Title : Hostility
Auhor : Spidermansoso (weibo)
Translator : Winter Na / Hyena_ (AFF) / With help from eng trans : kok_kiri (LJ)
Character :
Luhan-Kai
Tao-Kris
Chanyeol-Sehun
Lay-Baekhyun
and other
Genre : romance, drama, smut, angst, AU, etc
Rating : M
Warning : Some scene is not unsafe for under age
FF ini juga di publish di akun AFF saya. bisa lihat story nya di AFF story/view/577063
Meskipun ia telah berada di bisnis ini selama bertahun-tahun, Luhan tidak pernah terbiasa dengan suasana makan malam seperti ini, terutama setelah menjadi semakin dewasa. Sebenarnya, ketika masih muda, ketika ia masih berada di Youyi (yang berani karena popularitasnya), Luhan tidak pernah melakukan lebih dari duduk untuk sementara di makan malam dan bertemu para investor dan pemenang taruhan, ia akhirnya dibolehkan untuk mengganti alkohol dengan teh hanya untuk terlihat bahwa ia menikmati makan malam.
Namun, saat ia mengakhiri kontraknya dengan Youyi dan meninggalkan tempat itu dan ketenarannya perlahan-lahan menghilang, makan malam ini lebih menjadi penyiksaan dari pada lebih menghormati. Bukan hanya ia harus memakan satu demi satu roti, tapi ia sering menemui beberapa pelecehan seksual yang menyukai sesama pria. Untungnya, Luhan sudah sangat waspada beberapa tahun terakhir, atau jika ia tidak waspada bisa saja ia terseret pada masalah seperti ini.
STB, tempat dimana makan malam diadakan, adalah restoran kelas atas yang berisi 20 tempat yang berdiri sendiri, rombongan berada di tempat berbentuk persegi, ruang umum. meskipun tidek berebeda dengan fasilitas khas yang ada di luar, dekorasi internal dan fasilitas jelas digunakan untuk melayani tamu VIP. Tidak hanya orang-orang di dunia hiburan yang memesan meja di STB, tapi itu juga tempat untuk para politisi dan pengusaha untuk menyambut tamu penting mereka.
Dunia hiburan pada dasarnya adalah industri yang tumpang tindih dengan politik dan bisnis. Mereka adalah komintas sosial yang saling bergantung, pertumbuhan salah satunya akan beregantung pada perkembangan yang lainnnya. Tapi dunia hiburan tidak pernah mencapai tingkat yang sebanding, melainkan hanya dapat menggelar makan malam yang membosankan seperti ini. Orang akan dengan cepat menyadari bahwa mereka yang benar-benar mendapat status yang elit di bisnis ini berpusat pada sesuatu di luar bisnis ini.
Luhan dan yang lain mengikuti seorang pelayan ke Moon Suite. Suara teriakan dari dalam suite bisa terdengar dari luar. Luhan dan Zitao saling menatap satu sama lain, tapi mereka tetap diam dan memasuki suite mengikuti Joonmyun.
Luhan sudah pernah ke suite ini sebelumnya, jadi ia cukup akrab dengan struktur interior : meja bundar dimana makanan di sajikan, tempat untuk pertunjukkan dimana terdapat peralatan audio dan pencahanyaan yang sangat profesional, dan bentuk U dengan deretan sofa sepnjang dinding. Ketika Luhan, Zitao, dan asisten mereka masuk, yang sudah hadir beberapa masih berdiri, ada yang mengobrol, beberapa ada yang menonton seorang gadis yang sedang menari di panggung kecil. Saat mata Luhan mengarah kearah panggung, ia pikir sepertinya ia familiar dengan penari tersebut.
Ia akhirnya mengingat-ingat kembali, dia pun ingat : bukankah itu UEE, aktris generasi baru yang cepat naik daun belakangan ini ? Beberapa waktu lalu, Luhan memiliki beberapa produser yang mengeluh karena gadis ini mengandalkan koneksi dan mendapatkan semua skrip yang ia mau dengan 'metode' khusus. Menonton UEE di panggung memang menggoda para eksekutif yang duduk di sekitar panggung dengan gerakan yang menghipnotis, Luhan tiba-tiba mengerti apa 'metode' yang ia gunakan.
Ini semacam makan malam yang akan menghancurkan karir artis yang tak terhitung, tapi lebih banyak yang akan berpartisipasi, mengunggu untuk dieksploitasi, hanya karena 'setup' bisa membawa kesempatan yang tak terbatas. Banyak orang dibutakan oleh cita-cita masa depan yang cerah, mereka pikir bahwa jika mereka melakukan apa pun yang mereka katakan mereka mungkin mendapat banyak kesempatan, mereka bisa mengubah orang-orang ini, yang menyiapkan permainan ini, yang akan datang untuk mendukung bintang dari awal sampai akhir. Tapi kenyataannya adalah bahwa banyak orang tampan dan cantik dalam bisnis ini. Alih-alih mengharapkan hal ini akan membantu anda mencapai teratas, anda mungkin memiliki banyak kesempatan dengan langsung merebutnya dari orang lain.
Melihat sekeliling, ada cukup banyak perempuan di suite, selain UEE di panggung, Xiao Zi dan dua model sedang mengobrol dengan Chanyeol dan teman-temannya. Tiba-tiba, Luhan melihat ekspresi Zitao berubah, ia melotot pada orang yang asing yang memegang tangan Xiao Zi, kemarahannya terlihat.
Menyusul di belkang Joonmyun, Zitao dan Luhan mendatangi Chanyeol. Joonmyun membisikan sesuatu di telinga atasannya, dan Chanyeol masuk sambol tersenyum kearah Luhan dan Zitao.
"Ahh, bintang besar kami akhirnya tiba mari saya perkenalkan : ... yang duduk di sebelah kami adalah Xiao Zi dan Presiden Wu dari perusahaan Feareast" tangannya masih memegang Xiao Zi, Wufan mengangguk pada Luhan dan Zitao sebelum mengambil anggur merah untuk diminumnya. Luhan melihat cara Xiao Zi melihat pada Zitao dan merasakan keadaan matanya yang meminta bantuan orang tenggelam yang putus asa.
