Our Second Life
:Genre:
Romance, Drama
:Length:
Series
:Rate:
T
:Warning:
Boys Love,YAOI
:Summary:
Inilah kehidupan kedua mereka! Kyuhyun seorang Playboy tampan nan sombong yang sangat suka bercinta kini harus menerima kenyataan bahwa kedua orang tuanya akan segera menikahkannya dengan seorang namja manis namun AUTIS dan sangat mengganggu. "Sepertinya tubuhnya menyenangkan untuk ku ajak bermain".
::Disclaimer::
Kyuhyun dan Sungmin itu saling memiliki. Tapi Sungmin juga milik saya. Yang jelas mereka milik Tuhan,orang tua,nenek,kakek dan sapa aja dah.. Saya hanya pinjam nama. Saya hanyalah yeoja yg Fujoshi dan seorang pecinta M-Preg akut
DON'T LIKE DONT READ . Yang ga suka YAOI tinggal cabut aja dah. Gampang kan?
NO COPAST! NO BASH!
.
.
.
Sungmin hanya bisa duduk di bawah lantai sambil bermain dengan semua mainannya. Kedua orang yang duduk disofa yang tentu saja berada di atas sang namja manis,kini hanya bisa terpaku melihat Sungmin yang tengah asik bermain. Benar-benar seperti orang tua yang sedang memperhatikan bayinya.
"Kyu~" Panggil Victoria dengan nada manja sambil bergelayut di salah satu lengan Kyuhyun.
"Hmm?" Sahut sang namja tampan itu.
"Lihat sini Kyu~" Dengan sedikit memaksa,Vic pun memegang dagu Kyuhyun dan mengarahkannya pada muka cantik nan menyebalkan miliknya.
"Apa? Kau ingin sesuatu Yeobo?" Tanya nya pada sang istri yang tengah merajuk.
"Aku bosan. Akhir-akhir ini kau tidak ada waktu sedikit pun denganku sejak kedatangan Kelinci busuk idiot ini" Ucap Vic dengan nada ketus dan kasar.
"Arraseo. Lalu kau ingin apa hmm?" Kini tangan Kyuhyun mulai sedikit nakal seperti biasanya. Dari menyentuh pipi,hidung,bibir,kini mulai berani menyentuh dua buah dada milik Vic kemudian sedikit memilinnya dari luar dress yang ia kenakan.
"Sshhh..ngghh" Satu desahan kini mulai meluncur dari mulut Victoria. Merasa tubuhnya semakin panas,dengan cepat ia pun menyambar bibir tebal Kyuhyun kemudian melumatnya.
Pagutan yang awalnya hanya berupa sentuhan lembut kini berubah menjadi lumatan-lumatan kasar dan begitu panas saat Kyuhyun mencoba mendominasi ciuman itu. Lidahnya mulai menyeruak masuk dan saling mendorong satu sama lain. Menghisap kemudian menjilatnya.
Sungmin yang sedari tadi memperhatikan kini hanya bisa terbengong-bengong di tempatnya. Mainan yang sedari tadi menjadi kawan bermainnya kini ia campakan begitu saja saat melihat adegan Live yang tidak terasa asing dimatanya. Bahkan terasa begitu familiar.
DEG! Entah apa yang baru saja melintas di pikiran Sungmin,dengan cepat ia menyambar mainan mobil itu dan melemparkannya kearah dua manusia yang tengah asik bercumbu.
PLAKK! Lemparan yang sangat indah. Kini mainan itu terlempar dan menabrak tepat di bagian kedua bibir yang tengah saling berpagutan mesra. Vic begitu geram. Dipegangnya ujung bibirnya yang sedikit terluka sambil mengangkat tangannya siap untuk menampar Sungmin.
"BRENGSEK KAU LEE SUNGMIN!"
Sekali lagi,kejadian ini begitu familiar di otak Sungmin. Dia merasa ketakutan melihat itu hingga kini ia beringsut mundur saat Vic mengejar dirinya sambil mengacungkan salah satu tangannya.
BUGGG! Entah keberanian dari mana yang ia dapat. Sungmin tiba-tiba mendekat ke arah Victoria dan memukul tubuh sexy itu dengan sebuah kemoceng yang ia ambil di pinggiran guci mahal yang terpajang rapi. Kyuhyun terdiam menyaksikan itu semua. Baginya melihat ekspresi Sungmin saat ini begitu mengasyikan dan membuatnya penasaran.
