DISCLAMER : NARUTO by MASASHI KISIMOTO - HIGHSCHOOL DXD by ICHIE ISHIBUMI

Warning ! :

Thypo, Gaje, bahasa hancur, kalimat garing, amburadul, semi-cannon, OOC, dan sebagainya.

Genre : Adventure, Romance, Friendship, Drama, DLL.

Rating : M untuk amannya aja.

Pair : Naruto x ...?

Don't Like Don't Read

.

.

Mohon tinggalkan Review bro n sist

.

:: Maaf baru Up,, gue ngk semangat ngetik gara" jumlah Reviewnya sesikit/ fic ini kurang di minati,, hiksss hikksss

:: Mohon tinggalkan Review, kritik ataupun Flame untuk kelanjutan fic ini.

:: Chap ini mungkn memebosankan, jadi mhon bimbinganx.

Tanks bro n sist

Saat ini Naruto dan Tohka berada di New York, Amerika Serikat, ke duanya terlihat bersantai di sebuah hotel bintang lima, Naruto terlihat duduk di sebuah sofa panjang sambil membaca sebuah majalah Faishion pria, hanya mengenakan celana pendek putih bermerek Volcom, entah bagaimana Naruto sangat menyukai model pakaian yang tren di kalangan manusia, hal itu juga membuatnya sering berbelanja pakaian dengan berbagai model di seluruh dunia, menurutnya penampilan adalah hal yang sangat penting setelah kekuatan, sehingga dia selalu menjaga penampilannya setiap saat.

Di sisi lain terlihat gadis berambut ungu kehitaman mengenakan kaos ungu ketat yang menampilkan keindahan lekuk tubuhnya dan celana hitam pendek yang menampilkan paha putihnya menikmati sebuah acara TV di samping Naruto.

" Tohka ! " Ucap Naruto mengalihkan perhatiannya.

" Ada apa beibs ?" Tanya Tohka genit.

" Berhentilah bersikap menjijikkan bodoh " Ucap Naruto Malas mendengar panggilan sayang dari Si Purple.

" hihihihi,,, Itu panggilan sayang untuk sepasang kekasih di sini Emo-kun" balas Tohka geli menatap Naruto.

" Terserah !, aku ingin kau keluar memesan Cappucino untukku ! " Perintahnya kepada Gadis seksi di sampingnya.

" Baik bos Emo, perintahmu adalah kewajibanku " balasnya dengan nada bercanda sampil meraih gaun untuk menutupi tubuh indahnya dan segera melangkah meraih knop pintu.

" Haaaahhhhh,,, "

" Gadis bodoh, " batinnya dengan wajah sedikit senyum mengingat tingkah polos dan hiperaktif gadis tersebut. Namun lama kelamaan menghadapi gadis yang menurutnya itu cukup menyebalkan membuatnya sudah terbiasa dengan tingkah cerobohnya, walaupun sering membuatnya kesal.

" Tampaknya Anda sedang senang Naruto-sama" Ucapan seserong sukses mengalihkan pikirannya pada gadis bernama Tohka, ekspresi yang tadinya tersenyum kecil kini langsung berubah ke mode datarnya.

"Bagaimana Zetsu ? , Kau menemukannya? " tanya Naruto kepada makhluk yang muncul di depannya.

" Yah, makhluk itu tinggal di dalam perut Gunung Kilauea ,salah satu gunung merapi teraktif di dunia yang terletak di Kepulauan Hawaii. " jelas Makhluk putih bernama Zetsu.

" jadi maksudmu dia berada di kubah Lava gunung merapi? " Tanya Naruto memperjelas ucapan Zetsu.

" hm, menurutku, ulahnya juga yang membuat gunung itu selalu memuntahkan Lava panas setiap harinya. " pendapat Zetsu tentang mengenai makhluk tersebut.

" Nanti malam kita ke sana "

"Haloo White-chan! " Ucapan Tohka yang baru masuk membawa Secangkir minuman panas mengalihkan perhatian ke duanya.

" Halo, Tohka-hime! " balas Zetsu melihatnya mendekat dengan cangkir di tangannya.

" kau dari mana saja White-chan, dua hari aku kesepian tahu" ucap Tohka sedikit kesal Kepada Zetsu dengan panggilan akrabnya " White-chan.

" Hehe,, aku mendapat tugas dari Naruto-sama " jawabnya.

" Hm,," balasnya Singkat dengan wajah kesalnya.

" bukankah ada Naruto-sama selalu menemanimu? Tanya Zetsu yang sedikit melirik tuanya, sedangkan Naruto masih setia memandang majalah di tangannya tanpa menghiraukan pembicaraan mereka, yang menurutnya tidak penting.

