Please, Try to love me

By : Nheky-chan

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuHina

Genre : Romance

Rated : T

Warning : Jelek, Gaje, OCC(maybe).

A/N: Sebelumnya saya mau minta maaf karna saya updatenya telat, karna kegiatan porseni yang membuat badan saya sakit-sakit, pegal-pegal jadi saya tidak bisa mengetik. Alurnya disini saya cepetin supaya nanti gak terlalu panjang.

(Don't like ? Don't Read)

Happy Reading…

Setelah insiden tabrakan dengan Hinata, Sai langsung pergi melanjutkan perjalanannya ditengah perjalannya Sai bertemu dengan Naruto, Sasuke, dan Sakura. Melihat mereka bertiga Sai langsung menghampiri mereka.

"Oh, Hai Sai lama tak bertemu," Sapa Naruto sambil memeluk Sai. Sedangkan Sasuke yang notabene adalah sepupunya hanya diam dan tak menyapa Sai.

"Hai Uchiha Sasuke," Sapa Sai pada Sasuke.

"Hn,"

"Oh, kau bersekolah disini juga Haruno ?" Tanya Sai pada Sakura yang tampak aneh semenjak bertemu dengan Sai.

"Y-ya Uchiha-san," Jawab Sakura dengan gugup.

"Uchiha-san kau memanggilku Uchiha-san, yang aku ingat kau biasanya memanggilku dengan nama Sai saja." Balas Sai dengan senyum tidak tampak seperti seringaian, yang membuat Sakura tampak sangat gugup.

"Kalian saling mengenal ?," Tanya Naruto yang berada disamping Sai yang tampak bingung.

"Tentu saja dia teman sekelasku di Jerman," Jawab Sai masih memandang Sakura dengan tatapan aneh, sedangkan Sasuke yang mendengar pembicaraan Sai dan Sakura langsung menatap tajam pada Sai.

"Lalu ada hubungan apa kalian berdua ?"

"Dia kekasihku," Jawab Sasuke singkat dengan nada cueknya.

"Benarkah Haruno ? Bukankah. Teett… Tett… Teettt… Suara bel masuk telah bunyi.

"Ah,, ma-maaf semuanya bel sudah bunyi aku harus kekelas, aku pergi dulu Sasuke-kun." Ucap Sakura terburu-buru langsung melepas rangkulannya pada tangan Sasuke dan berlari seperti orang ketakutan.

"Dia tampak aneh," Ucap Naruto bingung dengan sikap Sakura, dan Sasuke sedikit curiga dengan sikap Sakura semenjak bertemu dengan Sai, sedangkan Sai hanya tersenyum aneh melihat tingkah Sakura.

"Berhati-hatilah Haruno," Batin Sai.

SKIP TIME

-Atap Sekolah-

Tampak tiga siswi yang duduk sambil menikmati Bento masing-masing sambil terkikik geli bila salah satu dari mereka yang bertingkah lucu.

"Hei, itu makananku Tenten," Ucap Matsuri pada Tenten yang mengambil Origininya.

"Aku minta sedikit, kau pelit sekali," Balas Tenten langsung memasukkan makanan Matsuri dimulutnya, Hinata yang melihat mereka hanya tersenyum dan terkikik geli melihat tingkah sahabatnya tidak pernah akur jika soal makanan.

"Kau ini, Ibuku membuatnya untukku bukan untukmu lagian kau punya bekal sendiri,' Ucap Matsuri kesal.

"Ini sudah habis tapi aku masih lapar, minta sedikit apa tak boleh, dasar pelit."

"Kau mengambilnya tanpa bilang-bilang, dasar rakus," Ucap Matsuri membalas Tenten yang meledeknya.

"Sudahlah, jangan berkelahi lagi. Tenten-chan kau makan punyaku saja aku sudah kenyang," Ucap Hinata melerai kedua sahabatnya yang tak mau berhenti berkelahi, sambil menyodorkan bekalnya pada Tenten.

"Arigato Hinata-chan, kau baik sekali." Balas Tenten langsung menyambar bekal Hinata.

Ditengah-tengah kehebohan acara makan ketiga sahabat itu, mereka tak menyadari suara pintu atap yang terbuka menampakkan sosok tiga anak manusia yang menghampiri mereka.

"Wah.. rupanya disini sudah ada orang, kukira tempat ini satu-satunya tempat yang tak dikunjungi siswa-siswi disini." Ucap suara berisik dari belakang sontak Hinata, Matsuri dan Tenten berbalik melihat siapa yang masuk ketempat rahasia mereka.

"Kenapa kalian bisa tahu tempat ini, padahal tidak ada yang tau tempat ini. Ucap Tenten dengan menatap tajam ketiga orang yang dengan beraninya masuk di markas mereka bertiga.

