NOBODY KNOW

.

.

.

Hari Minggu-seharusnya menjadi hari santai untuk semua orang...ah terkecuali untuk yeoja ini mungkin pengecualin.

Lee Sungmin tidak pernah habis pikir,sebenarnya apa yang ada dalam otak seorang Cho Kyuhyun?!

"Namja pabbo...apa dia tidak sadar kalau dirinya itu seorang artis?!"

Dilayar tv itu,kini terpajang penuh gambar dirinya dan Kyuhyun yang tengah berciuman saat diBusan.

Oooo...sepertinya ada seorang wartawan atau mungkin paparazi yang mengambil gambar adegan mesra mereka.

Dan karena hal ini pula sejak tadi pagi telepon rumahnya terus berdering tiada henti.

Mungkin orang-orang yang ingin tahu kebenaran mengenai hubungan keduanya.

Mereka berdua memang belum meresmikan hubungannya pada umum-mengingat seberapa sibuk Kyuhyun akhir –akhir ini,dan Sungmin sendiri sepertinya tidak ada niatan untuk memberi tahu orang lain.

Yeoja penyuka warna pink ini justru berharap tidak ada seorangpun yang tahu hubungan mereka.

Tapi mengingat seberapa agresif dan kekanakannya Kyuhyun,sepertinya itu tidak dapat terkabul.

Namja itu bahkan dengan gamblengnya tadi pagi membenarkan hubungan mereka di status twitternya juga saat melakukan konfrensi fans mengenai hubungan mereka yang saat ini berstatus tunangan.

Alhasil Dipagi yang seharusnya indah ini,dia benar-benar tidak dapat menikmatinya

Bahkan para pelayan sedari subuh terus saja bergosip mengenai beritanya dengan sang idol yang tengah naik daun itu.

Drrt drrt...drrrt

Dirasanya hP yang berada diatas meja kecil disampingnya bergetar -diraihnya cepat hp berwarna pink tersebut dan langsung mengangkat panggilan dari seroang yang sudah ia hapal betul suaranya.

"Yeobseyo...oppa"

"Morning kelinci...kupikir kau masih tidur."

"Ck...berhenti memanggilku kelinci dasar namja jadi-jadian!"Sungmin menjerit tertahan pada penelopon disebrang sana.

"AIgoo...kau mau membuatku tuli heo?Ck...terserah aku..inikan mulutku"

"Yak Oppa...kau mau kucincang heo!Aishh jinja...lalu ada apa kau menghubungiku-aku tau kau pasti ada maunya menelepon pagi-pagi begini"

"Ha ha chagi...kau memang tau betul diriku ini hm"

DEG

Jantungnya berdetak tidak normal saat mendengar kata-kata itu-memang sudah menjadi kebiasaan Heechul memanggilnya chagi,namun tetap saja bagi Sungmin panggilan chagi dari namja itu benar-benar membuatnya seperti melayang.

Dia tahu namja itu hanya menganggapnya adik,dia tahu itu.

dan itu hanyalah sebuah candaan belaka.

Bahkan panggilan sayang tersebut tidak ada artinya bagi namja tersebut,Tapi tetap saja-bagi Sungmin hal itu sangat berarti.

"Ck chagi..chagi..ishhh kata-kata menjijikan itu membuatku merinding"Elak Sungmin.
"Ha ha ha..jeongmal?Hhh baiklah aku menghubungimu hanya ingin menanyakan hubunganmu dengan namja cho itu-kupikir kau tidak menyukainya

AH...tapi kulihat...kalian terlihat cocok."

Sungmin tahu,orang itu sekarang pasti tengah menyeringai mengejek sembari terkekeh.

Berbanding dengannya yang justru kini tengah tersenyum miris sarat akan kekecewaan.

Karena jauh dalam hatinya ia berharap Heechul justru marah atau setidaknya mengatakan tidak suka dengan apa yang dilakukannya dan Kyuhyun,

setidaknya dia masih ada harapan terhadapa namja itu.