"Hey kau tahu sendirikan, bahwa tuan Emo ini hanya bicara kalau itu penting " ucapnya sambil menunjuk Naruto yang menghiraukan ke duanya.

"Haaahhh,, kalian terlalu berisik! " Ucap Naruto berdiri mengambil baju kaos hitam dan keluar dengan secangkir minuman favoritnya.

" dasar Emo-baka" ucapnya setelah anak Emo itu meninggalkan kamar hotelnya.

" temani aku nonton , White-chan !" lanjutnya duduk di sofa yang di ikuti Zetsu.

.

Sementara itu terlihat Naruto Berada di puncak bangunan tinggi duduk di sebuah kursi yang entah dari mana, di temani minuman favoritnya menikmati pemandangan Sore hari di New York.

Dirinya selalu menyukai suasana tenang Seperti ini, ketika Tohka selalu Mengganggunya, namun hal itu sudah di anggap bisa, setelah dirinya tinggal bersama selama satu tahun ini.

Sebuah sosok yang terbang di langit menuju ke arahnya mengalihkan pikiran dan pandangannya.

" Haloo, " Sapa seorang wanita yang begitu cantik dengan rambut pirang keriting panjang, tubuh dan payudara sempurna yang di balut gaun berwarna emas, dan 12 pasang sayap putih di punggungnya mendarat di sampingnya.

" Ada apa gerangan? Salah satu Seraph surga menemui makhluk sepertiku" Ucap Naruto yang tampak memandang wanita terindah di surga mendarat tak jauh di sampingnya.

" Sepertinya Anda mengenalku" Ucap wanita tersebut dengan sopan dan senyum indah di bibirnya.

" Semua makhluk Supranatural pasti tahu tentang Malaikat Gabriel " kata Naruto dengan ekspresi biasa di wajahnya, walau dia merasakan energi suci kental terpancar dari sosok tersebut.

" Hmm, ini pertama kalinya ada makhluk yang tidak bisa ku rasakan jiwanya ! " Ucap Gabriel penasaran karena kemampuannya untuk melihat dan merasakan ke dalam jiwa seseorang seperti terhalangi sesuatu.

Mendengar itu Naruto tersenyum tipis akan rasa penasaran Seraph di sampingnya,

"aku tak menyangka Chakra Hasirama yang menyatu denganku mampu memblokir kemampuan Gabriel" Batinnya kagum bagaimana kuatnya Chakra Hasirama ini.

" Bagaimanapun hebatnya kemampuan seseorang, pasti ada kelemahannya juga " Ucap Naruto memandang Gabriel dengan senyum tipis di bibirnya yang mampu membuat wanita klepek-klepek, namun itu tidak akan berlaku dengan Gabriel yang terkenal sebagai Malaikat Polos.

" Jadi, kenapa Hibryd-Youkai sepertimu berada di dunia manusia ?" Tanya Gabriel tujuan Naruto tinggal di kota manusia, memang fakta bahwa Gabriel begitu menyukai Manusia, sehingga akan melindungi mereka jika ada makhluk Supranatural yang berniat merugikan manusia.

" Keberadaanku di sini , sepertinya Tidak ada hubungannya dengan Anda Seraph-chan. " Ucap Naruto santai menjawab pertanyaan Malaikat perempuan terkuat Surga.

" Tentu saja itu urusanku jika kau ingin merugikan manusia, karena aku akan melindungi semua" Balas Gabriel terlihat kesal mendengar jawaban Naruto.

" hooo,, aku juga manusia Gabriel-chan jadi Anda juga akan melindungiku yah ? "Ucapan Naruto yang terkesan menggoda Gabriel, yang mengakibatkan wajahnya memerah.

" Kau terlalu Naif Gabriel !" Ucap Naruto yang masih tersenyum.

" Apa maksudmu? "Balas Gabriel yang langsung Serius.

" Apa kalian tidak sadar?, karena ulah kalian ke tiga fraksi, ribuan nyawa tak bersalah menjadi korban Great War. " Ucapan Naruto sukses membuat Gabriel terdiam dan menunduk.

" kalian semua terlalu egois...

