Disclaimer : Masashi Kishimoto yang sudah membuat NARUTO sehingga bisa dijadikan bahan kreasi para fujoshi seperti saya ini hehehe

Rating : T, lagi-lagi masih T, bersabarlah karena pasti ada lemon di chapter depaaan he3.

Pairing : Banyaak! Ada ShikaKiba, NejiGaa, SasuNaru and LeeChou

Warning : YAOI, Gaje, OOC, Typo, sebagai penulis yang masih hijau mohon maaf kalau masih banyak kesalahan.

Mohon maaf karena sudah sangaaaat lama baru update update fic GaJe ini karena ide-ide saya tiba-tiba mampet! (memang selalu mampet sih), tapi semoga Chapter 4 ini bisa menghibur, selamat membaca...

Well tanpa basa-basi lagi, selamat membaca!

.

.

.

Hujan...

Sudah membasahi KoNo-Ha sejak dua hari yang lalu, dua hari pulalah kediaman para bidadara tampak damai dan tentram, karena duo ninja yang biasanya datang membuat keributan tampak absen dari peredarannya. Dikabarkan jika Sasuke dan Neji sibuk menjalani terapi demi memulihkan kondisi. Karena mereka berdua telah mengalami musibah yang sangat mengenaskan ketika sedang menjalankan misi.

Ternyata di balik peristiwa itu di kediaman Hyuuga sedang terjadi hal yang gawat! Tuan muda mereka yang bernama Neji sedang mengalami depresi berat, sudah tiga hari dia tak mau keluar dari kamarnya. Hal ini membuat seluruh anggota keluarga besarnya menjadi cemas, mereka tak tahu bahwa Neji tengah mengalami pergulatan batin yang sangat rumit.

Tak ada hal yang bisa menghalangi keinginan seorang Hyuuga itulah prinsip yang selalu diajarkan oleh clan Hyuuga padanya sedari kecil. Maka dengan cara apapun dia harus memiliki sang pujaan hati yaitu bidadara berambut merah maron a.k.a Gaara. Tapi yang jadi masalah adalah saat ini pikirannya benar-benar buntu, sudah berbagai cara dan strategi yang dilakukannya untuk menarik perhatian sang incaran. Tapi semuanya kandas, mental dan gagal! Baru kali ini dia merasakan hal itu karena sebelumnya dia termasuk dalam top-ten pria idaman wanita, pria bahkan waria.

Tak mengherankan karena ia memiliki tubuh yang nyaris sempurna, bagaikan patung dewa made in Yunani. Dengan tinggi badan 172,1cm dan berat 54,2kg tampak proporsional dengan berbagai cara latihan ia mengolah tubuhnya hingga menghasilkan perut six pack dan dada bidang. Kulit mulus tanpa cela dengan warna putih yang pas, tak terlalu pucat ataupun cerah. Serta wajah tampan, hidung mancung, bibir tipis dan mata silvernya yang membuat tiap orang yang memandangnya seolah terhipnotis membuat pesonanya tak terelakkan. Senyuman mautnya mampu membuat orang yang memandang jadi klepek-klepek. Apalagi rambutnya yang berwarna kecoklatan panjang lurus dan lembut pasti membuat bintang iklan Shampo iri hati.

Berbicara mengenai mahkota kepala yang satu ini Neji benar-benar stress karena insiden ledakan kompor di dapur rumah Gaara, membuat rambutnya KRIBO! Beruntung ia sempat mengambil taplak meja di ruang tamu tanpa ijin alias nyolong sebelum pulang, sehingga ia bisa menutupi kepalanya sehingga harga dirinya bisa terselamatkan. Tapi sesampainya dirumah ia kebingungan apa yang harus dilakukan pada rambutnya itu? Mau dipotong sayang, butuh puluhan tahun untuk memanjangkannya! Lagipula ia merasa tidak cocok dengan gaya rambut cepak, mengingat bentuk dasar kepalanya yang sedikit agak tidak singkron (?).

Ia sudah merusaha keramas juga merendam rambutnya didalam air bak seharian tapi gagal, bahkan malah membuatnya masuk angin. Gel dan Hairspray pun dikerahkan, memang sih bisa membuat rambutnya lurus, tapi bagaimana bisa ia keluar rumah jika sekarang rambutnya kaku seperti sapu dan mengacung lurus seperti kuas diatas kepalanya?.

Maka dari itulah tiga hari ini Neji tak mau keluar dari kamarnya, ia hanya mau keluar saat tengah malam ketika penghuni rumah lainnya sudah tidur. Untuk mengambil makanan, untung didalam kamarnya sudah ada kamar mandi jadi ia tak perlu repot saat ingin buang air.

Kita tinggalkan sejenak Neji dan masalah rambutnya yang menyedihkan itu.

.

Kali ini satu lagi korban naas keganasan para Bidadara yaitu tendangan Naruto yang tepat mengenai daerah rawan milik semua pria yakni selangkangan! Sasuke Uchiha Pada pagi hari buta tampak keluar diam-diam dari rumahnya dengan mengenakan jaket hitam, masker, kacamata hitam dan sarung, tapi Ia memakai sarung bukan untuk pergi ke Masjid! Dengan langkah kaki yang mengangkang ia tampak mengamati sekeliling, setelah merasa aman segera menggunakan jurus Kuchiyose untuk memanggil Manda, ular peliharaanya yang setia, baik hati, rajin menabung dan tidak sombong.

