Desclaimer : Super Junior milik SMEnt, orang tua, keluarga, kerabat dan diri mereka sendiri. Fic ini milik HwiKa.

Rate : T

Pair : YeKyuSung

Cast : Super Junior member

Genre : Crime, Drama, a lil bit Romance

Warning : BL/Yaoi, OOC, Typo's, Aneh, dan kekurangan lainnya.

.

.

Don't Like Don't Read!

.

.

.

Terlihat beberapa orang berseragam hitam tengah berjalan mondar-mandir. Dan dengan serempak mereka terbelalak ketika mendengar suara alarm. Hanya satu yang ada dipikiran mereka.

Pencuri.

Semua berebut masuk ke gedung untuk menangkap sang pencuri, menyisakan seorang namja manis yang terdiam di tempatnya. Terlihat jelas diwajahnya kalau dia tengah mengkhawatirkan sesuatu.

Dia pun ikut berlari, namun dengan arah yang berlawanan dari para polisi lain.

.

.

.

"Sial!" umpat Kyuhyun.

Dia segera mengambil permata Sapphire tanpa ragu dan melompat ke lantai. Tak di pedulikannya lagi kalau sekarang dirinya telah menyentuh banyak sinar infrared. Toh dia telah ketahuan, pikirnya.

Dia membuka sepatu dan sarung tangan magnetnya dengan cepat, menyambar ranselnya yang tadi dia geletakkan di lantai dan langsung berlari meninggalkan ruangan itu.

"Ck."

Kyuhyun kembali mengumpat karena jalan keluar rahasianya harus menggunakan kode akses. Diambilnya alat pelacak dari ranselnya dan langsung mengetikkan tombol password. Pintu terbuka perlahan. Kyuhyun menutup pintunya dan langsung berlari menuruni tangga.

DOR!

Kyuhyun tak lagi mempedulikan suara tembakan yang ditujukkan padanya. Dia menoleh kebelakang terdapat 3 orang polisi yang mengejarnya.

Terlihat sebuah pintu didepannya yang membuatnya sedikit bernafas lega. Dia segera menyambar kenop pintu. Terkunci.

"Sial!"

Kyuhyun terjebak. Dia segera membalikkan badannya dan melihat ketiga polisi tersebut telah menodongkan pistol padanya. Kyuhyun mengangkat kedua tangannya dan maju perlahan kearah polisi-polisi itu. Ditundukkan kepalanya.

Kyuhyun menyerah?

Kaki kanannya yang panjang itu langsung melayang kearah ketiga polisi secara tiba-tiba membuat mereka membelalakkan mata.

PRANG!

Tendangan Kyuhyun tadi berhasil menjatuhkan ketiga pistol itu sekaligus.

Buagh!

Kyuhyun menendang pipi mulus seorang polisi.

Bugh!

Dan kini sebuah hantaman dari kepalan tangannya yang mengenai perut polisi lainnya.

Seorang polisi dibelakangnya menangkap pergerakan Kyuhyun.

DUAGH!

Dengan sikunya Kyuhyun menghantam polisi yang mendekapnya itu.

Tak bermaksud melukai para polisi itu, dengan cepat Kyuhyun mencari kunci serba guna miliknya dan langsung membuka pintu keluar.

Kyuhyun sedikit kaget saat dia baru saja membuka pintu dan seseorang langsung menarik lengannya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun menghentakkan tangan milik namja yang menariknya itu.

"Aku akan membantumu melarikan diri. Ayo cepat! Kita tak punya banyak waktu."

Kyuhyun menatap sosok Yesung yang terlihat panik di depannya.

"Mana seragammu?" tanya Kyuhyun yang masih diam ditempatnya.

"Aish, kenapa kau masih sempat menanyakan hal bodoh begitu. Ayo cepat lari," seru Yesung gusar.

Yesung kembali menarik lengan Kyuhyun untuk berlari bersamanya.

DOR!

Sebuah peluru melesat tepat disamping tubuh Kyuhyun.

"BERHENTI KALIAN BERDUA!" teriak salah seorang polisi yang mengejar mereka.

"Kesini."

Yesung membawa Kyuhyun ke sebuah lorong gelap hingga mereka terjebak dengan sebuah dinding yang menghalangi jalan mereka.

DOR!

Suara tembakan kembali menyapa indera pendengaran mereka.

"Tali! Keluarkan tali!" seru Yesung panik.

Kyuhyun melempar tasnya asal ke arah Yesung dan membalikkan badan menatap beberapa polisi yang telah mengepung mereka. Dia melangkah mundur dan mendekat pada Yesung, mendekatkan kepalanya pada telinga Yesung.

"Ambil masker di tasku. Tutupi wajahmu," bisik Kyuhyun.

