OBSESSION
SUMMARY: Obsesi itu yang membuat mu buta, obsesi itu yang membuatmu menyiksaku dan karena obsesi itu kau tak pernah tau kesakitanku. BAD SUMMARY. MPREG! HUNKAI.
.
.
TITTLE : OBSESSION
MAIN CAST : Kai,Sehun and other
AUTHOR : Ling-Ling / Kyung Soo Ra
GENRE : Yaoi,BL,sad, romance,life
RATED : M
LENGTH : chaptered ?
Italic = flasback atau pikiran
.
.
.
.
.
DON'T LIKE, DON'T READ
.
.
.
Happy reading!
.
.
.
.
Chap 4
.
.
Diperjalanan sehun mengendarai mobilnya dengan santai, dia tidak mau terburu-buru toh dirumah sakit sudah ada luhan dan xiumin yang menjaganya.
Drrrtttt... Drrrttttttttttt...
Ponsel sehun bergetar, sehun menengok dan inigin mengambil ponselnya tapi naasponselnya terjatuh kebawah.
"Shit..." kata sehun bergumam.
Sehun berusaha mengambil ponselnya dan akhirnya dia mendapatkannya, dia langsung duduk tegap dan kembali menatap jalanan.
"Arggghhhhhhhhh..."
BRAKKKKK...
Jalan berjalan dengan cepat, sehun belum sempat menghindari mobil truk besar itu hingga mobilnya itu menabrak dengan keras mobil truk besar itu. Mobil depannya hancur berat, bahkan kini sehun terjepit didepan, kaca mobil yang pecah itu mengenai kepala badan dan hampir semua badan sehun terluka.
Tak berapa lama orang-orang yang melihat kecelakaan hebat itu langsung berlarian mencoba membantu sehun dan pengendara mobil truk itu. Sementara warga lain mencoba menelpon ambulance.
Sehun meringis sakit saat orang-orang mencoba membantunya keluar dari badan mobil yang menjepit tubuhnya. Kakinya mati rasa bahkan seluruh tubuhnya juga ikut mati rasa.
Sehun belum keluar juga dari dempetan mobil itu hingga ambulance datang membantunya dia baru biasa dikeluarkan dari himpitan mobil tersebut.
Setalh badannya direbahkan didalam mobil ambulance dan dipasangkan alat bantu pernapasan barulah dia pingsan sambil meneteskan airmatanya.
.
.
.
.
"hoshhh...hoshhh... Sehunniee..." suara terengah jongin yang baru bangun dari kesdarannya itu membuat xiumin berlari kecil pasalnya dirinya juga saat ini sednag mengandung bayi keduanya jadi dia hanya berlari kecil saja.
"jongieee... kau sudah bangun sayang ?" tanya xiumin khawatir sambil mengelus pelipis jongin yang kini mengeluarkan keringat dingin itu.
Jongin tak menjawab pertanyaan xiumin, dia masih masih sedikit tersengal karena mimpinya itu, oh tuhan ini mimpi buruknya. Jongin menggelengkan kepalanya ketika mimpi ang mendranya itu mengenai sehun.
"hyung... Sehun hyung dimana ?" tanya jongin sambil menatap xiumin.
"dia sedang pulang, kau tau tampilannya berantakan sekali dan wajahnya ughh kau tau sangat buruk jadi aku dan luhan menyuruhnya untuk pulang membersihkan diri" kata xiumin "jangan khawatir" tambah xiumin lagi sambil mengelap keringat yang masih keluar dari pelipis jongin.
Jongi menghembuskan nafasnya sedikit lega lalu mencoba untuk duduk "oghhhhh... appo..." pekik jongin sambil memegang perutnya, perunta masih nyeri ternya.
"gwenchana jongiee... jangan terlalu banyak bergerak. Kau baru saja dioperasi" kata xiumin sambil membantu jongin untuk duduk dan menyandarkan tubuh jongin di dasboard ranjang rumah sakit itu.
Jongin mengernyitkan pelipisnya bingung. Xiumin yang melihat itu langsung menjejelaskan semuanya.
"kemarin malam kau baru saja dioperasi untuk menyelamatkan bayimu. Jadi kata dokter kau tidak boleh banyak bergerak sampai 3 bulan kedepan" jelas xiumin sambil membetulkan selimut jongin.
Jongin mengangguk mengerti lalu mengusap perutnya, dia tersenyum tatkala kalau bayinya masih bisa selamat.
"hyun kapan sampai kesini ?" tanya jongin sambil menolehkan kepalanya melihat xiumin yang kini sedang merapikan meja dari kotak-kotak makanan yang dia bawa bersama luhan tadi.
