Saat Chanyeol sampai di rumahnya, ia mengernyit heran ketika melihat Baekhyun terlihat sedang mengendap-endap didepan ruang kerjanya.

"Apa yang kau lakukan Baek?!"

"C-Chanyeol?"

Baekhyun membulatkan mata sipitnya dengan sempurna karena terkejut melihat Chanyeol yang tiba-tiba datang itu.

YUTA PRESENTS

DON'T SAY GOODBYE (CHANBAEK)

Main Cast : Park Chanyeol - Byun Baekhyun

Support Cast : EXO Members and others

Rated : M

Summary : "suara apa itu?". "maaf.. semua T-shirt ku sedang dicuci, yang ada hanya kemeja ini" . "siapa nama mu? berapa usia mu? darimana kau berasal? apa yang menyebabkan kau menjadi seperti ini? siapa kau sebenarnya?" . "lindungi.. a-akuhh ku-mohon.." WARNING! YAOI/BL/SHOUNEN-AI/MATURECONTENT. DLDR! CHECK THIS OUT!

Disclaimer : Seperti biasalah, ini ff 100% asli buatan Yuta dan tanpa pengawet juga pemanis buatan(?) Semoga kalian suka aja bacanya, itu udah bikin Yuta seneng kok ^^)/

A/n : kritik dan saran kalian sangat berguna buat saya ^^)/ FF ini terinspirasi dari MV DAVICHI - Don't Say Goodbye tapi Yuta buat ChanBaek Versionnya kkkk~ Semoga suka ^^)/

Backsound : DAVICHI - Don't Say Goodbye

~~Happy Reading~~

"Eum, bisa kah kau membantuku? Cincinku jatuh kesana"

Baekhyun menunjukkan wajah yang polos sambil menunjuk ke arah pintu ruangan kerja Chanyeol.

"Cincin?" Chanyeol mengernyit heran.

Kemudian Chanyeol berjalan mendekati Baekhyun, dengan tiba-tiba ia menggendong Baekhyun dan membawanya ke kamar.

"Bukannya sudah ku katakan bukan? Jika kau membutuhkan sesuatu, kau bisa menghubungiku. Kau masih sakit Baek. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa nantinya"

Chanyeol menasehati Baekhyun seperti ayah yang sedang menasehati anaknya. Baekhyun masih menatap Chanyeol dengan pandangan yang sangat polos.

"Aku sangat mengkhawatirkan mu. Oke, sepertinya aku tidak bisa lama-lama. Aku kembali hanya untuk mengambil dokumenku yang tertinggal dan aku harus kembali ke kantor secepatnya. Kau berhati-hatilah Baek"

Chanyeol mencium punggung tangan Baekhyun dan beranjak dari sana. Meninggalkan Baekhyun yang masih shock atas perlakuan Chanyeol barusan padanya.

'Bodoh! Kau yang harusnya berhati-hati Park'

.

.
"Kau melupakan janji kita"

Seorang lelaki tampan tampak sedang terduduk di sebuah sofa club sambil menyesap rokok yang diapit oleh kedua jemari kurusnya.

"Maaf, ada hal tak terduga terjadi kemarin. Aku lupa mengabarimu" Jawab seorang lelaki cantik yang teduduk disamping lelaki tampan tersebut sambil menunduk.

"Kau tau? Aku menunggumu sampai pagi Lu!" Ucap lelaki tampan itu sambil mematikan rokoknya di asbak di hadapannya.

"Maafkan aku Sehun.. aku tidak akan mengula- hmmpphh!"

Sehun langsung menarik tangan kurus Luhan dan mencium bibir lelaki cantik itu dengan tidak sabaran.

"Cpkhh hahh!"

Ciuman itu terlepas dengan kasar pula dan Sehun mencengkram rahang Luhan dengan kuat, membuat mata rusa Luhan dengan terpaksa menatap mata elang Sehun.

"Bodohnya aku yang telah jatuh cinta padamu Lu" ucap Sehun dengan wajah datarnya namun pandangan matanya menyiratkan banyak luka.

