Complicated Love

Cast : Kim Jongin

Do Kyungsoo [ Girl ]

Park Chanyeol

Xi Luhan as Park Luhan [ Girl ]

Rating : T

Length: [ 3 / ? ]

WARNING : It's Genderswitch , DLDR , RnR , Typo (s) bertebaran , OOC , bahasa kurang dimengerti

.

.


.

.

Preview Sebelumnya

Kai mendekatkan bibirnya ke samping telinga kyungsoo , kyungsoo hanya bisa bergidik ngeri saat kai mendekat ke telinganya , ia pun hanya bisa terdiam membeku di tempatnya

"...jadilah kekasihku"

.

.


.

.

Kyungsoo membelalakan matanya setelah mendengar ucapan kai yang menurutnya tidak masuk akal , dengan segera ia mendorong tubuh kai dengan keras menjauh dari dirinya , hampir saja kai hendak terjatuh jika ia tidak bisa mengendalikan keseimbangan tubuhnya

"KAU GILA ?! yang benar saja , kita saja baru berkenalan tadi pagi , mana mungkin kau dengan seenaknya memintaku untuk menjadi kekasihmu ?!" bentak kyungsoo

"Lalu kau mau apa kalau aku memang benar benar memintamu untuk jadi kekasihku , eo ? Lagipula kau tidak bisa menolaknya lagi"

"ARGH , kenapa bisa aku mempunyai masalah serumit ini denganmu ?! padahal aku hanya tak sengaja mengenai kepalamu dengan bola basket milikku"

"karena kau telah membuat jidatku merah , dan aku tak terima dengan semua itu"

"memangnya tak ada pilihan lain ?!"

"nope , untuk kali ini permintaanku sudah fix , dan tak bisa diubah lagi" ucap kai enteng

"aigoo , betapa sialnya hariku ini"

"sudahlah , terima saja , lagipula aku ini cukup tampan kok , kau tidak perlu malu mempunyai kekasih sepertiku"

"justru karena itu kau aku malu"

"terserahmu , nona mata bulat"

"apa kau bilang ?!"

"nona MATA BULAT , apa kurang jelas ? aish sudahlah , kaja kita pulang"

"kita ?! memangnya aku mau pulang denganmu , eo ?!" omel kyungsoo saat kai mencoba menarik pergelangan tangannya

"iya kita , sekarang kau sudah resmi sebagai kekasih dari kim jongin yang paling tampan ini , jadi aku harus mengantarmu pulang dengan selamat"

"TAMPAN ?! eww banget" Kyungsoo mencoba menepis tangan kai , namun kai justru mengeratkan genggamannya pada pergelangan tangan kyungsoo , setelah cukup lama tarik menarik , akhirnya pun kyungsoo memilih pasrah kemana kai akan menariknya , tentu saja kai menariknya menuju ke parkiran sekolah , lingkungan sekolah sudah lumayan sepi , karena memang sudah malam ( Mereka sekolah hingga pukul 6 malam) dan para siswa juga memilih untuk langsung pulang ke rumah , mempersiapkan diri untuk sekolah esok hari , kai mendorong pelan kyungsoo untuk masuk ke dalam mobilnya dan menutup pintu mobil , sebelum akhirnya ia ikut masuk ke dalam mobilnya

"Heh nona belo , dimana rumahmu ?" tanya kai setelah menyalakan mesin mobilnya

"berhenti memanggilku belo , dasar hitam"

"kulitku bukan hitam , tapi tan"

"tetap saja kau lebih hitam dariku"

"ter-se-rah , cepat kasih tau aku alamat rumahmu"

"Gangnam Resident"

"wew , ternyata rumahmu tak terlalu jauh dari rumahku"

"oh" balas kyungsoo jutek

"jutek sekali kau ini , sudah bermata bulat , mungil , pendek , jutek lagi .."

"daripada kau , hitam , jelek , menyebalkan , hidungmu juga pesek"

"aku ini tampan"

"jelek"

"tampan"

"jelek"

"tampan"

"jelek"

"tampaaan"

"jeleeeeeeeek"

"jelek" jebak kai

"tampan - eh ?! mwo-ya ?! AARGH kau menjebakku , urgh dasar hitam menyebalkan" kyungsoo memukul-mukul tubuh kai dengan kekuatan yang lumayan kuat -bagi kai- , sehingga kai sedikit merasakan sakit

"aduh , aw sakittt nona belo , berhentiiii" kai menahan tangan kyungsoo yang tengah asik memukul-mukul badan atletisnya

"salah sendiri menjebakku"

"akukan hanya bercanda , aduh badan indahku ini jadi sakit gara gara kau nona belo!"

