At Gwanghwamun Songs Fiction
The characters belong to Masashi Kishimoto
The songs belong to Kyuhyun (SM Ent.)
Fictional stories made by MaryLavey
.
Chapter 4
Moment of Farewell
.
"Did it have to be today? Did it have to be here?
I'm not even ready for this"
.
.
"Hoi, Saso! Ada ulangan mendadak, cepat kembali!"kata Dei-senpai yang tampak kelelahan sehabis berlari ke atap. Aku dan Sasori-senpai segera menoleh ke arahnya, sepertinya Dei-senpai memang serius bahwa ada ulangan di kelas mereka.
Sasori-senpai melihat ke arahku lalu kubalas dengan senyuman sambil mengangguk. "Pergi saja, senpai. Aku sudah merasa lebih baik,"kataku.
"Tapi, benar?"jawabnya.
"Benar kok, ahhh, jangan-jangan senpai tidak mau ikut ulangan, lalu akan menyalahkanku jika nanti senpai dimarahi?"candaku yang membuat kedua senpaiku terkekeh.
"Ya sudahlah, aku ke kelas dulu. Jangan lompat dari atap, ya?"balasnya sambil berbalik menuju pintu atap.
"Wah, ide yang bagus, senpai." Sasori-senpai segera memelototiku dan sontak membuatku tertawa. "Hahahaha, aku tidak se-depresi itu, sudah sana, hushh, terima kasih ya, senpai,"kataku. Sasori-senpai menepuk puncak kepalaku pelan lalu keluar dari atap bersama Dei-senpai yang juga telah mengucapkan salam padaku.
.
KRIEETT..
Terdengar suara yang menandakan bahwa pintu telah dibuka oleh sosok yang memang telah kunantikan daritadi. Sosok lelaki rupawan berwajah dingin dengan mata hitam yang tajam. Kuberikan senyum kecil saat ia menatapku.
"Hn, tadi Naruto bilang kau menungguku disini. Ada apa?"tanyanya.
"Ah, itu, aku hanya ingin berbicara beberapa hal denganmu. Secara pribadi,"jawabku. Sasuke mengangguk seakan menyuruhku melanjutkan ucapanku.
"Baiklah, mengenai masalah kemarin, apa kau lupa?"tanyaku pelan sambil memberanikan diriku menatap matanya. Dalam hati aku berharap bahwa jawaban yang akan diberikannya tidak menyakitkan.
"Tidak, aku ingat. Tapi, kemarin ibu Hinata memintaku mengantar Hinata ke Rumah Sakit karena ia kambuh dan ayahnya dinas ke luar kota,"jawabnya santai yang membuatku menunduk terdiam. Hinata, lagi-lagi dia, sebenarnya aku tidak perlu bertanya, karena kemungkinan besar memang jawabannya memang Hinata.
"Kenapa harus kau?"gumamku sembari tetap menunduk.
"Karena aku temannya dari kecil, Sakura."
"Ya, lalu aku siapamu? Kenapa aku tidak bisa lebih berarti dibanding teman kecilmu?"
"Karena dia lebih membutuhkanku, Sakura."
.
.
"You already brought your cold words one by one
And I have nothing really to say"
.
"Jadi, kau pikir aku tidak mebutuhkanmu, Sasuke-kun?" Suaraku menjadi lebih lirih dari sebelumnya, membuatku merasa semakin miris.
"Lagi-lagi kau berlebihan, Sak-"
"Apa kau bahkan ingat hari apa kemarin, Sasuke-kun?"kupotong ucapannya dengan melihat langsung ke matanya yang indah dan sangat berbahaya. Keheningan lah yang menjawab pertanyaanku, membuat mataku terasa panas.
"Sasuke-kun, apakah kau merasa lebih bahagia dengan Hinata?"tanyaku lirih. "Aku sudah mendengar dari Naruto, Hinata adalah cinta pertamamu, bukan?"lanjutku dan Sasuke-kun tetap diam membisu sambil menatapku datar. Kebisuannya lama-lama membuatku kesal sendiri.