Kyuhyun kembali pada posisinya. Matanya -yang hanya terlihat karena wajahnya tertutup masker- mentapa tajam pada 4 polisi disana.

"Menyerahlah!" seru seseorang dari mereka.

Kyuhyun tetap bergeming di tempatnya mencoba mencari celah untuk menjatuhkan pistol-pistol itu.

DOR! PRANG!

Kyuhyun sedikit kaget melihat peluru yang mengenai tangan salah satu polisi disana, menyebabkan pistol di tangannya jatuh dan darah mengucur deras dari pergelangan tangannya. Serempak ketiga polisi lainnya menodongkan pistol mereka ke arah Yesung.

Kyuhyun tak menyiakan kesempatan ini. Para polisi itu lengah terhadap pergerakannya membuat Kyuhyun dapat dengan mudah mendekat ke arah mereka.

Ditendangnya pistol di tangan salah satu polisi dengan kaki kanannya. Dan dengan cepat kaki kirinya ikut bermain menghantam tengkuk polisi tadi.

DOR!

Satu polisi lagi jatuh terkena tembakan Yesung.

Bruk!

Yesung terjatuh di tempatnya, kakinya lemas, pistol dalam genggamannya terlepas begitu saja, tubuhnya pun bergetar. Kyuhyun menoleh ke arah Yesung sekilas.

DOR!

Sebuah peluru melesat menuju ke arah Yesung. Kyuhyun membelalakkan matanya dan langsung berlari.

Yesung terhenyak saat melihat Kyuhyun yang tiba-tiba berlutut di depannya. Kedua tangannya bertumpu pada pundak Yesung.

"Gwenchana?" tanya Kyuhyun lemah.

Yesung mengangguk ragu.

"Uhuk."

Yesung terbelalak saat melihat cairan merah yang keluar dari mulut Kyuhyun. Hatinya kembali diselimuti rasa cemas. Tubuh Kyuhyun melemas dan terjatuh.

Yesung menatap satu-satunya polisi disana yang terdiam ditempatnya. Ditatapnya tajam polisi itu. Dia mengambil kembali pistol yang tergeletak di sampingnya dan mengarahkannya tepat ke tubuh polisi itu.

DOR! Bruk!

Yesung kembali mengalihkan perhatiannya pada Kyuhyun setelah memastikan polisi yang dia tembak tadi tak lagi bergerak.

Dia mengangkat tubuh Kyuhyun dengan susah payah.

"Uhuk."

Kyuhyun kembali mengeluarkan darah dari mulutnya.

"Kyuhyun-ah, bertahanlah. Aku akan membawamu pergi dari sini," ujar Yesung panik.

Tanpa disadari, air mata telah mengalir membasahi masker yang menutup wajah Yesung.

Kyuhyun dengan sekuat tenaga mencoba bangkit. Dia berjalan tertatih meninggalkan Yesung yang masih berlutut ditempatnya. Kyuhyun mengeluarkan tali dari dalam ranselnya dan melemparkan kaitnya ke puncak dinding di depannya.

Yesung masih terdiam ditempatnya. Tubuhnya gemetar. Dia takut. Dia khawatir.

Ditatapnya terus punggung Kyuhyun yang tak berhenti mengalirkan darah. Yesung menggigit bibir bawahnya melihat luka tembak yang didapat Kyuhyun untuk melindunginya. Air matanya tak juga berhenti mengalir. Dia merasa bersalah. Sangat bersalah.

Kyuhyun kembali berjalan mendekat pada Yesung dan berlutut di depannya.

"Uljima," ujar Kyuhyun lemah.

Yesung dapat mendengar deru nafas Kyuhyun yang mulai tak teratur.

Kyuhyun membuka masker yang menutupi wajah Yesung dan menangkup wajah mungil itu dengan kedua telapak tangannya. Dihapusnya aliran air mata di pipi Yesung dengan lembut.

"Gwenchanayo," ujarnya memastikan kalau dirinya baik-baik saja.

"Mianhae, ini salahku..."

"Pakai seragammu lagi, kembalilah menemui rekanmu yang lain. Akan sangat mencurigakan kalau kau tiba-tiba menghilang. Isi kembali pistolmu dengam peluru yang penuh," ujar Kyuhyun yang masih sempat-sempatnya memberikan petuah pada Yesung ditengah keadaannya yang seperti ini.

Kyuhyun menepuk pelan kepala Kyuhyun dan beranjak untuk pergi.

"Aku ikut denganmu," ujar Yesung yang menahan lengan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Yesung tajam, "Jangan bodoh. Mereka langsung akan mencurigaimu! Aku pergi!"