Zitao mengepalkan tinjunya dan sedikit membungkuk kedepan tanpa disadari. Luhan, yang berdiri tepat di depan pemuda yang lebih muda, menarik tangan Zitao itu. Yang lainnya mungkin tidak menyadari hubungan antara Xiao Zi dengan Zitao : mereka kemungkinan berkecan. Tatapan Xiao Zi dan reaksi Zitao tidak asing bagi Luhan, karena ia sendiri pernah mengalami hal semacam ini. Luhan menahan Zitao, yang baru saja bertemu untuk pertama kalinya, kebaikan yang mungkin tidak keluar dengan tulus, seluruh situasi akan menjadi sangat jelek, yang tidak menguntungkan di masa mendatang.
Chanyeol berhenti sejenak, lalu melanjutkan "Yang berdiri di sana dan memperhatikan penampilan di panggung adalah Presiden Kim Jonghyun dari Farmasi Sanghua. Menatapnya begitu melihat para perempuan sampai ia tidak menyadari bahwa kita disini. Dan yang bermain gitar klasik adalah Kyungsoo, kalian pasti sudah tahu siapa dia. Oh ya, Luhan, bukankah kau bermain film dengannya ?" Chanyeol meneguk anggur sambil tersenyum pada Luhan.
"Ya, itu benar. Aku tidak berharap untuk melihatnya di sini," Kyungsoo kelihatannya menyadari bahwa seseorang membicarakannya. Dia mendongak dan senyum kepada Luhan, dan melambaikan tangan dengan sopan.
Setelah perkenalan di lakukan untuk para eksekutif ini, Chanyeol meminta pelayan untuk membawa masing-masing gelas anggur untuk Luhan dan Zitao, dan satu lagi untuk Sehun ketika ia melihat dia berada di belakang Luhan
"Terima kasih untuk memesankannya, tapi Sehun merasa tidak pas dengan cuaca hari ini, jadi anda akan lebih baik memberikannya teh bukannya..." Mendatangi Luhan di depan Sehun dan mengambil anggur merah yang ditawarkan pelayan kepada asistennya. Senyum di wajah Chanyeol itu tidak goyah saat ia menjawab "Oh, baiklah ... itu sangat buruk, tapi kesehatan lebih didahulukan,"
Setelah pertunjukkan berakhir, Jonghyun merangkul pinggang UEE dan menghampiri Chanyeol, yang bertanya dengan alis terangkat, "Apakah kakakmu datang hari ini ? Jika tidak, kita akan pergi kedepan dan makan tanpa dia."
"Dia pergi ke Amerika dini hari tadi, jadi paling awal ia akan sampai di sini jam 10. Kenapa kita tidak duluan ? kami hanya bisa memesan sesuatu saat tiba disini. kami akan sampai disini sampai 01:30 bukankah itu benar wufan ?" Jonghyun mencium UEE ringan, yang tampak malu-malu.
Wufan, yang masih memeluk Xiao Zi, mengangguk, dengan wajah yang serius akhirnya pecah menjadi senyuman halus dengan pertanyaan temannya, "Aku tidak punya waktu dengan kalian minggu depan dengan ini perintah. Siapapun yang pertama kali meninggalkan tempat ini lebih dulu, ia pecundang !" Wufan tampak sedikit emosi saat mengucapkan kalimat terakhir dan mempererat genggamannya pada Xiao Zi.
Berdiri di samping Zitao, Luhan bisa merasakan kemarahan dari wajah pemuda ini dan lebih parah di wajah Wufan. Dia pikir, makan malam kali ini pasti akan membuatnya memiliki banyak perkerjaan. Chanyeol membawa beberapa orang penting ke meja. Biasanya, bos memegng alih makan malam dan mengatur posisi terpisah antara seniman dan asisten mereka, tapi untuk beberapa alasan, meja ini dua kali lebih besar dari biasanya. Chanyeol berkata "Malam ini, semua orang sama. Jadi, nikmatilah makan malam ini bersama-sama."
Kelopak mata Luhan melonjak saat ia merenungkan kata-kata Chanyeol itu. Orang-orang ini adalah orang-orang yang tidak suka orang luar bergabung dengan mereka untuk makan malam seperti ini untuk mencegah beberapa hal pada media, yang merugikan reputasi mereka. Karena beberapa dari mereka sudah mengalaminya beberapa kali, makan malam seperti ini akan tetap dibatasi dengan ketat tentang siapa yang akan hadir. Sebagai anggota dari 'penyelenggara dinner yang kejam', Chanyeol harus lebih sensitif dari pada yang lainnya, tapi ia telah menyediakan meja bundar yang besar, tipikal orang sepertinya akan memilih jenis meja ini. Luhan bingung apa yang sedang terjadi.
Sehun, yang duduk di sampingnya, bahkan lebih bingung. Sekarang, kalian harus tahu bahwa Sehun adalah tipe orang yang terus meragukan dan memikirkan sesuatu sebelum ia menemukan penyebabnya. Sejak ia memasuki suite ini dan menemukan para eksekutif tidak membawanya dan para asisten lainnya ke ruangan terpisah, Sehun merasakan ada sesuatu yang hilang. Dia berusaha menunjukkan hal ini pada Luhan dengan berbagai cara, namun ia masih mengabaikannya.
Sehun akhirnya menyerah, berpikir bahwa ia akan terlepas dari pikiran yang mencurigakan atau tidak, ia akan mengikuti rencana awal mereka dan membawa Luhan setelah setengah jam, yang akan berjalan sukses. Jadi ia tinggal tenang.
Melihat cngkir yang mempunyai berbagai ukuran di atas meja, Luhan berusaha untuk menoleransinya. Dia tidak terlalu suka minum, tapi ia masih bisa menahan minuman keras. Jadi, ia haus mengatasinya jika beberapa eksekutif menawarkan beberapa gelas kepadanya. Tapi ketika masalah-masalah tampaknya tidak bermasalah, saat itulah akan ada masalah besar : meskipun perencanaan yang matang, Luhan tidak akan pernah berharap jika alkohol diganti dengan vodka.
