Apa Salahku ?

chapter 3

Selamat membaca!

Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto sensei

Pairing : SasuFemNaru, ItaFemKyuu, MinaKushi, FugaMiko, etc.

Rated : T

Genre : Romance, Hurt/Comfort, Family

Warning : OOC, gaje, alur cerita cepat, typo(s),gender switch, don't like don't read!

Info umur karakter :

- Naruto : 13 tahun

- Sasuke : 16 tahun

- Kyuubi : 16 tahun

- Itachi : 17 tahun

~0~0~0~

Minato dan Kushina berdiri di depan sebuah bangunan tua yang terlihat sudah tidak terawat. Kushina terbatuk-batuk menghirup debu yang menumpuk di tempat itu. "uhukk...uhukk...Minato apa kau yakin ini tempatnya?" ucap Kushina sambil mengibaskan tangannya.

"Ya aku sangat yakin ini tempatnya Kushina, aku masih ingat aku meninggalkan bayi itu di teras ini" jawab Minato.

"Bayi kita, Minato" sahut Kushina kesal. "Tempat ini sepertinya sudah tidak terpakai lagi Minato. Aku ingat nama panti asuhan itu adalah panti asuhan cinta kasih ibu tapi aku sudah tidak bisa membaca dengan jelas tulisannya" kata Kushina.

"Sudahlah kita coba saja ketuk pintunya"

Tokk...tokk...tokk...

"Permisi apa ada orang di dalam? tolong jawab aku, apa ada orang di dalam?" Minato terus mengetuk pintu panti itu namun tidak ada seorangpun yang membukakan pintunya. Seorang gadis remaja berusia sekitar 16 tahun tiba-tiba menghampiri mereka.

"Permisi om dan tante anda sedang mencari siapa?" tanya gadis itu.

Minato menghentikan ketukannya dan menatap gadis itu. "Om sedang mencari pemilik panti asuhan ini. Apa kau bisa memanggilkan pemilik panti ini?" jawab Minato. "Om ingin menjemput putri om yang om titipkan di sini sekitar 13 tahun yang lalu"

"Maafkan aku om, tapi sepertinya itu tidak mungkin om. Pemilik panti ini sudah lama meninggal, dan panti ini sudah di tutup sejak 14 tahun yang lalu" jawab gadis remaja itu.

Kushina bergetar hebat, lalu ia meraih bahu remaja itu. "Apa?! Tidak mungkin...tidak mungkin panti ini sudah di tutup sejak 14 tahun yang lalu? Aku menitipkan bayiku disini sekitar 13 tahun yang lalu. Lalu bagaimana dengan nasib putriku? Bagaimana keadaannya sekarang?" ujar Kushina sambil mengguncangkan bahu gadis itu.

Minato melepaskan tangan kushina pada bahu gadis itu. "Hentikan Kushina! gadis ini tidak tahu apapun tentang putri kita jadi hentikan sekarang juga!" perintah Minato. Lalu pria itu menarik tubuh istrinya dalam dekapannya.

Kushina menangis kencang dalam pelukan suaminya dan memukuli dada bidang suaminya. "Kau jahat Minato! hiks...hiks... Kau jahat! Bagaimana bisa kita meninggalkannya di panti asuhan yang sudah di tutup! hiks...hiks ..hiks... Lalu bagaimana dengan nasib putri kita?! ini semua salahmu! hiks...hiks... semua salahmu! aku membencimu! aku sangat membencimu! hiks...hiks...hiks..."

"Tolong maklumi istri om ya dik?! tapi apa kau tau mengenai bayi yang di tinggalkan di depan panti ini sekitar 13 tahun yang lalu?" tanya Minato.

Gadis itu mengernyitkan alisnya seperti sedang memikirkan sesuatu. "Mengenai itu, aku tidak tahu om karena saat itu aku masih kecil sekali om. Mungkin ibu saya tahu mengenai bayi itu"

"Kalau begitu apa boleh kami menemui ibumu nak?" kata Minato.

"Baiklah...mari ikut saya untuk menemui ibu saya dirumah"

.

.

.

Gadis remaja itu meletakkan tiga cangkir teh di atas meja dan membungkuk hormat. "Om, tante, silahkan tehnya di minum" ucap gadis itu.