" Iblis menggunakan manusia sebagai budak dan pelayan yang harus patuh kepadanya, menawarkan hal-hal menggiurkan untuk merekrutnya untuk kepentingan sendiri, Malaikat Jatuh selalu berbuat semena-mena pada manusia, mereka hanya mengikuti nafsunya untuk bersenang-senang tanpa memikirkan manusia yang menjadi korbannya, dan Malaikat selalu merasa bahwa pihak mereka yang selalu benar, apa kah memang begitu ?, kalau iyya Berapa jumlah manusia yang kalian jadikan jampi atau pembasmi iblis liar, atau berapa nyawa mereka yang telah melayang untuk membela fraksi Malaikat demi perseteruan bodoh kalian. ." Ucapan Naruto dengan nada tinggi pada Gabriel, namun sang empu hanya terdiam dan menunduk.

" Jadi katakan padaku Gabriel, apa Malaikat memang yang paling benar " Lanjutnya, namun Gabriel masih terdiam, tapi kali ini terlihat butiran air mata menetes dari wajah cantiknya.

" Haaaahhhh, Malaikat tercantik di surga tak pantas menangis hanya karena makhluk rendahan seperti kami para manusia, " ucapan Naruto Sukses membuat tangisan Gabriel menjadi-jadi.

"hikss,, hikss,, hikss,,"

"Oh shit, wanita memang makhluk merepotkan walaupun itu malaikat sendiri" batinnya melihat wanita di sampingnya menangis tersedu-sedu, namun tak memiliki niat menghentikannya.

Setelah beberapa saat Gabriel pun menghentikan tangisnya dan menoleh kepada sosok yang telah membuatnya menangis karena perbuatan yang tak mereka sadari , dirinya tahu bahwa ucapan pemuda ini sangat lah benar, dan itu membuatnya merasa menyesal. Bukan kah dia ada untuk melindungi manusia, tapi kenapa di sisi lain juga mengorbankan mereka untuk fraksinya.

" Kau memang benar, Tanpa kami sadari kami juga bersalah, maaff,, " Ucap Malaikat yang dikenal sebagai Malaikat perempuan terkuat sekaligus malaikat yang paling rapuh di Surga itu.

" Hahaha,,, Tak usah minta maaf, ini hanya sekedar penilaianku pada ke tiga fraksi " ucapan Naruto tersenyum ke arah Malaikat di sampingnya yang mampu membuat makhluk di dekatnya merasakan sebuah kehangatan lewat pancaran energinya.

" Tapi penilaianmu sepertinya benar! " Balasnya menundukkan kepala.

" Kau tahu,,,, "Naruto menjeda Ucapannya

" Saat aku mendengar kematian kami-sama saat Great War, saat itu aku tidak percaya dengan kabar tersebut sampai aku melihat kenapa tiga fraksi mengalami ke kacauan saat ini " tambahnya dengan Nada pelan tanpa menoleh ke Gabriel.

" Jadi kau juga tahu tentang kematian ayah? " Ucap pelan Gabriel yang hanya di balas anggukan oleh Naruto.

" Semenjak kematian Ayah, dunia sangat berubah, kekacauan terjadi di mana-mana akibat ulah Para Makhluk Supranatural " ucap Gabriel sambil memandang Langit yang sebentar lagi akan gelap.

" Kau percaya akan kematiannya? " Tanya Naruto yang membuat Gabriel menunduk sedih lagi.

" aku ada di sana saat menyaksikan kepergian Ayah yang tersenyum pada kami " Ucap Gabriel yang penuh Nada kesedihan.

Pukkk

Naruto melangkah pelan tepat di depan Gabriel menepuk pundaknya yang membuat wajahnya mendongak melihat remaja di depannya.

" Raganya memang mati , tapi selama kau memiliki keyakinan dan kepercayaan kepadanya,,, jiwanya akan selalu ada di hatimu dan menemanimu Gabriel. " Ucapan Naruto sukses membuat Gabriel melebarkan matanya dan menghambur tubuhnya memeluk sosok remaja di depannya.

" Hikksss,, hikksss,,,, Ayahhh, maaf " ucapan di sertai tangisan Gabriel di pelukan Naruto.

Melihat Gabriel menangis di pelukannya membuat Naruto tidak ingin menghentikan ataupun berbicara lagi, namun memutuskan membalas pelukannya dan mengelus surai pirangnya, yang memang tinggi Gabriel hanya sebatas dagu Naruto.

Beberapa menit kemudian, ketika Naruto merasa Gabriel berhenti menangis dan mendengar dengkuran kecil di dadanya, dia yakin bahwa saat ini Gabriel tertidur di pelukaannya. Tak ingin membangunkannya Naruto menggendong dan menatap wajah damai Gabriel membuatnya tersenyum dan melakukan Shunsin ke kamar hotelnya, dengan Gabriel di gendongannya.

