Suara cicitan burung yang seraya bersenandung riang, membangunkan para manusia yang masih menjelajahi alam mimpinya, namun hal itu tidak berpengaruh kepada sepasang insan yang tengah tidur di sofa di salah satu kamar VVIP di rumah sakit ternama di Seoul. Namja yang berparas bak pangeran, tidur dengan damainya tanpa merasa terganggu sedikitpun. Sedangkan sang yeoja, tampak tak nyaman dalam tidurnya, terlihat dari wajahnya yang polos, sedikit mengernyit merasa ada suara gaduh yang mengganggu tidurnya. Tunggu! Suara gaduh? Bukankah hanya ada suara cicitan burung?

"NUNA…CHANYEOL NUNA…"

Merasa namanya dipanggil -diteriakan-, sang yeoja yang ternyata adalah Chanyeol, segera bangun dari tidurnya dan langsung berdiri, seakan tak ingat dengan seorang namja yang sejak semalam tertidur dengan beralaskan pahanya.

Brukk

"K- Kris… maafkan aku, aku lupa kalau kau sedang tidur, kau tidak apa-apa?" Chanyeol merasa khawatir karena Kris yang sedang 'sakit' terjatuh dari sofa akibat ulahnya, Chanyeol pun langsung menolong Kris untuk berdiri dari posisinya saat ini, yang bisa dibilang tidak enak untuk dipandang. Namun, saat Chanyeol hendak memopoh Kris untuk berdiri…

"NUNA…"

Brukk

Chanyeol membuat Kris harus meringis menahan sakit di bokongnya untuk yang kedua kalinya, karena Chanyeol yang tiba-tiba saja melepaskannya hingga terjatuh -lagi-.

"Ya, Park Chanyeol! Kau kenapa, eoh? Ini masih pagi Park Chanyeol, jangan memulai untuk membuat masalah." Kris langsung melempari Chanyeol dengan kata-katanya, yang bahkan tidak diindahkan sama sekali oleh Chanyeol, karena ia langsung berdiri dan pergi.

"Kris, maafkan aku sekali lagi, aku harus segera menemui Jeno."

"Chanyeol-ah! Park Chanyeol! Aish…dia itu… tunggu dulu, siapa itu Jeno?" Merasa penasaran dengan nama orang yang disebut dan lebih dipentingkan oleh Chanyeol ketimbang dirinya, Kris segera berlari menyusul Chanyeol yang sudah duluan berjalan di koridor, menuju sebuah kamar yang terletak tak jauh dari kamar Kris.

Baru beberapa kamar yang mereka lewati, Chanyeol melihat seorang anak -mungkin remaja- yang dikejar-kejar oleh beberapa perawat sambil meneriaki namanya, Jeno.

/Jeno? Oh, hanya 'kepompong',/ pikir Kris saat melihat Jeno.

Saat melihat orang yang dicarinya, Jeno langsung berlari kearah Chanyeol dan memeluknya. Kris yang berada tak jauh di belakang Chanyeol kaget saat melihat 'seekor kumbang kecil hinggap di bunga miliknya', lantas Kris memisahkan mereka yang langsung mendapat tatapan tak suka dari 'sang kumbang kecil'.

"Ya, ahjussi. Kau siapa? Kenapa kau memisahkanku dengan Chanyeol nuna,eoh?" Jeno langsung menyembur Kris dengan kata-katanya seakan ia sedang berbicara dengan orang yang lebih muda darinya. Tidak sopan.

"Memisahkanmu? Ya, anak kecil, kau pikir kau siapa,eoh? Kau menganggap dirimu kekasihnya sehingga kau marah aku memisahkanmu dengannya? Hei, lihatlah dirimu! Dengan umurmu yang baru bagaikan kepompong, kau belum pantas menganggapnya kekasihmu! Kau itu masih kecil, kau tahu?"

"Ahjussi, memangnya kau siapa? Memangnya aku tidak boleh memeluk Chanyeol nuna? Aku menyukainya."

"Mwo? Kau bertanya siapa aku? Aku KE-KA-SIH-NYA! Kau paham?" jawab Kris dengan penuh penekanan pada kata 'kekasih'.

"Aku tidak paham, dan aku juga tidak percaya! Mana mau Chanyeol nuna dengan ahjussi mirip angry bird sepertimu."

