Yoho…! Ryuu balik lagi, dengan chapter 4! Setelah insiden 'pun' yang di sebabkan kegalauan Ryuu waktu buat chap 3, di sini Ryuu mencoba 'pun' nya gak terlalu banyak hehe….
Enyoyed~
.
.
Namikaze Daily
Disclaimer: Aku, Ryuuki Ukara bersaksi yang membuat Ryuu menjadi fujoshi adalah Masashi Kishimoto #nunjuk Kishi-sensei… karna dia lah yang membuat Naruto dari awal bernuansa Shonen-ai…! Dan membiarkan saat itu Ryuu kelas 3 sd nonton tv dan menyaksikan SasuNaru berciuman…! Dan Ryuu berharap Masashi Kishimoto untuk membuat ending SasuNaru! Karna awalnya dia #nunjuk Kishi-sensei… udah membuat awal yang seperti itu… khukhukhu
Genre: Humor, romance
Rate: Antara T dan M (tergantung suasana hati author #plak)
Pair: SasuNaru, ItaKyuu, SasoDei, NejiGaara, ShikaKiba and More
Motto: Gak ada Kyuubi, Gak rame…!
Warning: Yaoi, boyxboy, alur kilat, gajhenes, OOC, OC, Lemon sepet, Lime aneh, miss Typo dan lain-lain… and don't like don't read! oce?
Summary: Uchiha saudara mendeklarasikan bahwa Namikaze saudara adalah milik Uchiha… dan Uchiha paling tidak suka jika 'miliknya' di sentuh oleh orang lain…
.
.
~oO0Oo~
Chapter 4: ~Kepemilikan~
.
.
"Kau…!"
"Kaa-san…!" teriak Naruto senang saat melihat sang ibu berdiri di depan pintu dengan wajah yang shock. Menyadari itu Naruto pun mendorong Sasuke untuk menjauh darinya.
"Kaa-san?" pikir Sasuke tak percaya sampai mengulang perkataan Naruto yang sudah melihat calon mertua di depannya.
"Ahaha…" Naruto pun ketawa paksa sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
Kushina hanya menatap dua pemuda di depannya dengan pandangan tak percaya, namun perlahan-lahan senyumannya muncul dan melebar, dengan kecepatan penuh Kushina menghampiri Naruto yang sedang berdiri di samping Sasuke. Kushina pun langsung memeluk Naruto, lalu melepaskan pelukannya.
"Naru-chan…! Kau sudah dewasa…! Kyaaa…!" teriak Kushina gaje, sambil menggoncang-goncang tubuh anak bungsunya. Lalu ia pun berhenti melakukan kegiatannya dan melirik Sasuke yang sedang memasang wajah stoicnya.
"Apa?" tanya Sasuke dingin pada sang calon mertua. Bukannya marah Kushina makin nyengir lebar.
"Kau pasti Sasuke…!"
"Hn"
"Gyaaa! Kau tampan sekali…! Memang tidak salah kau ku jodohkan dengan Naru-chan…! Sudah sampai mana kegiatan kalian? Hm? Hm?" tanya Kushina bertubi-tubi.
Sasuke pun menghernyitkan dahi nya.
'Di jodohkan?' pikirnya. Ia melirik Naruto yang ada di samping kirinya.
"Ah… aku lupa, kalian kan pasti belum tau… yah sudah, ayo ikuti aku kita ke ruang kepala sekolah… di sana juga ada orang tua mu Sasuke-kun" ujar Kushina dengan senyuman lembut.
"Hn," saut Sasuke.
Naruto hanya mengangguk dan mengikuti sang ibu.
.
.
.
~oO0Oo~
"Begitulah…" jelas Minato panjang lebar pada Uchiha muda dan anak-anaknya tentang perjodohan ini.
"Tapi Minato, aku ini laki-laki.. bagaimana bisa aku dengan si keriput ini…" tanya Kyuubi tak sopan. Minato hanya menarik nafas menahan emosi pada anaknya yang tidak sopan ini.
"Sudah ku bilang kan pada kalian dulu… kau, dan Naru-chan, bisa membuat dan dibuat… mengerti?"
"Aku, tau Minato…"
"PANGGIL AKU TOU-SAN KYUUBI…!"
"I-iya…" Kyuubi bergidik ngeri melihat sang ayah yang tiba-tiba ingin memasang segel, takutnya aja dia nanti di segel di balik gerbang besi dan di kutuk jadi rubah.
"Maaf Minato jii-san… apa kah ini berkaitan dengan kerja sama kerajaan?" tanya Itachi sopan. Beda banget ama anaknya pikir Minato.
"Tidak, jika itu tanya pada mereka" ucap Minato sambil nunjuk ke Kushina dan Mikoto yang sedang memegang buku yang cover depannya cowo pelukan ama cowok lain, sambil megang tissue untuk menahan darah yang keluar dari hidung mereka.
"Kaa-san?" panggil Itachi. Mikoto pun mengalihkan pandangannya dari buku itu ke Itachi.
"Ya?" sautnya.
"Apa perjodohan ini berkaitan dengan kerja sama kerajaan?"
"Nggak… ini murni dari hati kaa-san, dan Kushina untuk menjodohkan kalian…"
"Benar gak ada urusan tentang kerajaan gitu?"
"Gak, hanya saja…" Mikoto melirik Kushina dan lalu mengalihkan pandangan mereka ke Itachi.
"Sekalian menyalurkan hobi kami!" ucap mereka bersama.
"Hah?" korban perjodohan pun hanya memandang cengok ibu mereka yang kini tertawa gaje.
.
.
"Oi Fugaku," panggil Minato.
"Hn?" sautnya.
"Benar, kau menyetujui ini?"
"Hn, dari pada aku harus rela tidur di sofa seumur hidup"
"Ha-ah… kenapa kita bisa mendapat istri yang gila yaoi sih?"
"Ntah lah… mungkin sudah nasib…"
"Ha-ah" mereka pun menghela nafas bersamaan sambil menatap istri mereka yang masih tertawa gaje bahkan lebih kencang.
.
.
"Kyuu-nii…" panggil Naruto pelan.
"Hmp?" sautnya.
"Kau kenapa tidak marah?"
"Marah kenapa?"
"Ya, tentang ini…"
"Oh…" Kyuubi pun melirik sang ayah, dengan pandangan aku-mohon-tousan, walaupun raut wajahnya masih cool.
