CHAPTER 4

Kanagawa, 4 Oktober


Tampak di lapangan tennis sekolah Rikkai anak-anak klub tennis melakukan latihan.

Namun terlihat ada 2 sosok yang melakukan kegiatan berbeda dengan yang lain. Bukannya mengayunkan raket tennis, kedua sosok itu malah lari-lari ga karuan.

"UWAAAA….. MAAF DEH BUNTA….! MAAF…!" jerit Niou sambil lari-lari dan muka agak-agak cengengesan (plus muka mesum…)

"NGGA…..! Kamu sudah tak bisa kumaafkan….!" Marui ngejer-ngejer Niou dengan muka merah merona.

"Hahaha… Mereka mulai lagi ya…." Yukimura merasa bahwa ia sedang melihat kucing dan anjing kejar-kejaran di siang bolong.(?)

"Marui! Niou…! Kalian lari 100 keliling….! Kalian ini mengganggu latihan saja!" Jerit Sanada sampe suaranya terdengar sperti radio butut.

"NANI….! 100 keliling…! Ah… gila….!" Protes Niou

"Tuh khan…! Kalo kamu ga 'berperilaku' kayak gitu ga akan ada yang namanya lari 100 putaran….!" Marui kesal

"Eh.. sabar donk… Ini khan supaya hubungan kita tetap langgeng…. hehehe…"

"Sialan kau…!" teriak Marui sambil mulai berlari mengitari lapangan.

"Hubungan? Maksudnya apa senpai…?" si kouhei nanya dengan muka polosnya.

"Kamu ga perlu tahu deh…" Yanagi menasihati.

"Ihh…senpai jahat… kasih tau donk… ayolah…. Please…" Akaya pun memasang tampang kekanak-kanakannya.

"Kirihara….." Yagyuu mulai mengacungkan tinjunya

"Kalau dibilang tidak perlu tahu ya ga usah maksa…."

"E…Ehh…. I…Iya,Yagyuu-senpai…." Akaya terlihat takut. Sepertinya Akaya trauma dengan pukulan Yagyuu yang pernah mendarat di kepalanya.

"Hm… Jackal…? Temani aku latihan" Kata Yanagi

"Yaaa…" jawab Jackal

Jackal dan Yanagi pun pergi menuju lapangan.


3 jam kemudian, latihan tennis selesai dan mereka menuju ruang musik untuk latihan paduan suara.

"Minna, lomba paduan suara ini akan berlangsung tanggal 28 November jam 17.00 di Tsukino Hall. Tolong beritahu orang tua ya… Karena Tsukino Hall cukup jauh. Mungkin bisa minta tolong orang tua buat mengantar." Kata Musashi-sensei sambil senyum-senyum.

"Baiklah. Ada pertanyaan..? Kalau tidak ada, kita mulai saja latihannya."

"Eh… Musashi-sensei~" Marui menangkat tangannya.

"Ya,Marui -kun..?"

"Berapa peserta yang ikut lomba ini…?"

"23 peserta. Ditambah sekolah ini jadi semua 24." Jawab Musashi-sensei

"Jumlah yang sedikit buat peserta lomba paduan suara" kata Yagyuu sambil membetulkan kacamatanya.

"Eh…? Memang biasanya lomba paduan suara pesertanya ada berapa tim paduan suara…?" tanya Niou

"Bisa sampai 100…."

"Eh…..! Gila…!"

Anak-anak padsu yang masih junior terlihat ribut, sedangkan yang senior tenang-tenang saja. Mungkin karena sudah berpengalaman ya… (?)

"Sudah mulai latihannya, ya…." Kata Musashi-sensei sambil menepuk tangannya supaya mereka tenang.


2 jam berlalu. Latihan paduan suara pun usai. Anak-anak anggota paduan suara Rikkai pun pulang. Ketika Sanada dan Yukimura akan pulang,Sanada melihat yukimura sedang menatap ruang musik dengan pandangan nanar.

"Yukimura kau lihat apa..?" tanya Sanada

"Tidak… Tidak lihat apa-apa. Ayo pulang." Ajak Yukimura

"Benar nih..? Tidak ada apa-apa..? Kok kelihatannya ada yang ga beres …?"

"….."

"Yukimura…?" Sanada khawatir

"Eh,Sanada….. Kau duluan saja ya…. Sampai besok…." Yukimura berlari masuk ke gedung sekolah.

"Eh…. Ya sudahlah…. Ada apa ya..?" Sanada cemas. Namun di lubuk hatinya dia juga kesepian, karena tidak bisa pulang bersama kekasih hatinya.

Yukimura berlari ke ruang musik. Sesampainya di depan ruang musik, ia mendapati pemandangan yang sama ketika ia bersama Sanada keluar dari ruang musik.

Yukimura masuk ke ruang musik. Menghampiri seseorang yang sedang meletakkan kepalanya di atas ragu ia menyapa orang itu.

"Musashi-sensei~"

Yang dipanggil langsung mengangkat kepalanya. Mukanya tampak agak kaget.

"Oh… Yukimura-kun…"

"Musashi-sensei kenapa. Semenjak aku keluar ruang musik sensei kelihatan ga semangat… Sensei sakit?"

"Oh.. ngga.. hanya…"

"Eh…?"

"Sudah… Lupakanlah… Kau mungkin lebih baik pulang. Keburu gelap lho…" Musashi-sensei berdiri dari kursi piano lalu menepuk pundak Yukimura.

