LOVE UNCONDITIONALLY
Author : baekyeolite
Cast : Chanyeol, Baekhyun, and OCs.
Disclaimer : All the cast exclude OCs belong to their management, fans, and families
Chanbaek GS
Warning!: There will be a slight sexual scene, throw away any negative point of the story and don't let yourself get influenced to do something bad.
Note: This chapter is only telling the past which I divided into a few parts and here's the first part. Enjoy!
Chapeter 4: A Piece from the Past I
Seoul, December 2009
"Chan!"
Gadis cantik berambut panjang hitam tergerai itu berlari menghampiri pemuda yang sedang mengobrol bersama dua orang temannya di depan deretan loker. Siswa-siswi yang berdiri di sepanjang koridor sempat menghentikan kegiatan mereka demi menyaksikan pasangan itu bertemu dan saling bertukar sapa.
"Hyejin!" balas si pemuda—Chanyeol—setelah menoleh dan mendapati si gadis tengah mendekat dengan senyuman riang.
Well, siapa yang tidak tahu pasangan Chanyeol – Hyejin, the dream couple of SM Highschool. Pasangan yang selalu mampu membuat siswa dan siswi disana memandang iri karena kecocokan mereka ketika disandingkan bersama.
Chanyeol yang merupakan anggota klub basket dan drummer band sekolah itu cukup terkenal dikalangan para murid perempuan. Selain jago olahraga dan bermusik, Chanyeol juga memiliki otak yang cerdas dan selalu masuk peringkat umum 10 besar dalam setiap nilai ujian sekolah. Sedangkan Hyejin sendiri merupakan primadona sekolah, menjadi populer karena kecantikan dan prestasinya dalam bidang akademik namun tidak menjadikan gadis itu arogan karena kelebihan yang dimilikinya. Hyejin sosok yang mudah bergaul dan memiliki banyak teman.
Tidak heran jika banyak yang mendukung perfect couple itu, tapi tak sedikit juga yang menggigit jari kecewa karena baik murid perempuan maupun murid lelaki turut menginginkan tipe pasangan ideal seperti Chanyeol dan Hyejin.
Ketika Hyejin sudah berdiri di sampingnya, refleks, Canyeol merangkul Hyejin, mencium pipinya sekilas lalu menusuk-nusukkan hidungnya dengan gemas hingga Hyejin kegelian, tidak sadar ada dua orang lain yang sedang menonton adegan lovey-dovey itu.
"Ew," Jino mengernyit
"Get a room please" Kibum menimpali
"Jangan iri, makanya cepat-cepat punya pacar" ejek Chanyeol ke dua temannya yang memang masih single
"Kami sedang mencari, hanya saja belum menemukan yang tepat" Kibum beralasan dan Jino hanya mengangguk tanda setuju.
"Ehm, Key, kurasa kita harus meninggalkan pasangan pengantin baru ini. Ayo kita ke kantin saja"
"Baiklah." Kibum menurut lalu menepuk pundak Chanyeol "Kita lanjutkan di ruang latihan sepulang sekolah ya"
"Okay"
"Bye Chanyeol, bye Hyejin" Kibum dan Jino pamit lalu berlari melesat ke kantin sambil berlomba siapa yang tiba lebih dulu maka dia yang harus ditraktir. Meski sudah kelas 3 tapi terkadang perilaku mereka masih kekanakan.
"Jadi ikut acara malam tahun baru?" tanya Hyejin yang masih dalam rangkulan Chanyeol
"Tentu saja. Apa kau sudah bilang ke ayah dan ibumu?"
"Sudah dan mereka mengizinkanku pergi."
"Good! Berarti kita bisa melihat kembang api dari atas gunung bersama~"
Hyejin terkekeh, "Aku jadi tidak sabar"
"Hyejin-a, apa kau tidak lapar?"
"Hmmm, tidak. Tapi aku membawa ini" Hyejin membuka kotak yang sedari tadi ia bawa, kotak berukuran sedang berisi coklat berbagai macam bentuk dan topping yang beaneka ragam; sprinkles, almond, cashew, dan lainnya.
"Waaah" Chanyeol menatapnya dengan mata berbinar
"Semalam aku membuatnya bersama eonni. Kita makan bersama saja bagaimana?" lagi-lagi Hyejin menunjukkan senyum riangnya
"Ayo! Di rooftop?"
"Di rooftop!"
"Baiklah~ Kajja!"
Chanyeol berganti menggandeng tangan Hyejin sambil melangkah menuju tempat favorit mereka—atap gedung sekolah.
.
~L.U.~
.
December 31, 2009
New Year's Camp Event merupakan acara rutin tahunan yang selalu diadakan oleh murid-murid kelas 3 SM Highschool menjelang upacara kelulusan. Setelah dipusingkan dengan berbagai proses ujian akhir sekolah, maka mereka melakukan camping sekaligus merayakan tahun baru bersama di daerah pegunungan, bermaksud refreshing dan melepas penat sebelum kembali disibukkan dengan ujian masuk univesitas di bulan Januari nanti.
Malam itu murid-murid sedang berkumpul mengelilingi api unggun sambil bernyanyi diringi gitar. Ada yang sedang membakar jagung dan barbeque, ada pula yang sedang mempersiapkan kembang api untuk diluncurkan ketika pergantian tahun tiba.
Hyejin berada dalam lingkaran yang mengelilingi api unggun ketika seseorang menarik lengannya dari belakang.
"Chan?"
"Ikut aku" Chanyeol berbisik lalu menuntun Hyejin untuk menjauh dari sana.
"Chan, kita mau kemana?" tanya Hyejin ketika mereka mulai memasuki pepohonan pinus yang lebat.