"Kyuubi… ingat kan…?" ujar Minato sambil melipat tangan di depan dada.
"Ayo lah… tak mungkin kau tega membiarkan anak mu harus di rape sama Uchiha mesum ini…" Kyuubi memasang puppy eyes no jutsu.
"Puppy eyes no jutsu mu tidak berhasil…" ketus Minato.
"Naru-chan…" Kyuubi pun menatap sang adik dengan raut wajah sedih, sebenarnya Naruto bukan terharu, tapi ia sedikit mual dan mulai berpikir kenapa ni author buat cerita yang menjadikan Kyuubi orang aneh, tidak seperti di fic lain yang menjadikan nya monster yang memang bener-bener monster dan di jawab oleh author… "Nyahahahahaha" *dilempar elpiji*
"Untung saja aku di bayar mahal di fic ini… baiklah Naru akan membantu mu Kyuu-nii…!" ujar Naruto semangat.
"Yosh…! Tunjukan kalau kau memang di bayar mahal oleh author untuk membantu ku Naruto…!" balas Kyuubi tak jauh semangat.
"Ehem… Tou-san… Naru mohon… jangan jodohkan kami dengan Uchiha itu…" pinta Naruto dengan puppy eyes no jutsu tingkat tinggi.
"A…a…" Minato pun tak bisa berkata-kata saat melihat sang anak yang sekarang di dalam mode SUPER IMUT. *Gyaaa….! Naru sini sini dekat dekat ama Ryuu…. Gyaaa…!* #dichidori Sasu-teme.
"Aku mohon…? Onegai tou-san…?"
"Ba-Bagaimana ya…?" Minato pun melirik ke Fugaku.
"Aku masih ingin tidur di kamar ku, Minato…" ucap Fugaku santai.
"A… Gi mana ya?" Minato pun makin bingung, nolak keinginan anak bungsu nya tapi tu anak lagi masang jutsu yang gak bakalan ia tolak, minta ama Kushina takut dilempar ke keluar jendela.
"Ehem… Maaf ya Naru-chan, keputusan kami sudah bulat…" jawab Kushina dengan masang wajah serius.
"Kaa-san…" Naruto pun memasang justu puppy eyes nya tingkat akhir. *Uwaaa….! Tolong…! Crew Namikaze Daily pada nosebleed!*
.
Glek…
Kushina hanya bisa menelan ludah, dan mencoba tak menghambur ke anak bungsu nya.
"Ah~ kaa-san bilang tidak ya tidak…"
"Bener…?" Naruto mulai mengeluarkan aura hitam.
"Ya…" Kushina pun juga mengeluarkan aura yang tak kalah hitam dari Naruto.
Tiba-tiba suasana ruang kepala sekolah pun berubah background menjadi makam dengan banyak kalelawar berterbangan ke sana sini.
"Baiklah… cukup perang dingin kalian… sekarang kalian bocah-bocah ke kantin dan makan malam sana… dan untuk kalian Minato, dan Kushina tinggal di sini untuk membicarakan ganti rugi asrama ku…" ucap Tsunade yang sedari tadi diam.
"Kalau begitu kami permisi…" pamit Itachi dan berjalan keluar ruang kepala sekolah dengan di ikuti sama Sasuke, Kyuubi dan Naruto.
.
.
Sesampai nya di kantin, Kyuubi dan Naruto langsung duduk di meja yang sudah di tempati oleh sepupunya sedangkan Uchiha bersaudara duduk di meja yang sudah di tempati teman-teman segeng nya.
"Minato jii-san kenapa ke sini?" tanya Yahiko memecah keheningan di meja makan.
"Diskusi tentang ganti rugi asrama…" jawab Kyuubi sambil makan steak nya.
"Oh…" balas Yahiko setelah mengetahui jawaban dari pertanyaan. Lalu suasana hening kembali.
.
.
"Oke, perhatian semuanya…" sebuah suara memecah keheningan kantin, semua penghuni asrama pun langsung memandang ke atas tempat biasa guru-guru asrama makan.
"Ketua dan wakil ketua Akatsuki ingin bicara…" orang berbadan tinggi besar berambut orange, yang bernama Juugo mundur dan mempersilahkan sang ketua dan wakil ketua untuk kedepan.
.
Berjalan lah 2 orang yang berparas hampir sama hanya membedakan keriput di wajah dan rambut pantat ayam aneh nya ke dekat mic.
"Oi, aku baru tau Uchiha punya geng…" Kyuubi bertanya ntah kepada siapa.
"Ya, mereka berhasil mengalahkan kami 2 tahun dulu…" jawab Nagato.
"Oh, jadi kau pernah jadi calon ketua Akatsuki?"
"Lebih tepatnya mantan ketua dan wakil ketua…" sambung Yahiko.
"Sudah lah kalian ini… aku mau mendengar pengumuman nya…" sela Temari. Mereka pun kembali berfokus ke arah duo Uchiha yang sedang memasang seringai di wajah mereka.
.
.
"Kami ketua dan wakil ketua Akatsuki ingin mengumumkan…" Sasuke angkat bicara dan menggantungkan kan kata-kata nya.
"Bahwa Namikaze saudara adalah milik kami… dan tak ada yang boleh menyentuhnya sedikit pun…" sambung Itachi.
Semua penghuni asrama pun melotot tak percaya dan menatap ke arah meja yang di duduki oleh Namikaze dan sepupunya.
"Yang pasti bukan aku…!" teriak Yahiko sambil mengangkat tangan. Semua mata pun menatap ke arah Kyuubi dan Naruto.
"Keparat kau keriput…" maki Kyuubi sambil menatap tajam Itachi yang sedang di atas sana.
.
~Siing~
Kantin pun hening dan mulai mencekam. Itachi hanya menampakan seringai di wajah nya pada Kyuubi. Sedangkan Kyuubi terus memberikan death glare nya pada Itachi. Dan tiba-tiba salah satu sisiwi asrama berambut pink dengan jidat yang leeebbbaaarrr *di bunuh Sakura FC* berdiri, dia tersenyum penuh arti pada Uchiha bersaudara dan Namikaze bersaudara…
"AKU SAKURA HARUNO, MEMUTUSKAN MENDIRIKAN YAOI FANSCLUB…. Gyaaa!" Teriak nya dengan tangan yang terkepal ke atas. Mendengar itu, semua siswi yang ada di kantin pun bersorak riang, termasuk Temari dan Konan.