KABOOOM ! dari kepulan asap tebal muncullah seekor ular besar berwarna ungu, yang deskripsinya bisa dibaca pada Chapter 1.

"Selamat pagi tuan, ada apa anda memanggil saya?" tannya Manda ramah dengan senyum gigi sehatnya, meski yang tampak malah sangat mengerikan karena giginya yang runcing, besar-besar dan sangat tajam, apalagi lidahnya yang bercabang meneteskan air liur beracun berwarna ungu untung tak membuat hujan lokal saat ia bicara.

"Hn, kau antar aku ke desa sebelah sekarang, tapi harus diam-diam!"

"Baiklah saya mengerti, silahkan naik ke punggung saya tuan." jawabnya sambil menunduk entah bagian tubuh yang mana yang disebut punggungnya itu, karena hampir semua bagian tubuh ular berbentuk flat(?), tak ada spesifikasi yang pasti. Sasukepun langsung asal melompat. Begitu ia meyentuh tubuh ular peliharaanya itu ia seperti menyatu dan terhisap kedalam kulitnya. Jangan salah karena Manda sudah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga di dalam tubuhnya ada tempat khusus yang mirip seperti gerbong kereta api dengan vasilitas VVIP.

Manda pun segera masuk ke dalam tanah, menuju ke desa sebelah melalui jalan bawah tanah agar tak diketahui orang lain,meninggalkan lubang besar di depan rumah Sasuke, yang pastinya esok hari harus segera ditutup lagi oleh si pemilik rumah, sungguh kepraktisan yang merepotkan.

Sesampainya di desa sebelah Sasuke segera menuju sebuah klinik pengobatan dengan papan nama besar dan berbinar-binar bertuliskan :

'Mak Oroet'

Menerima reparasi (?) dan pengobatan penyakit khusus pria.

Garansi 100% dijamin, tidak manjur uang kembali saat anda mati. Buka 24jam

Rupanya Sasuke hendak mengobati 'harta karun keluarga' miliknya yang lebam karena disepak oleh calon ukenya sendiri. Sekali lagi ia mengamati keadaan sekeliling, memastikan tak ada orang yang memperhatikannya ia masuk ke klinik itu, ia segera mendaftarkan diri pada resepsionis yang tampak mengantuk, melihat seorang pemuda datang mengenakan sarung sang resepsionis langsung tanggap dan dipersilahkannya duduk di ruang tunggu bahkan hendak bantu memapahnya, tapi tentu ditolak. Rupanya di dalam ruang tunggu banyak orang yang sudah mengantri .Yakin dengan penyamarannya yang sempurna ia menempati kursi yang ada di barisan paling depan, menunggu dengan tenang sampai sebuah suara mengagetkannya.

"Oi Sasuke!"

Tersentak sang Uchiha dari tempat duduknya, refleks ia menengok ke arah sumber suara dan dilihatnya seorang ninja dari Kono-Ha yang sering ia lihat menjaga gerbang desa,

"Shit!" rutuknya perlahan sambil membuang muka berpura pura tidak kenal, tapi telat meski ia berusaha menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi tapi satu hal yang lupa dia lakukan, mengenakan penutup kepala, karena rambut pantat ayam yang menjadi ciri khasnya malah tak ditutupi, tentu saja orang-orang di klinik itu sudah tau siapa dirinya.

"Heh Sasuke, kau sedang apa disini?" tampaknya ninja dari desa KoNo-Ha itu tak menyerah malah mendekat dan menepuk pundaknya.

"Siapa kau, aku tak mengenalmu!" ucapnya sambil berusaha menghindar dan memalingkan muka. Untung saja dia selamat karena seorang ninja lain muncul dan berbisik pada ninja yang sedang menyapa Sasuke,

"Heei...biarkan dia Kotetsu, mungkin dia sedang menjalankan misi seperti kita,"

"Ups! Kau benar Izumo!" ninja itu tampak kaget dan menutup mulutnya,

"Maafkan aku, sepertinya salah orang hehehe," membungkuk minta maaf tapi sebelum pergi ia sempat berbisik "Psst...jika kau dalam misi yang sama dengan kami, berhati-hatilah! Ia bukan orang sembarangan!" belum sempat Sasuke bertanya lebih lanjut, dua ninja itu sudah keburu keluar dari ruang tunggu.

Menghela nafas lega Sasuke kembali menunggu dengan hikmat, tak berapa lama gilirannya untuk diperiksa pun tiba. Tentunya ia mendaftar dengan nama samaran, perlahan ia masuk ke ruang pemeriksaan berusaha keras untuk tidak berjalan dengan mengangkang.

DHEG! Sasuke kaget bukan main saat melihat siapa yang hendak memeriksanya, seorang nenek berbadan mungil yang wajahnya tidak asing karena pernah menjadi lawan bertarungnya saat ia menjalankan misi ke Suna, rupanya meski sudah sangat tua dan tampak hampir mati ingatan sang nenek yang bernama Chiyo ini masih tajam terbukti saat ia melihat ciri khas rambut pantat ayam pasien barunya ini sang nenek pun menyeringai kejam. Sasuke hanya bisa menelan ludah dengan gugup, tak lama terdengar suara jeritan yang memilukan dari dalam bilik pemeriksaan itu.

