Main Cast : HunHan
Support Cast : bermunculan sesuai dengan adegan
RATED M
Mereka meninggalkan Club tersebut dengan Luhan yang berada di sisinya. Mereka sudah memesan hotel dan masuk ke ruangan 1010 di lantai 17.
Sehun langsung meyambar Luhan tanpa memberikan jeda untuk Luhan bernapas sedangkan Luhan mencoba mengimbangi permainan Sehun yang sudah selevel dengan Kris. Luhan kira Sehun adalah pria polos yang masih belum tahu hal dewasa, tetapi malam ini membuktikan bahwa perkiraan Luhan salah tentang Sehun.
Luhan dengan cepat mendorong dada Sehun, Luhan kewalahan dengan permainan Sehun.
"Kukira kau pria polos yang belum mengerti sex" kata Luhan dengan nafas putus - putus
"Bailah, aku akan jujur. Aku sudah sering melakukan sex tetapi aku belum pernah melakukan dengan orang yang dari club, aku masih takut kena virus kalau bermain dengan orang dari club" kata Sehun dengan sombong
"Takut kena virus ya? Lalu kenapa mau bermain denganku? Apa gak takut kena virus?" Luhan mencoba tenang walau sudah kesal mendengar jawaban arogan dari pria tampan di depannya
"Jawaban yang gampang. Kai juga tidak akan memilih sembarang pasangan walaupun dia sangat suka sex bebas" jawab Sehun enteng
"Baiklah. Aku juga tidak sembarang memasukkan penis ke dalam lubangku, yang pasti si pemilik penis harus tampan dan mempunyai penis yang besar" jawab Luhan dengan sombong agar tidak terlalu direndahkan Sehun
"HaHaHa... Jadi kau mengakui kalau aku tampan" kata sehun masih dengan ketawa yang membahana
"Ku akui kau memang tampan, tetapi aku belum mengakui penismu besar" Luhan mencoba tenang.
"Baiklah, akan kubuktikan"
Sehun langsung mencium Luhan dengan ganas dan tangannya mencoba membuka bajunya dengan cepat. Luhan yang melihat hal itu dengan cepat membantu Sehun melepaskan bajunya sehingga nampaklah badan kekar dan seksi milik Sehun. Walaupun Luhan sudah biasa melihatnya, tetapi dia merasa malu bila melihat badan seksi milik partner sex barunya.
Luhan sudah mampu mengendalikan permainan dan dengan ganasnya Luhan langsung meremas penis Sehun yang masih berbalut celana hitam ketat.
"Argh..." Sehun hanya mampu mengerang akibat Luhan yang nakal dan menggodanya.
Dengan cepat Luhan menurunkan resleting celana Sehun dan mengeluarkan penis Sehun dari sarang tanpa membuka celana Sehun.
Dan dengan nakalnya Luhan langsung memompa penis Sehun dengan mulutnya tanpa berhenti
"ARGH... MORE LU... SHIT... AHH..."
Luhan tetap memompa penis Sehun hingga Sehun hampir keluar.
"ARGH...LU... AKU... HAMPIR SAMPAI..."
Sehun klimaks dengan sperma yang langsung ditelan Luhan, setelah penis Sehun bersih dari sperma. Luhan puas dengan hasil karyanya
"Susunya banyak, tetapi kau cepat kali klimaks. Aku kurang puas mengulum lolipop besar" Luhan cemberut
"Hisap saja kalau memang belum puas" pasrah Sehun saat sudah mencapai klimaks pertama setelah 10 menit.
Luhan dengan sigap langsung menghisap penis Sehun dan mengeluarkan susu yang banyak hingga Luhan puas. Sehun yang jadi korban hanya bisa mendesah hebat karena kemampuan Luhan yang tegolong hebat dan melebihi kemampuan partner yang biasanya Sehun sewa.
"Kau sungguh malaikat dengan mulu erotis"
"Terima kasih atas pujiannya"
"Apakah kau selalu seperti ini pada semua penis"
"Ya begitulah. Apalagi pada mangsa baru, agar mereka tahu bahwa cewek bisa jadi dominan di dalam permainan sex"
"ARGH... MORE LU... ARGHH..."
Luhan dengan cepat memompa penis Sehun hingga 15 menit dan Sehun hanya mampu mendesah berkelanjutan karena merasa nikmat dengan perbuatan bejat Luhan.
"ARGH LU... AKU HAMPIR KELUAR" teriak Sehun hampir klimaks
Dengan jahil Luhan melepas kulumannya dan menutup lubang kencing Sehun dengan jari telunjuknya dan menghentikan susu yang akan segera keluar.
"ARGH... KENAPA DITAHAN" teriak Sehun frustasi karena Luhan menggagalkan klimkas Sehun.
