DISCLAIMER :

Kuroshitsuji milik Yana Toboso

[Masih] Dunia Lain milik

[Masih Bukan Banget] Dunia Lain milik Alice Hitomu-chan

WARNING :

Typo, OOC, tidak memuaskan, gaje, hati-hati kesurupan abis baca ini, narator jadi korban penyiksaan, gak ada maksud promosi, dan tidak ada maksud menyinggung!. Don't like don't read. Abis baca wajib review. Enjoy~~ ;D

SUMMARY :

Sang author, Alice Hitomu-chan, menantang semua chara Kuroshitsuji untuk diuji nyalinya di [Masih Bukan Banget] Dunia Lain. Bagaimana nasib kakek Tanaka akan ini!?

Semua orang yang ada di dalam bus khusus itu langsung keluar dan menuju ke dalam gedung. Banyak diantara mereka membawa kotak kardus dan peralatan-peralatan yang sedikit berat. Diselingi dengan canda tawa dan sebagainya.

Karena agak gelap, ada yang menyalakan senter sehingga jalan yang didepan sedikit terang dibantu sinar rembulan.

Angker dan mengerikan memang. Tapi itulah tempat tujuan mereka.

"Gimana aura tempat ini, mbak Citra?" Tanya si botak Rudi

"Aura disini begitu pekat. Ada gesekan antar aura disini" jawab yang ditanya yang tak lain adalah Citra dengan ilmu kesotoyan *plak* maksudnya, aura.

"Ah! Itu tuh! Ada lagi! Woi!" teriak tiba-tiba si gondrong Ki Prana lalu lari ke arah yang ditunjuknya. Rudi dan Citra dan para kru yang ada disana mengikuti Ki Prana dengan gaya gawat-ketauan-kalau-saya-maling *plak*

"Haaaaaah~" hela nafas panjang Sebastian dan Lau saling mendominasi (jangan berpikiran yang yang enggak-enggak dulu, readers)

"Gak nyangka. Kalau pembaca memilih dia" ucap Sebastian sambil duduk ngaso di sofa

"Iya…." Jawab Lau dengan lemasnya.

"Tapi gak apa-apalah. Yang penting bukan kita yang duluan" sambung Ciel dengan nada tak kalah lemasnya dan duduk ngakang di sebelah Sebastian. Waduh.

Undertaker hanya mengangguk pelan menanggapi pembicaraan sambil makan bone cookies favoritnya

"Yah, si kakek ini peserta pertamanya" timpal Alice sambil mengunyah bone cookies.

Dan semua mata langsung melirik ke arah pojokan kanan. Disitu, duduklah seorang kakek butler sambil menyesap teh hijau dengan tenangnya. Ah, tidak lupa kata sisipan seperti 'ho. ho. ho'.

Yeah, Tanaka akan menjadi peserta pertama.

SEKALI LAGI, TANAKA AKAN MENJADI PESERTA PERTAMA.

Sudah di bold, di capslock, di underline pula tuh, tulisan. Berasa Tanaka adalah tersangka utama dalam paket bom teroris yang terkenal di kalangan gembel yang tidak boleh terlewatkan. Ckckck..

"Ini tempat apa sih? Kayak sarang hantu" Tanya Lau ngeliatin plafon yang udah kayak mau roboh

"Namanya juga acara dunia lain, yah pasti kayak gini, cino-cino… kau emang beda dari cino yang lain," ujar Alice yang sama sekali gak memaklumi keidiotan Lau yang kebanyakan baca majalah playboard (nama disamarkan).

Pintu kebuka dan masuk beberapa manusia.

"Ah, udah datang. Gimana lokasinya?" Tanya Alice sambil ngunyah (lagi-lagi) kukis tulang milik Undertaker untuk ke seribu kalinya (buset. Ini manusia ato gentong sih?)

"Yah, ada aura negatif di sekitar kamar mandi. Diketahui ada orang yang gak siram abis boker. Menurutku dan yang lain, lokasi itu tidak bagus", kata Citra penuh keyakinan. Yang jelas enggak ada peserta yang tahan dengan bau sesuatu yang disana.

"Kami memilih di ruang makan. Karena disitu banyak aktifitas yang berkeliaran disana", Ki Prana menimpali

"Okeh. Langsung aja yak?", Tanya Alice penuh antusias tingkat kecamatan.

.

.

.

.

.

.

(soundtrack song: triherl song)

Bangunan bekas jajahan Eropa yang terbengkalai sejak masa perlombaan membuat kue lemper pertama kali diselenggarakan. Kabarnya, pemilik rumah meninggalkan bangunan tersebut karena aura mistis di sekitar dapur yang menjadi saksi bisu tragedi berdarah sang sayuran. Dimana semua sayur-mayur yang segar dibunuh secara tragis. Ada yang disop, dipindang, direbus dalam panci panas, dipotong-potong hingga menjadi seukuran proton dan neutron, dan banyak yang lain sebagainya. Dan kemistisan ini merembet ke seluruh ruangan. Ruang makan salah satunya, karena lokasinya paling dekat dengan dapur. Banyak yang percaya bahwa pemilik sebelumnya adalah vegetarian tulen yang suka nangkring di resto vegetarian yang di depan sekolah author.

Photoface: (Tanaka lagi minum teh dengan ekspresi biasanya)

Nama: Tanaka (L)

Umur: sekitar 90 tahun lebih (menurut mata author)

Pekerjaan: Butler Keluarga Phantomhive

FB: Tanakahohoselalu (add langsung, konfirm tahun depan)

.

.

"Apa anda sudah siap, pak Tanaka?"

Dibarengi dengan anggukan kepala, "Hoh."

"Apa anda sudah mengerti tentang sejarah bangunan ini sebelumnya?"

