KYUMIN
By: Clara Eduardo Wijaya
.
Oppa~Can You See Me?
.
Warning : GS, EYD tidak sesuai, typo(s).Nama pemain hanya author pinjam.
Normal pov~
.
'PRAAK'
"YA!APA YANG KAU LAKUKAN!" Kyuhyun membentak namja yang lancang -menurut Kyuhyun- menyentuh bibir Minnie. Respon yang di keluarkan oleh Kyuhyun sangat hebat. Lihat meja yang mereka tempati sekarang, tidak bisa di sebut sebagai tempat yang layak untuk di tempati. Lihat Minnie, bagaimana wajah polos itu bisa begitu shock? Namja di sampinya? Lihatlah namja tampan itu, hanya bisa melongo dengan hal yang baru saja terjadi. Dan semua ini Karena Cho Kyuhyun, apa yang terjadi pada namja itu sebenarnya?
Mereka diam sesaat, hanya berdiam pada posisi mereka. Memikirkan apa saja yang barusan terjadi. Ternyata, tindakan Kyuhyun tadi tidak hanya membuat 2 orang di depannya shock setengah mati, tapi juga membuat otak 2 orang ini berhenti bekerja sejenak.
"K..Ka..Kau kenapa Kyuhyun-ssi?" Siwon yang mulai sadar dengan tindakan Kyuhyun mulai bertanya dengan tindakan Kyuhyun. Ada sedikit -hanya sedikit saja- rasa takut yang terbesit dipikirannya, takut-takut jika namja di depannya ini akan semakin mengamuk dan membanting semua barang yang ada di depannya.
"N..Nde Kyu Oppa, kau kenapa?" Timpah Minnie yang akhirnya sadar juga- takut-. Mata foxy-nya hanya bisa mengerjap lucu, sambil menatap Kyuhyun dan Siwon bergantian. Bingung.
"JANGAN MENYENTUH MINNIIIIEE!" Masih dengan nada tinggi dan membentak kasar, 2 orang dibawahnya lagi dan lagi hanya bisa melongo, tidak merespon hanya diam.
"PERGIIII!" Dan ini adalah teriakan terakhir dari Kyuhyun yang membuat 2 manusia itu bangkit dan mulai bergerak menjauh, menuju pintu rumah Minnie.
"A..Aku pulang saja Minnie. Annyeong." Dengan gelagapan Siwon membereskan barang-barangnya lalu pergi. Tak ada tatap-tatapan dan senyum-senyum lagi.
"Um.." Minnie hanya balas mengangguk. Bukan tak ingin membalas, tapi tak bisa bicara.
Tak tahu apa yang sedang menyelimuti kemarahan Kyuhyun. Sebenarnya -menurut Kyuhyun-, dia tak harus berbuat seperti ini. Berteriak kencang, membentak, memukul meja dengan kencang sehingga barang-barang yang ada di atasnya menjadi berhamburan tak tersisa. Tapi tak tahu kenapa, ada-ada saja perasaan di hatinya yang membuat hal aneh tersebut terjadi. Ada saja hantaman keras di hatinya yang membuat namja bertubuh kurus ini tak suka dengan tindakan Siwon barusan.
.
.
Hari demi haripun berlalu, Kyuhyun masih tetap setia menemani proses hukuman Minnie, walaupun dengan perasaan yang tak menentu. Terkadang perasaan ingin marah itupun muncul melihat kedekatan Minnie dengan Songsaengnimnya itu. Tapi, rasa ingin marah itupun meluap saat melihat tingkah imut Minnie yang sesekali di perlihatkan oleh yeoja itu.
Lalu, bagaimana dengan yeoja yang ingin di dekati Kyuhyun? Seohyun.
Tanpa diketahui oleh Minnie, namja berambut coklat ini sudah mulai mendekati Seohyun. Mulai dari sebuah sms kecil, telepon, bahkan sampai mengantar yeoja itu pulang. Bahkan mungkin sebentar lagi akan terjadi kencan buta -tanpa status pasti-.
Tapi apakah Kyuhyun yakin akan terus mendekati yeoja itu? Bahkan sekarang sikapnya sudah berlebihan terhadap Minnie. Tapi demi apa? Semuanya tetap bergantung pada Kyuhyun. Takkan ada yang tahu jalan hatinya itu.
