Moshi-moshi minna. Ini merupakam chapter ke 4 dari How Can Make Me Falling In Love. Q'ssa mulai binggung mau buat cerita ini. Ugh, , Q'ssa bingung mau nulis apa lagi. Jadi langsung baca saja iya?

Selamat membaca~~ ^^

Dislaimer:

Masashi khisimoto

Rated :

T

Gender :

Drama, roman, tragedi

Pair :

KibaHina

Warning :

OOC, LIME, terinspirasi dari lagu-lagu Justin Bieber.

Hinata seorang Lelaki & Kiba seorang perempuan.

Sumari :

Hinata adalah seorang remaja yang tidak pernah jatuh cinta.

Lalu, setelah bertemu kiba, ia merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama.

Hwo Can make me falling in love..?

Chapter4 - First Dance

Hinata's POV:

A-aku menyatakan perasaanku pada Kiba? Setan apa yang merasukiku? Arrghh.. Bagaimana kalau Kiba sampai membenciku? Dari mana aku dapat pikiran untuk mrngatakan hal itu padanya secepat ini?

End Of Hinata's POV

*sekarang Hinata masih dalam proses bingung tingkat akut mohon tunggu sebentar*

PIIIIIPPP….

"Ah, sudahlah. Sebagai laki-laki tidak boleh menyesal dengan perkataannya. Sekarang aku harus membuat Kiba jatuh cinta padaku." Batinku

Hinata terus memikirkan cara agar Kiba bisa jatuh cinta padanya, tapi tidak ada satu ide pun yang terlintas.

~How Can Make Me Falling In Love~

"Haah prom night?"

"Iah, proom night. Kenapa sampai sekaget itu?"

"Tidak apa-apa. Hehe"

"Prom nightnya satu minggu lagi. Kau mau mengajak siapa Hinata?" Tanya Naruto.

"Hum. Seseorang. Semoga dia mau."

Aku bergegas pergi sebelum di tanyai lebih banyak lagi.

Hinata's POV :

Ini kesempatanku untuk mengajak Kiba ke prom night. Tapi apa dia mau iya? Uh, semoga ia tidak menolak ajakanku. Sepulang sekolah aku harus membicarakan ini padanya.

Oh ya, aku tidak bisa dansa. Bagaimana ini? Apa aku harus kursus? Ya! Harus. Aku tidak boleh tampil memalukan di depan Kiba.

Batasnya seminggu. Aku harus sukses di prom night nanti

End of Hinata's POV

It's your chance take her hand to the floor
(fellas just the moment you've been waiting for)
Girl if you see something you like then let 'em know
(ladies I know your ready)
Cuz you only got one chance
(yeah yeah)
For your first dance
(you never forget bout your first dance)
So take advantage of the slow jam

Saat pulang sekolah.

"Ugh, bagaimana cara mengajaknya ke prom night? Kiba, di sekolahku ada prom night, kamu jadi pasangan dansaku iya? Nggak! Cara ngajaknya aneh.

Kiba kamu harus jadi pasangan dansaku di prom night! Kesannya malah jadi maksa."

Hinata sibuk memikirkan cara mengajak Kiba ke prom night, di depan laundry Kiba.

"Hyuuga-kun? Sedang apa di sana? Kenapa tidak masuk?" kata Kiba yang muncul tiba-tiba

"Ah.. Hum. Ini juga mau masuk" jawabku setengah kaget dengan kemunculan Kiba

"Ada apa tiba-tiba kemari?"

"Sebenarnya. Hum~~ aku… ma-mau mengajakmu ke prom night di sekolahku satu minggu lagi. Apakah kamu mau?"

"Prom night? Baiklah." Kiba menjawabnya sambil tersenyum

"Terima kasih Kiba. Hum. Dan tolong, jawab pernyataanku beberapa hari yang lalu iya?"

"…" Kiba tidak menjawab, ia hanya terseyum menanggapi perkataanku.

"Kalau begitu aku pulang dulu. Seminggu lagi kujemput jam enam sore. Permisi."

"Hyuuga-kun! hati-hati di jalan." Kiba melambaikan tangannya padaku.

"Yous!" aku tersenyum kepadanya dan kulihat wajah hinata kembali memerah. Sungguh sangat manis.

Sesampai di rumah

"Mama, aku mau ikut praivat dansa. Mama punya guru bagus yang bisa di calonkan denganku nggak?"

"Hum. Ada. Namanya Yamanaka Ino."

"Tolong hubungi dia iya? Latihan dansanya mulai besok setelah aku pulang sekolah."

"Baiklah. Tapi ada apa tiba-tiba ingin latihan dansa?"

"Tidak ada apa-apa ma."

Enam hari lagi saat prom night. Bagaimana pun juga aku harus memberikan kesan terbaik pada Kiba. Walaupun saat itu pernyataan cintaku di tolak olehnya.