"Aiko, tolong bisa tinggalkan kami disini sayang?" ujar seorang wanita paruh baya dengan surai berwarna coklat. "Sebaiknya kau mengerjakan prmu sekarang, sana pergi ke kamarmu ya sayang?!" tambahnya lagi.

"Baik bu. om!? tante!? Aiko permisi dulu. Aiko harap om dan tante dapat menemukan putri kalian secepatnya!" ujar gadis bernama Aiko itu. Kushina dan Minato mengangguk pelan dan tersenyum pada gadis itu.

"Baiklah langsung saja ke inti pembicaraan, apa yang membuat tuan dan nyonya Namikaze yang terhormat datang ke kediaman sederhana kami?"

Minato menghela nafas panjang. "sepertinya putri anda sedikit banyak sudah menceritakan maksud kedatangan kami, singkatnya saya ingin menanyakan tentang bayi yang di tinggalkan di depan panti itu sekitar 13 tahun yang lalu. Apa anda mengetahui keberadaan bayi itu?"

"Biar saya tebak, apa itu bayi kalian?" Minato dan Kushina terdiam tertunduk mendengarkan perkataan wanita itu. "13 tahun yang lalu ya? 13 tahun yang lalu... Ah,saya ingat! di tengah malam saya mendengar suara tangis bayi yang sangat keras sekali, sepertinya bayi itu lapar hingga menangis sangat keras sekali-"

"Lalu bagaimana nasib bayi itu nyonya?" potong Kushina cemas.

"Entahlah...saat itu sudah sangat larut malam dan putriku demam tinggi, jadi aku tidak mungkin meninggalkan putriku sendirian di rumah" jawab wanita itu dengan enteng.

Kushina langsung menarik lengan baju wanita itu. "Kenapa kau tidak menolongnya nyonya! Tega sekali anda membiarkan bayi itu terus menangis kelaparan! lalu bagaimana nasib bayi itu?!"

Wanita itu menarik kembali lengan bajunya sehingga tangan Kushina terlepas dari bajunya. "Lalu bagaimana dengan anda sendiri nyonya? apa bedanya aku dengan dirimu nyonya? bahkan kau lebih kejam dari diriku karena meninggalkan bayi itu di panti asuhan yang telah ditutup! Setelah demam putriku turun, aku menghampiri panti asuhan itu dan aku melihat seorang wanita cantik mengetuk pintu itu dengan keras. Aku pikir dia ibu dari bayi itu jadi aku menyarankannya untuk menitipkannya di panti asuhan yang lain di dekat sini. Tapi ternyata dia bukan ibu dari bayi itu, lalu wanita itu sepertinya membawa bayi itu bersamanya tapi sebelum dia pergi dia mengatakan namanya padaku"

"Siapa nama wanita itu nyonya?" tanya Minato.

"Kalau tidak salah namanya Shi-Shi eum...ah iya namanya Shion. Ya namanya Shion!"

"Hanya Shion? Apa dia tidak mengatakan marganya?" tanya Minato lagi. Wanita itu menggelengkan kepalanya. "Lalu bagaimana ciri-ciri wanita itu?"

"Wanita itu cantik, dia memiliki surai berwarna pirang pucat. Dia juga memiliki iris mata berwarna aquamarine. Maaf hanya itu yang bisa sampaikan!"

Minato meletakkan sebuah amplop berwarna coklat di atas meja lalu bangkit berdiri. "Terima kasih nyonya atas informasinya, kami pamit undur diri" tukas Minato sambil menggandeng tangan istrinya untuk keluar dari tempat itu.

"Tunggu tuan, barang anda ada yang tertinggal" kata wanita itu sambil memberikan kembali amplop yang di tinggalkan Minato.

"Tidak, ini buat nyonya atas informasi yang nyonya berikan pada kami. Saya harap anda juga merahasiakan hal ini dari siapapun" jawab Minato.

Wanita itu kembali mengembalikan amplop itu pada tangan Minato. "Tidak tuan, saya memberi informasi ini karena sudah seharusnya anda tau. Dan maaf jika saya ikut campur dalam hal ini, sebaiknya kalian tidak mencari anak itu. Anak itu sudah bahagia bersama wanita yang menyayanginya itu"

"Bagaimana kau bisa yakin kalau anakku akan bahagia bersama wanita itu? dan bagaimana bisa kau yakin kalau wanita itu menyayangi putriku?" tanya Kushina.

