Bangku Taman
.
.
Genre: Romance & Drama
Pairing: Sakura & Sasuke
Disclamer: Masashi Khisimoto
By: LovelyMina
.
.
.
.
.
.
SIAL?
.
'Sakura Haruno' gadis itulah yang kini tengah membaca buku di taman pada siang hari yang cerah, halaman demi halaman terbuka dari buku yang tengah ia baca, hingga matanya berhenti membaca menoleh ke arah kanan melihat seorang pemuda berambut raven yang baru ia kenal beberapa minggu hadir di depanya saat ini.
"Hay," sapa Sasuke, Mata Sakura menyipit melihat kedatangan Sasuke
"Apa maumu?" tanya Sakura ketus
"Kenapa kau jadi ketus begini Sakura?" Sasuke malah balik bertanya
"Jawab pertanyaanku dulu bodoh," kata Sakura sambil menutup buku yang tengah ia baca tadi
"Baiklah, aku sedang berjalan–jalan dulu menenangkan kepalaku, puas?" tanya Sasuke
"Sayangnya tidak Tuan Uchiha," jawab Sakura sambil menggelengkan sekali kepalanya
"Biar saja, sekarang jawab kenapa kau jadi ketus kepadaku Sakura?" tanya Sasuke dengan bingung
"Pikirkan saja sendiri, kukira kau cukup peka untuk ukuran seorang cowok," kata Sakura bangkit dan berjalan pergi menjauhi si pemuda Uchiha yang satu ini
"Hey sebenarnya apa salahku?" tanya Sasuke entah pada siapa, akhirnya merasa tidak terima dengan perlakuan Sakura yang seperti itu, Sasuke memutuskan untuk mencari Sakura.
"Sakura! hey Sakura!" panggil Sasuke melihat Sakura yang sedang berjalan sendirian.
"Kau mau apalagi sih sebenarnya?" tanya Sakura dengan sebal, sayangnya bukanya menjawab pertanyaan Sakura, Sasuke malah menarik tangan Sakura menuju ke sebuah kedai Es krim
"Paman beli es krim strawberry 1 dan mint 1," ucap Sasuke singkat, lalu dengan cepat Sang paman penjual es krim memberikan, pesanan Sasuke, setelah beberapa detik dengan cepatnya.
Sakura malah memberikan es krim tersebut kepada seorang anak kecil yang sedang menangis karna es krimnya jatuh.
Sasuke dibuat pusing oleh sikap sensitive Sakura siang ini, hingga ia menelfon sahabatnya
"APA?" tanya Naruto dengan heran, sedang Ino dan Sai saling berpandangan heran, saat Sasuke selesai menceritakan pengalamanya tadi siang bersama Sakura
"Sepertinya tidak mungkin, Sakura chan biasanya ngga Sensitive kok," ucap Naruto, begitu juga dengan Ino sedang Sai, jangan ditanya si pemuda berjiwa seni tersebut hanya tersenyum tipis saking kelewat tulusnya senyum tipis Sai, sampai membuat Sasuke mendengus sebal.
"Hmm," Ino mulai kembali memasang pose berpikirnya, membuat ketiga cowok yang sudah menjadi sahabat sejak smp itu (Kecuali Sasuke tentunya) penasaran.
"Sakura sedang Pms, dan seingatku jika orang yang sedang Pms seperti dia memang sensitive dan tidak baik untuk makan es krim nanti akan membuat nyeri," jelas Ino, membuat dagu Sasuke jatuh saking tidak percaya begitu juga dengan Naruto dan Sai yang tak habis pikir.
"Sudahlah jangan kau teruskan ucapanmu Ino," ucap Naruto menjadi lemas mendengar penjelasan Ino yang dengan berat hati harus ia akui mungkin saja benar.
"Oh ya tumben sekali kau masih mau mengobrol dengan kami Teme, biasanya kau menjemput pacarmu jam segini." Naruto memandang jam tanganya, begitu yang lainya
Sasuke melirik ke arah Handphone miliknya tapi hanya sebuah pesan masuk dari pacarnya.