"AKU SETUJU DENGAN MU SAKURA…!" teriak Konan dan Temari serentak. Yahiko sang tunangan Konan pun Cuma bisa cengok mengetahui bahwa sang tunangan seorang Fujoshi.
Melihat wajah Yahiko yang sedikit aneh, membuat ide jahil Nagato muncul di otak nya. Seringai pun muncul di wajah tampan nya itu. Nagato yang duduk berhadapan dengan Yahiko, tiba-tiba ia menggenggam tangan Yahiko, dan membuat Yahiko sedikit kaget.
"Yahiko-koi… akhirnya hubungan kita ada yang mendukung…" ucap Nagato sambil memasang wajah memelas dengan mata yang berbinar serta ia kedip-kedip kan.
.
~Sing~
Hoeekkk…
Mendengar kata-kata Nagato membuat sang sepupu serta Yahiko tiba-tiba muntah secara tidak elit.
"Kalian kenapa?" tanya Nagato sweet drop.
"Nagato, k-kau tidak sungguh-sungguh dengan Yahiko kan?" tanya Konan dengan wajah horor.
"Hmp… Yahiko-koi bagaimana? Hubungan kita terbongkar…"
.
Bletak…
"Kau menjijikan Nagato" sewot Kyuubi.
"Itaii Kyuu…" lirih nya sambil memegang kepalanya yang kini benjol.
"Ck," Kyuubi hanya berdecak kesal.
"Baiklah… baiklah… aku bercanda oke…"
"Syukurlah…" ucap semua sepupu nya.
.
.
"Keriput….! Apa maksud mu dengan semua itu hah?" gerutu Kyuubi geram. Sekarang mereka sudah berada di dalam kamar mereka.
"Hn, Minato jii-san sudah mengatakannya… kau dan aku… di jodohkan…" bisik Itachi di telinga Kyuubi dan sukses membuat Kyuubi merinding disko.
"A-aku tau…! Tapi belum tentu aku mau!"
"Hmp? Berarkah? Sayang sekali diri ku… hah~ lagi-lagi cinta ku bertepuk sebelah tangan…" desah Itachi lalu duduk di ranjangnya sambil menutup sebelah wajahnya dengan tangan kanan.
"…." Kyuubi hanya diam sambil terus menatap Itachi yang sedang menggunakan wajah frustasi nya.
"Kau tau Kyuu… pada hal aku rela memutuskan kekasih ku yang cantik demi perjodohan ini… dan aku rela meninggalkan cara straigh dan menjadi gay hanya karna demi perjodohan ini dan demi kau…"
"J-jadi kau sudah punya kekasih?" tanya Kyuubi yang sedikit kecewa.
"Ya begitulah…" Itachi pun berbaring dan menutup mata nya dengan lengan.
Melihat Itachi yang seperti sangat frustasi karna diri nya membuat Kyuubi sedikit tak enak hati. Ia pun duduk di ranjang nya dan terus menatap ke arah Itachi.
'Dia rela menjadi gay demi aku… dan kata-kata nya tadi sore… Arrrgghhh! Ada apa dengan ku…!' Kyuubi membatin sambil menggeleng-gelengkan kepala nya.
Itachi yang melihat tingkah Kyuubi hanya menampakan seringai tipis nya.
.
Drrtt… Drrtt…
"Hn, ada apa otouto?" jawab Itachi.
'Benar kau tidak mau Kyuubi di awasi baka aniki…?" tanya Sasuke yang kini sedang bersama dengan anak buah nya.
"Hn, memang nya aku seperti mu baka otouto? Aku lebih suka mengawasi Kyuubi sendiri. Karna aku ini orang yang perhatian." ujar nya sambil melirik Kyuubi yang masih perang batin sambil geleng-geleng gaje.
" Aku juga perhatian dengan Naruto. Hanya saja tak mungkin aku terus mengawasi nya terus…"
"Terserah. Sudah selesaikan rapat nya. Cepat pulang dan tidur… kau hanya akan membuat Naruto khawatir…"
"Aku bukan anak kecil baka aniki!"
Tut…Tut…
"Hn, dasar… Oi Kyuu tidur lah… sebelum otak mu meledak" ucap nya lalu membalik kan badan membelakangi Kyuubi.
"A-apa?"
"Tidak ada tidur lah…"
"Kau sok perhatian…" Kyuubi pun membaringkan badannya.
.
.
Setelah selesai rapat Sasuke pun langsung kembali ke kamar nya.
Ceklek…
Saat ia membuka pintu tiba-tiba sesuatu membuat nafas nya tercekat. Naruto sedang memakai piyama nya sambil bernyanyi gaje dan bergoyang-goyang, tanpa menyadari bahwa sepasang mata onyx sedang menatap nafsu pada nya.
Sasuke pun melangkahkan kaki nya perlahan dan menutup pintu dan tak lupa mengunci pintu kamar nya. Dengan masih melangkah perlahan, Sasuke menghampiri Naruto dan langsung memeluknya dari belakang.
"Gyaaaa….!" Naruto pun berteriak sekencang-kencang nya dan membuat Sasuke melepaskan pelukannya dan langsung menutup telinga tak mau menuli dini.
"Berisik dobe…!" bentak Sasuke.
"Kau… teme! Apa yang kau lakukan…!" panik Naruto sambil memeluk dirinya sendiri seperti gadis yang ingin di apa-apain.
"Aku hanya menunjukan mu tugas seorang seme…" katanya santai, ia pun mendekatkan diri nya ke Naruto dan menyudutkannya ke dinding kamar.
"Teme! Menjauh dari ku!" Naruto pun terus mencoba mendorong Sasuke menjauh tapi karna tubuhnya gemetaran membuat kerja otak nya melambat, pada hal ia ingin menyerang Sasuke dengan rasengan.
Setelah tersudut Sasuke pun mengurung Naruto di antara kedua tangannya. Ia mendekatkan wajah nya ke wajah Naruto. Kini wajah Naruto pun merona merah.
"Ja-jauhkan wajah mu teme…"
"Kau manis kalau seperti itu dobe…"
"Berhentilah bilang aku ma-" perkataan Naruto terputus karna Sasuke telah mengunci bibir Naruto dengan bibir nya.