"Eh… Sen… sensei… Sensei ada masalah ya…? Mungkin aku ga bisa bantu sensei menyelesaikan masalah sensei, tapi yang seperti itu lebih baik dikeluarkan…" rajuk Yukimura

"Baiklah… Yukimura-kun… Kamu perhatian sekali…" kata Musashi-sensei sambil tersenyum.

"Baiklah… sebenernya begini,Yukimura-kun…. Mungkin kau tahu kalau aku sudah cukup lama melatih Rikkaidai Choir"

"Kata Yanagi sensei sudah melatih selama 7 tahun. Benarkah..?"

"Ya.."

"Lama sekali…."

"Dan ini tahun terakhirku melatih Rikkaidai Choir"

"… Hah…!"

"Pertama kali aku mengajar, aku senang sekali karena banyak anak yang antusias. Namun belakang ini jarang ada anak yang benar-benar serius dalam paduan suara ini."

"Jadi sensei ingin berhenti mengajar karena hal itu..?" Yukimura kaget.

"Tidak. Bukan itu,Yukimura-kun. Sebenarnya….."

"?" Yukimura bingung. Bila bukan itu penyebabnya, kenapa sensei akan berhenti melatih tahun depan. Itulah pikirnya.

"Aku harus ke Amerika tahun depan…."

"Kenapa….?"

"Sendi dan tulang di kaki kiriku rusak karena kecelakaan tahun lalu. Karenanya, aku akan menjalani terapi di Amerika" (Author : aku keinget sama Tezuka yang harus berobat ke Jerman. Jadinya kepikiran kayak bgini)

"Ah….. Begitu rupanya" Yukimura mengamati kaki kiri Musashi-sensei yang sedang duduk. Sekilas biasa saja. Namun ketika dicermati, sensei terlihat duduk dengan menahan kaki kirinya.

"Boleh tahu ngga, kecelakaan yang dialami sensei?"

"Yah… waktu itu aku kelas 2 SMA. Aku pulang seusai latihan klub basket selesai. Di perjalanan pulang, aku melihat anak kecil yang bermain bola. Ia terlalu keras menendang bola hingga bolanya menggelinding ke tengah jalan. Anak itu berlari mengambil bola di tengah jalan. Tiba-tiba ada mobil yang datang dari arah kanan. Karena takut anak itu tertabrak, aku melompat menyelamatkan anak itu. Tapi aku tidak sempat menyelamatkan seluruh badanku. Kaki kiriku tertabrak mobil"

"Ah… Sensei…. Kau merelakan kaki kirimu demi anak itu…. Kau baik sekali" Yukimura terharu.

"Ahahaha… Masa sih…." Musashi-sensei tertawa.

"Tapi, sayang sekali sensei tidak melatih Rikkaidai choir lagi tahun depan"

"Iya….Sebetulnya, yang kuinginkan tahun ini adalah melihat kebahagian anak-anak didikku.. " Musashi-sensei menerawang ke luar jendela. Melihat matahari yang sudah mulai terbenam

"Eh….? Kebahagian…?" Yukimura tidak mengerti

"Yap..! Aku ingin melihat kebahagiaan seperti di awal tahun aku mengajar. Melihat keberhasilan anak-anak didikku, dan melihat ekspresi ceria mereka….."

Oh… Apakah gara-gara itu Musashi-sensei suka ikut tertawa kalau lihat Niou menjahili Marui? Pikir Yukimura.

….

"Hm…. Sepertinya aku jadi ingat anak yang kutolong waktu itu." Ucap Musashi-sensei tiba-tiba.

"Eh…? Seperti apa anaknya…?"

"Rambutnya hitam,lurus, matanya agak sangar, hidungnya panjang, pokoknya anak laki-laki yang agak menyeramkan."

Yukimura tersentak mendengarnya. Sepertinya ia mengenali sosok itu.

Itu seperti sosok Sanada waktu kecil….!


Author : Yah… kurang ide.. jadi ceritanya seadanya….

Niou :Jadi kau author baru yang edan itu….

Author : Ehhhh….. ya… itu aku… =_='

Niou : Cerita aneh, tak berbobot….

Author : Heemmm… iya iya… bilang aja ga berbobot gara-gara ga ada adegan yang bagus buat lu ma Marui…..

Marui : Kayaknya segitu udah cukup…. Gua udah DIPERMALUKAN! *bawa kapak*

Author :Huueee… suimasen,desu…. DX

Yanagi : Walau cerita aneh, sebenarnya,nama aslimu siapa…?

Author : … panggil aja Nagisa.

Yagyuu :Nama yang pasaran….

Nagisa : Ih…. Terserah deh….

Akaya :Kok aku kelihatan bodoh sekali sih….

Nagisa :Biarin… supaya menambah kekonyolan… XD

Akaya :… *berubah pakai Devil Mode*

Nagisa :Ehhhh…. Sabar… Cuma bercanda.

Akaya :Terus, ngapaen ada acara ngobrol nyantai kayak gini?

Nagisa :Perkenalan diri aja….

Niou : Perkenalan diri author edan ga penting

Nagisa :Heu… terserah… ngomong-ngomong, kyknya chapter 5 bkal lama kluarnya. Aku udah mau masuk sekolah soalnya….

Jackal :Oh… Baguslah… Ga ada cerita aneh lagi….

Nagisa :Eh… Sanada-fukubuchou mana…?

Marui :Tuh… lagi nangis di pojokan. Gara-gara lu bikin cerita dia ga ditemenin pulang ma Yukimura dia jadi nangis. Kesepian katanya….

Nagisa :…... maaf deh… ga bermaksud… =_='

Sudah lah…. Tunggu chapter 5nya ya…. (walau bakal lama… ^^')