Kyuhyun berjalan mendekati dinding dimana talinya telah terikat kuat. Dia memanjat tali itu perlahan dan duduk di atas dinding itu setelah mencapai puncaknya. Digulungnya tali itu yang kemudian dia masukkan kedalam ransel. Dia melirik ke arah Yesung yang masih terdiam ditempatnya dan memandanginya itu.

Kyuhyun mendengus. Dia merogoh saku jaketnya, mengeluarkan sebuah kartu dan melemparkannya kepada Yesung. Kyuhyun pun melompat ke sisi lain dari dinding itu.

Dia meringis kesakitan saat berpijak di tanah setelah melompat dari dinding yang tinggi tadi. Kakinya yang menahan seluruh berat tubuh serasa menyalurkan bebannya melalui urat dalam tubuhnya pada lukanya hingga terasa sangat sakit. Dia mencoba mengabaikan rasa sakitnya dan berdiri perlahan.

Kyuhyun menghela nafas lega saat melihat mobilnya yang terparkir tidak jauh dari tempatnya saat ini. Tanpa membuang waktu, Kyuhyun langsung menuju mobilnya.

.

.

.

"Yesung-ah, gwenchana?" tanya Leeteuk yang melihat Yesung terduduk lemas.

Leeteuk melihat beberapa polisi lainnya yang tergeletak dengan luka tembak dan wajah memar.

Yesung menunduk dan menggigit bibir bawahnya. Dia menatap kedua tangannya. Tangannya yang telah melukai rekannya sendiri hanya untuk menyelamatkan seorang penjahat.

Yesung tak habis pikir. Hilang kemana prinsipnya selama ini? Kenapa dia bisa terjebak dengan seorang penjahat seperti Kyuhyun? Dan kenapa dia malah membantunya? Kenapa?

Yesung sungguh tak tahu alasan dari tindakannya yang telah menyimpang ini. Dia merasa Kyuhyun punya pengaruh yang kuat sehingga dia menjadi lupa diri. Atau mungkin yang dilakukannya ini hanyalah sebatas balas budi?

"Yesung-ah, apa kau terluka?"

Suara Leeteuk membuyarkan lamunan Yesung.

"Gwenchana," ujarnya pelan.

Yesung kembali mengangkat wajahnya. Ditatapnya Leeteuk yang tengah memeriksa keadaan polisi lainnya.

"Baguslah."

Yesung terus menatap Leeteuk. Dia heran karena Leeteuk tidak mencurigainya sedikit pun. Kenapa?

Ya, Yesung telah memakai kembali seragamnya dan mengisi penuh peluru pada pistolnya. Dia tahu dengan jelas apa maksud dari pertanyaan Kyuhyun. Ini untuk membuktikan alibinya. Dan Yesung sedikit melakukan hal ekstrim untuk menguatkan alibinya. Dia membenturkan dahinya sendiri ke dinding dengan cukup keras sehingga berhasil mengalirkan darah.

"Ayo kembali. Kita perlu menghubungi ambulans untuk segera membawa beberapa polisi yang terluka. Dan kita perlu mengobati lukamu."

Leeteuk membantu Yesung untuk berdiri dan mereka pun meninggalkan lorong yang menjadi saksi dari kebohongan seorang Kim Jongwoon.

.

.

.

BRAK.

Kyuhyun membuka pintu dengan keras sehingga seorang pemuda didalamnya terlonjak kaget.

"YA! Tak bisakah kau sopan sedikit!" teriak Lee Donghae.

Kyuhyun terus berjalan lemah ke arah Donghae.

"Kau... baik-baik saja?" tanya Donghae ragu. Dia dapat melihat jelas keadaan Kyuhyun yang jauh dari kata baik. Donghae segera berlari dari meja kerjanya untuk menopang tubuh Kyuhyun yang akan segera terjatuh.

Donghae semakin panik melihat luka yang ada di punggung Kyuhyun yang sekarang tak sadarkan diri.

Dia menggendong tubuh Kyuhyun dan membawanya ke ruang operasi khusus.

.

.

.

Yesung terdiam di tempat duduknya dengan terus menatap pemuda yang tengah terbaring lemah dikasurnya. Entah apa yang dia pikirkan sampai tak bisa melapaskan pandangannya dari sosok Kyuhyun.

"Jangan memandangku seperti itu!" ujar Kyuhyun yang merasa jengah dengan aktifitas Yesung selama hampir 15 menit sejak dia datang.

Yesung sekarang tengah berada di kamar apartemen milik Kyuhyun. Bagaimana bisa?

"Aku hanya heran, kenapa kau memberikanku alamatmu kemarin?"

Kyuhyun mengerling, "Kupikir kau pasti akan merasa bersalah dan tak tahu harus mencariku kemana."

