kazuka : reader, kaget liat pair-nya?? Bwahahaha!!! Lagi proyek mengembangkan crackpair!!!
yukina : *nutup kuping* eh, inget pesan kaa-san-mu!! Gaya ketawamu dibenerin!!
kazuka : ups! I... Iya....
yukina : eh, reader, author error kemarin ada salah ketik! yang chapter 3, di awalnya malah dia tulis chapter 2!! Ralat! dan tambahan.... ini adalah kisah tentang pair2 bleach dan filosofi yang mendasari kisah cinta mereka!!
kazuka : iya! Kazu lagi error! otak isinya kecampur!!
yukina : uhoh? Hyourinmaru x Tobiume? *ngeliat-liat isi fic*
kazuka : iya!! Dari lama udah ada idenya, dan, baru bisa dibikin sekarang! Ugh, mana ngetiknya udah malem nih, disertai perasaan was-was bakalan ditegur kaa-san!
yukina : udahlah! aio, silahkan dibaca!!
- Chapter 4 : The Master Philosophy -
Bleach © Tite Kubo
****The Philosophies****
The Philosophies © kazuka-ichirunatsu23
Summary For This Chapter : Filosofi tuan dan bawahannya dalam konsep zanpakuto... Saat sang tuan jatuh cinta, mereka juga merasakannya... Sang bawahan, akan merasakan apapun yang dirasakan tuannya. Mereka terikat. Mereka hanya dua bagian yang bersisian, dalam satu kesatuan.
Pairing : HyouTobi
Batang pohon itu sedikit membeku, menyisakan sebentuk ukiran es tepat di balik punggung seseorang yang bersandar padanya.
Angin meniupkan aroma dingin, sejuk, seirama rona wajah orang itu. Ekspresinya biasa, karena memang ia selalu menampilkan itu.
Ia duduk merenung, pikirannya teromabng-ambing, mengaduk berbagai memori yang terus bermunculan satu-satu akan 'tuannya'.
Ia berteduh disini. Ya, jujur, ia tidak suka dengan terik matahari, sama dengan tuannya.
Ah, sendirian memang membosankan. Andai ada seseorang menemani, pikirnya.
Tapi siapa? Ia terkenal sebagai seorang yang dingin dan suka menyendiri. Karena tak ada yang sadar. Ia sendirian dalam kesepian, tapi tak ada yang mau mendekatinya sekedar untuk berbagi cerita. Yang ia punya hanyalah seorang tuan yang sangat baik padanya.
Tetapi, semua itu kurang. Ia benar-benar ingin seorang teman. Bukan hanya seorang tuan sebagai pelengkap hidupnya.
xxx
Di sisi lain, ada seorang gadis mungil yang juga menyendiri. Tuannya sedang sibuk dengan sahabat kecilnya, hn.... mungkin barangkali kekasihnya?
Barusan ia sedang asyik bercerita dengan tuannya. Mereka berdua dekat, selayaknya seorang sahabat. Sang tuan kelelahan berlatih, dan sang zanpakuto berubah wujud menjadi manusia. Setidaknya ia bisa saling bertukar cerita dengan nyaman.
Mereka asyik bercerita bersama, tapi sang tuan dipanggil oleh seorang laki-laki, sahabatnya yang sangat sangat dekat. Ia dapat memperhatikan wajah sang tuan tersipu merah saat namanya dipanggil oleh laki-laki itu sembari tersenyum.
Laki-laki itu mengajak sang tuan berjalan bersama, sebenarnya ia senang karena sang tuan juga sedang bahagia. Jadi ia perbolehkan saja tuannya pergi berdua.
Tapi sekarang ia sendirian! Ah, ia bosan.
Ia akhirnya lebih memilih berkeliling Seiretei, mencari-cari apakah ada seseorang yang bisa ia ajak bicara.
Langkah cerianya mulai tertata, bola matanya memendar menguasai sekeliling.
xxx
"Ah, Hyou-chan!!" seru gadis mungil itu, melambaikan tangan dan lonceng-loncengnya hingga berbunyi gemerincing.