"YA! Appo~ Sialan kau bocah" Tubuh Victoria yang masih terduduk dilantai kini mencoba untuk berdiri,namun gerakannya terhenti saat Sungmin mendekat dan memukulnya dengan kemoceng berulang kali.
"Jahat! Jahat! Minnie benci. Minnie benci. Pergi. Pergii!" Dengan beringas kemoceng itu ia pukulkan ke kepala,punggung dan perut Victoria membuat sang empunya meringis kesakitan.
Melihat kelakuan Sungmin yang semakin menggila,Kyuhyun pun beranjak dari tempatnya dan menarik kemoceng itu.
"Sudah Sungmin! Kau bisa membunuhnya" Ucap Kyuhyun setengah berteriak dan kemudian diangkatnya tubuh Vic yang tengah meringis kesakitan itu.
Tapi Kyuhyun tidak menyesal sama sekali. Dengan adanya kejadian barusan kini Kyuhyun menjadi semakin penasaran dengan sosok kelinci manis bernama Sungmin.
"Bawa dia pergi Kyu! aku muak melihatnya"
"Kau mau aku bawa dia kemana eoh? Mall?"
"Kemana saja asal jangan perlihatkan wajahnya padaku seharian ini. Kalau perlu selamanya" Teriak Victoria sambil berlalu menuju kamarnya.
Sungmin terdiam. Tangan mungil miliknya itu ia letakan pada ujung baju yang ia kenakan kemudian meremasnya. Rupanya Uri Sungminnie sedang ketakutan melihat ekspresi garang milik Nenek sihir bernama Victoria.
"Kau memang perlu kuasingkan. Tidak tau diri dan menyebalkan. Yaa~ walau aku cukup terhibur" Racau Kyuhyun tak jelas. Sedangkan Sungmin masih terdiam sambil mengerucutkan bibirnya.
"Jika kuajak ke Mall,kau akan membuatku malu saja. Jika kuajak ke taman,kau akan berlaku seperti hewan peliharaan. Meloncat sana,meloncat sini. Mengganggu,meracau dan melakukan hal bodoh lainnya. Sama bodohnya dengan boneka bodohmu itu"
Lagi-lagi Sungmin hanya bisa terdiam sambil menahan air mata yang kian membendung di pelupuk matanya. Sungmin memang tidak terlalu paham,tapi dia paling tidak suka jika Bunny-nya dihina.
"Hahhhh~ Merepotkan saja. Sudahlah. Cepat ikuti aku. Setidaknya aku tau tempat yang tidak akan mempedulikan orang bodoh sepertimu"
.
.
.
"Hoahhmm" Kyuhyun membuka mulutnya lebar-lebar saat kantuk mulai menyergap kedua matanya. Matanya mulai menyipit saat mendengar seorang laki-laki tengah menceritakan sejarah di negaranya. Rasanya seperti saat ia dibacakan sebuah buku dongeng pengantar tidur.
"Huwaaa Minnie suka" Berbeda dengan seseorang disebelahnya yang tengah berbinar-binar melihat sesuatu dibalik kaca pelindung. Ia begitu antusias saat melihat sesuatu yang ia sebut kucing itu berada didalam kotak yang terbuat dari kaca.
"Kyunnie~ Minnie ingin pegang. Boleh ga?" Tanyanya sambil memiringkan kepalanya kesamping.
"Ishhh pegang apa sih Min? Museum itu tidak ada yang boleh dipegang. Terlebih lagi dengan tangan pengrusakmu itu"
"Uhhhhh.. Tapi Minnie pingin liat kucing ituhhh.. Ituhh yang lagi bobo" Tunjuknya kearah kaca yang berada dihadapannya.
Kyuhyun mengikuti arah telunjuk Sungmin. Sedikit tersenyum meremehkan saat melihat benda yang Sungmin kira sebagai kucing itu ternyata hanya sebuah bongkahan batu yang berbentuk aneh. "Apa sih? Memangnya itu kucing?" Didekatkannya lagi mata itu kearah sang benda,namun ia tidak mengerti apa sebenarnya benda itu. Dibacanya sebuah tulisan yang tertera di pojok bawah. "Hah? Ini museum Korea kan? Kenapa tulisannya seperti ini?"
Belum sampai Sungmin membuka mulutnya,kini rombongan yang sedari tadi diikuti oleh KyuMin mulai berjalan ke tempat selanjutnya.