"Aku melihat pancaran kebahagiaan dari matanya saat menatap bayi itu. Aku melihat sentuhan kasih sayang wanita itu saat menggendong bayi kalian"

.

.

.

.

.

Apa Salahku?

.

.

.

.

.

Minato mengemudikan mobilnya lalu mengambil ponsel dari sakunya dan menghubungi seseorang. "Iruka?! Iruka kau bisa mendengarkanku?! Iruka tolong kau cari informasi mengenai wanita yang bernama Shion. Dia memiliki rambut berwarna pirang pucat dan iris matanya berwarna aquamarine, tolong kabari aku secepatnya!" Minato memutuskan sambungan teleponnya.

Kushina yang masih terdiam dalam tangisnya menatap sinis suaminya. "Kau benar-benar mencari wanita itu?"

"Aku akan melakukan apa saja untuk kesembuhan Kyuubi. Meski aku harus mencari jarum dalam tumpukan jerami, aku akan melakukannya Kushina!"

"Kau bisa melakukan apa saja untuk Kyuubi, tapi kenapa tidak untuk putri kecil kita?"

"Cukup Kushina! Aku sedang tidak ingin berdebat denganmu lagi!"

"Kau egois! Aku benci dirimu! pinggirkan mobilnya disini, aku ingin turun disini!"

"Di luar sedang hujan Kushina, kau akan kehujanan jika turun disini!"

"Aku tidak peduli! turunkan aku sekarang juga atau aku akan melompat dari dalam sini!"

Minato meminggirkan mobilnya, dan dengan gerakan cepat Kushina keluar dari dalam mobil dan berlari menerobos hujan. Selepas kepergian istrinya pria itu memukul keras setir mobilnya dan menangis. "Maafkan aku Kushina! maafkan aku!"

.

.

.

.

.

Apa Salahku?

.

.

.

.

.

Kushina jatuh bersimpuh sambil menangis di tengah hujan deras. Biarlah ia menangis kencang di tengah hujan deras ini. pikirnya. Ia masih merenungi kata-kata wanita yang tinggal di sebelah panti asuhan tempat ia meninggalkan bayinya di sana.

Jadi dia telah meninggalkan bayi mungilnya di tempat yang sudah tidak terpakai. Untung saja ada yang mengambil bayinya tapi hatinya masih resah, apa benar wanita yang bernama Shion itu akan menjaga dan merawat putrinya dengan baik?!

'Tuhan ijinkan aku memeluk putri kecilku sekarang. Aku benar-benar merindukannya' ucap Kushina dalam hati.

Tangisnya terhenti saat ia melihat seorang gadis cilik berjongkok di depannya sambil memayungi tubuhnya. "Bibi?! apa yang bibi lakukan disini? bibi bisa sakit jika terus hujan-hujanan seperti ini!"

Naruto mengusap airmata Kushina dengan ibu jarinya. "Bibi menangis?" tanya Naruto. Kemudian gadis itu langsung memeluk Kushina. "Bibi tau, setiap aku sedih ibuku selalu memelukku seperti ini dan setelah ibu memelukku, aku merasa lebih baik dan sedihku hilang seketika"

Kushina merasakan perasaan hangat saat gadis kecil itu memeluknya. Ia mengeratkan pelukannya pada gadis itu dan menangis hingga hatinya merasa lega. "Apa bibi sudah merasa lebih baik?"

"Ya terimakasih banyak nak. Kalau boleh bibi tau siapa namamu, nak?"

"Namaku Naruto" Gadis itu melirik jam tangannya sebentar. "Jam 2, maaf bi aku harus meninggalkan bibi sendirian di sini karena aku harus pergi sekarang! Payungnya untuk bibi saja! Sampai jumpa kembali bi!" ujar Naruto. Lalu gadis itu berjalan pergi dari tempat itu.

