FF Kyumin
CAST
- Lee Sungmin (yeoja) 21 tahun
- Cho Kyuhyun (namja) 22 tahun
- Lee Donghae (namja) 22 tahun
- Lee Hyukjae (yeoja) 21 tahun
AND OTHER CAST
- Cho Hangeng (Kyuhyun appa)
- Cho Heechul (Kyuhyun eomma)
- Lee Youngwoon aka Kangin (Sungmin appa)
- Lee Jungsoo aka Leeteuk (Sungmin eomma)
- Zhoumi
- Henry
- Seo Joohyun
- Kim Jungmo
.
.
.
Chapter 4 sudah tiba~
Selamat membaca~
Di kediaman keluarga Cho terdapat sepasang suami istri paruh baya sedang sarapan di meja makan. Tidak terlupa beberapa pelayan melayani mereka.
"Yeobo. Kyuhyun sudah pulang dari Jeju kan.." tanya sang istri.
"Ne. Wae?" sahut sang suami.
"Janji kamu selepas Kyuhyun pulang dari Jeju itulah."
"Janji yg mana yahh?"
"Aigoo Hannie~ Kamu udah pelupa yahh. Janji yg kita mau bikin jamuan.."
"Ahhh.. Itu. Iya minggu depan kita bikin. Minggu ini aku sibuk Chullie~"
"Kita jemput keluarga Kangin yahh. Udah lama gak ketemu sama mereka. Kita sudah pulang masih gak ada kesempatan ketemu sama mereka."
"Mian yeobo. Aku sibuk banget. Aku akan menjemput mereka kok. Harap saja Kangin masih guna nombor yg lama."
"Kalau dia tukar sekali pun, kamu upah saja orang mencari alamat kediamannya kemudian pos saja kad jemputan itu. Apa-apapun masalah aku gak mau tau. Yg aku mau tahu keluarga Kangin datang ke jamuan kita. Titik."
Hangeng menghela nafas beratnya. "Arra. Aku akan pastikan keluarga Kangin datang."
Heechul nampak tersenhyum puas. Mereka kembali memakan sarapan hingga selesai.
"Aku selesai." Hangeng berganjak dari tempat duduknya kemudian menghampiri istri tercintanya.
"Aku pergi dulu yahh." Hangeng mencium dahi istrinya.
"Hm. Jangan lupa menjemput Kangin." Kata Heechul ketika suaminya menjauh.
"Iya."
.
.
.
.
Setelah Heechul selesai sarapan, ia pergi ke ruangtamu. Dia mendudukkan dirinya di sofa sambil menonton TV. Selepas beberapa minit, dia teringat dengan anaknya yg evil tu. *Sparkyu nya jangan marah dong~* Ia mengambil telefon pintarnya kemudian mencari nombor telefon anaknya.
Tutt.. Tutt.. Tutt.. Tutt..
'Eomma wae? Mengganggu saja..'
"Yakk! Aku eomma mu bersopan la sedikit."
"Ne. Ne. Ada apa menelefonku wahai eomma ku yg tersayang." Balas anaknya yg terkesan sedikit mengejek.
"Minggu depan eomma sama appa mau bikin jamuan. Kamu datang yaa. Jemput teman-teman kamu supaya datang."
"Ohh.. Pasal itu beres eomma."
"Kamu sedang ngapain?"
"Aigoo~ Sampai kapan kamu mau sarapan sereal ha?"
"Wae? Enak kok."
"Ya sudah makanlah serealmu sampai tua kerepot. Eomma tutup dulu. Annyeong."
"Annyeong."
o0o0o
Tokk. Tokk. Tokk.
"Ne masuk."
Seorang wanita masuk muncul dari pintu. Dia berjalan kehadapan atasannya. "Sajangnim."
"Ne. Ada apa Dara-ah" tanya Hangeng.
"Ada beberapa berkas yg perlu Sajangnim tanda tanganin"
"Letak saja, nanti saya letak kembali di atas meja kamu."
"Ne. Gomawo Sajangnim." Wanita itu pun keluar dari ruangan itu.