Setelah ia mengembalikan tempat roti Jonghyun, Luhan mulai mempertimbangkan apakah dia harus pura-pura minum dengan diam-diam dan memnuntahkan alkohol ke dalam handuk — yang biasanya di pakai saat makan— sambil menyeka mulutnya. Namun, makan malam kali ini berasa sangat sulit dibandingkan beberapa makan malam yang ia datangi sebelumya : sebagi lelucon, Chanyeol duduk di sebelah Luhan dan memegang tangannya untuk membuatnya lebih cepat menghabiskan minuman, bahkan ia kesulitan mencari handuk.
Dan itu tetap terjadi hingga ia mengambil minuman berikutnya. Akhirnya, Sehun tidak tahan melihat bosnya seperti ini, dan berbicara pada Chanyeol dengan senyum dipaksakan "Luhan hanya bisa minum sampai sini, saya pikir ia tidak akan bisa minum lagi. Biarkan aku minum dua gelas sebagai gantinya". Ketika yang lain memaksa Xiao Zi untuk minum, Zitao mencoba membawanya keluar beberapa kali. Meskipun Wufan sedikit kesal, ia tidak melakukan apapun dan hanya menonton. Dan Sehun berpikir jika Xiao Zi bisa kabur dengan minum, begitupun dengan Luhan.
Sehun pikir jika itu hanya dua gelas minuman, ia tidak akan begitu mabuk. Setelah selesai meneguk dua gelas tersebut demi formalitas, hal yang terpenting sekarang adalah menyeret Luhan keluar dari sini.
Luhan ingin menghentikan Sehun, namun anggota tubuhnya sudah terasa lemas, ia nyaris tidak bisa mengumpulkan kekuatan untuk berbicara. Dia kembudian pingsan di pangkuan Sehun.
"Tentu, tapi bukankah Luhan tadi bilang bahwa kau tidak enak badan ? dan kau minum sekarang, itu tidak benar kan ?" sudut mulut Chanyeol melengkung saat mengatakan kata-kata itu, ia ingin terus menjadi bom untuk Sehun.
"Satu atau dua gelas akan baik-baik saja," Sehun menerima minuman yang di ambilkan Chanyeol dan membuat sedikit tertohok. Sensasi terbakar membuatnya langsung sadar atas alasan mengapa Luhan seperti ini : minuman ini sangat kuat.
Namun demikian, Sehun sudah ditawari, dan ia akan sangat malu jika tidak dapat melakukannya. Plus, jika ia tidak bisa sekedar bersulang, ini adalah ancaman untuk sekedar menyenangkan yang bisa membahayakan Luhan. Setelah semua, mereka semua adalah tokoh penting dalam bisnis ini. Jika mereka sudah tersinggung, Luhan tidak akan memiliki bagian dalam karya-karyanya untuk selanjutnya untuk di investasikan, dan itu akan menjadi hal yang mengerikan. Menggretakan giginya, Sehun mengambil gelas kedua disertakan seringai dari Chanyeol, dan meminumnnya dalam sekali tegukan.
Ia tiba-tiba menjadi pusing.
"K-kita sudah bersulang ... Saya harus membawa Luhan pulang," Sehun berdiri dengan upaya membantu luhan di punggungnya ketika ia menyadari bahwa ia tidak mempunyai kekuatan untuk melakukannya, melainkan ia terhuyung di sekitar suite. Dia hanya bisa membuat Luhan dengan posisi yang benar dan membuat posisi Luhan kembali ke punggungnya.
"Kau sudah mabuk, Ini bukan cara yang benar untuk membiarkan kalian pulang seperti ini," Dalam sekejap, Chanyeol berdiri dan mengangkat Sehun dan Luhan ekspresinya penuh simpati, "Kenapa tidak istirahat sebentar ? Setelah makan malam selesai, Aku akan membawa kalian pulang, bagaimana ?" Chanyeol menarik sofa untuk bergeser sedikit dan mendudukan mereka berdua.
Perasaan bahwa sesuatu pasti akan terjadi, bahkan Luhan, yang sangat mabuk, bisa merasakannya. Menyipitkan mata, Luhan bisa melihat Zitao pingsan setelah minum dari gelas Xiao Zi, Xiao Zi terlihat cemas, Sehun mulai gemetar karena alkohol. Kegelisahan Luhan sudah mencapai maksimum.
Untuk pertama kalinya dalam 20 tahun dengan pengalaman bahwa ia telah menjelajahi bisnis ini, Luhan merasa ia tidak memiliki taruhan untuk memainkan game ini.
Chanyeol melirik Joonmyun saat ia memainkan cincin di jarinya. Dia bergumam kepada bawahannya, "Kita bisa tutup pintunya sekarang."
Kegelapan langsung dipancarkan pada mata Joonmyun. Dia berbalik dan meminta asisten lain untuk meninggalkan suite dan menunggu di ruangan lain. Asisten Zitao bingung dengan apa yang terjadi dan mengumamkan sesuatu, tapi ia langsung diam saat bertemu tatapan dingin dari Joonmyun itu.
Joonmyun tahu benar apa yang akan terjadi berikutnya. Salah satu alasan ia bisa datang ke tempat ini dalam waktu lima tahun adalah karena ia bisa berkompetisi sendiri sebagai produser MON. Alasan lain, yang lebih penting, adalah kemampuannyay untuk menyediakan 'mainan' untuk para playboy. Korbannya adalah mereka yang telah menyetujui skrip dan disetujui aktor yang berkaitan.
Pada awalnya, Joonmyun malu tentang hal yang ia lakukan. Tapi setelah beberapa saat, ia datang untuk menerima perannya sebagai 'mucikari'. Sebagai pemula yang tidak memiliki koneksi dan kenalan yang banyak untuk mendapatkan reputasinya, dalam rangka untuk menyaingi mereka yang sudah mempunyai pengalaman dan menghalangi mereka untuk berada di posisi atas, itu berarti ia harus terlibat dalam hal seperti ini dan menjadi rendah.
