R&R reply~
Fate : Eh? Miku kenapa? Yay! X333 YOSH! UPDATE! XDDD
Hanna : Nah, fail kan? Iya sih.. gpp! ^^ YOSH! CX
Cecania Kuroshiyu : Eh? Saia terharu mende—eh maksudnya membacanya. TTwwTT iya kasian~ XDD
Ruuya : Memaaang~ XD belum.. memang kurang disayang 3:D
Amu-senpai : Beluuuum saaatnyaaa! DX kan ada timingnya senpai.. jadi belum.. YOSH! UPDATE! XDD
Hikari-chan : Keliatannya memang mulai gila ;D luluh? Gak tau.. Ero? Apa itu? .. *plaaak* YOSH UPDATE! CX
Rii-chan : YOSH! UPDATE! XD
- Thanks for the supports Guys! -
In-Chan : Wew.. saia kembali OwwO?
Miku : Kurang MENARIK!
Kaito : *makan es krim*
In-Chan : Hiks.. DIEM KAU LEEK LEVE-eh.. salah.. LEEK LOVERS!
Miku : =="" kau yang harusnya diem..
In-Chan : ...? Oh, well.. DISCLAIMER!
Disclaimer : In-Chan Sakura tak memiliki Vocaloid, Utauloid, Dkk~ Hanya saja ia memiliki cerita yang akan kalian baca ini~
Vocaloid © CFM Inc. & Yamaha Corp.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Last Love to Be © In-Chan Sakura
Kaito's POV
"Well, student today lesson has finished, and remember next week we have an exam, okay?"
Aku berkata pada murid-muridku menggunakan bahasa Inggris pada jam mapelku yang sudah berakhir.
Aku banyak mendengar murid-murid yang mengeluh tentang ujian minggu depan. Aku hanya bisa tertawa dalam hati, hal seperti ini mengingatkanku pada masa mudaku. Dulu aku bersekolah di sini juga, jadi aku mengenal banyak orang-orang yang sudah lama bekerja di sini, kebanyakan bekas guruku.
Ah... masa muda.
Akupun membereskan buku-buku milikku dan bergegas keluar dari kelas yang ku ajar barusan.
11.45 p.m.
Itulah waktu yang tertera di jam tangan yang ku kenakan.
Segera aku melesat ke ruang guru untuk makan siang di sana.
Sesampai di sana, aku segera duduk di meja ku dan meletakkan buku-buku pelajaran yang daritadi ku bawa di bagian lain meja dan mengeluarkan sebuah bento dari salah satu laci meja.
Apa? Ini bukan dari siapa-siapa. Aku yang memasak tahu!
Memang tampangku seperti tidak bisa masak apa?
Ah, sudahlah..
Sekarang makan~ makan~
Miku's POV
Aku membuka flap ponselku.
From : Hatsune Kyori
To : Hatsune Miku
Subject :
Beritahukan pada suamimu untuk datang ke rumah bersamamu setelah pulang sekolah.
Atau kau tau sendiri akibatnya.
Aku menggerutkan keningku.
Suami?
Siapa suamiku? Aku tidak punya suami ataupun tunang—oh, ya.. guru freak itu. GAH! Aku benci ini!
"Kenapa Miku?" tanya Neru yang duduk di depanku.
Akupun menatapnya dan berkata, "Tidak ada. Hanya sms bodoh dari mamaku.., tidak usah dipedulikan."
"Baiklah.."
Aku benci guru itu dan juga mama.
Batinku sembari melemparkan ponselku ke dalam tasku. Ya, aku menghiraukan sms itu, apa?
Kau tak punya urusan dengan kehidupanku jadi shoo.
"Aku duluan.." Ujar Neru padaku saat aku sedang membereskan buku-bukuku.
Segera aku menatap Neru.
"Eh? Bukannya kau janji akan berbelanja denganku?" Balasku.
"Maaf, tapi aku ada urusan hehe.. ciao!" Sahut Neru yang langsung melesat entah kemana sembari menatap layar ponselnya terus menerus.
Baik, ini menyebalkan.
Pikirku dalam hati sambil terus membereskan bukuku.
Tapi, tiba-tiba saja ponselku bergetar. Menggeram, aku mengambil ponsel bodoh itu dari dalam tasku dan membukanya.