.

.

.

Sebaliknya hubungan Shikamaru dan Kiba mengalami progres yang sangat cepat, karena dalam dua hari kemarin Kiba tak pernah absen datang ke kediaman si Nara. Berbekal payung besar dia menerobos hujan dan tinggal disana dari pagi hingga tengah malam. Bisa diibaratkan jika Kiba hanya pulang untuk tidur saja. Kediaman Nara seperti sudah menjadi rumah kedua baginya.

Hal ini menjadi perhatian dua bidadara lainnya terutama Naruto, ia merasa tidak begitu suka Kiba sering pergi kerumah Nara karena ia takut sebentar lagi saudaranya itu akan menyusul Chouji untuk menikah, itu berarti meninggalkannya berdua saja dengan Gaara dan Naruto tak suka itu ia merasa kesepian. Meski Neji juga tampak mengejar-ngejar Gaara tapi ia tak merasa khawatir karena saudaranya yang satu ini tampak tak berminat pada ninja berambut panjang itu. Karena itulah ia memutuskan untuk mencoba menghalanginya.

"Kiba, kau mau ke kediaman Nara lagi?" tanya Naruto melihat saudaranya tampak bersiap dengan jaket tebal payung lebar dan sedang memakai sepatu bootsnya.

"Yup! Begitulah, hari inipun aku tak makan dirumah ya,"

"Uhm...Kiba sebenarnya ada yang mau kubicarakan denganmu,"

"Ada apa? Kalau ada yang mau dikatakan, katakan saja,"

"Begini, kurasa sebaiknya kau jangan terlalu sering ke rumah Nara, apalagi kau pulang sampai larut,"

"Eh? Memang kenapa?"

"Sebenarnya aku tak enak membicarakan ini tapi demi kebaikanmu aku harus mengatakannya, kau harus berhati-hati pada si Nara itu!"

"Hati-hati, kenapa?"

"Kita tak tau kapan ia akan menyerangmu Kiba! Kalian hanya berdua saja dirumahnya pasti ia akan berbuat yang tidak-tidak padamu!"

"Kami tidak berdua, ada Akamaru kok. Lagipula apa yang bisa ia perbuat padaku?"

"Haduuuh Kiba...kita ini bidadara yang diciptakan untuk menjadi ultimate uke, tentu saja seme normal seperti dia pasti ingin menidu...eh uhm...mengajak kita tidur bersama dan perlu kau ketahui ya! Rasanya akan sangat menyakitkan! Bahkan kau akan berdarah-darah dan tak pernah bisa bangun dari ranjangmu atau bahkan untuk berjalan!"

"E..EEEEHHH! MASA! da...darimana kau tau hal itu?"

"A...Anooo aku mendengarnya dari sumber yang terpercaya!"

"Ja...jadi karena itu Chouji kemana mana digendong oleh Lee? Karena ia tak bisa menggunakan kakinya lagi? "

"Iya betul sekali," jawab Naruto mantap tapi dalam hati ia menambahkan kata mungkin sebanyak-banyaknya, keringat mulai bercucuran dari kepalanya. "Jadi sebisa mungkin kau harus waspada ya! dan jangan pulang larut lagi," ujarnya segera menambahkan.

"Baiklah...aku mengerti, " jawab Kiba ragu wajahnya sangat pucat, mengingat beberapa hari ini memang Shikamaru sering mencuri ciuman dan pelukan darinya, meski awalnya dia senang tapi mendengar cerita Naruto itu ia sekarang jadi merasa sangat ketakutan.

Kiba pun berangkat dengan lesu, sesampainya di kediamaan Nara ia langsung disambut oleh seekor anjing mungil yang menunggunya di depan pintu,

GUK! GUK! GUK! Salaknya riang sambil menggoyang-goyangkan ekornya

"Akamaru...kau menungguku?" Kiba langsung memeluk dan mencium anjing yang diberinya nama olehnya itu.

"Kiba, kau sudah datang rupanya, dia tak mau masuk kedalam dan terus menunggumu di luar." Kata Shikamaru menyambutnya.

"Yaa ampun, Akamaru kau begitu merindukanku ya? Manis sekali! Aku juga selalu memikirkanmu"

Shika tersenyum lembut melihat itu dan mengusap kepala Kiba, "Hei...aku juga merindukanmu lho,"

Mendengar itu wajah Kiba seketika memerah dia menundukan muka "Shi...Shika," ucapnya pelan,

"Ayo masuk nanti kau kedinginan diluar," Shika menggandeng Kiba kedalam rumah dan mendudukannya diatas tatami yang ada di ruang keluarga, selama dua hari bersama si jenius Nara sudah mengamati dan mempelajari targetnya sekarang ia tahu kelemahan dan kelebihan Kiba, termasuk kebiasaanya yang lupa keadaan sekitar jika sedang bermain dengan Akamaru, meski awalnya kesal karena diabaikan sekarang ia malah memanfaatkan keadaan itu.

"EKHH!" teriak Kiba kaget saat Shikamaru mengeringkan rambutnya yang basah kena hujan dengan handuk. "Rambutmu basah, jika tak dikeringkan kau bisa sakit," ujarnya tenang saat melihat raut wajah protes sang calon uke.