Jeno semakin membuat Kris marah. Saat mereka sedang beradu mulut memperebutkan Chanyeol, orang-orang yang tadinya berada di sana, langsung pergi karena malas melihat aksi -adu mulut memperebutkan Chanyeol- antara seorang pria dewasa dengan seorang anak kecil, tak ketinggalan juga sepasang sejoli yang sejak tadi memperhatikan pertengkaran mereka.

"Nuna, sepertinya aku tidak perlu bertindak."

"Maksudmu?"

"Anak kecil itu yang akan memisahkan Kris hyung dengan perawat itu. Hahaha."

"Aku pikir tidak, Tao. Kau tahu kan hyungmu itu bagaimana? Aku yakin dia akan mendapatkannya."

"Ya, nuna, kalau dia mendapatkannya, nanti bagaimana dengan pekerjaanku? Aku ingin menikahimu, nuna."

"Itu deritamu."

Setelah perdebatan kecil mereka, Jongdae akhirnya pergi meninggalkan Tao dengan senyum di wajahnya. Ia tahu hal 'itu' tidak akan terjadi, lalu Tao yang awalnya berniat mengunjungi Kris, akhirnya mengurungkan niatnya karena melihat tingkah hyungnya yang betengkar dengan anak kecil demi memperebutkan seorang perawat.


Kembali kepada Kris, Chanyeol, dan Jeno. Chanyeol yang sepertinya bingung melihat pertengkaran mereka, akhirnya hanya diam. Entahlah, dia hanya menatap mereka berdua dengan tatapan -apa mereka sudah tidak waras?-

"Sebelum kau mengataiku, seharusnya kau melihat dirimu! Mana mau Chanyeol dengan anak kecil sepertimu."

"Ahjussi,"

"Aku belum setua itu,"

"Itu tidak penting. Yang penting, Chanyeol nuna menyayangiku! Dan satu lagi, jangan kau panggil aku anak kecil karena aku sudah remaja dan bahkan tinggiku hampir menyamai Chanyeol nuna."

"Tapi kau masih terlalu pendek jika bersanding denganku."

"Bersanding denganmu? Maaf ya, yang kusukai itu Chanyeol nuna, jadi aku hanya akan bersanding dengan Chanyeol nuna, bukan denganmu!"

"Mwo? Ya, pikiranmu itu kemana,eoh? Maksudku itu, kau masih terlalu kecil jika bersaing denganku untuk mendapatkan Chanyeol."

"Itu menurutmu. Tapi menurutku cinta itu buta, ahjussi,"

"Berhenti memanggilku ahjussi,"

"Cinta itu tidak memandang usia, tinggi badan dan…"

"Berhenti!"

Jengah melihat perdebatan mereka berdua yang seakan tidak akan pernah berhenti, akhirnya Chanyeol berinisiatif untuk menghentikan ini lebih dulu.

"Huh, kalian kapan mau berhenti? Aku lelah menunggu kalian di sini. Kalau begitu aku pergi! Lanjutkan saja perdebatan kalian."

"Nuna/Chanyeol! Kau mau kemana?"

"Mengambil makanan dan obat untuk kalian berdua! Memangnya apalagi tugasku? Sudahlah, kembalilah ke kamar kalian masing-masing! Dan kau, Kris. Kau itu sudah dewasa, jadi jangan berdebat dengan anak kecil yang baru puber."

Mendengar perintah Chanyeol yang tegas, Kris dan Jeno saling menatap sebelum akhirnya saling mencibir satu sama lain dan kembali ke kamar masing-masing, dengan seringai di wajah mereka. Tampaknya ada yang direncanakan oleh dua namja beda usia ini. Hanya Tuhan dan mereka yang tahu.

.

Love at The Hospital

.

Kamar Jeno

.

Setelah kembalinya Chanyeol untuk mengambil obat dan makanan, ia langsung ke kamar Jeno. Kenapa tidak ke kamar Kris terlebih dahulu? Karena alasannya, Jeno sudah ia tinggal semalaman untuk menemani Kris, kalau ia ke kamar Kris dulu, Chanyeol yakin ia akan sangat lama di sana karena ditahan oleh Kris. Ia hanya tidak ingin Jeno kecewa padanya, karena Chanyeol sangat menghawatirkan tentang penyakit Jeno.

"Nuna, memangnya siapa ahjussi sok tampan itu?" Baru saja Chanyeol memasuki ruangan Jeno, ia langsung dihadiahi pertanyaan oleh remaja tanggung di depannya.