Yang bersandar di pohon itu tak bergeming, walaupun panggilan tadi untuknya.
Langkah gadis itu dipercepatnya, menghampiri sosok itu.
"Maaf, maksudku Hyourinmaru!"
Baru yang bernama Hyourinmaru itu menoleh. Masih dengan ekspresi datar.
"Boleh aku duduk disini?" tunjuk gadis itu pada tempat di sebelah Hyourinmaru.
Hyourinmaru mengangguk pelan. Gadis yang tak lain adalah Tobiume itu pun duduk dan tersenyum.
"Hari yang cerah ya, Hyourinmaru...." Tobiume mencoba membuka suasana pembicaraan, yang ia harap akan menyenangkan.
Hyourinmaru tetap diam. Tobiume agak kesal. Menggembungkan pipi mulusnya, lucu, imut.
"Pasti kau sedang memikirkan tuanmu kan?" Tobiume dapat menebak isi pikiran Hyourinmaru. Julukan Hyourinmaru yang terkenal di kalangan para zanpakuto adalah 'master complex'. Bisa dibuktikan, ia begitu peduli akan tuannya, begitu dekat.
"Kau...." Hyourinmaru akhirnya mau membuka suara. "Bagimu, apa arti seorang tuan?"
"Tuan? Bagiku, tuan adalah seorang yang berposisi sebagai pemilik, atau yang lebih tinggi dari kita, dan kita punya ikatan batin tertentu dengannya, karenanya kita selalu merasa dekat dengannya. Benar kan? Menurut Hyourinmaru?"
"Tuan adalah atasan kita. Yang mengendalikan kita, yang wajib kita lindungi."
"Memangnya kenapa Hyou-chan bertanya hal seperti itu?"
Atmosfer berubah. Hyourinmaru yang awalnya biasa malah semakin mendingin. Tobiume baru sadar, ada yang salah dengan kata-katanya.
"Maaf, maksudku Hyourinmaru. Apa maksudmu?"
"Aku cuma merasa...."
"Merasa apa?"
"Ada yang ganjil dengan tuanku."
"Ganjil?" Tobiume mengerutkan dahinya. Ah, ia paham. Tak heran para zanpakuto yang lain mengatai zanpakuto yang satu ini sebagai zanpakuto yang over protektif terhadap tuannya.
"Dia sekarang jarang berbicara denganku. Dia lebih sering menghabiskan waktunya dan bercengkerama dengan wanita itu."
"Wanita itu?" Tobiume tertegun sejenak. "Oh! Momo-chan maksudmu? Ah, kau tenang saja!"
Hyourinmaru diam. Setipe dengan tuannya, tidak mau menghabiskan suara hanya untuk sebuah basa-basi yang tak penting.
"Tenang saja, tuanmu ama bersama Momo-chan kok! Mereka kan saling jatuh cinta! Pasti mereka bisa saling menjaga!!" sahut Tobiume ceria.
"Tapi tuanmu pernah hampir melukai tuanku!"
"Ah? Itu hanya karena salah paham. Tenang saja!"
"Bagaimana kalau gadis itu melukai tuanku lagi? Dan tadi tuanku malah tidak memperbolehkan aku ikut!"
Tobiume terkekeh. "Kau cemburu ya?"
"Bukan begitu! Aku cuma khawatir!!"
Tobiume menyembunyikan tawanya. Sejurus kemudian suasana menjadi hening.
"Hn... Hyourinmaru, kau tahu tentang filosofi seorang tuan bagi kita para zanpakuto? Aku baru memahaminya dari Momo-chan."
"Filosofi seorang tuan? Memangnya ada?"
"Begini, kita dengan tuan atau pemilik kita, pasti memiliki sebuah ikatan yang kuat, karena kita dilahirkan untuk mereka, dan mereka ada untuk kita. Kita untuk melindungi mereka, dan mereka menang karena kita. Apa yang tuan kita rasakan, terkadang terefleksi ke diri kita. Mereka senang, kita bahagia. Mereka menangis, kita juga. Mereka sakit, bahkan kita juga merasakan sakit yang sama. Karena kita dan tuan adalah satu. Satu, dengan dua wujud yang saling bekerja sama."
