A/N: aloha readerdeul chingudeul dan segala dalduldaldul(?) sesuai janji, ji bakal update cepet dan agak panjangan yeeey \*^-^*/ /lempar petasan/ mian ne kalo update-annya kurang memuaskan;-; soalnya ji kalo bikin ff langsung dipost(?) mager betulinnya hue,_, /plak/
baydeweeeei~~ makasih ya yang udah review /deep bow/ review kalian ngaruh lho u,u(?) makanya review! /maksa/ /gak. ehehe akhir kata, enjoy this fic!
You're Mine!
DaeLo pairing
by: JIJIMATO
KRIIIING
Bel tanda akhir jam pelajaran hari itupun berbunyi.
Zelo mengambil tasnya dan berjalan keluar kelas. Zelo berjalan terus menuju pintu keluar gedung sekolah dan terlihat seperti ia melupakan sesuatu
'eum.. sepertinya ada yang aku lupakan, tapi apa ya?' Zelo memberhentikan langkahnya dan memegang dagunya dengan jari telunjuk.
Kemudian, Zelo membalikkan badannya hendak berjalan masuk lagi ke dalam gedung sekolah untuk memastikan tidak ada yang terlupa.
Tidak sampai 3 langkah, ia menghentikan langkahnya lagi 'ugh.. apa ya yang kulupakan?'
.
.
Daehyun yang berdiri di depan gerbang sekolah sejak 10 menit yang lalu melirik jam tangannya
'kemana dia?'
.
.
"issh! Menyebalkan!" Zelo mangacak rambutnya frustasi. Youngjae yang hendak keluar gedungpun melihat tingkah Zelo yang lucu(?) berjalan menghampiri namja berrambut merah muda itu.
"hey, ada apa?"
"ah.. Youngjae hyung, aku seperti melupakan sesuatu.. namun setelah kuperiksa di dalam kelas tidak ada yang tertinggal, biasanya aku akan membiarkannya. Namun entah mengapa aku harus mengingat apa itu"
"tidak ada benda yang tertinggal? Hm.. mungkin kau lupa jika kau harus melakukan sesuatu atau semacamnya" Youngjae berusaha membantu namja yang berdiri di depannya.
"hm.. tidak ada kok..." nada bicara Zelo menggantung
"kau yakin?"
"AH! Aku ingat! Astaga, kuharap dia tidak akan marah" Zelo berlari meninggalkan Youngjae.
Youngjae hanya bisa melihat Zelo dengan heran dan melangkahkan kakinya keluar sekolah
.
.
"hosh.. hosh..mianhaeyo hyung.. hosh.. aku lupa" ujar Zelo terengah-engah sambil menumpukan tangannya ke kedua lututnya
"eoh.. aku menunggu disini sudah 20 menit"
'aish Choi Junhong pabo!' pikir Zelo sambil mengatur nafasnya
"eum.. maafkan aku ne hyung?" ucap Zelo sambil mengeluarkan puppy eyes andalannya (yang biasa digunakan Zelo untuk memohon maaf atau meminta sesuatu pada Yongguk)
Daehyun melihat adegan puppy eyes itu pura-pura tidak melihat.
'aigoo.. tak mempan?!' Zelo mengeluarkan jurus(?) terakhirnya, Aegyo.
"hyungieee~~" Zelo memanggil Daehyun dengan nada bicara yang diimutkan(?)
Daehyun melirik kearah Zelo dan melihat Zelo menggembungkan pipinya sambil mempoutkan bibirnya bersamaan, dan jangan lupa puppy eyes-nya "maafkan Junhongie ne~"
Orang-orang yang berada disekitar mereka pun terduduk lemas dan tidak kuasa melihat keimutan seorang Choi Junhong. Gakdeng lebay /ditimpukin reader/ #abaikan
Daehyun bisa saja memasukkan Zelo ke dalam karung(?) lalu membawanya pulang saat itu juga.
"ehm.. akan kumaafkan, tapi ada syaratnya"
"eo? Apa itu hyung?"
"temani aku hari ini"
"eo? Kemana?"
"tempat favo—"
"oi Jung Daehyun!" teriakan Youngjae memotong perkataan Daehyun. Yang dipanggil hanya bisa menghela nafas.
