Hamdi dan tiga Mesum
Story:High School DxD
Charakter: M Rofi'ie Hamdi,. {Hyoudou Issei,. Rias,. Akeno},. Matsuda,. Motohama.
Genre: Petualangan Gaje, kadang Action, kadang Humor, kadang Romance, unsur Echi di kurangi secara drastis hingga hanya muncul beberapa kali saja
Episode 3
Minta saran Pair untuk Muhammad Rofi'ie Hamdi sang tokoh Utama, kalau boleh dari Parksi Manusia, atau Manusia yang belum jadi Iblis:
A: Asia Argento
B: Xenovia
C: Murayama
D:Irina
E: Berikan karakter yang kalian inginkan terserah dari anime mana, atau mungkin OC
"Ara bukankah kita barus saja berkenalan sebelumnya?" tanya Hamdi sambil menatap sinis Yuuma.
"Ka kau!"
"Hamdi-san"
Hamdi memegang Mandau dengan tangan kanannya lalu di arahkan ke arah Yuma.
"Pakai baju dengan benar Bicthi!" seru Hamdi dengan kalimat kotor yang di arahkan pada Yuma, terlihat wajah Yuma memerah karena maraha, kepalanya mengeluarkan asap.
"Berani sekali kau menghinaku Ninggen!" teriak Yuuma lalu menciptakan tombak cahaya dengan ukuran yang lebih besar dari tadi.
Hamdi menggenggam erat mandau yang ada di tangan kanannya lalu mundur ke belakang dan berjongkok.
"Issei sebaiknya kau tidur saja" ucap Hamdi lalu dengan cepat Hamdi memukul tengkok Issei dengan sangat kuat {Duag!}
"Ugh" Issei pun pingsan, ketika Issei sudah pingsan Hamdi pun beraksi dengan erlari ke arah Yuuma.
Yuma yang melihat hal itu tidak tinggal diam ia langsung menciptakan tombak cahaya yanglangsung lemparkan ke arah Hamdi.
"Audzubillah himinasyaitonirrajim Allah Hu Akbar!" seru Hamdi dengan keyakinan tinggi, sambil menebaskan Mandaunya ke arah tobak cahaya yang meluncur ke arahnya, yah meskipun Malaikat jatuh tidak terpengaruh, namun sihir jahat yang ia lempar ke arah Hamdi tiba tiba melemah dan hancur dalam satu tebasan {Trank}
"Apa!" kaget Yuuma melihat tombak cahayanya hancur.
'Rupannya begitu, mahluk apapun mereka jika kekuatan yang mereka gunakan adalah sihir maka atas izin atau dengan izin dari Allah maka malaikat pelindung yang melindungiku akan menghilangkan sihir jahat mereka, itu artinya selama aku masih dalam perlindungannya sihir macam apapun tak akan ada yang bisa melukaiku, terimakasih ya Allah karena masih mau menyelamatkan hambamu yang lalai ini' batin Hamdi berucap lalu kembali maju, Hamdi tidak ingin teriak teriak dalam pertarungan karena itu hanya membuang buang nafas saja dan akhirnya kelelahan.
"Cih Hyaaaaa!" teriak Yuuma sambil membawa tombak cahaya dan mencoba untuk menusukannya ke arah perut Hamdi, namun berkat data digital tubuhnya sudah di otak atik ia pun sudah bukan manusia biasa lagi, melainkan seorang pendekar pedang dan senapan karena ia memilih kemampuan Oda Nobunaga {Trank} Hamdi menduk dan merubah arah tusukan itu dengan mandau di tangannya hingga tombak melewati kepalanya.
"Allah hu Akbar!" seru Hamdi lagi lalu dengan kecepatan yang cukup tinggi Hamdi menggerakan mandaunya yang dipegang di tangan kanan melakukan gerakan menebas secara Horizontal dan arah tebasan menuju perut, Yuuma yang melihat hal itu tidak tinggal diam ia melompat mundur sambil menangis tebasan mandau(Pedangnya orang Kalimatan) dengan tombak cahayanya dan ia kembali terkejut saat tombaknya langsung hancur ketika bersentuhan dengan pedang Hamdi {Trank!} {Sret} {tap tap}
"Huh hebat juga dia bisa menghindari tebasan tadi" gumam Hamdi sambil menatap ke arah Yuma yang menatapnya dengan pandangan kesal, terlihat ia menutupi perutnya yang berdarah karena terkena tebaasan yang sangat telak.
