DISCLAIMER ALL CHARA BELONG TO MASASHI KISHIMOTO
Genre : Romance/Drama/Angst/Tragedy
Warn : Typo, OOC, Sasuke as a bad guy
Pair : SasoSaku
xxxx
Long time ago, there's a clown who's fall in love with the princess, but the princess already engaged with the
prince... So here's their story
.
.
Hidden Feeling Behind The Mask
Chapter 4
(Happy Birthday, Sakura!)
.
.
Sakura mengikuti saran dari pemuda itu untuk berendam di pemandian dan ternyata apa yang dikatakan pemuda itu benar. Setelah berendam Sakura merasa lebih segar dan lebih baik. Semua beban yang dirasakannya seperti hilang begitu saja.
'Sepertinya aku harus sering-sering datang kemari,' ucap batin Sakura yang merasa bersyukur bisa datang ke pemandian tersebut.
Dengan langkah ringan gadis itu pergi meninggalkan pemandian tersebut. Dia berjalan tanpa beban menuju ke kediamannya. Begitu sampai di depan gerbang rumahnya, Sakura merasa heran karena sepertinya keadaan di dalam begitu gelap. Tak ada satu lampu pun yang menyala padahal hari sudah hampir malam. Dengan perasaan agak ragu Sakura masuk ke dalam.
Sakura berjalan pelan melalui pekarangan rumahnya sambil melihat kiri dan kanan. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda satu orang pun di sana. Biasanya kalau sudah sore begini ada Aoba yang sedang mengurus bunga-bunga di halamannya itu.
Krieeet…
Pintu besar rumahnya terbuka secara perlahan. Sakura mengintip ke dalam rumah. Gelap, tidak ada siapa-siapa.
'Aneh, kenapa tidak ada siapa-siapa?' tanya Sakura dalam hati yang merasa bingung dengan keadaan rumahnya yang hening.
'Kemana perginya semua orang?' Sakura mulai berjalan perlahan ke tengah ruangan yang masih gelap.
Sakura baru berjalan beberapa langkah di dalam dan mendadak saja lampu seluruh ruangan menyala, keadaan menjadi terang-benderang. Sakura benar-benar dibuat terkejut, apalagi dia juga mendengar beberapa teriakan yang mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya.
"SELAMAT ULANG TAHUN SAKURA!" teriak semua teman-teman Sakura yang ternyata sudah berkumpul. Mereka semua tersenyum lebar sambil memegang sebuah tulisan 'Selamat ulang tahun yang ke-18'.
"Teman-teman… " Sakura sampai tidak bisa berkata apa-apa saat melihat semua teman-temannya berdiri di depannya, memberikan kejutan. Naruto, Hinata, Kiba, Neji, Tenten, Shino, Lee, Neji, Sai, bahkan Ino juga ada di sana.
"Selamat ulang tahun, Lady-sama!" Sakura semakin merasa terharu saat dilihat semua para pelayannya juga ikut mengucapkan selamat kepadanya.
"Selamat ulang tahun, Sakura." Bukan hanya itu saja, bahkan Sasuke juga ikut andil dalam acara ini. Dia memberikan sebuah kotak hadiah pada Sakura yang cuma bisa terbengong.
"Sakura, cepat dibuka!" Ino langsung mendekati Sakura dan menyenggol bahu gadis itu sambil melirik kotak hadiah pemberian dari Sasuke.
Sakura membuka kotak hadiah tersebut dengan hati-hati. Ternyata yang ada di dalam kotak itu adalah sebuah kalung. Kalung berwarna silver dengan permata merah muda pada bandulnya yang sangat berkilau dan begitu indah.
"Ya, ampun. Kalungnya cantik sekali!" seru Ino memandang takjub pada hadiah yang diberikan Sasuke pada Sakura. Dapat dipastikan harga kalung itu pasti sangat mahal sekali.
"Sasuke, jangan diam saja! Cepat pakaikan ke leher Sakura!" Ino dengan seenaknya menyambar kalung tersebut dan menyuruh Sasuke untuk memakaikannya kepada Sakura.