Setelah mengucapkan itu, Sehun langsung beranjak darisana dan pergi meninggalkan Luhan yang masih shock itu.

"Se-sehun.. t-tunggu"

Sehun menghentikan langkahnya namun masih enggan membalikkan tubuhnya.

Grep

Mata Sehun terbelalak saat merasakan tubuhnya di peluk oleh tubuh hangat Luhan dari belakang.

"Ck lepas! Aku sungguh tidak tau apa yang ada di dalam pikiranmu Lu" Ucap Sehun datar sambil berusaha melepaskan lingkaran tangan Luhan di pinggangnya.

Namun Luhan menahannya, Ia malah memeluk Sehun dengan erat. Sehun dapat merasakan bahwa lelaki dibelakangnya ini menggelengkan kepalanya dan nampaknya ia juga sedang menangis.

"Sungguh aku tidak ada hubungan apapun dengan kakakmu. Kita hanya berteman saja. Percayalah padaku Sehun hiks" Suara Luhan bergetar menahan tangisannya.

"Bagaimana mungkin aku bisa percaya padamu Lu?"

"Aku akan membuatmu percaya dengan caraku sendiri Sehun.." Suara Luhan melemah.

Tiba-tiba Luhan melepaskan pelukannya dan berjalan ke hadapan Sehun. Sehun masih terdiam melihat orang yang dicintainya menangis.

"Lu.."

Baru saja Sehun ingin menghapus airmata Luhan, tetapi Luhan langsung menghempaskan tangan Sehun.

Tiba-tiba Luhan menangkup rahang tegas Sehun dengan kedua tangannya dan sedetik kemudian Luhan mempertemukan kembali kedua belah bibir mereka. Luhan terus mendorong bibirnya pada bibir Sehun sambil memejamkan matanya. Sehun masih tercekat dengan apa yang dilakukan oleh Luhan saat ini. Luhan bersikap diluar dugaan Sehun. Jika Luhan bersikap seperti ini, menangis dan terus meminta maaf pada Sehun itu artinya Luhan juga mencintai Sehun kan? Jika Luhan tidak mencintai Sehun, tidak mungkin Luhan bersikap seperti ini.

"Ckphh ckphh eumhh"

Luhan kini sudah mengalungkan tangannya di leher Sehun. Ciuman yang dilakukan Luhan semakin intens sekarang. Nafas hangat Luhan menyapu seluruh wajah Sehun. Membuat Sehun tidak kuasa untuk tidak membalasnya. Akhirnya Sehun membawa Luhan ke atas dan memasuki kamar yang sudah tersedia di club malam itu. Luhan hanya menurutinya tanpa melepas ciumannya.

Bruk

Tubuh Luhan terhempas diatas kasur, secepat kilat Sehun melepas kemejanya dihadapan Luhan, membuat lelaki cantik itu merona. Setelahnya Sehun langsung menerjang tubuh Luhan lagi. Memciumi leher Luhan dan membuat beberapa Kissmark disana. Luhan hanya melenguh nikmat merasakan apa yang Sehun lakukan. Tangan Luhan terangkat untuk mengusap-usap dada datar Sehun dan turun sampai ke celana Sehun menurunkan zippernya dan melepas celana Sehun dengan kakinya secara perlahan. Luhan menahan tengkuk Sehun dengan satu tangannya guna untuk memperdalam ciuman mereka. Luhan membuka mulutnya dan tanpa menunggu lama lagi Sehun langsung melesakkan lidahnya menyusuri seluruh bagian dalam rongga mulut Luhan yang sangat terasa manis itu bagi Sehun.

Sehun pun melakukan hal yang sama, ia melepas kancing kemeja putih yang dipakai Luhan dan melepasnya dari tubuh Luhan. Kini tubuh bagian depan Luhan terpampang jelas di hadapan Sehun meminta untuk dijamah. Sehun langsung menjilat, menyesap dan memainkan lidahnya pada nipple menggoda Luhan dengan semangat. Membuat Luhan terpekik nikmat dan menekan kepala Sehun pada nipplenya agar Sehun melakukannya lebih dalam lagi.