Yesung mempoutkan bibirnya.

"Memang apa yang kau harapkan?" tanya Kyuhyun yang melihat Yesung sepertinya merasa tak puas dengan jawabannya tadi.

"Molla," Yesung mengangkat kedua bahunya.

Keduanya kembali terdiam dan Yesung kembali menatap Kyuhyun.

"Kenapa kau membantuku?"

Yesung terhenyak mendengar pertanyaan dari Kyuhyun. Dia benar-benar tak tahu harus menjawab apa. Dia hanya melakukan apa yang ingin dia lakukan.

"Lalu kenapa kau menyelamatkanku?" Yesung membalikkan pertanyaan.

"Aku tak ingin melibatkanmu dalam masalahku," ujar Kyuhyun yang membuat Yesung mengerutkan keningnya.

"Maksudnya?"

"Dasar bodoh. Pikirkan sendiri!"

Kyuhyun menghela nafas dan memejamkan matanya.

Yesung menarik kursinya untuk lebih mendekat pada Kyuhyun. Tangannya terulur untuk kembali membelai helaian coklat Kyuhyun yang entah kenapa terlihat sangat menggodanya untuk melakukannya.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun tanpa membuka matanya.

"Biarkan aku melakukannya."

Hening kembali tercipta di antara keduanya. Kyuhyun yang mencoba beristirahat dan Yesung yang kembali berpikir keras.

"Aku tak tahu kenapa aku melakukan semua ini. Aku hanya ingin melakukannya. Saat aku tahu kalau kau yang akan mencuri permata itu, hatiku langsung bertolak belakang dengan pekerjaanku. Aku tak ingin kau tertangkap. Aku benar-benar tak ingin melihatmu tertangkap."

Kyuhyun membuka matanya kembali dan menatap Yesung.

"Kau semakin mempertebal topengmu. Kau itu polisi. Tak seharusnya kau melakukan itu!"

Yesung menatap Kyuhyun tajam, "Kau yang membuatku melakukannya!"

"Apa maksudmu? Jangan bilang karena kau mengenalku jadi kau menyelamatkanku. Aku tak suka!"

Yesung terdiam. Mungkin benar apa yang dikatakan Kyuhyun.

Dia melakukannya karena dia mengenal Kyuhyun.

Tapi, benarkah begitu?

"Cih," Kyuhyun mengalihkan tatapannya dari Yesung.

"Sebelumnya aku tidak seperti ini," ujar Yesung lirih membuat Kyuhyun kembali menatapnya.

Yesung menarik tangannya dari helaian Kyuhyun dan menundukkan kepalanya.

"Aku sungguh menyukai pekerjaanku. Aku mengambil pekerjaan ini karena aku ingin menegakkan kebenaran. Aku ingin memberantas seluruh kejahatan yang ada. Kau tahu kenapa aku menyewamu untuk membunuh Kim Youngwoon?"

Yesung mengangkat wajahnya kembali dan membalas tatapan Kyuhyun.

"Dendam pribadi?" tebak Kyuhyun asal.

Yesung terhenyak, "Ya, aku akui hal itu merupakan faktornya sebagian."

"Sebagian?"

"Dia itu saudara tiriku. Tapi kami tak pernah akur satu sama lain, bahkan bisa dibilang saling membenci. Aku muak melihat tingkah lakunya. Dia mengambil seluruh perhatian kedua orang tuaku."

"Kau anak angkat?"

"Dia yang anak angkat! Dia benar-benar memuakkan! Dia mengambil seluruh harta orang tuaku untuk berjudi. Aku mengatakan hal ini pada kedua orang tuaku tapi mereka tak pernah percaya."

"Kau tak menunjukkan bukti?"

"Aku sudah menunjukkannya! Dan mereka malah mengancamku jangan sampai aku memasukkannya ke penjara. Orang tuaku tak pernah bersikap seperti itu padaku. Sebenarnya yang anak angkat itu siapa?"

Kyuhyun bangkit dari tidurnya, dia mengambil gelas air minumnya dan memberikannya pada Yesung.

"Minumlah. Tenangkan dirimu."

Yesung mengangguk dan meminumnya, "Gomawo."

Kyuhyun meletakkan gelasnya kembali.

"Tak usah di teruskan kalau kau tak sanggup," ujar Kyuhyun pelan.

Yesung menggeleng, "Aku ingin memberitahumu kalau aku tidak se-HINA yang kau pikirkan."

Kyuhyun terhenyak. Sebersit rasa sakit tertorehkan dihatinya.