Lampu panggung tiba-tiba redup seperti ada tirai yang turun. Para rekan wanita di suite sudah mulai membuka kancing pakaian mereka dan melucutinya. Melihat Zitao yang sedang berbaring di lantai, Wufan kemudian menatapnya, Xiao Zi awalnya ragu-ragu. dia mencengkram kancing bajunya, tidak tahu harus berbuat apa.
"Aku sudah pernah melihat apa yang ada di dalamnya, jadi lepaslah," ucap Wufan sambil bersandar di sofa. Semua wanita di sana sudah dilucuti bra dan pakaian mereka dan pergi ke belakang tirai, meninggalkan Xiao Zi yang sedang dilema saat ini.
"Tapi ... itu terjadi saat aku tidak punya pacar, tak bisakah kau hanya memotong beberapa celana panjangku hari ini ?" Xiao Zi bergetar saat ia memohon pada CEO itu, ia menggigil karena ketakutan.
Jika ia tahu bahwa Feareast adalah investor untuk 'Dua Bintang yang Romantis', Xiao Zi tidak akan menerima perannya. Ketika ia baru saja memasuki dunia hiburan, ia penuh harapan dan impian. Meskipun ia tidak ada di daftar orang populer, banyak investor yang sangat menyayanginya dan berjanji untuk membantunya untuk ke tingkat internasional. Xiao Zi begitu polis saat itu, berpikhir bahwa miliarder mengendarai BMW adalah ksatria, dan lelaki tampan yang merokok adalah calon suaminya. Ketika ia bertemu Wufan, yang membeli Chanelnya di beberapa musim teakhir dan berinvestasi pada film barunya, dia merasa janggal dan berpikir, mengapa ia repot-repot untuk bekerja keras ?
Tapi mimpinya hanya berlangsung selama dua bulan. Xiao Zi menyadari bahwa ia adalah salah satu dari banyak pacarnya. Dia —Wufan— akan memberikan apapun untuk perempuan lain, atau hal yang lebih baik jika mereka memberi 'pelayanan' yang unggul padanya. Xiao Zi bilang ia menjalin hubungan dengan Wufan dan jadi bertengkar hebat dengannya. Wufan hanya memberi tatapan pukulan pada matanya saat ia mencibir, "Siapa bilang kau pacarku ?"
Xiao Zi bukan tipe yang sulit. Dengan orang yang seperti itu dan tidak simpatik, ia akan terus diremehkan jika tetap bertahan. Jadi ia akan melepas perhiasan yang dipakainya di hadapan wajahnya sebelum berjalan pergi 'dengan martabat'.
Meskipun ia bertindak sangat marah saat itu, setelah perkelahian itu, Xiao Zi menyadari dalam kepanikan bahwa tidak ada studio yang mengcastingnya, ia bahkan tidak bisa menandatangani kontrak bisnis dengan beberapa lembaga. Dia akhirnya bicara dengan staff yang membawanya ke dalam dunia hiburan, yang hanya menanyakan "Apakah kau sudah menyinggung Mr Wu ?" Dan saat itulah ia menyadarinya. Di tengah-tengah kesulitannya itulah saat ia sadar apa yang sebenarnya terjadi.
Selama ini, Xiao Zi sering disebut 'Ratu' oleh banyak fansnya baik di layar maupun di luar layar. Tapi di bisnis ini, sebuah industri dimana setiap satu dan beberapa gerakan dikendalikan oleh mereka, dia hanya dijadikan boneka untuk memanipulasi. Selain itu, ia juga tergila-gila dengan berbagai barang bermerek, perhisan, apapun yang diberikan untuk boneka itu. ia terlalu sulit untuk berhenti dari kecanduan seperti ini. Jika ia masih ingin menikmati fasilitas seperti ini, ia harus membayar semuanya.
Dan Xiao Zi kembali ke Wufan, yang tidak berbicara apapun selain perintah sederhana : "Datanglah ke STB setiap hari jumat malam dan minum denganku sampai kau ku perintahkan untuk berhenti"
Tiga bulan berikutnya adalah sesuatu yang ingin Xiao Zi hapus dari ingatannya. Setiap minggu, ia harus mengambil bagian dalam kegiatan sosial 'menyimpang' yang di selenggarakan dan untuk membangkitkan gerakan seksual. Ia ingin menangis, tapi ia selalu dipaksa untuk selalu tersenyum. Setelah tiga bulan penyiksaan, Wufan berhenti memanggilnya untuk datang, ia akhirnya mendapat tawaran dari beberapa agen, dan sebagian filmnya juga kembali melakukan transaksi. Xiao Zi berpikir bahwa ia memang dituntut menghadapi krisis besar dalam hidupnya, meskipun hampir mustahil. Sejak itu, ia menjadi sangat waspada dan berharap ia tidak akan menemukan orang-orang seperti ini lagi. Selama bertahun-tahun hidupnya menjadi damai, namun minpi buruk kembali mendatanginya saat ia kembali mempunyai hubungan.
Xiao Zi sangat takut untuk menceritakan kepada Zitao tentang Wufan di masa lalu, bukan karena ia takut bahwa ia mungkin akan marah padanya, tapi takut karena pacar berkepala panas dan keras ini mendatangi Wufan untuk 'menyelesaikan sesuatu'. Zitao mungkin berpikir bahwa hal-hal antara laki-laki memang harus di selesaikan dengan cara seperti itu, tapi mereka tidak berada di tingkat pekerjaan yang setara. Jika mereka sampai bertemu satu sama lain, Wufan tidak di ragukan lagi akan mendorong Zitao ke dalam jurang kebinasaan.
Xiao Zi menatap pacarnya di lantai, berjuta-juta kekhawatiran dan ketakutan berada di pikirannya. Dia menggretakkan giginya dan membuka satu-persatu kancing bajunya, dan naik panggung.
