Tittle

Kyuhyun is Me

cast

Kim Kibum x Cho Kyuhyun

Genre

Drama, Romance

Warning

GS, typos, tulisan yang tidak BAKU dan sebagainya, bahasa tidak sesuai EYD, cerita abal.

Disclaimer

Ini adalah REMAKE novel karya mbak PHOEBE dengan judul yang sedikit aku rubah dengan judul asli "Claire" ingat ini bukan plagiat tapi Remake. Ada beberapa bagian yang Lizz rubah demi kepentingan cerita.

Don't like Don't read, that SIMPLE.

Okay

.

.

.

Happy reading

.

.

.

.

[~Lizz_L_L~]

BaB 4

DIA HARUSNYA MELARIKAN DIRI saat Yesung meninggal. Tidak seharusnya Kyuhyun membiarkan dirinya kembali kepada Kangin dan berpidah tangan kepada laki-laki yang sekarang memintanya untuk menyerahkan seluruh harta yang Kris berikan kepadanya. Kyuhyun kesal, meskipun ia tidak lagi membenci Kris setelah mendengar cerita dari Kibum tentang apa yang terjadi pada Kris selama ini. Tapi semua hal itu malah membuatnya semakin merasa terjebak oleh keadaan. Kim Kibum, tidak bisa di pungkiri cukup menarik. Tidak, sangat menarik. Kyuhyun suka melihatnya tersenyum, Kyuhyun juga suka saat Kibum menggodanya tadi. Tapi Kyuhyun sudah sangat putus asa untuk berharap dan mencintai seseorang. Semua laki-laki yang tersimpan di hatinya selalu di pisahkan dengan cara yang sangat tidak adil dari hidupnya.

Dimulai dari cinta pertamanya dengan seorang laki-laki Jepang bernama Kim Jongin. Saat itu dirinya masih sangat belia, baru Sembilan belas tahun dan ia mengaku kepada Kai atau Kim Jongin kalau saat itu usianya sudah dua puluh tiga tahun.

Mereka menjalin cinta selama tiga bulan saat mereka melakukan perjalanan bersama dengan mobil tua milik Kyuhyun mengelilingi Canada. Cinta pertama, laki laki pertama yang mengajarinya tentang romantisme, yang membuatnya merasa di cintai dengan seluruh hidupnya hingga akhirnya Jongin pergi meninggalkannya setelah perjalanan mereka selesai. Saat itu Kyuhyun sangat berharap Jongin bersedia untuk tinggal bersamanya, tapi ia tidak berani meminta. Kyuhyun hanya membiarkan dirinya terus berharap dan pada akhirnya ia mulai merasa frustasi dengan keadaannya.

Selang beberapa minggu kemudian Kyuhyun meninggalkan Canada dan waktu itu Kyuhyun bertemu dengan Kris di sebuah taman kota. Saat itu Kris kebingungan memilih Bus yang akan di naikinya untuk pergi menuju Cina dan Kyuhyun membantunya. Sebulan kemudian mereka bertemu lagi dan Kris mengingatkannya tentang pertemuan mereka yang pertama. Hal itu pada akhirnya membuat mereka berakhir di sebuah pojok rumah makan cepat saji dan mengobrol berjam-jam. Tidak butuh waktu lama bagi Kyuhyun untuk memikirkan penawaran Kris menjadi kekasihnya karena saat itu Kyuhyun tengah tertarik padanya. Kris membuatnya berbunga-bunga dengan cinta, laki laki itu bahkan tidak pernah menyentuhnya membuat Kyuhyun merasa sangat di hormati. Laki-laki itu juga penuh dengan kesopanan yang tanpa cela. Tapi Kyuhyun tau kalau percintaan mereka tidak mungkin ketika Kris mengatakan kalau dia sudah di jodohkan. Kyuhyun putus asa, namun Kris mengobatinya dengan cepat. Laki-laki itu menawarkan kehidupan baru di Denmark dan tanpa pikir panjang Kyuhyun menerimanya. Kehidupan bahagia itupun pada akhirnya mereka rasakan. Kris mencari uang untuk pernikahan mereka, janji yang membuat Kyuhyun terlena hingga di suatu pagi Kris menghilang dan Kyuhyun dengan bodohnya menanti dan terua menanti dalam ketidakpastian.

