Annayeangso! Sekarang kita baca chapter 4 ya! Gomen kalau terlalu pendek. Oke deh. HAPPY READING!

.

.

.

Gopal kesenengan deh, hari ini dia mengurung diri di kamar. Ia ingin berpesta pora di kamar. Eh, emang ia seneng karena apa sih? Karena ia telah bergandengan tangan dengan Lony kemarin. Ya, masih ingat kejadian kemarin di chapter 3 kan? Yaps! Karena itu Gopal kesenangan. Ternyata serangan Adudu juga membawa keuntungan.

"Hm.. bagaimana kalau aku tulis surat untuk nembak Lony ya?" Pikir Gopal. Ia pun segera mengambil kertas kosong dan pulpen kecil.. Ia mulai menulis…

For Lony

Lony aku mencintaimu. Maukah kau jadi kekasihku. Aku ingin kita selalu bersama. Lupakan si Made yang pengkhianat itu. Kalau bersama aku, pasti lebih menyenangkan. Tolong jawab surat ini ya, Lony. Aku sangat mencintaimu.

Gopal

Setelah menulis surat tembakan itu, Gopal menyimpannya di dalam tas. "M.. mungkin kalau surat saja tidak pantas, bagaimana kalau ditambah coklat?" Gumam Gopal. Ia mengambil sesobek kertas lalu diremas-remas. Setelah itu, ia mengubah kertas itu menjadi coklat berbentuk hati. Manis sekali! ( Aduh.. authornya jadi pingin deh! #PLAK).

Keesokan harinya…

"Beruntung Lony belum datang. Akan kutaruh di lokernya." Gopal meletakkan surat dan coklatnya di dalam loker bangku Lony.

"Ups, Lony datang! Aku harus cepat-cepat kembali ke bangkuku." Gopal segera duduk di bangkunya sambil berpura-pura tidak tahu.

Saat akan meletakkan tasnya di loker, Lony melihat dua surat. Yang satu dengan coklat, dan yang satunya lagi memakai bunga mawar putih. "Surat dari?"Tanya Lony pada dirinya sendiri. "Lebih baik kubaca di luar bersama Laila."Gumam Lony.

"Yee!" Gopal berteriak kegirangan. Tapi di dalam hati. "tapi yang satunya punya siapa?" Batin Gopal.

Lony and Laila POV

"Lai, baca surat ini bareng-bareng yuk! Emang sih.. ini surat untuk aku, tapi kita baca bareng aja deh.." Ajak Lony. Emang sih, mereka bersahabat kental.

"Oke yang mana dulu? Dari Gopal atau dari.. hah?! Kaito?" Laila kaget. Ia memang menyukai Kaito, tapi ternyata Kaito suka Lony.

"Kenapa kamu ngomong Kaitonya kayak gitu?" tanya Lony heran.

"Eng.. enggak kok." Laila berbohong.

"Ya udah kita baca dari Gopal dulu ya?" tawar Lony.

Setelah membaca surat Gopal, Lony dan Laila membaca surat Kaito

Lony,

I love you somuch. Maukah kau menjadi pasanganku? Kuharap kau mau Lony. Kuingin kau menjadi pasangan sejatiku. Sampai kita mati nanti. Semoga kamu mau menjawab'ya'.

Kaito

Laila sangat terpukul. Ia sangat sedih. Ia tak percaya pasangannya menyukai sahabatnya sendiri."Em, Lony, bolehkan aku ke kamar mandi sebentar?" Izin Laila.

"Oh, baiklah, aku jawab sendiri saja." Lony dan Laila berpish. Lony bingung, ia harus memilih yang mana. Kaito memang gagah. Tapi ia tidak begitu menyukai sikap Kaito yang keras kepala. Kalau Gopa, ia memang setia, tapi dia konyol, dan kekanak-kanakan.

Tapi Gopal mengingatkannya pada adiknya yang sudah meninggal satu tahun lalu. Lony kembali mengingat kejadian satu tahu lalu

#FLASHBACK#

Sore itu Lony bersama adiknya, Liz, sedang asyik bermain. Lony sangat mencintai adiknya yang baru berusia 4 tahun itu. Ohya, Liz itu laki-laki lho ya, jangan salah sangka.

Dan ternyata sore itu, adalah hari terakhir mereka bersama, ya, saat Liz mengambil balonnya yang terbang, entah bagaimana, tiba-tiba sebuah truk menabraknya, nyawanya tidak dapat terselamatkan.

Hati Lony saat itu sangat hancur. Ia kehilangan adiknya yang paling konyol itu. Dan saat bertemu Gopal, Lony merasa seperti Gopal adalah adiknya. Rasanya ia sedang bersama adik kesayangannya itu.

#FLASHBACK END#

"Hhh.. siapa yang harus kupilih?"

Chapter 4 selesai.. kapan-kapan Chie-chan lanjutkan lagi. BYE!