"Jadi, apa yang akan kalian lakukan dengan domba-domba ini ? Sama seperti terakhir kali ?" tanya Jonghyun gembira dengan segelas minuman di tangannya. Domba adalah nama universal yang mereka pakai untuk target yang mereka bunuh. Sebagian besar 'domba' mereka adalah laki-laki, namun ada satu atau dua perempuan.
"Sayangnya aku tak tertarik pada pria, tapi aku agak ingin bercinta dengan Zitao. Ia itu datang saat mengambil seorang gadis tanpa seijin saya," Wufan meneguk wine-nya. "Tapi chanyeol, kenapa kau biarkan asistennya —Sehun— tinggal?"
"Just for fun. Semakin meriah bukan ?" Chanyeol menyeringai melihat Luhan dan asistennya, yang pingsan di sofa, tiba-tiba ia sedikit bernafsu tanpa ada alasan yang jelas. Eksekutif lainnya juga bersemangat hingga mereka membuka satu persatu kancing atas kemeja mereka dan menuggu pertunjukkan di mulai.
Di sisi lain Kyungsoo tidak mengatakan apa-apa. Ketika Chanyeol melirik padanya dan bertanya apa yang terjadi padanya, ia hanya menjawab santai "Kalian bisa bercinta dengan siapapun kecuali Luhan," Kyungsoo adalah anak dari Dulun Airlines. Selain teman dekatnya, tak ada yang tahu akan hal ini. Kyungsoo selalu menyimpan profil dirinya rendah, ia pikir bahwa ia di cap sebagai konglomerat generasi kedua dengan mudah ia bisa mempengaruhi karir dan hobinya sendiri untuk musik, sehingga ia menyimpan informasi ini tetap rahasia.
Kyungsoo menerima peran di 'Password' dengan permintaan dari Jongin, yang mengatakan bahwa teman-teman lama, mereka harus mendapatkan film untuk dimainkan bersama. Jadi, ia memutuskan untuk bergabung dan itu menyenangkan, di luar dugaan. Pertama kali ia melihat Luhan, medapatkan beberapa lirikan dari kursi tunggu, beberapa hal kegembiraan nampak di dalam diri Kyungsoo. Ia kemudian menceritakan perasaan ini pada 'teman-teman gilanya' sebelum mencari tahu bahwa itu adalah daya tarik. Lalu akhirnya ia menjadi bagian hal ini berkat Chanyeol dan yang lain.
"Lebih baik bergabung bersama kami dari pada sendiri," Chanyeol menggerakan jarinya sebagai isyarat, dan gadis-gadis di panggung telah menyeret tiga orang ke panggung. Ia sadar, ada tiga karung pasir yang siap untuk ditendang dan dipukul.
Bom-bom yang mereka gunakan bukan bom sederhana. Mereka menggunakan CAORS, yang merupakan afrodisiak yang sangat larut. itu tidak bewarna dan hambar dalam bentuk cair, dan sekali dicerna, bahan tersebut akan langsung mengalir ke kerongkongan dan menyerang setiap sel tubuh. Tidak ada cara untuk meringankan efek sampingnya selain menyentuh, yang bisa di lakukan oleh orang lain atau orang itu sendiri.
CAORS adalah metode yang sering mereka pakai untuk para wanita. Korban mereka termasuk laki-laki juga, walaupun tidak keluar dari hasrat seksual, tapi sebagian besar dari mereka melakukan tindakan yang tidak senonoh, yang kemudian difoto untuk hal yang menurut mereka menyenangkan. Jika mereka tidak melakukan apa yang mereka perintahkan, foto-foto ini akan di sebarkan online untuk memberi mereka pelajaran.
Pada awalnya, kelompok ini ingin menyentuh Zitao sebagai hiburan, tapi ketika Chanyeol pertama kali melihat Luhan dan Sehun, ia berubah pikiran. Selain penampilan mereka, dua orang ini juga menggunakan ekspresi "Saya tidak akan pernah menunduk seberapa tinggi tingkat kalian", yang membuat calon korban yang tepat di mata Chanyeol, ia meminta Joonmyun untuk membawa mereka juga.
Efek dari CAORS memang baru berkhasiat setelah 30 menit dikonsumsi. Luhan, yang selalu sensitif secara fisik, tiba-tiba membuka matanya. Jatungnya berdetak cepat dan badannya terasa kesemutan ketika ia melihat seorang wanita yang membuka kancing kemejanya, dan ia berusaha melawannya walaupun ia tidak memiliki kekuatan sama sekali. Kebetulan, ia menoleh dan melihat Sehun dan Zitao di sampingnya, mata mereka masih tertutup. Lalu ia melihat di sekitar tempat duduk penonton, beberapa orang memegang gelas mereka dan juga memegang kamera di tangannya. Ia sadar, ia telah masuk ke dalam perangkap.
Luhan berkeinginan untuk bangun dan menarik lengan Sehun untuk membangunkannya. Tapi ketika ia membuka mulutnya, tidak ada kata-kata yang keluar, melainkan erangan. Ketika ia mengangkat lengannya, kulit pucat yang terlihat ketika kancing bajunya hampir lepas, ia masih berjuang untuk menahan agar kancing bajunya tidak lepas. Terangsang melihat pemandangan ini, gadis yang membuka bajunya mulai melepas ikat pinggang Luhan, memperlihatkan pinggang kecilnya. Hembusan napas seperti kaget terdengar dari antara penonton. Beberapa eksekutif bahkan meletakan gelas mereka dan bergerak menuju panggung, tangan panjang mereka mencoba menyentuh tubuh Luhan. Meski mereka tidak tertarik pada laki-laki, mereka masih merasa jika perlu mencoba hal ini yang akan jarang terjadi.
Luhan melirik, ia kesulitan untuk mencoba bergerak menuju belakang panggung. Ia tahu bahwa ia tidak mungkin lari dari situasi ini sekarang, dan satu-satunya cara adalah menghilangkan keinginannya untuk kabur dan menunggu kegembiraan orang-orang ini mereda. Tapi melihat sepasang mata penuh nafsu dan menatap sepasang tangan sudah merayap di tangan Sehun, Luhan tidak bisa membantu melainkan berputus asa.