"Jawab, Sasuke-kun. Jika-,"
"Ya,"jawabnya singkat dengan nada tegas. That's it, Sakura!
"Hinata memang cinta pertamaku. Apa lagi yang ingin kau tanyakan?"suaranya semakin dingin dan datar.
"Jadi, itukan alasanmu memilih menemani Hinata daripada aku, Sasuke-kun? Apa kau masih menyukainya?"
"Dia sahabatku, Sakura. Hentikan pembicaraan konyol ini. Cepat katakan apa maumu, Sakura."
GREB! Kuberanikan diriku untuk memeluk sosok lelaki tegap di hadapanku. Kupeluk tubuhnya erat seakan bila aku melepasnya, aku akan terjatuh kedalam jurang dan ia adalah tali yang harus kugenggam erat untuk mempertahankan nyawaku.
Ia tidak membalas pelukanku. Heh, memang apa yang kuharapkan? Ia tidak mendorongku menjauh saja sudah cukup untukku. Cukup, mungkin?
Setelah beberapa menit, aku mulai melepas pelukkanku. Dan sialnya, aku mulai menangis saat melihat wajah tampan itu. Aku merasa miris saat sadar bahwa tangisku bukan tangis biasa, melainkan tangisan sesengukkan seperti anak kecil.
Semakin lama tangisku semakin menyedihkan hingga aku harus menutup wajahku. Ya, aku menangis langsung dihadapan sumber sakit hatiku selama ini. Aku benar-benar hancur saat ini terutama karena kebodohanku sendiri. Betapa bodohnya aku berharap pada seseorang yang jelas sekali tidak memandangku.
Aku mulai mencoba meredam tangisku saat tangannya memegang pundakku perlahan. Aku kembali melihat wajahnya. Kemudian aku menghapus air mataku dan mencoba tersenyum ke arahnya.
Sudah, sudah cukup, aku menarik napas menenangkan diriku sendiri. "Sasuke-kun,"suaraku serak hingga aku harus berdeham sebelum melanjutkan ucapanku.
"Sasuke-kun, bahagialah."
Dia menatapku bingung dan sebelum ia sempat mengucapkan sesuatu, aku kembali berbicara,"Terima kasih untuk satu tahun ini, aku sangat bahagia bisa menjadi kekasihmu. Tapi sayangnya, sepertinya kau tidak begitu. Maka dari itu, aku akan melepaskanmu sekarang. Kejarlah kebahagiaanmu, aku tidak akan menghalangimu. Tapi maaf, ehem,"aku berdeham berusaha menguatkan hati untuk melanjutkan.
"-mungkin aku belum bisa mendukungmu dengan Hinata, Sasuke-kun. Melepasmu adalah satu-satunya hal yang bisa kulakukan. Maaf bila kau merasa risih denganku selama ini."
"Apa kau yakin?"tanyanya. Kubalas pertanyaannya dengan anggukan mantap serta sebuah senyuman. Wajahnya tetap datar menandakan bahwa hal ini tidak berarti apa-apa untuknya. Sakit? Yah, sekali lagi, memang apa yang harus kuharapkan?
"Terima kasih, Sasuke-kun. Dan, aku harap kau mengerti jika setelah ini aku membutuhkan jarak antara kita. Selamat tinggal, bahagialah,"bersamaan dengan itu, aku berjalan melewatinya dan menuruni tangga.
.
.
Selamat tinggal untukmu, seseorang yang sangat berarti bagiku. Sesorang yang menjadi sumber kebahagiaan sekaligus sumber kepedihanku. 'Cinta tak harus memiliki'. Ya, setidaknya biarlah kata-kata pasaran itu dapat menjelaskan alasanku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Sasuke.
Hari ini selesai semua, ku harap. Ah, tidak juga, hari-hari depan belum tentu akan mudah. Menurut kalian, mana yang lebih sulit, memilikinya sekedar status tapi tidak memiliki hatinya, atau tidak memiliki keduanya?Dan, ya, aku tidak akan munafik, aku tidak akan mendukungnya dengan gadis pujaannya. Aku hanya melepasnya. Aku bahkan tidak mengaharapkan menjadi teman setelah putus. Tidak perlu.