"Hn." Sasuke hanya mendengus sambil mengambil kalung tersebut. Kemudian dia berjalan mendekati Sakura yang masih berdiri terpaku di tempatnya.
Sakura sama sekali tidak bisa bergerak saat pemuda bermata onyx itu berjalan ke arah belakangnya dan memakaikan kalung tersebut ke lehernya. Sakura dapat merasakan sentuhan kulit tangan Sasuke yang bergesekan dengan kulit lehernya.
"Kau terlihat cantik memakai kalung ini," kata Sasuke yang sengaja menempelkan bibirnya tepat di telinga Sakura membuat gadis itu tersentak kaget.
"Te-terima kasih," balas Sakura yang sedikit gugup. Dia bersumpah dapat merasakan napas Sasuke di lehernya dan dia sangat tidak terbiasa dengan kondisi seperti saat ini.
Sakura dengan cepat segera mengambil jarak beberapa langkah menjauh dari Sasuke, sementara pemuda itu langsung menyeringai senang melihat Sakura yang salah tingkah dan merasa semakin tertarik pada gadis merah muda tersebut.
"Masih ada kejutan lainnya!" kata Sasame dengan antusias. Pelayan muda itu menepuk kedua tangannya sebagai aba-aba dan pada saat itu muncul beberapa orang berpakaian seperti clown dari atas tangga, turun ke bawah.
.
Para clown itu menuruni tangga sambil melakukan akrobatik. Semua teman-teman Sakura menatap takjub melihat aksi para clown tersebut. Sakura terperangah, bukan karena dia merasa takjub melihat kemahiran akrobatik semua clown itu, hanya saja Sakura merasa terkejut begitu melihat satu diantara clown itu mirip dengan clown yang sering tanpa sengaja ditemuinya di kota.
Clown yang memakai topeng tersenyum itu membawa sebuah topi besar bersama clown lainnya yang lebih tinggi darinya. Keduanya berdiri di depan Sakura dan dalam sekejap dari dalam topi itu muncul sebuah kue ulang tahun yang bertuliskan 'Happy birthday to you Sakura' dan ada lilin angka 18 di atas kue itu. Dengan sedikit trik sulap lilin dengan angka delapan belas itu menyala.
"Tiup lilinnya! Tiup lilinnya!" semua bersorak menyuruh Sakura untuk meniup lilin tersebut.
"Ucapkan harapanmu dalam hati, setelah itu tiup lilinnya," ucap Ino yang mengingatkan Sakura untuk tidak lupa berdoa dan berharap sebelum meniup lilin.
Sakura hampir saja melupakan bagian yang paling sakral itu kalau tidak diingatkan oleh Ino. Gadis itu mengatupkan kedua tangannya sambil memejamkan kedua matanya. Sakura berdoa dengan tulus dan khitmat di dalam hatinya. Harapannya, tentu saja tak lain dan tak bukan dia bisa bertemu kembali dengan anak laki-laki itu meskipun semuanya terlambat, tapi dia tetap berharap bisa bertemu dalam kondisi apapun.
Setelah berdoa, Sakura membuka kedua matanya dan meniup lilin ulang tahunnya dengan perasaan lega. Semua yang hadir memberikan tepuk tangan dan ucapan selamat sekali lagi pada Sakura. Sasame maju ke depan dan menyuruh Sakura untuk memotong kue ulang tahun tersebut.
"Sekarang berikan potongan pertama kue ini untuk orang yang dekat denganmu, Lady-sama," kata Sasame lagi menyuruh Sakura memberikan potongan pertamanya untuk seseorang yang dekat dengannya.
Sakura bingung, tidak tahu harus memberikan potongan kue itu kepada siapa, sementara teman-temannya sudah melirik Sasuke sejak tadi. Dia sangat paham mereka menyuruhnya untuk memberikan kue itu kepada Sasuke.
"Kue ini untukmu, Ino." Sakura memberikan kue itu kepada Ino yang menerima kue tersebut dengan wajah bengong, "karena kau adalah sahabat terbaikku, meskipun kadang kau menyebalkan!" sambung Sakura mencoba beralibi.
