.

Just Like Now

By

Deushiikyungie

Cast :: Sehun/Kai, Kris/Kai, Kris/Sehun, Kai/Sehun, Kris/Sehun/Kai, dll...

Disclaimer :: para pemain milik diri mereka masing-masing, keluarga mereka dan agensi masing-masing. Author Cuma meminjam nama mereka.

Genre :: Family, lilt Romance, lilt humor

Summary :: Banyak yang ingin ia sampaikan tapi entah kenapa tiba-tiba saja lidah nya kelu dan sulit untuk bersuara. Yang keluar hanya bisikan lirih. "Miss you, my love..." lirihnya.

Warning :: Shonen-ai/BL dan sejenisnya, GS, penulisan sesuai keinginan author, OOC, GaJe... awas Typo...

a/n: saya mengambil sudut pandang dari ketiga main cast dan author pov. Jadi mian kalau sedikit membingungkan…

tidak suka? Jangan maksa baca... tinggal back ajah...

Happy riding,,,

.

.

.

-Author POV-

Sudah empat hari berlalu sejak satu hari khusus bagi keluarga Wu. Dan sepertinya ada yang berubah dari salah satu anggota keluarga Wu. Karena- ah tidak biasanya sang kepala keluarga –memaksa- pergi mengantar-jemput kedua putra kembarnya ke sekolah.

Yah.. sejak Kris kembali merasa bersalah karena ia berpendapat bahwa ia kembali me-nomor duakan anak-anak, duda tampan itu berpikir kalau sebaiknya setiap pagi ia mengantar Sehun dan Jongin ke sekolah setelah itu baru ia pergi ke kantor. Tapi, tentu saja ide itu di tolak mentah-mentah oleh Sehun dan gelengan keras dari Jongin. Mereka sudah terbiasa berangkat ke sekolah dengan sepeda, karena jarak dari rumah mereka dengan sekolah tidak terlalu jauh dan tidak melewati jalanan besar. Jadi aman jika bersepeda.

Ah, sepertinya kalimat 'tapi apa kuasa kami?' akan sering mereka gumamkan. Sehun dan Jongin tidak bisa menolak permintaan Kris yang ingin mengantar mereka ke sekolah setiap hari. Dan alasan 'Daddy hanya ingin menjadi ayah yang bertanggung jawab dan kalian tidak perlu khawatir jika teman-teman kalian mencemooh kalian. Karena Daddy tampan, pasti mereka akan kagum dengan Daddy...'. aah... protes sang anak: alasan konyol -komentar Sehun- dan yah, Daddy, ingat umur –seru Jongin-. Tentu saja diabaikan oleh Kris Wu.

So, iyain aja deh.

Setelah memastikan mobil sang Daddy menghilang dari kawasan sekolah, Sehun dan Jongin berjalan beriringan dengan santai memasuki gerbang SM High School. Dan seperti biasanya, mereka akan di antar oleh tatapan kagum, memuja, teriakan-teriakan centil dan lain-lain sebagainya dari yeoja maupun namja.

Oh, siapa yang tidak akan terpesona dengan paras kedua putra Wu ini. Bukan hanya paras mereka yang menawan tapi mereka juga memiliki nilai akademik dan non-akademik yang tinggi, alias pintar. Jadi siapa yang tak ingin mendekati dan menjadi bagian dari mereka?

SM High School adalah salah satu sekolah menengah populer di kalangan pelajar di Seoul. SM High School sama seperti kebanyakan sekolah pada umumnya namun ada satu perbedaan yang mungkin tidak dimiliki sekolah manapun. SM High School memiliki tiga gedung besar dan halaman yang sangat luas.

Gedung pertama adalah gedung sekolah menengah (sekolah Sehun dan Jongin), gedung kedua adalah gedung sekolah tinggi(SMA) dan gedung terakhir adalah gedung seni dan olahraga yang diapait oleh kedua gedung sekolah tersebut. Gedung yang menguhungkan dua sekolah itu. Bayangkan betapa luasnya sekolah yang memiliki fasilitas seni dan lapangan olahraga, baik indoor maunpun outdoor. Lengkap, karena SMA itu sendiri adalah sekolah khusus seni. Dengan nama tersendiri namun tetap bagian dari SM High School, yaitu SOPA High School.