Incoming Call
1424-0000-xxx
Hatsune Kyori
"Halo?" Jawabku pada mama ku.
"Kau sudah menyampaikan pesanku pada suamimu?"
"Belum. Kenapa?"
"APA! Sekarang lebih baik kau sampaikan dan bawa dia kesini."
Whatever.
"Mengerti?"
"Aku mengerti..,mama."
Dan dengan itu aku menutup flap ponselku dan melemparnya ke dalam tas.
Siapa yang peduli dengannya? Aku? Cih, tidak setelah semua yang dilakukannya sekarang.
Dengan cepat aku menenteng tasku dan mulai berjalan keluar kelas, menuju ke lobby sekolah.
Kaito's POV
"Ah? Kyori-san?" sapaku pada orang yang meneleponku.
"Kaito-san? Bisakah kau datang ke rumahku?Ini mengenai pertunangan kalian besok."
Akupun menelan ludah diam-diam.
"Ah.. iya... bisa." jawabku dengan ragu.
Apa? Kyori-san? Ah.. kemarin, saat aku mengantarkan Hatsune-san pulang ke rumahnya, mama Hatsune-san dan mengatakan bahwa aku cukup memanggilnya Kyori-san. Aku hanya bisa menurutinya.
"dan juga tolong antarkan Miku-chan pulang, ya? Aku takut ia kenapa-napa." Suaranya penuh dengan nada ke khawatiran.
"Baik.. Kyori-san.."
"Terima kasih Kaito-san." Dan pembicaraanpun berakhir.
Memasukan ponselku ke dalam kantong celana kain berwarna biru yang kupakai, akupun menghela nafas.
Pertunangan ya?
Batinku. Seperti firasatku, ini akan jadi berat.
Aku tengah berjalan menuju ke lobby sekolah ketika aku berpapasan dengan Hatsune-san.
"Ah..." seruku saat kami berpapasan. Aku menatap Hatsune-san dan Hatsune-san menatapku.
Hatsune-san tiba-tiba saja menghela nafas.
"Eh?"
"Apa?" Tanyanya padaku dengan pandangan yang sinis. Aku pun mulai sweat drops.
Mu-muridku..
Se-seram juga..
"E..ah.. " Aku kehilangan kata-kataku.
Hatsune-san menambahkan pandangan sinisnya padaku.
"Uh.. tadi, Kyori-san.. meneleponku dan ia mengatakan untuk mengantarkanmu pulang.."
Seketika ekspresi muka Hatsune-san berubah, yang tadinya sinis dan menyeramkan menjadi terkejut.
"Ha? Mama?" ujarnya, mengerutkan keningnya sedikit.
"Iya.. mamamu yang memintaku.." ujarku pada Hatsune-san.
Kemudian, terdengar suara 'tch..' lalu Hatsune-san berkata, "Ayo." Dan kemudian ia berjalan menuju ke arah pintu lobby. Meninggalkan aku yang kebingungan.
"Eh?"
Ia pun menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya kearahku.
"CEPAT." serunya padaku dengan wajah yang seram.
Eep!
"Ah! Yang ini bagus! Tunggu, yang ini juga! Aku bingung mau pilih yang mana untukmu Kai-chan!" seru mamaku dengan girang sekali.
Aku hanya dapat duduk bersila sambil menghela nafas.
Sekarang aku sedang berada di rumah keluarga Hatsune. Tepatnya di ruang keluarga mereka. Ternyata mamaku dan Kyori-san sudah janjian serta sudah menyiapkan setumpuk baju untukku dan Hatsune-san coba. Orang tua..
Apa? Hatsune-san? Ia sedang bersama mamanya, Kyori-san. Mereka berada di kamar Hatsune-san kalo tidak salah.
Memangnya aku boneka apa?
Mamaku, Shion Aiko, selalu memakai anak-anaknya sebagai boneka maneqiuneuntuk baju-baju rancangannya.
Aku lupa bilang? Mamaku seorang desaigner.
Dari kecil aku dan Kaiko selalu jadi percobaan. Ah.., masa kecil..
Aku jadi ingat saat aku dan Kaiko masih sering tidur satu kasur lalu sa—
"Nah! Kai-chan! Coba ini!" seru mamaku sembari melemparkan satu set baju padaku. Akupun menangkap baju itu dan menatapnya sebentar.