Di cium nya lembut bibir Naruto, tapi lama-kelamaan ciuman itu memanas. Naruto yang sejak tadi menolak perlahan menyerah, ia juga mulai membalas ciuman Sasuke. Tangan Naruto hanya menggenggam kaos hitam Sasuke. Saliva-saliva mulai jatuh di antara mereka, tiba-tiba Naruto mendorong Sasuke agar memberi ia kesempatan menghirup oksigen, mengerti apa yang di minta dobe nya Sasuke pun melepaskan ciumannya dan membiarkan benang saliva terhubung di antara mereka.
"Hha.. hahh… Sasu.. angghh" tak mau menunggu lama Sasuke meyerang leher jenjang Naruto. Di jilat, hisap lalu di gigitnya kulit tan itu hingga berbekas kemerahan.
"Sasu… ngghh hen… tikan…" pinta Naruto. Sasuke menulikan permintaan Naruto dan terus menyerang leher Naruto, tangan nya juga tidak tinggal diam. Ia membuka kancing piyama Naruto dan menyelusupkan tangannya ke dalam, ia pun menyentuh titik sensitive Naruto yang mulai mengeras. Di pilin dan di cubit nya niple Naruto. Tiba-tiba Sasuke merasa pipi nya basah, ia menjauh dari leher Naruto dan menatap Naruto yang kini sedang menangis.
"Hiks… ber… hiks henti…" melihat Naruto menangis untuk pertama kali nya bagi Sasuke, membuat Sasuke panik.
"Dobe… hei… hei…" Sasuke pun menghapus air mata Naruto dengan ibu jari nya lalu menarik Naruto dalam pelukannya.
"Hiks… hiks… kau.. hiks jahat teme…!" Naruto semakin terisak dengan tangisannya.
"Maaf kan aku Naruto…" Sasuke pun mengerat kan pelukannya dan membenamkan wajahnya di rambut Naruto dan menghirup aroma jeruk dari rambut pirang dobe nya.
"Hiks…" sedikit demi sedikit Naruto mulai tenang dan membalas pelukan Sasuke.
"Sudah, berhenti lah menangis dobe… dan cepat tidur…" Sasuke pun melepaskan pelukannya, dan membiarkan Naruto berjalan ke arah ranjang nya dan membaringkan tubuhnya.
.
Setelah menurutnya Naruto tidur, ia masuk ke kamar mandi dan membasuh wajahnya di wastafel, lalu ia mendonggakan kepala nya menatap bayangan nya yang terpantul di cermin.
"Kau harus bersabar Sasuke…" gumamnya. Ia pun keluar kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan kaos putih dan boxer biru tua, setelah mengganti pakaian ia langsung membaringkan tubuhnya dan menyusul Naruto yang sudah tertidur nyenyak.
~oO0Oo~
"Sa…Sasuke.. hen.. hentikan aku mohon…" pinta Naruto yang masih terus menangis.
"Tidak lagi dobe… sudah cukup aku menunggu…" ujar Sasuke dengan seringai di wajahnya, tanpa persiapan Sasuke langsung menghujam 'miliknya' di rektum Naruto.
"AHHH!… hiks Itaii… hiks…" tangis Naruto menjadi. Tanpa persetujuan dari Naruto, Sasuke memaju mundurkan pinggulnya dengan cepat.
"Berhenti… a-aku mohon… hiks…"
"Menangis lah Naruto, menangis lah untuk ku HAHA…." Tanpa henti Sasuke terus memanju mundurkan pinggulnya dengan sangat cepat, dan terus menghentakkan nya dengan keras…
"AHH… SASUKE…!"
.
.
"UWAAAA….!"
"Dobe…! Kau kenapa?" tanya Sasuke panik yang terbangun karna teriakan Naruto.
"Te-teme… UWAAAAA…!" teriakan Naruto pun menjadi dan sambil terus menunjuk-nunjuk ke arah Sasuke.
"Naruto…! Kau kenapa?" Sasuke langsung menghampiri Naruto ke ranjang nya.
"Te-teme rambut mu…! Seperti pantat ayam!" teriaknya sedeng.
"WTF? Sialan kau dobe!" Sasuke pun melempar bantal ke wajah Naruto.
"Sakit teme!"
"Kau juga! Berteriak seperti orang gila! Ini baru jam 2 malam dobe!" teriak Sasuke kesal. Tiba-tiba ada sesuatu yang mengganjal saat Sasuke memandang Naruto, tatapan matanya pun turun ke arah bawah tepat di selangkangan Naruto. Sasuke berkedip beberapa kali, lalu seringai nya muncul.
"K-kau kenapa teme! Berhenti menatap ku dengan senyuman itu!"
"Mimpi basah hmp?" goda Sasuke.
"A-apa? Mim-mimpi basah…?" pandangan Naruto pun menurun dari wajah Sasuke ke selangkangannya. Benar saja, celana tidurnya basah.
"Heh, kau sudah dewasa rupanya dobe…"
"Teme, mimpi basah itu apa?" tanya Naruto polos.
"Hah~ tanya pada Kyuubi saja, sekarang kau bersihakan diri mu sana…"
"Ta-tapi…"
"Sudah cepat"
"Tapi kau jangan tidur teme! K-kau tunggu di depan pintu ke kamar mandi!"
"Hn"
Naruto pun langsung berdiri dan pergi ke kamar mandi dan di ikuti oleh Sasuke. Setelah masuk tiba-tiba langkah Naruto berhenti, lalu ia membalik kan badannya.
"Aku bilang tunggu di depan pintu teme! Bukan di dalam!" Naruto pun mendorong Sasuke keluar dari kamar mandi, setelah Sasuke keluar dengan keras Naruto membanting pintu kamar mandi dan mengunci pintu nya.
"Ck, pada hal aku mau lihat, berapa besar milik mu dobe…" gumam Sasuke.
~oO0Oo~
Pagi hari nya…
"Itu berarti kau sudah dewasa Naru-chan…" ujar Kyuubi. Kini Naruto dan Kyuubi sedang berada di taman asrama mereka duduk di bangku taman di depan pancuran, sinar matahari pagi ini tidak terlalu menyengat dan angin pagi sedikit membelai mereka hingga membuat pagi ini sangat nikmat untuk keluar.
"K-kalau begitu bagus… ta-tapi kenapa objek mimpi ku Sasuke, Kyuu-nii?"