"Be beraninya kau melukaiku!" teriak Yuuma lalu ia menciptakan tombak cahaya yang lebih besar dari sebelumnya, Hamdi tau tombak cahaya yang diciptakan adalah tombak cahaya yang bisa meledak.
"Al-Khaafidh!" seru Hamdi meneriakan salah satu nama Allah sambil melemparkan mandaunya(Pedangnya orang kalimatan) ke arah Yuma, Mandau itu pun terlempar dengan ke adaan berputar secara vertikal ke arah Yuuma {Kraaank!} tombak cahaya Yuuma hancur untuk ke sekian kalinya, sihirnya seolah tak berarti di hadapan Hamdi, mandau Hamdi pun menancap di kolam air mancur dibelakang {Srak} sedangkan Yuuma masih larut dalam keterkejutannya.
"Dia menghancurkan tombak cahaya terkuatku" namun setelah mengucapkan hal itu ia harus kembali kaget ketika melihat Hamdi berlari dan melompat lalu melakukan gerakan tendangan ke arahnya, "Tak akan aku biarkan!" seru Yuuma sambil menciptakan lingkaran sihir untuk menahan serangan Hamdi.
"Hyaaaa!" {deng} tendangan Hamdi berhasil di tahan.
"Heh ternyata kehebatan itu hanya ada dipedangmu, matilah" ucap Yuuma mengarahkan tombak cahaya ke arah Hamdi {Srak!} tombak cahaya Yuuma menancap di tanah, karena Hamdi berhasil menghindar.
"Ya Allah sekarang aku hanya bisa berharap pada pertolonganmu" gumam Hamdi.
"Audzubillah himinasyaitonirrazim Bismillaahi rahmaani rahiim" lalu setelah itu Hamdi berlari dengan cepat dan tanpa membawa senjata apapun ke arah Yuuma, Yuuma yang melihat hal itu hanya tersenyum dan mencabut tombak cahayanya dari tanah dan langsung melemparkannya ke arah Hamdi.
Namun atas ijin dari Allah Subhanahu wa Ta'ala Hamdi dapat melihat kecepatan tombak cahaya itu dan akhirnya Hamdi pun menghindarinya dengan muda dengan sedikit memutar tubuhnya ke samping dan saat tombak cahaya itu melewati tubuhnya, dengan cepat Hamdi memegang tombak cahaya itu, dan atas Ijin Allah pula tombak cahaya itu dapat di pegang oleh Hamdi.
"Aku bisa menyentuh sihir, huh kelihatannya seperti mimpi, ah yasudah, lebih baik aku maju" gumam Hamdi, "Qul a'uuzdzu birabbin naas, malikin naas ilaahin naas, min syarril waswaasil khannaas Alladzii yuwawisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas" doa Hamdi lalu maju dengan kecepatan yang lebih tinggi.
"Dia bagaimana mungkin" gumam Yuuma, akhirnya Yuuma benar benar marah dan memunculkan tombak cahaya baru dan melemparkannya ke arah Hamdi dan atas ijin Allah kembali Hamdi mampu menangkis serangan itu dengan tombak cahaya yang ada ditangannya, Yuuma kaget melihat hal itu, Hamdi pun melanjutkan Larinya.
Yuuma yang melihat Hamdi tidak berhenti mengincar dirinya sekali lagi menciptakan tombak cahaya, kali ini dengan energy sihir yang terfokuskan, tanpa Hamdi ataupu Yuuma sadari sebuah lingkaran sihir muncul disamping Issei dan munculah gadis berdada besar dengan rambut merah nya bermata hijau emerlad, namanya Rias Gremory, gadis iblis berambut merah itu melihat pertarungan manusia dengan malaikat jatuh jadi sedikit tertarik terutama pada manusia yang melawan malaikat jatuh itu, ia pun bersembunyi dari balik rerumputan.
"Allah hu Akbaaar!" teriak Hamdi sambil melempar tombak cahaya yang ada ditangannya ke arah Yuuma, Yuuma yang melihat hal itu tidak tinggal diam, ia berusaha menangkisnya dan akhirnya kedua tombak cahaya beradu dan hancur satu sama lain {trank}
'Mustahil dia hanya manusia, bagaimana dia bisa mengimbangi pertarungan denganku' batin Yuuma mulai kesulitan menghadapi Hamdi, yang tanpa ia sadari sama sekali kalau ternyata Hamdi sudah berada dihadapannya.