"itu salahmu hitam"

Mari sejenak kita abaikan pertengkaran antara kyungsoo dan kai yang -mungkin- tak akan pernah ada habisnya , kini kita beralih ke kediaman keluarga park atau lebih tepatnya rumah chanyeol , ia baru saja memparkirkan mobil audi merah miliknya , dengan langkah yang gontai dirinya masuk ke dalam rumah megah yang menurutnya amat sangat tak berguna baginya , hanya sebagai tempatnya beristirahat sejenak sebelum keluar lagi hingga malam tiba , selalu seperti itu setiap harinya -kecuali saat libur sekolah-

"Aku pulang" sahutnya pelan

"Oppa , akhirnya kau pulang juga , ayo kita makan bersama sama" ajak sang adik - Luhan- , adiknya itu terduduk dengan manis di kursi roda , tepat di seberang ayahnya yang kini ikut menatapnya

"tidak terima kasih , aku tak lapar" jawab chanyeol dingin

"PARK CHANYEOL ! Hargailah dongsaeng-mu yang telah lama menunggumu pulang , kemana kesopananmu ?!" bentak sang ayah

"apa peduli appa ?! bukankah appa juga tidak ingin aku berada 1 meja makan dengan appa ?! bukankah appa benci padaku ?! selalu menyalahkanku ! dan 1 lagi , kesopananku sudah hilang , ikut terbawa oleh eomma yang sudah tenang disana"

"CHANYEOL , bicaralah yang baik kepada orang tua satu satu-nya yang kau miliki !"

"aku sudah tidak punya orang tua lagi , kalaupun aku punya , aku tidak akan peduli dengannya" Chanyeol melangkahkan kakinya dengan cepat menuju ke kamarnya , dengan kasar dirinya membanting pintu kamarnya , di meja makan , luhan menatap miris kedua orang yang ia sayangi terus saja bertengkar

"Appa ... kenapa appa selalu menyalahkan dan membentak chanyeol oppa ? ia mungkin tengah kelelahan , lagipula aku juga tidak terlalu lama menunggu chanyeol oppa pulang..."

"..." Appa-nya hanya bisa bungkam mendengar penuturan anak bungsu-nya

"Kalau appa masih belum bisa menerima kepergian eomma dan juga belum bisa melihatku lumpuh seperti ini , janganlah appa lampiaskannya kepada chanyeol oppa..."

"kenapa ?! ia yang telah membuat eomma-mu pergi dan kau lumpuh luhan !"

"aku tahu , tapi semua itu bukan atas kemauan chanyeol oppa , ia pasti juga tidak mau melihat eomma telah tiada , tidak akan mau melihatku lumpuh , chanyeol oppa pasti sangat frustasi dengan semua itu , dan appa jangan semakin membuatnya frustasi dengan appa yang terus menyalahkannya , apa ada seorang ayah yang tega berbuat seperti itu pada anaknya ? tidak ada appa , kecuali memang dirinya tak mengharapkan kehadiran anaknya , apa appa seperti itu ? tidak mengharapkan kehadiran chanyeol oppa ?"

"CUKUP LUHAN , sekarang kau pergi ke kamar , tidur dan jangan pernah lagi ungkit masalah ini lagi di depan appa"

Luhan sedikit terkesiap mendengar sang ayah berbicara seperti itu , baginya , kemana sikap ayahnya dulu ? yang selalu menyayangi-nya dan chanyeol , yang selalu menjaga dirinya dan chanyeol , luhan berharap di dalam hatinya agar keluarganya dapat kembali seperti dulu

'Ya tuhan ... aku mohon , kembalikanlah keluargaku seperti sediakala ...amin' batin luhan

Luhan menggerakkan kursi rodanya meninggalkan sang ayah yang tengah mengacak rambutnya frustasi , ia bukan pergi ke kamarnya , melainkan pergi ke kamar chanyeol yang ada di samping kamarnya , di ketuknya pintu kamar chanyeol sebelum dirinya memutar kenop pintu , saat dirinya masuk , bisa dilihat semua barang telah berceceran di atas lantai yang dingin , dirinya melihat sang kakak tengah berada di balkon kamar , menatap miris ke arah langit ataupun bulan yang malam ini bersinar terang

"oppa ..." panggil luhan yang membuat chanyeol menoleh kearahnya

"ada apa lu ?"