"tadi pagi sekitar jam 5 pagi" jawab xiumin lalu menhembuskan nafsnya lega ketika dia sudah selesai membereskan sedikit kekacauan dimeja tersebut. "kau tau kami langsung membeli tiket pesawat saat kris memberi kabar kalau kau mengalami pendarahan hebat, aku dan Luhan khawatir." Tambah xiumin sambil berjalan mendekati ranjang jongin dan duduk dibangku samping ranjang jongin.
"gomawo hyung " kata jongin sambil tersenyum.
Xiumin ikut tersenyum "cheonmayo" jawab xiumin sambil mengelus telapak tangan jongin yang kini berada diatas perut ratanya itu.
"oh iya dimana Luhan Ge dan xiuhan ?"
"eoh mereka sedang jalan-jalan ketaman, kau tau xiuhan rewel dia ingin jalan-jalan dan beli ice cream"
"eoh begitu, sebenarnya aku merindukan xiuhan"
"mungkin sebentar lagi dia akan datang"
"o iya bagaimana dengan kandungan hyung ?"
"baik-baik saja"
Jongin lagi-lagi tersenyum menatap xiumin. Yang ditatap juga ikut tersenyum.
KRIEETTT...
Pintu ruang rawat jongin terbuka menampakkan Luhan yang kini sedang menggendong xiuhan. Wajah luhan memerah sambil terengah-engah. Melihat suaminya kelelahan xiumin langsung berjalan mendekati anak dan ayah tersebut dan langsung mengambil xiuhan dan menggendongnya.
"apa yang terjadi yeobo ?" tanya xiumin sambil menuntun Luhan duduk disofa ruang rawat tersebut.
Luhan mencoba menetralkan deru nafasnya. Tarik-hembukan tarik-hembuskan hingga akhirnya pernapasannya normal.
Luhan menutup matanya kini dia menetralkan hati dan pikirannya "Sehun..."
"apa yang terjadi dengan Sehun hyung, Ge ?" tanya Jongin memotong perkataan Luhan.
"Sehun... mengalami kecelakaan. Dia menabrak truk pembawa alat berat. Mobil depannya mengalami rusak parah dan Sehun..." luhan menhembuskan nafasnya "sehun kritis, hampir seluruh badannya terkena kaca mobil dan kakinya mengalami patah tulang hebat karena badan mobil yang menjepit kakinya" tambah Luhan menjelaskan panjang lebar.
Setelah mendengar penjelasan dari Luhan, xiumin langsung memebelalakkan matanya. Sedangkan jongin, oh jangan ditanya jongin serasa dunia ini akan hancur mendengar berita itu. Nafasnya terasa tercekat, dia merasa susah bernafas untuk saat airmatanya kini telah menuruni pipi tirusnya tersebut. Jangan, jangan lagi. jongin langsung mengis terisak, dia menutup mulunya airmatanya terus-menerus jatuh.
Melihat itu xiumin langsung memberikan xiuhan kepada luhan. Xiumin mendekati jongin, memeluk jongin memberikan kehangatan dan kedamaian. Xiumin terus membisikkan kata-kata penyemangat untuk jongin. Xiumin selalu mengatakan -sehun itu kuat dan aku yakin sehun pasti bisa menanganinya- itulah kata-kata xiumin yang dia bisikkan untuk jongin.
"sepertinya aku harus menuju ruang UGD sekarang, yifan baru saja mengirimiku pesan kalau sehun sudah dibawa kerumah sakit ini dan langsung dibawa keruang UGD" kata Luhan memecahkan keheingan diruangan tersebut.
"Ge aku ikut" kata jongin dengan suara khas orang menangis.
Luhan menggeleng "jangan jongin, kau harus istirahat" kata Luhan sambil menggendong xiuhan yang kini sedang mulai tertidur.
"aku mau ikut... hiksss... aku ingin...hiks...melihat hunnie hyung...hiks... aku mohon..." kata jongin yang kini malah bertambah keras menangis.
Xiumin menhembuskan nafasnya " baiklah kita lihat sehun sekarang tapi kau harus menggunakan kursi roda, arra ?" kata xiumin sambil menghapus jejak-jejak airmata dipipi tirus jongin.
Jongin mengangguk mendapat persetujuan dari jongin, Luhan meletakkan xiuhan disofa dan memanggil suster untuk membantu mereka.
Tak berapa lama suster tersebutpun datang sambil membawa sebuah kursi roda. Suster tersebut dan luhan membatu jongin untuk duduk dikursi roda dan akhirnya bisa. Lalu luhan mengangkat badan kecil xiuhan dan merebahkannya diranjang jongin tadi.
Merasa semua sudah beres, Luhan langsung mendorong kursi roda jongin dan diikuti oleh xiumin dibelakangnya. Xiumin langsung mengunci ruangan tersebut karena didalam ada xiuhan dan barang-barang berharga lainnya.