Hamdi dengan cepat mengarahkan sebuah tinju ke arah Raynare atau Yuuma, namun Yuma yang tidak mau kalah langsung mengarahkan tendangannya ke arah Hamdi, namun Hamdi dengan cepat menghindar dengan menggerakkan tubuhnya sedikit ke samping, lalu melancarkan serangan berupa tendangan memutar, tendangan itu sangat cepat dan langsung mengenai wajah Raynare{Dub!}, tumit Hamdi menghantam wajah Yuma dengan keras dan menyebabkan Yuma terlempar beberapa centimeter ke belakang, wajahnya mengalami luka lebam dan membiru akibat tendangan keras tadi.
"Guah!, cih auch!" erang kesakitan Yuuma ketika menyentuh wajahnya yang mengalami luka lebam, ia pun menatap ke arah Hamdi, yang telah mengambil senjata miliknya yang terlempar yaitu Mandau, lalu berlari ke arah Yuuma dengan membawa Mandau di tangan kirinya, ia bersiap untuk menyerang Yuuma, Yuuma pun melempar tombak cahaya miliknyan yang berukuran besar, Hamdi yang melihat tombak cahaya yang besar dan bergerak cepat itu membuat Hamdi Reflek untuk menghindar dengan cara melompat ke belakang dan tombak cahaya itu pun meleset dari target dan menancap ditanah, tapi {Duaaar!} tombak cahaya itu seketika meledak Hamdi pun terlempar karena ledakan dari bom tombak cahaya, milik Yuuma, lalu Hamdi pun terhempas di kolam hias yang ada air mancurnya lalu pingsan karena punggungnya terbentur sangat keras.
"Ugh, Allah hu akbar" itulah gumaman Hamdi saat terakhir lalu ia pun pingsan, beruntung ia pingsan diluar kolam karena ketika membentur pancuran kolam pancuran itu hancur dan Hamdi tembus keluar kolam, Hamdi tergeletak pingsan dengan Mandau yang masih melekat di tangan kirinya, Yuuma pun pergi dan melupakan tentang Hamdi lalu ketika sudah dekat dengan Issei, Issei pun dibunuh olehnya, lalu akhirnya pergi.
Rias yang tadi bersembunyi di balik semak belukar akhirnya keluar dari persembunyiaannya, lalu menggunakan delapan bidak Pawn untuk membangkitkan Issei lalu ia mencari keberadaan Hamdi yang harusnya berada dibalik kolam hias, karena ia juga tertarik akan kemampuan Hamdi, namun niatnya terhenti ketika ada yang memanggilnya.
"Bouchou kau sedang apa?" tanya seseorang dari belakang.
"Akeno!" kaget Rias ketika menatap ke arah belakang, ternyata ratunya sendiri yang mengagetkan dirinya.
"Maaf Bochou, tapi bukankah seharusnya anda mengantar Issei pulang" ucap Akeno mengingatkan Rias, Rias pun melupakan niatnya untuk memeriksa Hamdi dan akhirnya mengantar Issei untuk pulang dan Akeno pun ikut menghilang bersama Rias.
Beberpa jam kemudian.
Hamdi pun terbangun dari pingsannya, punggungnya terasa sakit dadanya terasa sesak ketika itu, itu disebabkan benturan keras dipunggungnya, ia menatap ke arah dimana Issei harusnya berada, yang ia lihat hanya ada bercak darah, Hamdi pun tau, hasilnya kalau Issei sudah menjadi iblis, itu disebabkan karena ia gagal menyelamatkan Issei, namun, Hamdi tidak menyesal, baginya yang sudah terjadi biarkanlah terjadi, Hamdi memang berbeda dengan lelaki pada umumnya, ia sedikit tidak normal, Hamdi bukanlah orang yang mudah menyesal, percaya atau tidak dia memang seperti itu, selalu santai menghadapi sesuatu, namun ia juga bisa emosi kalau terus diganggu.
"Aku gagal ceritanya pun tidak terlalu banyak berubah, Issei tetap menjadi iblis, sialan, aku harus pulang sekarang, aduh sakit sekali" ungkap Hamdi lalu berjalan pelan menuju rumahnya, ia juga menyarungkan dan menyembunyikan Mandau miliknya agar tidak disita oleh polisi setempat.
Di rumah kemudian.