"Aisshhh disini tidak ada kamar seperti yang ada di Bar eoh?" Gumamnya saat langkah nya yang semakin berat mulai mengikuti rombongan itu.
"Ya sudahlah,yang penting kelinci itu diam dan berbuat hal norak pun sepertinya tidak akan ada yang peduli. Aku memang tidak salah mengajaknya kemari" Ucapnya saat ia melihat Sungmin tengah berdiri dibarisan paling depan. Kontan melihat Sungmin yang berada di sana,Kyuhyun pun menyusul bermaksud untuk mengajaknya pulang.
"Seperti yang anda saksikan saat ini. Benda ini adalah benda yang paling bersejarah dan berharga di museum ini. Sebuah belati yang ditemukan pada abad ke-14. Benda ini ditemukan tepat disamping jubah yang diyakini ialah jubah milik sang pangeran yang menghilang saat peperangan tengah berkecamuk"
Kyuhyun yang hendak menarik tangan Sungmin pun kini ikut menyaksikan benda itu. Keningnya sedikit berkerut melihat benda yang baginya hanya biasa-biasa saja diabadikan dengan begitu spesial. Dengan nada meremehkan,dilontarkanlah sebuah pertanyaan dari mulut pedasnya. "Menggelikan. Kalian terlalu cepat memutuskan. Lalu apa istimewanya dari benda bodoh itu eoh?" Tanya Kyuhyun pada sang namja yang umurnya mungkin sepadan dengannya.
Namja itu pun tersenyum. Sedikit sebal melihat nada bicara Kyuhyun,namun akhirnya ia pun berani menjawabnya. "Benda ini dikenal sangat misterius. Dulu sebelum benda ini berada disini,benda ini selalu berada di tangan kepala suku dari pertama ditemukan hingga terakhir pada abad ke-18"
"Aku tanya padamu,ke istimewaannya itu apa?" Tanya Kyuhyun -Lagi.
"Disini anda bisa menyaksikan sendiri. Pasti anda bisa melihatnya bukan? Darah yang melingkupi belati ini benar-benar nyata. Seolah darah ini tak pernah kering meski sudah berabad-abad lamanya"
GLUKK! Dengan kompak semua yang menyaksikan itu hanya bisa menelan ludahnya saat melihat darah yang melingkupi belati tajam itu.
Kyuhyun mendecih,otaknya dan sifatnya yang tidak ingin kalah dalam segala hal kini mulai melancarkan serangan baru. "Siapa tau itu hanya sebuah karangan saja? Bisa jadi jika sang kepala suku itu melumurinya atau membunuh hewan buruan dengan menggunakan belati itu" Ucap Kyuhyun mencoba mengelak.
Namun sang namja itu kini tersenyum manis ke arah Kyuhyun. Nampaknya ia juga tak ingin kalah berdebat dengan manusia yang begitu menyebalkan di matanya itu. "Sayangnya anda salah tuan. Benda ini sudah ada semenjak dua tahun yang lalu. Jika anda tidak percaya,saya bisa ambilkan semua data tentang keluar masuknya koleksi di museum ini. Dan kami para pengurus pun membuktikannya sendiri. Setiap satu kali dalam seminggu kami selalu mengecek kejanggalan pada benda ini. Dan itu memang benar. Darah ini memang masih basah sepeti yang dibicarakan"
Bulu kuduk mereka meremang. Entah mengapa arah pembicaraan namja itu seperti kian mengacu pada hal horror yang menyeramkan.
"Menurut ramalan sang kepala suku di abad ke-17,ini adalah sebuah pertanda Kutukan" Kini semuanya benar-benar memasang wajah serius saat namja itu mulai menceritakan sejarah kerajaan dan juga keanehan pada belati itu. Kyuhyun kini hanya bisa berdecih. Dimatanya sekarang,museum ini berhasil disulap bak sebuah playgroup yang salah satu pembimbingnya kini seperti tengah berdongeng kepada para bocah yang pikirannya tak jauh berbeda dengan Sungmin. 'Menggelikan' Pikirnya.
"EH? Sungmin?" Begitu teringat dengan sesuatu hal bodoh,kini ia mulai teringat dengan Sungmin. Diedarkannya pandangan mata nya ke seluruh tempat. Namun nihil,Sungmin sepertinya sudah tidak lagi berada di Museum itu.
"SHIT!" Umpat Kyuhyun kemudian berjalan menuju pintu keluar.
