Belum kering luka sobekan di sudut bibirnya yg ia dapatkan kemarin, kini sudut bibir lainnya juga ikut koyak karena mendapat kepalan tangan yg sama, Tn. Park.
Lelaki bersurai gold-brown itu keluar sambil mengusap bibirnya, ia berjalan lurus menuju lorong panjang yg akan membawanya ke kamar, namun langkahnya terhenti di ruang santai lantai dua yg berhubungan langsung dengan balkon. Bukan tanpa alasan ia berhenti di sana, ini karena ia mendengar suara kekehan remeh dari seseorang yg menjadi pemilik kamar di seberang miliknya.
"Mendapat hadiah istimewa lagi, Byun?" Chanyeol menyugar surai dark-grey nya dengan tatapan angkuh yg tertuju pada pemilik manik sipit di hadapannya.
"Cih, percuma saja mengajakmu bicara" Chanyeol bangkit dari sofa single yg ia duduki, berjalan mendekati Baekhyun lalu mencengkeram rahang yg lebih mungil sambil berdesis. "Manusia bisu sepertimu tidak akan bisa menjawabnya..."
Baekhyun tidak bereaksi mendengar hinaan Chanyeol padanya, wajah stoic nya masih terpasang apik dengan tatapan datar menjurus kosong.
"Aku tidak tahu apa tujuanmu kembali, tapi perlu ku tekankan padamu, kau hanya akan menjadi bayanganku saja..." Chanyeol menghempas wajah Baekhyun, membuatnya limbung dan hampir tersungkur ke lantai jika ia tidak memiliki refleks yg bagus.
"Oh iya, aku suka permainanmu..." Chanyeol menepuk-nepuk pipi Baekhyun dengan tangan kirinya, cukup keras hingga kulit putih itu nampak kemerahan setelahnya. "Mau bertaruh? Kira-kira siapa yg berhasil duduk di tahta...kau? Atau aku..."
‡ D A M A G E ‡
Park Chanyeol
Byun Baekhyun
Other Cast
Boyslove/Yaoi, School-life, Action
Chapter 4
Baekhyun memperbaiki posisi kacamatanya lalu menghembuskan napas pelan, sebisa mungkin untuk tidak melakukan sesuatu selain menatap lurus ke depan dan terus berjalan, menghiraukan tatapan intens dari beberapa siswa yg ia lewati dan berpura-pura tidak mendengar apa yg mereka bicarakan tentangnya.
'Dia orangnya...'
'Bukankah dia murid baru di kelas Chanyeol?'
'Kau bercanda? Kau sama saja dengan membenarkan jika Chanyeol lah pelakunya'
'Ya! Dia kan murid baru, dari luar memang terlihat cupu, tapi siapa yg tahu jika dia monster..'
'Dia dan Chanyeol yg katanya masuk ke toilet sebelum ketiga berandalan itu...so, siapa di antara mereka berdua pelakunya...'
Ketika Baekhyun hampir sampai ke kelas, tiba-tiba seorang lelaki yg ia tahu sebagai ketua keamanan siswa yg memanggil Chanyeol kemarin mencegatnya masuk kelas.
"Byun Baekhyun?" tanya Namjoon, dan dibalas anggukan singkat dari pemilik nama. "Ikut aku, kau mendapat panggilan ke ruang BK..."
Para siswa yg kebetulan berada di sekitar mereka mendengar apa yg mereka bicarakan, seketika mereka saling berbisik dan mulai menerka-nerka kenapa murid yg bisa dikatakan berada di kalangan 'malaikat' kini mendapat panggilan ke ruang BK di pagi hari. Sebagai saksi atau tersangka?
Namjoon tersenyum maklum saat Baekhyun hanya mengangguk, lalu mengisyaratkan lelaki dengan warna mata yg unik itu mengikuti langkahnya. Saat berjalan, Namjoon melemparkan tatapan mengintimidasi pada siswa yg didominasi oleh adik kelasnya tersebut untuk berhenti melakukan sesuatu yg bodoh, dalam hal ini berbisik dengan suara yg keras. Lalu ia melirik Baekhyun di belakangnya yg nampak menunduk sambil sesekali memperbaiki letak kacamatanya.