Sesampainya di rumah Hamdi langsung berjalan dengan lesu dan membaringkan tubuhnya di tilam, Hamdi mencoba menghangatkan dirinya dengan selimut, meski tubuhnya sakit sakitan ia lebih memilih menghilangkan rasa dingin ditubuhnya daripada menghilangkan rasa sakitnya.
"Kalau saja aku tidak lengah pasti aku bisa menang dan menyelamatkan takdir Issei, tapi ya sudahlah apa boleh buat hal ini telah terjadi, aku tak bisa berbuat apa apa" gumam Hamdi lagi, Hamdi pun tidur menunggu hari esok.
Ke esokan harinya.
Hamdi pun terbangun ia mulai membersihkan muka membasahi rambutnya tangan dan kaki lalu mulai mengganti seragam, yah hari ini ia malas mandi karena cuacanya yang sangat dingin, yah ini jepang bukan indonesia jadi suasananya agak beda, lalu Hamdi mulai memasak, dimulai dari menanak nasi menggunakan Rice cooker dan berikutnya ia menggunakan kompor gas untuk memasak sayur mayurnya, dengan cepat Hamdi menumis kacang panjang dan sayur sayuran hijau lain bersama dengan potongan tahu, lalu setelah matang ia pun memasukannya kedalam kotak bekal dan juga mangkok, itu untuk sarapan, {Orang kampung itu sarapan sama aja dengan makan, jadi kagak ada makan pagi hanya dengan kue dan susu, melainkan makanan lengkap berupa nasi dan lauk pauknya.
Setelah nasi matang Hamdi memasukannya kedalam kotak bekal dan piring, ia pun makan, tak tanggung tanggung, Hamdi makan sebanyak 3 kali nambah di pagi hari, setelah selesai sarapan Hamdi dengan cepat pergi menuju sekolahnya diperjalanan Hamdi kembali bertemu dengan Matsuda dan Motohama.
"Matsuda, Motohama!" seru Hamdi dari belakang, Matsuda dan Motohama langsung menatap kebelakang dan membalas sapaan dari Hamdi.
"Ah Hamdi-san, Ohayou!" sapa mereka.
"Ohayou, kalian lagi lagi jalan bareng, oh iya kenapa Issei tidak kelihatan lagi?" tanya Hamdi.
"Kamu kenapa setiap ketemu kami selalu bertanya tentang Issei apa jangan jangan, kamu ngebet sama dia?" tanya mereka pada Hamdi mencoba meledeknya.
"Enggak, aku cuman mau ngajak kalian bertiga untuk nonton siksa kubur lagi" jawab Hamdi pada dua orang mesum disampingnya.
{Dooooong!} pikiran kedua orang itu langsung blank mendengar jawaban Hamdi, mereka benar benar trauma mendengar cerita siksa kubur yang pernah Hamdi perlihatkan pada mereka dan sekarang mereka berdua disuruh nonton lagi, enggak mungkin mau lah.
"Ah, soal video itu bisakah hanya Issei saja yang nonton?" tanya mereka pada Hamdi.
Hamdi pun langsung memasang tampang horor, kedua orang mesum itu kaget dengan keringat dingin diseluruh tubuh mereka.
"Tidak bisa begitu, kalian telah berani menuduhku menjadi seorang Yaoi, maka dari itu aku rasa kalian perlu perbaikan mental untuk menonton siksa kubur tentang orang yang sering menebar fitnah" ungkap Hamdi dengan mata memercing.
"Huaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, Hamdi-san kami benar benar minta maaf" seru mereka sambil melakukan Togeza atau sujud, Hamdi pun tersenyum mendengarnya ia tidak ingin melihat teman temannya melakukan Togeza seperti itu ia pun menghentikan dua orang mesum itu.
"Sudah sudah, kalian tidak perlu seperti itu, aku hanya bercanda kok cepat bangun nanti kita terlambat" ungkap Hamdi lalu Hamdi pun melanjutkan perjalanannya.
"Benarkah?" tanya Matsuda, Hamdi hanya mengangguk.
"Baguslah kalau begitu kita tak perlu melihat video horor itu lagi" ucap Motohama kegirangan.
"Tapi aku punya hadiah untuk kalian" ucap Hamdi.
"Apa itu?" tanya Matsuda dan Motohama.
"Nih Manga yang aku dapat di kamarku, ceritanya seruloh" ucap Hamdi dengan tampang datar supaya dua mesum itu tidak curiga, oh iya sampulnya Hamdi lapis dengan kertas kado jadi mereka tidak tau apa judulnya.