Hari ini kau tidak usah menjemputku, aku sedang berada dirumah temanku.
Love u Sasu.
"Dia sedang pergi ke rumah temanya, dan aku tidak usah menjemputnya," kata Sasuke
"Andai kau belum punya pacar Teme, mungkin aku akan menjodohkanmu dengan Sakura chan," ujar Naruto
Bicara mengenai Sakura, saat ini ia sedang berada kamarnya bersama Konan Nee, ia sedang membantu Sakura mengerjakan tugas kuliahnya yang cukup sulit.
"Uwah, akhirnya sudah selesai," ujar Sakura girang sambil merenggangkan seluruh tubuhnya yang mulai terasa kakuk.
"Hi, hi, hi." Konan malah tertawa melihat ekspesi Sakura yang lucu dan imut menurut dirinya.
"Apa Konan Nee, punya pacar?" tanya Sakura, seketika itu juga muka Konan jadi bersemu merah karna malu, ia mengangguk membuat harapan Sakura pupus sudah untuk membantu Sasori.
"Memang kenapa? Mukamu jadi lesu loh saat kau tau aku sudah punya pacar," tanya Konan dengan heran, Sakura menghela nafas dengan berat.
"Sebenarnya Saku mau menjodohkan Konan Nee dengan Sasori Nii," ujar Sakura, Sontak muka Konan sedih dan bingung.
"Kenapa kau lakukan hal tersebut? Kukira Sasori menyukaimu karna…." Konan tidak melanjutkan perkataanya, melihat muka Sakura memerah entah malu atau marah Konan tidak tau
"Sasori menyukaimu sejak dulu, bahkan lebih dulu sebelum kalian bertemu denganku di Suna," ucap Sakura suara mulai membesar
"Tapi Sasori terlihat protektif terhadapmu, ku kira ia menyukaimu." Konan membantah
"Sasori hanya menganggapku seorang adik, ku kira kau tau akan dari sikapnya, ia hanya berusaha melindungiku seperti Kakashi Sensei," ujar Sakura kini suaranya berubah datar dan menjadi dingin
"Aku pergi dulu, Konan Nee terserah mau menginap atau tidak," ujar Sakura sambil mengambil tas miliknya dan berjalan pergi keluar dari rumah.
Kini satu hal yang Konan ketahui bahwa
'Akasuna Sasori mencintai dirinya,' membuat Konan terduduk di kasur Sakura
"Tapi bagaimana dengan pacarku," gumam Konan sedih mengetahui bahwa kini sebagian kebahagiaan hatinya ternyata memang masih untuk Sasori.
Sakura berjalan sendirian pikiranya tak menentu bahkan kini ia pun tidak ingat kemana arah ia berjalan dan tujuanya kemana, yang penting saat itu ia harus menjernihkan pikiranya dan mencari cara bagaimana memberitau seseorang yang telah lama ia anggap seorang kakak (Akasuna Sasori) bahwa gadis yang selama ini ia cintai sudah punya pacar.