"Lebih tidak mungkin lagi jika anak ini pelakunya..." gumam Namjoon.
Selang beberapa menit berjalan, kini mereka berdua sampai di ruang BK, Namjoon masuk lebih dulu disusul Baekhyun. Lelaki mungil itu cukup terkejut mendapati Chanyeol yg telah duduk di salah satu kursi di depan meja Kang ssaem, tapi lelaki jangkung itu tetap diam seakan tidak ada siapapun di sekitarnya, mengabaikan Namjoon yg notabenenya adalah kakak kelas dan tidak memberi salam sebagaimana Nation's Prince yg kemarin-kemarin.
"Silahkan duduk, Baekhyun-hakseng..." Baekhyun mengambil posisi duduk di kursi sebelah Chanyeol, menatap Kang ssaem yg masih memerhatikan layar komputer di depannya. Mempelajari baik-baik rekaman CCTV yg menjadi petunjuk utama insiden kemarin. Berawal dari Chanyeol yg datang, selang 5 menit Baekhyun pun turut masuk dengan berlari kencang disusul Daehyun, Youngjae dan Zelo. Hingga sekitar 20 menit Chanyeol akhirnya keluar, selang beberapa detik Baekhyun juga keluar dengan wajah yg nampak pias. Hingga cukup lama setelahnya datang Namjoon yg menemukan ketiga siswa kelas tiga tersebut dalam keadaan yg mengenaskan.
"Baekhyun-hakseng...kau tahu siapa pelakunya? Hanya antara kau dan Chanyeol-hakseng..." Kang ssaem menyodorkan selembar kertas dan pulpen ke depan Baekhyun.
Baekhyun menjilati bibirnya lalu menatap Kang ssaem. Tangannya mengambil pulpen dengan ragu.
"Tidak apa-apa Baekhyun.." ucap Namjoon sambil melirik Chanyeol yg nampak acuh. Melihat itu, Baekhyun pun turut melirik Chanyeol, dan dibalas tatapan yg entah apa artinya dari mata biru lelaki tersebut.
'Park Chanyeol'
Dan si pemilik nama hanya menyeringai samar. Sedangkan Namjoon dan Kang ssaem saling melempar pandangan seakan mengatakan 'ternyata benar'.
"Kenapa kau melakukannya Chanyeol.." Baekhyun mengernyit, tidak menyangka Kang ssaem langsung percaya. Lelaki mungil itu tidak tahu saja jika kemarin Chanyeol mengakui jika ia-lah pelakunya. Dan tentu saja Kang ssaem tidak percaya, namun setelah mendapat satu suara dari Baekhyun yg merupakan saksi selain Chanyeol sendiri, mau tidak mau pria berusia 31 tahun itu harus menindaklanjutinya.
"Karena..." Chanyeol menjeda ucapannya seakan sengaja mengulur waktu, mata biru itu kembali memfokuskan atensinya pada sepasang manik abu-abu terang yg turut menatapnya penasaran. "...aku harus melindungi adik dari kekasihku ini, ssaem..."
"Apa?/APA?!" Kang ssaem menatap Chanyeol dengan alis bertaut sementara di belakang sana Namjoon pun tak kalah terkejut sampai hampir terpekik. Beda lagi dengan Baekhyun, wajah penasarannya seketika menghilang, kembali datar seakan Chanyeol tidak mengatakan hal yg bisa membuat terkejut seperti reaksi Kang ssaem dan Namjoon.
"Kekasihmu? Kakaknya Byun Baekhyun?"
Sementara di salah satu kelas bagian tahun akhir, terdengar sorakan yg didominasi oleh suara laki-laki karena seorang gadis yg mengekor di belakang wali kelas mereka, mereka sangat antusias dengan kedatangan siswa baru yg sudah menjadi bahan pembicaraan dari tiga hari yg lalu, lebih tepatnya para manusia bercelana itu yg nampak senang, beda dengan golongan rok pendek yg hanya berdecak.