"APA?" seperti ekspresi artis sinetron indonesia, Kyuubi terkejut mendengar apa yang telah di ucapkan oleh sang adik.
"Kau itu kenapa sih! Naru Cuma bilang kenapa objek mimpi ku Sasuke!"
"I-itu berarti kau memang murni gay…"
"Hah? Lalu objek mimpi basah mu pertama kali siapa Kyuu-nii?"
"Miyabi…"
"Apa?"
"Hah, sudah lah lupakan itu… dalam mimpi mu siapa jadi uke?"
"Aku…"
"Sudah ku duga!"
.
Tiba-tiba hening menyelimuti mereka sebelum, getaran ponsel Kyuubi membuat orang yang punya nya sedikit terkejut. Kyuubi pun melihat siapa yang menelpon nya ternyata Yahiko.
"Ada apa?" tanya Kyuubi saat menjawab telpon nya.
"Apa kau dengan Naru-chan?" tanya Yahiko.
"Ya, kenapa?"
"Cepat lah ke kantin… ibu kantin memesan ramen untuk penghuni asrama… cepat lah sebelum kehabisan… aku sudah mengambil kan untuk kalian, tapi di habisi oleh Nagato…" ujar Yahiko sembari melirik Nagato yang lagi tersenyum lebar dengan menepuk-nepuk perutnya.
"Ya, aku akan kesana…" Kyuubi pun memutus panggilannya.
"Ada apa Kyuu-nii?" tanya Naruto yang sangat penasaran dengan pembicaraan antara Kyuubi dan Yahiko.
"Ada ramen di kantin…"
"APA?" bagai angin Naruto pun langsung ngacir ke kantin setelah mendengar penuturan sang kakak.
"Oi Oi! Tunggu aku Naru!" Kyuubi pun berlari menyusul Naruto ke kantin.
.
.
"Oke! Tinggal 2 mangkok ramen… siapa yang mau?" teriak ibu kantin pada penghuni asrama yang sedang berdesakan di depan nya.
"AKU!" teriak penghuni asrama serentak.
Naruto yang baru sampai di kantin langsung mengedarkan pandangannya ke seluruh kantin, lalu matanya berhenti di sebuah meja di depan tempat ibu kantin berdiri. Di sana 2 mangkok ramen menganggur dengan masih ada asap yang mengepul dari dua mangkok tersebut yang berarti ramen tersebut masih hangat.
"Hah… hh… Kenapa kau meninggalkan Naru?" gerutu Kyuubi dengan ngos ngosan ngejar Naruto.
"Kyuu-nii, ramen nya tinggal 2 mangkok…" ucap Naruto.
"Hah? Tinggal dua?" Kyuubi menatap keributan yang ada di kantin lalu pandangannya berpusat di atas meja di depan ibu kantin. Benar saja tinggal 2 mangkok yang tersisa.
"Aku takkan rela jika ramen itu di ambil…" Naruto mengeluarkan aura hitam.
"Aku juga…" Ya! Walaupun Kyuubi Namikaze penggila berat apel, makanan lain yang ia suka selain apel adalah RAMEN!
Kyuubi dan Naruto, maju selangkah. Lalu mereka mebuat ancang-ancang… dan…
"HYAAAA!" bagaikan perang shinobi, Kyuubi dan Naruto menyerbu ke rombongan orang-orang yang ingin mengambil mangkok ramen itu.
.
"Punya GUE!"
"GUE!"
"GUE!"
Lupa dengan kesopanan yang di ajarkan oleh pihak asrama, siswa-siswi asrama menggunakan seluruh kekuatan dan kata-kata gaul mereka hanya demi mendapatkan 2 mangkok ramen yang tersisa itu, dan sampai ada juga yang jambak-jambakan…
"Naru kau ke selatan dan aku ke utara!"
"Ha'I Kyuu-nii!"
Si Namikaze pun berpencar ke dua arah untuk mencari cela mendapatkan ramen. Rencana mereka pun berhasil, dengan wajah yang berbinar Naruto hanya tinggal mengambil mangkok ramen itu, tetapi…
.
Duakk… Prang…
Seorang siswi berambut merah berkaca mata, menyenggol meja sehingga meja itu pun terjatuh beserta dua mangkok ramen. Mangkok ramen itu kini tak berbentuk lagi, isi nya juga berceceran. Untuk beberapa saat Kyuubi menatap ramen itu, sepertinya hari ini dia harus sarapan apel lagi. Lalu bagaimana dengan Naruto?
"Hiks… hiks…" bagai di tinggal pergi belahan jiwa, Naruto menangisi jazat ramen beserta isi nya yang kini telah tiada.
Kyuubi yang melihat itu hanya bisa menepuk-nepuk pundak Naruto. "Yang sabar otouto…" bujuk nya.
Bukannya tenang Naruto makin terisak, dan membuat orang-orang yang melihatnya terharu. Naruto pun terduduk lemas… "RAMEN KU!" teriak nya sinting, lalu keluar lah aura hitam yang menyelimuti tubuh Naruto.
Orang-orang yang melihatnya pun langsung ngacir keluar dan menjauh dari kantin, tapi Kyuubi sebagai kakak yang baik, tetap terus berada di belakang sang adik. Oh tunggu dulu, bukan karna ia ingin selalu di dekat Naruto di suka dan duka. Kyuubi tak ngacir karna…
Diri nya sudah tak bisa lagi bergerak untuk lari, karna ketakutan sehingga membuat dia tak bisa bergerak.
Tapi ternyata Kami-sama masih menyukai Kyuubi di fic ini. Itachi yang baru datang ke kantin melihat suasana kantin sepi, dan hanya ada si Namikaze, ia menyipitkan mata nya saat melihat aura hitam yang keluar dari tubuh Namikaz bungsu. Mengerti dengan hal itu, Itachi langsung menghapiri si sulung Namikaze dan menariknya pergi menjauh…
Benar saja, setelah kepergian Itachi dan Kyuubi, yang terdengar dari kantin hanya suara ledakan, dan teriakan dari si kepala sekolah.
Nah loh Nar, besok kau mau makan di mana lagi kalau kantin nya lah hancur lebur…
~oO0Oo~
Mau sarapan gak jadi karna insiden tadi pagi, mau makan apel, persediaannya habis. Mau makan apa hari ini? Batin Kyuubi berteriak. Sungguh hari ini dia harus menahan perutnya yang kelaparan dan bukan hanya dia saja yang merasakan kelaparan, Uchiha bersaudara juga begitu. Sangat terlihat di wajah mereka yang sedang ada di depan Kyuubi, wajah yang pucat dan suara perut yang berteriak minta di isi.