Sehun melepas celana dan celana dalam Luhan dengan cepat. Sehun tercengang dengan apa yang ia lihat saat ini. Luhan dengan wajah yang memerah di penuhi nafsu sedang mengangkang lebar menampilkan lubangnya yang pink segar itu meminta untuk segera dimasuki oleh penis Sehun itu. Sehun membasahi bibirnya dengan lidahnya sendiri lalu mengocok penis panjangnya dihadapan Luhan, membuat Luhan malu luar biasa dan menutupi wajahnya sendiri dengan kedua telapak tangannya. Luhan sungguh tercekat ketika penis Sehun melesak masuk kedalam lubangnya yang sempit.

"Akh!"

"Ke-keluarkan Sehun cepat! Ini sungguh sakit hiks"

Luhan meronta sambil memukul punggung Sehun yang sedang ia peluk itu. Luhan menangis kesakitan karena rasa terbakar pada bagian bawah tubuhnya.

"Tahan sebentar Lu. Apa ini yang pertama untukmu?" Tanya Sehun berbisik di telinga namja di bawahnya itu.

Luhan tak kuasa menjawab, ia hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas pertanyaan Sehun barusan.

"Maafkan aku jika aku egois Lu, tapi aku ingin memilikimu seutuhnya"

"Angh!"

Sehun menyodok lubang Luhan dengan sekali hentak. Membuat Luhan memekik dan meneteskan airmatanya.

"Jangan menangis sayang, aku mencintaimu"

Sehun menciumi wajah Luhan untuk menenangkan lelaki cantik itu. Luhan sama sekali tidak berdaya saat ini, ia hanya bisa menerima apa yang Sehun lakukan padanya.

"Lakukanlah Sehun, lakukan sesukamu. Bergeraklah.. aku juga mencintaimu eunghh~"

Ucapan Luhan barusan bagaikan lampu hijau bagi Sehun. Sehun juga sebenarnya sudah tidak tahan untuk menggenjot Luhan karena sungguh penisnya disana serasa terjepit oleh lubang sempit Luhan. Sehun memaju mundurkan pinggulnya membuat penisnya keluar masuk di dalam lubang Luhan. Sehun terus melakukan itu secara perlahan sampai suara Luhan memecahkan keheningan diantara kegiatan panas mereka.

"Lebih cepath Sehunh.. di dalam sanah ahh! Terus sentuh itu didalam sanah~"

Racauan Luhan membuat Sehun semangat, sepertinya ia sudah menemukan spot Luhan. Sehun terus menghujam spot Luhan berulang kali sampai suara desahan Luhan keluar begitu saja dengan kencang.

"Eunghh eunghh ahh Sehun ahh eumhh~"

Ini adalah pengalaman pertama bagi Luhan. Luhan tidak menyangka jika rasanya akan senikmat ini. Apalagi jika yang melakukannya adalah Sehun. Perasaan gugup, bahagia dan nikmat bercampur menjadi satu. Luhan tidak akan melupakan ini selamanya. Sehunlah yang mampu membuat Luhan menjadi bergairah dan akhirnya ia mengkhlaskan tubuhnya untuk 'dipakai' oleh lelaki albino itu.

"Katakan lagi jika kau mencintaiku Sehunhh~"

Luhan mengecupi pipi Sehun dan dahi Sehun yang berkeringat itu. Perasaan Luhan menghangat ketika dengan cepat Sehun menggenggam tangannya sangat erat tanpa menghentikan genjotannya. Sehun menumpukan tangannya untuk menahan tubuhnya dan menatap wajah cantik Luhan. Luhan menatap mata Sehun dan Sehunpun menatap mata Luhan.