Shuuss

Muncul kobaran Api di sebuah kamar hotel yang mengeluarkan Naruto dan seorang gadis di sampingnya.

" Siapa dia Naruto-sama? " Ucap Zetsu yang sedang menonton TV melihat tuannya menggendong seorang Wanita.

" Gabriel " Ucap Naruto singkat melangkah ke tempat tidur dan juga melihat Tohka yang ternyata juga sudah tertidur.

Naruto membaringkan Gabriel di samping Tohka yang sedang terlelap di tempat tidur, menatap wajah polos ke duanya membuat senyum tipis tercipta di wajah tampannya.

" Malam ini aku akan ke sana ! " Ucap Naruto yang telah mengganti pakaiannya dan melangkah keluar. " aku ingin kau mencari tempat tinggal Ras Kurcaci Zetsu " Lanjutnya menghilang dengan portal teleportasi yang di jawab anggukan oleh Zetsu.

.

Satu jam setelah kepergian Naruto, kini Gabriel mulai membuka mata indahnya,

" engghh.. Dimana ini ?" mata safir indahnya meneliti setiap inci ruangan kamar hotel sampai pandangannya tertuju pada sosok gadis di sampingnya.

Pikirannya berusaha mengingat apa yang terjadi sampai dirinya berada di sini,

" di mana pemuda itu ? " gumamnya yang telah duduk di tepi kasur Mengingat bahwa dirinya tertidur di pelukan seorang lelaki,

" Aku harus pulang, Michael- nii pasti khawatir " gumamnya berdiri dan menciptakan lingkaran teleportasi untuk kembali ke Surga.

"kenapa aku lupa menanyakan namanya! "batinnya tersenyum sebelum menghilang dengan lingkaran sihir putih.

.

Hawaii merupakan Sebuah Negara Amerika Serikat , yang satu-satunya Negara bagian ( stata) Amerika Serikat yang terpisah dari Benua Amerika dan berupa Kepulauan sekaligus masuk Oesnia, Hawaii terdiri dari delapan Pulau dan di sini lah Naruto berada, melayang di dekat puncak Gunung Kilauea yang memiliki ketinggian 4 ribu kaki yang berbatasan langsung dengan Lautan.

" Dengan jarak begini panasnya luar biasa " gumamnya berkeringat dingin merasakan panasnya Lava gunung merapi teraktif di dunia.

Whuusss

Menaikkan intensitas Chakranya untuk melindungi tubuhnya dari panas Lava dan mencoba bergerak lebih dekat ke kubah Lava yang di yakini tempat makhluk yang di carinya.

" Jadi benar dia di sini " batinnya saat merasakan aura Naga di dalam perut gunung, dan menciptakan segel tangan,

" Futon : Atsugai "

Kkabbooommm

Embusan tekanan angin meluncur ke kubangan Lava mengguncang puncak gunung Kilauea, percikan Lava meluap ke segala arah membuat Naruto bergerak lincah menghindari percikan Lava yang menuju arahnya, sesuatu dibalik Lava perlahan bergerak ke atas,

Gooaaarrrr

Auman ganas makhluk yang keluar dari balik kumparan Lava panas, terlihat seekor kadal bersayap raksasa berwarna merah, sepasang tanduk tajam di kepalanya dan ekor panjang penuh duri di setiap sisinya.

" jadi ini adalah Smaug, terkenal akan sisik kerasnya " batinnya tersenyum memandang Naga bermata kuning yang melotot kepadanya.

Melihat Smaug terbang ke arahnya berniat meninjunya membuat Naruto bergerak cepat untuk menghindar,

Naruto dengan cepat terbang ke arah Laut di ikuti Smaug yang mengejarnya, semburan Lava dari Naga merah itu mengarah ke dirinya, dengan sigap Naruto melompat dan berdiri di permukaan laut.

" serangan berbasis panas sepertinya tak berguna padanya " batinnya memandang Naga yang bergerak ke arahnya dengan kecepatan luar biasa berniat mencakar tubuhnya dengan kuku tajam Smaug, dengan melompat ke kiri menghindar kuku tajam Naga merah tersebut Naruto segera menarik Kusanagi di pinggangnya,

"Futon : Kaze no Yaiba "

Puluhan belati angin yang tercipta dari ayunan Kusanagi menghujani tubuh Naga tersebut sampai terdorong mundur, namun tak meninggalkan goresan pada tubuhnya, yang menunjukkan betapa kerasnya sisik sang Naga.