"Kenapa kau berjalan harus melamun?" tanya sebuah suara yang sangat Sakura kenali, dengan segera tubuh Sakura berbalik melihat Sasuke berdiri sendirian dengan jaket biru tua dan celana jeans serta kaos hitam
"Jangan bilang kau seorang stalker? Kau selalu saja tau dimana aku berada," ucap Sakura, Sasuke berjalan mendekati Sakura lalu mengajak Sakura pergi menuju sebuah tempat, tempat yang Sasuke tuju adalah bangku taman yang dulu menjadi pertemuan mereka
"Kalau ada masalah kau bisa bercerita kepadaku," ucap Sasuke
"Entahlah masalah yang mengganggu cukup pribadi sepertinya," ujar Sakura
"Bagaimana kau sudah tentukan pilihanmu?" tanya Sakura, Sasuke menoleh menaikan sebelah alisnya
"Tentukan apa?" tanya Sasuke bingung, 'bletak' Sakura menjitak kepala Sasuke, membuat yang dijitak meringis kesakitan
"Dasar kau ini! Tentu saja mengenai perjodohanmu," ucap Sakura enteng, Sasuke menggeleng
"Ibu dan ayah belum berbicara lagi kepadaku mengenai perjodohan tersebut," ucap Sasuke pelan
"Lalu kalau kau ditanya lagi oleh orang tuamu, kau akan menjawab apa?" tanya Sakura
"Entahlah." Sasuke mendongak memandang bulan yang menurutnya bersinar cukup terang untuk malam ini
"Kau tunggu disini sebentar," ucap Sasuke cepat lalu berlari kesuatu tempat sedang Sakura memandang kepergian Sasuke dengan heran, beberapa menit kemudian
"Ini," Sasuke datang lagi sambil menyodorkan segelas kopi kepada Sakura
"Kau ini, minum kopi pada malam hari itu tidak baik," ujar Sakura
"Sebenarnya Kopi ini untuk menghangatkan tubuh, mengingat malam ini agak dingin," ucap Sasuke, Sakura mengangguk pelan ditiupnya pelan kopi tersebut lalu mulai diminum,
Suasana disana jadi agak canggung sepertinya
"Kopinya sudah habis, mau beli lagi?" tawar Sasuke, Sakura menggeleng
"Sebenarnya kau ini kenapa?" tanya Sasuke dengan bingung, Sakura menatap ke langit "Aku tidak kenapa–kenapa kok," ujar Sakura
"Ayolah kau berbeda dari biasanya Sakura," ucap Sasuke dengan heran, Sakura menghela nafas pelan
"Ada yang sedang kupikirkan saat ini," ucap Sakura
"Kau bisa cerita kepadaku," ucap Sasuke sambil memandang langit malam itu, angin bertiup cukup cepat
"Sudahlah, bagaimana jika kau antar aku pulang?" tanya Sakura, Sasuke mengangguk tapi handphone miliknya bergetar Sasuke mengangkat telfon sebentar yang ternyata dari Mikoto Uchiha
"Sepertinya aku harus mengantarmu segera," ucap Sasuke dengan nada biasa "Memang ada apa?" tanya Sakura dengan heran
"Ibu minta aku untuk cepat pulang, sepertinya dia khawatir aku belum pulang," ucap Sasuke, Sakura tersenyum mendengarnya
"Siapa suruh kau menjadi Stalker, ayo cepat antar aku pulang nanti ibumu bisa kangen loh." Suara deru mobil terdengar dan dengan segera Sasuke mengantar Sakura menuju kediaman Haruno
"Terima kasih sudah mau mengantar putriku pulang Sasuke," ucap Kizashi, Sasuke mengangguk pelan
"Sebaiknya kau pulang segera, Mikoto pasti khawatir," ucap Kizashi lagi–lagi Sasuke hanya mengangguk, selepas Sasuke pulang kerumahnya dengan segera 'BLETAK' suara jitakan terdengar disusul protesan dari orang yang mendapat jitakan tersebut
"Aww…" Sakura mengusap dahinya yang menjadi objek jitakan dari sang ayah
"Bukannya melarangmu pulang malam Saku, tapi jika sudah semalam ini bagaimana aku dan Kakashi tidak panik mencarimu, dan handphone milikmu tidak aktif," ucap Kizashi, melihat urat–urat bermunculan membuat Sakura menciut
"Aku hanya mencari angin saja Ayah," bela Sakura dengan suara kecil
"Bahkan kau meninggalkan Konan sendirian di kamarmu, kau ini seperti tidak punya malu saja, meninggalkan tamu di kamarmu sedangkan kau sendiri pergi entah kemana," cecar Kizashi masih saja membuat Sakura menciut
"Sekarang kau naik keatas, tidur segera besok kau kuliah," ucap Kizashi dari nadanya sudah terlihat ia tidak mau mendengar semua ocehan dan bantahan dari Sakura, dengan muka cemberut Sakura naik menuju kamarnya.