"Kau tahu, setelah hal itu dia semakin semena-mena. Dia masuk ke dalam anggota parlemen. Mendapatkan kedudukan yang tinggi dengan mengandalkan uang. Dan yang paling memuakkan adalah dia mengambil hak rakyat! Dia korupsi! Sebagai seorang polisi aku benar-benar tak terima! Aku tak mungkin menyeretnya ke penjara. Kedua orang tuaku pasti akan membunuhku saat itu juga."

"Kau lemah hanya karena orang tuamu? Cih!"

"Aku menyayangi mereka berdua walaupun mereka tak pernah memperlakukanku dengan baik."

Kyuhyun merasa kesal sekarang, dia merasa Yesung benar-benar bodoh karena harga dirinya mau saja diinjak-injak seperti itu.

"Aku tak punya cara lain selain membunuhnya dengan tangan orang lain."

Yesung kembali menundukkan kepalanya.

"Aku sangat membenci kejahatan. Aku benar-benar membenci orang-orang jahat di muka bumi ini. Tapi aku benar-benar tak tahu kenapa aku membantumu. Aku merasakan seperti mempunyai seorang adik kecil yang sangat kusayangi dan aku membiarkannya menyebrangi jalan sendiri."

"Kau menyukaiku, eoh?"

"MWO?" Yesung langsung mengangkat kepalanya menatap Kyuhyun yang baru saja mengeluarkan sebuah pertanyaan atau mungkin sebuah pernyataan kerena sekarang jantungnya bedetak sangat cepat.

"Kau mau menyangkalnya? Atau kau tak sadar dengan perasaanmu? Bagaimana bisa kau membantuku padahal kita baru kenal selama beberapa hari, selain karena kau tertarik padaku?"

Yesung terdiam, dia menyadari kalau dia tertarik dengan namja di depannya itu. Tapi tertarik belum tentu suka kan? Lagipula...

"AKU INI NAMJA!" teriak Yesung kesal.

Yesung bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Kyuhyun.

BLAM.

Pintu kamar Kyuhyun di tutup dengan Yesung.

Kyuhyun terus menatap pintu itu.

Yesung tak menyadari adanya seringai tipis di bibir Kyuhyun sejak tadi dia berteriak kesal. Yesung sungguh melewati satu hal langka.

.

.

.

Yesung berjalan dengan terus-menerus menggerutu.

"Apa-apaan itu! Aku menyukainya? Yang benar saja? Aku ini namja! Dan dia juga namja! Kalau dia yeoja sih tak masalah berkata begitu!"

Terlihat sebuah mobil sedan silver berhenti disampingnya. Kaca mobil itu terbuka perlahan yang memperlihatkan sosok Leeteuk di kursi kemudi.

"Yesung-ah, sedang apa kau disini?"

"Aku... dari rumah teman."

"Masuklah."

Yesung mengangguk dan membuka pintu penumpang.

"Gomawo, hyung," ujar Yesung setelah duduk nyaman disamping Leeteuk yang kembali menjalankan mobilnya.

"Baru saja aku ingin menyuruhmu untuk datang ke kantor," ujar Leeteuk dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya.

"Kenapa lagi?"

"Ada tugas untukmu."

Leeteuk menepikan mobilnya dan berhenti. Dia mengambil notebooknya yang ada di kursi belakang dan membuka layarnya. Jemarinya dengan terampil mengetikkan sesuatu dan membuka beberapa file. Diserahkannya notebook itu kepada Yesung.

"Kim Ryeowook. Tentu kau tahu dia penyanyi yang tengah naik daun sekarang. Dan dia menjadi korban penculikan."

Yesung menatap Leeteuk tak mengerti, "Lalu, apa hubungannya dengan file disini?"

"Copy datanya. Kau harus melacak dimana tempat Kim Ryeowook diculik."

"MWO? Bagaimana aku bisa? Maksudku... bagaimana caranya?"

"Makanya aku menyuruhmu meng-copy datanya."

"Ini data apa?"

"Beberapa hasil penyelidikan terakhir dari beberapa saksi mata. Kemungkinan besar lokasinya ada di hutan. Kau fokuskan saja melacak daerah hutan."

Yesung melengos, "Hyung pikir hutan cuma ada satu, eoh?"

"Itu yang harus kau lakukan!"

Yesung berdecak kesal, "Kenapa harus aku?"

"Lalu siapa lagi? Hanya kau yang free, Yesung-ah. Yang lain sudah punya tugas masing-masing."

Dengan berat hati Yesung menyalin data dari notebook Leeteuk ke flashdisk miliknya.

"Kurasa kita tak perlu ke kantor. Kau mau pulang atau kemana?"

"Kembalikan aku ke tempat tadi!"

Leeteuk mengerutkan dahinya, namun kembali memutar arah mobilnya tanpa banyak bicara.