Sesampainya disekolah.
Hamdi dan ketiga temannya, Matsuda, Motohama dan Issei pun sampai tepat waktu lalu mulai belajar dikelas.
Waktu istirahat kemudian.
Issei menceritakan tentang pacarnya, tentang ia pernah memperkenalkan pacarnya pada mereka, Matsuda dan Motohama lupa sedangkan Hamdi pura pura lupa dan memilih pergi ke atap sekolah untuk memakan bekalnya.
"Ne Issei dari pada kau mengatakan hal yang tidak tidak bagaimana kalau kita bertiga membaca Manga pemberian Hamdi-san katanya ceritanya seru" ucap Matsuda dan Motohama mencoba menghilangkan rasa galau Issei.
"Ah baiklah, tapi apa judulnya?" tanya Issei.
"Entahlah kami tidak tau" jawab mereka.
Setelah mereka bertiga membukanya ternyata isi komik atau manga yang mereka baca adalah isi dari perjalanan Nabi Muhammad ke Isra Miraj, awalnya sih bagus mengisahkan tentang kehidupan disurga Al Jannah dan yang lain, namun ketika di halaman tertentu terlihat gambar gambar penyiksaan yang luar biasa yang merupakan bagian siksa Neraka bagi orang orang yang kafir dan juga apa yah lupa oh iya berdosa.
Pada saat membaca halaman itu Issei, Matsuda dan Motohama langsung pucat, apalagi ketika mereka membaca penjelasan tentang isi dari manga itu, muka mereka berkeringat dingin membayangkan kalau mereka akan masuk neraka nanti, bukan hanya pukulan bokong yang mereka terima, melainkan bokong mereka ditusuk dengan besi panas dan lain sebagainya, mimpi buruknya bukan hanya soal siksaannya yang tidak manusiawi, tapi hasilnya adalah setelah tubuh orang yang disiksa itu hancur, atau rusak bukannya mati malah hidup lagi jadi siksaannya akan terus berlanjut tanpa henti.
Sontak mereka bertiga ketakutan dan membuang manganya ke tempat sampah dan berteriak mengutuk Hamdi yang telah menjebak mereka.
"Apanya yang bagus, manga itu sangat buruk sekali!" teriak Issei.
"Onore Hamdi-san kau jahat sekali!" teriak Matsuda.
"Tak bisa dimaafkan terkutuk kau Hamdi-san!" seru Issei sekali lagi.
"Terkutuk kau Hamdi koso yaro!" tambah setuju Motohama.
Tak lama kemudian Rias pun muncul hadapan mereka bertiga dan lewat banyak orang menatap kagum Rias terutama Issei, Matsuda dan Motohama.
Ke atap sekolah kemudian.
Hamdi yang sudah mengucapkan do'a makan pun langsung menyantap makanannya dengan lahap, meski hanya berisi sayuran dan tahu, Hamdi tidak mengeluh, karena jujur saja, ia sangat suka makan tahu dan tempe. Tak lama setelah Hamdi selesai makan dan mengucapkan do'a setelah makan, muncul gadis berambut hitam dengan kacamata dan dada tepos itu menghampiri Hamdi siapa lagi kalau bukan Sona Sitri.
"Rofi'ie-san" panggil Sona.
"Ada apa Sitri-san?" tanya Hamdi menyahut panggilan dari gadis klan Sitri itu.
"Aku ingin mendengar kelanjutan dari kemarin yang tak sempat kau sampaikan" jawab Sitri.
"Kemarin masalah apa yah?" tanya Hamdi pada Sona, ia benar benar lupa akan hal ini.
"Itu masalah mahluk supranatural di agama milikmu" jawab Sona, Hamdi pun berusaha untuk mengingat ingat apa yang pernah ia sampaikan pada Sona masalah mahluk supranatural.
"Oh masalah Jin dan Setan itu yah?" tanya Hamdi untuk memastikan dan Sona pun mengangguk, "Jadi yang mana ingin kamu tau lebih dahulu, Jin atau Setan?" tanya Hamdi pada Sona pada saat itu.
"Bagaimana kalau dimulai dari Jin saja" ucap Sona pada Hamdi.
Hamdi hanya diam dan kembali mengingat ingat, soalnya ia lupa membawa Smartphone miliknya.
"Haaah, aku akan jawab tapi karena aku sedang tidak membawa buku milikku jadi aku hanya bisa menjawab seadanya saja, atau seingat ingat diriku saja" ucap Hamdi sambil berpikir sedikit.