"Kau cepat kali klimaks, dan aku sangat tidak suka dengan pria yang cepat klimaks" cemberut Luhan
"Baiklah. Aku mengalah dan terserah kau mau berbuat apa padaku" pasrah Sehun
"Let's play" smirk Luhan
Luhan melepaskan semua pakaian yang melekat dibadan Sehun dan langsung menerjang penis besar Sehun. Penis besar adalah kesukaan Luhan, sehingga dia hanya memilih pria yang memiliki penis besar dan tentunya tampan.
"ARGH... SHIT... MORE LU..." Sehun menjerit frustasi karena sebelumnya tidak ada yang pernah memberikan sentuhan seperti yang diberikan Luhan.
Luhan yang mendengar penuturan Sehun hanya mampu mempecepat kulumannya pada penis Sehun.
"AHH.. CEPAT LU... AKU MAU KELUAR"
Luhan dengan sifat jahilnya menutup lubang kencing Sehun dengan jari telunjuk. Ini sudah kedua kalinya Luhan menggagalkan klimaks Sehun.
"Kenapa... ditahan... Lagi... LU..." frustasi Sehun karena orgasme ketiganya batal
"Aku mau penismu masuk kedalam lubangku dulu" kata Luhan sambil membelai sayang penis Sehun yang minta dipuaskan
Sehun dengan cepat membalikan keadaan dengan Luhan yang berada dibawah Sehun, tangan Sehun mulai meraba daerah sensitif Luhan sambil mencium Luhan dengan ganas.
"Argh.." Luhan kenikmatan dengan perlakuan Sehun
Sehun langsung turun kebawah dan dengan sekali hentakan kuat dia memasukkan penisnya kedalam hole Luhan yang masih sempit.
"ARGH... SHIT... JANGAN LANGSUNG MASUKKAN DENGAN SEKALI HENTAKAN... ARGH..." Luhan marah dengan perbuatan Sehun yang menyakiti daerah privasi Luhan dengan sekali hentakan kasar.
"SHIT... KAU NIKMAT LU... ARGH.."
"AWAS KAU SEHUN... ARGH..."
"NIKMATI SAJA LU... OUUHH..."
"AKU HAMPIR KELUAR LU... ARGH..."
Dengan cepat Luhan melepaskan diri dari Sehun dan langsung memompa penis Sehun dengan mulutnya agar meminum susu Sehun untuk kedua kalinya.
"ARGH..." Sehun orgasme yang kedua kalinya dan Luhan langsung membersihkan penis Sehun agar tidak tertinggal susu nikmat Sehun
"Hahhh... Hahh... Kenapa tidak keluarkan di dalam saja... Biasanya... semua orang sangat suka dikeluarkan di dalam... Hahh..." berang Sehun karena tidak menyemburkn spermanya di dalam hole Luhan.
"Aku tidak suka sperma masuk ke dalam holeku"
"Apakah kau melakukan hal itu kepada seluruh partnermu?"
"Tidak"
"YAK! Kenapa hanya aku yang dibedakan. Apa bedanya aku dengan mereka"
"Karena kau tidak memakai kondom. Biasanya partnerku yang akan menyetubuhi aku akan memakai kondom sebelum memulai aktifitasnya"
"Memakai kondom sangat tidak enak dan puas dalam bercinta"
"Itu bagi pria, pikirkan kondisi si wanita"
"Mereka yang meminta untuk diperkosa bukan aku yang mau" Sehun tidak mau disalahkan
"Jadi maksudmu aku yang mengemis meminta untuk mencoba penismu?"
"Berbeda kalau dengan dirimu. Aku yang meminta bila denganmu, bukan kau yang mengemis penisku Lu"
"Jangan samakan semua hal"
"Baiklah. Aku minta maaf atas perkataanku tadi Lu"
"Ya, masa kau sudah klimaks sementara aku belum?"
"Aku heran denganmu, kenapa belum klimaks padahal kita sudah melakukannya 45 menit. Apakah kau memakai ramuan agar tahan lama"
"ARGHH... SAKIT LU" suara kesakitan Sehun terdengar karena Luhan meremas penis Sehun
"MAKANYA JANGAN SEMBARANGAN BICARA DAN INI BALASANKU KARENA KAU TIDAK BERMAIN LEMBUT TADI" Luhan masih setia meremas kuat penis Sehun dan menampar buah pelir milik Sehun
"Ampun Lu... Argh... Sakit... Ampun Lu..."
Luhan melepaskan cengkramannya pada penis Sehun dan membelai lembut punya Sehun
"Aku juga minta maaf Hun"
Sehun langsung menerjang Luhan karena sudah merangsang penisnya dan malam penuh dengan suara desahan Sehun dan Luhan yang menggema di kamar tersebut hingga pagi menjelang.
~TBC~