"oppa ... maafkanlah appa tentang peristiwa tadi , ia mungkin sedang lelah dengan pekerjaannya di kantor"

"tidak lu , sudah sering kau berucap itu , tapi apa ? Appa masih saja membentakku dengan kasar , aku sekarang ragu lu ... apa aku benar anaknya atau bukan ?"

"OPPA , jangan bicara seperti itu .. hiks , kau adalah kakakku , kakak yang selalu aku kagumi dan banggakan , kau pasti kakakku , dan aku tak mau memiliki kakak selain dirimu , kau itu segalanya bagiku setelah eomma dan appa.. hiks"

GREP

"Uljimayo lu ... mianhae aku telah membuatmu menangis..." ucap chanyeol sembari memeluk sang adik dengan erat

"hiks kau kakakku , satu satu-nya kakak yang aku punya"

"ne , aku kakakmu , dan akan terus menjadi kakakmu ..."

.

.


.

.

[ Do's House ]

Kyungsoo tengah menatap pantulan dirinya dari cermin , mengecek seragamnya agar tidak ada satupun yang terlupakan olehnya , dirinya sangatlah cantik jikalau dirinya tidak memiliki sikap yang sedikit urakan , rambut hitam legamnya ia ikat kuda dengan rapi agar tidak menganggu dirinya saat belajar di sekolah

"Kyungie ! cepat turun , ada yang menunggumu dibawah !" suara lengkingan sang eomma membuat dirinya berhenti menatap dirinya di cermin

"NE SEBENTAAAARRR" sahutnya tak kalah nyaring dari sang eomma

"hmm , siapa yang datang pagi pagi begini ? apakah lay ? mana mungkin , rumahnya kan jauh dari rumahku.." gumam kyungsoo

Daripada bingung , kyungsoo memilih untuk cepat turun dari kamarnya setelah mengambil tas sekolahnya yang berwarna putih , memakai sepatu converse berwarna coklat susu , sesampainya di lantai bawah , dirinya membelalak saat tau siapa yang tengah menunggunya

"KAU ! Sedang apa kau berada dirumahku ?!" bentak kyungsoo dengan keras

"hey santailah .. aku kemari ingin menjemput kekasihku tercinta , memang mau apa lagi , eo ?"

"aku tak butuh di jemput olehmu hitam , lebih baik aku dijemput oleh lee minho , ia sangat tampan di bandingkan dengan orang hitam sepertimu"

"YAK , walaupun aku tak terlalu tampan dimatamu , aku tetaplah kekasihmu nona belo"

"ih , mana sudi punya kekasih seperti dirimu , urgh bagaikan kiamat bagiku"

"hey hey , ada apa ini ribut ribut ?" tanya yesung -ayah kyungsoo-

"ini appa , si hitam ini menyebalkan"

"enak saja kau nona mata bulat , aku ini kekasihmu"

"eh ? kau kekasihnya ? kyungsoo , mengapa kau tak pernah menceritakannya pada eomma ?" tanya ryeowook -ibu kyungsoo-

"tidak kok , dia bu-"

"iya ahjumma , aku adalah kekasihnya , kami baru saja berpacaran , jadi kyungsoo pasti belum bercerita padamu" Kyungsoo menatap kai dengan mata melotot yang di balas oleh kai dengan kerlingan mata yang membuat kyungsoo ingin muntah

"waah uri kyungie sudah besar rupanya .."

"eum ahjumma , kami pamit untuk berangkat ne" ucap kai

"ne , hati hati di jalan"

Kai menarik tangan kyungsoo yang telah berada di genggamannya , menyuruh kyungsoo masuk duluan , baru setelahnya dirinya masuk ke dalam mobil melalui pintu yang berbeda , memasang seatbelt ke pinggangnya , lalu menyalakan mesin mobilnya dan menjalankannya dengan kecepatan yang lumayan cepat , raut wajahnya kini berubah menjadi angkuh dan dingin , membuat kyungsoo melongo hebat , kemana tampang menyebalkan yang biasa ia lihat ?