"Uh.., Mama?" ataku sembari menatap baju yang di lemparkan mamaku barusan.
"Ya?" balas mamaku sembari tersenyum.
"Ini gaun.. dan aku.. Laki-laki.."
"Oh? Benarkah?"
Aku mengangguk.
"Kalau begitu berikan saja ke Miku-chan~ Aku akan mencari baju untukmu." sahut mamaku sebelum kembali menjelajahi pulau-pulau baju itu lagi.
Aku pun menghela nafas sekali lagi dan bangkit dari posisi duduk bersila ku.
Perlahan, aku berjalan menuju tangga rumah Hatsune-san dan menaikinya.
Kemudian aku berpapasan dengan Kyori-san.
"Ah! Kaito-san. Kenapa?" tanya Kyori-san padaku.
"Umm.. Kyori-san, mamaku berkata aku harus mengantarkan ini pada Hatsune-san.." jawabku sembari menunjukan gaun yang ku bawa.
Kyori-sanpun mengangguk. "Kamar ana—" Aku pun mengangkat alis.
Nada bicaranya bar- ah paling hanya imajinasiku saja..
"..maksudku kamarnya ada di sana." katanya sembari menunjuk sebuah pintu di pojok lorong.
Akupun mengangguk dan berterima kasih pada Kyori-san, lalu akupun berjalan ke kamar Hatsune-san.
Miku's POV
Hmph!
Miku kau harus..
Kalau tidak.. bla..blah.
Siapa kau! Oh, ya dia mamaku..
Aku lupa. Ah, lupakan saja orang itu. Kenapa aku harus peduli?
Muak. Aku muak.
"Benar.., aku muak. Muak terhadap wanita iblis itu.." ucapku pada bayanganku di cermin.
Apa?
Tiba-tiba saja pintuku di ketuk oleh seseorang. Aku berani bertaruh itu si wanita itu lagi. Apa ia kurang puas memarahiku barusan.
"Hatsune-san?" seru seseorang sembari diikuti suara pintu kamarku yang di ketuk lagi.
Sebentar.. Bah.. ternyata si guru freak itu.
"Hatsune-san?"
Tidak, aku tidak akan membuka pintuku.
"Hatsune-saaaan?"
Lalala~ tidak, tidak akan membuka pintuku.
"Miku-chan?"
tidak aka—Crap! Mama!
"Ah.. iya sebentar!" balasku sembari berjalan ke pintuku.
Dengan cepat aku membuka pintu kamarku dan mendapati Guru freak itu berdiri di depanku persis. Hanya saja ia lebih tinggi.
"Oh.. kau. Dimana mamaku?" tanyaku dengan nada yang sinis.
"Err.. Kyori-san baru saja turun setelah tadi memanggilmu." jawabnya seperti anak kecil.
Tch.., Len memang lebih baik.
Aku pun mendecakkan lidahku. "Lalu?" tanyaku padanya. Ia pasti punya alasan untuk sampai ke depan pintu kamarku.
"Lalu?" Ia mengulangi perkataanku barusan.
"LALU? Apa yang kau inginkan?" tanyaku lagi dengan lebih sinis.
"Uh.. mm er..."
"Jadi?"
"I-ini.." Kata guru freak itu sembari menyodorkan... gaun?
"Ha?" Aku menatap gaun yang di bawa oleh guru freak itu dengan heran.
"Mamaku bilang, supaya kau mencobanya.." katanya lagi. Aku pun mengambil gaun itu dan menatapnya lagi.
"Uh...mmm kalo begitu.. aku ke bawah dulu.." kata guru freak itu yang kemudian langsung berlari menuju ke tangga.
Sekali lagi, aku hanya menatap gaun putih yang berada di tanganku sebelum masuk ke kamar dan mencobanya.
In-Chan : Minnaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa! Maafkan saia untuk tidak update lebih cepat! *bow*
Miku : NI CERITA MAKIN PARAH!
Kaito : ..
In-Chan : Maksud lu?
Miku : lu pasti tau..
In-Chan : Whatever.
Kaito : ...?
In-Chan : ..?
Miku : R&R.
Kaito : R&R~~~~
In-Chan : R&R! Cerita ini akan berlanjut! X333