"Gomawo, hyung."

Yesung turun dari mobil Leeteuk dan kembali memasuki bangunan tinggi nan mewah didapannya.

Dengan wajah tertekuk, Yesung berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun, menunggu sang pemilik membukakan pintu untuknya.

"Ada barangmu yang tertinggal?" tanya Kyuhyun begitu membuka pintu dan melihat sosok Yesung.

"Anni..." jawab Yesung yang menerobos masuk ke dalam membuat sang pemilik sedikit merutukinya.

Yesung duduk di sofa ruang tamu Kyuhyun, "Apartemen ini terlalu besar untuk ditinggali sendiri olehmu."

Kyuhyun ikut duduk di sisi lain, "Lalu kau mau tinggal disini, eoh?"

"MWO? Aku tidak berkata seperti itu!" bantah Yesung cepat sebelum Kyuhyun kembali mengeluarkan kata-kata aneh seperti sebelumnya dengan menggunakan wajahnya yang datar itu. Ekspresi datar Kyuhyun itulah yang membuat Yesung kesal. Bagaimana tidak, kalau semua perkataan anehnya itu seakan-akan menjadi benar adanya dengan ekspresinya seperti itu.

Yesung mencoba membuang jauh-jauh pemikiran itu dan mencoba fokus pada tugasnya kali ini.

"Boleh kupinjam komputermu?" tanya Yesung ragu.

"Hm, pakai sesukamu," jawab Kyuhyun beranjak dari duduknya untuk kembali ke kamar.

"Gomawo..."

Yesung langsung duduk di depan komputer yang terletak di ruang tengah dan mulai menghidupkannya. Namun dahinya berkerut melihat tampilan lain yang ditampilkan di layar komputer tersebut.

Yesung kembali beranjak dari duduknya untuk menuju ke kamar Kyuhyun.

"Kyuhyun-ah, bagaima..."

Yesung tak melanjutkan perkataannya karena melihat Kyuhyun yang memejamkan matanya. Entah tidur atau hanya pura-pura, Yesung benar-benar tak ingin mengganggu istirahatnya. Jangan lupakan keadaan Kyuhyun yang masih bisa dibilang jauh dari kata baik.

.

.

.

Yesung mengetukkan jarinya di meja dengan pandangannya yang terus menatap layar komputer dengan tampilan masih sama seperti saat dia menghidupkannya satu jam yang lalu.

Sebuah layar berwarna silver dengan lingkaran hitam yang terlihat seolah membentuk sebuah lubang di tengah dinding yang dapat menembus ke dimensi lain.

Selama satu jam Yesung memandangi layar itu, sebenarnya dia bukan mencari cara untuk membukanya, melainkan terpana melihat lingkaran hitam pekat disana. Dia merasa seolah dirinya tersedot ke dalam lubang itu dan pikirannya pun kosong seketika.

Kyuhyun yang baru keluar dari kamarnya terhenyak melihat Yesung yang memandangi tampilan layar komputernya. Dia segera mendekati Yesung, menarik keybord dari tempatnya dan mengetikkan sesuatu dengan cepat. Dengan seketika tampilan itu menghilang dan menampilkan layar Desktop seperti biasanya.

Kyuhyun melihat Yesung dengan cemas. Dia menggoyangkan tubuh Yesung untuk mengembalikan kesadarannya.

"Ah, Kyuhyun-ah... kau sudah bangun?" tanya Yesung yang baru menyadari sosok Kyuhyun disampingnya.

Kyuhyun tahu dengan jelas apa yang terjadi oleh Yesung. Dia menarik Yesung menjauh dari komputernya dan mendudukkannya di sofa, setelahnya dia pergi menuju ke dapur. Beberapa menit kemudian, Kyuhyun kembali membawa segelas es teh susu. Kyuhyun duduk disamping Yesung dan menyuruh Yesung meminumnya.

"Berapa lama kau melihatnya?" tanya Kyuhyun setelah Yesung selesai meminum setengah gelas dari teh susu itu.

Yesung hanya menggelengkan kepalanya.

"Habiskan."

Yesung menurut dan langsung menghabiskannya dan meletakkan gelas kosongnya di meja.

"Ada apa?" tanya Yesung yang heran melihat sikap Kyuhyun.

"Kenapa kau tidak memberitahuku saat pertama kali menghidupkannya dan melihat tampilan seperti itu?" tanya Kyuhyun dengan nadanya yang sedikit meninggi membuat Yesung terhenyak dan sedikit takut.

"Aku sudah ingin memberitahumu tadi, tapi melihatmu tidur... aku tidak tega membangunkanmu," jawab Yesung pelan.

"Ck."

"Kenapa?"