"Oh, maaf kami hanya berkeliling disekolah ini dan tak sengaja menemukan tempat ini, rupanya disini sejuk sekali." Ucap seorang lagi yang bersuara perempuan yang diketahui namanya adalah Haruno Sakura.

"Ayo, pergi." Ucap suara dingin laki-laki yang bernama Sasuke, 'Dia benar-benar sombong' batin Hinata.

"Disini saja Sasuke-kun, aku suka tempat ini disini sejuk sekali, lagipula aku belum berkenalan dengan mereka," Balas Sakura sambil menunjuk ketiga perempuan yang duduk dan masih diam.

"Tak perlu, ayo dobe." Seru Sasuke pada Naruto dan menarik lengan Sakura pergi, "Sampai ketemu lagi Gadis-gadis." Ucap Naruto pada Hinata the genk dengan cengiran khasnya.

"Sombong sekali Uchiha itu, beda dengan sepupunya yang ramah dan suka tersenyum pada semua orang," Ucap Tenten tampak kesal, Hinata dan Matsuri mengangguk setuju.

"Sudahlah jangan pikirkan orang-orang sombong itu lagi, 5 menit lagi bel masuk ayo kita kekelas. " Ajak Matsuri. Mereka pun membersihkan makanan mereka lalu turun dan menuju kekelasnya.

Sepulang sekolah Hinata berencana ingin ketoko buku, dia sengaja menyuruh penjemputnya tidak menjemputnya hari ini karna ia ingin langsung ketoko buku. Setelah sampai ditoko buku Hinata langsung melihat-lihat buku di rak-rak besar yang tak terhitung berapa jumlah buku dirak tersebut. Setelah beberapa menit berkeliling Hinata singgah di rak yang terdapat buku yang dicarinya, Hinata langsung mengambil buku itu tetapi ada tangan yang juga menyentuh buku itu lebih tepatnya tnagan laki-laki karna lebih besar dari tangan Hinata, melihat tangan yang juga mnyentuh buku yang dinginkannya Hinata menoleh ke orang tersebut.

"Kau,, ehh.. Maaf Uchiha-san," Ucap Hinata dengan sopan dan sedikit tersentak melihat lelaki berkulit pucat, bermata hitam khas Uchiha yang dikenalnya.

"Kau yang waktu itu menabrakku ? Hyuuga, Hyuuga Hinata ?" Tanya Uchiha itu.

"Iya aku yang waktu itu Uchiha-san,"Jawab Hinata.

"Jangan panggil aku dengan nama Uchiha, panggil saja aku Sai itu lebih baik," Ucap lelaki itu agi yang diketahui adalah Uchiha Sai.

"Baiklah, Sai-san apa kau menginginkannya ?" Ucap Hinata lagi sambil menunjukkan buku yang tadi.

"Untukmu saja tadi aku hanya ingin melihatnya," Jawab Sai lalu tersenyum.

"Benarkah ? Arigato," Ucap Hinata membalas senyum Sai. 'dia memang berbeda dengan Uchiha sombong itu, dia sangat baik." Batin Hinata

Setelah membayar buku yang tadi dinginkannya, Hinata beranjak pulang tapi Sai mengajaknya untuk jalan-jalan dengan alasan ingin melihat-lihat Konoha dengan ditemani Hinata, karena Hyuuga Hinata memang orang yang susah menolak dengan senang hati dia menemani Sai berkeliling Konoha menggunakan mobil mewah milik Sai.

Semenjak pertemuan dan acara jalan-jalan Sai dan Hinata semakin dekat tak jarang mereka terlihat berdua atau Sai yang bergabung dengan Hinata dan ketiga temannya, bahkan sempat ada rumor kalau Sai dan Hinata menjalin hubungan special, tapi itu semua ditepis Hinata dengan menjelaskan pada mereka kalau mereka tidak lebih dari sebatas teman, kalau Sai mendengar ucapan Hinata yang satu itu ekspresi Sai terlihat kecewa tapi dia sangat pintar menyembunyikannya, ya saat pertama Sai bertemu dengan Hinata(masih ingatkan) rasanya Sai merasakan Love at first sight dengan Hinata dan itu dipendamnya dalam beberapa bulan dia berteman dan dekat dengan Hinata dia tidak bisa mengungkapkannya. Tenten dan Matsuri juga sempat kaget kenapa Hinata bisa secepat ini dekat dengan Sai mengingat temannya yang satu ini tidak supel pada orang lain.

Dan semenjak sekolah disana Sakura selalu menghindar jika bertemu dengan Sai, Sasuke sering bertanya pada Sakura ya dia menyadari perubahan sikap Sakura saat bertemu dengan Sai, dan Sakura akan menjawab dengan seribu alasan yang tidak membuat Sasuke puas dengan jawaban itu.