"Tak apa jawablah" ucap Sona.
"So, Jin itu sebenarnya terbagi beberapa jenis yang pertama Al-Jan hampir sama saja seperti manusia, ada yang kafir ada juga yang muslim, hanya saja dia mahluk gaib, hingga tidak bisa dilihat oleh manusia, jin juga ada pria dan wanitanya"
"Lalu berikutnya Al-Ifirit, Jin yang membantu manusia, ini juga terbagi dua Ifrit Kafir dan Ifrit muslim, jin ini membantu manusia dalam menjalankan hal hal mistis, manusia bisa memasukan jin jenis ini kedalam sebuah benda atau menghadamkannya itu kalau dalam bahasa kami, jika jin ini di kirim oleh orang orang kafir seperti dukun hal ini bisa berbahaya, karena jin Ifrit memiliki kekuatan jahat yang bisa mempengaruhi sekitarnya, ia bisa membuat manusia jatuh sakit namun karena itu berasal dari kekuatan Gaib dokter tak akan bisa menolong, ini disebut kekuatan santet, jin ifrit juga bisa membantu manusia untuk mendapatkan seorang pasangan secara paksa, ini disebut pelet" tambah Hamdi.
"Pelet, apa maksudnya mendapatkan pasangan secara paksa?" tanya Sona pada Hamdi.
"Ini adalah suatu hal yang menentang kaudrat tuhan, dimana seseorang berusaha mendapatkan pasangan dengan cara sihir, tuhan selama ini hanya mengijinkan kita saling jatuh cinta namun dengan cara yang tepat dan juga sehat, jika main pelet ini adalah cinta yang tanpa cinta, bisa dikatakan misalnya aku suka kepadamu tapi kamunya tidak suka, lalu aku minta bantuan dukun dan akhirnya kamu yang tanpa perlindungan tuhan akan terkena sihir jampi jampi dari dukun itu dan kamu pun langsung mengejar ngejar cintaku kemana mana, namun sayangnya itu bukanlah perasaanmu yang sebenarnya, kau mengerti" jawab Hamdi menjelaskan sedetail mungkin, Hamdi sebenarnya tidak terlalu pandai menjelaskan namun karena Sona orangnya cerdas jadi dia langsung mengerti akan penjelasan dari Muhammad Rofi'ie Hamdi, yang sedang dalam masa pertaubatannya.
"Selain Ifrit apa masih ada lagi jenis jin yang kau ingat?" tanya Sona pada Hamdi, Hamdi pun mulai berpikir mencoba mengingat nama jin yang ada selain Al-Ifrit.
"Hm Al-A'Mir Adalah Jin yang sangat jail, dia adalah jin yang bertanggung jawab atas terjadinya sesuatu yang tak bisa dijelaskan seperti kran terbuka sendiri, ada suara yang tanpa sumber, lalu benda benda yang bisa bergerak sendiri tanpa ada yang bisa menjelaskan penyebabnya, sehingga orang orang ketakutan, dan percaya akan adanya hantu" jawab Hamdi, Sona hanya mengangguk mendengar penjelasan Hamdi tanda tak ada yang ia pertanyakan tentang bagian ini.
"Lalu apa lagi?" tanya Sona ia semakin penasaran.
"Al-Arwah Jin jenis ini biasanya adalah Jin yang senang menyerupai orang yang sudah mati dan menampakan diri dihadapan manusia, Jin jenis inilah yang paling sering di jumpai manusia dan dikatakan sebagai hantu atau roh gentayangan yang jahat atau roh yang tak tenang karena dendam dan sebagainya, padahal jiwa orang yang sudah mati itu pasti dikekang oleh oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala di alam kubur untuk di tanyai oleh malaikat Munkar dan Nankir huf" jawab Hamdi lagi.
"Jadi Hantu itu sebenarnya adalah Jin?" tanya Sona.
"Em, menurutku, manusia yang sudah mati, jiwanya pasti sudah tenang atau tersiksa di alam kubur, saat manusia memasuki alam kubur ia tidak akan bisa lari kemana mana" tambah Hamdi lagi.
"Rofi'ie-san aku baru ingat, kamu belum memberitahukan apa saja nama nama malaikat yang ada dalam agama milikmu, kalau boleh bisa kau beritahu aku" pinta Sona pada Hamdi.