Xiao Zi berlutut di samping Zitao, air mata membasahi pipinya saat melihat seorang pria yang bernasib seperti ini karena dia. Pandangan ini mengganggu Wufan, yang menyaksikan dari kejauhan. Ia marah dan melempar gelasnya dan berjalan pelan-pelan ke atas panggung. Ia mendorong kasar Xiao Zi dan merobek baju Zitao, yang sudah ternodai oleh alkohol dan basah. Wufan menaruh tangannya di tubuh Zitao yang pucat, abs yang keras, ia meraba kembali. Seolah-olah masih dalam mimpi yang mengerikan, Zitao mengerang dengan mata yang masih tertutup.
"Lihat itu? Jadi ini pria yang kau cintai ?" Wufan menyeringai pada Xiao Zi. Karena sentuhan Wufan, keinginan untuk memiliki tubuh Zitao tidak bisa diatasi lagi. Begitu pria yang lebih tua darinya menarik tangannya, Zitao mulai meringkuk dan mulai merasa kesakitan, menyentuh lantai panggung untuk mengurangi rasa sakitnya, tapi malah menambahnya. Sentuhan Wufan sebelumnya membuat Zitao menyentuh dirinya sendiri juga, bergeser ke posisi yang berbeda kedua tangannya mulai menyentuh dirinya sendiri. Jumlah keringat yang dihasilkannya begitu banyak di atas tubuh topless-nya.
"Wufan, aku akan melakukan apapun yang kau inginkan, tapi tolong biarkan Zitao pergi. Dia tidak bersalah !" melihat pacarnya yang biasanya egois bila seseorang menyentuhnya seperti pelanggannya, Xiao Zi menangis dan meminta Wufan untuk membiarkannya.
Pada awalnya, Wufan hanya ingin memberikan wanita ini perlajaran, bahkan meskipun ia berhenti menghubunginya, bukan berarti ia bisa dengan orang lain. Tapi ketika melihat pria topless yang terus memegangi tubuhnya sendiri, Wufan berubah pikiran dan melepas jaketnya, melemparkannya pada Jongyun. Ia berhenti pada Zitao, yang meringkuk pada posisi seperti janin, dan membawanya seperti bridal style. Mengabaikan permohonan Xiao Zi, Wufan melemparkan Zitao di sofa dan menarik ke bawah celannya.
"Hei, kau tidak benar-benar melakukannya, kan?" Jonghyun terkejut ketika menangkap jaket temannya. Wufan tidak pernah melakukannya secara terbuka, dan itu adalah seorang laki-laki, bukan perempuan, ia hendak bercinta dengannya. Itu sangat tidak lazim jika ia melakukannya di acara publik seperti ini.
Wufan mengabaikannya. Ia mengangkat kaki Zitao di atas bahu dan mencondonkannya ke depan. Zitao sudah mulai sadar dengan erangan suara putus asa Xiao Zi telah resmi membawa hal ini 'show' untuk klimaksnya.
Chanyeol duduk di sofa, melirik kearah Kyungsoo, yang matanya terpaku pada Luhan. Bibir Chanyeol melengkung ke atas, "Panggil dia jika kau menyukainya, tidak ada selebriti malam ini, mereka hanya domba yang menunggu untuk di bunuh."
Pada kata terakhirnya, Chanyeol menaruh gelas minumannya pada meja dan melepas kemejanya, "Lihat asisten itu? Aku tidak tahu jika ia masih sangat menarik walaupun pingsan. Bibirnya bahkan lebih merah dari pada perempuan terseksi yang ku punya."
Meskipun Sehun tidak minum sebanyak Luhan, tubuhnya sulit untuk menoleransinya, sehingga dua gelas sudah membuatnya pingsan. Ketika ia menemani Luhan di makan malam yang sebelum-sebelumnya, ia banyak duduk di ruangan lain dan berbincang dengan asisten lainnya. Terakhir kali, entah bagaimana ia menempatkan dirinya di kompetisi minum yang membuatnya menghabiskan Laobaigan —minuman khas china yang sangat kuat efeknya— . Ketika Luhan pergi untuk memanggilnya, Sehun sudah pingsan. Pada akhirnya, meskipun kelelahan, Luhan harus menggotong asistennya, terpaksa ia memanggil taksi dan meninggalkan mobilnya.
Sejak kejadian itu, Luhan berulang kali memperingatkan Sehun untuk menangani hal-hal yang rasional, terutama ketika terlibat dengan alkohol. Pada makan malam tersebut, menggunakan alkohol sebagai solusi hanya memperburuk masalah, dengan situasi yang menurut Luhan terbukti. Melihat asistennya yang dilucuti oleh gadis-gadis dan dilecehkan oleh eksekutif, walaupun ia ingin berbuat sesuatu namun sia-sia, dalam kondisi saat ini, ia nyaris tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Ia merasakan sebuah pukulan, Luhan mulai kehilangan kesadarannya lagi.
Chanyeol naik ke panggung dan menarik tangan yang berkeliaran di tubuh Sehun, menyeret anak itu kebelakang panggung. Meskipun ia juga ingin bermain-main, ia tidak memiliki kemauan yang kuat untuk membalas dendam seperti Wufan, sehingga itu merupakan hal sia-sia untuk mempertunjukkannya di depan orang banyak. Namun, ia merasa Sehun sangat menarik, dan berpikir akan sangat menyenangkan jika bermain-main dengannya.
Dengan punggung Chanyeol mengarah ke panggung, Chanyeol menatap Sehun, yang berbohong jika ia sepenuhnya sadar di bawah cahaya yang redup. Ia menyeringai kecil, ingin memasukkan jarinya ke arah mulu pria ini, tapi ia melihat bahwa giginya terkatup rapat. Jadi Chanyeol meraih dagu Sehun, mencongkelnya dan memaksakan kedua jarinya masuk.