"Namaku Byun Joohyun..kalian bisa memanggilku Irene, salam kenal.."
"Siapa itu Byun Joohyun?"
"Kenapa kau bertanya padaku? Dia memakai margamu kalau perlu ku ingatkan..." Changmin memutar kursi kebesarannya menghadap ke jendela kaca yg memperlihatkan view kota Seoul yg padat. Kedua tangannya saling bertaut di bawah dagu dengan bibir menahan senyum. "Chanyeol sepertinya sedang membawa relasinya masuk ke dalam pertempuran nya..."
"Apa maksudmu? Chanyeol mengenal seseorang bernama Byun Joohyun tadi?" Seohyun berjalan mendekati Changmin, memutar kursi yg pria itu duduki hingga menghadapnya yg kini menuntut penjelasan pria tersebut.
"Kau lupa? Anak pungut yg kembali kau buang setelah kau berhasil melahirkan Baekhyun..." alis pria itu terangkat sebelah menatap Seohyun yg kini memasang ekspresi geram.
"Kenapa sialan itu kembali lagi...dan apa urusannya dengan Chanyeol? Oh, jangan bilang jika mereka bekerja sama untuk menyakiti Baekhyun-ku, karena jika itu terjadi kau yg lebih dahulu ku bunuh Park Changmin..."
Changmin sendiri hanya mengendikkan bahu acuh, tidak peduli dengan ancaman wanita tersebut dan juga tidak peduli dengan hubungan apa yg Chanyeol miliki dengan gadis bernama Byun Joohyun itu. "Tenang saja, adikku...kita lihat bagaimana jagoan kecil kita melakukan tugasnya.." Changmin menepuk pundak Seohyun lembut. "Tidak ada yg bisa mengendalikan mata abu-abu yg cantik itu...tidak akan ada yang bisa..." Seohyun menghembuskan napas kasar, ia hanya mengangguk mengiyakan apa yg kakaknya itu katakan. Ia tahu bagaimana watak Changmin, pria itu sudah merencanakan ini bahkan sebelum ia memiliki anak.
"Lebih baik kau kembali ke lab mu dan sempurnakan keajaiban yg pernah ku minta...jika itu berhasil, aku akan mengembalikan Baekhyun padamu"
"Chanyeol!!" lelaki bertelinga peri itu mengedarkan pandangannya saat mendengar suara seseorang memanggilnya, ia menghentikan sejenak kegiatan mari menikmati makan siang lalu berbalik ke belakang dan kembali mencari sumber suara. Sampai mata birunya menemukan seorang gadis yg berlari kecil ke arah mejanya, Chanyeol pun tersenyum memperlihatkan single dimple di pipi kirinya.
"Oh, noona..akhirnya kau menemuiku juga" Chanyeol berdiri dan langsung menyambut gadis cantik bernametag 'Byun Joohyun' ke dalam pelukannya. Seketika suasana kantin semakin ricuh melihat pangeran mereka tengah memeluk seorang siswi pindahan yg menjadi primadona sekolah karena kecantikannya di hari pertama ia eksis di FCHS.
'Sudah ku bilang gadis itu kekasihnya Chanyeol'
'Ya! Apa yg meyakinkan dari sebuah pelukan?'
'Chanyeol sendiri yg mengatakannya, kau tahu Byun Baekhyun? Gadis itu dan si kacamata adalah saudara...'
'Dia benar, insiden babak belurnya tiga berandalan kemarin pelakunya adalah Chanyeol..katanya dia marah karena mereka mengusili Byun Baekhyun selaku adik dari kekasihnya...'
'Wah, aku tidak percaya ini..'
Chanyeol mendorong pelan Irene lalu mengusak rambut hitam gadis itu. "Selamat datang di panggung sandiwaraku, sayang.." bisik lelaki bermata serigala itu.
Toben/