Pagi berikutnya ia diseret-seret menuju ke sebuah tempat yang membuatnya merasa harus kehilangan nyawa saat itu juga. Kris berhutang dan ia mendaftarkan nama Kyuhyun sebagai penjaminnya sehingga Kyuhyun harus selalu memulai pekerjaannya di bawah ancaman mengerikan.3Hingga beberapa tahun kemudian, ia bisa menata hidupnya, setengah lebih dari hutang-hutang itu terbayar dan Kyuhyun bisa hidup bebas. Ia memulainya dengan mencari tempat tinggal sendiri dan bertemu dengan seorang sahabat bernama Yesung. Kehidupan yang sangat menyenangkan di luar dunia Kangin yang berbau rokok dan Alkohol. Kyuhyun berusaha berbuat baik dengan siapapun untuk mencari teman yang tidak di milikinya selama bergaul dengan banyak pelacur di sarang Kangin. Semua orang memikirkan dirinya sediri, dan memikirkan kesenangan.

Hampir setengah tahun, Kyuhyun baru menyadari kalau Yesung menaruh perhatian lebih kepadanya, sayangnya di saat yang sama Kyuhyun bertemu kembali dengan Kim Jongin pemuda tan mantan kekasihnya. Saat itu sejumput harapan kembali Timbul. Kyuhyun tau, tidak seharusnya ia berharap. Seharusnya ia membunuh harapannya saat mengetahui bahwa Jongin sudah menikah dengan Sahabat barunya, Sehun. Tapi setiap kali mendengar Sehun bercerita tentang Jongin, kehadiran harapan itu tidak bisa di cegah dan semakin membuncah. Puncaknya adalah disaat Kyuhyun merasa kalau Jongin memperhatikannya dan mereka bercinta, Sayangnya Sehun memergoki mereka dan itu membuat Kyuhyun merasa semakin berdosa. Sehun tidak bersedia berbicara apapun dan mengurung diri semalaman itu, Kyuhyun juga mengurung diri di flatnya untuk menangisi kebodohannya karena terus berharap. Hingga pada pagi selanjutnya Yesung mengetuk pintu dan mengatakan kalau Sehun sudah bersedia keluar dari flatnya. Kyuhyun benar-benar tidak perduli dengan hal apapun lagi, yang di perdulikannya hanya bersimpuh di hadapan Sehun dan memohon pengampunan. Sayangnya Sehun bertindak seolah-olah dia tidak perduli dengan apapun yang Kyuhyun katakan, Sehun pergi meninggalkannya dan Jongin tanpa sepatah kata maafpun. Seharusnya Kyuhyun senang, rumah tangga Jongin dan istrinya sudah hancur dan dia memiliki kesempatan besar untuk memiliki Jongin lagi. Tapi apalah dirinya, Bukan Kyuhyun yang dulu. Bukan Kyuhyun yang lugu. Jongin hanya kasihan kepadanya dan tentunya tidak berharap hidup bersama degan wanita yang menjual dirinya selama hampir empat tahun. Kyuhyun benar-benar hancur dan memutuskan untuk pergi dari rumahnya dan kembali kepada Kangin. Ia merasa lebih pantas disana.