Akhirnya Kiba diam saja dan melanjutkan kegiatannya mengelus-elus Akamaru di pangkuannya, melihat targetnya sudah tenang Shikamaru melanjutkan ekspansinya, dia mendudukan diri di belakang Kiba sehingga kini ia mengapit pemuda itu dengan kakinya ia memeluknya dari belakang dan menguselkan kepalanya di leher sang calon uke sambil menghirup aroma yang khas dari Kiba dalam-dalam.

"Shika...apa yang kau lakukan?"

"Kau hangat, aku kedinginan. Biarkan aku begini sebentar ya?" ucapnya setengah berbisik tepat ditelinga dan mengeratkan tangannya di perut.

"Ba...baiklah," jawab Kiba yang sudah seperti kepiting rebus, Shikamaru pun tersenyum kemudian mencium pipi pemuda itu dengan lembut. "Terimakasih ya,"

Begitulah strategi Shikamaru yang brilian, selagi Kiba asyik mengelus Akamaru ia tak mau ketinggalan mengambil kesempatan untuk mendekatkan diri. Untungnya selama dua hari ini Kiba tak menunjukkan tanda-tanda penolakan, bahkan ia cenderung terlihat nyaman jika Shika mulai memeluknya, karena itulah hari ini ia berniat untuk mulai melangkah ke tahap berikutnya lebih dari sekedar peluk dan ciuman ringan! Untung saja Kiba tak melihat wajah ninja yang tengah memeluknya itu, jika lihat pasti ia akan ketakutan bagaimana tidak wajah Shikamaru yang biasanya berekspresi datar dan ogah-ogahan saat ini sedang menyeringai mesum, mungkin seringainya ini bisa menandingi seringai khas Uchiha yang memang terkenal mesumnya.

Disisi lain tiba-tiba Kiba teringat akan perkataan Naruto, seketika tubuhnya pun menegang, apalagi saat Shikamaru mulai membelai belai perutnya dan mengecup pipi dan telinganya ia merasa merinding. Buru-buru ia bangkit dari duduknya dan membuat Shikamaru yang memeluknya terjungkal ke belakang.

GUBRAK "Aduh!"

"Maaf Shika, aku tak sengaja ! aku mau ke Toilet!" ucap Kiba gugup tanpa menunggu jawaban ia langsung melesat masuk ke toilet dengan muka merah padam. Tak sadar ia membawa Akamaru bersamanya.

Shikamaru hanya bengong melihat hal itu dalam hati ia merasa sangat iri pada sang anjing yang diajak masuk ke dalam toilet tapi ia merasa aneh pada sikap Kiba hari ini, ia terlihat tak bersemangat saat datang dan kini ia tampak bingung dan ketakutan.

Kecurigaan Shikamaru bertambah, sejak Kiba keluar dari toilet ia tampak menghindar dan tak mau memandang wajahnya, bahkan saat ia menggenggam tangan Kiba wajah bidadara itu tampak bertambah pucat dan gemetaran buru-buru ia melepaskan tangannya.

"Kau baik-baik saja Kiba?"

"I...Iya," jawab pemuda pecinta anjing itu masih tak mau menatap matanya, maka dengan perlahan Shikamaru menyentuh dagu pemuda itu dan memalingkannya agar mereka bertatapan lalu dia ditempelkanya dahinya ke dahi Kiba seraya berujar pelan,

"Kau membuatku khawatir, " seketika wajah sang bidadara berubah warna menjadi merah padam tapi di matanya masih terpancar aura ketakutan. BRUK ! Kiba malah mendorongnya dengan kasar dan berbalik.

"Aku harus pulang sekarang!" lalu ia langsung berlari keluar rumah tanpa menengok lagi.

Shikamaru hanya mematung di tengah ruangan, tak menyangka akan mendapat penolakan seperti itu, padahal menurut perhitungannya hari ini ia akan berhasil mencium sang bidadara, kenapa Kiba malah mendorongnya seperti itu? Bahkan ia pergi tanpa berpamitan pada Akamaru, hal yang tak pernah dilewatkannya beberapa hari ini.

"Haaaah..." Shikamaru menghela nafas panjang, waktu yang ia miliki untuk mendekati Kiba hanya tinggal satu hari saja besok ia harus bisa melamar Kiba dan harus diterima, jika tidak maka tak hanya kisah cintanya nyawa dan karirnya bisa hancur.

"GUK..GUK!" salak Akamaru yang tampak prihatin melihat majikannya frustasi. Sang majikan berjongkok untuk mengelusnya, tak berapa lama ia menyunggingkan seringai yang mengerikan.

"Kau akan kudapatkan Kiba, apapun caranya, " dan sang anjing pun tampak ketakutan dan hanya bisa gemetar ketakutan merasakan aura mengerikan yang dikeluarkan majikannya.

Hari itu juga Shikamaru begadang semalaman untuk menyempurnakan rencana pamungkasnya demi mendapatkan Bidadara pujaan hati. Menggunakan segulung kertas, sebatang kuas dan sebotol tinta hitam ia mulai menggambar diagram simulasi dan rancangan penyerangannya esok hari. Bahkan ia sudah menyusun rencana kegiatan apa saja yang akan dilakukannya pada malam pengantin dan bulan madu mereka yang panjangnya hingga puluhan ribu kata, mungkin bisa dijadikan fanfiction bersambung yang menarik dengan rating 21+ tentunya.