Pagi ini Hinata terlambat bangun pagi karna dia begadang mengerjakan tugas-tugasnya tidak seperti biasanya, dengan tergesa-gesa dia berlari menuju kelasnya padahal masih ada waktu 10 menit tapi saking paniknya iya tidak mengecek jam tangan mungil ditangannya.

Bruukkk….

"Aduh,, maaf-maaf saya tidak sengaja," ucap Hinata setelah bangkit dan meminta maaf pada orang yang ditabraknya (lagi ?)

"Cih, ceroboh. Lain kali kau gunakan matamu," Maki orang yang ditabrak, sontak Hinata menoleh pada orang itu.

"Uci-Uchiha-san, maaf ini yang kedua kalinya aku menabrakmu, Maaf." Ucap hinata sambil menunduk. Sasuke sejenak menatap tajam pada Hinata dan langsung pergi begitu saja tanpa membalas perkataan Hinata. Hinata yang menyadari Sasuke yang pergi lalu menatap punggung Sasuke bingung menyertainya. 'Apakah dia benar-benar Uchiha Sasuke, baru kali ini aku mendengarnya berbicara sebanyak itu' Batin Hinata.

"Hei, Hinata kau tidak apa-apa, Kulihat kau tadi bersama Sasuke ada apa ?" Tanya Sai yang tiba-tiba muncul dibelakang Hinata. Dengan segera Hinata berbalik.

"Ahh,, itu tadi aku tidak sengaja menabraknya, Sai-kun."

"Lagi ? kau menabrak orang lagi dasar ceroboh, sudah berapa banyak orang yang menjadi korbanmu ?" Ucap Sai sambil tersenyum pada Hinata. Mendengar perkataan Sai Hinata mengerucutkan bibirnya tanda tidak suka dibilangi ceroboh.

"Jangan menghampiriku kalau hanya ingin memakiku,"ucap Hinata kesal, melihat sikap Hinata yang Sai tersenyum dan megacak rambut halus Hinata, sontak rona merah menjalar dipipi Hinata.

"Aku hanya bercanda, masuklah kau akan terlambat,"

"Ahh, iya kenapa aku lupa. Sampai jumpa lagi Sai-kun," Ucap Hinata seraya berlari dan melambaikan tangannya.

'Apa aku bisa mengucapkannya'Batin Sai seraya memandang punggung gadis manis yang diam-diam ia cintai itu.

SKIP TIME

-O-

Tak terasa mereka bersekolah, ujian Nasional dan ujian Sekolah telah di laksanakan. Hinata dan teman-temannya sibuk mencari Universitas yang akan mereka masuki nanti, mereka semakin beranjak dewasa.

-Taman Sekolah-

"Matsuri kau akan melanjutkan studymu dimana ?" Tanya Tenten

"Aku ? aku masih diKonoha tepatnya di Universitas Konoha," Jawab Matsuri santai.

"Benarkah ? Aku juga akan masuk disana," Ucap Tenten senang.

"Kalau kau Hinata-chan ? kau akan sekolah dimana ?" Tanya Matsuri.

"Aku sebenarnya ingin melajutkan sekolahku di New York tapi otou-san tidak mengizinkanku, dia tidak mau terjadi sesuatu padaku nantinya, jadi aku besama kalian," ucap Hinata dengan ekspresi wajah kecewa.

"Sudahlah Hinata otou-san mu benar itu tandanya dia sayang padamu, dia tidak mau kalau nantinya kau kenapa-kenapa disana, Jadi kau tersenyumlah," Ucap Tenten memberi semangat pada sahabatnya.

"Terima kasih Tenten-chan," Ucap Hinata sembari tersenyum.

"Jadi kita bertiga masuk diUniversitas yang sama, aku senang sekali." Ucap Matsuri , lalu mereka bertiga berpelukan.

"Ehhkkm.. Ada acara apa disini ?" Suara lelaki yang membubarkan acara berpelukan ketiga sahabat itu.

"Ah,, kau Sai duduklah," Ucap Matsuri mempersilahkan Sai duduk.

"Oh, iya Sai kau akan masuk di Universitas mana ?" Tanya Tenten.

"Aku, aku di Konoha otou-san menyuruhku belajar mengelola perusahaan di Uchiha Corp jadi aku melanjutkan studyku disini." Jawab Sai.

"Benarkah ? kenapa bisa kebetulan seperti ini, kami bertiga juga akan masuk disana," Ucap Matsuri.

"Hinata bukankah kau ingin masuk di Universitas New York ?" Tanya Sai, sebenarnya hatinya sangat senang Hinata akan masuk di Universitas yang sama dengannya.

"Otou-san tidak mengizinkanku,"

"Bersabarlah," Ucap Sai lagi.