Memang ia saat ini keterlaluan, bagaimana tidak sekarang sudah jam 10 malam, padahal tadi saat ia meninggalkan rumah seingatnya itu masih sore. Tanpa ba–bi–bu lagi ia segera membersihkan badanya dan mulai untuk tidur, Sakura merebahkan di tempat tidur menarik selimut hingga mengenai dagunya dan beberapa menit kemudian ia sudah tertidur lelap.
Sepertinya baru beberapa menit ia tertidur tapi ia sudah dipaksa bangun apalagi jika bukan dengan suara jam weker yang berdering nyaring, tapi Sakura tetap saja kembali tidur setelah ia mematikan jam weker. Hingga suara keras dari luar pintu kamar Sakura membuat Sakura yang masih nyenyak tidur terjatuh dengan tidak elitnya dari kasur, ia mengerang kesakitan dengan tertatih ia menuju kamar mandi.
Sakura keluar dari kamar penampilanya sudah cantik tapi sayang wajahnya masih terlihat mengantuk.
Kizashi sedang minum Ocha hangat kebiasan rutinya setiap pagi di dapur melihat anak tunggalnya turun dari kamar, "Jangan bilang kau mau tidak masuk kelas Sakura, ini baru beberapa hari kau masuk di sekolah barumu," ucap Kizashi, Sakura mendelikan matanya terhadap sang ayah
"Siapa bilang Saku tidak sekolah, lihat ini sudah rapih," ucap Sakura sambil menuju kulkas mengambil minum
"Jam pertamamu dimulai jam berapa Sakura?" tanya Kizashi dengan entengnya
"Jam 8," kata Sakura cuek, tidak sadar bahwa Kizashi kembali menyeringai melihat tingkah cuek putri semata wayangnya "Memangnya kau pikir ini jam berapa Sakura chan?" tanya Kizashi, mendengar ucapan sang ayah sontak Sakura menoleh melihat ke arah jam yang terpasang di dinding rumah tersebut, Sakura melotot segera saja menaruh gelas di tempat cuci piring, menyambar Tas miliknya dan segera berlari menuju keluar rumah.
"Aku pergi dulu Ayah," teriak Sakura dari depan rumah segera berlari cepat menuju halte bus dari hati ia memaki–maki keadaanya hari ini yang bisa dibilang cukup sial untuk sebuah permulaan mencari kehidupan pada pagi hari. Sementara itu Kizashi mendesah pelan melihat prilaku putrinya "Sama saja seperti Mebuki," ucap Kizashi pelan tapi ia tertawa dalam hati membayangkan kepanikan Sakura saat ini.
Sakura masih saja merutuki kesialanya pagi ini hingga sebuah motor berhenti tepat didepannya, pengemudi tersebut membuka helmnya dan terlihat seorang Sasuke Uchiha mencoba mengajak Sakura untuk pergi bersama menuju kampus.
Dengan cengiran khas Sakura, ia segera saja duduk di belakang "Jangan pakai lama, jam pertamaku di mulai 15 menit lagi," ujar Sakura dengan cukup panik, Sasuke mengangguk segera memacu motor miliknya dengan kecepatan yang bisa dibilang hampir menyamai para pembalap motor GP, membuat Sakura dengan berat hati mengeratkan penganganya di pinggang Sasuke karna takut jatuh.