Bukankah bila Heechul marah pertanda dia cemburu?

ah..tapi sepertinya itu hanya akan ada dalam mimpinya saja

Meski sesak hatinya dan air mata itu tengah menggenang disudut matanya-Sungmin tetap mempertahankan nada bicaranya saat berbicara via telepon-berusaha mengontrol dirinya agar tidak terisak dan justru terdengar seriang dan semenjengkelkan mungkin khas dirinya.

"Siapa yang menyukai siapa heo!Ishh bukankah kau yang menyuruhku untuk mendekatinya,kalau oppa ingin memastikan,kupikir oppa sudah tahu sejak awal"

"He..ne,aku hanya iseng-jadi bagaimana hasilnya"

Oke sepertinya pembicaraan akan lebih serius ne.

"Eopseoyo..nothing...aku belum menemukannya."

"Kau tahu waktu kita tidak banyak...jadi.."

Heechul terdiam sejenak,sepertinya tengah memikirkan sesuatu untuk dikatakan

"Oppa..Heechul oppa?"

"Ah ne..aku ingat!Kau...pokoknya kau harus berusaha menemukan informasi mengenai peta itu!Kaluau kau gagal bersiap-siap untuk menerima surat pemecatanmu Lee Sungmin!"

Teeetttt

Terputus,sambungan telepon itu terputus begitu saja setelah seorang namja bernama Kim Heechul memutusnya dengan seenak jidat!

"Memecatku!Yak kau pikir kau masih bisa memecatku hah!kalau aku gagal jangankan memecatku,meneriakiku saja oppa tidak akan bisa!"

Sungmin berteriak-teriak tepat dihadapan hpnya-mungkin, bila ada Heechul didepannya,dia akan meneriaki tepat pada wajah namja itu.

"Kau tidak akan bisa memecatku oppa,karena itu berarti kita semua akan mati-bukankah kegagalanku adalah akhir dari kita semua ?"

Dijatuhkan tubuhnya yang mungil itu ke soffa pink-dibaringkan tubuhnya disana dengan tangan kanan yang masih menggenggam hp-nya.

Perlahan dia memejamkan matanya-sebuah senyum miris dan sarat akan kekecewaan itu kembali terlihat jelas diraut wajah cantik yang biasanya berekspresi ceria.

Kembali kata-kata Heechul di telepon tadi terngiang di telinganya.

Kata-kata yang bagi Heechul adalah candaan itu nyatanya bagai bumerang yang sukses menancap di hatinya.

"Kau bertanya aku menyukainya?Oppa seharusnya kau tahu betul siapa yang aku suka"Monolog Sungmin.

"Kau seharusnya tahu siapa orang itu oppa.."

Lirih..nada itu terucap begitu pelan seperti halnya bisikan angin-diiringi dengan setetes air mata yang mengalir indah dari kelopak matanya.

"Bagaimana bisa kau mengatakan aku cocok dengannya?Bagaimana bisa kau terus menyakiti hatiku dengan kata-kata itu oppa?"

Kembali ia berkata-membisikan sakit hatinya pada angin.

Perlahan buaian angin berhembus bagai kata-kata penenang untuknya-membuat gadis itu terlelap dalam balutam mimpi masa lalu.

1###3

FLASHBACK

Dulu bila ia tidak bertemu pria itu,Mungkin dirinya tidak akan memilih jalan ini.

Lee Sungmin mungkin hanya akan menjadi yeoja biasa dengan kehidupan yang biasa dan mewahnya.

Dia tidak akan bekerja dan menjadi agent pemerintahan,bahkan mungkin ia juga tidak akan pernah mengetahui keberadaan Bom yang saat ini menjadi teror utama bagi negerinya.

Yah...itu dulu...bila ia tidak bertemu dengan penyelamatnya.

Singapura, delapan tahun yang lalu

Mall terbesar di singapura kini terlihat sangat ramai,Bukan ramai karen banyaknya orang berbelanja namun ramai oleh para polisi dan SWAT.

Mereka berjaga dan bersiap dengan apa yang akan terjadi.