Sekolah yang dimana dapat murid-murid SM high school masuki setelah mereka lulus. Namun tidak semudah itu mereka bisa masuk ke sekolah seni itu. Tentu ada berbagai tes dan murid-murid sekolah lain yang pastinya berebut untuk memasuki sekolah itu.

Baru beberapa langkah Sehun dan Jongin berjalan di lorong menuju kelas 3, tiba-tiba tubrukan yang lumayan keras di rasa oleh Jongin, hampir membuat ia limbung. Refleks Sehun langsung menarik tubuh Jongin kedalam dekapannya bersamaan dengan 'seseorang' yang menubruk tubuh kembarannya. Jadilah Sehun memeluk dua orang sekaligus dengan Jongin berada ditengah.

"Awwh! Yah,,," seru Jongin kaget.

"Ouuh.. ummh.. eh, Hai, Sehunnie hyung.." sapa 'orang' itu kikuk dan seketika merinding takut karena langsung berhadapan dengan wajah dingin Sehun didepannya. Tatapan tajam Sehun langsung membuat namja itu menciut.

Jongin mulai risih dengan dua orang yang kini menghimpitnya depan belakang, "Hey, bisa lepaskan aku? Tae, lepaskan tangan mu," ketus Jongin pada seseorang di belakangnya. Tae, lengkapnya Taehyung langsung melepaskan kedua lengannya yang tadi memeluk tubuh Jongin. Walaupun Taehyung sudah melepaskan pelukannya tapi Sehun masih kukuh memeluknya. Membuat Jongin meronta lebih keras.

"Sehun!" seru Jongin pelan tapi namja putih itu hanya menatapnya datar. Kemudian Sehun melepaskan tubuh Jongin, namun masih menatap datar kembarannya itu. Jongin pun langsung berbalik menghadap Taehyung.

"Yah! Bocah, kenapa kau menubruk ku seenaknya, eoh?" omel Jongin pada Taehyung.

Sedangkan yang kena omel malah terkekeh pelan, "Hehe.. reflex hyung. Aku merindukanmu," jawab Taehyung dengan cengiran andalannya.

"Rindu? Bodoh. Kita setiap hari bertemu,"

"Tapi hyung dan Sehun hyung sekarang diantar Kris ahjushii, aku jadi tidak ada teman berangkat sekolah dengan sepeda, hyung… apalagi Jungkook masih sakit. Aku kesepian Jongin hyuung…" rengek Taehyung bergelayut manja pada lengan Jongin.

"Jungkook masih sakit?" suara datar Sehun membuat ia ditatap takjub oleh Taehyung. "Berhenti menatapku seperti itu, Tae." Tegur Sehun.

Yang di tegur malah cengengesan dan langsung melepas pelukannya pada lengan Jongin karena Sehun menatapnya tajam.

Jongin hanya memutar malas matanya dan berbalik menuju kelasnya. "Sehun-ah, aku masuk dulu. Dan Tae, lebih kau segera pergi ke kelasmu." Ucapnya sebelum meninggalkan 2 orang yang menatapnya bingung.

Sehun langsung berjalan meninggalkan Taehyung yang masih dengan tatapan bingungnya. Setelah tak mendapati dua hyung nya itu, anak laki-laki itupun berlari menaikii tangga menuju kelasnya yang berada di lantai tiga.

#...#

Jam istirahat sudah berjalan 15 menit yang lalu. Jongin dan Taehyung tengah duduk di barisan kursi penonton di lapangan basket yang cukup luas. Memakan makanan yang sebelumnya mereka beli dan dengan santai menonton latihan anak-anak basket. Tidak hanya mereka yang menonton, melainkan hampir seluruh siswa SM high school menonton latihan pertandingan itu.

Jelas siapa yang ingin mereka lihat. Siapa lagi kalau bukan bintang sekolah, Wu Sehun? Tak hanya Sehun, para pemain basket yang lain juga banyak memiliki fans tapi tetap tak sebanyak Sehun. Walaupun ia bukan kapten.