"Emh eohh! Akuhh mencintaimu Xi Luhanh"

Luhan tersenyum dan kembali menangis terisak karena ia sungguh bahagia. Luhan memeluk Sehun lagi dengan erat. Sehun pun juga tersenyum. Dan dengan beberapa hentakan lagi, akhirnya keduanya mencapai puncak masing-masing. Sehun segera mencabut penisnya dari lubang Luhan dan menumpahkan cairan cintanya di atas perut Luhan. Luhan hanya diam terengah-engah mencoba menyesuaikan degup jantungnya.

"Aku tidak akan mengeluarkannya didalam sebelum kita menikah Lu. Maka dari itu, menikahlah denganku Lu"

Sehun menarik tangan Luhan agar terduduk berhadapan dengan dirinya. Keduanya saling tatap. Hening beberapa saat. Luhan masih mencoba mencerna apa yang baru saja Sehun katakan. Apa yang dikatakan Sehun tadi? Meminta Luhan untuk menikah dengan nya?

"Apa kau baru saja melamarku Sehun?" Tanya Luhan dengan sedikit senyuman diwajahnya.

"Apa kelihatan sekali?" Sehun menggaruk tengkuknya canggung, Sehun takut ia akan ditolak mentah-mentah oleh Luhan.

"Kkkk~ kalau begitu, belikan aku sebuah cincin" Luhan bergurau pada Sehun sambil terkikik geli.

"Apapun yang kau minta akan aku berikan Lu" Sehun menarik Luhan kedalam pelukannya.

Mereka berpelukan dalam kondisi keduanya yang tidak mengenakan sehelai benangpun. Membuat keduanya merasakan sensasi aneh karena bergesekan dengan kulit masing-masing secara langsung.

"Istirahatlah Lu, aku akan menemanimu sampai besok" ucap Sehun seraya membawa Luhan berbaring dan menyelimuti lelaki cantik itu.

"Ne" lalu keduanya terlelap menuju alam mimpi mereka masing-masing.

.

.
'Kau sedang apa Kris?'

Tanya Kyungsoo dengan ejaan tangannya. Kris yang sedang duduk di sofa sambil memainkan ponselnya hanya bergumam sebagai jawaban Kyungsoo. Kyungsoo mendengus sebal atas sikap Kris barusan, lalu ia duduk di samping Kris dan mengusap paha Kris seraya melirik ponsel Kris.

Sebenarnya apa yang sedang Kris lihat sampai ia mengabaikan Kyungsoo. Oh ternyata Kris sedang memandangi foto seseorang disana. Itu adalah Baekhyun. Kyungsoo menepuk paha Kris agar pria tinggi itu menatap ke arahnya.

'Sampai kapan kau memendam perasaan mu pada Baekhyun? Aku pikir akan lebih baik jika kau mengatakannya' eja Kyungsoo.

Kris melihat ejaan tangan Kyungsoo langsung mendengus dan menyandarkan tubuhnya di sandaran sofa tersebut.

"Aku sudah mengatakannya Kyung, bahkan sudah ribuan kali. Tapi apa jawabannya? Dia hanya tersenyum dan pergi. Lalu apa yang harus aku lakukan lagi?" Kris memijit pangkal hidungnya frustasi.

'Kau orang yang baik Kris, kau telah menolongnya. Dia pasti akan luluh denganmu. Buatlah dia nyaman' Kyungsoo tersenyum pada kakak dari sahabatnya itu.

"Kau benar, tapi itu tidak semudah seperti yang kau bicarakan Kyung" jawab Kris.

"Apalagi sekarang ia sedang berada dirumah Park Chanyeol. Bagaimana jika Park brengsek itu malah menyukainya? Arghh" lanjut Kris.

'Percayalah Kris' Kyungsoo tersenyum menguatkan Kris dan menepuk bahu pria China itu.

Kyungsoo lalu beranjak darisana ke dapur untuk memasak untuk kedua kakak beradik itu. Kris masih terdiam dan mengusap wajahnya kasar.