"Otouto, benar tomat mu habis?" tanya Itachi yang seperti nya sudah tak bisa menahan rasa laparnya.
"Ya baka aniki…" jawab Sasuke singkat, tak ingin mengeluarkan energi terlalu banyak dengan keadaan perutnya yang kosong.
"Kyuu, apel mu juga habis?" Itachi bertanya pada Kyuubi yang memasang wajah yang lebih pucat dari mereka.
"Ya," jawab nya malas.
Itachi kembali terdiam, dan menatap langit cerah pagi ini. Otaknya terus berputar bagaimana caranya agar rasa laparnya hilang… ia mengedar pandangannya ke taman asrama lalu berhenti di sebuah pohon, wajahnya langsung mencerah saat apa yang ia lihat.
"Mangga!" seru nya lalu berdiri menuju pohon mangga itu.
Sasuke dan Kyuubi saling pandang lalu berdiri mengejar Itachi ke pohon mangga tersebut.
"MAKAN!" teriak mereka serentak.
.
.
Jika Uchiha bersaudara dan Namikaze sulung terkena wabah kelaparan bagaimana dengan si Namikaze bungsu? Oh dia sangat bete hari ini terbukti dengan awan hitam mengikuti nya kemana pun ia melangkah. Lalu langkahnya terhenti ketika seseorang menghalangi jalannya, Naruto pun mendonggakan kepala nya melihat siapa yang menghalangi jalannya. Seorang laki-laki berambut hitam klimis, berkulit pucat dan bermata onyx.
"Kau Sai…" ujar Naruto malas sambil nunjuk ke wajah Sai.
"Hai Naruto-kun…" sapa nya dengan senyuman manis.
"Kau yang meminta ku jadi uke kan?"
"Wah! Ternyata ingatan Naruto-kun tajam juga…"
"Terus kenapa kau ada di depan ku?"
"Ah tidak ada. Hanya ingin beri ini ke Naruto-kun…" Sai pun memberikan sebuah bungkusan berisi cookies dan dengan cepat di ambil oleh Naruto. Mata Naruto langsung berbinar, tapi ia kembali menatap Sai dengan tatapan tajam.
"Ini bukan dog food kan?" tanya nya, ia sedikit trauma dengan cookies akibat si Kyuubi.
"Bukan dong Naruto-kun… itu cookies biasa. Aku hanya ingin berbagi, karna ku lihat tadi kau tak sempat sarapan…"
"Ah terima kasih!" Naruto pun langsung membuka bungkusan itu dan langsung memakannya.
.
Dari jauh, dua orang sedang menatap lekat dan menajamkan pendengaraan saat Naruto dan Sai bicara. Yang satu berbadan tinggi besar berambut orange, dan yang satu berbadan tinggi tapi sedikit kurus dengan rambut perak dan gigi runcingnya. Mereka adalah Juugo dan Suigetsu, mereka mendapat tugas dari wakil ketua Akutsuki, Sasuke, untuk mengawasi Naruto.
.
Kembali ke Naruto dan Sai…
"Bagaimana? Enak?" tanya Sai saat Naruto hampir menghabiskan cookies itu.
"Hmp… nyam… nyam… enak!" serunya dan kembali makan cookies itu.
"Kalau begitu seperti nya aku bisa meminta mu sekali lagi…"
"Minta apa? Bicaralah… nyam… kau sudah menyelamatkan ku dari kelaparan… nyam… jadi sekalian aku mau balas budi…" cengir Naruto di sela-sela makannya.
"Aku minta kau menjadi-
Bruuk…
Belum lagi Sai menyelesaikan kata-kata nya diri nya sudah di serbu oleh Juugo dan Suigetsu. Naruto yang melihat Sai di serbu sampai terjatuh dan ditindih oleh dua orang yang badannya kebih besar dari Sai Cuma bisa sweet drop.
"Apa yang kalian lakukan!" teriak Sai kesal karna badannya terasa sakit di tindih dua orang sekaligus.
"Kau mengganggu properti milik Uchiha. Tepatnya Sasuke Uchiha…" ujar Suigetsu, sambil menarik tangan Sai kebelakang dan memborgolnya.
"Dalam pasal 3 ayat 2 di kitab Akatsuki yang baru, mengatakan 'Barang siapa yang mengganggu properti milik Uchiha bahkan menyentuh nya akan berakhir di kandang Manda milik Orochimaru' mengerti?" ujar Juugo sambil menggendong Sai seperti karung besar.
"APA! LEPASKAN! AKU TAK MAU KE KANDANG MANDA! APA LAGI HARUS BERTEMU DENGAN OROCHIMARU! LEPASKAN! NARUTOOO TOLOONG!" teriak Sai yang mencoba melepaskan diri nya dan berteriak minta tolong pada Naruto saat diri nya sudah agak jauh dari Naruto.
Naruto Cuma bisa cengok tingkat dewa liat apa yang barusan terjadi. Selera makannya tiba-tiba saja hilang.
"Untuk Kyuu-nii aja…" ucap nya sambil menutup bungkusan cookies itu dan berjalan mencari Kyuubi.
~oO0Oo~
"Astaga! Kami-sama! Kenapa? Kenapa?" teriak Kyuubi sinting sambil terus menjedukan kepala nya ke pohon.
"Kau jangan gila Kyuu…" ujar Itachi yang sedikit terganggu dengan tingkah Kyuubi.
"Bagaimana aku tidak gila? Hah? AKU SANGAT LAPAR! KENAPA POHON MANGGA ITU PAKAI ACARA TIDAK BERBUAH!" teriaknya sambil menjambak rambut orange kemerahannya.
"Memang kau saja Kyuubi aku juga lapar!" segak Sasuke yang mulai terganggu dengan teriakan Kyuubi yang membuat pendengarannya terganggu.
"KAU DIAM SAJA PANTAT AYAM! KAU MEMBUAT EMOSI KU NAIK! TAU TIDAK AKU INI SEDANG KELAPARAN!"
