Kicauan Burung seakan menjadi alarm tersendiri. baekhyun namja mungil itu Tampak bergerak gusar ke kanan atau pun kekiri dari tidur nya, tidak menemukan sedikit pun kenyaman akhirnya kedua Kelopak mata nya terbuka menampilkan manik caramel yang begitu Indah.
Kedua manik miliknya nya terus mengerjap ngerjap imut, beberapa detik kemudian langsung menelusuri tempat yang di yakini adalah kamar Park bodoh itu.
" ah Byun, kau sudah menyelesaikan sleeping Beauty mu "kekehnya pelan, membuat namja mungil hanya membuang nafas kasar .
Jika dulu baekhyun akan membalas perkataan, namja kelebihan kalsium tersebut, Maka sekarang berbeda lagi dia tidak berminat sama sekali melawan perkataan nya, Alasan nya simple karena entah mengapa tenggorokan miliknya benar benar sakit.
Namja tinggi menjuntai itu bersmirk ria, Kala namja mungil di depannya ini tidak satu pun membalas ejekkanya. Ah sekarang mungkin chanyeol berpikir jika menjinakan seekor puppy liar seperti baekhyun tidak lah sesulit yang dirinya kira .
" Kau lapar? " tanya nya namun di jawab anggukan dari si mungil membuat namja tinggi itu memandang tajam ke Arah baekhyun.
Tungkai panjang melangkah tepat di depan baekhyun, membuat baekhyun memandang cemas ke Arah nya.
Chanyeol sontak mencengkram kuat rahang milik namja mungil tersebut membuat, baekhyun meringis tidak ada suara. Membuat chanyeol yang baru men menyadari nya mendengus kasar.
" suara mu? " tanya nya sambil menaikkan salah satu alisnya.
" sa...ki...t " ujar nya terbata Bata membuat namja mungil itu, memandang sayu ke Arah chanyeol.
Chanyeol pikir ini efek dari kemarin dirinya, mengigit leher nya terlalu dalam. Mungkin memang benar itu efek nya.
Namja tinggi itu memajukkan wajah nya sekilas kemudian mengecup singkat dahi yang tertutup poni tersebut kemudian beranjak pergi meninggalkan si mungil.
Tanpa memperdulikan sosok namja mungil yang memasang ekspresi kesakitan di raut wajah miliknya, Sambil meraba Raba tenguk miliknya yang sakit.
Desire
Luhan sekali lagi mendengus kasar ini sudah berkali kali namja manis itu menelpon sahabat mungil nya, namun tidak ada satu pun tanda tanda bahwa namja mungil itu akan Mengangkat nya.
Luhan
To baekki
YAK, KEMANA KAU!
Send
" lu, entah mengapa sendari tadi aku tidak sama sekali melihat chanyeol " luhan mengeryitkan dahi nya binggung.
Tunggu apa jangan jang--
" KYAHH" suara pekik kan Yeoja melegar, membuat kedua pasang mata itu men menatap satu sama lain kemudian menggelengkan kepala nya bersama sama.
" dari tadi kuping Ku panas " ujar nya membuat, namja berwajah datar sekaligus putih pekat tersebut, Terkikik geli.
" jika seperti itu biasanya ada yang membicarakan mu, hyung mungkin itu adalah musuh mu Byunnie " perkataan sehun sukses membuat, ketawa chanyeol melegar. Membuat namja albino itu kebingungan di buat nya.
" Kau tau nam--" " sunbae maaf menganggu tapi apakah kau adalah melihat baekhyun" tanya luhan, Meskipun seperti itu tidak ada salah nya juga untuk bertanya?
Kedua manik onxy hitam tersebut menatap malas sosok, namja yang terlalu cantik di depannya. Tapi jika boleh jujur tentu saja baekhyun lebih cantik sekaligus manis --
" Kau bertanya kepada aku? Tentu saja aku tidak tau. Tidak mencari diriku? " celoteh sehun, sukses membuat kedua tangan milik luhan terkepal kuat. Tidak bisakah namja albino ini tidak menganggu nya barang sehari pun.
