Part 4
"The Frustration"
Setelah mendengar itu, atmosfir ruangan pun berubah. Ditambah dengan fakta bahwa Jo juga harus meninggalkan team, masing masing dari mereka pun sudah memiliki pikiran mereka masing masing
Apakah team akan bubar?
Tidak tahan akan suasana, Edge yang sedari tadi diam saja, kini meradang dia bangkit dengan kasar dari persembunyiannya dengan teman temannya dan menuruni tangga dengan kesal,
"kalian!" kata Edge sambil menuruni tangga
"Edge!" kata pelatih kaget
"Hammer…. Apa kamu benar benar akan meninggalkan team? Bahkan WGP saja belum selesai!" kata Edge kesal
"benar!" kata Miller seraya bangkit dan mengikuti pembicaraan
"bukankah kita sudah berjanji untuk bersama sama maju dan saling mendukung?" kata Miller melanjutkan pembicaraan.
"Edge….Miller…" kata Hammer ragu ragu
"maaf yah, Miller, Edge, tapi, Hammer sudah dewasa, dia sudah 18 tahun. 18 tahun! Sampai kapan kalian akan memaksakan mimpi kekanak kanakan kalian? Sudah saatnya kalian maju, sudah saatnya kalian memikirkan masa depan! Ia kan, Sefine?" kata ibu Hammer sambil menghadap Sefive Goodwin, ibu dari Josephina Goodwin
Sefine pun mengangguk
"tapi….." kata Hammer
"apakah tidak bisa kalau kami tidak harus membubarkan team kami ini?" kata Brett sambil akhirnya pun mengikuti pembicaraan
"sayang sekali,Brett, tidak bisa. Kamu pasti mengerti kan? Kau adalah anak yang paling dewasa disini meski kamu baru 16 tahun." Kata Sefine
"begitu ya? Hanya saja, setidaknya, bisakah team kami ini tidak dibubarkan? Madsud kami, kami akan mengikuti saran kalian, tapi, kami juga akan tetap bermain bersama, sebagai hobi. Apa tidak boleh?" kata Brett mencoba membujuk kedua wanita tersebut
"hobi kalian itu menyita terlalu banyak waktu." Kata Ibu hammer
"ah….." kata Brett kehabisan kata kata.
Suasana pun mendadak hening. Sepertinya, baik mrDannise, Edge,Miller,Hammer bahkan Brett, sudah tidak dapat berkata apa apa lagi.
Apakah ini sudah berakhir?
Suasana pun dipesahkan dengan isak tangis Jo (oke, aku tak suka bagian ini.) yang ternyata sedari tadi tidak mampu ikut berunding karena shock dan sedih. Kemudian, dia bangkit dan lari menuju kamarnya
~Part 4 Finished~
author`s note = akhirnya aku bikin juga adegan kaya gini. Padahal aku paling nga suka bikin adegan romance sm sedih" (padahal, itu penting) trus, nga bakat bikin cerita komedi (ngaku lagi) tp pengenya bisa. Thx for reading! Review yah! hhe