Sampai di parkiran Kampus, Sakura mendesah pelan, ia segera turun dari motor diikuti oleh Sasuke, "Hmm, Sasuke kemana mobilmu? Biasanya bawa mobil." Tanya Sakura dengan heran
"Mobilnya di pakai Itachi Nii, jadi kubawa saja Motor ini," jawab Sasuke, Sakura mengangguk cepat "Terima kasih, aku duluan," ucap Sakura segera saja ia berlari–lari kecil menuju kelasnya saat ini dan tepat waktu sekali tinggal semenit lagi si dosen Terkiller Orochimaru Sensei masuk dengan membawa seekor ular berwarna putih yang Sakura tau bernama manda, para murid wanita yang memang takut dengan namanya ular segera menjerit–jerit ketakutan, jadilah mereka para mahasiswa kedokteran tingkat akhir mendesah lega saat tau jam pelajaran sudah selesai.
Orochimaru Sensei tampak garang sangat terlihat sekali dari raut wajahnya, Ino dan Hinata yang kebetulan lewat untuk mengajak Sakura istirahat terpekik kaget melihat ular putih tersebut berada di pundak kanan Orochimaru.
Sakura keluar dari kelasnya wajahnya pucat dan terlihat sekali ia tidak berselera makan.
"Sakura chan kenapa?" tanya Hinata saat mereka sampai di taman untuk makan bersama, Ino mengangguk pelan
"Kalian berdua ini sudah tau kenapa harus bertanya, tentu saja karna jam pertama tadi semua teman dikelasku tidak bisa berhenti menjerit–jerit ketakutan melihat Si ular meliuk – liuk di lantai menjelajahi seluruh sudut kelas." Hinata menutup mulutnya untuk tidak menjerit sedang Ino tampak membeku wajahnya juga pucat tapi sayang tidak sepucat Sakura yang kini hampir sepucat Sai.
Tenten berjalan membawa bungkusan bersama Naruto dan Sai mereka bergabung untuk duduk
"Ayo kita makan semuanya," ucap Naruto dengan riang sambil duduk di sebelah Hinata sedang Sai duduk di sebelah Ino dan Tenten di dekat Sakura pastinya
"Hey kalian bertiga kenapa? Sakit?" tanya Tenten dengan nada khawatir plus panik melihat Hinata, Sakura dan Ino bergantian, Naruto dan Sai juga jadi memperhatikan Hinata dan Ino sedang Sakura kini sudah enak tidur di pangkuan Tenten.
"Sudahlah Sebaiknya kita makan saja, Saku kau mau makan tidak?" tanya Tenten sambil menepuk pelan pipi chubby milik Sakura, yang di tanya hanya menggeleng saja.
Mereka makan dengan nikmat kecuali Sakura yang sedang mengobrak abrik tas miliknya
"Sakura chan cari apa?" tanya Naruto sambil kembali memakan makanan yang tadi mereka bawa
"Ada apa Saku?" tanya Ino, Sakura mendesah pelan "Sepertinya ini hari tersialku," ujar Sakura
"Handphone milikku tertinggal dirumah." Sakura bangun semua memandang dengan heran
"Sakura chan mau kemana?" tanya Hinata dengan logat terbata–bata khas Hinata "Aku mau pulang¸ hari ini sedang tidak ada kegiatan lain, lagipula aku juga sudah tidak ada jam," ucap Sakura cepat
"Sayang sekali Sakura, aku dan Sai mau mengunjungi Butik langgananku untuk melihat gaun pengantin," ucap Ino wajahnya bersemu merah saat mengatakan hal tersebut
"Aku dan Hinata chan mau kencan di taman bermain," ucap Naruto membuat pipi putri dari klan Hyuuga bersemu merah "Hm, bagaimana jika kau ikut denganku ke tempat latihan bela diriku," ajak Tenten, Sakura mengangguk setuju.
Sehabis makan mereka mulai berpencar pergi ketempat yang mereka tuju.
"Tenten Nee, Sakura Nee!" teriak seseorang berambut coklat panjang yang mereka berdua kenali sebagai 'Hanabi Hyuuga'
"Kau sedang latihan disini Hanabi?" tanya Tenten sedang Sakura yang berada di sampingnya sedang sibuk mengedarkan matanya keseluruh tempat latihan tersebut.