"Itu bisa saja Sitri-san, tapi kenapa kau ingin tau tentang Agama yang aku anut apa kau tidak puas dengan agama milikmu?" tanya Hamdi.
"Aku hanya sedikit tertarik dan ingin mempelajari tentang agama milikmu saja" jawab Sona dengan nada datarnya ia menatap ke arah Hamdi, Hamdi yang melihat wajah Sona yang menatapnya dengan ekspresi datar lansgung kaget lalu sedikit mengalihkan pandangan.
"Astaghfhirullah hal azim!" gumam pelan Hamdi, ia merasa kalau ia perlu istighfar karena saat melihat wajah Sona yang terlalu dekat dengannya ia merasa jantungnya bedetak kencang, dengan catatan: ini bukan cinta tapi perasaan, yang dirasakan seseorang ketika berhadapan dengan idolanya dalam sebuah filim, atau dalam kamus bahasa Otaku ini disebut Waifu.
Lagi lagi Sona sedikit kesakitan dan sedikit secara tidak sadar mengambil jarak dari Hamdi agar tidak merasakan sakit lagi.
'Heeeeeh, padahal dia itu Iblis dari dunia ini, kenapa sampai begitu ngotot belajar tentang islam, baru dengan Istighfar saja sudah kesakitan apalagi surah Al-Baqarah yang sampai ratusan ayat itu, bisa mati kepanasan dia' batin Hamdi swedrop melihat Sona menutup telinganya sambil berjalan mundur.
"Woaaa!"
Lalu karena tersandung atau apa Sona pun kehilangan keseimbangan dan akhirnya jatuh, namun sebelum Sona terjatuh secara reflek Hamdi menyelamatkan Sona dengan menahan punggung Sona menggunakan tangannya, sebenarnya ia tidak mau melakukannya, namun ia akan dianggap banci jika tidak menyelamatkan seorang wanita yang terjatuh dihadapannya, apalagi itukan Waifu idamannya, hanya saja dia iblis, hal itu membuat Hamdi ragu untuk menembaknya menjadi pacarnya, ia pun berusaha melupakan Sona dan mengalihkan diri pada manusia yang masih manusia dalam dunia DxD, namun kelihatannya untuk mendapatkan gadis yang bukan main char itu kelihatannya agak susah, karena sifat mereka yang tidak bisa ditebak, hal itu penyebabnya karena mereka tidak terlalu banyak di sorot dalam kamera sehingga peran mereka atau sifat mereka sangat sedikit untuk diketahui.
{Tap}
"Kau tak apa apakan, Sitri-san?" tanya Hamdi pada Sona, wajah Sona pun sedikit menampakan semburat malunya dan ia kembali berdiri tegap untuk mengembalikan keseimbangannya ia pun mencoba untuk tenang.
"Em terimakasih Rofi'ie-san" ucap Sona berterimakasih pada Hamdi, ia tidak menyangka kalau ia sampai berhutang budi kepada seorang manusia.
"Em, tak apa, oh iya Sitri-san, tadi kau bilang kau ingin tau nama malaikat yang ada dalam agama milikku kan?" tanya Hamdi.
"Yah itu kalau kau tidak keberatan untuk memberitahukan hal itu" sahut Sona pada Hamdi.
"Aku sama sekali tidak keberatan, baiklah, dalam agama kami sebenarnya ada banyak malaikat, namun yang perlu di kenal hanya sepuluh jenis Malaikat saja, kenapa aku pakai jenis bukan nama, karena Malaikat tidak diberi nama berdasarkan individu melainkan kelompok" ucap Hamdi, Sona pun hanya mengangguk ia sedikit paham, karena, Malaikat jumblahnya pasti sangat banyak.
"Kalau begitu katakan apa saja nama nama mereka" ucap Sona tak sabar.
"Baiklah Baiklah kau ini dasar tidak sabaran, haaah, Subhanallah" lagi lagi Hamdi mengucapkan kalimat Allah yang membuat Sona kesakitan telinga dan juga sedikit kepanasan.
"Echt!" ringis Sona dengan nada pelan.
"Pertama adalah Mikail, dia adalah Malaikat yang mengatur Rezeki kepada seluruh mahluk yang ada didunia, Rezeki yang diberikan berupa hujan, kesuburan tanaman dan lain sebagainya termasuk dimudahkannya pekerjaan itu merupakaan bantuan dari Mikail atas ijin dari Allah Subhanahu wa Ta'ala" ucap Hamdi sedikit memperkenalkan nama Malaikat yang ada di dalam Alqur'an serta menjelaskan tugas yang dikerjakannya.