"Nuna…" Karena Chanyeol mengabaikan pertanyaannya,Jeno memanggil Chanyeol dengan manja. Chanyeol yang dipanggil seperti itu oleh Jeno, memberikan senyuman manis khas miliknya dan mencubit pipi Jeno yang tidak terlalu tirus itu, berbeda dengan pipinya yang gembil.

"Dia hanya pasien yang ku rawat, sama sepertimu. Memangnya kenapa? Ada yang salah dengannya?"

"Aniyo! Dia tidak sama denganku. Jelas-jelas aku lebih tampan."

"Kau memang tampan Jeno-ah, tapi menurutku Kris juga tampan. Sudahlah. Cepat kau minum obatmu lalu kau tidur, arasseo!"

"Nuna. Aku baru saja bangun tidur, kenapa kau menyuruhku untuk tidur lagi? "

.

Satu, kebodohan Chanyeol.

.

"Lagipula, kau membawakanku obat yang salah, obatku kan bukan yang ini!"

.

Dua, kecerobohan Chanyeol.

.

"Eoh, eh? Ah, mian Jeno-ah, ternyata ini obat untuk Kris. Hmmm… aku ke kamar Kris dulu untuk memberikan obatnya, lalu aku baru ke sini, ne?"

Chanyeol yang baru sadar kalau obat yang dibawanya adalah obat untuk Kris, berniat pergi memberikan obat itu ke kamar Kris, tapi Jeno malah memintanya untuk ikut.

"Nuna, aku ikut."

"Tidak usah, kau disini saja, kau kan harus isitirahat."

"Shireo! Aku mau ikut ke kamar ahjussi itu, aku tidak mau nanti kau ditahan disana olehnya, aku tidak ingin kau meninggalkanku seperti semalam hanya demi ahjussi jelek itu." Jeno membujuk Chanyeol dengan berlagak akan menangis. Inilah taktik seorang Jeno untuk meluluhkan hati Chanyeol agar Chanyeol menuruti keingiannya. Licik.

Sementara itu, ternyata sedari tadi Kris menguping di depan pintu kamar Jeno.

/Licik juga kau ternyata 'bocah kepompong', kau lihat saja siapa yang akan mendapatkan hati Chanyeol, yang jelas bukan kau. Heh./

Mendengar derap langkah kaki yang mendekat kearah pintu, Kris segera beranjak dari tempatnya berdiri dan segera berlari memasuki kamarnya yang berada tidak jauh dari kamar Jeno.

.

Love at The Hospital

.

Kamar Kris

.

Chanyeol memasuki kamar Kris dengan raut yang gembira -seperti biasanya-, berbeda dengan remaja di sebelahnya yang memasang tampang kesal dan sebal. Tentu saja Jeno sebal, seharusnya ia bisa lebih lama bersama Chanyeol -sampai Kris masuk rumah sakit ini dan merebut perhatian Chanyeol darinya-.

"Hai, Kris!" Sapaan Chanyeol membuat Kris mengalihkan pandangannya dari jendela. Tapi senyuman yang tadi ia akan tujukan pada Chanyeol tiba-tiba langsung berubah menjadi sebuah garis lurus tatkala Kris melihat seorang remaja yang berada di samping Chanyeol, siapa lagi kalau bukan si 'bocah kepompong'.

"Kenapa kau membawa bocah kepompong ini ke kamarku, Chanyeol-ah?" Sapaan Chanyeol dibalas oleh Kris dengan sebuah pertanyaan yang membuat Jeno medecih.

"Tsk, ya, ahjussi jelek, kau pikir rumah sakit ini milikmu? Semua orang juga berhak masuk ke kamar ini. Lagipula, aku kesini untuk mengawasi Chanyeol nuna dari jangkauan AHJUSSI-AHJUSSI, Chanyeol nuna kan milikku." Jeno membalas perkataan Kris dengan menekankan pada kata ahjussi.

"MWO? Kau pikir aku apa? Aku itu Kris Wu yang TERHORMAT, mana mungkin aku melakukan hal seperti itu, apalagi pada Chanyeol… /gadis yang kucintai/, dia sudah merawatku dengan sangat baik."

"Tetap sa…"

"Aku pergi." Ucapan Jeno terpotong oleh Chanyeol yang tiba-tiba melenggang pergi, tapi tetap bisa ditahan oleh tangan Kris yang panjang.