"Aku mau ganti baju dulu Sakura kau tunggu disini dulu bersama Hanabi," ucap Tenten segera bergegas menuju toilet untuk berganti baju
"Sakura Nee, kok tumben datang ke Konoha?" tanya Hanabi dengan heran
"Aku dan Kakashi Sensei pindah ke sini," ucap Sakura, Hanabi dan Sakura duduk di salah satu tempat duduk yang ada
"Senangnya, oh ya kenapa hanya berdua saja dengan Tenten Nee? Hinata Nee kemana?" tanya Hanabi menanyai keberadaan sang kakak satu satunya,
"Kakakmu dibawa oleh pacarnya ke taman bermain," ujar Sakura membuat Hanabi mengerutkan dahinya dengan heran
"Tumben sekali Naruto Nii membawanya ke taman bermain, biasanya hanya ke kedai ramen Ichikaru lalu makan ramen hingga bermangkok mangkok," ucap Hanabi agak meremehkan Naruto sontak Sakura yang mendengarnya tentunya tertawa mendengar kebiasan dan tempat kencan langganan NaruHina.
Neji Hyuuga bersama Sasuke Uchiha datang menghampiri tempat Hanabi dan Sakura
"Hay Sakura, Hanabi kau masih mau berlatih?" tanya Neji yang tampak cukup berkeringat sepertinya habis berlatih sedang Sasuke jangan ditanya ia sama bahkan lebih dari Neji baju yang dipakai Sasuke basah dan sangat berkeringat.
Hanabi menggeleng ia sudah capek untuk berlatih, sekarang yang diinginkanya hanyalah menonton latihan dari Neji "Maaf Saku, Hanabi aku sepertinya kelamaan, eh Neji Sasuke?" tanya Tenten heran melihat Neji dan Sasuke berada di dekat Hanabi dan Sakura
"Kau baru mau latihan?" tanya Neji, Tenten mengangguk "Hanabi baru selesai latihan begitu juga dengan Sasuke, Mau berlatih bersamaku?" tawar Neji, sontak pipi Tenten jadi agak kemerahan ia mengangguk pelan.
Dan disinilah Tenten berada di tengah lapangan bersama Neji menjadi pusat perhatian, bagaimana tidak Neji dan Tenten adalah Senior di tempat latihan ini, mereka semua yang berlatih di sana sudah tidak meragukan kemampuan dari Tenten dan Neji yang sama–sama memiliki ketangguhan yang seimbang.
Sasuke duduk di sebelah kanan Sakura sedang Hanabi di sebelah kiri Sakura.
Pertandingan dimulai Neji dan Tenten saling melawan terlihat sekali Tenten menggunakan ilmu bela diri china sedang Neji menggunakan Taekwondo untuk melawan bela diri milik Tenten
"Kenapa mereka suka sekali latihan?" tanya Sakura, matanya tidak bisa berhenti melihat kemampuan Tenten dalam menangkis pukulan Neji
"Karna itu mereka, sangat mencintai ilmu bela diri," jawab Sasuke
"Hey kemapa kau disini, sana menjauh dariku." Sakura mengibaskan tanganya kepada Sasuke melihat hal tersebut Hanabi tertawa kecil melihat tingkah Sakura
"Memang kenapa, setauku aku tidak mengganggumu Sakura Haruno?" tanya Sasuke dengan menaikan sebelah alisnya
"Kau itu BAU Sasuke Uchiha!" ucap Sakura dengan sebal sontak mendengar ucapan Sakura membuat Hanabi tertawa lebih keras dan Sasuke Sweatdrop.
Selesai menonton acara latihan Neji Vs Tenten, Sakura pulang menuju rumahnya dan lihatnya Kizashi belum pulang.
