Marauders Family
James, Sirius, dan Remus sedang duduk di karpet. Ketiga Marauders itu sedang memandangi Harry, yang sedang berdiri dengan bantuan Lily. Mereka bertiga mengulurkan tangan mereka, berharap Harry akan jalan. Otak kekanakan mereka berpikir, kalau Harry berjalan ke salah satu diantara mereka, maka orang itulah yang paling Harry sayang.
Jadi, sekaligus latihan berjalan untuk Harry, mereka juga sekaligus bertaruh akan siapa yang akan disapa lebih dulu oleh Harry. Biasanya Lily tidak mengizinkan hal ini, tapi hari ini Lily mengizinkan mereka karena mereka berjanji akan memasak makan siang dan makan malam untuk Lily. Karena merasa Lily butuh istirahat, akhirnya dia mengizinkannya dengan setengah hati.
"Ayo Harry, jalan ke Daddy," James tersenyum lebar dengan wajah penuh harapan.
Harry hanya tersenyum, masih menyeimbangkan tubuhnya dengan bantuan Lily, yang tertawa sekaligus memutar bola matanya.
"Tidak, Harry. Lebih baik kau berjalan ke ayah sesungguhmu yang tampan ini," Sirius mengedip ke Lily, yang memandanginya dengan tatapan tajam, sementara James meninju lengannya hingga membuat Sirius meringis dan bergumam, "Aku hanya bercanda, Prongs."
Remus memutar bola matanya karena kelakuan kedua Marauders itu, lalu sambil tersenyum kepada Harry, dia berkata, "Apakah kau tahu kalau rambut hitam mu itu hanya transfigurasi? Kau sebenarnya anakku, Harry. Jadi sudah sepantasnya kau berjalan ke arahku karena kau menyayangiku."
"MOONY/REMUS!" James dan Lily berteriak bersamaan, diikuti oleh lengkingan suara Harry yang menunjukkan bahwa dia tidak terima.
"PMS, Prongs?" Remus tertawa.
"Diam," geram James.
"Baik, baik." Remus mengangkat kedua tangannya.
Lily mendelik ke Sirius dan Remus, "Kadang aku bertanya-tanya umur kalian yang sebenarnya itu berapa."
"Aku 21 tahun, Lily, seharusnya kau tahu itu." Sirius cemberut.
"Benarkah? Kukira kau 5 tahun. Maaf, Sirius." Lily memutar bola matanya, lalu melepas Harry pelan-pelan.
Ketiga Marauders itu segera mengalihkan perhatian mereka kepada Harry, memandanginya dengan tatapan serius. Tangan Lily masih terangkat, untuk jaga-jaga agar Harry tidak akan jatuh.
Setelah satu menit penuh Harry bisa berdiri tanpa jatuh, Lily menurunkan tangannya.
"Ayo, Harry, jalan!" seru James antusias.
Wajah Harry diliputi keseriusan, lalu dia melakukan langkah pertama.
Lily dan para Marauders menelan ludah, gugup.
Langkah kedua.
Tangan Lily sudah siap-siap untuk menjaga tubuh Harry.
Langkah ketiga… Dan jatuh.
Lily segera mengangkat tubuh Harry dan menghiburnya, mengatakan kalau itu tidak apa-apa, menjaga agar Harry tidak menangis. Harry memang tidak menangis, tapi dia cemberut. Harry menarik-narik tangan Lily dari tubuhnya. Meminta untuk berdiri sendiri tanpa bantuan.
Dengan cemas Lily menurutinya, tapi masih berjaga-jaga.
Setelah 14 kali percobaan, dan gagal setiap kalinya, Lily menyerah, "Guys, kurasa hari ini cukup. Bagaiman kalau kita lanjutkan saja besok? Kasihan Harry."
James, Sirius, dan Remus, semua mengangguk sambil menghela nafas dengan berat hati.
"Mau minum? Akan kuambilkan." Lily bangun berdiri.
Melihat itu, diam-diam Harry ikut berdiri tanpa sepengetahuan mereka semua.
"Yeah, kami minta Fire—"
"Bagaimana kalu Butterbeer saja?" Lily tersenyum manis kepada mereka semua.
Ketiganya mengangguk gugup.
Lily berjalan ke dapur. Harry melihat Lily berjalan, lalu mencoba lagi.
"Mamah!" jeritnya sambil berjalan ke arah Lily.
Lily berbalik, dan matanya membulat begitu melihat Harry berjalan ke arahnya.
Ketiga Marauders itu juga gelagapan, mulutnya terbuka.
Harry berjalan terus sampai akhirnya dia sampai ke Lily dan memeluk kaki Mummy-nya.
Lily tersenyum dan berjongkok, memeluk Harry, dan menggendongnya, "Well, dia lebih menyayangiku daripada kalian semua," Lily mengedip kepada mereka bertiga dan berjalan ke dapur bersama Harry di gendongannya sambil tertawa, meninggalkan James, Sirius, dan Remus menggerutu macam-macam.