"DASAR RUBAH GILA! KAU YANG MEMBUAT EMOSI KU NAIK! MEMANG KAU SAJA YANG KELAPARAN! HAH! AKU JUGA!"
"KALAU TIDAK SENANG AYO MAJU! KITA BERKELAHI!" Kyuubi langsung berdiri dan membuat ancang-ancang berkelahi.
"AYO!" Sasuke pun mengiyakan ajakan Kyuubi, dia langsung berdiri dan berhadapan dengan Kyuubi.
"DASAR PANTAT AYAM!"
"DASAR RUBAH GILA!"
.
Bugh… Bruuaak… Bug… Buaghh…
Sasuke dan Kyuubi pun baku hantam di depan Itachi. Awalnya ia hanya diam diri saja menatap orang gila yang sedang dalam kelaparan dan berkelahi itu, tapi lama-lama risih juga.
"Kalian berdua hentikan!" teriak Itachi.
"DIAM SAJA KAU KERIPUT!" bentak Sasuke dan Kyuubi serentak.
.
Twitch…
Lapar, panas, emosi, di hina…. Lengkap sudah penderitaan Itachi, ia pun mendekat ke arah perkelahian Sasuke dan Kyuubi.
"Berhenti…" ujarnya dengan sedikit nada tinggi.
Tak mau berhenti…
"Aku bilang berhenti!" segaknya.
Tidak di pedulikan dan masih terus saling pukul.
"BERHENTI ATAU AKU AKAN MENGGUNAKAN TSUKUYOMI PADA KALIAN BERDUA!" teriak nya.
Dan… berhasil, Sasuke dan Kyuubi langsung berhenti saling pukul… tapi…
.
Twitch… Twitch…
Emosi Itachi sudah di ujung tanduk, bukan karna Kyuubi dan Sasuke berkelahi malah mereka berdua sudah berhenti, tapi posisi mereka saat menghentikan perkelahian membuat emosi Itachi berada di ujung tanduk.
Bagaimana tidak?
Sasuke yang menindih Kyuubi, dengan menjadikan kedua tangannya sebagai penumpu agar tak terlalu menindih Kyuubi. Dan tangan Kyuubi yang ada di kepala Sasuke karna tadi sedang menjambak rambut Sasuke, mereka tak menyadari posisi mereka yang memang seperti abis melakukan yang iya-iya.
Kyuubi dan Sasuke pun saling pandang…
'Kenapa tu orang?' pikir mereka serentak. Sedetik kemudian mereka berdua baru menyadari sesuatu.
'POSISINYA!' batin mereka berteriak serentak.
Sasuke pun langsung menjauh dari Kyuubi, dan Kyuubi berdiri menghampiri si Itachi yang sudah terselimuti aura hitam.
"Oi, Oi, Itachi… jangan salah paham" bujuk Kyuubi dengan senyuman terpaksa.
Itachi hanya menatap tajam Kyuubi lalu beralih ke Sasuke. Merasa sedang di tatap Sasuke pun menatap Itachi yang sedang menatapnya tajam.
"Cih, hanya itu saja kau sampai begitu, dasar baka aniki…" ujar Sasuke malas lalu memberi death glare ke Itachi.
"Kau tau kan otouto? Pasal 3 ayat 2 di kitab Akatsuki yang baru?" tanya nya dengan mencoba menahan emosi.
"Ya, tentu saja baka aniki! Karna itu kita yang membuatnya" jawab nya santai, gak tau seringai Itachi yang sudah muncul, sampai membuat Kyuubi bergidik ngeri.
"Sebutkan isi nya otouto…"
"Hn, 'Barang siapa yang mengganggu properti milik Uchiha bahkan menyentuh nya akan berakhir di kandang Manda milik Orochimaru' itu kan?"
"Mengertikan? Jika yang berani menyentuh properti milik Uchiha apa hukumannya?"
"Tentu saja! Semuanya pasti berakhir di kan-Tunggu Dulu!" sela Sasuke saat menyadari kata-kata yang ia ucapkan.
"Kau tak bisa melanggar nya otouto! Kau sudah menyentuh properti ku! Properti milik Itachi Uchiha!" Itachi pun menghampiri Sasuke dan meyeretnya ke kandang Manda.
"LEPASKAN AKU BAKA ANIKI! AKU TAK MAU KE KANDANG MANDA! APA LAGI KETEMU DENGAN OROCHIMARU! TOLONG!" teriaknya yang terus mencoba terlepas dari Itachi
.
.
Wah! Sasuke! Author Cuma bisa berdoa pada Kami-sama semoga kau dan Sai yang sedang berada di kandang Manda selamat sentosa….
Dengan ini Ryuu ucapkan…
~To Be Continue~
Balasan Review dari chap 1…
Ryuu: thanks buat Satsuki Naruhi… Ryuu udah berusaha update cepat kok…
Gaara: yang sabar ya Ryuu… kata Roronoa minta perbanyak ItaKyuu… gua setuju banget ama Roronoa biar banyakin ItaKyuu karna kan di fic laen gua menderita banget ma si Kyuu, kalo bisa buat tiap kali Kyuu di rape… hohohoho…
Ryuu: oke dah… buat Hyeora NaruNaru, maaf embernya di pakai ama Sasu dulu… jadi pinjam ama yang lain aja ya hoho #plak…
Naru: Ryuu... ... say hai ama kamu, dan dia bilang selamat udah jadi author, terus katanya pas adegan ku marah ama teme, seharusnya dia bilang dobe kan ama aku? Jadi lain kali liatin dulu tu fic sebelum di update…
Ryuu: hehe gomen ne, itu kesalahan Ryuu gak ngoreksi lagi… buat Tsuki Aozora salam kenal juga… Ryuu usahain biar lebih cepat… ^^
Sasu: Ryuu, Vii no Kitsune nanya napa tu baka aniki ikutan marah waktu dobe di minta jadi uke ama si bibir tebel?
Ryuu: oh itu, Itachi lagi nyari perhatian ama si Kyuu, berharap kan kalau-kalau aja dia perhatian ama si Naru, Kyuu nya jadi klepek-klepek ma Itachi… #pedeamattuanak… And terima kasih banyak buat narusaku20…
Kyuu: Oi Ryuu… Neter-in bilang kamu harus banyak koreksi, kebanyakan typos tu… n satu lagi, napa gua di fic ini takut ma si Naru?