.

.

.

Tak jauh beda dengan Neji yang juga begadang semalaman berusaha meluruskan rambutnya dengan peralatan Smoothing khusus dan produk perawatan rambut 'TheSeme' yang sengaja diimpornya langsung dari prancis, beruntung dia memiliki koneksi dengan agen penjualan peralatan salon disana. Tak heran hampir seluruh keluarnya Hyuuga memiliki rambut panjang lurus dan berkilau-kilau ternyata selain sebagai ninja bisnis sampingan keluarga besar itu adalah bisnis perawatan dan pelurusan rambut. Alias SALON...Sungguh Neji tak habis pikir kenapa dia bisa melupakan fakta penting itu sehingga dia beberapa hari ini malah kewalahan mengurusi rambutnya.

Setelah bersusah-payah, jungkir balik dan sedikit kayang. Seluruh rambutnya berhasil ia catok sendiri dan hasilnya sudah kembali seperti semula lurus, halus, lembut dan berkilauan. Sambil mematut diri didepan cermin ia pun tersenyum riang.

"Aaah~~~~ rambutku sayang, senang kau sudah sehat hehehehe" tawa riang pun ia kumandangkan sambil megelus-elus rambutnya. Membuat beberapa pelayan dan penghuni rumah besarnya yang mendengar suara tawa itu menjadi tambah cemas, mereka pun sepakat mengadakan doa bersama demi kewarasan tuan muda mereka.

.

.

Tapi kondisi yang benar-benar berbeda tengah dialami Sasuke yang terpaksa masuk Rumah Sakit, karena malah menjadi korban Mal Praktek di klinik "Mak Oeroet".

Singkat cerita saat kejadian kemarin, begitu Sasuke masuk ke ruang praktek Emak Oeroet yang bernama asli Chiyo langsung tersenyum lebar menampilkan gigi ompongnya,

"Waah...tak kusangka ada seorang Uchiha yang datang kemari, apa masalahmu nak?" nenek itu bertanya ramah namun Sasuke berani bersumpah kalau ia melihat sorot mesum dimata nenek yang sudah mengenali identitasnya itu, oh kini ia khawatir dengan keperawa...eh keperjakaanya.

"Cih...siapa yang bermasalah hah? Aku datang kemari karena mendengar berita tentang praktek mencurigakan yang kau perbuat!" tujuan Sasuke kini berubah ia tak bisa lagi berobat pada penjahat veteran itu salah-salah ia malah jadi korban pelecehan maka kini ia akan menangkapnya.

"Hohohoho kau tak bisa menipuku anak muda, dari sarung yang kau gunakan dan cara berjalanmu yang mengangkang sudah jelas ada yang salah dengan ANU-mu!"

GLEK! Sasuke menelan ludahnya, sepertinya jika masalah perANUan nenek itu memang ahlinya.

Akhirnya tanpa basa-basi ia pun langsung menyerang, untung dibalik sarungnya ia membawa perlengkapan senjata, tadinya ia berniat mengancam saksi mata agar tidak menyebarkan kondisinya pada penduduk KoNo-Ha tak menyangka jika ia akan menggunakannya untuk mempertahankan diri seperti ini. Tapi ketidak nyamanan didaerang selangkangan membuat geraknya terbatas dan nenek aktif itu bisa memojokannya.

Akibat jarum beracun yang dilemparkan padanya tubuhnya menjadi lemas dan ia hanya bisa terkapar dilantai dan sang nenek tak menyia-nyiakan kesempatan itu dengan langsung merogoh kdalam sarungnya Sasuke pun pucat pasi,

GYAAAAAAAAAA!

Suara teriakan yang sangat memilukanpun terdengar dari balik ruang perawatan, membuat dua ninja yang masih berada di ruang tunggu menyerbu masuk. Mereka sangat terkejut melihat seorang Uchiha Sasuke tengah tak sadarkan diri terjatuh dilantai dan tak jauh darinya tergeletak seorang nenek yang hangus dan compang-camping namun menampakan wajah puas dan gembira,

Rupanya tepat saat nenek itu meremas 'harta keluarganya' yang tengah bengkak, secara spontan Sasuke langsung mengaktifkan Chidori yang menjalar dari seluruh bagian tubuhnya dan membuat lawannya K.O seketika, namun hal itu memperparang kondisi kesehatannya karena bengkaknya jadi tambah besar!. Akhirnya iapun dilarikan ke Rumah Sakit pusat.

Tapi setidaknya dia berjasa karena berhasil membongkar sindikat praktek pengobatan terlarang yang membahayakan jiwa dan masa depan para lelaki tersebut.

.

.

Hari yang menegangkan bagi Shikamaru, karena akan melaksanakan rencana pamungkasnya dalam mendapatkan hati sang bidadara pujaan. Dari pagi hari buta tepat sebelum ayam pertama berkokok para ia sudah membriefing semua anak buahnya yang terdiri dari ninja-ninja khusus pengguna jurus air karena demi rencananya kali ini ia akan menebar badai!