-Uchiha Mension-

Dimension Uchiha yag besar ini sedang kedatangan tamu walau hanya dua orang tapi sepertinya sangat ramai, karena nyonya Uchiha yang sangat sibuk menjamu tamunya. Sedangkan dua anak lelaki yang berkisar berumur 23 tahun sedang bebincang di sofa tanpa memperdulikan kegiatan dan perbincangan orang-orang tua disana.

"Lama sekali aku tak berkunjung disini, rupanya sudah banyak perubahan." Ucap lelaki setengah baya yang sedang duduk dihadapan pasangan suami istri yang diketahui Tuan dan Nyonya Uchiha.

"Iya, mana putri-putrimu kenapa kau tak mengajaknya Hiashi-san ?" Ucap Nyonya Uchiha.

"Mereka terlalu sibuk dengan urusan sekolah mereka,"

"Oh,, Hiashi-san apa kau sudah mebicarakan rencanaku dulu dengan Hikari pada putri sulungmu ?" Tanya Mikoto lagi.

"Belum aku belum pernah memberitahunya, aku biarkan dia masuk Universitas dulu baru aku akan memberitahunya,"

"Oh,, tapi kau haru memberitahunya Hiashi-san,"

"Sudahlah istriku, yakinlah kalau rencanamu akan tetap terjadi jangan khawatir." Ucap tuan Uchiha yang bernama Fugaku yang sedari tadi diam melihat istrinya.

"Ya kau jangan khawatir Mikoto." Ucap Hiashi lagi.

Ditengah-tengah pembicaraan mereka Sasuke masuk dan berhenti diruang tamu ketika melihat ada tamu.

"Oh,, Sasuke kau sudah pulang, ayo kesini." Ucap Fugaku memanggil anak bungsunya.

"Ini Hyuuga Hiashi rekan kerja sekaligus sahabat otou-san," Sasuke pun menunduk memberi hormat pada Hiashi.

"Wah kau sudah besar nak, dan kau juga sangat tampan. Kau marawatnya dengan baik Mikoto," Ucap Hiashi. Mendengar perkataan Hiashi, Sasuke menunduk lagi sebagai tanda terima kasihnya.

"Maaf, kaa-san aku ingin istirahat dulu," Ucap Sasuke sopan lalu pergi kekamarnya.

"Anak itu tidak sopan sekali," Gerutu Mikoto melihat tingkah Sasuke.

"Tidak apa-apa, mungkin dia memang sangat lelah," Ucap Hiashi.

SKIP TIME

-Universitas Konoha-

"Akhirnya kita bisa masuk disini juga, dari SMP, SMA lalu sekarang kita selalu bersama dan bersekolah di sekolah unggulan." Ucap Matsuri pada tiga sahabatnya + Sai.

"Iya aku senang sekali," Lanjut Tenten.

Tanpa mereka sadari 3 orang anak manusia menghampiri mereka, satu berambut kuning, pink, dan hitam gelap (sudah taukan).

"Hei,, semuanya kalian masuk disini juga ?" Tanya Naruto pada Hinata the Genk. Semua diam dan hanya menatap Naruto.

"Hei, kenapa dengan kalian, ada yang aneh ?' Tanya Naruto lagi.

"Kita harusnya yang bertanya padamu, kenapa kau anak dari wali kota Namikaze bersekolah disini, biasanya akan pergi keluar negri untuk bersekolah," Tanya Tenten dengan ketus.

"Oh, Aku bersekolah disini karna sahabatku Uchiha Sasuke melanjutkan sekolahnya disini," jawab Naruto sambil merangkul Sasuke, Sasuke yang dirangkul segera menatap tajam Naruto.

"Kau juga disini Sasuke ?" tanya Sai.

"Hn, dan kau kenapa tak kembali ke Jerman ?" Tanya Sasuke dengan cuek.

"Aku disuruh belajar bisnis disini oleh otou-san, tepatnya di perusahaan Oba-san." Jawab Sai.

Tiin,, tiin, tiin,,, Suara Hanphone Sakura membuyarkan pembicaraan mereka.

"Maaf, aku kesana dulu," Ucap Sakura lalu beranjak dari tempatnya. "Ya aku akan kesana, tunggu saja aku disana." Ucap Sakura di pembicaraannya di telepon, lalu mematikan sambungan telepon dan terlihat dia tersenyum.

"Siapa ? Tanya Sasuke pada Sakura.

"Ahh,, itu-itu Kaa-san menanyakan keadaanku disini," Jawab Sakura tersentak dan sedikit gugup, Sasuke yang melihat ekspresi Sakura merasa curiga. Tanpa Sakura sadari ada mata yang menatapnya aneh dan dengan seringaian yang tak bisa diartikan. 'Kuyakin bukan kaa-sannya, mungkinkah dia datang kekonoha kau harus lebih berhati-hati Haruno' Batin Sai dengan seringaian dan tatapannya yang aneh pada Sakura.

TBC