.
.
Skip Time.
.
Hari demi haripun berlalu. Hari kelulusan Kyuhyun-pun terlaksana. Balon, rangkaian bunga, ucapan selamat-pun lengkap ada disana.
Untuk sementara, hukuman Minnie di hentikan karena kesepakatan Siwon dan Minnie yang memang ingin menghadiri upacara kelulusan itu.
Minnie yang memang sudah cantik, semakin cantik memakai dress putih sederhana tapi manis itu. Ditambah lagi dengan makeup tipis yang semakin memper-manis dirinya. Dia juga membawa sebuket bunga untuk ucapan selamat.
Yeoja itu melirik-lirik mencari sosok namja yang dia cari sedari tadi. Tapi tak ada, tak ada satupun tanda-tanda dari orang yang di carinya tadi.
Hingga dia sampai di taman yang berada tepat di belakang sekolah. Matanya masih mencari sampai mendapatkan sosok yang di carinya.
Tapi dia bersama yeoja. Yeoja yang Minnie kenal selama beberapa hari ini. Seohyun.
'Tapi mereka sedang buat apa disini?'
Ini acara kelulusan, ada pidato, ucapan selamat, acara foto-foto, acara makan-minum, dan dalam acara ini tidak aneh bukan jika ada acara saling mengungkapkan perasaan? Hal inilah yang dilihat Minnie sekarang.
Tanpa sadar Minnie mematung, bukan tak ingin pergi. Tapi yeoja bermata foxy ini tak bisa bergerak sama sekali. Tubuhnya masih tetap ingin melihat pemandangan tersebut, walaupun hatinya merasa sakit. Dia hanya menetap dan memandang yeoja dan namja yang saling berpandangan itu.
"Kenapa? Kenapa aku harus melihat ini semua? Kyu Oppa, apa begitu cepat aku harus melupakanmu? Apa aku harus melepaskanmu begitu cepat? Apa tidak ada kesempatan untukku Oppa?" Minnie berujar lirih sampai-sampai hanya dia yang bisa mendengarnya, kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut manisnya, tapi itu semua tak cukup untuk mewakili rasa sakitnya.
"Nado..Nado Saranghae Kyu." Diam. Minnie masih saja diam. Dia sudah berusaha untuk pergi, tapi mungkin untuk sementara tubuhnya sama sekali tak mengijinkan.
2 orang yang ada di depannya itu saling diam. Hanya tatapan dan jarak yang semakin tipis yang berkuasa disana.
'Deg' Rasa sakit itu semakin menjadi-jadi. Minnie mulai melangkah, akhirnya tubuh itu mulai menurut.
'KREEK' Yeoja itu berbalik dan ingin berlari menjauh sebelum dia menginjak botol air mineral yang sudah kosong.
-Salahkan pada orang yang sengaja membuangnya sembarangan-
"Minnie-ah, kau datang!" Kyuhyun yang akhirnya sadar dengan kedatangan Minnie, akhirnya meninggalkan Seohyun dan berjalan senang ke arah Minnie.
Minnie yang tampak pucat dan kaku melihat dirinya ketahuan sedang mengintip, hanya bisa tersenyum untuk menyembunyikan kegugupannya.
"N..nde Kyu Oppa, ini." Minnie memberikan rangkain bunga yang dibawanya tadi. "Sepertinya Oppa sedang sibuk, lebih baik aa..aku pulang saja. Se..selamat untuk kelulusanmu Oppa." Minnie tak bisa berdiam diri lagi, jika berlama-lama disini bisa-bisa tak bisa lagi membendung tangisnya.
"Mi..Minnie. Kau kenapa? Apa-" belum selesai menyelesaikan kata-katanya, Minnie menyela. "A..Annio..tidak ada apa-apa Oppa." Dan akhirnya Minnie berbalik berjalan pulang. Meninggalkan Kyuhyun dan Seohyun disana.
Entah apa yang ada di pikiran Minnie, tapi dia hanya menunduk dan menangis. Terlalu berat untuknya. Ternyata dia harus membuang perasaan ini jauh-jauh. Minnie sudah terlambat, tak ada yang bisa dia buat lagi.