"Astaga! Hujan turun sangat lebat! Padahal tadi cuaca sangat cerah..." kata seorang bidadara manis berambut kuning yang sedang duduk bertopang dagu didekat jendela.

"Haah...lagi-lagi hari ini gagal mencuci baju deh," kali ini giliran bidadara rambut merah yang bicara, gara-gara cuaca buruk dia tak bisa menjalankan salah satu hobinya yaitu mencuci baju.

Sementara aura kegalauan juga muncul dari rekan mereka yang berambut coklat, ia sangat ingin pergi ketempat Shikamaru dan bermain bersama si anjing kecil yang sangat unyu. Tapi keputusannya semalam sudah bulat ia harus menjaga jarak dengan mereka, mengingat keputusannya itu iapun mengambil nafas panjang dan bertambah muram.

TOK TOK TOK TOK!

Suara ketukan pintu yang cukup keras mengagetkan seisi rumah,

"Iya sebentaar!" Naruto berteriak dan berlari menuju pagar depan "Sabar sedikit!" ucapnya kesal saat suara ketukan tak juga berhenti dan malah bertambah keras sementara dia kesulitan membuka kunci pintu karena terburu-buru. Setelah dia berhasil membuka pintu sebuah pemandangan mengagetkannya,

"Hyaaaaaaa!" Naruto menjerit saat melihat seorang Nara Shikamaru berdiri dibawah hujan dengan wajah pucat dan nafas terengah seperti orang mau mati, menampilkan pemandangan yang tak enak dilihat.

"Ada apa Naruto?" mendengar suara jeritan kedua bidadara lainnya datang menghampiri,

Begitu melihat sesosok berambut coklat Shikamaru langsung bicara sambil menampilkan wajah menahan tangis yang membuat bibirnya tampak tambah monyong 10cm.

"A...akamaru, tolong dia Kiba..."

"Kenapa dengannya? cepat katakan!" kali ini Kiba yang tampak panik dia langsung mencengkeram pundak Shikamaru meminta penjelasan.

"Aku juga tak tahu sejak kau pulang semalam perilakunya aneh dan tampak sangat lesu, dan pagi ini ketika aku bangun kulihat Akamaru sudah tak sadarkan diri...

"APA! ba...bagaimana bisa?..." ketiga bidadara terkejut namun Kiba yang tampak palin terpukul,

"Ayo kita kerumahmu!" katanya sambil menyeret Shikamaru yang tampak lemas keluar,

"Tunggu kami ikut!" kata Gaara dan Naruto tak ketinggalan, mereka berempatpun langsung berlari menerobos hujan bersama-sama. Tak ingin rencananya digagalkan Shikamaru langsung berlari dengan kecepatan ninjanya sambil menggandeng Kiba sehingga kedua bidadara yang lain ketinggalan.

"Lho? Dimana mereka?" kata Gaara bingung

"Sepertinya kita ketinggalan, kau tahu rumah Shikamaru?" tanya Naruto

"Tidak..."

"..."

Akhirnya keduanya pun memutuskan kembali sesampainya dirumah mereka terkejut karena cuaca yang sangat carah, seolah hujan yang sangat deras tadi dibawa pergi oleh Shikamaru. Tapi mereka tak memusingkannya dan kembali melanjutkan aktifitas.

.

Sebagai anjing ninja yang terlatih Akamaru juga memiliki kemampuan acting, jangankan bermain basket seperti anjing dalam film AirBud joget india dan tari baletpun bisa dilakukannya.

Begitu ia mendengar suara pintu rumah dibuka langsung ia menyelinap kedalam selimut tebal yang digelar diatas sofa, ini saatnya ia menunjukan salah satu keahliannya yaitu ber acting sekarat.

"Astaga! Akamaru!" Kiba langsung panik melihat anjing kecil yang kini terlihat gemetaran dengan mata terpejam dan nafas tersengal dibawah selimut, namun begitu mendengar suaranya anjing itu langsung membuka mata dan mengeluarkan gonggongan lemah.

"Apa yang sebenarnya terjadi padamu?" sambil memeluk erat anak anjing itu Kiba menoleh pada Shikamaru "Kau sudah membawanya kedokter hewan?"

"Ya..tadi pagi-pagi sekali aku sudah membawanya, tapi sang dokterpun tak bilang ia tak bisa menolongnya," kata Shikamaru sambil meremas kepalanya, kemudian dia mendudukan diri dilantai dengan lesu, dari suaranya ia tampak menahan tangis,

"Dokter bilang Akamaru terlalu kecil untuk kubesarkan sendirian, dia membutuhkan kedua orang tua (?) yang bisa mencurahkan rasa cinta sebuah keluarga (?) utuh padanya," lalu sambil menatap Kiba dia menambahkan "Aku tak bisa melakukannya sendirian...hannya kau satu-satunya harapanku...Kiba,"

Mendengar itu wajah Kiba langsung memerah entah kenapa ia merasa seperti mendapat sebuah lamaran pernikahan, tapi kata-kata dua saudaranya membuatnya sadar.

"Shika...maaf...aku..." atanya sambil menundukan kepala dirasakanya Akamaru tambah bergetar hebat dipelukannya,

"Apa kau...membenci kami?"