Perlu waktu setahun untuknya bisa terbebas dari Kangin dengan bantuan Yesung yang masih setia kepadanya. Yesung bahkan ikut bekerja keras untuk membantu Kyuhyun melunasi hutangnya. Laki-laki itu terus setia hingga ia berhasil menarik perhatian Kyuhyun. Tapi Kyuhyun tidak mencintainya, ia mencintai harapan yang mulai tumbuh setiap kali melihat keseriusan Yesung untuk pelacur seperti dirinya. Maka di tangan Yesung, Kyuhyun berubah. Setelah ibunya meninggal, Yesung membawanya untuk tinggal di tempat yang lebih jauh dan memulai kehidupan baru, sayangnya Yesung mengalami kecelakaan naas yang menyebabkannya koma di rumah sakit dalam jangka waktu yang lama. Semua uang simpanannya untuk pernikahan mereka juga simpanan Kyuhyun, habis dengan cepat untuk biaya3perawatan. Jalan buntu mulai menerpa. Kyuhyun merasa tidak ada pilihan lain selain kembali kepada Kangin dan meminjam uang dalam jumlah besar. Sial, setelah uang itu juga habis, nyawa Yesung tidak bisa di tolong lagi. Kesedihan Kyuhyun berlipat-lipat dan ia benar-benar terpuruk dan menyembunyikan diri dalam waktu lama, hingga Kyuhyun kembali kepada Kangin dengan suka rela. Kyuhyun sudah pasrah dengan hal apapun yang terjadi padanya, termasuk menjual diri lagi untuk membayar hutang. Ia merasa kalau dirinya memang tercipta untuk menderita dan Kyuhyun tidak akan menuntut keadilan apa-apa dari Tuhan. Tuhan sudah sangat baik dengan membiarkannya menikmati apa yang mungkin tidak akan dia rasakan bila tidak terlahir. Bernafas, memiliki ibu, cinta pertama dan cinta-cinta lainnya, bahkan kesedihan. Kyuhyun sudah terlalu menikmati kesedihannya. Toh ia juga di lahirkan sebagai anak yang tidak di inginkan sehingga orang tuanya membuang Kyuhyun ke jalanan sebelum ia menemukan ibu baru di panti asuhan. Dia memang terbuang dan harus menerimanya. Termasuk juga menerima saat beberapa orang memukulnya dan mengatakan kalau seseorang membayar semua hutangnya dan berarti Kyuhyun harus berpindah bekerja di tempat lain. Ia pasrah. Sampai akhirnya ia menemukan Kibum yang kembali menyejukkan hatinya yang kering kerontang.

Laki-laki yang membelinya dan mungkin saja Kyuhyun akan melakukan apapun untuknya. Tapi Kyuhyun tidak seharusnya berharap, Kim Kibum hanya menginginkan harta Kris yang ternyata sudah berpindah ke dalam genggaman Kyuhyun. Tunggu dulu, Kyuhyun memiliki uang yang cukup untuk menebus dirinya, kalau begitu ia akan segera bebas dari Kibum juga dengan negosiasi yang pantas. Kyuhyun hanya ingin kebebasan dan sedikit bekal untuk menjalani kehidupan barunya.

Bunyi pintu terbuka lagi, kembali menarik perhatian Kyuhyun. Ia yang sejak tadi hanya duduk di atas ranjang menanti malam menjelang hanya menoleh kebelakang dan menemukan Kibum kembali masuk kedalam ruangan itu, kembali menutup pintu, dan kembali duduk di tempatnya tadi. Ia menyodorkan seberkas surat kepada Kyuhyun untuk di tanda tangani. Kyuhyun mendapatkan sebuah bolpoint juga bersama dengan kertas itu. Ia membaca semua yang tertulis dalam kertas itu dan merasa tidak ada yang bisa merugikannya. Kertas pemidahan hak atas harta Kris itu akan di tanda tanganinya, tentu saja. Tapi sebelum itu, "Setelah semua harta ini ada di tanganmu. Aku bebas, kan?!" Kyuhyun bergumam sambil memandangi Kibum dengan ekspresi serius. Dia harap jawaban Ya hadir. Tapi Anggukan Kibum cukup untuk membuatnya senang. "Kau tidak akan memintaku melakukan sesuatu untuk menebus uang yang kau berikan kepada Kangin sebagai kompensasi…"

"Tentu saja!" Kibum memotong. "Kau bebas dari apapun setelah semua harta itu jatuh ke tanganku! Kau juga akan mendapatkan uang yang tentunya cukup untuk memulai hidup baru." Kyuhyun tersenyum senang lalu merebahkan kertas itu di atas pahanya untuk di tanda tangani. Setelah selesai, ia memberikannya kepada Kibum dengan kesenangan berlimpah. Dirinya akan bebas dan sudah kembali ke Canada. Yang harus dilakukannya sekarang hanyalah memulai hidup baru tanpa laki-laki manapun karena dirinya tidak di takdirkan untuk itu. Dia tentunya tidak boleh berharap banyak.