Satu jam yang lalu,beberapa orang berpakaian hitam juga memakai topeng dengan persenjataan lengkap berhasil mengambil alih -menyandra semua orang yang berada di dalamnya,tidak peduli meraka adalah pelayan,satpam,pengunjung bahkan manager dan CEO mall itu sebagai sandera.

Dan sialnya,Lee Sungmin yang tengah berada di pusat perbelanjaan Singapura harus rela menjadi salah satu sandera.

Hancur sudah liburan musim panasku-batin Sungmin kesal.

Seorang pria,yeah..dia yakin orang itu namja,melihat dari postur tubuhnya yang kekar, tegap dan menjulang tinggi-berjalan kearahnya yang kini tengah berjongkok sembari menempatkan kedua tangannya di belakang punggung.

Pria itu terus berjalan bolak balik seperti mencari sesuatu dan akhirnya

Grep

Tangan besar itu menyeret Sungmin dengan paksa dan membuatnya merintih kesakitan.

Pria itu lalu mengikat Sungmin pada sebuah dinding penyangga mall yang berada di lantai tiga.

Awalnya Sungmin mencoba untuk memeberontak,namun setelah melihat suatu benda yang dikeluarkan sinamja dari dalam tas hitam besarnya,tubuhnya seketika membeku.

Demi tuhan,tidak pernah dalam hidupnya sekalipun ia memimpikan akan dijadikan sandera terlebih terikat didinding mall bersamaan dengan sebuah bom yang kini melekat erat pada tubuhnya!

Lee Sungmin masih menginginkan dapat melihat katalog busana terbaru yang akan dikeluarkan Armani dua bulan mendatang dan dirinya masih ingin dapat berbelanja di kota paris untuk kedepannya.

Ternyata memang benar apa yang dikatakan Jung Jessica,teman sekelasnya,bahwa berlibur ke singapur bukan pilihan baik!Seharusnya ia tahu itu dan menuruti saran chingunya.

Aku bersumpah kalau esok pagi aku masih hidup-Singapura akan masuk dalam data blacklistku!rutuknya dalam hati.

Lee Sungmin,dalam keadaan seperti ini kau masih bisa merutuk?!

1###3

"Bagaimana keadaan didalam?"

Kim Heechul namja yang baru tiba dilokasi segera menghampiri rekan setimnya yang kini tengah melihat live aksi teror yang dilakuakan suatu kelompok teroris dari monitor tv khusus yang tersambung dari camera cctv mall yang berhasil mereka sadap

"Setidaknya saat ini masih belum ada korban yang jatuh-Jumlah sandera didalam sebanyak seribu lima ratus enam puluh tiga orang

dan kabar terbaru yang aku terima,salah seorang dari sandera itu kini tengah dipasangi bom waktu yang kapan saja siap meledak"

"Berapa jumlah para teroris yang tidak tahu waktu dan seenak jidatnya itu?"Tanya Heechul dengan nada kesal.

"Dua puluh enam-Tiga diantara mereka sepertinya cukup mahir menggunakan senjata jarak jauh,Sisanya sepertinya sudah sangat terlatih.

Mereka juga mengetahui seluk beluk mall ini dengan baik"

Heechul mendengar dengan seksama sembari memakaikan rompi anti peluru ketubuhnya dan menyelipkan dua pistol di pinggangnya juga satu lagi digenggam oleh tangan kanan yang entah kenapa terlihat ramping,padahal dirinya adalah bagian dari interpol.

"Aku akan masuk dengan team bravo,team alfa masuk bersamaan dengan bravo namun dari pintu belakang"

"Sedang team charli dan gama menyusul setelahnya."

Jelasnya cepat dan kemudian instruksi itu diulangi oleh rekan setimnya pada empat kelompok yang dimaksud untuk memperjelas.

"Bagaimana dengan team Echo?"

Heechul bertanya pada rekannya tadi

"Mereka sudah berada pada posisinya,Siap dengan senjata sniper masing masing"

"Good,petahankan posisi ..kenapa dihari liburpun aku harus bekerja!"