Dengan gerakan cepat Sehun mendribble bola orange itu ke arah daerah lawan dan dengan mudahnya ia men-shoot dan tentu saja masuk. Sontak membuat suara gemuruh di lapangan basket itu. Untungnya outdoor, kalau indoor, pastinya semua siswa itu di usir karena terlalu heboh.

"Membosankan," gumam Jongin sedikit keras, membuat Taehyung di sebelahnya menoleh kearahnya.

"Bosan? Yak hyung, Sehun hyung tadi itu keren sekali! Uggh... aku ingin sekali menjadi seperti Sehun hyung... hebat bermain basket!"

"Apanya yang hebat dari basket? Hanya memantulkan bola, aku juga bisa," dumel Jongin.

Beberapa saat Jongin memejamkan matanya. Namun tiba-tiba ia tersentak keras karena dorongan pelan tangan Taehyung dibahunya. Kaget, tentu saja.

"Hyung. Hyung. Ottokhe?" tanya nya dengan wajah panik. Kenapa bocah ini?

"Kenapa?" tanya Jongin balik, setelah beberapa saat ia menenangkan tubuh nya yang tersentak tadi.

Taehyung tidak langsung menjawab. Matanya terlihat tidak focus dan bergerak tak tentu arah. Menandakan ia tengah bingung, cemas dan takut?

"Tea, ada apa? Kenapa kau seperti orang linglung begitu?" tanya Jongin lagi. Menahan kedua bahu namja di depannya dan memaksa Taehyung menatap wajahnya. Taehyung terlihat ragu untuk mengucapkan sesuatu. "Hyu- hyung, bagaimana ini? Ak- aku lupa mengambil ipod punya Jin hyung! Hyung, ottokhe?"

"Ipod? Punya Jin hyung?

"Ne, hyung~ aduh. Bagaimana kalau Jin hyung nanti bertanya dimana ipod-nya? Hyung tau sendiri, kemarin aku melempar ipod itu ke taman di samping kanan gedung sekolah Jin hyung? Hyungie… ottokhe? Apa yang harus aku lakukan? Jin hyung pasti marah padaku…"

"yah! Pabbo. Kenapa kau melemparnya ke sana? kau tau kawasan SMA itu dilarang dimasuki oleh siswa SMP?"

"Iya hyung. Aku juga tahu! Ta- tapi aku tidak sengaja melemparnya ke sana! Hyung, aku harus mengambil ipod itu… tap-tapi… hiks, hyung, ottokhe?"

Taehyung semakin gelisah dan bahkan ia hmapir menangis jika ia tidak sadar kalau mereka sedang berada di tempat ramai.

Terdengar helaan napas Jongin. Dengan lembut, ia usap lengan atas Taehyung, "Hey, bagaimana kalau aku membantu mu? Hyung akan membantu mu mencari ipod Jin hyung." Ucap Jongin yakin. Menatap mata sipit Taehyung yang juga menatapnya berbinar.

"Hyung, benarkah? Kau mau menolongku? Tap- tapi, hyung bilang sendiri kalau kita ti-" "Kita bisa masuk kesana dan mencari ipod itu jika kita tidak ketahuan. Tae, kau tau sendiri ipod itu adalah salah satu barang berharga milik Jin hyung?"

Sejenak Taehyung terdiam. Ia merasa bersalah sudah melempar benda yang sangat berarti bagi murid kelas 2 SMA itu. Kim SeokJin yang merupakan sahabat kakak sepupunya, Baekhyun. Ia takut jika Jin akan membencinya jika namja itu tau kalau ipod-nya hilang.

"Hyung… tapi, jika ketahuan bagaimana?"

"Sudah, kau tenang saja. Kita hanya mengambil ipod itu dan setelah itu kita kembali ke sekolah. Kita harus bergerak cepat. Ayo!"

"Tunggu dulu hyung! Lalu bagaimana dengan Sehun hyung? Kalau di tau-" " Sudah. Diamlah. Ayo cepat Tae! Sehun tidak akan tau dan dia tidak akan mencari kita. Dia sedang sibuk dengan bola jeruk itu."