"Bagaimana aku bisa percaya bila Baekhyun selalu mengatakan 'persetan dengan cinta' eoh?" Kris berteriak-teriak sendiri seperti orang gila disana.

.

.
Cklek

"Baek aku pulang" Suara Chanyeol menggema keseluruh rumahnya ketika ia baru saja memasukinya. Mencari-cari sosok mungil itu ke dalam kamarnya.

"Baek, kau dimana?" Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki kamarnya. Namun ia tidak menemuka Baekhyun di kasurnya.

Fyuhhh~

Angin malam menghembus ke wajah tampan Chanyeol. Chanyeol berjalan ke arah balkon rumahnya berniat untuk menutup jendela itu, namun langkah Chanyeol terhenti seketika saat melihat Baekhyun yang sedang berdiri membelakanginya merasakan hembusan angin malam disana.

Grep

"Angin malam tidak baik untuk kesehatanmu Baek, masuklah" ucap Chanyeol berbisik di telinga Baekhyun sambil memeluk tubuh mungil Baekhyun dari belakang.

"Aku bosan.." desah Baekhyun sambil memegang tangan Chanyeol yang melingkar di pinggangnya.

"Aku ingin seperti ini, beberapa menit saja" lanjut Baekhyun sambil memejamkan matanya.

Chanyeol hanya terdiam melihat reaksi Baekhyun. Tidak biasanya lelaki mungil ini bersikap agresif seperti ini. Setidaknya apa yang dilakukan Baekhyun barusan terlihat agresif bagi Chanyeol. Chanyeol lalu menganggukan kepalanya dan memandang lurus kedepan. Chanyeol menaruh dagunya di pucuk kepala Baekhyun dan menghirup aroma strawberry yang menenangkan itu.

'Sampai saat ini aku masih bingung dengan identitasmu. Tiba-tiba kau muncul dan lama kelamaan kau berhasil membuatku terpikat oleh pesonamu dan aku perlahan mulai jatuh cinta padamu Baek. Apa kau malaikat yang Tuhan berikan untukku melalui cara yang tidak terduga ini?' Batin Chanyeol sambil tersenyum dan terus memeluk tubuh hangat lelaki mungil itu dengan erat.

"Aku berharap seperti itu" Ucapan Baekhyun barusan membuat Chanyeol membelalakan matanya. Apakah lelaki ini bisa membaca pikirannya?

"Y-ya?" Melihat reaksi tegang Chanyeol, Baekhyun mengeluarkan tawanya.

"Aku berharap jika kau adalah orang yang baik Chan. Aku berharap seperti itu. Maafkan aku yang tidak bisa pergi darisini dan terus menyusahkanmu. Aku butuh perlindungan. Kau tidak tau masa laluku. Aku takut.. aku takut jika itu akan terulang lagi" Baekhyun menunduk dan mulai terisak setelahnya.

Jujur Chanyeol tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Baekhyun. Tapi demi Tuhan, Chanyeol sungguh tidak keberatan jika Baekhyun harus tinggal dirumahnya selamanya.

"Sudah kuduga kau keberatan. Baiklah, aku akan pergi dari rumah ini beso- mphh"

Chanyeol dengan cepat membalik tubuh Baekhyun dan mencium bibir Baekhyun dengan tiba-tiba. Jelas saja Baekhyun kaget dengan perlakuan Chanyeol yang tiba-tiba itu. Chanyeol memejamkan matanya menikmati bibir manis Baekhyun yang sedang ia sesap itu, sedangkan Baekhyun membelalakan matanya melihat Chanyeol menciumnya sambil memejamkan matanya.