Tidak, tidak boleh berharap sama sekali. "Kalau begitu sekarang aku mau pergi! Kau hanya perlu memanggilku lagi untuk memberikan uang itu, atau aku yang akan menemuimu secepatnya." Kibum menggapai tangannya, Ia membuat Kyuhyun mendelik dan berontak. Beberapa saat kemudian laki-laki itu melingkarkan tangannya ke pinggang Kyuhyun dengan kuat dan Kyuhyun tidak tau harus melakukan hal apa lagi selain menggapai gapai pintu dan berteriak.

"Bukankah aku sudah bebas? Apa yang kau inginkan?" teriak Kyuhyun frustasi dengan sikap Kibum.

"Aku belum medapatkan harta itu!" Kibum mengangkat tubuh Kyuhyun dan kembali menghempaskannya ke atas ranjang.

Kyuhyun mengeluh lalu menyapu sejumput rambutnya yang memenuhi wajah, ia berbaring terlentang dan menatap Kibum yang berdiri menghadapnya sambil bertolak pinggang. "Apa maksudmu? Aku sudah menanda tangani surat itu!" ucap Kyuhyun tak terima.

"Tanda tanganmu hanya sebagian kecil Nona! Kau harus tetap disini, setidaknya sampai aku siap mengumumkan siapa dirimu."

"Apa maksudmu?" Kyuhyun mengernyitkan alisnya tanda tak mengerti dengan ucapan pemuda datar itu.

"Kau tau apa yang surat wasiat itu katakan? Kau harus bisa berbaur dengan keluarga Kim setidaknya selama setengah tahun untuk bisa mendapat hak penuh dari harta itu. Dan itu berarti, surat ini berlaku setelah kau tinggal disini, bersama keluarga Kim selama setengah tahun." jelas Kibum santai.

"Astaga, mana mungkin ada wasiat seperti itu!"

"Ada, tentu saja. Kris tidak mungkin memberikan hartanya begitu saja kepada wanita asing jika keluarganya juga membutuhkan harta itu, ibunya dan istri Kris juga harus menikmatinya setidaknya selama setengah tahun!"

"Mereka tidak mungkin menerimaku." ujar Kyuhyun putus asa, "Mereka bisa saja melempar kotoran ke wajahku." Lalu ia memandang Kibum. "Aku tidak bisa melakukan ini, Jika itu terjadi maka aku pastikan kalau kau tidak akan pernah mendapatkan harta itu!"

"Kalau begitu kau tidak akan bebas dariku. Nona! Kau harus berusaha untuk berbaur dengan mereka. Tinggal disini dan…"

"Dan menerima banyak penghinaan?" Kibum tertawa sejenak. "Begitu menurutmu?"

"Lalu apa lagi yang akan ku dapatkan jika bertahan di rumah ini?"

"Aku dan ranjangku, bagaimana?"

"Jangan membuat lelucon konyol. Di perjanjian tadi, tidak ada kata yang menunjukkan kalau aku mendapat hadiah seburuk itu!"

"Kau bilang aku dan ranjangku buruk? Sangat banyak wanita yang menginginkan aku!"