"Kau mau kemana? Kenapa sudah mau pergi? Aku belum meminum obatku, dan kau juga belum menyuapiku makan."

"Di…suapi? Jadi kau disuapi makan oleh Chanyeol nuna?"

"That's right, boy. Sepertinya aku yang menang." Kris memberikan smirk terbaiknya pada Jeno karena hanya ia yang disuapi oleh Chanyeol. Oh, Kris, kau pasti bangga sekali.

"Nuna… kenapa?"

"Sudahlah, dari tadi kalian ribut terus. Kris, makanlah!"

Chanyeol hanya menjawab tanya Jeno dengan sebuah senyuman. Pertanda itu rahasia. Chanyeol menyodorkan sesendok makanan pada Kris, dan itu membuat Kris tersenyum dalam hati karena ia sudah merasa menang dari si 'bocah kepompong'. Kris menatap Jeno seakan berkata 'kau lihat?'. Jeno tahu ia sedang diremehkan oleh Kris.

.

Love at The Hospital

.

Kris duduk di sebuah bangku di taman, sepertinya menunggu seseorang. Tapi tunggu dulu! Kenapa ia ada di taman? Sedangkan seharusnya ia berbaring di kasur 'empuk' rumah sakit. Baiklah, mari kembali sejenak ke 20 menit yang lalu.


"Chanyeol-ah," panggil Kris. Chanyeol yang tengah memeriksa laporan kesehatan milik Jeno seperti tidak mendengar panggilan Kris. Atau sebenarnya dia mengabaikannya? Hanya Chanyeol dan Tuhan yang tahu.

"Chanyeol-ah…" panggil Kris dengan sedikit… rengekan? Tapi ternyata rengekan Kris akhirnya berhasil dan Chanyeol berbalik untuk manatapnya.

"Kenapa?"

"Kau mau tidak kecan denganku?" ucap Kris dengan frontal, dan otomatis langsung membuat Chanyeol terkejut.

"Kenapa?"

"Ya… aku hanya ingin kencan denganmu. Ah, aku ingin lebih mengenal dirimu tepatnya."

"Kenapa?"

"Kenapa? Kenapa kau selalu menjawabku dengan kata 'kenapa'? Dan sekarang aku malah bertanya padamu kenapa. Kenapa aku jadi menyebut banyak kata kenapa?" tanya Kris pada Chanyeol, yang pada akhirnya ia bertanya pada dirinya sendiri. Kris aneh.

Chanyeol yang tidak mengerti apa yang tengah dibicarakan oleh Kris hanya dapat diam dengan wajah bingungnya.

"Jadi, mau tidak?" Akhirnya Kris tersadar dan kembali bertanya tentang ajakannya pada Chanyeol.

"Aku sih mau," jawab Chanyeol.

"Kalau begitu, ayo."

"Tunggu dulu, kau kan masih dalam proses perawatan, mana boleh pasien keluar-masuk rumah sakit seenaknya. Lagipula aku masih harus merawat Jeno, nanti kalau aku dimarahi lalu dipecat bagaimana?"

"Menikah saja denganku."

"Eh?"

"Ah, bukan, maksudku, kau tenang saja, rumah sakit ini adalah milik temanku, jadi aku yang akan bertanggung jawab nanti. Sekarang kau pergilah mengganti bajumu, aku tunggu kau di taman 20 menit lagi, arraseo?"


Jadi, begitulah ceritanya Kris bisa berada di taman ini, ia tengah menunggu Chanyeol untuk berkencan. Oh, Kris, it's your day.

5 menit menunggu, akhirnya Kris melihat Chanyeol tengah melambai di kejauhan dengan seorang anak kecil disampingnya. Tunggu dulu! Apa kau bilang anak kecil? Maaf Kris, harimu akan kacau untuk saat ini.

"Maaf aku baru datang, apa kau menunggu lama?" Chanyeol yang baru sampai langsung melontarkan sebuah pertanyaan pada Kris, tapi ia langsung menarik Chanyeol untuk sedikit menjauh dari Jeno.

Mereka berbicara dengan suara pelan agar Jeno yang hanya berjarak lima meter dari mereka tidak mendengarnya.

"Ah, tidak. Kenapa kau membawa anak ini? Bukankah aku bilang kita akan berkencan? Apa kau tidak mengerti maksud dari kata 'berkencan'?"