Chanyeol melupakan fakta, jika sehun benar benar tertarik dengan luhan, Tapi luhan seperti nya berkata sebaliknnya.
" Kau menghalangi jalan kami jika kau tau luhan " ujar nya begitu datar membuat luhan menatap tajam pada sosok, namja tinggi, dengan tinggi menjuntai.
" Kau belum menatap pertanyaan Ku chanyeol sunbae " sengit nya, membuat chanyeol membuang nafas kasar.
" ah, aku baru saja melihat nya Pagi tadi Tampak nya dia benar benar tersiksa" perkataan chanyeol barusan sukses membuat luhan atau kyungsoo yang mendengar nya membulatkan mata, sedangkan sehun memandang tidak mengerti ke Arah chanyeol.
" dimana? " tanya kyungsoo mencoba tidak setenang mungkin. Dirinya sudah mulai cemas ketika perkataan chanyeol barusan.
Chanyeol memandang mengejek kedua sosok mungil tersebut. Ah tentu saja, dirinya tidak akan pernah memberi tahu tempat dimana baekhyunnie itu berada. Sekali pun mereka tau tempat itu mereka akan benar benar akan mati di tangan Chanyeol tentu nya.
" tapi bohong " ketawa nya melegar, membuat kyungsoo besumpah benar benar ingin menonjok wajah namja bak dewa yunani ini. Tidak heran mengapa baekhyun benar benar sebal dengan nya ternyata baekhyun benar, sosok tiang ini benar benar sangat sangat menyebalkan.
Luhan mengerutkan dahi nya kemudian menarik lengan kyungsoo, untuk pergi dari hadapan dua Makhluk tiang di depannya. " sampai jumpa kembali rusa manis" mengabaikan nya kemudian berjalan meninggalkan mereka berdua yang Kini tengah menatap punggung sempit milik nya.
" yeol. Maksud mu? " sehun menatap chanyeol, kembali meminta jawaban. Di hadiahi dengan smirk tipis tercentang di wajah rupawan nya. Membuat sehun tambah tidak mengerti dengan maksud namja tinggi ini barusan.
" kau akan mendapat jawabannya, sehabis pulang sekolah " ujar nya singkat. Membuat sosok albino tambah tidak mengerti.
Jika kalian berpikir sehun adalah vampire atau manusia maka kalian salah besar. Sosok namja albino itu adalah sosok alpa dari pack moonlight yang di utus oleh sang lunar untuk hidup di kehidupan manusia. Singkat cerita sehun, chanyeol ataupun Jongin adalah Teman masa kecil. Mungkin seperti yang Jongin bilang sedari orok.
Desire
Sesampainya di mashion chanyeol, entah mengapa jantung miliknya berdegub sungguh kencang dan tunggu dulu mengapa. Aroma di dalam mashion ini tidak lah asing menurut nya.
" kau tau, darah namja Byun itu sungguh manis " ujar berbangga diri membuat, sehun melotot tidak percaya. Berarti memang chanyeol yang menculik baekhyun dan tunggu tadi chanyeol bilang 'darah' kan?
"nee? "
" kau ingin bertemu dengannya? Tapi jangan berbicara atau menyentuh barang seinchi pun " ancam nya sukses, membuat bulu kuduk namja albino itu meremang. Tunggu dulu sejak kapan chanyeol seposessive ini dengan orang.
Sehun pikir mungkin dia akan melanggarnya , Mengingat bahwa baekhyun begitu menggemaskan. Dia akui bahwa luhan sungguh cantik Bahkan saat menatap wajah luhan entah mengapa jantung nya berpacu dengan cepat, lain hal nya dengan baekhyun namja mungil itu benar benar menggemaskan ingin rasanya sehun menarik sungguh kuat pipi gembil milik namja mungil tersebut.
" kamar Ku " guman nya singkat sontak sehun langsung berjalan menuju ke kamar namja half tersebut.
Kreet
Kedua pasang hitam pekat tersebut, menangkap sosok yang Kini tengah duduk sambil menatap ke Arah luar jendela kemudian berahli dengan borgol yang melingkar kaki namja mungil tersebut.