Setelah ucapan Jongin yang terdengar jengkel itu, dua remaja yang terbilang manis itupun langsung pergi dari area lapangan basket. Tak menyadari jika sepasang mata tajam tengah menatap mereka. Hingga suara sang pelatih kembali mengalihkan perhatiannya pada latihan basket yang tengah berlangsung.

#…..#

"Apa ada yang tau kenapa Jin tiba-tiba pulang?"

Baekhyun mengalihkan mata sipitnya yang sedari tadi melihat buku novel di pangkuannya pada laki-laki yang juga memiliki mata sipit. Wajah khas namja itu menatap satu-persatu wajah teman-temannya, termasuk Baekhyun. Ah ya, sekarang mereka tengah bersantai di balkon lantai 2.

"Tidak. Tunggu, dari mana kau tau kalau Jin pulang, Woohyun? Kapan dia pulang?" yeoja manis di sana bertanya penasaran.

"Luna, kau tak tau Jin pulang? Kau kan satu kelas dengan nya. Baek, jangan bilang kalau kau juga tidak tau kenapa Jin tiba-tiba pulang saat bel istirahat tadi berbunyi?" Jonghyun bertanya saat namja yang ia sebut menatap bingung kearahnya. "Tidak. Aku tidak tau. Memangnya kenapa dia tiba-tiba pulang?"

"Ntah lah, aku juga kurang tau. Tapi yang aku dengar dari Hyerin, SeokJin di panggil Choi saem dan setelahnya aku melihat dia berlari tergesa-gesa di halaman depan. Yang dipikiranku, pasti dia pulang. Soalnya dia juga membawa tasnya," jelas Woohyun panjang lebar.

"Pulang? Mungkinkah.." gumaman Baekhyun ternyata terdengar oleh Jonghyun yang duduk di sampingnya. Tapi saat Jonghyun akan bertanya, seruan Woohyun terdengar.

"Hei, bukankah itu Jongin? dan… Taehyung? Apa yang mereka lakukan di sana?"

Sontak mereka yang ada di balkon lantai dua langsung mengarahkan pandangan mereka pada dua orang yang disebutkan Woohyun. Baekhyun yang duduk lumayan jauh pun langsung berdiri dan dengan seenaknya menggeser tubuh kecil Luna. "Yah, Baekhyun!"

Baekhyun menghiraukan protesan Luna dan mata sipitnya langsung menatap tajam sang adik sepupunya dan seseorang yang ia klaim sebagai adiknya. "Taehyung, Jongin! apa yang kalian lakukan disana? Kenapa bisa masuk ke sini?" tanyanya. Tak keras, tapi ia yakin dua bocah smp itu mendengarnya.

"Yeoh! Bebaek hyung! Haiii…" sapa Taehyung sambil melambai. Jongin yang melihatnya seperti itu langsung saja ia melempar remaja dengan rambut caramel itu dengan ranting kayu. "Yah! Jongin hyung. Kenapa kau melemparku dengan kayu?" serunya kaget.

"Berisik Tae! Kalau kita ketahuan, bisa-bisa kita di tangkap dan di bawa ke kepala sekolah!" seru Jongin kesal. Lalu ia mendonggakkan kepalanya kearah Baekhyun dan teman-temannya. "Sunbaedeul! Ssshht…. Diam ya!" Serunya sedikit keras. Satu jemarinya menempel di bibir tebalnya, mata bulat itu menyipit, menandakan agar mereka semua diam.

Membuat mereka cengo dengan tingkah Jongin. Tanpa menghiraukan reaksi para siswa sma itu, Jongin kembali mencari benda yang menjadi alasan kenapa ia dan Taehyung bisa berada di kawasan SOPA high school. Kawasan terlarang bagi murid SM High School masuki saat jam sekolah.

Beberapa menit setelahnya, Jongin merasa memegang sesuatu dan saat ia menggangkat benda itu, wajahnya berubah cerah. Dengan spontan ia berteriak senang.

"Yah! Taehyung ah! Aku menemukannya- ee..eh!"

Karena berdiri tiba-tiba, membuat keseimbangan tubuhnya berat kebelakang dan alhasil Jonginpun jatuh ke belakang, terlebih pijakan kaki yang menjadi tempat ia menumpu tubuhnya bergeser.

"Huaaa!"