Sakura berjalan menuju kulkas membuka mencari bahan makanan yang bisa dimasak namun sayangnya tidak ada hanya ada susu, air mineral dan beberapa bumbu untuk dimasak tapi bahan bakunya tidak ada, Sakura duduk di kursi meja makan meraih Handphonenya yang tadi tertinggal, ia memutuskan untuk pergi belanja ke supermarket terdekat yang ia tau, tapi sayangnya supermarket terdekat tutup jadilah ia harus berjalan lebih jauh Sakura mendesah pelan dengan segera ia masuk dan mulai mencari bahan makanan yang dapat ia peroleh.
Sakura sibuk memilih antara udang dan ikan yang akan ia masak dirumah untuk makan malam.
"Sakura chan," panggil seseorang yang ternyata Mikoto Uchiha yang juga tengah membawa keranjang sepertinya ia juga sedang berbelanja
"Ah Bibi Mikoto, apa kabar? Bibi juga sedang belanja ya?" tanya Sakura ramah, Mikoto tersenyum cerah melihat Sakura segera saja menghampiri Sakura dan mulai berceloteh ria.
"Bagaimana jika Sakura chan ikut makan dirumah?" tanya Mikoto
"Hitung–hitung Bibi melepas rindu denganmu, sekalian saja ajak ayahmu ke rumah Bibi, kita nanti makan malam bersama," ucap Mikoto dengan senang, Sakura tidak enak hati untuk menolak jadi ia mengiyakan ajakan Mikoto, selesai membayar mereka berdua menuju mobil yang ternyata terdapat Itachi Uchiha
"Hallo Sakura chan," sapa Itachi ramah
"Sakura chan dan Kizashi akan makan malam dirumah, ayo cepat Itachi," ujar Mikoto dengan riang, Itachi mengangguk dan segera menghidupkan mesin mobil.
Sampai di rumah kediaman Uchiha, Mikoto segera membawa Sakura menuju dapur untuk memasak bersama, ibu dari kedua anak tersebut sangat senang dengan kehadiran Sakura malam ini "Pokoknya Sakura chan harus sering–sering datang kesini dan temani Bibi," ucap Mikoto dengan riang, Sakura hanya tersenyum dan mengangguk.
Selesai dengan semua masakanya di bantu Itachi mereka menyiapkan meja makan "Sebaiknya kau panggil Ayah dan Paman Kizashi, Itachi mereka berdua sedang berada di ruang tamu." Itachi mengangguk patuh
"Sakura tolong panggilkan Sasuke untuk makan malam, sisanya akan Bibi bereskan meja makanya."
Sakura naik menuju kamar Sasuke mengetuk pelan pintu kamarnya, karna tidak ada jawaban ia segera membuka pintu dan mendapati Sasuke tengah bertelanjang dada karna baru mandi, untungnya Sasuke sudah memakai celana, melihat hal tersebut Sasuke dan Sakura panik bersamaan, Sakura segera menutup pintu dan Sasuke berteriak untuk menunggu dirinya di depan kamar. Dalam hati Sakura benar–benar bersyukur bahwa kali ini ia tidak menjerit kaget dan betapa malunya dia karna tidak sengaja melihat dada bidang milik Sasuke secara langsung.
Sasuke keluar dari kamar dan menggeret Sakura menuju meja makan, sepanjang jalan mereka hanya diam tak bisa bersuara sedikitpun karena…., apalagi jika bukan karena kejadian tadi mereka berdua jadi canggung deh.