"Saku-chan, terima kasih! Ternyata kadang-kadang kamu baik juga!" celetuk Ino yang langsung memeluk Sakura dengan sangat erat.
Setelah itu Sasame memotong kue tersebut menjadi beberapa bagian dan membagi-bagikannya pada semua teman-teman Sakura. Tak berapa lama para clown yang sudah dipanggil Sasame memulai aksi mereka di depan Sakura dan kawan-kawan.
Mereka memulai aksi mereka dengan sedikit akrobatik, lompat salto ke depan dan ke belakang, setelah itu mereka memainkan permainan api. Salah satu dari mereka ada yang memutar lima buah bola yang menyala. Decak kagum keluar dari mulut Naruto yang tampak takjub dengan aksi tersebut. Setelah itu permainan berganti ke lempar pisau, di mana Sakura disuruh maju ke depan. Awalnya Sakura merasa takut, tapi karena desakan dari yang lain akhirnya gadis itu memberanikan diri untuk maju.
Gadis itu disuruh diam tak bergerak sementara di kepalanya diletakkan buah melon. Clown lain memegang pisau dan bersiap untuk melemparkan pisau tersebut ke arah buah yang ada di atas kepala Sakura. Lemparan pertama sukses besar, tepat mengenai buah melon tersebut. Selanjutnya yang bertengger di atas kepala Sakura adalah buah mangga. Tampak ketegangan muncul di wajah teman-teman Sakura. Mereka khawatir kalau lemparan itu meleset. Sakura sendiri juga terlihat tegang. Tapi untunglah lemparan kedua juga berhasil tanpa meleset, Sakura langsung menghela napas lega. Kelegaan Sakura tak berlangsung lama, karena pada aksi berikutnya buah yang diletakkan di atas kepalanya lebih kecil, buah apel! Ino terlihat hampir menjerit saat melihat kecilnya buah apel itu. Sakura menelan ludah, keringat mengucur dari pelipisnya.
"Jangan takut, biasanya dia selalu bisa melakukannya meskipun terkadang lemparannya meleset," ucap salah satu clown yang terdengar seperti seorang perempuan. Clown itu memakai baju lolita berwarna biru keunguan dan dia tidak memakai topeng. Dia hanya memakai bedak putih yang tebal di seluruh permukaan wajahnya dan memakai lipstik yang sangat merah. Mendengar ucapan dari clown perempuan itu malah semakin mengecilkan nyali Sakura.
"Bagaimana kalau matanya ditutup?" kata Sasuke secara tiba-tiba memberikan usulan yang benar-benar gila. Semuanya menatap horor pada Sasuke yang tampak tenang-tenang saja.
"Ide yang bagus!" celetuk salah satu clown yang topengnya berhiaskan banyak pierchieng-an.
Tanpa ragu clown ber-pierchieng itu segera menutup kedua mata clown yang akan melakukan aksi pelemparan pisau dengan kain yang tebal. Setelah memastikan ikatannya sudah kencang dan sang clown tidak dapat melihat apa-apa, dia memutar tubuh clown itu.
Clown itu berhenti tepat di depan Sakura dan bersiap untuk melakukan lemparannya. Sakura pasrah memejamkan matanya. Dia berpikir akan sangat konyol kalau dia sampai mati pada hari ulang tahunnya. Pisau tersebut dilempar mengarah ke arah kepala Sakura, dan…
JLEB!
Lemparan itu tepat mengenai sasaran. Sakura langsung terduduk lemas karena menahan rasa takut sejak tadi. Ketegangan berubah menjadi kelegaan. Semuanya memberikan tepukan tangan untuk aksi yang menegangkan tadi.
"Kau tidak apa-apa?" tanya clown pelempar tadi sambil mengulurkan tangannya pada Sakura.
"Aku rasa begitu… " balas Sakura yang masih merasa lemas. Dia meraih uluran tangan dari clown itu yang ingin membantunya berdiri.