Tak menjawab, Kiba hanya menggeleng keras-keras dan saat itulah Akamaru melompat dari pelukannya dan berlari kehalaman luar,

"Akamaru!" mereka berteriak panik dan berusaha mengejarnya, untung dengan sigap Shikamaru berhasil menangkapnya sebelum anjing itu keluar pagar dan langsung memeluknya erat dibawah guyuran hujan, Kiba yang tertinggal pun hendak mendekati mereka.

"Jangan kemari!" tapi Shikamaru berteriak melarangnya, "Jika memang kau tak peduli pada kami, sebaiknya kau pulang saja dan tolong jangan kembali kemari," katanya tegas.

Saat ini Kiba benar-benar bimbang, tapi melihat Shikamaru memeluk Akamaru sendirian dibawah hujan deras sungguh membuat hatinya sakit akhirnya diapun nekat, ikut menerobos kedalam hujan dan langsung memeluk pemuda berambut nanas beserta anjingnya itu,

"Maafkan aku!..." teriaknya sambil menangis, "Aku ingin bersama kalian, aku mau ikut menjaga Akamaru!" ucapnya disela-sela tangisnya sambil membenamkan wajahnya dikepala kecil Akamaru.

"Berhasil..." kata Shikamaru pelan tanpa terdengar, sambil mengambil kesempatan untuk menciumi kepala Kiba ia tersenyum penuh kemenangan dan dengan isyarat tangannya ia memerintahkan para ninja pembuat hujan untuk berhenti dan pergi meninggalkan mereka,

"Aku mencintaimu..." bisiknya ditelinga sang bidadara yang langsung membuat wajahnya memerah, masih dengan menggendong Akamaru yang kini menutup matanya sendiri dengan kaki depan, Shikamaru melanjutkan kegiatan dengan mengecup cuping telinga Kiba perlahan dan merembet ke pipi, dagu dan berakhir di bibir ranum berwarna kemerahan yang langsung ia lahap dengan rakus, menumpahkan frustasinya sebagai seme kesepian selama beberapa tahun, semua tehnik ciuman yang pernah ia pelajari dibuku langsung dipraktekannya.

Ciuman yang panjang dan panas itu membuat kaki Kiba lemas dan kehabisan nafas rasanya ia nyaris pingsan, untung sebelum merosot ketanah Shika dengan mudah langsung membopongnya. Akamaru yang dari tadi menutup mata langsung masuk kebalik jaket yang dia kenakan.

"Baiklah, sekarang ayo temui Hokage untuk segera menikahkan kita," kata Shikamaru santai dan Kiba hannya mengangguk pasrah saat dibawa kekantor Hokage masih belum sepenuhnya sadar dari efek ciuman.

Sementara Gaara dan Naruto bingung saat mereka dipanggil kekantor Hokage ternyata Lee dan Chouji juga diundang, karena Kiba dan Shikamaru akan mengadakan pernikahan kilat, mereka berduapun hanya bisa melongo. Tapi saat melihat raut wajah penuh kebahagiaan yang ditunjukan Kiba mau takmau merekapun hanya bisa pasrah seraya mendoakan kebahagiaan bagi pernikahan saudaranya itu.

.

.

.

Keberhasilan Shikamaru menikahi Kiba membuat Sandaime sangat senang, karena sekarang ia memenangkan taruhan. Sandaimepun menggelar pesta syukuran besar-besaran dan mengundang semua shinobi KoNo-Ha untuk bergabung. Dilaksanakannya pesta itupun membuat hati dua ANBU hebat desa KoNo-Ha menjadi miris, meski sudah mengisi absen tanda kehadiran mereka tapi sosok dua seme kesepian itu tak bisa ditemukan,

"Apa yang harus kulakukan?..." ratap seorang pria tampan berambut panjang indah ala iklan shampoo saat duduk disuatu sudut tersembunyi ditengah hiruk pikuk pesta,

"Hyuuga yang jenius bingung? Hoh memalukan," sebuah suara mengagetkanya dan munculah pemuda lain yang tak kalah tampan dengan ciri khas rambut jingkrak ala pantat ayam dari balik bayangan.

"Sudah kembali dari dari rumah sakit Uchiha? Hah tak kusangka seorang nenek bisa membuatmu K.O,"

Keduanyapun bertatapan tajam dan aura hitam menyelubungi mereka, masing-masing tidak terima dengan ucapan lawan bicaranya dan mulai pasang kuda-kuda, sampai suara mencurigakan menghentikan rencana perang dua shinobi ganteng itu.

"Aah~~~...Umpff...hentikaahn...Shi...aaah..."

Desahan menggoda yang menggoyahkaan iman, terdengar tak jauh dari tempat mereka berdua berdiri, akhirnya memilih untuk memenuhi rasa penasara dan mengesampingkan perselisihan. Kedua ninja penasaran itu pun mengendap-endap mendekati sumber suara dan menemukan sumbernya dari dalam sebuah gudang sake yang tersembunyi, mengintip dari celah pintu, keduanya disuguhi pemandangan yang bisa langsung memicu mimisan akut.

Masih mengenakan pakaian resmi tampak pemuda berambut nanas sedang menggerayangi bidadara berambut coklat yang setengah badanya tertelungkup di atas gentong sake besar dari belakang,

"Woow bakalan dogy-style tuh!" Sasuke spontan terkesima dengan gaya bermesraan pasangan baru yang diintipnya,

"Ssshht! Nanti kita ketahuan bodoh!" ujar Neji yang langsung menjitak kepala rekan intipnya mesra.