" Byun baekhyun? " panggil sehun, Sontak namja mungil itu menengok ke Arah suara. Kemudian menatap binggung sosok yang baru saja memanggil namanya barusan. Kemudian membelalak ketika mengetahui sosok itu. " se... Hun.. Sun..bae? " ujar terbata Bata suara miliknya seakan masih sangat serak seperti tadi pagi. Kedua manik caramel nya memandang tidak mengerti mengapa sunbae nya tersebut ada disini.
Namja tinggi tersebut berjalan menuju namja mungil tersebut, kemudian namja albino meringis kecil ketika melihat banyaknya bekas gigitan yang ada pada namja mungil tersebut. " itu semua perbuatan chanyeol ? " tanya nya, kemudian di jawab anggukan oleh namja mungil tersebut.
"to...lo...ng ak-- namja mungil itu langsung bungkam Kala melihat gagang pintu.
Suara pintu suara, mengahlikan atensi kepada sosok yang Kini tengah yang tengah menatap tajam ke Arah pintu. Baekhyun sontak menghidari Tatapan tajam milik namja tinggi itu.
" chanyeol bukan kah ini terlalu kejam? " chanyeol tidak peduli dengan perkataan sehun. Dirinya berjalan mendekati sosok namja mungil yang tidak ingin menatap nya tersebut.
Sontak namja tinggi itu mencengkram erat rahang namja mungil tersebut. Membuat sang empu meringis kesakitan. Sehun yang melihat itu hanya membuang nafas kasar, bukannya dia tidak ingin menghentikan chanyeol. Namun namja albino itu cukup menyanyangi nyawa nya.
" hen.. Ti.. Kan.. " pintannya terbata Bata, chanyeol langsung melepaskan cengkramannya Kala namja mungil tersebut mulai bulir air matannya.
" perhatikan sikap mu Byun " ujar nya sambil menampar pipi gembil namja mungil tersebut berkali kali , sehingga menghasilkan ruam merah di pipi tersebut.
" Apakah kau, ingin mencicipi darah nya sehun? " tanya chanyeol kepada sehun sambil , menghentikan Tamparannya.
" sayang nya aku bukan vampire yeol "
Eh berarti chanyeol, adalah vampire?
" atau... " chanyeol mengantungkan kalimat miliknya. Kemudian telapak tangan miliknya menyelusup masuk ke dalam kemeja namja mungil tersebut, Membuat sang empu membelalak mata melihat. Ketika merasakan sesuatu dingin meraba nipple miliknya, baekhyun mengelinjang kaget saat chanyeol mulai memelintir nipple miliknya begitu kuat membuat, satu erangan tertahankan keluar dari bibir tipis semerah cherry milik nya
Baekhyun menahan lengan milik chanyeol, dengan pandangan berkaca Kaca miliknya dapat di pastikan pasti baekhyun akan benar benar menangis. Chanyeol mengeluarkan kedua telapak nya tangannya.
Kemudian mengecup bibir tipis singkat . Tentu saja dia tidak benar benar serius. Chanyeol tidak suka ketika punya nya di bagi kepada siapapun namun itu hanya untuk mengejek sehun untuk melihat sebagai mana namja mungil ini patuh kepada.
Baekhyun tidak mengerti sampai sekarang prilaku chanyeol yang seperti tadi.
" see? Dia Jinak kan. "tanya chanyeol dengan satu alis nya Terangkat meminta pendapat.
" Bukan kah kau seharusnya memberi nya makan?, jika kau ingin membiarkan nya hidup "
Desire
Malam hari yang di temani dengan bulan yang entah mengapa Tampak lebih terang dari hari hari sebelum belum nya dan jangan lupakan juga gerlap kemilau yang ikut juga menghiasi , di langit sukses membuat malam itu tambah Indah di buat nya.
Tungkai panjang nya melangkah, berjalan menuju sebuah ruangan entah Pikiran nya Penuh akan seseorang yang akhir akhir ini membuat dirinya selalu menarik sudut bibir nya , ketika Mengingat namja mungil tersebut.