Jantung Baekhyun berdegup. Sungguh ini pertama kalinya Baekhyun merasakan perasaan nya menghangat saat dicium oleh seseorang. Biasanya ia tidak pernah merasakan apapun jika Kris yang melakukannya. Tapi kali ini sensasinya berbeda. Bekhyun mengedip-ngedipkan matanya berusaha menyadari apa yang terjadi. Matanya bergerak gelisah kesana-kemari. Baekhyun ingin mendorong tubuh Chanyeol tapi tangannya serasa kaku untuk melakukannya. Ditambah lagi tangan kanannya yang masih di gips itu. Baekhyun tidak bisa bergerak karena Chanyeol menyudutkannya di pagar besi di belakang Baekhyun dan kedua tangan Chanyeol memegang pagar besi itu untuk mengunci pergerakan Baekhyun. Baekhyun terpaksa terhanyut oleh ciuman Chanyeol ikut memejamkan matanya dan menaruh tangan kirinya didada Chanyeol.

"Mphh eummh~"

Baekhyun mendesah disela ciuman mereka. Chanyeol menekan bibir Baekhyun dengan lidahnya agar Baekhyun membuka mulutnya dan sedetik berikutnya lidah Chanyeol melesak masuk kedalam goa hangat milik Baekhyun. Baekhyun hanya membuka mulutnya membiarkan Chanyeol menjelajahi rongga mulutnya. Entah liur siapa kini menetes di dagu Baekhyun. Saat Baekhyun sudah terbuai oleh ciuman panas Chanyeol, Chanyeol menyingkirkan poni yang menutupi dahi Baekhyun dan melepaskan ciumannya.

"Berhentilah membuatku semakin jatuh cinta kepadamu, Byun Baekhyun"

Setelah Chanyeol mengucapkan itu dengan lirih. Chanyeol mengecup dahi Baekhyun dengan lembut. Baekhyun membuka matanya karena tercekat dengan apa yang barusan Chanyeol katakan. Baru saja Baekhyun ingin bersuara tapi Chanyeol langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan masuk kekamarnya meninggalkan Baekhyun yang masih terdiam disana.

.

.

"Hey kkamjong, bagaimana dengan kencanmu di toko buku eoh? Apa kau memperkosanya dan meninggalkannya begitu saja?" Ucap Chanyeol saat mereka -Chanyeol, Jongin dan Luhan- sedang makan siang dikantin kantor seperti biasa, sambil mengunyah makanannya dan menunjuk-nunjuk wajah Jongin dengan sumpit yang di pegangnya.

"Kau ini bicara apa Park? Mana mungkin aku melakukan itu pada lelaki polos seperti dia?" Jongin menjepit sumpit Chanyeol dengan sumpit miliknya.

"Bisakah kau kenalkan padaku siapa lelaki polos itu? Siapa tau aku bisa 'memakainya' hahaha" canda Chanyeol.

"ck! Dalam mimpimu Park" Jongin menghempaskan sumpit Chanyeol dan Chanyeol malah terkikik melihat sahabatnya yang belakangan ini menjadi sangat sensitif itu.

"Haha aku hanya bercanda oke?" Ucap Chanyeol sambil melanjutkan acara makannya. Ada yang aneh disini.

Biasanya yang paling berisik saat makan siang ada Luhan, tapi kenapa sekarang ia malah diam saja? Apa Luhan sedang menahan ingim buang air besar? Kkkk~

"Ada apa denganmu hyung? Apa kau demam? Kenapa daritadi diam saja eoh?" Ucap Chanyeol pada lelaki cantik yang duduk di sebelahnya itu.

"Ah tidak. Hanya saja.. aku sedang menahan nyeri di pantatku. Sungguh tidak nyaman sekali" cicit Luhan.

Chanyeol dan Jongin saling tatap mengerti apa yang membuat Luhan seperti itu.

"Jangan bilang kau.."

"Katakan siapa yang telah melakukannya padamu Hyung!" Ucapan Chanyeol dipotong oleh perkataan Jongin yang berlebihan itu.

Luhan menampilkan wajah -_- melihat reaksi kedua lelaki tampan di depannya itu.

"Kalian ini bicara apa? Aku tidak mengerti" Luhan mencoba untuk tidak membahas ini pada kedua sahabat sekaligus saudaranya ini.

"Baiklah jika kau tidak ingin mengatakannya" ucap Chanyeol.