"Oh jadi Mikail adalah Malaikat yang memberika Rezeki pada semua mahluk itu yang ada dalam ajaranmu yah, di injil juga ada Mikail loh tapi tulisannya Michael, ia adalah seorang malaikat tertinggi penguasa surga yang bertanggung jawab atas semua kehidupan yang ada di sana" ucap Sona.
"Ahahahaha, nama boleh sama tapi kalau agamanya beda jadi tugasnya juga beda hem" gumam Hamdi.
"Yah kau benar, sekarang Malaikat apa lagi yang ada?" tanya Sona semakin penasaran,
"Him Jibril" tambah Hamdi.
"Jibril?"
"Yah Malaikat yang membawa pesan tuhan dan menyampaikannya pada orang orang terpilih seperti Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wasallam, selain Muhammad, ada juga Nabi Isya Alaihi wa Salam yang mungkin di injil dikenal dengan sebutan Jesus" jawab Hamdi, karena pembahasan tentang Malaikat terasa makin menarik Sona pun melanjutkan pembahasannya.
"Contoh pesan yang disampaikan oleh Jibril itu apa?" tanya Sona pada Hamdi.
"Salah satu pesannya yah, eeeem coba aku ingat ingat" gumam Hamdi mencoba mengingat Hadist yang ada, namun namanya Hamdi ini cuma mukmin yang awam jadi hapalan Hadistnya sangat sedikit.
{Kririririririring!}
"Wah maaf kelihatannya sudah masuk kelas, sudah dulu yah" gumam Hamdi memecah keheningan, sedangkan Sona malah berdecih kesal karena disaat saat penting ia harus rela kehilangan informasi karena sesuatu, seperti waktu yang tak mendukung dan lain sebagainya.
Setelah pulang sekolah kemudian.
Hamdi pun pulang bersama dengan Matsuda, Motohama dan Issei, namun dipersimpangan Hamdi harus berpisah dengan mereka karena panggilan kerja sebagai pelayan Maid and Buttler Cafe, Hamdi sebenarnya tau kalau Issei akan kembali berada dalam bahaya, namun ia sudah tidak peduli kenapa karena Issei sudah bukan manusia dan ia merupakan anggota Iblis klan Gremory sehingga itu bukanlah tanggung jawabnya lagi, ia hanya ingin menyelamatkan manusia bukan Iblis dan mahluk lain, lagi pula terlalu ikut campur hanya akan membuat cerita menjadi kacau.
Hamdi menjalankan tugasnya sebagai Buttler dengan baik, Leviathan yang merupakan bos dari Hamdi hanya bisa tersenyum melihat kinerja Hamdi yang penuh semangat, meski terkadang Hamdi selalu ambil waktu istirahat untuk menjalankan ibadahnya yang lima kali sehari itu.
Kadang Hamdi pun juga lalai dalam Sholat wajar itu karena ia bukan alim ulama yang selalu taat, Hamdi hanyalah manusia biasa, ia hanya seorang ISLAM dari KTP yang sedang dalam masa perbaikan jati diri, sekarang Hamdi ingin menjadi muslim sejati meski pun sedikit terlambat untuk mendapatkan ilmu, namun Hamdi tidak akan menyerah sehingga ia bisa sedikit mendapatkan Ilmu melalui internet yang terhubung dengan dunia miliknya.
Sepulang kerja kemudian.
Hamdi pun pulang dari kerja ia terlihat sedikit santai, wajahnya datarnya memandang jalanan raya jepang yang begitu teratur semua pengguna jalan taat pada peraturan, tidak seperti di indonesia, pengguna kendaraan bermotor sama sekali tidak menghormati penjalan kaki hingga jalan macet, Hamdi tidak bisa bicara apa apa tentang keadaan ini, Hamdi cukup kagum dengan keadaan di jepang, hanya saja masalahnya ia tidak berani membeli daging karena, tau sendirilah ajaran dalam islam.
Hamdi pun langsung membeli tepung, telur dan beberapa bumbu dapur beserta sayur mayur dan buah buahan lalu tahu tempe lagi, setelah itu pulang dengan jalan kaki dan diakhiri dengan sampai dirumah lalu istirahat untuk melupakan semua masalah yang ada termasuk karena gagal menyelamatkan Issei.
Bersambung