Ryuu: haha… aku usahain deh senpai… buat loe Kyuu, jangan banyak cincong, loe mau gua tunda gajian loe biar loe gak bisa beli apel?
Kyuu: cih… demi apel aja gua kayak gini Schein Mond,
Ryuu: 'twitch' ni anak masih enak gua panggil ikutan di fic ini…
Kyuu: biarin… #ngabur
Ryuu: enak aja tu anak kabur… buat Oyabun ShikaKiba emang ada tapi kayaknya gak terlalu banyak dari SasuNaru ma ItaKyuu…
Sasu: DL-Akevi II bilang uke gua punya sisi gelap, loe mau buat gua mampus gara-gara dobe-koi gua? Gua jadi pikir puluhan kali mau negerape dobe…
Ryuu: gak apa-apa, kan di fic lain loe enak aja mau ngerape Naru, gini-gini gue lebih ngefans Naru dari pada loe, jadi di fic gue loe harus siap mental, kapan-kapan aja loe nanti di rasengan… buat Kaito Mine terima kasih banyak…
Shika: Ryuu… Azriel Fartin atau Az ama Chii tu…
Ryuu: oh… Haloha too Az… Halo juga Chii… buat Az, waktu Gaara liburan sekolah, Gaara ke Namigakure, dan main batu gunting kertas ama si Kyuu, karna Gaara kalah lebih dari ratusan kali dari si Kyuu, Kyuu nya minta satu pohon apel, eh Gaara nya langsung kabur aja, pulang ke Suna… gitu… hehe
Kiba: Ryuu… kky30…
Ryuu: baik… salam kenal balik aja, gak apa kok panggil Ryuu pake embel-embel –san… ya abis Ryuu bosan di fic lain Naru nya, imut-imut semut terus… jadi gak apa ya, buat Naru sedikit serem, kan keturunan si Kushina…
Naru: Ryuu~ ada yang nanya lagi tu tentang napa tu Itachi belain gua…
Ryuu: oke dah… Hai juga AkamakiKyuu, terima kasih atas pujiannya #blush… pas Itachi marah, tu Cuma buat nyari perhatian ama si Kyuu aja, niat nolong gak ada tu sama sekali…
Nagato: Ryuu tu Kirio-kun bilang besok-besok pakai paragraf…
Ryuu: hehe… maaf deh, kalo berantakan… Ryuu emang gak pandai ngerapiin paragraf, sampai-sampai muka Ryuu aja gak pandai Ryuu rapiin… tapi Ryuu usahain…
Sasu: Ryuu… key-kouru nanya kapan LEMON nya?
Ryuu: haha belum pokoknya di chap selanjutnya pasti ada… Tapi, Ryuu kurang handal buat LEMON nya asem… jadi agak-agak sepet gak papa ya?
Naru: buat cho devi, gua sebenarnya gak mau jadi laki-laki yang di raguin, salahin tu si Masashi Kishimoto buat gua jadi cowo manis banget, n salahin ni author, udah gua manis di buat imut lagi… #ngambek
Ryuu: *sweetdrop*… pede amat loe Nar, masih enak ada yang mau bilang loe manis, imut lagi… dasar chara yang tak bersyukur… buat NamikazeNoah terima kasih, Ryuu usahain… ^^
Kyuu: oi Ryuu, ada yang kritik tu…
Ryuu: ngapain loe balik lagi?
Kyuu: cih… #ngaburlagi
Ryuu: buat Mio Aitezza… Ryuu udah usahain biar gak ada Typo, tapi maaf ya kalau masih ada, Ryuu orangnya gak teliti… #suerdah… kalo itu Ryuu udah nyobain buat huruf kapital sesudah tanda "… terima kasih atas kritiknya… ^^ buat ai aragaki I try it… Thanks ^^
Itachi: ByuuBee, gua gak suka loe bilang Kyuu-chan imut, Kyuu-chan itu SEXY…
Ryuu: sewot banget loe ama Kyuu… tu anak juga gak peduli ama loe…
Itachi: #pundung
Ryuu: yah~ malah pundung… biarin dah… buat donnaughty, Ryuu emang buat Sasu-teme-pantat ayam itu susah dapatin si Naru… cause kalau Ryuu buat dia mudah banget dapat Naru, enak di dia, di rape trus nanti si Naru, sekamar lagi tu di asrama…
Kyuu: #baliklagi... hohoho ada yang muji gua keren…
Ryuu: cih ngapain loe nongol lagi? Shin ryu harashi, tu muji fic gue bukan loe #pedeamat… gua bilang gak ada loe gak rame (kayak iklan rokok ya?) karna kasihan Itachi gak ada lawan rapean…
Kyuu: Pede amat lo…
Ryuu: biarin uweekkk… buat BlackMagician12, thanks banget udah suka ma fic gaje Ryuu… Ryuu usahain buat update cepat… ^^
Kyuu: buat Kyumimi, gantian dong masa gua ama Naru terus di bully, sekarang gantian… rasain loe Uchiha ama keluarga besar gue hohohoho… #blush… R-Ryuu, benar loe mau buat gue ma keriput Le-Lemonan?
Ryuu: HAHAHA… o-ho… bahkan gua mau buat loe banyak di rape ama si Itachi… hoho… buat UchiKaze No SasuNaru, Ryuu usahain… ^^
Itachi: bagus… bagus… gue dukung loe Ryuu… hohoho
Ryuu: lah tu anak langsung semangat aja di bilang mau lemonan… Yoroshiku yo Sora asagi, (betulkan jawabnya? Kalo salah maaf…) makasih banyak senpai udah mau baca fic gaje Ryuu… ^^… Untuk PRINCE AKUMA KAZUHITO… thanks ya, Ryuu usahain supaya gak banyak Typo… ^^
Naru: Neka-neko miaw… Kalo mau fic nya lanjut trus review ya! #ngancam pake rasengan…
Ryuu: Oi, Oi… jangan pake cara kekerasan dong, diri mu kan di sini menjadi anak yang baik Naru-chan… makasih ya udah baca fic Ryuu miaw~ X3… buat Kai Shadowchrive Noisseggra… hehe kalo jadi saudara nya Uchiha, tu keluarga Uchiha udah banyak yang ganteng, jadi Ryuu masukin jadi keluarga KyuuNaru aja… makasih udah baca…
Yang lain tunggu ya balasan Review di chap selanjutnya… =3
.
.
Mind to review?