" Sisiknya benar-benar kuat, aku harus segera menyelesaikan ini " batinnya berlari menuju pantai yang membuat Smaug ikut mengejarnya lagi dan menyemburkan Api yang memiliki jangkauan luas dan intensitas tinggi, mengarah pada Naruto yang telah Berpijak di tanah.

Kkaabbooom

Semburan api menyapu pantai sampai melenyapkan pepohonan yang Berada dalam jangkauan 30 meter, namun Naruto berhasil menghindar dengan melakukan Shunsin ke atas langit, tapi dengan kemampuan insting seekor Naga yang terkenal, Smaug mengibaskan ekornya ke arah Naruto,

" cihhh,, merepotkan "Umpatan kesal Naruto menghindari kibasan ekornya, dan segera berlari ke arah hutan, dengan kecepatan luar biasa Smaug bergerak ke arah Naruto dan meninjunya, Sharingan Naruto membaca sempurna gerakan Smaug dan melompat ke atas.

" Futon : Sinkhu Renpa "

Dengan mengayunkan Kusanagi, pedang angin raksasa tercipta mengenai tubuh Smaug dan menghempaskannya ke tanah. Kontrol Chakra yang luar bisa Naruto mampu memanfaatkan Kusanagi sebagsi Konduktor jutsu Anginnya.

Ggoooaaarrrr

Teriakan kesakitan terdengar dari Smaug setelah pedang angin yang di ciptakan Naruto berhasil menggores kulit dan dagingnya.

Tak ingin menunggu kehebatan Regenerasi Ras Naga yang begitu tinggi menyembuhkan seluruh luka-lukanya, Naruto cepat melompat ke bawah menyarungkan Kusanagi di pinggangnya dan melakukan segel tangan sedikit rumit,

" Doton : Sando no Jutsu "

Kemudian perlahan tanah di sebelah kiri dan kanan Smaug naik menciptakan setengah bola raksasa yang besarnya hampir seperti bukit,

Bbummmm

Grrooaarrrrrrrrrrgggggggg

Auman keras ke sakitan terdengar dari Smaug ketika masing-masing setengah bola raksasa yang terbuat dari tanah tadi, menjepit kuat tubuhnya yang menghasilkan cipratan darah hitam menyembur ke arah Naruto.

Setelah dirasa Smaug telah mati, Naruto menghilangkan jutsunya untuk memeriksa kondisi Smaug yang berbaring, terlihat ke dua sayap patah dan lelehan darah keluar dari mulutnya , yang menandakan hidupnya telah berakhir.

Perlahan Naruto melangkah ke bangkai tubuh Naga merah tersebut, setelah sampai Naruto melompat ke punggungnya dan menarik Kusanagi dari sarangnya,

Sreewttt

" kita buktikan kehebatan Kusanagi, yang di katakan pedang tertajam di dunia" Gumamnya melihat Kusanagi di genggamannya dan mengalirkan Chakra angin pemotong.

Cruuuussahhh

Tusukan Kusanagi yang di aliri Chakra angin berhasil menembus sisik keras dari tubuh Smaug, dengan perlahan Naruto mulai menguliti sisik bagian punggung Smaug sampai di rasa cukup untuk kebutuhannya dan mengeluarkan sebuah gulungan merah kecil dan menyegel sisik Naga tersebut.

" Anda berhasil, Naruto-sama " Ucapan tiba-tiba dari arah belakan Naruto membuatnya menoleh.

" Smaug hanya kelas Naga menengah Zetsu " ucapnya sambil melemparkan gulungan yang berisi sebagian kulit Naga tadi.

"Aku ingin kau memberikannya pada Ras kurcaci itu dan mengurus bangkai Naga ini, Zetsu " Ucap Naruto datar yang di balas anggukan oleh Zetsu sebelum menghilang dalam kegelapan malam.

.

.

Saat ini Naruto terlihat duduk di sofa kamar hotelnya menunggu Tohka yang sedang mandi, hari ini dia akan melanjutkan perjalanan mereka lagi.

Sreett

Pintu kamar mandi terbuka mengalihkan perhatian Naruto, terlihat Tohka berjalan keluar yang hanya di balut handuk putih di tubuhnya, rambut yang biasanya diikat ke belakan Menggunakan aksesoris rambut berbentuk kupu-kupu kini di biarkan tergerai indah, dengan kulit putih tanpa cacat harus diakui Naruto bahwa Tohka adalah salah satu gadis terindah yang pernah di temuinya, walaupun entah mengapa dirinya baru menyadari akan hal itu.