.
.
.
.
Kris duduk dengan gelisah ditempat duduk tunggu didepan ruangan UGD. Pikirannya melayang entah kemana saat ini. kini tetesan airmatanya jatuh mengenai tanganya yang sedang memegang ponselnya.
Dia mengangis saat melihat sehun seperti ini, menurut kris penderitaan sehun selalu saja datang menderanya semenjak masalah 2 tahun lalu. Dari kedua orang tuanya yang meninggal karena pembunuhan, jongin yang menghilang dan sekarang dia mengalami kecelakaan yang hampir saja merenggut nyawanya itu.
Kris taku namja brengsek yang telah mengambil kebahagiaan sehun 2 tahun lalu itu kembali lagi untuk menghancurkan kebahagiaan sehun. seharusnya dia tidak ikut campur tentang masalah ini tapi karena ini demi keselamatan sehun dan jongin dari namja brengsek dan psycho itu yang dulu juga sahabat baiknya itu.
.
.
Seorang namja yang memiliki tinggi hampir sama dengan tinggi kris itu kini tengah menyeret jongin dan menodongkan pistol itu dipelupis jongin. Jongin menangis sesenggukan, kris dan sehun yang melihat itu jadi semakin geram sama dengan kris dia juga geram.
"JANGAN MENDEKAT!" teriak namja itu sambil tertawa seperti orang gila yang masih terus menodongkan pistolnya dipelipis jongin.
Jongin terus terisak, wajahnya mulai memerah karena dari hampir satu jam tadi dia menangis, pipinya kini penuh dengan airmatanya bahkan airmatanya terus berjatuhan.
"kau..." sehun tak sanggup lagi melihat kekasihnya itu dilakukan seperti itu. Tapi, kris menahannya dan menggeleng kepada jongin memberikan isyarat agar sehun jangan mendekat ini belum waktunya "ARGHHHHH" sehun berteriak.
"Ge, nyawa jongin sekarang dipertaruhkan kau tau itu kan Ge" kata sehun dengan wajahnya yang memerah sangat marah
"aku tau tapi ini belum tepat hun, polisi belum datang dan park –psyco- chanyeol itu belum lengah" kata kris.
Sehun mengangguk mengerti lalu membalikkan tubuhnya menatap jongin yang kini semakin menangis tersedu-sedu didalam kekangan chanyeol.
Chanyeol masih memeprthankan kekangannya, hingga merasa sehun dan kris tidak memberontak chanyeol mulai merenggangkan kekangannya dan perlahan menurunkan pistol dipelipis jongin. Jongin bernafas lega tapi dirinya masih menangis seseggukkan.
Diseberang chanyeol, kris dan sehun benafas lega.
"ayo kita pergi sayang, kita kembali kerumah dan minum coklat panas" kata chanyeol sambil mengelus pipi yang kini tengah dialiri oleh air mata jongin itu.
"hiks...hiks..." jongin tak menjawab, hanya isakan yang keluar dari bibirnya.
Chanyeol tersenyum "berarti kau setuju, sayang" kata chanyeol lalu menggandeng tangan jongin dan menyeretnya untuk berjalan menuju pintu keluar.
Baru satu langkah mereka berjalan, kini tangan chanyeol sudah dipegang dan dicengkram oleh kris yang sebelumnya pistol yang dibawa chanyeol diambil dan dibuang oleh kris.
"sekarang" kata kris,
Mengerti isyarat itu, sehun langsung menarik jongin menuju pelukannya dan tak berapa lama puluhan polisipun datang dan langsung membantu kris untuk mengamankan chanyeol dan membawanya kekantor polisi.
Sehun memeluk dengan sangat erat jongin agar tangisan jongin mereda. Yang dipeluk masih terus menangis sesenggukan.
"sialan kau oh dan wu... aku akan kembali mengambil jongin-KU ingat itu" kata chanyeol berteriak sebelum dirinya dimasukkan kedalam mobil polisi.
Sehun dan kris tak menanggapinya, sehun kini fokus kepada jongin yang terus menangis.
"sudah sayang, dia sudah pergi" kata sehun menenangkan jongin agar berhenti menangis.
"aku takut ... hiks..." kata jongin lirih karena suaranya teredam karena pelukan sehun.
"aku yakin dia tak kembali lagi"
.
.
.
Kris berhenti melamun ketika pundaknya dipukul pelan oleh luhan. Dia mendongakkan keplanya menatap luhan.
"bagaimana keadaan sehun kris ?" tanya Luhan khawatir.
"dokter masih melakukan operasi didalam ge" kata kris sambil menatap Luhan.
Jongin menghembuskan nafasnya kasar lalu memegang tangan tangan xiumin, memberikan isyarat kepada xiumin agar mendekatkan dirinya kepada kris.