Sementara itu sang pemandu masih terus asik bercerita dihadapan rombongan yang kian penasaran dengannya. "Suatu hal terlarang yang dilanggar akan membawa sebuah dampak buruk yang tak berujung"
00oo**Our Second Life**oo00
Musik itu mulai berhenti saat panggung kecil dihadapannya kini berubah menjadi sebuah tempat yang begitu menggairahkan baginya. Panggung kecil itu kini telah diisi seorang namja tampan yang tengah duduk diatas kursi dengan hanya memakai sebuah kain tipis yang menutupi alat vitalnya. Kyuhyun sedikit menyunggingkan seringainya saat ia tak sengaja melihat sebuah benda berbentuk cincin kecil yang terpasang di ujung Junior pemuda itu.
"Saya mulai dari 25 juta" Teriak sang MC sambil mengacungkan tangannya.
"30 Juta" Tawar sang namja paruh baya yang sepertinya telah memiliki satu orang anak jika dilihat dari wajahnya.
"45 Juta"
"55 Juta"
Dan angka itu kian terus menanjak seiring panasnya gerakan sang namja yang kini mulai menari liar diatas panggung. Kyuhyun sekali lagi hanya bisa menyunggingkan seringainya. Tidak sedikitpun ia berminat membeli namja itu. Baginya,uangnya terlalu berharga jika dibandingkan dengan namja kelinci yang baru saja ia antar pulang ke rumah. "Jika Sungmin ku lelang,akan dapat berapa ya?" Ucapnya asal. Namun sedetik kemudian ia terkekeh menyadari omongannya barusan itu. "Selamanya tidak akan kujual. Tubuhnya hanya milikku seorang"
"100 juta"
"115 juta" Ucap seorang namja dengan suara tegas.
"Apa ada yang lebih tinggi dari itu?" Tanya sang MC.
Semuanya terdiam. Nampaknya tak ada lagi yang berminat membeli namja itu dengan harga diatas yang terakhir kali disebutkan. Sang MC pun mulai menghitung mundur dari angka 5 hingga nol. Namun tetap tak ada yang menjawab. Akhirnya sang namja itu pun kembali kebelakang panggung yang tentu saja akan segera diberikan kepada sang pemilik baru.
"MWO? Hanya 115 juta saja? Murahan sekali. Apa bar ini tidak punya yang sedikit lebih menarik?" Sungut Kyuhyun.
Disambarnya Gelas berisi Wine beralkohol tinggi yang tersedia dihadapannya. Gerakannya yang terlalu cepat itu,membuat sebuah buku tebal yang memang tersedia disetiap meja terjatuh tepat diatas kakinya.
"Katalog? Hahahahaha sepertinya mereka memasang wajah dan tubuh manusia seakan mereka ini produk perusahaan" Dengan senyum yang masih terpampang diwajah manisnya,kini ia mulai membuka halaman demi halaman buku itu.
Rupanya dugaan itu benar. Buku tebal dan bersampul indah itu ialah sebuah katalog yang berisi wajah dengan tubuh yang terekspos hingga bagian perut lengkap dengan harganya. Dari yang sudah terjual hingga yang masih tersisa.
"Hmm harga terendah itu 65 juta rupanya. Lalu yang tertinggi -"
Malas membuka satu persatu halaman pada katalog itu,Kyuhyun pun menutupnya dan membukanya dari belakang. Dibacanya ciri-ciri tubuh sang namja dan juga harganya.
"MWO? 850 juta hanya untuk satu orang? Ini sangat berlebihan" Matanya membelalak lebar melihat jumlah nominal yang tertera. Dan yang lebih membuatnya terkejut ialah bahwa orang yang di bandrol dengan harga terlampau mahal itu telah terjual beberapa bulan yang lalu. Karna penasaran seperti apa orang tersebut,Kyuhyun pun membuka halaman sebelumnya untuk melihat wajah sang namja dan...
PRANGG! Gelas yang sedari tadi ia pegang kini jatuh tak terbentuk setelah melihat wajah sang namja. Tak dipedulikannya pengunjung disana tengah menatapnya dengan pandangan aneh yang menuju ke arahnya. Kini yang berhasil mencuri perhatiannya hanya satu. Namja dengan senyum menawan didalam foto itu. Senyuman indah layaknya manusia normal. Bukan seperti senyuman yang selalu ia anggap bagaikan senyuman milik orang bodoh.
"Le –Lee Sungmin?"
#TBC#
Mind to review?
Thank You~