'Kita jemput keluarga Kangin yahh. Udah lama gak ketemu sama mereka. Kita sudah pulang masih gak ada kesempatan ketemu sama mereka.' Kata-kata istrinya tergiang-ngiang di kepalanya. Itu membuatkan pekerjaannya terhenti.
"Apa Kangin masih guna ya nombor itu? Aku cuba telefon saja. Harap aku masih simpan nombornya." Hangeng monolog sendirian.
Tutt.. Tutt.. Tuut..
'Yeobosaeyo' sebuah suara menyapa dari seberang sana.
"Wahh. Kangin-ah rupanya kamu masih guna lagi nombor ini."
'Ohh. Hangeng hyung. Apa kabar hyung? Lama sekali ngak telefonnya.'
"Mian. Aku sibuk banget sampai gak ada waktu. Yahh. Kalau ada aku gunakan untuk istirahat.." *Sesibuk itukah selama bertahun-tahun ini.. -_-*
'Hyung udah pulang ke Seoul?'
"Ne. Udah kok. Kira-kira 4 tahun lepas.'
"MWO?! 4 tahun lepas hyung sudah pindah ke sini. Tega amat tidak melawat kami.'
"Hey. Kami mau melawat tapi ternyata kalian pindah."
'Hyung kan bisa tanya.'
"Mian. Sebagai gantinya kalian sekeluarga wajib datang ke acara jamuan kami minggu depan. Alamat rumah kami akan aku berikan."
'Mungkin kami akan datang.'
"Tidak. Tidak boleh. Jaebal Kangin. Istriku sangat rindu sama kalian terutama Minnie. Kalau kalian tidak datang bisa-bisa aku dicincang ataupun dibakar hidup-hidup olehnya."
'Hahaha.. Hyung ada-ada saja. Arra kami akan datang. Hyung aku asa kerja mau dibereskan. Aku tutup.'
"Gomawo Kangin-ah."
Pip..
o0o0o
Di Mansion Keluarga Cho.
Di taman belakang yg luas sudah terisi dengan ramai tetamu yg hadir. Kebanyakkannya semua rakan bisnis Hangeng. Hangeng dan Heechul pula sedang melayan tetamu yg hadir.
"Kemana si anak itu. Gak datang-datang juga."
"Kau kenapa hm? Cari siapa?"
"Anak kesayangan kamulah. Hannie."
"Itu anakmu juga. Mungkin jalannya sesak. Sebentar lagi sampai."
"Eomma! Appa!" panggil sang anak yg baru sampai.
"Nah. Tuhkan udah sampai. Panjang umurnya." kata Hangeng.
"Eomma, Ini teman-temanku." Kyuhyun menunjukkan 3 orang namja dan seorang yeoja dibelakangnnya.
"Annyeong ajumma."
"Nama kalian siapa?" tanya Heechul dengan panasaran.
"Saya Seo JooHyun ajumma panggil saja Seohyun." Kalian pasti hairan kenapa Kyuhyun tidak bilang Seohyun itu yeojachigunya kan. Seohyun pernah minta mau dikenalkan dengan orang tuanya Kyuhyun tapi Kyuhyun menolak takut orang tuanya tidak terima Seohyun. Terutamanya eommanya. Bisa-bisa eomma nya menghantar Kyuhyun ke negara lain katanya.
"Saya Donghae. Lee Donghae" kata namja yg mirip dengan ikan.
"Henry Lau imnida. Panggil Henry." kata namja imut yg mempunyai pipi yg tembam mirip kuih mochi.
"Saya Zhoumi ajumma." kata namja tinggi dan keding.
"Kalian makan la dulu makanan yg disediakan. Kyuhyun ajak teman kamu."
"Ne." jawab kompak mereka ber lima.
"Yeobo~" panggil Heechul setelah teman-temannya Kyuhyun pergi.
"Ne?"
"Kamu sudah jemput tidak keluarganya Kangin?"
"Sudah. Kangin sms aku sekejap lagi mereka sampai."
Setelah beberapa minit keluarga Lee pun datang.
"Heechul noona! Hangeng hyung!"
"Yahh Kangin-ah!" sahut Hangeng dengan gembiranya memeluk sahabat yg lama tidak ketemu.