Aksi berikutnya adalah aksi sulap. Clown pelempar tadi melakukan aksi sulap yang mengagumkan. Dia memunculkan berbagai macam hewan dari dalam topi besar, memunculkan sekelompok burung merpati keluar dari topi. Terakhir dia mendekati Sakura dan dari dalam topi itu dia memunculkan seikat bunga mawar merah dan diberikannya kepada gadis itu. Clown itu memberikan bunga tersebut sambil menunjuk 'wajah'nya sendiri. Sakura yang mengerti maksud dari clown itu langsung tersenyum dan menerima bunga tersebut.
.
Aksi terakhir para clown itu melakukan aksi lawakan yang konyol, membuat Naruto dan Kiba langsung tertawa terpingkal-pingkal. Bahkan Hinata yang pendiam tidak tahan untuk menahan air matanya yang keluar.
Clown pelempar tadi menaiki sebuah bola besar dan bertingkah konyol di atasnya. Aksinya kembali mengundang tawa karena kelucuan yang dibuatnya. Tapi tanpa terduga terjadi insiden yang tak terduga. Sasuke yang sedari tadi tampak tidak tertarik dengan aksi yang dilakukan para clown itu tiba-tiba saja melemparkan sebuah apel yang cukup besar tepat ke arah dada clown yang sedang berdiri di atas bola itu.
DUGH!
Apel itu mengenai dada dari sang clown dengan sangat keras. Saking kerasnya bunyi lemparannya dapat terdengar dengan jelas. Sang clown tersebut otomatis kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke belakang.
"Sa-Sasuke, apa yang kau lakukan!" Sakura spontan memarahi Sasuke atas tindakan yang dia lakukan.
"Kenapa? Aku hanya ingin membuat suasana lebih meriah," jawab Sasuke dengan cuek.
"Pertunjukkan mereka dari tadi membuatku muak, karena menurutku akan jauh lebih menyenangkan kalau bisa melemparkan sesuatu ke arah mereka, seperti ini!" Sasuke kembali mengambil buah apel lainnya dan melemparkannya ke arah clown yang lain.
DUGH!
Lemparan keras itu kini mengenai salah seorang clown yang memakai topeng berwarna orange. Terdengar samar-samar, clown itu mengaduh.
"Hei, kau!" Sasuke menunjuk clown yang memakai topeng tersenyum itu, "berdiri di sana." Sasuke menyuruh clown itu untuk kembali berdiri di atas bola.
Tanpa banyak bicara clown itu menuruti perintah dari Sasuke. Dia berdiri di atas bola besar tersebut tanpa tahu apa yang mau dilakukan Sasuke terhadapnya. Sakura menatap cemas pada sang clown. Perasaannya benar-benar tidak enak.
Sasuke tanpa segan-segan kembali melempari clown itu dengan buah apel. Sang clown yang kaget langsung berusaha menghindari lemparan demi lemparan yang dilancarkan Sasuke terhadap dirinya. Sedangkan Sasuke tampak menikmati aksi yang dia lakukan. Pada lemparan berikutnya Sasuke berhasil mengenai bahu clown tersebut dan membuatnya terduduk di atas bola. Kesempatan itu dilakukan Sasuke untuk melemparinya lagi tanpa jeda.
"HENTIKAN!" Sakura yang tidak tahan melihat perlakuan Sasuke terhadap clown itu langsung berlari dan berusaha untuk melindunginya dari lemparan yang dilakukan Sasuke.
DUGH!
"Aw… " lemparan itu mengenai tepat punggung Sakura. Gadis itu merintih pelan sambil berlutut menahan rasa sakit dari lemparan itu.
Semuanya menatap heran saat melihat aksi Sakura yang tanpa terduga itu. Sasuke langsung mendecih kesal dan terpaksa menghentikan aksinya.
"Jangan sakiti mereka… " kata Sakura yang kemudian berdiri sambil memegangi punggungnya.