"Ya, tapi bukan aku. Hanya wanita-wanita bodoh yang melakukan kebodohan."5Bunyi menggeram dari mulut Kibum terdengar beberapa saat. "Sudahlah, kita bahas mengenai ini lain kali. Yang pasti, Nona. Kau sudah menandatangani surat yang di salah satu pasalnya berisi bahwa kau siap membantu segala hal untuk kelancaran proses ini. Dan tinggal setahun disini adalah Proses penting. Atau kau akan ku tuntut dengan denda besar, kau lihat sendiri tadi jumlahnya?" Kyuhyun tidak bisa menyangkal karena ia sudah membaca bagian itu. Tiga ratus juta won dan dia sekarang tidak tau harus membayarnya dengan apa karena Kyuhyun tidak memiliki uang sepeserpun. Lalu apa yang harus di lakukannya? Tidak ada satu logikapun yang bisa bergulir di otaknya. Sepertinya ia harus menyerah, "Baiklah, aku akan melakukannya. Tapi hanya setengah tahun dan berjanjilah untuk melakukan apapun agar waktu-waktu penghinaan itu bisa cepat berlalu!" Kibum menyunggingkan sebuah senyum. "Lalu sekarang, bagaimana dengan undangan ke kamarku untuk merayakan ini semua? Kita bisa minum-minum lalu…" Ia menggantung ucapannya beberapa saat untuk memberikan efek merayu. Tapi sayang sekali Kyuhyun sepertinya menolak. Wanita itu membuang wajahnya kearah lain dan tidak ingin memandang Kibum sampai dia pergi meninggalkan ruangan itu. Kibum berdecak kesal. "Yah, kalau begitu nikmatilah keberadaanmu di kamar ini sebelum akhirnya kau harus merelakan dirimu berbagi ranjang bersamaku!"

.

.

.

[~Lizz_L_L~]

KALAU KYUHYUN BERTANYA-TANYA tentang apa yang di dapatnya di rumah itu, jawaban pertama yang di dapatnya adalah kenyamanan. Setidaknya Kyuhyun hanya menghadapi satu laki-laki bajingan di rumah ini dan tidak harus tidur dengannya karena uang. Kyuhyun merasa lega karena Ibu dan Istri Kris sedang tidak berada di rumah ini. Mereka semua sedang ada di Cina dan mengunjungi kerabat Kim yang kebanyakan memang berkembang biak disana. Jadi setidaknya Kyuhyun bisa menyiapkan banyak hal sebelum mendapatkan berbagai macam hinaan. Entah apa yang terjadi seandainya Kyuhyun tidak di bawa kemari, malam ini seharusnya ia sedikitnya harus melayani lima orang pria sebagaimana target yang selalu di wajibkan oleh Kangin. Laki-laki itu mungkin tidak tau kalau seseorang membeli Kyuhyun darinya karena Kyuhyun ternyata memiliki harta berlimpah. Jika Kangin tau, dia pasti tidak akan memberikan Kyuhyun kepada siapapun dan bertindak seolah-olah harta itu adalah miliknya dengan dalih mewakili Kyuhyun untuk mengurusnya. Kim Kibum akan kecewa dengan itu. Sepertinya Kibum hanya memiliki satu hal positif dari dirinya, yaitu menarik. Sisanya, Kibum adalah seorang laki-laki yang tamak dengan harta yang bukan miliknya, itu yang menjadi alasan kuat Kibum menculik dan memaksa Kyuhyun untuk hidup disini. Sayangnya, Kyuhyun tidak melihat ada pilihan lain. Ia benar-benar sebatang kara dan menghadapi kehidupan yang tidak terencana. Kyuhyun takut merencanakan sesuatu. Takut semua rencananya tidak pernah terjadi dan itu cukup untuk membuatnya hidup dalam keadaan yang mengalir begitu saja. Selama ini Kyuhyun hanya perlu mengikuti arusnya. Baginya, Mendapat harta yang berlimpah, lalu kehilangan dan tinggal bersama keluarga yang tidak pernah di harapkannya adalah bagian dari perjalanannya yang mengalir. Tidak ada waktu untuk memikirkan sesuatu yang sia-sia seperti melawan arus kehidupan. Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan melirik ke atas ranjang. Pakaiannya sudah ada disana. Semula Kyuhyun mengira kalau dirinya akan kembali mengenakan Jeans dan T-shirt yang tadi siang di gunakannya, tapi ternyata Kibum menyiapkan lebih dari itu. Kibum mungkin sudah memata-matainya karena dia juga sudah menyiapkan pakaian Kyuhyun dan berserakan di atas ranjang. Cukup banyak, mungkin semuanya. Kibum memindahkan semua pakaiannya kemari dan Kyuhyun harus berterima kasih karena itu setidaknya membuat Kyuhyun kehilangan alasan untuk kembali mengulangi masa-masa buruk selama di Denmark. Dia bersumpah tidak akan pernah kembali kesana lagi untuk selamanya.