"Eh, jongin hyung!"

whyuuung

Hap!

Eh?

Tunggu, aku tidak jatuh ke tanah kan? Ha ha ha- kenapa rasanya hangat? Apa aku di peluk? Pikirnya heran.

"Kau tak apa?"

Deg.

Terdengar suara berat tepat di atasnya. Suara seorang namja? Tunggu, apa Jongin menutup matanya? Ah, sepertinya begitu. Mungkin karena saat jatuh tadi ia reflek menutup matanya.

Perlahan, kelopak mata itu terbuka. Memperlihatkan oniks indah yang polos. Jongin tertengun. Tepat di depannya wajah rupawan dan mata bulat tengah menatapnya khawatir.

Berkedip beberapa kali, akhirnya Jonginpun sadar. "A- aku tidak apa-apa," jawabnya pelan.

"Kau yakin? Wajahmu pucat," gumam namja itu.

"Eoh, bena-"

"Jongin hyung!"

Belum selesai Jongin bicara, Taehyun sudah berteriak padanya. Berjalan tergesa-gesa kearah Jongin dan namja yang masih memeluknya. Eh? Peluk?

"Ah! Bi- bisakah kau lepaskan aku?" ucap Jongin pelan.

"Eh, oh. Ya." Perlahan namja itu melepas tubuh Jongin hingga Jongin berdiri tegak dan mengambil dua langkah ke belakang, menjauh. Membuat namja tinggi itu sedikit bingung.

"Hyung! Hyung, kau tidak apa-apakan? Kau terluka? Hiks, hyung… mianhae…" tanya Taehyung langsung setelah ia sampai di tempat Jongin. Memeriksa seluruh tubuh sang hyung dengan teliti dan entah kenapa ia tiba-tiba mengangis. Membuat dua namja itu heran dan bingung.

"Tae, hyung tidak apa-apa. Kenapa kau menangis, eoh?" jawab Jongin heran.

"Hiks, habisnya hyung membuatku takut! Kau tiba-tiba jatuh seperti tadi. Aku kaget hyung,"

"Bodoh. Aku baik-baik saja. Ini Ipod nya."

"Hwaaaahh… akhirnya ketemu juga! Hehe gomapta hyungiee.."

Mereka sibuk sendiri, menghiraukan namja tinggi yang masih diam berdiri di samping mereka dan Baekhyun serta teman-temanya yang masih memandang mereka dari atas. Sedikit menjulurkan tubuh mereka untuk melihat tiga orang di bawah sana karena tertutup lantai balkon.

"Hei, kenapa kalian bisa ada disini?"

Suara berat namja tinggi itu membuat dua remaja itu kaget. Hampir mereka melompat ke belakang saking terkejutnya.

"Ah.. itu.. kami ingin mencari Ipod ini. Eh, tunggu. Sepertinya aku pernah melihat mu?" tanya Jongin. ia mulai mengingta-ingat kapan dan dimana ia pernah melihat- ah tepanya bertemu dengan namja tinggi di depannya ini.

"Humm, sepertinya kita pernah bertemu? Di.. di supermarket?" jawab namja itu ragu-ragu.

"Ah! Ya. Hyung yang waktu itu kesulitan mengambil kotak susu kan? Aku ingat! Loh, hyung sekolah disini?"

"Ya. Aku sekolah disini. Aku baru masuk tadi pagi. Hehee…."

"Hyung, kau kenal dengan orang tinggi ini?"

"Ya, Tae. Aku pernah menolongnya mengambil kotak susu karena tangannya patah."

"Err.. sebenarnya tanganku tidak patah. Hanya terkilir dan sekarang sudah sehat,"

"Oh, begitukah? Ap-"

-Teeeett dug teeeett dug-/?

Tiba-tiba saja terdengar bunyi alarm di jam tangan Jongin, memotong begitu saja kata-kata Jongin. Sontak kedua remaja itu terdiam dan sesaat kemudian memekik kaget. Baru teringat sesuatu!

"Kyaaa! Hyung!"

"Kyaaa! Tae! Kita harus cepat kembali ke sekolah!"

Teriak mereka bersamaan. Membuat namja tinggi itu dengan cepat menutup telinga lebarnya.