"Aku tidak menyakiti mereka. Yang kulakukan adalah bagian dari pertunjukkan agar lebih menyenangkan," balas Sasuke dengan dingin, "sudah tugas mereka untuk menghibur para penonton dan membuat suasana jadi menyenangkan. Bukankah tadi itu menyenangkan?".
Sakura mengepalkan tangannya karena merasa geram melihat sikap Sasuke yang bersikap angkuh, seolah-olah apa yang dilakukannya bukanlah suatu kesalahan.
"Tidak apa-apa," kata clown yang ada di belakangnya. Sakura reflek langsung berbalik menatap clown tersebut, "yang dikatakannya memang benar, semua sudah menjadi pekerjaan kami dan kami tidak bisa protes," katanya lagi sambil kembali berdiri.
"Sudah, hentikan. Aku jadi tidak berminat lagi. Lebih baik disudahi saja acaranya," kata Sakura yang tidak ingin acara tersebut dilanjutkan demi kebaikan para clown tersebut.
Akhirnya acara tersebut berakhir. Meskipun ada insiden yang tidak mengenakkan tapi Sakura tetap merasa bahagia dan bersyukur karena semua teman-temannya mau datang dan dia cukup terhibur dengan kehadiran para clown tersebut.
Satu-persatu teman-teman Sakura pulang, begitu juga dengan Sasuke yang pulang begitu saja tanpa mengucapkan apa-apa pada Sakura. Para clown itu tersebut terlihat sedang merapihkan semua peralatan mereka dan bergegas untuk pulang. Kesemuanya sedang berada di depan gerbang mansion dan menaikkan barang-barang mereka. Saat itulah Sakura datang menghampiri.
"Maaf, ya... " kata gadis itu yang benar-benar merasa tidak enak atas perbuatan yang dilakukan Sasuke. Wajah manisnya memancarkan kecemasan.
"Tidak apa-apa. Harusnya kami yang minta maaf, karena gara-gara kami Nona jadi ikut terkena lemparan," balas clown bertopeng senyum itu dengan sopan.
"Hey, ayo cepat naik!" salah satu clown yang memakai topeng orange memanggilnya untuk segera naik ke bak mobil.
"Selamat malam, Nona Sakura dan selamat ulang tahun," ucapnya kepada Sakura.
Setelah itu, dia segera bergabung menaiki bak mobil yang terbuka itu bersama dengan teman-temannya yang lain. Sakura hanya bisa menatap kepergian para clown yang semakin lama semakin menjauh itu.
"Hey, kau tidak apa-apa? Lemparan pemuda tadi keras sekali! Aku sampai kesakitan, tadi!" celetuk clown bertopeng orange itu sambil menunjuk bahunya yang memar.
"Aku rasa, aku baik-baik saja," balasnya sambil membuka kemeja putihnya yang kena noda.
"Baik-baik apanya? Lihat sampai membiru begitu! Di sini juga ada, di sini juga ada!" dengus satu-satunya clown perempuan diantara mereka dengan ekspresi marah. Dia menunjuk bagian-bagian tubuh pemuda itu membiru akibat lemparan yang dilakukan Sasuke sebelumnya.
"Semoga saja ini terakhir kalinya kita bertemu penonton sadis seperti itu!" celetuk clown yang memiliki banyak pierchieng-an pada topengnya. Dia bersumpah ini pertama kalinya ada penonton yang berlaku kejam pada mereka.
Bagaimana kisah kelanjutan hubungan antara sang putri dan sang clown berikutnya?
TBC...
A/N : Kebut bikin chapter ini karena ini kesempatan terakhir gw bisa ngetik di laptop ini (besok laptopnya mau diambil sama yang punya).
Thx yang udah ingetin. Ini emang mau bikin pair SasoSaku cuma yah, gw salah nempatin nama tokohnya, my bad please forgive me. Saran lain silahkan diutarakan (dengan sopan, ye). Gw akan sebisa mungkin melakukan perbaikan dipenulisan ( I know I'm still noob). Thanks for reading and as I promise, in the end of the story I'll tell you about 'the song'.
.
.
"Enjoy it!".