"Maaf, Nona! Boleh aku masuk?" Sebuah suara terdengar keras dari sisi lain pintu kamar yang tertutup. Kyuhyun mendekap erat handuk yang di kenakannya dan berjingkat menuju pintu. Ia membukanya sedikit dan mengintip siapa yang mengetuk pintu itu. Seorang wanita tua tersenyum ramah kepadanya lalu berujar degan kata-kata yang sangat sopan.

"Kibum menyuruhku mengemasi pakaian Nona ke lemari!" Katanya sekali lagi. Kyuhyun membuka pintu lebih lebar dan menjaga dirinya tetap berada di belakang pintu untuk menghindari kalau-kalau ada seseorang yang melihatnya hanya mengenakan handuk saja. Wanita tua itu masih berdiri disana dan tidak bergerak, mungkin ia sedang menanti Kyuhyun mempersilahkannya masuk.

"Masuklah!" Ujar Claire. Suaranya sedikit serak karena merasa lelah seharian ini.

Wanita tua itu masuk dan Kyuhyun kembali menutup pintu. Ia melirik ke atas ranjang dimana pakaian-pakaian milik Kyuhyun berserakan tak berbentuk. Wanita itu mendekat untuk bekerja, meraih satu persatu pakaian yang masih bisa di lipat dan meletakannya di atas ranjang sebelum di susun ke dalam lemari. Sesaat kemudian ia menggeleng jika melihat ada beberapa lembar pakaian yang tidak mungkin tertolong dan harus di setrika kembali. Kyuhyun hanya memandanginya heran dan masih berdiri di belakang pintu. Ia tidak tau harus melakukan apa sampai akhirnya wanita tua itu memandangnya dan mendesah lalu kembali memberikan senyum ramahnya.

"Maafkan saya. Saya seharusnya memperkenalkan diri dulu."

"Ya," Jawab Kyuhyun. "Mungkin aku akan merasa lebih nyaman jika mengenalmu terlebih dahulu!"

"Saya Jung Soojung, Nona. Pelayan di rumah ini. Beberapa orang lebih suka memanggil saya dengan nama Jung ahjumma" Kyuhyun mengangguk mengerti lalu tersenyum lega. Ia kemudian duduk di atas sofa yang membelakangi ranjang dengan tubuh yang setengah berputar agar bisa melihat wajah Jung Ahjumma yang sedang merapikan pakaiannya. "Kau bekerja di rumah ini? Berapa banyak orang yang berada di rumah ini?" tanya Kyuhyun.

"Tiga orang majikan dan banyak pelayan. Tapi jika anda butuh sesuatu, anda boleh memanggil saya. Pelayan di rumah ini tidak di perbolehkan berbicara dengan majikan. Selain saya, tentunya!"

"Jadi, kau semacam kepala pelayan?" Jung Ahjumma mengangguk. "Begitulah kebanyakan orang menyebutku. Tapi aku disini sudah sangat lama, Nona. Aku juga yang membesarkan Kris dan Kibum."

"Kalau begitu, kau seperti ibu mereka?"

"Pengasuh, lebih tepatnya seperti itu. Aku sudah tidak bertenaga, sering sakit kepala dan seharusnya mereka sudah mengeluarkanku. Nyonya rumah ini juga berencana untuk memberiku pensiun beberapa kali meskipun dia tau aku akan menolak. Lalu kedua anak itu tetap mempertahankanku hingga sekarang." Jelas saja, karena Kris dan Kibum mungkin lebih menganggap wanita ini sebagai ibunya di bandingkan dengan yang lain. Kyuhyun teringat kepada ibu angkatnya. Wanita itu juga sama lembutnya seperti Jung Ahjumma, hanya saja sedikit lebih cerewet. Semasa hidupnya, Kyuhyun sering mendapat teguran yang membuatnya mengurung diri di kamar seharian sampai wanita itu datang dan meletakkan seporsi Fuir Grass di depan pintu kamarnya. Kyuhyun sangat menyukai Fuir Grass. Baginya saat itu, Fuir Grass adalah makanan terenak yang belum tentu bisa di santapnya setiap tahun. "Nona, apakah kau ingin mengambil satu pakaian untuk makan malam kali ini? Kau tidak akan makan malam dengan handuk itu, kan?" Kyuhyun tersenyum lalu mengangguk. Ia mendekat dan menggapai sebuah celana pendek dan T-shirt. Mungkin ia terlalu tua untuk pakaian seperti ini. Tapi hanya pakaian-pakaian santai seperti itulah yang di milikinya. Tiba-tiba Handuk Kyuhyun melorot, ia merasa malu kepada Jung Ahjumma dan segera memperbaikinya. Wanita itu tersenyum.