"Yah! Tunggu dulu, hei,"

Menghiraukan panggilan namja tinggi itu, Jongin dan Taehyung dengan cepat berlari dari taman di belakang gedung SOPA yang sepi. Meninggalkan namja tampan dengan tubuh tinggi itu sendirian, menatap mereka aneh dan bingung.

Kembali pada Baekhyun dan yang lain. Mereka tak lagi berhimpitan melihat ke bawah karena dua orang yang mereka lihat tadi sudah pergi.

"Aku heran. Darimana mereka bisa masuk ke sekolah ini? Bukankah gedung SM high school berada jauh dan dipisahkan oleh gedung seni?" tanya Luna heran.

"Kau benar, aku juga penasaran. Tapi yang aku tahu hanya mereka dan Sehun saja yang bisa masuk ke sekolah ini di waktu jam sekolah." Sahut Jonghyun.

"Baek, kau tau bagaimana mereka bisa masuk ke lingkungan sekolah kita?" tanya Woohyun pada Baekhyun yang sedaritadi diam.

"Tidak. Dan mereka tidak mau menjawab saat aku bertanya bagaimana mereka bisa masuk ke sekolah ini," jawab Baekhyun. Sedkit kesal.

"Haaa… aku jadi teringat kejadian tiga bulan yang lalu. Dan itu semua karena ulah duo Wu bersaudara itu." Gerutu Luna.

"Khekeke, Luna. Seharusnya kau senang karena waktu itu kita tidak jadi ulangan." Balas Woohyun.

"Hahaha… kau bernar woohyun-ah, karena mereka seenanknya masuk dan berjalan bak model di lorong kelas tiga, membuat sebagian besar siswi di sini heboh karena kedatangan 2 Wu kembar itu," jelas Jonghyun. Bertepuk tangan dengan Woohyun.

Baekhyun hanya diam melihat teman-temannya yang bercerita tentang kejadian beberapa bulan lalu. Ahh.. tunggu- ada mengganjal dipikirannya. "Hei, apa kalian melihat pemuda tinggi tadi? Siapa dia?" tanyanya membuat ketiga orang itu beralih menatapnya.

"Oh, yang di bawah tadi? Dia kalau tidak salah…. Ah! Dia murid baru di kelas 1-2. Dia baru masuk hari ini bersama Kim Jongdae, anak baru itu di kelas mu, Baek." Jawab Woohyun.

"Murid baru juga?"

"Ya. Dan namanya adalah Park Chanyeol."

.

.

.

Tbc/end?

Maaf untuk update yang terlalu lama dan pendekkah? Gak nyangka banyak yang tau kalo namja tinggi itu Chanyeoll. Pinteeerr/plak

Lagi susah cari ide dan tugas kuliah menumpuk. Terlebih saya kena writeblock... ah, tau lah apa namanya... bikin saya mupeg sendiri... huhuu T.T

Ada yang mau incest, tapi ada juga yang gak. Jadi bingung nih? Maunya apa? Saya mah maunya Kyungsooo/plaklagi

Dan untuk cast, saya cuma ambil yang penting2 saja/? Tetep main cast Kris, Jongin, Sehun dan tambah satu lagi. Pasti tau siapa? Coba tebak dan saya open request bagi yang menjawab bener...

Dan maaf untuk chap ini yang terasa aneh dan hunkai dikit yaa? jujur feel nulis saya lagi pindah-pindah dan saya sulit untuk menangkapnya/? Jadinya banyak ff yang terbengkalai. Apalagi ff hankai. Itu beneran feelnya ilang mendadak dan gk tau mau cari dimana? Maaaap.. /mulaisintingsaya

Maap tak bisa balas review u_u but, thanks for read, review, fav and folw... ^^

Thanks to; Keys13th, tak dikenal, Ftafsih, Kyukyuhanchun, TaeKai, novisaputri09, Guest, wanida, kthk2, geash, KaiNieris, dhantiee, Exofanfic'rae, Kim bii... dan yang chapter sebelumnya.. gomawoo..^^

Review reader bikin saya semangat untuk melanjutkan cerita, so?

Review juseyeo...

Annyeong~