya Sehun tak percaya. Kyungsoo menggeleng, bukan begitu maksudnya.
"Ani, Sehun. Aku tidak bermaksud. "
"Jadi sekarang Hyung sudah berani membentakku?" tanya Sehun dengan pertanyaan yang sama.
"SEHUN!" Kyungsoo sangat gemas pada Sehun. Bukan gemas dalam artian Sehun itu imut atau apa. Bukan. Kyungsoo gemas karna Sehun yang sangat kekanakan. Sehun mendelik tak percaya. Seumur hidupnya, ya baru sekarang ini Kyungsoo memanggil namanya dengan nada membentak seperti itu. Bahkan yang dari tadi menguping pun juga terkejut.
"H-Hh-Hyung?"
"Aku lelah, Sehun. Lelah." Ucapan Kyungsoo yang tak Sehun mengerti.
"Aku lelah dengan semua kelakuanmu. Aku tau kau melakukan itu juga untuk kebaikanku. Tapi, semua ini berlebihan." Ucapan Kyungsoo melembut di bagian akhir kalimat.
"Aku melakukan itu semua karena aku sangat menyayangimu. Aku benar-benar ingin Hyung bahagia. Aku harus memastikan orang yang bersama denganmu nanti adalah orang benar-benar baik, Hyung. Maka dari itu, aku selalu menyuruhmu menolak mereka yang menembakmu. Aku juga mengambil andil untuk hal ini. Aku benar-benar ingin Hyung bahagia di masa depan nanti."
Sehun sangat serius mengatakan ini. Sehun ingin yang terbaik untuk Kyungsoo. Tanpa menghiraukan kalau cara Sehun selama ini membuat Kyungsoo lelah, membuat Kyungsoo muak. Sehun tidak tahu itu. Mata Kyungsoo berkaca-kaca. Selama ini sebenarnya Kyungsoo biasa-biasa saja. Hanya saja dari tadi ia terus memikirkan ucapan Junmyeon di taman tadi. Maka dari itu, Kyungsoo jadi sedikit berani pada Sehun. Dan ternyata, Sehun itu benar-benar sangat menyayaginya yang membuat Kyungsoo terharu.
"Se-Sehun." Kyungsoo sudah meneteskan air matanya. Melihat itu, Sehun segera menarik Hyung-nya itu ke dalam pelukannya.
"Ssshhh, Hyung. Uljima. Maaf kalau selama ini sikapku membuatmu lelah." Kata Sehun tulus.
"Aku yang seharusnya meminta maaf, Sehun."
"Aku menyayangimu, Hyung." Sehun berucap sambil mencium dahi Kyungsoo. Kyungsoo semakin memper-erat pelukannya.
"Aku juga sangat menyayangimu, Sehunniee. Tak apa. Aku suka kok caramu melindungiku. Hanya saja aku terpancing emosi tadi." Kata Kyungsoo lembut.
"Ne, Hyung. Tidak apa-apa. Mulai sekarang kau bebas menentukan pilihanmu, Hyung."
Sontak Kyungsoo melepaskan pelukannya dan memandang kesal Sehun.
"Tidak. Tidak. Aku tahu itu caramu untuk membuat aku bahagia nantinya, kan? Mulai sekarang aku tidak akan keberatan dengan sikap mengekangmu padaku. Aku sudah biasa. Dan aku juga menyukainya."
Perkataan Kyungsoo, membuat Sehun bernafas lega dan tersenyum penuh arti. Akhirnya, ia kembali menarik Kyungsoo dalam dekapannya.
Membuat yang menguping dari tadi menjadi ikutan terharu. Bahkan Baekhyun dan Luhan kini sudah berpelukan erat.
"Huuhhuuu. Luhannie, aku terharu. Uuuu. Mereka manis sekali." Kata Baekhyun yang semakin erat memeluk leher Luhan.
"Iy-iyya. Aku juga. T-tapi. J-jangan terlalu kencang. S-sesak, bodoh." Akhirnya Luhan berhasil melepaskaan diri dari Baekhyun.
Tao dengan pelan menghampiri Sehun dan Kyungsoo.
"Kalian melupakanku?" Tao datang dengan wajah cemberut. Yang membuat Kyungsoo gemas padanya, sedangkan Sehun ingin muntah.
"Hhe, sini Tao." Kyungsoo menarik Tao dan akhirnya ketiga saudara itu berpelukan erat.
Jongin tersenyum melihat ketiga sahabatnya itu. Walaupun Sehun membencinya, tapi Jongin tetap menyayanginya seperti ia menyayangi Kyungsoo dan Tao juga. Jongin semakin mengagumi sosok mungil diantara mereka bertiga.
"Kau semakin membuatku terpesona, Hyung."
.
.
.
-TBC-
Hehe. Terima kasih kembali untuk yang sudah baca dan review FF ini seseuai dengan judul /ya walaupun judul ama cerita gak nyambung2 amat/. Cerita ini khusus untuk Kyungsoo. Main Cast disini itu Kyungsoo. Do Kyungsoo. Pacar saya #dicekek. Kyungsoo disini saya cocokkan dengan semua orang. Wkwk. Jadi kayaknya gak akan ada couple lain selain Kyungsoo sama seseorang. Mian . Saya sendiri juga gatau Kyungsoo akhir-akhirnya sama siapa. Ikutin alur cerita aja kalau aku mah
Dan saya udah kalau disini itu Kyungsoo sama siapa aja. Sama kang somay apa kang kebun pun jadi. /ya gak lah ding./
Dan saya juga mau bilang kalau FF ini itu ga ada Konflik. Ya ada sih, tapi itu gak yang berat-berat/?/ amat. Jadi, saya mohon jangan ngarepin konflik yang berlebihan pada saya ya. Say bukanlah Author yang professional
Sekali lagi, terima kasih untuk semuanya :*