"Maafkan aku. Aku tidak sengaja!"Gumam Kyuhyun gugup.

"Aku akan pura-pura tidak pernah melihat itu, Nona. Jangan khawatir."

"Terimakasih." Kyuhyun diam sebentar lalu nyaris saja berbicara mengenai menu makan malam hari ini jika saja tidak mendengar bunyi pintu yang di buka tiba-tiba. Kyuhyun boleh merasa lega karena ia sudah berhasil memperbaiki handuknya sebelum Kibum bersandar di tepi pintu dengan kaki bersilang dan tangan yang juga menyilang di depan dada.

"Kau terlalu lama. Beberapa menit lagi kita melewatkan makan malam." Ujarnya. "Cepat keluar dan makan malam, kau tidak perlu mengganggu pekerjaan Jung Ahjumma lagi." ujar Kibum datar.

"Tidak! Nona ini tidak mengganggu sama sekali."

"Nyonya!" Kibum meralat ucapan Jung Ahjumma terhadap panggilan terhormatnya untuk Kyuhyun. "Kau tidak perlu memanggilnya dengan sebutan resmi. Jika kau ingin melakukannya, panggillah dia dengan sebutan Nyonya. Dia bukanlah perawan lagi untuk di panggil dengan sebutan Nona!" Kyuhyun mendengus mendengar ucapan itu. Apakah Kibum lupa? Seharian ini, setiap kali Kibum berbicara dengan Kyuhyun tentang harta itu ia selalu memanggil Kyuhyun dengan sebutan Nona. Dan sekarang Kibum melarang orang lain untuk mengucapkan kata-kata yang sama? Kyuhyun melirik Jung Ahjumma dan wanita itu hanya tersenyum maklum.

"Baiklah, aku akan segera kesana! Aku perlu ganti pakaian dulu!"

"Kalau begitu, gantilah, sekarang!"

"Ya, tentu, kau keluar dulu dan tutup pintu!" Kibum memiringkan kepalanya seolah-olah tidak mengerti dengan permintaan Kyuhyun. Laki-laki itu berhasil membuat Kyuhyun menggeram. Apa maksud ekspresi itu?

Ia ingin melihat Kyuhyun mengganti pakaian di hadapannya dengan pintu terbuka dan ada Jung Ahjumma yang memperhatikan mereka. Laki-laki itu bukan hanya tamak, tapi juga cabul. Kyuhyun tentu sudah mengetahuinya dari ucapannya tentang Kyuhyun yang berbaring telanjang di tempat tidur saat perbincangan mereka yang pertama kali.

"Baiklah, aku akan ke kamar mandi saja!" Akhirnya Kyuhyun mengambil keputusan itu. Siapa sangka Kibum mengikutinya. Laki-laki itu menutup pintu kamar mandi dan memperhatikan Kyuhyun dengan pose yang sama seperti tadi, kaki dan tangan saling menyilang dan bersandar dengan nyaman seolah-olah sedang memperhatikan sebuah tontonan bagus. Kyuhyun terdiam sambil memandanginya9dengan geram beberapa saat. Laki-laki itu benar-benar ingin menyaksikannya mengganti pakaian?

"Untuk apa kau mengikutiku kemari?"

"Melihatmu berganti pakaian, seharusnya kau mengerti kalau aku sedang berusaha memanjakan mataku! Kita lihat apakah kau adalah pemandangan bagus untuk membantuku menyegarkan otak."