"Kau hanya melihatnya selama satu jam. Beruntunglah karena aku terbangun."

Yesung semakin terlihat takut, "Kenapa?"

"Saat melihatnya minimal 10 menit tanpa mengalihkan perhatianmu pada hal lain kau akan terhipnotis. Dan akan benar-benar fatal kalau kau melihatnya lebih dari 3 jam."

Yesung terhenyak.

"Melihatnya membuat pikiranmu kosong dan perlahan akan menghilangkan satu persatu memorimu. Dan 3 jam adalah waktu maksimal untuk menghilangkan seluruh memori otakmu."

Yesung tertegun. Dia benar-benar tak tahu. Dan sekarang dia benar-benar takut. 'Adakah memorinya yang hilang selama satu jam itu?' tanyanya dalam hati.

"Kau tidak usah takut. Aku sudah memberi penawarnya yang sudah kucampurkan ke dalam minuman tadi. Memorimu tak akan hilang. Kau hanya perlu istirahat beberapa menit."

Yesung mengangguk mengerti.

"Kau bisa istirahat di kamarku."

Yesung menggeleng, "Aku harus menyelesaikan tugasku."

"Tugas apa?"

"Melacak tempat persembunyian penculik."

"Itu bisa kau lakukan nanti."

Yesung menatap Kyuhyun tajam, "Tak bisa! Nyawa seseorang sedang ada padanya."

Kyuhyun pergi ke kamarnya untuk mengambil laptopnya. Dia meletakkan laptopnya di meja dan mengaktifkannya. Yesung sedikit takut melihatnya.

"Disini tak ada alat hipnotisnya," ujar Kyuhyun yang seolah tahu apa yang dipikirkan Yesung.

"Kenapa komputermu ada alat seperti itu?"

"Untuk jaga-jaga kalau ada yang sembarangan membukanya. Sebelumnya aku tidak tinggal di apartemen."

"Lalu kau tinggal dimana? Bersama keluargamu?"

Kyuhyun melempar tatapan tajamnya pada Yesung yang membuat Yesung terdiam.

"Mana datanya?" tanya Kyuhyun ketus.

Yesung memberikan flashdisknya pada Kyuhyun dan langsung membuka data yang dimaksud Yesung.

"Jadi korbannya penyanyi?"

Yesung mengangguk pelan sambil terus memperhatikan Kyuhyun yang membaca data untuk tugasnya kali ini.

Kyuhyun sedikit mengerutkan dahinya saat menemukan satu hal yang aneh.

"Pelaku pernah menghubungi keluarga korban dan meminta tebusan. Kalau keluarga menerima bukankah seharusnya pelaku mengirimkan alamat pada keluarga korban untuk tempat pertukaran atau setidaknya rekening bank. Kenapa tidak ada informasi kelanjutannya?"

Kyuhyun menoleh ke arah Yesung, "Kau menyadarinya?" tanya Kyuhyun yang tak percaya kalau Yesung menyebutkan poin-poin yang menurut Kyuhyun aneh.

Yesung tersenyum dan mengangguk, "Aku tak sebodoh yang kau pikirkan."

Kyuhyun kembali mengalihkan perhatian pada layar laptopnya.

"Kita bisa melacak sinyalnya saat dia menghubungi keluarga korban," ujar Kyuhyun.

"Bagaimana caranya?"

"Tanyakan berapa nomor ponsel keluarga korban yang dihubungi oleh pelaku."

Yesung mengangguk dan mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi seseorang.

"Hyung. Kirimkan aku nomor ponsel keluarga korban yang dihubungi oleh pelaku. Aku tunggu secepatnya!"

Yesung langsung mematikan ponselnya tanpa mendengar jawaban dari seseorang disebrang sana.

"Data ini terlalu sedikit untuk diteliti," gumam Kyuhyun.

Tak lama, Yesung menerima sebuah pesan yang berisi nomor ponsel dari keluarga korban yang dihubungi pelaku.

Kyuhyun langsung membuka software pelacak sinyal dari laptopnya dan memasukkan nomor ponsel itu. Kyuhyun memasukkan waktu satu minggu terakhir untuk jangka waktu yang diminta. Dan dalam beberapa detik saja puluhan, atau mungkin ratusan sinyal berbeda terlihat memenuhi layar yang tadinya kosong itu.

"Waw," gumam Yesung yang takjub melihat kecanggihan laptop milik Kyuhyun.

Kyuhyun terus menggeser scroll bar ke bawah untuk mencari tanggal saat pelaku menghubungi nomor itu.

Kyuhyun berhenti pada tanggal 12 April 2012, pukul 00:01 A.M. Dan dia terhenyak melihat tidak terlacaknya identitas nomor dan sinyal dari pelaku.