Surai blonde tertiup bersamaan dengan angin malam yang menyapa nya ketika membuka sebuah pintu.
Bersamaan dengan manik hitam miliknya yang sukses berubah menjadi amber.
"Byun baekhyun " guman nya, Diiringi dengan tubuh nya yang mulai tumbuh bulu disertai dengan auman yang menggema melegar di dalam ruangan itu.
Desire
Kedua manik caramel nya menatap Bagaimana punggung sempit, milik namja tinggi itu lenyap di hadapan nya. Perkataan sehun barusan sukses membuat bulu kuduk miliknya meremang di buat nya.
"Jangan sedikit pun membantah chanyeol, jika kau ingin hidup dan keluarga mu Selamat "
Mungkin juga, jika bukan saran dari sehun juga baekhyun yakin dirinya pasti Akan mati kelaparan di dalam ruangan bercahaya remang ini dengan kaki yang terborgol.
Kedua manik nya bergulir ketika melihat bulan dari balik jendela , entah mengapa bulan hari ini Tampak terlihat lebih cantik dari sebelumnya.
" cantik " guman nya.
Brakk
Namja mungil tersebut kaget Kala melihat, sosok chanyeol yang Kini tengah menatap tajam dengan desisan yang begitu tajam.
Namja tinggi itu tidak bersuara membuat namja mungil tersebut, mengerutkan dahi nya tidak mengerti apa yang salah dari sikap chanyeol saat ini . Di tambah kedua manik chanyeol yang Berbeda warna terlihat begitu terang hari ini.
Baekhyun pura pura tidak melihat, namja mungil itu benar benar takut untuk hanya untuk menengok ke belakang. " Park?" panggil baekhyun sedikit bergetar, namun tidak ada tanda tanda chanyeol ingin menyauti nya.
Chanyeol menekan punggung sempit itu ke jendela, membuat secara tidak sengaja namja mungil tersedikit memekik.
Deru nafas kasar mulai di rasakan oleh baekhyun, di tenguk belakang miliknya membuat namja mungil tersebut sedikit mengelinjang geli.
" Byun kau carrier kan? " tanya chanyeol, namun tidak ada sama sekali respon dari yang lebih mungil. Baekhyun hanya menunduk kepala nya kebawah, memandang lantai lantai kamar chanyeol terbuat dari marmer.
" aku melupakan sesuatu, ah iya aku ingat suara mu, kau kan mulai bisu "
Baekhyun tertohok dengan perkataan namja tinggi tersebut namun yang hanya bisa dirinya lakukan hanya tersenyum miris.
Chanyeol berdecih, kemudian menyeret tubuh mungil tersebut ke dalam kamar mandi. Jika sewaktu itu chanyeol melempar tubuh nya kedalam bath up berisi air dingin sekarang tidak, dirinya tidak melakukan itu.
" bersihkan dirimu dan turun kebawah " guman nya sebelum pergi dari kamar mandi tersebut.
" jika kau berniat kabur, aku akan pastikan kau tidak bisa berjalan lagi Byun "
Namja mungil itu memikirkan nya, Pasti tidak mungkin chanyeol melakukan itu dirinya yakin itu hanya gertakan kepada dirinya agar tidak membantah nya. Namun omongan sehun barusan membuat hati nya begitu gusar .
Tidak berapa lama baekhyun, keluar dari kamar mandi. Dirinya berjalan ke Arah kasur dengan bath robe yang membaluti tubuh nya, dirinya ingat baju nya basah akibat ulah chanyeol.
Kedua manik caramel nya melihat, satu buah kemeja sangat besar.
" tunggu aku tidak mungkin menggunakan ini kan? " batin nya.
TBC
#bacotan author
Author enggak nyangka ternyata ada yang nunggu cerita enggak jelas ini T_T Terima kasih banyak readers. Sekalian dan yang untuk yang nunggu NC author bener bener akan usahain chap depan ada NC nya.
Sekali lagi makasih banyak.
Next or delete
Minta kritik dan Sarannya nya juga readers sekalian