"Dan.. bagaimana dengan meeting dokumen penting kita? Bisakah kita lakukan malam ini dirumahku?" Lanjut Chanyeol.

"Aku bisa saja jika malam ini. Tapi.. apakah tidak apa-apa jika kita membahasnya dirumahmu? Masalahnya aku takut jika lelaki yang tinggal bersamamu itu akan membocorkan meeting kita" ucap Luhan dengan wajah khawatir pada Chanyeol.

"Astagaa, apa kau mencurigainya Hyung? Apakah dia terlihat sebagai mata-mata yang menyusup masuk kedalam rumahku hanya untuk mengambil dokumenku lalu menjualnya? Apakah dia terlihat seperti itu Hyung?" Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya atas sikap Luhan yang terlalu posesif itu.

"Yaa aku hanya waspada saja sebelum sesuatu yang buruk terjadi.." jawab Luhan lemah.

"Baiklah kita jangan memikirkan yang tidak-tidak dulu. Yang penting kita harus melakukannya dengan hati-hati agar tidak ada yang membocorkannya" ucap Jongin mengenengahkan. Dan langsung di angguki oleh Chanyeol dan Luhan.

.

.

Lelaki bermata bulat itu seketika mendengus kecewa setelah membaca sebuah pesan pada ponselnya.

From : Jongin
To : Me

Maafkan aku Kyung, aku tidak bisa menepati janji kita hari ini. Tapi aku berjanji aku akan menempatinya besok.
Saranghae 3

Tapi setelahnya Kyungsoo menampilkan senyumannya ketika melihat kata-kata Jongin diakhir pesannya. Dan jemari Kyungsoo bergerak diatas screen ponselnya mengetikkan sesuatu

From : Me
To : Jongin

Baiklah, untukmu ^^

Send

.

.
"Kenapa kau tertawa-tawa seperti orang gila begitu kkamjong?" Ucap Chanyeol seraya menaruh sekaleng soda di hadapan Jongin.

Kini Chanyeol, Luhan dan Kai tengah berada di ruang tamu rumah Chanyeol. Mereka memutuskan untuk pulang lebih awal untuk membahas ini.

"Kekasihku mengirimiku pesan. Dia sangat manis, coba kalian baca ini" ucap Jongin tertawa bahagia sambil menunjukkan ponselnya pada Chanyeol dan Luhan.

"Baiklah, untukmu" baca Luhan.

"Mana bagian manisnya Kkamjong? -_- itu biasa saja" lanjut Luhan.

"Ini sangat manis, apa kau buta? Dan lihatlah emotnya itu. Seperti sedang eyesmile huhuhuu" Jongin menciumi ponselnya seperti orang psycho.

"Imajinasimu terlalu tinggi sepertinya" ucap Luhan bete(?).

Chanyeol hanya tertawa melihat percakapan konyol kedua sahabatnya itu.

"Oh hay Baek, kemarilah. Bergabunglah bersama kami" ucap Chanyeol ketika melihat Baekhyun melewati mereka setelah dari dapur. Baekhyun menolehkan kepalanya pada Chanyeol dan menunjuk dirinya sendiri.

"Aku?"

Chanyeol tersenyum dan mengangguk.

"Kemarilah" Baekhyun nampak berpikir sejenak, lalu ia berjalan menuju Chanyeol dan teman-temannya berada.

"Duduklah disini" Chanyeol menepuk-nepuk ruang kosong sofa di sebelahnya. Dan Baekhyun menurutinya. Luhan dan Jongin hanya menatap Baekhyun tanpa bersuara.

"Kenalkan, mereka ini sahabatku. Yang cantik ini namanya Luhan, dia yang kemarin dirumah sakit, kau mengingatnya?" Chanyeol merangkul bahu Baekhyun sambil memperkenalkan nama sahabatnya itu pada Baekhyun. Baekhyun mengangguk canggung.

"Dan yang hitam ini namanya Jongin. Kau bisa memanggilnya kkamjong haha"

"Itu lebih terdengar sebagai pembullyan daripada sebagai perkenalan diri Chan" sinis Jongin pada Chanyeol.