"Bagaimana mungkin?"

Dengan buru-buru, Kyuhyun menyalin data itu dan membuka sebuah software lain yang membuat Yesung mengerutkan dahinya bingung karena Kyuhyun berkali-kali diharuskan memasukkan password. Yesung pun kaget saat Kyuhyun melakukan login dengan background layar itu adalah gambar yang tadi menghipnotisnya.

"Ada apa?" tanya Yesung yang melihat kepanikan dari Kyuhyun.

Kyuhyun mengabaikan pertanyaan dari Yesung. Dia masuk ke akses jaringan Dark Circle. Jemarinya dengan lincah meng-click sana-sini. Membuka sebuah server dan memasukkan data yang tadi telah diambilnya.

Dia menunggu detik-detik loading itu dengan gelisah hingga keluarlah 10 digit nomor acak.

Kyuhyun kembali meng-copy nomor itu, keluar dari server pelacak tadi dan membuka sebuah folder lainnya.

Terlihat sebuah folder berwarna hitam pekat bernamakan 'Blacklist'. Kyuhyun membukanya dengan sedikit ragu dan kembali memasukkan 8 digit kode. Nomor tadi dimasukkannya ke dalam kotak pencarian disana.

Dan keluarlah sebuah Name Id juga nomor tadi yang membuat jantungnya berdetak cepat.

"Aku tahu siapa pelakunya."

.

.

.

TBC

.

.

.

Huft...

Rasanya Chapter ini yang paling melelahkan dari chapter-chapter sebelumnya.

.

Oya, mulai dari chapter ini dan seterusnya aku pakai KyuSung ya... Jadi mian untuk yang minta Yekyu.

Kenapa akhirnya aku pilih Kyusung?

Karena di sini Kyuhyun terlihat seme banget. Emm, maksudnya terlihat dingin, cuek dan angkuh. Rasanya aneh kalau Kyuhyun harus menjadi seorang Uke dengan karakter begitu.

Oke, sifatnya mungkin bisa meluluh dengan hadirnya Yesung. Tapi... aku mau ngambil sifat naturalnya. Yang terlihat alami. Meluluh perlahan tapi tidak seutuhnya hingga membuatnya terkesan sebagai Uke. Itu yang alami menurutku.

Mohon dimengerti ya, chingu.

Sebenarnya aku juga Yekyu Shipper kok.

.

Seperti biasa nih chingu. Sumbangin Reviewnya ya biar aku terus semangat ngelanjutinnya.

Aku bisa update kilat gini karena Review dari chingudeul loh...

I still hope no sillent reader ^_^

Gomawo chingudeul.

.

.

Review Reply! Gomawo yang sudah Review ^^

Cloud3024 : nasibnya Kyu sudah tau kan :D

kyuElf : Ini udah apdet :D umurku 17thn, chingu. Kamu?

Derfly3424 : ini udah dilanjut ya ^^

Kyusung shiper : udah lanjut ya :D

Cloudyeye : kalo berasa jadi pencuri aja sih gapapa. Tapi kalo jadi pencurinya ga boleh loh :D

Thewi Choi : Haha.. iya, chingu :)

Lee eun hee : haha, gomawo ^^ romance gak janji loh kalo banyak :P

yeyepapo : Ne ^^ ini udah lanjut chingu. Gomawo ^^

woonwoon : Aku juga kembali ^^ aduh jangan terlalu berharap ya untuk requestnya :P

sam : iya... ini udah di lanjut ^^

Cloud'sHana : Haha... iya ini udah lanjut, chingu ^^

i am sparkyu : Benarkah? Gomawo ^^

Jung Ryuhee : Haha, gomawo. Tapi mian ya, Kyu seme...

Gyurievil : Hehe, gomawo. Saranghaenya jangan ke Kyu tapi ya :P

Schagarin : Hm, iya kalo diluar aku juga berpikiran begitu kok :D tapi untuk di fic ini Mian ya..

YesungieLove : haha, iya ^^ hehe... setiap chapter akan ku buat deg-degan kekeke *evil smirk*

Cloud'yeppa : Getar-getar cinta? di tunggu aja ya :D

autumn104 : hehe, gomawo loh ^^ Hm, aku pikir-pikir dulu ya.. Makasih sarannya ^^

Cho SungHyun : benarkah? hehe gomawo ^^ aku emang suka nonton film barat :D udah dilanjut ya..

aKYU CLOUD : Gomawo ^^ romancenya dikit-dikit aja ya :P

MiraKyusung : Ukenya Yesung.. oke udah apdet ya ^^

.

Jeongmal Gomawo, chingudeul ^^

See ya next chapter~