"Hyourinmaru mengerti, kan?" lanjutnya.
"Jadi...."
"Ya. Jika kau merasa baik-baik saja, pasti tuanmu juga sedang baik-baik saja dengan Momo-chan disana." Tobiume tersenyum senang, saat pandangan Hyourinmaru mengarah padanya.
Darah Hyourinmaru berdesir. Ia seperti.... Tertegun saat memandang senyum manis Tobiume.
Suasana hening, tak ada yang bersuara, kecuali angin dan gemeresek dedaunan yang dilintasinya.
"Eh, Hyourinmaru, ta.... Tanganmu...." Tobiume menunjuk tangan Hyourinmaru yang....
.... Berada tepat di atas tangan kanannya.
"Maaf." Hyourinmaru memalingkan wajah. Sungguh, ia tidak menyadari kelakuannya barusan.
"Aku mau berjalan-jalan lagi ya, ja ne, Hyourinmaru!" Tobiume mengibaskan pakaiannya, berdiri dan telah siap berlari meninggalkan Hyourinmaru.
"Tunggu!"
"Kenapa?"
"Disini saja...."
"Eh? Hn.... Baiklah." Tobiume mengurungkan niatnya, dan kembali duduk di samping Hyourinmaru.
Suasana hening kembali. Tobiume merasa ini bukanlah sesuatu yang nyaman, duduk berdua tanpa suara. Maka ia mencoba memulai pembicaraan baru.
"Hyourinmaru.... Tuan kita sedang apa ya? Mereka pasti sedang asyik berdua...." Tobiume menerawang.
"Ya. Asal tuanmu itu tidak melukai tuanku lagi."
"Hyourinmaru! Percayalah padaku! Mereka pasti baik-baik saja. Kau hanya khawatir kan? Aku tidak merasakan sesuatu yang aneh pada Momo-chan. Berbeda dengan di malam itu, saat Momo-chan harus mengarahkan aku ke leher tuanmu. Aku merasa, dia waktu itu sangat terluka. Dia menangis, sebenarnya dia berat melakukannya, tapi ia entah kenapa terpengaruh oleh Aizen, sehingga...."
"Semoga."
"Hyourinmaru meragukanku?"
"Tidak. Aku tidak mungkin meragukanmu. Tapi tuanmu. Sudahlah. Aku yakin mereka tidak apa-apa."
"Baguslah." Tobiume tersenyum puas. "Eh, Momo-chan enak ya.... Dicintai oleh orang yang ia cintai. Aku juga mau.... Dia sering bercerita tentang dia dan tuanmu itu...."
"Cinta?"
"Jangan bilang kau tidak paham itu, Hyou-chan...." Tobiume menatap dingin.
Hyourinmaru diam. Sepertinya dia gengsi untuk mengatakannya, pikir Tobiume.
"Cinta itu perasaan indah, Hyou-chaannn..... Perasaan yang membuatmu selalu memikirkannya, senang sehingga tersenyum karenanya, perasaan takut saat dia jauh, perasaan sedih saat dia juga sedih dan terluka. Cinta itu bukanlah satu perasaan yang berdiri sendiri, tapi cinta adalah sekumpulan dari berbagai rasa yang menjadi satu dan indah, selalu terkenang."
"Kau tahu banyak?"
"Momo-chan yang mengajariku! Dia hebat, dia sudah berpengalaman lebih, dan telah menjadi gadis yang dewasa karena pengalamannya itu."
"Begitu...."
"Ya! Aku ingin seperti Momo-chan! Begitu beruntung, bisa mendapatkan laki-laki seperti Toushiro yang begitu melindunginya."
"Ah, aku tahu.... Aku sering merasakan hal yang sama dengan tuanku. Setiap tuanku bertemu dengan tuanmu, dia selalu merasa gugup dan senang. Aku juga...."
"Juga? Akh, jangan-jangan Hyou-chan juga suka dengan Momo ya?" tembak Tobiume. Sedikit kecewa ia mendengarnya, tapi ia berusaha ceria.