"Haha aku hanya bercanda. Dan ini adalah Baekhyun. Dia untuk sementara tinggal dirumahku" ucapan Chanyeol langsung di angguki oleh kedua temannya.

Jelas saja mereka tidak terkejut lagi, karena Chanyeol sudah menceritakan tentang Baekhyun pada mereka malah hampir setiap hari.

"Jujur saja aku iri pada kalian. Terutama kau Jongin, siapa tadi nama kekasihmu?" Lanjut Chanyeol dengan santainya.

"Dia Kyungsoo. Kapan-kapan akan aku kenalkan pada kalian. Kalian tenang saja" jawab Jongin sambil meneguk soda yang di berikan Chanyeol tadi.

Deg

'Kyungsoo? Apa yang Jongin maksud adalah Kyungsoo sahabat Sehun?' Batin Baekhyun terkejut dan masih terdiam di tempatnya.

"Aku menunggu moment itu Jongin" Chanyeol mengedipkan sebelah matanya pada Jongin bermaksud untuk menggoda pria hitam itu.

"Jangan macam-macam kau Park" Jongin memutar bola matanya malas.

"Baiklah Chan, ayo kita mulai meeting kita" Luhan mulai angkat suara.

"Dan tentunya tidak disini.." lanjut Luhan sambil menatap ke arah Baekhyun.

'Sial! Sepertinya ia curiga kepadaku' Baekhyun pura-pura tidak mengerti dengan tatapan Luhan padanya barusan.

"Eungh, Chan. Aku harus kembali ke kamar. Aku lelah, ingin istirahat" Baekhyun tersenyum manis pada Chanyeol dan Chanyeol pun langsung menganggukkan kepalanya.

"Ne" singkat Chanyeol.

Dan Baekhyun beranjak dari sana menuju kamar Chanyeol. Sedangkan Chanyeol dan teman-temannya kini menuju ke ruang kerja milik Chanyeol seperti tujuan awal mereka. Baekhyun tersenyum ketika Chanyeol dan teman-temannya sudah berada diruang kerja Chanyeol tersebut. Lalu dengan hati-hati ia melangkahkan kakinya menuju kamarnya yang dulu untuk mengambil tas hitam yang dibawanya. Dengan cepat dan tanpa menimbulkan suara apapun Baekhyun menaruh kertas-kertas yang dibawanya kedalam tas hitam tersebut.

'Mati kau Park Chanyeol ck!'

Baekhyun mengeluarkan smirknya dan segera beranjak keluar dari rumah besar Chanyeol lewat pintu belakang. Dan Baekhyun berhasil keluar darisana dengan dokumen penting yang disuruh oleh Sehun sudah berada di tangannya.

.

.
"Dokumennya hilang! Kemana dokumen ku?" Frustasi Chanyeol sambil membuka semua laci yang berada di ruang kerja pribadinya itu.

"Tidak mungkin hilang, aku sudah mengunci semuanya dengan rapat!" Lanjutnya sambil bertolak pinggang di hadapan kedua sahabatnya.

"Coba tanyakan pada Baekhyun, kan dia yang seharian berada dirumah ini" usul Jongin.

Sedetik kemudian Chanyeol keluar dari ruang kerjanya dan mencari Baekhyun di kamarnya diikuti oleh Luhan dan Jongin di belakangnya.

Brak!

Chanyeol membuka kasar pintu kamarnya dan tidak menemukan sosok Baekhyun disana.

"Ck! Sudah kuduga.." ucap Luhan sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

.

.
TBC

.

.
Baekhyun jangan mencuri! Baekhyun jangan mencuri! hohoho :v
Selain mencuri dokumen Chanyeol, Baekhyun juga udah mencuri hatinya Chanyeol wkwkwk xD

Fast Update nih!
Nanti siang Yuta Share lagi sampe END! SELESAI! TAMAT!

Review dulu tapi :*