"Aku tahu. Tapi dokter Yixing yang menyuruhku membawanya bersamaku." Chanyeol menjawab dengan nada menyesal, sepertinya ia juga merasa keberatan Jeno ikut bersamanya, tapi, ya mau bagaimana lagi?

"Kenapa? Kenapa Yixing menyuruhmu membawanya?"

"Itu karena kita pergi saat aku masih bertugas, dokter Yixing bilang, aku harus membawa Jeno, kalau tidak, aku tidak akan diperbolehkan keluar bersamamu," jawab Chanyeol.

"Aish, anak itu."

Setelah mendengar jawaban dari Chanyeol, Kris mengambil ponsel yang ada di saku celananya lalu menghubungi sebuah nomor.

"Yeob,"

"Ya, apa maksudmu menyuruh Chanyeol untuk ikut membawa Jeno, ha?" Tanpa membiarkan orang yang ditelfonnya berbicara, Kris langsung melontarkan pertanyaan pada orang yang berada di seberang sana.

"Mian, hyung, itu masih dalam jam kerjanya."

"Tapi. Ya, apa kau tidak mau melihatku bahagia, eoh?"

"Hahaha, tentu saja aku ingin melihatmu bahagia, hyung. Tapi aku membiarkan Jeno ikut dengan Chanyeol itu buka tanpa alasan."

"Ha? Maksudmu?"

"Aku membiarkan Jeno ikut dengan Chanyeol, agar dia bisa mengganggumu yang nantinya pasti akan merayu adikku itu."

"Ha? Adikmu? Maksudmu Chanyeol?"

"Ne, tentu saja dia, kau pikir siapa lagi. Sudah ya, aku masih harus mengurus pasien."

Setelah telfonnya dimatikan secara sepihak oleh Yixing, Kris masih diam mencerna kata-kata yang diucapkan oleh Yixing.

"Sebaiknya aku tanya Chanyeol saja."

Kris akhirnya menemui Chanyeol yang sedang duduk berdua dengan Jeno di bangku taman tersebut. Tanpa merasa bersalah sedikitpun, Kris menyelip diantara Jeno dan Chanyeol agar ia bisa duduk disamping Chanyeol, sekaligus memisahkannya dari Jeno.

"Ya, ahjussi."

Tanpa mempedulikan Jeno yang protes, Kris langsung bertanya pada Chanyeol. Dan Jeno yang tidak kehilangan akalpun, memilih duduk disebelah Chanyeol yang kosong, agar ia bisa mengapit Chanyeol. Tapi, Kris yang memang cerdik menarik tangan Chanyeol untuk berdiri dan bercerita sambil berjalan-jalan di taman itu.

"Chanyeol-ah, benar kau adiknya Yixing?"

"Ne, waeyo?" tanya Chanyeol bingung kenapa Kris tiba-tiba bertanya perihal itu padanya.

"Aniyo, kenapa bisa? Nama keluarga kalian saja berbeda. Kau sepupunya?" Chanyeol menjadi lebih bingung lagi dengan pertanyaan yang dilemparkan oleh Kris, kenapa Kris tiba-tiba jadi ingin tahu seperti ini? Mungkin itulah yang ada di pikiran Chanyeol saat ini.

"Sebenarnya…"

.

tbc


.

aduuuuuhhhh...

ini beneran ngaret banget,

maaf ya semuanya yg udh nunggu ni FF #read :gk ada tuh!

hehehe

habisnya klo udh kelas dua belas nih bnyak tugas, bnyak yg harus diurus buat masuk perguruan tingggi nanti, jadinya gk ada waktu deh buat ngelanjutin ni FF, dan sekarang baru ada waktu.

oh ya,

maaf ya, klo ceritanya gk sesuai yang dini janjiin bakal full krisyeol, masalahnya kemaren tuh konsepnya hilang, kehapus sama yg tukang service ni komputer, dan juga karena dh lama gak baca-baca FF lagi, dini jadi lupa gimana jalan ceritanya.

ya udh lah,

chap depan bakal end, sebenernya udh selesai sih, tp dini mau liat gimana reaksi para readers buat chap ini,

semoga suka ya...


thank's to :

sayakanoicinoe, daddykaimommysehun, Arcan'sGirl, TeHun1994, cxrious, park in, DewIweD26, Lulu Auren, Fetty EXO-L, chachaofmariditha, ren tobi, .7, luhan8045, SyiSehun, Krisyeolshipper, AuliaEsaa, princeKev.

.

maaf ya buat yang gk kesebut, makasih reviewnya.