'Terserah dia sajalah , namja hitam yang aneh ...' batin kyungsoo

Mobil hitam kai berhenti setelah mereka sampai di parkiran sekolah mereka , semua mata siswa/siswi yang berada di parkiran tertuju kepada mereka berdua , bagaimana tidak ? tentu saja mereka semua terkejut , bagaimana bisa seorang yeoja tomboi seperti kyungsoo berangkat sekolah bersama siswa baru di sekolah mereka ? Chanyeol yang sudah mengenal kyungsoo lebih lama saja tidak pernah datang atau pulang bersama dengan kyungsoo

"yak hitam , berjalan di belakangku , jangan di sampingku" ucap kyungsoo mendorong tubuh kai ke belakang

"untuk apa aku berjalan di belakangmu ? aku ini kekasihmu , sudah seharusnya aku berada di sampingmu" balas kai dengan nada yang sangat berbeda dari biasanya -menurut kyungsoo-

"sst ini rahasia kita , jangan biarkan orang lain tau tentang ini" bisik kyungsoo

"terserahmu , aku duluan"

Kai melangkah lebih cepat dari kyungsoo dengan gaya angkuh , kyungsoo semakin melongo melihatnya , baginya kai memiliki 2 kepribadian yang berbanding terbalik , ada yang angkuh dan ada pula yang menyebalkan , kyungsoo menggeleng gelengkan kepalanya , menghilangkan isi pikirannya tentang kai

PUK

"Hai kyung" sapa chanyeol saat melihat kyungsoo dari belakang

"oh hai chanyeol"

"mengapa diam disini ? ayo ke kelas , sebentar lagi akan bel , kau tak ingin kena marah oleh jung seosangnim bukan ?"

"ne kaja" Chanyeol dan kyungsoo berjalan beriringan menuju ke kelas mereka tanpa ada percakapan selama perjalanan , sejujurnya chanyeol ingin membuka pembicaraan namun hatinya masih badmood sejak semalam , sesampainya di kelas , kyungsoo melihat kai tengah membaca sebuah buku pelajaran , ia masih aneh dengan kai , kenapa jika di sekolah kai begitu dingin ?

"yo kyungie !" sahut lay menyadarkan kyungsoo dari fantasinya

"oh waeyo ?"

"kau tahu tidak ... semalam suho mengirimkan pesan padaku.." bisik lay

"jinjjayo ? apa katanya ?"

"ia hanya mengucapkan selamat malam dan mengharapkanku tidur dengan nyenyak"

"wah kemajuan yang pesat"

"tapi tetap saja , kenapa sih ia tidak mengucapkan ia cinta padaku dan menginginkanku menjadi kekasihnya ?" lay mempout bibirnya dengan kesal

"mungkin suho masih malu untuk mengungkapkannya"

"dasar namja tidak gentle"

Kyungsoo hanya bisa terkikik melihat ekspresi sahabat satu satunya ini , sungguh kisah cinta sahabatnya ini sangatlah rumit , mereka berdua sudah sama sama menyukai tapi sama sama tidak dapat mengungkapkan cinta mereka masing masing

'Paling tidak kau lebih beruntung dariku lay ... hhh kenapa aku malah mendapatkan yang hitam dan menyebalkan , huuh bad luck' batin kyungsoo

.

.

To Be Continued

.

.

Balasan review

ArraHyeri2 : udah di bikin galak kaan ? heheh maaf kalau kurang puas dengan kegalakkannya kyungsoo disini

Setyoningt : makasih udah nyemagatin , Alhamdulillah UTS qie lancar

Kaisooship : hehe , makanya karena jarang tomboy , qie bikin kyungsoo tomboy disini

GHanChan : ini dah di lanjut nee ~ dan udah 2000 word lebih , makasih sudah mau membaca

Guest : Chanyeol emang ga suka disini sama baekhyun , disini awal awalnya dia jatuh cintanya sama kyungsoo , trus kalo kai sinis sama chanyeol , emang itu dasar sifat kai disini , di sekolah dia bakalan angkuh dan dingin , kalau diluar atau sama ortu-nya dia bakalan berubah 180 derajat

And thank you buat yang mau baca walaupun gak review , tapi qie bener bener butuh nasihat yang nantinya berguna untuk kelanjutan ff ini , Qie juga mau ngucapin makasih buat sahabat qie yaitu Cho Jihyun , ia salah satu author di FFnet kok , coba di check aja,, sekian cuap cuap ga jelas dari qie , sampai jumpa di chapter berikutnyaaa ~