" Sebaiknya kau segera bersiap-siap dan berkemas, kita akan ke Tokyo " ucapnya datar melihat Tohka yang sedang mengeringkan rambutnya,

" Benarkah? " Ujarnya yang sudah selesai mengeringkan mahkota ungu kehitaman miliknya.

" Hm, " balas singkat Naruto.

" Kau tahu, aku di besarkan di salah satu panti asuhan Tokyo sampai mereka menangkapku dan menjadikanku penyihir ,loh " Ucap Tohka senang, mereka akan ke tempat kelahirannya sambil memakai gaun warna favoritnya, yakni Purple.

" Hm, " balas Naruto lagi, namun kali ini Naruto sedikit penasaran akan masa lalu Tohka, karena ego Uchihanya yang tinggi membuatnya beranggapan ' itu bukan urusannya'.

Ucapan singkat Naruto sudah di anggap biasa oleh Tohka, karena baginya asalkan Naruto tidak meninggalkan dirinya sendirian lagi, Naruto adalah sosok yang paling berharga untuknya, orang yang selalu berada di sisinya meskipun dirinya dianggap tidak ada oleh Remaja berambut Raven tersebut.

.

.

Tokyo, adalah Ibukota Jepang, sekaligus daerah terpadat jepang, serta daerah Metropolitan terbesar di dunia berdasarkan penduduknya.

Tokyo merupakan pusat politik, ekonomi, budaya, dan akademis di Jepang, serta pusat bisnis dan Finansial utama untuk seluruh Asia Timur.

Saat ini Naruto dan Tohka sedang berjalan di keramaian kota Tokyo setelah makan malam di sebuah restoran, Naruto terlihat mengenakan Sweter coklat di padukan Celana Levi's selutut, sedangkan Tohka mengenakan dress Ungu skema putih di lengannya serta Rok selutut. Ke duanya begitu terlihat begitu serasi berjalan bersama di jalan Tokyo yang meskipun malam akan tetap ramai, tak heran ke duanya menjadi pusat perhatian warga sekitar karena ke tampanan dan kecantikan mereka.

" Aku punya urusan sebentar Tohka, jadi kau pulang sendiri saja " Ucap Naruto pada sosok di sampingnya sebelum berjalan ke gang sepi dan menghilang.

" Emo-baka, apa kah dia tidak bisa menemaniku, seperti sepasang kekasih yang romantis " gumamnya Cemberut melihat Naruto meninggalkannya sendirian.

" Sepertinya nonton bioskop akan menyenangkan, lagi pula dia tidak akan pernah mencariku !" Lanjutnya senang dan mempercepat langkahnya menuju bioskop terdekat.

.

Saat ini Naruto duduk dengan memejamkan matanya menikmati embusan angin menerpa tubuhnya di puncak gedung, sebuah hobi yang dirinya juga tak tahu, kenapa begitu menyukai tempat nongkrong seperti ini. Namun kehadiran sebuah makhluk putih yang di ketahui sebagai bawahannya mengalihkan perhatian Naruto.

" Apa mereka telah mengerjakannya, Zetsu ? Tanya Naruto pada sosok yang muncul dari lantai bangunan.

" Ha'i, Naruto-sama, mereka mulai mengerjakannya, Dan mereka butuh waktu satu minggu untuk menyelesaikannya !" Jawab Zetsu tentang sebuah permintaan tuannya.

" Menurutmu, apa perbedaan Senjutsu Yokai dengan Shinobi, Zetsu ? Tanya Naruto memecah keheningan yang berlangsung beberapa menit tadi.

" hm, semua jenis Senjutsu harus menggunakan Chakra, Youkai di berkati dengan kemampuan Senjutsu sejak lahir, tinggal bagaimana individu itu sendiri yang memanfaatkannya, Senjutsu Yokai bekerja ketika menyerap energi alam ke dalam tubuh pengguna dan mengubahnya menjadi arus konstan, Yokai mampu menggunakan Senjutsu dengan mudah namun mereka sangat kesulitan mempertahankanya, sejauh ini hanya Sun Wukong yang ku tahu mampu menggunakannya lebih dari kata sempurna, Sedangkan senjutsu yang ada didunia Elemental, menarik energi alam dan mencampurkan dengan Chakra mereka sendiri, sehingga menambahkan dimensi baru kekuatan pada chakra penggunanya, dan menciptakan Chakra senjutsu untuk meningkatkan serangan. Beberapa Shinobi harus menandatangani kontarak hewan pemanggil khusus, Namun hanya Hasirama Senju dan Rikudou Sennin yang menggunakan senjutsu luar biasa. " Jelas Zetsu panjang lebar yang melihat tuannya sedang memikirkan ucapannya.