Kim Heechul menekankan kata terakhirnya itu dan berucap dengan keras saat berjalan menghampiri teamnya dengan wajah kesal.

Ingin sekali dia mencekik leher atasannya yang telah membuat liburannya yang hanya satu minggu dalam tiga tahun terakhir ini berakhir tragis.

Ha ha sepertinya nasib Kim Heechul sama saja dengan nona muda Lee .

Mengharapkan liburan indah namun yang terjadi justru sebaliknya.

1###3

Sungmin dapat mendengar jelas suara tembakan dan teriakan orang-orang-walau begitu dirinya sama sekali tidak dapat berteriak dan meminta bantuan pada team penyelamat.

Oh..salahkan orang-orang itu yang mengikat mulutnya dengan syal yang demi apapun,baru saja dibelinya dari Milan dua minggu lalu!

Dan sebagai tambahan,kalau kau tahu berapa yang harus dikeluarkan Sungmin untuk memebeli sebuah Syal dari merek versace itu,mungkin jantungmu akan berhenti berdetak untuk beberapa detik saking mencengangkannya kocek yang harus dikeluarkan.

Dan sekarang,lihat-syal itu dengan tidak elitnya harus membengkap mulut ship M Lee sungmin yang indah dan mungkin menjadi candu bagi Kyuhyun.

Tidak henti-hentinya Sungmin merapalkan mantra caci makinya untuk para teroris yang sudah membuat Syal kesayangannya bernasib tragis dalam mulut Sungmin.

Kenapa mereka harus menggunakan syalku untuk membungkam bibir indah ini!Batinnya berteriak dalam hati.

Sungmin,seharusnya kau memikirkan nasibmu sekarang ini,bukannya nasib syalmu itu.-_-

Perhatiannya teralihkan saat telinga sensitivenya mendengar suara bip –bip yang berasal dari benda terkutuk berbentuk persegi yang diikatkan pada perutnya.

Benda mati berbentuk persegi itu kini tengah menunjukan angka angka yang bergerak mundur di tengah-tengahnya.

'Jangan katakan kalau mereka mulai mengaktifkan bom sialan ini!"

Sungmin rasanya ingin menjerit saat ia tahu waktunya yang tersisa sebelum benda laknat itu menghancurkan tubuhnya sepert daging cincang hanya sekitar lima belas menit lagi.

Kenapa mereka belum juga datanga!berkali-kali kata itu ia ucapkan dalam hati.

Sekarang yang ada dipikirannya hanyalah bagaimana cara agar ia dapat selamat.

Mengenai syal dan berbagai macam barang bermerk lainnya,sepertinya kini tersimpan jauh dalam otak yeoja shopaholic itu.

"Hoo..rupanya ada disini"

Seorang pria yang berpakaian layaknya polisi dengan senjata api di tangan kanannya melangkah pasti mendekati Sungmin

Pria itu kemudian berjongkok dihadapannya dan mengamati dengan intens Sungmin.

"Kau cukup tenang,untuk ukuran sandera yang nyawanya tengah diujung tanduk,Siapa namamu gadis kecil?"

Sungmin tidak menjawab-Hei,bagaimana bisa dirinya menjawab kalau mulutnya saja masih dibungkam oleh Syalnya.

Seakan mengerti dengan masalah yeoja ini,Kim Heechul,salah satu interpol yang baru saja berhasil menangkap para teroris membuka ikatan dan juga sumpalan Sungmin.

"Mereka mengikat bom ini dengan rantai heo?Ck...kau tahu, itu membuatmu tidak bisa lepas dari bomnya"
"Apa kau bisa bisa menjinakan bom ini?"Suara itu sedikit parau namun tidak ada tangisan yang terlihat.

Heechul kembali memandang wajah cantik Sungmin-Kemudian dirinya tersenyum...ah mungkin bisa dikatakan menyeringai.

"Tentu saja,aku hebat dalam masalah ini"Sombongnya dengan mengerling nakal pada yeoja imut dihadapannya.

"Ck...kalau begitu kenapa tidak kau mulai pekerjaanmu -aku tidak mau kalau harus mati konyol !"