Tanaka cuma angguk-angguk kepala,

"Nah, ada beberapa peraturan yaitu jangan pergi dari kawasan kamera kami. Kameranya ada di sana *nunjuk pojok-pojok*, di sana *nunjuk atep*, dan di sana *nunjuk dimana-mana kayak orang kesurupan*,"

"Kami juga menyiapkan bekal dan satu dus lilin disini. Di helm ini, sudah terpasang kamera agar kami dapat melihat apa yang anda lihat". Rudi pun memasang helm di kepala Tanaka yang hampir polos kinclong mirip kepalanya dan menghidupkan beberapa lilin di pentagram iblis Sebastian. Ralat! Maksudnya, sebatang lilin dan menyerahkannya ke tangan Tanaka.

GUONG…NGONG…NGONG…NG… *gema*

"Gong pun sudah berbunyi tanda sudah dimulainya uji nyali ini. Selamat berjuang, kaka~"

SEETS~!

Lampu pun mati ketika Rudi meninggalkan lokasi dan Tanaka.

00:50

"Mbak Citra, bagaimana aura peserta kali ini?", Tanya Rudi membuka pembicaraan

"Auranya….aneh… tak bisa dilihat.."

"Mengapa demikian?"

"Saya tidak 'tempe'. Kurasa dia adalah orang yang tidak bisa ditebak aura dan pikirannya,"

"Tapi mukanya terlihat bahagia" tambahnya sambil melihat wajah Tanaka yang sudah minum teh dengan bahagia lewat monitor pengawas.

01:54

SREEK. Meja kecil di belakang Tanaka sedikit bergeser ke kiri. Tapi Tanaka tetap tenang sambil minum teh hijaunya yang entah dapat darimana.

.

"Kalian lihat itu?" Tanya mbak Citra dramatis nunjuk-nunjuk meja yang bergeser tadi di monitor.

"Hmmm…,", author—Alice memandang lekat-lekat monitor tersebut. Bukan karena meja tadi, tapi kenapa ada teh di tangan Tanaka. Padahal di list bekal tadi gak ada namanya teh hijau. Itulah mengapa ada lagenda di Jepang, Tanaka and Mysterious Green Tea (dibacok).

03:48

Tanaka tidak bergeming dari tempatnya sambil minum teh dengan kalemnya. Dari beberapa jam yang lalu, sudah ada puluhan fenomena gaib. Dari meja gerak sendiri, kursi terbang, cemilan Tanaka pindah tempat, nyanyi ala artis kamar mandi, dan nyuci baju. Dan seperti biasa, Tanaka gak peduli sambil minum the mysterious green tea yang selalu setia kayak kantong ajaib Doraemon.

04:00

GUONG….NGONG…NG… akhirnya buka puasa, eh, uji nyali berakhir. Rudi, Citra, dan Ki Prana langsung menuju lokasi beserta para cameramen yang unyunyunyu.

Setiba di lokasi, lampu sudah dinyalakan.

Rudi segera melepaskan helm dari kepala Tanaka yang mulus dan ubanan.

Rudi: "Bagaimana perasaan anda ketika mengikuti uji nyali ini?"

Tanaka: "Hoh. Hoh. Hoh. Hoh!"

Citra: "Apa anda tidak merasakan sesuatu?"

Tanaka: "Ho. Ho. Ho."

Ki Prana: *ngeliatin sekitar kayak nyari maling ayam*

Citra: "Saya heran, kenapa anda hanya duduk dan minum teh? Apa anda tidak tertarik untuk berkeliling disekitar tempat ini?"

Tanaka: Ho? Ho. Hoh. Ho. Hoh. Hoh. Ho. Hoh. Ho ho ho…"

Citra: *sok ngerti* "hmm… karena kebetulan saya tidak bisa membaca aura anda, jadi saya tidak tahu bagaimana perasaan anda…,"

Rudi: "Apa anda bisa berkata selain 'ho ho ho' atau 'hoh hoh hoh'? " tambahnya dengan nada gue-gak-mau-ngantri-di-loket-tiket.

Tanaka: *gaya kayak sule* "HOH! HIHOH HIHOH!"

Ki Prana: *ngejerin antu* (jiah, gak peduli lagi dengan mereka ini =w= )

Citra: "bisakah anda berbicara secara NORMAL?", mulai kesel

Rudi: *siap-siap angkat kaki*

Dan jawaban Tanaka adalah…..

"Ho. Ho. Ho. Ho. Ho."

Citra meninggalkan ruangan sambil menghentakkan kaki (saking keselnya). Alhasil lantai yang rapuh itu hancur-hancur gak beda tipis dengan diinjek gorilla dan godzilla bersama-sama.

Rudi Kawilarang juga meninggalkan ruangan, "pantesan gak pernah dikasih pekerjaan berat sama si boncel mata satu!" umpatnya dalam hati.

Jangan sedih, jangan kecewa, nak. You~ smile~ don't cry~

Amanat: Berhati-hatilah kepada orang yang cuma bisa ngomong 1 kata doang.

AUTHOR NOTE:

Hahay~ jayus yak? Maapkan daku~ akhir-akhir ini sering down dan galau tanpa sebab. Aneh yak?

Jikalau anda merasa review yang gak dibales tolong kasih tau ya? Lewat apa aja deh. Tapi jangan di facebook. Karena akhir-akhir ini (lagi), buat buka fb di hape dan pc susah banget. Lagi eror kali yak? Mana gak murah lagi. Hape kupret (menggila trus banting-banting hape).

Yosh~ sekarang poling udah dibuka lagi~ silahkan review dan pilih chara yang bakal jadi peserta kedua! Buat yang silent readers juga ya!

Makasih sudah mau membaca dan mereview fanfic (yang useless) ini~!