"Ge..." panggil jongin.
Kris mendongak lalu menatap jongin " kenapa kau ada disini seharusnya kau istirahatkan" kata kris sambil mengelus telapak tangan jongin.
Jongin tersenyum "dimana suho hyung, Ge" tanya jongin.
"dia tidak bisa kesini jongiee, dia sedang berada dirumah orang tuanya" kata kris berusaha tersenyum didepn jongin.
Jongin mengangguk lalu menatap pintu ruangan UGD dengan tatapan kosong. Tak berapa lama cairan bening yang keluar dari mata black pearlnya itu jatuh dipipi tirusnya.
"kris Ge..." panggil jongin lagi.
"ya" jawab kris sambil menatap jongin dan menghapus air mata yang kini hampir jatuh kepipi jongin.
"apakah hunnie hyung akan selamat ?" tanya jongin.
"aku yakin dia akan selamat, aku yakin itu" kata kris lalu memeluk jongin.
.
.
.
Drrrrrttttt drttttttttt
Ponsel seorang namja tinggi tampan itu bergetar menandakan ada sebuh panggilan masuk. Dia melihat ponselnya dan langsung mengangkatnya dengan susah payah karena dia baru saja bangun tidur.
"yeoboseo" kata namja itu dengan suara khas orang baru bangut tidur.
"tuan park" kata orang diseberang sana.
"ada apa ?"
"perintah tuan sudah kami jalankan, dan saat ini oh sehun seang kritis disalah satu rumah sakit diseoul"
"kau yakin"
"ya,tuan"
"bagaimana dengan istrinya ?"
"istrinya kini sedang dirawat disalah satu ruma sakit yang sama dengan sehun tuan"
"bagus"
"kalau begitu saya tutup dulu tuan"
Sambungan telepon itupun terputus. Yang dipanggil tuan park itu tertawa ketika mendengar berita oh sehun, kekasihnya yang sedari tadi masih tidur kini terbangu karena suara tawa kekasihnya tersebut.
"ada apa yeollie ?" tanya namja bermata belok tersebut.
"kita berhasil sayang, kita berhasil. Akhirnya rencana ku berhasil, setelah selama 2 tahun ini aku diam" jawab chanyeol sambil tertawa dan memeluk tubuh mungil yang masih naked itu dengan keras.
"lepaskan yeol, ini sesak"
Merasa kekasih cantiknya itu meronta didalam pelukannya itu langsung dia lepaskan dia tidak mau membuat kekasih imutnya itu kehabisan nafas karena pelukan supernya tersebut.
"yeol" panggil namja mungil itu.
"ya ada apa kyung soo sayang" jawab chanyeol sambil mengelus pipinya.
"setelah ini apa kau akan tetap terobsesi dengan jongin ?" tanya kyung soo.
Chanyeo tersenyum "tidak sayang, tidak akan. Kau tau aku sudah muak dengan 2 tahun lalu. Sekarang yang ingin aku lakukan hanya membalas dendam kepada oh sehun berengsek itu gara-gara telah membuat perusahaan orang tuaku menjadi bangkrut" jelas chanyeol.
Kyung soo tersenyum sambil memegang telapak tangan chanyeol yang berada dipipi tembamnya itu "aku percaya padamu" kata kyung soo.
.
.
.
.
Setelah hampir 6 jam menunggu akhirnya dokter yang menangani sehun keluar dari dalam dengan wajah yang tidak bisa diartikan setelah dokter itu membuka masker berwarna putihnya tersebut.
"bagaimana dengan keadaan adik saya dok ?" tanya Luhan to the point. Dia tidak ingin mendengar berita adiknya yang tidak-tidak disunia ini hanya sehunlah keluarga yang tersisa –kris tidak masuk karena kris hanya sepupu- , adik tolol, egois dan bodoh kesayangannya itu.
Dokter itu menghembuskan nafasnya lalu menatap Luhan
"kami sudah menolongnya semampu kami..."
.
.
.
.
TBC
Lingling balik lagi, okeh lingling emang salah seharusnya updatenya 3 hari sekali ternyata updatenya ngaret banget. Mian ya lingling lgi sibuk –bingiiiit- masalahnya ngajar dance cover 3 grup sekaligus dan temen lingling cuman 1 yg ngajarin klo lingling gak ngajari. Okeh, ini FF bukan untuk event lagi. huhuhu eventnya distop.
Tapi gak pa-pa lingling tetep bikin FF hunkai. Siiippp
Oh iya siapa yang mau lingling masukin ke grup Hunkai di BBM
Nih pin lingling 7DDC5FA4
Setelah invite langsung ping atau pm dibmnya langsung yak
Mohon reviewnya, mian klo ceritanya makin jelek