Kim heechul sedikit terperangah dengan keadaan Sungmin..ini bukan pertama kalinya bagi ia untuk menjinakan bom yang terikat dengan sanderanya.

Kau tahu biasanya merekai menangis histeris atau menjerit-jerit meminta dilepaskan.

Namun yang satu ini berbeda-seperti halnya yang Heechul katakan tadi.

Lee Sungmin terlalu tenang untuk ukuran seorang sandera yang mungkin hidupnya hanya tinggal sepuluh menit lagi.

Dan jujur saja,itu sangat membantunya,setidaknya meringankan sedikit pekerjaannya sehingga dia tidak perlu menenangkan dan membujuk sandera agar diam.

itu juga akan menghemat waktu Heechul untuk dapat berkonsentrasi menjinakan bomnya.

1###3

Sungmin memperhatikannya,bagaimana namja yang belum ia tahu namanya itu tengah serius berusaha menjinakan bom.

Pandangannya kemudian beralih pada seragam yang digunakan Heechul.

Yeoja itu mengernyitkan alisnya saat melihat hal mengganjal pada tubuh Heechul.

Darah.

Ne dia tidak salah lihat,dan dia yakin betul itu bukan darah musuh,bagaimanapun darah itu terus mengalir keluar,merembes melalui pakaian dan rompi yang digunakan.

Wajah prajurit itu juga tampak pucat dan seperti menahan sakit.

"Kau terluka?"Cicit Sungmin.

Heechul masih tidak menyahut karena konsentrasinya kini hanya tertuju pada sebuah benda persegi yang berada didepannya.

"Kau terluka dan masih berusaha menjinakan bom ini?Kau tahu aku mulai meragukan kau dapat mengatasi situasinya pak prajurit"

Heechul mencibir.

"Bisakah kau diam!Atau aku harus menyumpal kembali mulut bawelmu itu?"
Sungmin tertawa geli mendengar ocehan polisi yang kini sedang berusaha menyelamatkannya.

Seorang polisi lain menghampiri Heechul dan Sungmin dengan wajah tegang.

"berapa sisa waktunya?"Tanya sipolisi itu

"tiga menit"
Jawab Heechul singkat.

"Dan kau masih ada disini?!Sebaiknya kita pergi,semua orang sudah berhasil dievakuasi"

Sungmin memandang kosong keatas atap mall saat mendengar polisi itu mengatakan suatu hal yang mau tidak mau membuatnya..entahlah seperti terabaikan.

nyawanya seolah dianggap tak berharga dan itu benar-benar menyesakkan.

Heechul mendelik tajam pada salah satu rekannya.

"Kalau mau pergi,pergi saja sendiri!Shitt kenapa orang-orang suka sekali memecah konsentrasiku disaat genting seperti ini!"Rutuknya kesal dan kembali pada bom yang kini tengah coba dijinakannya.

Sungmin terperangah mendengar perkataan Heechul.

Rekannya benar,seharusnya orang ini pergi saja meninggalkannya dan membiarkan ia mati.

Bukankah seluruh sandera dan orang-orang yang ada di gedung mall ini telah dievakuasi seluruhnya.

Seharusnya tak masalah untuk mereka,mengorbankan satu nyawa tak berarti seperti dia.

Dan memikirkan itu mau tidak mau membuat Sungmin takut namun disisi lain dia tidak ingin ada orang yang mati karenanya.

Rasanya Sungmin ingin menertawai dirinya sendiri saat ini.

Bagaimana mungkin dia bisa peduli pada nyawa orang lain?padahal selama ini yang jadi prioritas utama adalah dirinya sendiri.

Bukankah ini lucu?disaat genting seperti ini ia baru bisa merasakan ketulusan seorang yang benar-benar ingin menolongnya.

Sungmin melirik luka yang ada di bagian tubuh Heechul lalu beralih pada wajahnya-dan benar saja keadaan namja itu juga terlihat semakin buruk.

Luka tembak dalam tubuhnya terus mengeluarkan darah-dan jujur saja itu membuat Sungmin cemas mengenai keselamtan sipenolong.