"Leeteuk eonni bogoshippo." kata Heechul tak kalah gembiranya denga Hangeng.
"Nado Heechul-ah"' mata tertuju dua yeoja dibelakang Leeteuk.
"Mereka siapa eonni? Apa salah satunya Minnieku?" tanya Heechul melepaskan pelukkannya. Matanya masih tertuju kepada dua yeoja itu.
"Sungmin imnida ajumma."sahut yeoja yg berdress pink selutut, make up tipis, rambut dibiar terurai dan high heels pink polkadot putih dengan riben di atas high heels terkesan imut.
"Omo! Neomu kyeopta. Minnie-ah bogoshippo~" Heechul terus memeluk yeoja yg ia sangat rindu selama ini.
"N-nado. H-heechul ajumma."
'Untung saja aku sempat tanya sama appa siapa nama temannya appa. Tapi Heechul dan Hangeng sepertinya familiar banget.' bisik hati Sungmin.
"Sebelah kamu itu siapa." tanya Heechul.
"Oh. Sya Lee Hyukjae. Lebih senang kalau dipanggil Eunhyuk." sapa Eunhyuk membongkok sopan.
"Kalian pergi makan dulu. Yahh./"
"Ne ajumma." jawab Sungmin.
o0o0o
"Hyuk. Kamu tunggu di sini yahh, aku mau ambil air." kata Sungmin.
"Ne."
Sungmin berjalan ke tempat air. Seorang namja yg dari tadi memerhatikannya berjalan mendekat lalu menepuk bahunya. Sungmin terkejut apabila seseorang menepuk bahunya. Panasaran siapa orang itu ia membalik badannya.
"Sungmin?"
"Zhoumi oppa?" kata mereka kompak.
"Oppa kenapa ada disini?" tanya Sungmin.
"Kyuhyun menjemput kami."
"Kyuhyun? kami?"
"Ne. Ini mansion orang tuanya Kyuhyun. Kami yahh semua member SJM datang dan tak lupa yeojachigu Kyuhyun." Hati Sungmin sakit mendengar yeojachigu Kyuhyun datang.
"M-Min gwaenchana?" tegur Zhoumi apabila perasan riak wajah Sungmin berubah.
"A-ani. Yeojachigu Kyuhyun oppa datang ya."
"Ne. Konyol sekali. Kau tau tadi semasa Kyuhyun perkenalkan kami di depan eomma dan appanya dia tidah bilang Seohyun itu pacarnya."
"Jinjja? Wae?" tanya Sungmin sambil mengambil gelas yg telah berisi air.
"Molla. Oh ya kenapa kau bisa ada di si- oppa lupa kamu kan anaknya Lee Youngwoon pasti dijemput di jamuan yg kayak ini."
"Oppa ada-ada saja." Sungmin membalikkan badannya dia tidak sedar ada seorang yeoja dibelakangnya lalu air yg dari tadi Sungmin pegang tertumpah di atas gaunnya.
"Omo! M-mian agasshi. Aku gak sengaja."
"YAKK! MATA KAMU LETAKNYA DIMANA? KAMU TAU GAUN INI MAHAL!"
"Yaa! Seohyun. Dia kan sudah bilang gak sengaja."
"Ada apa ini?" terdengar suara bass dari belakang mereka.
"Oppa~ Liat gaunya Seohyunnie udah rosak gara-gara yeoja ini menumpahkan airnya." adu Seohyun.
"Sudah Seohyun. Dia kan gak sengaja. Lagian gaun itu tidak rosak boleh dicuci."
"Inikan gaun terbaru belum keluar di pasaran. Sayang ditumpahkan air begitu saja padahal tuan punya gaun ini jaga sebisa mungkin. Oppa buat sesuatu dong ke yeoja ini." tegur Seohyun kepada Kyuhyunyg dari tadi menatap Sungmin dengan pandangan menusuk. Kyuhyun memandang gelas-gelas yg terisi dengan air. Dia mengambil salah satu darinya lalu-
Splaasshhh..