Minnie terus berjalan keluar taman, sampai-
"Minnie-ah, chankkamman!" Minnie berhenti, tapi tetap membelakangi Kyuhyun. "Gomawo atas bunganya." Kyuhyun tersenyum menyusul Minnie. Mereka masih di taman belakang sekolah.
".." Minnie hanya mengangguk, tidak berani berbalik dengan tampangnya sekarang.
"Min, kau sebenarnya kena-, Omo, kau kenapa menangis?" Kyuhyun yang mulai kesal melihat Minnie, dengan sekali hentakan membalikkan tubuh yeoja itu.
"A..Annie." Mata Minnie mencari-cari apa saja yang bisa dia tatap, asalkan jangan Kyuhyun dan yeoja yang ada di belakangnya.
"Minnie-ah, apa kau lupa? Aku ini Oppa-mu. Kita sudah bersama sejak lama. Kau itu sudah ku anggap sebagai yeojdongsaengku sendiri. Jadi ceritakan, apa yang terjadi sebenarnya?" Dengan penuh pengertian Kyuhyun menjelaskan pada Minnie.
'Yeojdongsaeng? Apakah aku hanya sebatas itu semua?' Minnie mendongak, menatap mata itu. Sudah cukup, Sudah cukup dia merasakan perasaan ini.
"Dongsaeng katamu? Aku bahkan bukan saudara kandungmu Cho Kyuhyun! Kau ingat?! Apa aku hanya sebatas itu di matamu!?" Minnie membentak, kesabarannya sudah habis, rasa sakitnya sudah keterlaluan menyiksa dirinya.
"Oppa, apa aku hanya sebatas dongsaeng dimatamu? Tak adakah rasa lebih di hatimu? Hiks~" Nada bicara Minnie menjadi lirih.
"M..mwo? A..Apa maksudmu Minnie?" Kyuhyun bertanya gagap, bukan tak mengerti tapi tak menyangka pertanyaan seperti itu akan keluar dari mulut Minnie.
"Apakah kau pernah sekali saja melihatku sebagai seorang yeoja Oppa,hiks~ bukan dongsaeng? Apa..apa kau pernah menyayangiku sebagai seorang yang lebih dari pada dongsaeng Oppa?" Minnie menatap mata itu sayup. Pipi chubby itu sudah basah sempurna.
Kyuhyun terdiam, tak ada jawaban. Bingun harus menjawab iya atau tidak. Perasaannya sedang labil sekarang.
"Nde..Aku mengerti Oppa. Aku tidak akan menganggumu lagi. Anggap saja aku tak pernah berntanya seperti itu. Sekali lagi selamat atas kelulusanmu dan...dia." Minnie menghapus jejak air mata yang sedari tadi membasahi pipinya, dan berusaha tersenyum. Matanya sesekali melirik kearah yeoja yang sedari tadi memandang mereka tak percaya.
Minnie berbalik, dia pergi. Tak ada niat untuk berbalik lagi untuk melihat Kyuhyun apakah baik-baik saja atau malah sebaliknya.
Sambil menunduk, dia kembali terisak. Air mata itu kembali mendesak Minnie untuk dikeluarkan.
Sampai di gerbang sekolah, Minnie mulai berlari menjauh dan melepaskan semuanya. Tangisannya, Amarahnya, rasa kecewanya. Dia mengangis sejadi-jadinya. Tidak memedulikan semua orang yang menatapnya aneh.
Tak ada lagi yang bisa ia pedulikan sekarang. Yang yeoja ini lakukan hanya terus berlari dan menangis. Membawa semua perasaanya bersama angin.
Hingga ia sampai di taman. Taman yang terlihat sepi, belum terlihat pengunjung satupun.
Minnie akhirnya menduduki ayunan disana. Pikiran dan perasaannya capek. Tapi tak ingin pulang untuk istirahat.
"Tak baik jika yeoja yang cantik dan manis sepertimu sendirian dan menangis di taman ini."
.
.
TBC~
Annyeong chingudeul semuanya..^^ aku datang lagi niiih.
Hehehehe, bagaimana? membosankan ya? :/ Mianhaeyo~
Untuk momen Kyuhyun dengan Seo, mian karna tidak dijelaskan secara rinci. Ngga relaaaaa soalnyaa.. ._.
Review please?
Saranghae Readers,
Clara Eduardo Wijaya