Seingatnya,bukankah bila kita kehilangan banyak darah itu dapat berakibat kematian?!

"Aku akan mengatasi bom ini-jadi jangan berpikir aku akan pergi seperti seorang pengecut lalu membiarkanmu mati konyol."

Kata-kata itu tidak pernah didengarnya sebeleumnya.

Perasaaan senang dan bangga saat ada seorang,meskipun itu orang asing yang mengatakan akan menyelamatkanmu dan tidak akan meninggalkanmu membuat Senyuman tulus yang selama ini jarang diperlihatkan Sungmin.

Orang ini bahkan rela mati hanya untuk seorang asing sepertinya.

Sungmin kembali memperhatikan wajah serius sang prajurit itu.

Dia orang asing dan hanya orang asing,namun mengapa harus berusaha segigih ini hanya untuk meneyelamatkanku.

Sungmin seakan mengingat masa-masa hidupnya selama ini.

Selama ini ia tidak pernah peduli ataupun mau repot mengurusi orang lain.

Dirinya yang selalu dilimpahi harta dan terbiasa bersenag-senang sama sekali tidak pernah memikirkan penderitaan orang disekitarnya.

Sesak dan merasa bersalah,itulah yang ia rasakan.

Dirinya bahkan pernah mencaci maki seorang pengemis hanya karena mengotori pakainnya tidak sengaja dan menendang pengemis itu kejalanan.

Dia seorang yang brengsek dan tidak tau diuntung!

Kata kata itu mengahantam dalam kepala dan hatinya.

"aku ini seorang brengsek tidak tau diri!apakah aku masih pantas untuk hidup dan diselamatkan seperti ini?"Gumam Sungmin lirih,namum masih dapat didengar Heechul.

"Semua orang pantas untuk hidup-seberengsek apapun dia."

Heechul tidak menatap Sungmin saat mengatakan hal itu,dirinya masih fokus pada bom yang berada dipermukaan perut Sungmin.

Waktu disekitar mereka seakan bergerak dengan lambat disekitar mereka.

Tiga menit sebelum ledakan.

Itulah yang dilihat Sungmin pada timer bom.

"Tuhan...Bila kau masih membiarkan ku hidup setelah ini,aku bersumpah akan merubah diriku menjadi lebih baik."

Doa dan janji Sungmin dilontarkannya dengan penuh penyesalan dan khyusus,berharap dia yang disebut tuhan olehnya masih mau mendengar doa dan permohonannya ini.

1###3

Keringat dingin mulai memenuhi wajah tampan namun juga sedikit cantik itu.

Kini ia memegangi dua buah kabel berbeda warna,Biru dan Kuning.

Ini adalah tahap terakhir yang harus dilakukannya jika ingin menghentikan bom itu.

Masalahnya,justru tahap akhir inilah yang paling sulit-salah memotong kabel dan BOOMMM,dirinya juga yeoja yang tengah memejamkan matanya kini akan mati.

Yang mana yang harus kupotong?!

Berkali-kali heechul menyakan hal itu dalam pikirannya.

Mata kucingnya kembali menelusuri kabel-kabel yang berada pada sekitar bom,memperhatiakan dengan teliti dan mencoba mencari jawaban dari permasalahannya saat ini.

Bingo

Ia mendapatkananya!

Ah..tentu saja,bukan kedua kabel ini yang harus di POTONG! kenapa kau jadi bebal begini Kim Heecul,Batinnya dalam hati.

Ia kembali mengambil sebuak kabel hijau dan

Trek

Kabel itu terpotng membuat timer bom berhenti diangka 00:03

Tepat tiga detik sebelum ledakan.

Heechul bernapas lega dan tersenyum penuh kemenangan.

"Hei buka matamu bodoh!Kau tidak akan mati,setidaknya untuk saat ini"
Sungmin membuka perlahan matanya dan kemudian ia juga bernafas lega saat melihat timer itu berhenti.

"Bukankah sudah kubilang,aku bisa mengatasinya heo?"