" apa kau tahu tentang Senjutsu Hasirama ini ? " tanya Naruto.

" Hm, penggunaan Senjutsu Hasirama sangat hebat, menurut Madara-sama, Hasirama menggunakannya tanpa terpengaruh oleh kebencian alam sendiri, berbeda dari Youkai, mereka akan gila jika tidak mampu menahan kebencian alam." Jawab Zetsu pada bosnya.

" Apa karena Chakranya Zetsu? "Tanya Naruto mencoba memahami tentang penggunaan Senjutsu Hasirama.

" Madara-sama juga menduga akan hal itu, bagaimana Hasirama mampu mengubah Chakranya menjadi energi kehidupan, kemungkinan besar hal itu yang membuatnya menekan kebencian alam " Jawab Zetsu mengingat ingatan Madara yang ada di kepalanya.

" hm, sepertinya kita akan mencobanya Zetsu, karena sekarang aku tidak mampu menggunakan Senjutsu lebih lama, kebencian alam ini begitu besar ," Kata Naruto yang di balas anggukan oleh Zetsu.

" Anda ingin memadukan Senjutsu Yokai dan Senjutsu Hasirama "ucap Zetsu mencoba menebak pikiran Naruto,

" Kau ben.. "

Deg

" Perasaan apa ini " batinnya terkejut merasakan perasaan tidak enak.

" Aura ini, Aura Malaikat jat... " Ucapan Zetsu terhenti ketika Naruto telah menghilang.

.

Sebelum itu, terlihat Tohka tengah berjalan pulang di sebuah taman sepi dari menyaksikan acara bioskop, saat ini jam telah menunjukkan pukul 10 malam.

" Lain kali aku akan mengajak Emo-kun nonton bioskop " Batinnya Tersenyum senang berjalan untuk pulang ke Hotel yang telah di sewa Naruto.

" Wah, wah, wah,, sepertinya ada bidadari ingin diantar pulang nih ! " Ucap tiba-tiba suara di depannya membuyarkan lamunannya.

" Ahh, aku bisa pulang sendiri kok tuan " balasnya sopan pada seorang pria berambut hijau mengenakan jubah coklat di depannya.

" Hahaha,, bagaimana kalau aku sedikit memaksa Nona! " Ucap sosok tersebut menyeringgai yang membuat Tohka sedikit waspada.

" Siapa kau ? " Tanya Tohka memandang tajam sosok di depannya.

" Kau boleh memanggilku Arnold sayang ! " Ucap sosok yang bernama Arnold melangkah mendekat ke arah Tohka, yang membuatnya sedikit mundur.

" Dan aku akan membawamu ke Surga sayang ! " tambahnya dengan senyum misterius.

" Maksudmu ? " tanya Tohka yang tidak mengerti ucapan Sosok berjubah tersebut.

" hahaha,,, kemarilah Sayang! Biarkan aku menikmati tubuhmu yang indah . " Arnold mengucapkan dengan senyum gila berusaha mendekat ke arah Tohka. Namun dirinya harus di buat melompat mundur ketika sebuah rantai emas meluncur dan berniat mengikatnya.

" Hahahaha,,, seperti yang ku duga, kau memiliki Secred Gear yang cukup unik sayang," ucapnya mengeluarkan tiga pasang sayap hitam di punggungnya dan menciptakan sebuah Light Spear sebesar tongkat bisbol,

" Mari kita lihat , bagaimana kau menghindari ini sayang " ucapnya melempar Tombak cahaya di tangannya ke arah Tohka,

Tohka yang melihat Tombak cahaya di lemparkan Malaikat jatuh itu, segera mengeluarkan dua rantai dari punggungnya menangkis Tombak cahaya tersebut.

" Jadi kau bisa menyerang dan bertahan menggunakan Rantaimu yach ! " ucap Arnold yang tengah melayang menggunakan sayapnya, kemudian menciptakan puluhan lingkaran sihir kecil di depannya dan masing-masing lingkaran sihir memuntahkan sebuah tombak cahaya se ukuran pergelangan tangan ke arah Tohka.

Trink trink trink trink

Tohka kemudian menciptakan penghalang terbuat dari susunan rantainya menahan seluruh tombak cahaya menuju dirinya.

Melihat serangannya gagal, Arnold kembali menciptakan pedang cahaya di ke dua tangannya dan melesat ke arah gadis di depannya.