Makan malam dimulai dengan tenang Fugaku dan Kizashi berbincang ringan sedang Mikoto juga tampak asyik dengan makannya sendiri
"Sakura chan tidak makan?" tanya Itachi menatap Sakura yang hanya terdiam,
"Ah tidak aku makan kok," ucap Sakura sedikit gelagapan segera mengambil makanan yang tersedia di atas meja
"Sakura chan, sedang memikirkan apa?" tanya Mikoto dengan nada khawatir
"Tidak apa–apa Bibi, Sakura hanya ingat belum membeli buku referensi yang tadi pagi di suruh oleh Orochimaru Sensei untuk pegangan para murid," jawab Sakura lalu mulai makan
"Bagaimana jika aku saja yang mengantarmu Sakura chan?" tanya Itachi, Sakura menimbang usul tersebut tapi
"Jangan, Kau ada rapat di perusahaan Itachi, bagaimana jika Sasuke? Besok kau cukup senggang?" tawar Mikoto, Itachi, Sakura dan Sasuke yang memang dasarnya kurang bisa menolak ucapan Mikoto mengangguk bersamaan
"Baik Bu," ucap Sasuke datar, sehabis makan malam Itachi segera masuk ke dalam kamar begitu juga dengan Sasuke tapi tidak jadi sebab
"Tolong kau antar Sakura chan, ke kamar kosong yang berada di sebelah kamarmu Sasuke," ucap Mikoto, dengan gugup mereka berdua berjalan menuju kamar yang dituju, Sasuke membuka pintu kamar tersebut "Rapih sekali," komentar Sakura terdengar ke telinga Sasuke
"Ibu meminta pembantu di sini untuk merapihkan kamar ini beberapa hari yang lalu, jadi mungkin Ibu telah merencanakan semua hal ini," ucap Sasuke, membuat Sakura terheran–heran
"Di lemari itu ada beberapa pakaian baru, sepertinya Ibu sengaja membelikan baju tersebut, pakai untuk besok pagi." Sakura mengangguk pelan
"Oh ya, besok apa kau jadi pergi mengantarku membeli buku?" tanya Sakura
"Tentu, memang kenapa?" balas Sasuke dengan heran
"Tidak aku hanya bertanya saja." Sakura menaruh tasnya di meja belajar yang ada dikamar tersebut
"Ya sudah, aku pergi dulu," Sasuke keluar namun sebelum pintu ia tutup terdengar suara "Maaf untuk kejadian yang tadi Sasuke," ucap Sakura pelan namun masih bisa terdengar oleh yang di maksud
"Tidak masalah." Lalu pintu kamar tersebut tertutup rapat
Dan disinilah Sakura berada, ia segera merebahkan dirinya di kasur yang empuk tersebut memikirkan semua kejadian yang hari ini baru saja dialami olehnya, beberapa menit kemudian ia tertidur dengan sebuah senyuman tertempel di wajah cantiknya
"Sepertinya Hari ini tidak terlalu sial untukmu Haruno Sakura" ucap Sebuah suara datar ternyata Sasuke yang juga mengingat kejadian tadi pagi saat Sakura panik karna kesiangan dan tadi saat Sakura tidak sengaja melihatnya bertelanjang dada.
.
.
TBC ...
Note:
Aku ngga tau mau bilang apa sama semua pembaca kali ini,
pikiranku sudah mantap untuk sekarang aku akan 'Hiatus' mungkin berkepanjangan
2 minggu sekaligus aku akan UM (Ujian Madrasah) & UAMBN serta TO dan aku ngga tau ujian apalagi beberapa minggu mendatang
Review kalian sangat membantuku dalam Semangat, setiap baca review yang masuk bikin ingin cepet publish lagi
Apalagi dari semua Fict ku yang masih 'In Progres' Fict ini lebih ku prioritaskan
Jadi Review ya? terserah mau kritik,saran, dan sbgnya bahkan Flame (Jika mendorongku untuk lebih maju silahkan)
udah curhatnya sampai sini aja.
Chap 3:
Dhezthy UchihAruno, Uchiha Ratih,Marukocan & Febri Feven: Maaf baru bisa update sekarang ...
Nadya Sabrina: Karna di chap ini belum di kasih tau mungkin chap depan ada
Makasih yang udah Baca dan Review sebagainya.
maaf jika masih terlalu banyak typo, alur berantakan, eyd kurang benar dan sebagainya
Salam
.
.
LovelyMina