"Pelayanmu ada disana dan dia bisa salah paham!"

"Artinya kau tidak keberatan melakukannya kalau dia tidak salah paham?" Ujar Kibym menampilkan Seringainya. "Apa pentingnya persepsi seseorang yang pastinya akan menutup mulut untuk itu? Jung Ahjumma tidak akan mengomentari apa-apa meskipun dia terganggu. Jadi kau tidak usah khawatir."ucapnya terlalu santai.

"Astaga, kau benar-benar berbeda dengan Kris, Kris bahkan tidak pernah menyentuhku!" ujar Kyuhyun dengan ekspresi tidak percaya menatap Kibum. Pemuda datar itu hanya bisa mengendikan bahunya acuh.

"Ya. Dan dia bodoh karena melewatkanmu, Kyu. Seharusnya dia menghabisimu sebelum meninggalkan Xiao Kuixian untuk membayar hutang hutangnya di rumah pelacuran!" Kyuhyun menggigit bibirnya geram.

"Sekarang keluarlah. Aku tidak suka ada seorang Kim di dekatku. Aku tidak akan melakukannya jika bukan karena terpaksa dan…"

"Dan?"

"Dan aku tidak akan pernah melakukan hal itu di depanmu. Seperti yang pernah ku bilang. Aku bisa saja membuka pakaian di depan laki-laki manapun. Tapi bukan di hadapan seorang Kim!"

"Kau tidak adil. Membenci satu Kim, lalu melibatkan seluruh Kim di muka bumi pada kebencianmu!"

"Sekarang keluarlah!" Suara Kyuhyun menjadi lebih tinggi. Tapi Kibum hanya tersenyum dan mengangkat alisnya.

"Lakukan Kyu. Aku ingin melihat seberapa sensualnya dirimu. Kau sering melakukan ini, kan? Membuka pakaian di depan laki-laki hidung belang adalah pekerjaanmu!"

"Aku tidak sedang bekerja, dan satu lagi. Aku akan berganti pakaian, bukan sengaja untuk membuka pakaian!"jawab Kyuhyun dongkol juga mendengar penuturan Kibum.

"Lakukan!"

"Tidak akan pernah!"

"Lakukan, Kyu!"

"Harus berapa kali aku mengulangi kata tidak ya tidak?"

"Lakukan karena percuma saja kau menolak. Ini rumahku dan semua orang tidak akan mau perduli dengan teriakanmu jika aku yang membuka pakaianmu. Percayalah, kau tidak akan menemukan satu pakaianpun untuk di pakai kalau itu terjadi, hanya akan ada selimut sutra untuk menyelimutimu dan benda itu malah akan memperindah bentuk tubuhmu!"

"Jadi kau akan melakukan itu bila aku menolak?" tanya Kyuhyun mengangah tidak percaya dengan pendengarannya akan ucapan pemuda datar menyebalkan yang ada di depannya itu kemudian mengumpat dan mendesis lirih dengan wajah tidak suka.

10"Kau keras kepala!" sebuah senyum sinis hadir di sudut bibir Kibum. Laki-laki itu lalu membuka pintu dan mengedipkan matanya sebelum kembali menutup pintu kamar mandi dan meninggalkan Kyuhyun seorang diri. Kyuhyun termenung sesaat. Ia fikir Kibum akan melakukan ancamannya. Ternyata tidak, Laki-laki itu meninggalkannya dalam perasaan lega yang teramat sangat. Ia menghela nafas, sedikit kebebasan untuknya sudah hadir sampai pintu di ketuk beberapa kali lalu suara Kibum terdengar lagi.

"Cepatlah, sayang! Jika tidak, aku pastikan kalau aku akan segera masuk dan kita akan bercinta di kamar mandi. Kau tidak ingin kelaparan karena itu, kan? Bercinta juga butuh tenaga. Percayalah!"

Oh good, terkutuklah kau Kim Kibum dengan mulut menyebalkanmu itu batin Kyuhyun mengeram kesal.

10

TBC