Youngjae menghampiri Daehyun dan Zelo "apa yang sedang kalian lakukan? Kenapa belum pulang?"
"ah.. aku akan menemani Daehyun hyung ke suatu tempat" jawab Zelo
"eo? Benarkah itu Jung?" Tanya Youngjae sambil melihat Daehyun yang sedang menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"aah.. pantas saja kau tadi gelisah sekali menunggu bel pulang dan berjalan keluar dengan terburu-buru. Ternyata kau mau mengajak anak ini kenca—YAK!" perkataan Youngjae terpotong karena kakinya diinjak oleh Daehyun.
Zelo mendengar perkataan Youngjae dan berlaku salah tingkah(?)
"ke-kencan?" pipi Zelo memerah.
'uff.. Yoo Youngjae kau...' batin Daehyun sambil memberikan death glare-nya kepada Youngjae.
Youngjae hanya menjulurkan lidahnya.
"bukan kencan. Kau hanya perlu menemaniku, itu saja" ujar Daehyun dengan nada yang (berusaha) datar.
"ah.. arraseo.." Zelo tersenyum kecil namun ada sedikit kekecewaan di hatinya.
"ah dasar. Kalau begitu aku pulang duluan ne? Hati-hati di jalan!" pamit Youngjae sambil melambaikan tangannya dan berjalan menjauhi mereka.
"kau tunggu disini sebentar, aku akan mengambil sepeda motorku"
"hm.." Zelo mengangguk sebagai jawaban.
Beberapa menit kemudian, sebuah motor sport berwarna hitam mengkilap dengan Daehyun yang sudah memakai jaket dan helm full-faced yang mengendarainya. "naiklah" ujar Daehyun pada Zelo
'tukang ojek' batin Zelo. Gak gak:( ampuni aku(?) /dibakar reader/ #tolongabaikanlagi
Zelo duduk dibelakang Daehyun dan menyamankan dirinya "baiklah, ayo berangkat" ujar Zelo
Daehyun memperhatikan wajah Zelo di kaca spion motor sportnya. Yang diperhatikan pun sadar dan berdeham "aku bilang, aku siap hyung"
"kau belum berpegangan"
"pegangan? Hyung tidak akan ngebut kan?"
"pengangan saja, aku tak mau kau jatuh"
Zelo menurut dan melingkarkan lengannya di pinggang Daehyun dengan longgar.
Daehyun menjalankan motornya dengan laju yang lumayan cepat, Zelo hampir saja terjatuh dari motor Daehyun.
"aku kan sudah bilang untuk pengangan!"
"yak! Hyung pabo! Jangan cepat-cepat!" seru Zelo sambil memejamkan matanya erat.
Zelo dengan erat memeluk pinggang Daehyun. Yang dipeluk hanya bisa tersenyum senang(?)
Daehyun mengendarai motornya menuju jalan kecil yang ditumbuhi pohon rindang serta bunga-bunga liar di sepanjang jalannya. Daehyun memperlambat laju motornya dan mengendarainya dengan kecepatan normal(?) Zelo yang sadar bahwa Daehyun tidak segila(?) tadi membuka matanya perlahan dan melonggarkan pegangannya di pinggang Daehyun.
Zelo memperhatikan bunga-bunga liar yang terkena sebagian sinar matahari yang berhasil lolos menerobos celah dedaunan pohon rindang. Rasanya sangat nyaman, angin yang sejuk berhembus di wajahnya serta hangat sinar matahari yang menerobos dedaunan.
Zelo memejamkan kedua matanya sambil tersenyum dan menikmati suasana. Daehyun memperhatikan Zelo melalui kaca spionnya. Daehyun tersenyum.
Daehyun menghentikan motornya setelah sampai di puncak sebuah bukit kecil dekat sekolahnya.
Zelo turun dari motor Daehyun dan melihat daerah tempat tinggalnya kini dari atas bukit.
"jadi ini bukit yang dekat dengan gedung sekolah .." ujar Zelo sambil mengedarkan pandangannya.