Chanyeol menoleh lalu tersenyum tulus,
"Percaya padaku, kau pasti akan suka"
Hyejin hanya diam dan merasakan kedua pipinya menghangat meski hawa musim dingin hampir menusuk ke tulang. Ah, Chanyeol memang selalu berhasil membuatnya kehabisan kata-kata.
Mengandalkan cahaya bulan yang menembus sela-sela pepohonan, Chanyeol melangkah menembus lebatnya hutan sembari menggenggam erat tangan Hyejin yang dilapisi sarung tangan berbahan wol.
Setelah sekitar 10 menit, Chanyeol berhenti lalu membalikkan badan, "Sekarang tutup matamu"
"Eh?" alis Hyejin bertaut
"Turuti saja apa kataku okay" ucap Chanyeol berusaha meyakinkan kekasihnya. Hyejin pun menurut dan perlahan menutup kedua matanya.
Kemudian Chanyeol memeluk Hyejin dari samping, sambil menuntun gadis itu melangkah mengikutinya.
"Trust me. I will never let anything hurt you. I promise" Chanyeol berbisik lembut, meski uap nafas Chanyeol terasa dingin di telinganya, lagi-lagi pipi Hyejin menghangat dengan semburat merah yang tercetak jelas, membuat Chanyeol tersenyum ketika melihat kekasihnya blushing seperti ini.
How can I not love you this much, Kim Hyejin.
Hyejin merasa Chanyeol sedang menuntunnya menaiki tanjakan dan ketika sudah berada di tanah yang cukup datar, langkahnya terhenti.
"Sekarang buka matamu" perintah Chanyeol, saat itu Hyejin sudah tidak lagi merasakan pelukan hangat dari kekasihnya.
Pelan-pelan Hyejin menggerakan kelopak matanya, membiarkan cahaya menembus retinanya. Ketika mata sudah sepenuhnya terbuka, disanalah Chanyeol berdiri, beberapa langkah di depan Hyejin dengan tangan direntangkan lebar-lebar.
"Here I present you this wonderful night scenery that you'll never regret to see in your life, my dear Kim Hyejin"
Iris hitam Hyejin melebar penuh kekaguman. Chanyeol mengajaknya ke puncak sebuah bukit, dimana dari sana terlihat kerlipan warna-warni cahaya kota dibawahnya. Lalu pandangan Hyejin beralih ke langit malam yang saat itu dipenuhi ribuan bintang, seperti taburan permata di gelapnya langit malam. Perpaduan yang indah antara langit dan bumi.
"The stars,—" Chanyeol memeluk Hyejin dari belakang, "—are shining for us"
Hyejin tersenyum, mengelus pipi Chanyeol lembut.
"Thank you, Channie. Thank you for this wonderful night"
Kemudian sayup-sayup, terdengar suara anak-anak di camp sedang menghintung mundur menanti bergantinya tahun.
Chanyeol membalikkan tubuh Hyejin untuk menghadapnya.
10..
9..
Chanyeol mengangkat dagu Hyejin
8..
7..
Chanyeol mendekatkan wajahnya.
6..
5..
Perlahan Chanyeol menutup matanya
4..
3..
Hyejin turut memejamkan mata.
2..
1..
BOOM!
Bibir plum Chanyeol mendarat sempurna di bibir Hyejin bersamaan dengan suara letupan kembang api yang mewarnai langit malam.
.
.
.
Tonight is ours.
.
~L.U.~
Kini mereka sudah berada di sebuah gubuk kecil yang ada di puncak bukit. Bibir Chanyeol masih menempel di bibir Hyejin, namun kali ini Chanyeol menggerakan bibirnya penuh nafsu dengan Hyejin berada dibawahnya. Hyejin mengalungkan kedua lengannya di leher Chanyeol sedangkan sang kekasih menahan beban tubuhnya dengan kedua telapak tangan yang menempel di lantai kayu.
Suasana menjadi semakin panas, tangan Chanyeol mulai menggerayangi Hyejin yang masih berpakaian lengkap dan menjamah titik-titik sensitif di tubuhnya. Hyejin melepas tautan bibir itu, menamembuat Chanyeol tersadar.
"I-I'm sorry, I didn't mean—"
"Go on"
Pupil Chanyeol melebar, ucapan Hyejin barusan sungguh diluar dugaannya.
"No, we're not going to do this Hye— "
"Just go on. I'm okay"
Hyejin tahu mata Chanyeol sudah berkabut nafsu dan ia tidak memiliki hati untuk menghentikan kegiatan itu. Chanyeol menginginkannya. Hyejin juga menginginkannya.
Dan malam itu menjadi saksi bagaimana Hyejin merelakan sesuatu yang paling dijaganya untuk diambil oleh seseorang yang paling disayanginya.
~L.U.~
My love for you can't neither be counted as the million stars in the sky,
nor with the particles in the air.
It's just simply undescribable and uncountable.
And I love you this much.
I really really do.
TBC
A/N
Chapter khusus flashback pertama. Hngg mungkin banyak yang kecewa karena gak ada moment chanbaeknya '-' intinya sih cuma pengen ngegambarin segitu cintanya chan sama hyejin, tapi yang namanya masa lalu kan harus dilupain, chan harus move on ke baek!
Sebenarnya ada hint di chapter ini untuk kemunculan tokoh baru yang cukup berpengaruh dalam jalannya cerita di chapter depan. hehe silahkan menebak~
Terima kasih buat yang sudah review, follow, dan fav. XOXO.
LASTLY, MIND TO REVIEW?
February, 14th
© Riri 2015