"Bukan. Bukan dia.... Tapi...."
"Ah, mengaku sajalah...."
"Tidak!"
"Kita pasti selalu merasakan hal yang sama dengan tuan kita kan?" goda Tobiume.
Hyourinmaru menggeleng. "Kau bilang, kita juga pasti merasakan hal yang sama dengan tuan kita, kan? Itulah hakikat kita sebagai bawahan dan atasan yang saling terikat. Aku juga merasakan itu, tapi bukan pada tuanmu.... Tapi pada sesuatu yang selalu bersamanya."
Tobiume terdiam. "Eh, Momo-chan sebentar lagi kesini. Sudah dulu ya!" Tobiume bersiap bangkit.
"Tunggu. Ada satu hal lagi."
"Apa?"
"Kita selalu merasakan hal yang sama dengan tuan kita, dan kita akan selalu memiliki apapun yang dimiliki oleh tuan yang merupakan bagian lain kita, serta nasib kita tak akan jauh berbeda dengan tuan kita...."
"Lantas, apa yang mau Hyourinmaru sampaikan?"
"Kalau tuan kita saling jatuh cinta satu sama lain, kita juga boleh, kan? Karena aku menyukai bagian lain dari orang yang dicintai oleh tuanku." Hyourinmaru mengatakannya dengan nada yang datar, dingin seperti biasanya.
Tobiume agak lama berpikir. Tapi sesaat kemudian, ia tak bisa berkata-kata. Wajahnya memerah.
"Tobiume!!" panggil seorang gadis. Momo, yang sedang berjalan bersama Toushiro.
"Aku pergi dulu ya! Ja ne, Hyou-chan!" Tobiume melepaskan diri dari genggaman Hyourinmaru, dan menghampiri Momo.
Hyourinmaru tersenyum saat tuannya datang padanya. Tapi senyum itu tak mengarah ke Toushiro, melainkan apa yang ada di belakangnya sana....
xxx
Filosofi tuan dan bawahannya dalam konsep zanpakuto....
.... Sang bawahan, akan merasakan apapun yang dirasakan tuannya. Mereka terikat. Mereka hanya dua bagian yang bersisian, dalam satu kesatuan.
Saat sang tuan jatuh cinta, mereka juga merasakannya.....
- The End -
kazuka : APA-APAAN nih fic? Gaje, abal, OOC!!! Argh!! Kenapa aku bisa bikin cerita seaneh ini???? Huweee..... Ceritanya gariing!!! Gak seru..... *nangis + pundung*
yukina : sudahlah.... repot dengerin keluhan kamu mulu.... langsung jawab ripyu-an aja dah!!
kazuka : oke, pertama dari ichakuchikichi, haha.... untunglah anda juga suka IshiHime... *lega* nyolong ke Bank Indonesia? bantuin dong!!
yukina : lanjut! dari Chizu Michiyo, ah... makasih kata kazu!!
kazuka : lalu kurou-chan, yay! hidup IshiHime, gomen bagi fans IchiHime, ini masalah selera.... sama2 atas gambarnya ya!!
yukina : yup! dari Ruki_ya.... tunggu ya HitsuHina-nya!! zanpakuto mereka aja dulu!! kemudian dari Jess Kuchiki....
kazuka : nota? kenapa gag bon aja? *gak nyambung* GinRan? sabar ya.....
yukina : dan dari shiNomori naOmi, iya, beda2.... gak papa telat kok.... udah apdet nih!
kazuka : lalu jawaban buat NaMie AmaLia.... makasih semangatnya!!
yukina : dan terakhir dari mss dhyta, yosh! gak papa telat kok!!!
kazuka : oke, udah dulu ya balesan ripyu-nya.... karena ripyu-nya cumin segitu.... dan, makasih karena udah baca.... dan REVIEW!!!
yukina : rencananya, habis ini pair apa?
kazuka : hn.... ADA DEH!!! mau tahu? ripyu dong!!
yukina : huuu!!!!!! Oke, sankyu, minna!!!