Kushina membulatkan matanya melihat gadis yang bernama Naruto itu berjalan dengan pincang. "Naruto?!" panggilnya

Naruto menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Kushina. "Ya bi, ada apa?" tanyanya. Naruto mengikuti arah pandang Kushina yang melihat kakinya. "Oh ini? aku sudah cacat sejak lahir bi! Ibuku selalu berkata padaku, meskipun aku cacat aku tidak boleh menyerah pada keadaan dan selalu berusaha semampu kita untuk melakukan apa yang kita bisa untuk orang lain. Aku permisi dulu ya bi" kata Naruto sebelum pergi.

~0~0~0~

Kushina mengernyitkan alisnya melihat tingkah putrinya yang berubah akhir-akhir ini, Ia melihat putrinya lebih ceria dari biasanya. "Waah...putri mama yang cantik ini sepertinya sedang bahagia! Kau juga sekarang lebih sering membawa dua kotak bekal, apa salah satu bekal itu untuk Sasuke, kyuu?!" tanya Kushina pada Kyuubi.

Muka gadis itu memerah mendengar perkataan ibunya. "Tidak ma! ini bukan untuk Sasuke!ini untuk teman baruku yang pernah aku ceritakan pada mama itu! Sudah ya ma, kyuubi pamit berangkat dulu!"

"Tunggu kyuu! apa kau sudah meminum obatmu?"

"Sudah ma!"

"Lalu apa kau juga sudah membawa obatmu ?"

"Sudah ma! jangan khawatir! ma, mungkin aku akan mengajak temanku menginap di sini besok sabtu. Mama tidak akan keberatan 'kan?" tanya Kyuubi.

"Tentu saja tidak sayang! mama malah senang bila temanmu mau menginap di sini!"

Kyuubi mengecup pipi Kushina. "Aku sayang mama!"

Kushina membalas kecupan putrinya. Ia mengecup kedua pipi dan kening Kyuubi. "Mama juga menyayangimu. Sudah sana, berangkat gih! nanti terlambat loh!" ucap Kushina pada Kyuubi. Selepas kepergian putrinya, Kushina teringat dengan gadis yang tidak sengaja di temuinya sekitar sebulan yang lalu. Gadis yang bernama Naruto itu selalu memenuhi pikirannya. Dia selalu memikirkan saat gadis itu memeluknya, dia merasakan ada yang berdesir dalam dadanya saat gadis itu memeluknya.

"Mungkinkah dia putriku?" pikirnya.

Kushina langsung menggelengkan kepalanya pelan dan kembali mengiris sayuran. Lagi-lagi pemikiran itu kembali menghampirinya. "Mungkin karena dia cacat sama seperti putriku jadi aku melihatnya sebagai putriku" gumam Kushina pelan.

.

.

.

.

.

TBC

.

.

Selamat malam semuanya...

Thx bgt bwt semuanya yang udang ngedukung etha dengan fav, foll, atau review ff ini.

Sepertinya seminggu kdpn etha gk bs up ff apapun.

Jadi maaf yaa...

Oh iya terimakasih bwt kalian yg mau review ff etha, cm etha harap reviewnya yang sopan yah :D

Etha bakal nampung semua masukan kalian, selama review kalian masih di batas normal. Jujur aja etha agak sdikit kcewa nih, abis dpt review yg agak gk enak sih di ff Only you dan biasanya mrka gk pke akun asli mreka.

Hmm...etha jg mau umumin, ff ini jg etha share di wattpad

Akunnya tetep ethatata.

Balasan review :

#Habibah794 : Iyee...Itachinya cm iklan doang. Ntr ada saatnya dia nongol agak lamaan kok tp tetep lebih sering adeknya sih #garuk-garuk kepala.

Yosh...ini sdh di lanjut. Happy reading and thanks for review.

#OhadL : ini sdh next :) Happy reading and thanks for review.

#Namikazeotorie : Iya Naru nya lompat kelas (akselerasi) jadi dia sekelas sama Sasuke dan Kyuubi. Nah kalo Itachi, dia satu tahun di atas Sasuke. Happy reading and thanks for review. :)

#Imu-chan Otsutsuki : terharu? Duh aku nya jadi terharu jg baca review km :D ini sdh lanjut :) Happy reading and thanks for review.

#Nusantaraadip : ini sdh lanjut :) Happy reading and thanks for review.

Gk henti-hentinya Etha ucapin

Makasih dan jangan lupa review-nya ya ^•^

Jejak kalian penyemangat bagi author utk melanjutkan tulisannya.