Melihat hal itu Tohka mulai sedikit takut, karena dirinya tidak akan menang jika bertarung dari jarak dekat, melihat Arnold meluncur ke arahnya, Tohka meluncurkan Lima buah rantai ke arah malaikat jatuh itu untuk mencegahnya mendekat ke arahnya.

Trank trank trank trank

Arnold bergerak lincah menghindar dan menangkis Rantai-rantai yang memiliki ujung runcing tersebut yang berniat menusuk dan melilit tubuhnya,

Duakkhh

Sebuah tendangan keras bersarang di perut Tohka yang mengakibatkan dirinya terlempar menabrak pagar taman, Namun dirinya harus merasakan sakit luar biasa ketika sebuah tombak cahaya telah menembus perutnya lagi, wajahnya mendongak melihat pelaku yang tersenyum gila ketika tombak cahaya berhasil menusuk perut Tohka.

Couugghhh

" Maaf sayang, aku harus membunuh penyihir dan pemegang Sacred Gear sepertimu, jika kau ing.. " Ucapannya terhenti ketika seseorang telah berdiri di depannya , Arnold melebarkan matanya ketika sebuah pedang telah menembus tepat jantungnya,

" S-siapa kau ? " Ucapnya tergagap memandang pelaku di depannya, namun hanya mendapat tatapan tanpa ekspresi, sebelum tubuhnya melebur menjadi partikel cahaya meninggalkan bulu-bulu hitam di tempatnya.

" Emo-kun! " panggil Tohka ketika Naruto datang dan membunuh Malaikat Jatuh tadi.

Mendengar panggilan Tohka membuat Naruto, perlahan membalikkan tubuhnya melangkah mendekati tubuh gadis Ungu itu.

" Hey, Emo-kun, sepertinya petualangan kita sampai di sini saj..Coouugghh.." Ucapnya sedikit terhenti ketika meludahkan darah segar di mulutnya.

" Kau tahu, aku begitu bahagia saat kau menolongku dan selalu berada di sisiku " ucapnya tersenyum memandang wajah tanpa ekspresi Naruto yang telah duduk di sampingnya . Tohka perlahan membelai wajah Naruto dengan tangan yang penuh darah.

" Terima kasih, untuk semuanya Emo-kun , aku sangat bahagia bisa berjalan di sisimu, walaupun kau tidak pernah melihatku, terima kasih atas kebahagiaan yang telah kau berikan, terima kasih telah menjadi sosok yang sangat penting bagiku, kau satu-satunya yang ku miliki di dunia ini Emo-kun, aku akan selalu mengawasimu di alam sana, semoga kau bisa mencapai hal yang kau inginkan, Aku mencintaimu .. " Kata terakhirnya saat Jiwanya terlepas dari tubuhnya dengan senyum bahagia terukir di bibir manisnya.

" Kenapa ? " sebuah pertanyaan keluar di mulut Naruto saat menyaksikan gadis yang selalu menemaninya.

Tik

Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata Onixnya menatap wajah tubuh tak bernyawa Tohka.

Untuk pertama kalinya Naruto menitikan air mata setelah kematian Madara, sebuah perasaan kehilangan hinggap di hatinya , sebuah rasa penyesalan meliputi dirinya, sebuah kebencian menutupi pandangannya.

Matanya terlalu buta untuk melihat sosok yang selalu menemaninya, Hatinya terlalu tertutup untuk menerima seorang gadis yang begitu mencintainya, Egonya terlalu tinggi untuk mengakui ke hadiran gadis yang sekarang berada di pelukannya.

Sebuah rasa sakit yang tak tergambarkan di rasakannya, sebuah rasa putus asa menghampiri sosok yang penuh tekad dan kerja keras,

Sharingan bangkit secara paksa di ke dua matanya, tiga tanda koma berputar cepat hingga berubah seperti pola bunga Melati yang memiliki enam kaki yang berwarna merah.

Tanah di sekelilingnya mulai retak bersamaan sebuah Aura begitu gelap menguar dari tubuhnya, debu dan kerikil terangkat melawan gravitasi, gempa kecil melanda kota Tokyo yang mengakibatkan para penduduk panik.

" Naruto-samaaa " Teriakan Zetsu yang tak jauh darinya tidak di gubris,

Masih mendekap tubuh tak bernyawa Tohka, Naruto seakan-akan tak menyadari sekeliling, hanya perasaan ke hilangan begitu berat yang sekarang melanda pikirannya.

.

.

.

Udah dulu yachhh, Gue ngantu gays..

...TBC...

:: Yang pengen kasi masukan or kritik bisa PM/Review.

:: kelanjutan fic ini tergantung dari jumlah Review para Reader atau tmen" Author.