Lebih baik kami menjalani hidup sebagai orang yang asing bagi satu sama lain. Aku akan melupakannya sekuat tenagaku. Siapa tahu, dunia akan terlihat lebih indah? Karena dulu Sasuke-kun adalah pusat duniaku, jadi mungkin sekarang aku akan bisa melihat hal-hal indah yang ditawarkan kehidupan untukku.
Selamat tinggal untukmu, yang tidak cukup membenciku untuk putus denganku, sekaligus seseorang yang tidak begitu peduli untuk membagi cintanya padaku.
.
.
"For you, who didn't hate me enough to break up
But didn't care enough to love me"
.
Author's Note :
Haloooo, readers sekalian :D Update yang super kilatt kaannn? #sarcasm
Oke2, maaf banget bagi yang nungguin, walau mungkin emang gak ada yang nunggu hehehehe.
Author sedang disibukkan dengan ujian-ujian kehidupan, ehm, ujian2 sekolah maksudnya, jadi beban pikiran sudah bener-bener waduh! Dan, jujur Author sendiri ngerasa kalau chap ini lacks something I don't know. Jadi, maaf kalau chap ini gak dapet feelnya kek, gak nyambung kek, apalah. Dan, ya, Mary gak bisa menjamin akan ada chap yang panjang, karena, tergantung mood sama ide yang muncul aja sih. Dan untuk PAIR! Authornya bagai air di daun talas, nih hehe. Jujur, awalnya auhor sendiri gak kepikiran buat munculin SasoSaku sebanyak ini, tapi, seiring dengan berjalannya jari di keyboard, itulah yang terjadi. Dan, masih ada chap2 selanjutnya, dimana author bisa berubah pikiran lagi sejalannya jari ini daan, author punya beberapa alternatif endingnya, jadi ikutin alur ntar yang cocok mana, gitu. Mohon readers maklum, kita ikutin alurnya aja ya :') SO, MAIN PAIR BELUM DITENTUKAN deh buat sekarang :)
Yuk bales reviewww!
Hikari no Haru : Gimana ya? Disini author pingin pake semua lagu di albumnya, jadi agak susah kalau langsung diselesain di 1 chap. Maaf ya :( Author akan koreksi deh, makasiiih :D
DinaRoppi : Mungkin kesabaran anda sudah habis kali ini hahaha :D Maaf banget ya :( Ini udah update, yey! chapter ini jawabannya :D
Ai : Baca author's note diatas ya :) Saran readers di pertimbangkan kok pasti. Tapi gimana, ya, susah ngomongnya, hehe :D Makasih udah bener-bener kritis dan selalu ngasih saran, maaf banyak kekurangan banget author satu ini hehe :D
Cherry Haruno : OMG, iyakah? Maaf kalau gitu, soalnya sekarang kan FFn pny fasilitas pair yg kaya [Sakura. H, Sasuke .U] gitu kan, jadi author gak tau. author pikir selama gak author bikin gitu, gak akan ada salah paham. Maaf yaaa :(
hachiko desuka : me too me too! tetep ikutin yaaa :)
ChintyaMalfoy : Yes, akhirnya! hehe makasihh, tetep semangat ikutin fict nya juga ya hahahah :D
madokaaihara : maaf lama nih updatenya :( dan maaf lagi chap ini pendek juga :( #justkillme,readers :'(
An : maaf lama :( ini jawaban untuk anda hehe
Miss .M : yok jambak bareng2! hehe updated (di waktu yang lama) hahaha
axwdgs : yaaah, jangan sedih dong :"0 Maaf lama updatenya
Deadeachan : Nih adegannya :D
Dara Uchiha : lho, Sasuke sama kamu aja wes lek gitu. Sasorinya sama author, Sakuranya ama Lee #nahnah Yey, oneul babocherooomm
ito : nih keluar hehe XD
.
all reviewers : Makasih banget reviewnya, tetep ikutin fict ini walaupun authornya super nyebelin, ya :) Review lagi kalau bisa hahaaha XD
So, readers, mohon kritik dan sarannya ya. Arigato :*