Namja itu terlihat lelah dan kesakitan,namun senyum bangga dan arogannya tidak hilang begitu saja.

"Kau benar ajushi "Cengir Sungmin.

"YAK!Aku masih muda...kenapa kau memanggilku Ajushii .Aku ini masih dua puluh dua tahun pabbo!"

1###3

Sungmin menatap kagum pada sosok namja yang kini tengah dibopong menuju mobil ambulance.

beribu kali ucapan terimakasih itu ia lontarkan dalam hati.

Lalu saat sosok namja yang baru ia ketahui bernama Kim Heechul itu tertelan ambulance,Lee Sungmin membulatkan tekadnya.

Dia akan menjadi seperti sosok penolongnya!

Menyelamatkan nyawa orang lain dengan caranya sendiri dan tentu saja mengabdikan sepenuhnya jiwa dan raganya pada negara juga masyarakat.

1###3

Dan begitulah pertemuan pertama Sungmin dengan Heechul yang kini menjadi atasannya di SAS.

Kejadian ini pula yang merubah total hidup Lee Sungmin.

Dia telah berjanji pada tuhan,dan janji itu akan terus dipegangnya.

Flasback off

Bila dia tidak bertemu Heechul dan bila Heechul tidak menyelamatkannya saat itu...

Lee Sungmin mungkin tidak akan ada didunia ini.

Kim Heechul...

Namja itu adalah pahlawannya

Panutannya

Gurunya

Dan ...

Cinta pertamanya.

Kim Heechul yang secara tidak langsung mengubah kehidupannya.

Namja itu pula yang mengenalkannya pada dunia sesungguhnya.

Yang untuk pertama kalinya berhasil membuka hati Lee Sungmin.

Namja bermulut pedas nan arogan namun memiliki hati teramat murni.

tbc

.

.

Next chap?

Untuk sejenak Sungmin terpaku pada dua atau lebih tepatnya salah satu dari dua undangan yang kini ada di tangannya

Ne,sang presiden sendirilah yang mengirimkan surat ini.

"Sepertinya aku juga harus berbelanja untuk pesta lusa malam."

Kyuhyun tidak pernah menyangka,menemani Lee Sungmin berbelanja akan membutuhkan tenaga ekstra melebihi saat ia harus bernyanyi selama dua jam nonstop!

"Bagaimana bisa kau tahan dengan semua ocehan orang-orang selama ini?aku saja yang mendengarnya sudah merasa panas"

Sungmin terkekeh mendengar grutuan Ryeowook.

Saat tubuhnya tepat berada dihadapan namja yang kini adalah tunangannya-Sungmin sedikit berjinggit,tangannya meraih kerah kemeja dan merapikannya.

"Apa mereka tidak bisa melakukannya di tempat yang lebih tertutup?!"

.

.

Akhirnya chapter tiga kelar ...lap keringat.

seperti yang udah aku ketikin di cap sebelUmnya,kalau chapter ini bkalan menceritakan masa lalunya ummin.

Dan tentu aja gak ada Kyumin Moment he he(Smirk)

mianhae ne kalau aku update lama dan kalau-kalau ada typo atau kesalahan kata.

and gomawo buat semua reader dan riviewnya,aku seneng banget XD

Oke,waktunya buat bales riview ;

Alfia Retno S

He he makasih chingu,aigo aku blushingnih dipuji gitu.

Ne umin meskipun seorang kaya raya namun tetap berjiwa patriot ..

Dia cinta banget ama negara dan heechulnya/plak /digergaji Kyuppa.

Makasih buat sarannya kayaknya aku bakal pake victoria.

udah mepet gak bisa mikirin artis lain -_-.

kyu88

Anyyeong juga chingu XD

Ne salam kenal- dan maksaih buat riviewnya ^_^

He he mian ne aku gak bisa update cepet-cepet.

deviyanti137

Ne,min itu emang agent he gak tw kenapa jadi kayak gini.

Padahal awal cerita gak kepikiran buat Min jade agent

Kalo soal Kyu punya peta tw gak,kita ikuti aja ya alur perkembangan he