Sehun mendengus karena ketidaknyamanannya, mengerutkan alis yang merupakan hal sulit bagi pria. Ini akan mengalirkan kehangatan dari tubuh Chanyeol ke tubuhnya. Sebagai kebiasaancassanova,ia tidak perlu melakukan hal seperti ini untuk waktu yang lama. Secara refleks, ia mulai menggerakkan jari-jarinya keluar dan masuk dengan kecepatan yang semakin meningkat. Chanyeol kemudian menambahkan lagi kedua jarinya lagi dengan terus mempercepat gerakkannya. Sehun, yang setengah sadar, mulai berjuang melawan jari-jari sialan ini. Beberapacairan sudah mulai menetes dari mulutnya, yang mulai terasaa sakit, tiba-tiba berubah situasi dari permainan kasual menjadi permainan yang penuh nafsu. Matanya ingin menembus tubuh asing ini dan mencari tahu sumber keinginannya untuk sampai di tingkat ini.
Chanyeol mengeluarkan jarinya dan melepas resleting celananya, kemudian mendorong miliknya ke dalam mulut Sehun. Dalam setengah sadar, Sehun pikir ia hanya bermimpi. Ia merasakan sesuatu seperti batang besi yang panas memasuki mulutnya yang membuat ia kembali pada akal sehatnya. Ia membuka matanya sedikit dan ingin mengatakan sesuatu, hanya untuk memberi tahu bahwa ia benar-benar tercekik. Tubuhnya tanpa sadar mulai gemetar di bawah sentuhan Chanyeol.
"Uhh ... Ermm ..." benda yang membuat mulutnya penuh terasa seperti mulai berkedut, dan tumbuh lebih besar. Sehun memiliki mulut yang kecil, dan sekarang benda itu telah membentang di mulutnya membuat dirinya mati rasa. Secara naluriah ia menjulurkan lidahnya, berharap ia mampu mendorong keluar sesuatu yang aneh ini dari dalam mulutnya. Tapi ketika lidahnya membuat kontak dengan 'batang yang hangat', pria di atasnya mengerang jijik.
"Aku tidak tahu bahwa kau menginginkannya ... Aku terkejut," Chanyeol yang terengah-engah melepaskan sisa pakaian yang masih menempel di tubuh Sehun. Di bawah pengaruh alkohol dan aditif afrodisiak dan ditambah Chanyeol, Sehun tidak lagi bisa mengontrol tubuhnya, mengerang dengan penuh nafsu mendorong Chanyeol ke tepian. Chanyeol meraih pinggang Sehun dan memasukan miliknya kearah lubangnya yang ketat.
"Ahhh ..." Sehun ingin berteriak kesakitan, tapi yang ia bisa hanyalah suara yang terdengar putus putus, seseorang tiba-tiba pindah padanya. Meskipun ia telah kehilangan akal sehatnya, sensasi rasa sakit itu masih berasa. Rasa askit itu seperti obat, menembus, mencuci otak, dan membuatnya mati rasa, dan rasa sakit itu tiba-tiba berubah menjadi rasa nafsu. Seperti menyentuh, kulitnya bergesekkan denganorang lain, membuat Sehun lebih jatuh ke dalam rasa itu. Tiba-tiba, Chanyeol menanamkan bibirnya pada Sehun, lidahnya berkeliaran di dalam seperti mencari madu, dan membuatnya sedikit berjuang.
Sehun merasa seolah-olah ia tenggelam, tidak bisa bernapas. Setelah ciuman berlangsung, Chanyeol meninggalkan bekas ciuman yang membuat bibir Sehun bengkak dan menelusuri leher Sehun, menciumi tubuhnya. Keinginan Sehun akhirnya sampai di puncak, menggantikan kerutan di dahinya dengan suara yang menghipnotis dan tak di sadari tubuhnya seirama dengan gerakan Chanyeol.
Ia merasa seribu lebah tengah menggeogoti dirinya, Sehun akhirnya merasakan sensasi yang berbeda ketika menerima kontak fisik di holenya. Ketika Chanyeol menarik dirinya sedikit, alis Sehun berkerut saat ia sadar mengulurkan tangannya untuk mencari obat penawar yang membuatnya merasa lebih baik.
"Jangan khawatir, akan kuberi apa yang kau inginkan," Chanyeol membalikkan tubuhnya keatas dan menahan tubuh Sehun ke dekatnya sebelum ia kembali memasukkan miliknya. Sehun mengerang dengan jeritan, yang membuat Chanyeol kembali semangat. Karena hal-hal yang gila terjadi di luar tirai semua orang tahu bahwa Chanyeol sedang melakukan hal yang kotor, tidak ada yang berani melihat kebelakang untuk memastikan dari siapa erangan itu berasal.
"Dengan suara seperti ini, akan menjadi hal yang sia-sia jika kau hanya menjadi asisten. Bagaimana jika kau kujadikkan seorang bintang ?" ucap chanyeol menggoda di telinga Sehun sambil menyodorkan lebih dalam bagian tubuh bawahnya. Tapi, Sehun hanya setengah sadar dan mengucapkan suara yang kacau sebagai responnya. Chanyeol tersenyum dan menariknya untuk lebih erat ke pelukkannya.
Kyungsoo menyipitkan matanya saat melihat 'goyangan' yang terjadi dari 'latihan yang intens' dari balik tirai. Berpikir kembali apa yang Chanyeol katakan, ia merasa ada sesuatu dari dalam dirinya bangun. Luhan benar-benar terlihat lemas di sudut ruangan, celananya di tarik ke bawah oleh seorang gadis, menjuntai dan mengekspos paha pucatnya, dan kemejanya sudah terbuka lebar karena robekan. Beberapa eksekutif yang nakal menumpahkan anggur ke tubuh Luhan. Karena panas dalam tubuhnyaa belum di hilangkan, Luhan mulai terengah-engah karena dinginnya anggur yang mendarat di tubuh yang panas, suaranya tiba-tiba berubah menjadi napas yang berat, mengerang, dan kemudian erangan yang tidak bisa di tahan.