"Gerakan apa itu? Ulangi. Saat berdansa kau tidak boleh kaku seperti itu" siapa lagi yang mempunyai teriakan ini kalau bukan guru dansaku. Dia memang pintar dalam mengajar. Tapi galaknya bukan main kalau bukan demi Kiba aku tidak akan bersusah payah seperti ini.

"Jangan bengong. Ulangi gerakan itu. Gerakan dasar saja tidak becus seperti itu."

Selama beberapa hari aku melewati hari bagai neraka. Tiap hari aku selalu mendengar guru dansaku memarahiku. Sampai tiap malam aku memimpikan guru dansaku sedang memukulku dengan cambuk karena aku tidak bisa berdansa dengan benar. Tapi aku harus bisa berdansa dalam waktu empat hari. Harus! Bagaimanapun caranya. Karena aku sangat menantikan hari itu.

When I close my eyes,
I see me and you at the prom
We've both been waiting so long
For this day to come
Now that its here
Let's make it special
hari ke empat

"Hyuuga, i-i-ini sempurna! Kau sudah bisa menguasai tehnik dasar. Dengan ini maka semua akan baik-baik saja."

"Benarkah bu? Terima kasih atas bantuan anda selama ini. Berkat anda aku berhasil."

"Ini juga berkat usahamu. Berjaunglah saat prom night nanti."

Haah? Ini pertama kalinya aku melihat guru satu ini tersenyum padaku. Jangan-jangan nanti akan ada badai. Batin ku

"Yosh! Tinggal menunggu saat prom night" aku berteriak semangat

"Tidak usah sesemangat itu. Karena jam latihan sudah selesai, ibu pulang dulu."

"Baiklah, hati-hati di jalan bu."

Aku sudah tidak sabar menunggu saat prom night. Kiba bagaimana iya? Aku tidak pernah melihatnya selama lima hari ini. Maklum, aku sibuk latihan. Batinku

Sudalah. Aku lelah. Aku ingin istirahat dulu. Aku harus mengumpulakan energi untuk besok.

~How Can Make Me Falling In Love~

Yup. Inilah saatnya.

Aku akan menjemput Kiba. Entah mengapa aku merasa susah bernafas karena grogi dan senang.

Selama di perjalanan aku duduk manis tanpa bergerak di mobil. Takut pakaian yang kupakai kusut sebelum bertemu Kiba. Tak lama kemudian aku sampai di depan rumah Kiba.

"Kiba, kamu sudah siap?" kataku pada Kiba sambil berteriak karena Kiba berada di lantai atas.

"Sudah, aku turun sekarang."

Saat Kiba turun, mataku tak bisa lepas darinya. Ia menggunakan gaun berwarna putih berkilat merah muda dengan panjang selutut. Sepatu hak tinggi berwarna merah muda juga. Rambut panjang coklatnya terlihat bergelombang, kali ini ia mengikat rambutnya ke samping. Wajahnya yang manis terlihat bertambah manis dengan make-up tipis. Aku tak bisa berkata-kata lagi melihatnya.

"Hyuuga-kun, kamu tidak apa-apa?" Kiba melambaikan tangannya di depanku

"Aku baik-baik saja. Ayo kita segera berangkat." Aku cepat-cepat memalingkan wajahku agar ia tak melihat wajah ku yang kurasa mulai memerah.

Saat sampai di sekolah, acara sudah di mengajak Kiba untuk masuk dan mengambilkannya minuman.

Beberapa lama kami sibuk dengan pikiran masing-masing.

Hingga kudengar lagu kesayanganku.

"Kiba, maukah kau berdansa denganku?" sambil mengenggam dan mencium punggung tangannya.

Tindakan ini mampu membuatnya tersenyum kecil dengan wajah yang tampak merona. Kutarik ia ke arena dansa

There's so many thoughts in my mind
The D.J.'s playing my favorite song
Ain't no chaperones
This could be the night of your dreams

Only if you give, give the first dance to me
Girl I promise I'll be gentle
I know we gotta do it slowly
If you give, give the first dance to me
I'm gonna' cherish every moment
'Cuz it only happens once, once in a lifetime

"Hyuuga-kun? Mengenai pernyataanmu dulu. Aku akan menjawab sekarang. Aku, aku juga suka padamu."

"Benarkah itu Kiba?"

"Iah."

"Terima kasih, aku takan mengecewakanmu"

Aku memandang wajahnya, kudekatkan kepalaku sedikit demi sedikit hingga bibir kami bertaut.

Before the lights go up
And the music turns off
Now's the perfect time for me to taste your lip gloss
Your glass slippers in my hand right here
We'll make it before the clock strikes nine

"Kiba aku sangat menyayangimu." Kataku sambil memeluknya dengan erat seolah takut kehilagannya.

TBC.

Chapter 4 selesai sampai di sini. Tolong reviewnya.