Kedua sejoli mulai berciuman dengan sangat panas sementara tangan sang seme mulai masuk kedalam bagian celana. Mata Neji dan Sasukepun tambah melotot mereka kompak menahan nafas menutup mata dengan jari-jari tangan kiri yang terbuka dan saling membungkam dengan tangan kanan agar tak ketahuan sedang mengintip,

GRRRR! GUK!

Terdengar suara anjing mengagetkan mereka dan dengan spontan kedua ninja pengintip itupun langsung melakukan kuda-kuda kilat pergi melarikan diri sambil menutupi hidung yang sudah nyaris mimisan, tak mereka sadari bahwa suara gonggongan anjing itu sebenarnya berasal dari pasangan yang mereka intip.

"Fyuuh...hampir saja," kata Sasuke sambil menghela nafas saat mereka berhasil menghindar, tapi begitu melihat hidung Neji yang mengeluarkan darah iapun tak kuat menahan tawa "Ahahahaha kau mimisan!"

"Berisik! Kau kira hidungmu tidak?!" kata Neji berang dan langsung membuat tawa Sasuke berhenti dan memeriksa hidungnya yang ternyata juga mengeluarkan darah segar.

"Haaah...kita benar-benar menyedihkan ya..." akhirnya keduanya terdiam dan meratapi nasib masing-masing yang masih belum bisa mengawini eh...menikahi sang bidadara pujaanya.

"Bagaimana jika kita bekerjasama?" tiba-tiba Neji angkat bicara,

"Kerjasama?"

"Iya...kini tinggal dua bidadara yang tersisa, pastinya mereka akan lebih sulit untuk didekati, selama ini kita selalu bersaing dan itu malah membuat kita ribut sendiri, untuk sementara kita harus mengesampingkan persaingan itu dan bahu-membahu dalam mendapatkan hati mereka! " ninja berambut panjang dengan semangat berorasi seperti seorang caleg yang sedang kampanya, Sasuke yang melihatnya pun jadi ikut bersemangat bahkan dia sampai bertepuk tangan.

"Ide yang bagus! Lalu apa rencana yang akan kita laksanakan?" tanyanya antusias

"..."

"Hyuuga?"

"Aku belum berpikir sampai kesitu," jawab Neji sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal

"Kalau tak punya ide! kenapa juga kau mengajaku kerjasama!" bentak Sasuke kesal,

"Hei! Kerjasama itu juga suatu ide tau!" bantah Neji kesal tapi dia menambahkan "Bagaimana jika kita minta bantuan Shikamaru?"

"Cih pemalas itu, dia sedang sibuk melatih jurus dogy-style mana mau membantu!"

"Kalau kakakmu?"

"Itachi nii-san sedang ad misi panjang! Lagipula kalau minta tolong padanya yang ada Narutoku bakal diembat! Semoga saja dia tak kembali kemari,"

'Dasar adik durhaka,' batin Neji "Begini saja kita ajak mereka kencan, siapa tahu selama kencan kita bisa menjadi lebih dekat dengan mereka, kau ada rekomendasi tempat?"

Sasuke tampak berfikir sejenak kemudian matanya melebar saat mendapat ilham "Bagaimana kalau ke Losmen? Love Hotel?"

PLAK! Lagi-lagi Neji menjitaknya "Kau mau kita ditangkap karena melakukan pelanggaran hukum hah? Lagipula apa kau mau jika mereka malah takut pada kita?"

Sebenarnya Sasuke hendak balas menonjoknya tapi kata-kata Neji menohok hatinya, apalagi jika ia mengingat dasyatnya sepakan bakiak Naruto. Tak bisa dibayangkan apa yang akan bidadari berambut pirang itu lakukan jika dia dibawa ke tempat mesum seperti itu, membayangkannya saja membuat bulu kuduk Sasuke berdiri.

"Memang kau punya usul yang lebih baik?"

"Hah jangan remehkan pengalamanku jadi nominasi Seme-idaman ya! tentu saja Nonton! Romantic diner! dan berakhir dengan menghabiskan malam yang panas diatas ranjang!"

TEPLAK! Kali ini Sasuke sudah tak menahan emosinya lagi dan langsung menampol muka teman seperjuangannya itu sambil berteriak "Itu sama saja Idioot!"

"Enak saja! Jangan samakan cara briliant-ku dengan ide primitifmu pantat ayam!"

"APA! caramu itu yang kampungan RAMBUT SAPU!"

BUAKH! DESH! GEDEBUGH! PLAK!

Akhirnya kedua ninja itupun asik berdiskusi sambil bertukar tinju, tamparan dan pukulan. Sepertinya jalan bagi mereka untuk mendapatkan hati para bidadari pujaanya masih sangaaaat panjang.

~ To be Continue~

Apakah masih ada yang mau membaca lanjutannya? Revieww Pleasee...

Tidak lupa terimakasiiiiih! Buanyak yang udah review chapter lalu, saya ga nyangka bakal dapet sebanyak itu, I Love U All !

Untuk adegan Panasnya disimpan di Chapter depan yaa...saya akan berusaha secepatnya mencari wangsit dengan baca doujinshi 21+ hehehe...