Kyungsoo meneguk ludahnya secara relfeks, meskipun ia paling di hormati dari teman-temannya yang kasar. Awalnya dipenuhi tiga gadis sekaligus, panggung menjadi kosong, meninggalkan Luhan yang tergeletak setengah telanjang disana. Dengan berjalannya waktu ekspresi yang menunjukkan rasa sakitnya makin menjadi, kerumunan di antara penonton siap bergerak. Semua orang tahu jika Luhan barang yang bagus bila di buat 'mainan'. Tetapi semua orang ragu-ragu sebagai orang pertama yang menyentuhnya, ia juga bukan pendatang baru bahkan asistennya cukup terkenal. Luhan dulu juga menjadi superstar.
Gerakan Luhan menjadi lebih gelisah dan menyimpang dari yang biasanya, suara terengah-engah berubah menjadi jeritan, dan sekelompok kawanannya akhirnya tidak bisa menahannya. Presiden Zhang dari Beirong Fund, yang berumur sekitar 60, bersama dengan Presiden Ahn dari Anhua Securities yang berumur 42 tahun naik dan membawa Luhan dari panggung. Mereka mulai membelai Luhan dari leher, ke pundaknya, dan turun ke pahanya yang terbuka. Kyungsoo, merenungkan bagaimana ia bisa mengakhiri acara ini, tiba-tiba ia bangkit dan mendorong dua orang yang menyentuh Luhan.
Kedua orang tersebut hampir saja melayangkan pukulannya ketika Jongin datang menerobos pintu, segera menutupnya. Mereka berjalan pergi dan menjauh mencari model lain yang bisa di jadikan mainan mereka.
Kyungsoo menyandarkan luhan dan mencoba menarik sebuah sofa saat ia merasa Luhan memeluk tubuhnya, bibir tersebut berangsur lebih dekat dengan wajah Kyungsoo seakan mencari air untuk menghilangkan rasa haus. Bibir Kyungsoo memerah. Tapi ketika ia hendak mendekatkan bibirnya lagi, tangan Jongin tiba-tiba menghalangi wajah mereka. menjauhkan tubuh Luhan dari Kyungsoo yang bisa membuatnya marah.
"Hal ini karena CAORS. Jika kau menciumnya seperti ini, itu adalah kesalahan besar yang kau perbuat," wajah Jongin menunjukkan ekspresi kekosongan. Meskipun teman-temannya tidak pernah berada di garis yang normal, ia tidak akan goyah. Selain itu, ia juga percaya kalau Kyungsoo adalah orang yang paling berakal di antara yang lainnya. Bermain-main adalah satu hal yang Jongin lebih mempercayai kebijaksanaan dari pada hidupnya. Ia kesal dengan kenyataan tampaknya Kyungsoo mulai tertarik pada Luhan. Bahkan, sebelum syuting 'Password', Jongin tahu sedikit tentang Luhan, tidak lebih dari kenyataan bahwa ia adalah artis yang pernah naik daun. Meskipun ia menyukai karya orang yang lebih tua darinya, Jongin tidak bisa melihatnya bahkan satupun. Kalau bukan karena Kyungsoo yang menatapnya dan pujian sutradara Wang Jiacheng untuk mengcasting Luhan, Jongin tidak akan melihatnya kedua kalinya. Tapi dengan apa yang terjadi malam ini membuatnya sangat tidak nyaman, keberadaan Luhan membuat pikirannya tidak nyaman karena orang-orang di sekitarnya kehilangan pikiran mereka.
Melihat wajah indah Luhan, Jongin berpikir ia salah satu dari wanita zaman kuno yang kecantikkannya menjatuhkan sebuah kerajaan, pada dasarnya akar kejahatan. Dia berpikir, Luhan pasi menggunakan kualitas mencuci orak untuk merayu Kyungsoo, dan pesonanya yang membuat sutradara Wang memujinya, yang bahkan mempertimbangkan jika Luhan menjadi tokoh utama di film berikutnya. Apakah pria ini tidur dengan sutradara Wang ? dia menggunakan mata ini untuk menghisap jiwa mereka semua, kan?
Jongin terus menyimpan kebencian itu dalam dirinya. Ia menawarkan Luhan tumpangan karena Luhan tidak bisa naik taxi jika Kyungsoo nantinya akan menjemput di tengah jalan. Ia tidak punya pilihan, karena ia ingin mencegah temannya jatuh lebih dalam.
Jongin pikir sast filmnya selesai, ia tidak akan melihat Luhan lagi. Ia tidak tahu, hal pertama yang ia lihat di AS adalah Luhan mendekati Kyungsoo, yang bahkan menempatkan dirinya di situasi yang salah dengan eksekutif senior.
Keparat ! Jongin marah. Dengan waktu satu hari, Luhan sudah berhasil dengan temannya? Jangankan gerakkannya yang menggoda sudah membuat semua orang di sini gila.
Jongin menarik tangan Luhan. Kyungsoo mencoba untuk menghentikannya, tapi temannya menepisnya. "Jongin, apa yang salah denganmu ?" Kyungsoo menguncang tubuh Jongin.
"Aku melakukan sesuatu yang benar! Aku tidak ingin melihatmu hancur! Dia ... Dia akan menghancurkanmu!" Setengah sadar, Luhan merasa seseorang mencubit lengannya begitu keras sehingga rasa sakitnya sampai ke tulang-tulangnya.
Seperti pencuri yang mengambil barangnya, Jongin mengangkat Luhan keluat dari suite. Ia merasa tubuh yang memeluknya lebih panas, dan Luhan setengah telanjang, hal tersebut menggoda mata Jongin.
Dia yakin bahwa Luhan seharusnya adalah kutukan yang harus di hilangkan di dunia ini.
Masih banyak typonya pasti -_- saya minta maap aja yah.
Makasih buat yang mau baca, lafyuu aja deh :*
Review sangat sangat disarankan & ditubuhkan :)
Deercho : ada di akhir chapter ini-selanjutnya ;)
ga di bales reviewnya di sini ? tinggal cek pm aja. pasti selalu saya bales kok :)