"YAA! APA YG KAU BUAT?!" bentak Zhoumi melihat mukanya dan gaun di bahangian dada Sungmin basah kerana Kyuhyun menjurus air ke pada Sungmin.
"Wae? Balasan yg setimpal bukan?" kata Kyuhyun dengan seadanya. Sedangkan Seohyun tersenyum puas melihat Sungmin.
"TAK SEHA-"
"Gwaechana oppa. Ini memang salah Min. Mian Kyuhyun oppa, Seohyun-ssi." Sungmin berlari menjauh dari mereka kerana tidak tahan lagi untuk tidak menangis dan tidak memperdulikan lagi teriakkan Zhoumi memanggil namanya.
"Kalian keterlaluan sekali. Seohyun kau jangan manja air yg tumpah ke atas gaunmu hanya sedikit gak terliat kotornya bahkan itu air kosong nanti akan kering juga. Dan kau Kyuhyun tega sekali kau dia itu fansmu. Setidaknya hargai dia." Zhoumi pergi mencari Sungmin dan mengabaikan dua orang manusia yg tidak punya hati. Dihati Kyuhyun ada rasa kasihan kepada Sungmin dansedikit menyesal. Air yg ditumpahkan ke Seohyun hanya air kosong tapi air yg dia sengaja tumpahkan itu air oren, air bergula mesti akan rasa sedikit berlengas.
o0o0o
Sungmin masuk ke dalam tandas. Dia berdiri di hadapan wastafel, memandangi dirinya di cermin. Dia mengeluarkan air matanya yg tadi ia mati-matian tahan.
"Hiks.. Hiks.. Wae oppa? Apa salah aku? Kenapa oppa tidak layan aku seperti fans oppa yg lainnya? Kenapa oppa dingin sekali dengan aku? Hiks.. Setahu aku, aku tidak pernah buat oppa marah. Hiks.. Hiks.. Apa waktu aku mengatakan oppa adalah bias aku oppa marah? oppa gak suka aku menjadi fans oppa?" Sungmin meluahkan perasaannya di hadapan wastafel. Sungmin membasuh mukanya dengan air, membersihkan make up yg sudah luntur. Setelah semuannya selesai dia keluar dari toilet itu. Zhoumi melihat Sungmin yg baru keluar dari toilet segera menghampiri Sungmin.
"Min. Neo gwaenchana?" tanya Zhoumi.
"Ne oppa."
"Kamu baru lepas nangis ya?"
"Siapa sih yg gak nangis kalau dia terima perlakuan kasar dari biasnya."
"Iya sih. Gwaenchana nanti oppa akan marah sama si magnae itu"
"Tak perlu oppa. Aku tidak mau Kyuhyun oppa bertambah benci sama aku."
"Arra. Kamu mau pulang? Biar aku hantarkan."
"Ani oppa. Aku pulang sama teman aku. Dia ada disini."
"Kalau begitu baiklah hati-hati ne."
"Ne oppa."
.
.
TO BE CONTINUED..
Chapter 4 finish..
Apa memuaskan?
Mohon komentarnya setelah dibaca..
Dan terima kasih yg telah komentar.
Reply untuk reveiw di Chapter 1 - 3
JeongHyun137 : Hahaha.. Kyuhyun gak ingat Sungmin karna mereka udah lama berpisah. Kali terakhir ketemu waktu kecil. Sesetengah orang dia tidak akan ingat.
.1 : akan saya usahakan supaya panjang.
minunderkyu : Gomawo atas pujiannya. Iya. Saya orang Malaysia. Salam kenal juga. Soal Seohyun I think I same with you. Hahaa.
abilhikmah : Ming akan kuat menghadapinya.
Park Henni : Sebenarnya sih saya asli orang Malaysia. Saya bisa bilang kayak orang Indo karna dari kecil saya sudah biasa nonton drama Indo. Kamsahamnida atas saranannya.
JOY : Baku banget yah.. Kalau di Malaysia novel atau apa kami menggunakan bahasa baku. Terus kamu maunya yg gimana? Itu tandanya Ming setia. Arra. Saya gak bikin ekstrim. Tunggu dan liat dong~
Mian kalau ada tersalah eja nama.