Drrt~
Ponsel milik Daehyun bergetar tanda ada pesan masuk
1 new message
Fr: Yoo Youngjae
15:55
Semoga beruntung dengan 'kencan'-mu Jung! Kkk
'aish jinjja, orang ini'
To: Yoo Youngjae
15:56
Bicara apa kau ini
.
1 new message
15:56
Aish, sudahlah Jung, akui saja kau suka pada Zelo!
Wajah Daehyun memerah membaca pesan singkat dari sahabatnya itu. 'suka?'
To: Yoo Youngjae
15:57
Mana mungkin! Aku bahkan baru mengenalnya beberapa hari yang lalu, Yoo.
.
Daehyun menaruh ponselnya di saku celananya dan melihat Zelo yang sedang berdiri membelakanginya.
"Hyuuung~! Kemarilah! Pemandangannya sangat indah disini!" seru Zelo sambil membalikkan badannya dan Daehyun menghampirinya.
Zelo menyaksikan pemandangan di depannya sambil tersenyum lebar Daehyun tidak memperhatikan pemandangannya. Daehyun memperhatikan Zelo.
Drrt~
1 new message
Fr: Yoo Youngjae
16:02
Sudah terlihat jelas pabo. Aku ini sahabatmu, jadi aku tau. Kkk rupanya Jung Daehyun jatuh cinta pada pandangan pertama~
.
Daehyun tidak membalas pesan singkat itu dan berbaring diatas rumput yang hijau dengan mengunakan kedua tangannya yang terlipat di atas kepala sebagai tumpuannya.
Zelo melihat Daehyun yang berbaring di atas rumput dan menghampiri Daehyun
"ehm.. bolehkah..?" tanya Zelo sambil menunjuk rerumputan
"hm? Tentu saja kau boleh berbaring disini. Siapa saja boleh" jawab Daehyun.
Zelo membaringkan dirinya diatas rerumputan dan menatap langit bersama Daehyun.
Mereka terdiam, tidak ada kecanggungan, hanya suara angin dan kicauan burung sesekali yang menghiasi sore mereka.
"kau tinggal disini hanya bersama hyungmu?" Daehyun memulai pembicaraan
"hm? Ya.. begitulah"
"kemana orang tuamu?"
"mereka sudah meninggal. Sudah 10 tahun yang lalu mereka meninggal karena kecelakaan"
"ah.. aku turut menyesal"
"tidak apa, lagipula aku masih punya Yongguk hyung dan Himchan hyung"
"kau memiliki 2 hyung?"
"aniyo.. Himchan hyung itu sebenarnya kekasih Yongguk hyung. Tapi ia perhatian sekali denganku, mirip seperti eomma. Yongguk hyung pasti merasa beruntung memiliki Himchan hyung, dan begitu pula sebaliknya. Kau tau hyung? Jika aku punya kekasih, aku ingin hubungan yang saling menyayangi, menghargai, mempercayai dan melindungi satu sama lain. Sama seperti Yongguk hyung dan Himchan hyung lakukan" ucap Zelo panjang lebar dan menguap.
"aku mengantuk hyung, kita disini sebentar ne?"ujar Zelo sambil memposisikan badannya memunggungi Daehyun dan memejamkan matanya.
Beberapa menit kemudian Daehyun mendudukan tubuhnya dan melihat Zelo yang sudah tertidur pulas. Desiran angin yang lembut di bukit itu membuatnya mengantuk juga. Daehyun berdiri dan berbaring di sisi lain tubuh Zelo. Kini Zelo tidak lagi memunggunginya. Daehyun berbaring menghadap Zelo dan mengelus rembut surai lurus berwarna merah muda itu lalu berpindah menuju pipi putih Zelo dan mengelusnya dengan lembut.
'apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama?' batin Daehyun.
.
.
'mungkin saja..'
.
Perlahan namun pasti, kedua mata Daehyun terpejam dan terlelap.
.
.
TBC
ahahaha! yes tbc lagi~ aduh ini fluff banget ya-_-a maapin ji yak,_, btw, maaf ya gabisa bales review kalian,_, jeongmal mianhaeeee~;;;;;-;;;; muah(?)
sampe ketemu lagi di chap berikutnya!
review would be great!
